SURVEI CONTOH PERTEMUAN KE-5.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Pendahuluan (1/9) Pendahuluan
Advertisements

Pengawasan Kegiatan Lapangan
PEDOMAN PENGISIAN KUESIONER PENYAKIT MENULAR TUBERKULOSIS PARU (TB)
DAFTAR SDKI12-RT BLOK II Blok II Kunjungan Petugas m Pengisian Kode Pewawancara Rekapitulasi Rumah Tangga Pengisian Kode Editor dan Pengawas.
Indikator Kesejahteraan Masyarakat
SURVEI KONSUMSI PANGAN Mata kuliah Pilihan (2 sks) Dosen : Ch
Survei Struktur Ongkos Usaha Tani Tanaman Pangan
PENGUMPULAN DATA RUTIN (STATISTIK PETERNAKAN)
Blok III Daftar Anggota Rumah Tangga Pengantar Kol (2)-(4) Kol (5)-(8) Kol (9)-(11) Kol (12)-(13) Kol (14)-(16) Kol (17) Gambar: jannoon028 | FreeDigitalphotos.net.
Blok III Blok IV Blok II Blok I Pengenalan Tempat Informasi Blok I disalin dari Daftar SDKI07-DSRT yang dipegang oleh pengawas Lihat Kues. Blok I …
Menyiapkan Bahan Menghubungi Pejabat Setempat Menemukan Lokasi Survei Menemukan Rumah Tangga Sampel Menemukan Responden Perjalanan dan Penginapan Gambar:
Umum Pengenalan Tempat Kol (1) dan (2) Kol (3) dan (4) Kol (5) Kol (6)-(9) Kol (10) dan (11) Kol (12) dan (13) Kol (14) dan (15) Baris Penjumlahan 100%
SUSENAS (1) Sejarah Pelaksanan Susenas
Advokasi : Peserta PBI BPJS Kesehatan disiapkan oleh dr Yahmin Setiawan, MARS (Ketua Bidang Sinergi Kesehatan Forum Zakat) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK.
PENGUMPULAN DAN UJI KELAYAKAN DATA STATISTIK PETERNAKAN
STATISTIK PETERNAKAN.
1 KULIAH KE-5 KONSEP DAN DEFINISI KLASIFIKASI. 2 KONSEP DEFINISI DAN KLASIFIKASI (1) Konsep definisi dan klasifikasi tidak kalah pentingnya untuk dibahas.
NILAI TUKAR PETANI (NTP)
METODOLOGI PENYUSUNAN KUESIONER
SUBDIT STATISTIK HARGA PRODUSEN
KELOMPOK V / KELAS 2A NAMA: PEMBAHASAN: AYU ROSITA SARI ( )
13 Pesan Dasar Gizi Seimbang (Depkes RI, 1996)
Data-Data, Tata Cara Pendataan, dan Pemetaan Keluarga
BLOK VII PENGELUARAN RUMAH TANGGA (RKD10.RT)
Indikator Kesejahteraan Masyarakat
Organisasi Tim Pewawancara Fungsi Pengawas dan Editor
Materi 5 Variabel, Konsep - Definisi, Klasifikasi serta Tabulasi
Materi 5 Variabel, Konsep - Definisi, Klasifikasi serta Tabulasi
PROGRAM PENANGANAN KEMISKINAN PADA BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
Klasifikasi/Pengelompokan/ Penggolongan/Stratifikasi
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012
UNIVERSITAS SILIWANGI
Pembuatan Kuesioner dan Pedoman
Metodologi BAB m Metode Sampling Metode Pengumpulan Data
S. Happy Hardjo Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat
Tim Analisi Pola Pangan Harapan (PPH) BPPKP Prov. Kalteng
Pembuatan Kuesioner dan Pedoman
Merancang Kuesioner & Pedoman.
KULIAH KE-5 KONSEP DAN DEFINISI KLASIFIKASI.
PENGUMPULAN DAN PENYAJIAN DATA POTENSI DESA
SURVEI CONTOH Kuliah 5: KONSEP DAN DEFINISI KLASIFIKASI Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Jakarta Tahun 2013.
11. MENENTUKAN SUMBER DATA
Badan Penelitian & Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI
Pembuatan Kuesioner dan Pedoman
METODOLOGI R ISET K ESEHATAN D ASAR 2010 (RISKESDAS 2010)
MIGRASI DAN URBANISASI
Bidang Produksi Statistik Tanaman Perkebunan
SURVEI CONTOH PERTEMUAN KE-4.
PERIKANAN DAN KEHUTANAN
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL (SUSENAS) TAHUN 2009
NILAI TUKAR PETANI (NTP)
Kegunaan Klasifikasi Pengumpulan data dan atau metode mengorganisasi data yang telah dikumpulkan Agregasi dan disagregasi serta untuk memberi makna pada.
MODIFIKASI MAKANAN RENDAH LEMAK
KONSEP KELUARGA SEJAHTERA
SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL (SUSENAS) TAHUN 2012
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (Sdki) 2012
Alur pikir implementasi “Ketahanan protein hewani” Provinsi Jawa Barat
Alur pikir implementasi “Ketahanan protein hewani” Provinsi Jawa Barat
PELATIHAN PENDATAAN KELUARGA TAHUN 2015 BAGI MANAJER DESA
Strategi Pemetaan Masalah di Tingkat Kelurahan
Pemerintah Kabupaten Grobogan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Penelitian Survei Penelitian survei merupakan salah satu jenis metode penelitian yang banyak digunakan dalam praktek sehari-hari. Penelitian survei merupakan.
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Infokom LPM Sudajayahilir
Hasil Diskusi Indikator Kemiskinan Oleh Kelompok
“Ketahanan protein hewani” Provinsi Jawa Barat
PEMANFAATAN DATA SUSENAS MODUL KONSUMSI
2019 AJAR SAKERNAS BAHAN PENCACAHAN BLOK IV
Desain Sampling Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) BKKBN Tahun 2018 Pelatihan Fasilitator dan Supervisor Direktorat Pengembangan Metodologi.
Transcript presentasi:

