Metode Sampling
Metode Pengumpulan Data Monitoring Interrogation/communication studies
Pengambilan Data Berdasarkan Dimensi Waktu Cross-sectional studies Pengambilan data dilakukan hanya 1 kali saja dan mencerminkan ‘potret’ dari suatu keadaan pada satu saat tertentu, setelah itu data langsung diolah Longitudinal studies Data yang dikumpulkan berulang-ulang dalam suatu jangka waktu tertentu, mis: data produksi atau penjualan dalam 1 hari, setelah itu data baru diolah
Teknik Pengumpulan Data Prapenelitian Qualitative techniques Mis: wawancara, pengamatan para peserta, film, foto, rekaman video, analisis dokumen, dll Secondary data Melalui studi kepustakaan yang menyangkut tentang penelitian sebelumnya, melalui buku dan jurnal Focus groups Melalui wawancara secara mendalam pada sekelompok orang yang telah memiliki pengalaman khususnya pengalaman yang unik Two-stage design Prapenelitian dilakukan 2 kali guna menentukan ruang lingkup dan anggaran yang terbatas
Sifat Pengambilan Sampel Population Yaitu seluruh kumpulan elemen yang dapat digunakan untuk membuat beberapa kesimpulan Population Element Bagian-bagian dari populasi yang akan diteliti lebih lanjut Sampling Pengambilan sebagian data dari elemen-elemen populasi yang telah ditetapkan sebelumnya Census Pengambilan seluruh data dari seluruh elemen yang ada di populasi
What is a Good Sample? Accurate Precise estimate Tidak bias dari populasi yang diharapkan Precise estimate Data yang diambil dapat merepresentasikan populasi
Types of Sampling Designs Probability Pengambilan data yang dilakukan secara acak Nonprobability Pengambilan data yang dilakukan tidak acak dan subyektif
Probability Sampling Designs Simple random sampling Pengambilan sampel secara acak di dalam populasi yang telah ditentukan Systematic sampling Hampir sama dengan simple random sampling, hanya ditambah kriteria tertentu, mis: dari kumpulan data, maka yang dipilih adalah data dengan angka genap Stratified sampling Populasi dibagi menjadi elemen-elemen kemudian diambil secara acak dari masing-masing elemen. Mis: populasi mahasiswa dibagi dalam angkatan, jurusan, jenis kelamin, dll Metode pengambilan sampel: Proportionate Disproportionate
Probability Sampling Designs (cont) Cluster sampling Membagi populasi menjadi banyak subgrup, dimana setiap subgrup terdiri atas elemen yang sama, mis: (klaster 1) mahasiswa ekonomi dengan elemen jenis kelamin, daerah asal, dan SMA asal, (klaster 2) mahasiswa teknik dengan elemen yang sama dengan mahasiswa ekonomi, dll Double sampling Mengumpulkan beberapa informasi dengan sampel dan kemudian menggunakan informasi ini sebagai dasar memilih subsampel untuk studi selanjutnya Mis: studi pendirian klub makan malam. Dari survai melalui telpon ditemukan sejumlah orang yang berminat untuk bergabung. Dari sini kemudian dilakukan pengelompokkan berdasarkan minatnya, kemudian dilakukan survai yang lebih mendalam
Nonprobability Sampling Alasan menggunakan: Total anggota populasi tidak diketahui dengan pasti Biayanya murah Waktunya terbatas atau tidak terlalu lama Human error dapat ditekan saat melakukan pengambilan sampel Metode yang dapat digunakan: Convenience Sampling Purposive Sampling Snowball Sampling