SURVEI CONTOH PERTEMUAN KE-5

OUTLINE KONSEP DAN DEFINISI KLASIFIKASI

KONSEP DAN DEFINISI Konsep dan definisi merupakan hal penting untuk dibahas dan disepakati bersama. Untuk menjaga konsistensinya, perubahan maupun penyesuaian konsep dan definisi tidak hanya dilakukan oleh pelaksana survei, tapi juga melibatkan para stakeholders yang terkait. Misalnya: konsep dan definisi indikator dalam MDGs berlaku secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kab/kota, provinsi dan nasional Apabila konsep dan definisi harus disesuaikan kondisi daerah, maka perlu diberi penjelasan dengan menyebutkan alasannya agar tidak terjadi kesalahan interprestasi

KONSEP DAN DEFINISI Harus tegas dan jelas, termasuk kasus- kasus batas (borderline cases) Mudah diaplikasikan Konsisten dengan desain survei secara menyeluruh Dapat dibandingkan (comparable) Mudah diterjemahkan ke dalam bentuk daftar isian

KONSEP DAN DEFINISI Konsep dan definisi yg baku dan jelas memungkinkan: Petugas lapangan dalam melakukan wawancara dengan responden terhindar dari kesalahan jawaban yang diberikan oleh responden Stakeholders memiliki kesamaan persepsi dalam membaca dan menganalisis data yg dihasilkan

CONTOH KONSEP DALAM SUSENAS

CONTOH DEFINISI DALAM SUSENAS Pada modul konsumsi SUSENAS, asal makanan yang dikonsumsi anggota rumah tangga dibedakan menjadi: Pembelian jika makanan yang dikonsumsi berasal dari pembelian baik secara tunai, bon (hutang) atau kredit (cicilan). Contoh: Konsumsi makanan/bahan makanan yang diambil dari warung/toko milik ruta yang bersangkutan dianggap sebagai pembelian. Produksi sendiri/pemberian  jika makanan yang dikonsumsi berasal dari kebun, sawah, pekarangan baik usaha ruta maupun bukan usaha ruta atau yang berasal dari pihak lain secara cuma-cuma. Contoh: pepaya yang diambil dari pekarangan, mengkonsumsi ayam peliharaan dan mendapat kiriman makanan dari tetangga/famili

CONTOH LAIN: Rumah tangga biasa adalah seorang atau sekelompok orang yg mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur. Yang dimaksud makan dari satu dapur adalah jika pengurusan kebutuhan sehari-hari dikelola bersama-sama menjadi satu. Anggota rumah tangga (art), adalah semua orang yang tergabung dalam satu kesatuan rt baik dalam satu tempat tinggal maupun tidak pada saat pencacahan. Art yang telah bepergian selama 6 bulan atau lebih, dan art yang bepergian kurang dari 6 bulan tetapi dengan tujuan pindah tidak dianggap sebagai art. Tamu yang telah tinggal di rt 6 bulan atau lebih dan tamu yang tinggal di rt kurang dari 6 bulan tetapi akan bertempat tinggal 6 bulan atau lebih, dianggap sebagai art.

CONTOH LAIN: Seorang pembantu rt/ sopir yang tinggal di rumah majikannya, dianggap sebagai art majikannya. Sebaliknya jika pembantu rt/sopir tsb tidak tinggal di rumah majikannya, ia dianggap sebagai art dimana ia bertempat tinggal. Kepala Rumah tangga (Krt), adalah seorang dari kelompok art yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari-hari rt tsb atau dianggap/ ditunjuk sebagai kepala di dalam rt tsb.

MENTERJEMAHKAN KONDEF DALAM KUESIONER Misalnya: kondef Rumah tangga miskin Kondef ini tidak dapat langsung dibuat dalam bentuk pertanyaan pada kuesioner  perlu diterjemahkan dulu dalam beberapa pertanyaan/variabel yang lebih kuantitatif. Kondef kemiskinan digali dari beberapa variabel yang terlebih dahulu diuji dan disepakati

MENTERJEMAHKAN KONDEF DALAM KUESIONER Ada 14 variabel penentu rumah tangga miskin: Jenis lantai Luas lantai Jenis dinding Fasilitas tempat buang air besar Sumber air minum Sumber penerangan Jenis bahan bakar untuk memasak Frekuensi membeli daging/ayam/susu Frekuensi makan Jumlah pakaian yang biasa dibeli Kemampuan berobat Lapangan pekerjaan utama Pendidikan kepala rumah tangga (KRT) Kepemilikan aset

KLASIFIKASI Bertujuan untuk menyeragamkan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data sehingga terdapat keterbandingan data antar waktu,wilayah secara regional dan nasional,bahkan keterbandingan internasional

KLASIFIKASI Contoh: Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang mengacu pada International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC) dengan beberapa penyesuaian dengan memperhatikan kondisi Indonesia.

b

Contoh klasifikasi dalam KBLI 2005: D Industri Pengolahan 15 Industri Makanan dan Minuman 151 Pengolahan dan Pengawetan Daging, Ikan, Buah-buahan, Sayuran, Minyak dan Lemak 1511 Pemotongan Hewan dan Pengawetan Daging 15111 Industri Pemotongan Hewan