Surat-Surat Berharga Oleh : Muhammad Zainal Abidin SE, Ak, MM.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
INVESTASI JANGKA PANJANG SAHAM
Advertisements

Laporan Laba/Rugi Komprehensif
ASSALAMMUALAIKUM WR.WB
LABA DITAHAN Chapter 15b.
Sekuritas Dilutif dan Laba Per Lembar Saham
INVESTASI JANGKA PANJANG DAN AKTIVA LAIN-LAIN
Soal OBLIGASI Pengantar Akuntansi 2.
Soal-Jawab PA2 DEVIDEN.
BENTUK-BENTUK LAPORAN KEUANGAN
BAB 12 PERDAGANGAN MARGIN.
MANAJEMEN KEUANGAN LITERATUR :
Piutang Wesel/ Wesel Tagih (Notes Receivable)
PERSAMAAN AKUNTANSI.
PEROLEHAN AKTIVA TETAP BERWUJUD
SIMPANAN DARI BANK LAIN
PERTEMUAN KE TIGABELAS
UTANG JANGKA PANJANG (OBLIGASI)
INVESTASI JANGKA PANJANG (OBLIGASI)
INVESTASI JANGKA PANJANG
Investasi Jangka Pendek dan Panjang
INVESTASI JANGKA PANJANG DALAM OBLIGASI
ANUITAS BERTUMBUH DAN ANUITAS VARIABEL
PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN
PERUSAHAAN AFILIASI LAPORAN KONSOLIDASIAN
Wesel dan promes Komp. Akt. Keuangan.
BIAYA PENGGUNAAN MODAL (COST OF CAPITAL)
KEUANGAN KORPORAT COPORATE FINANCE.
AKUNTANSI PAJAK SEKURITAS
LABA DITAHAN Chapter 15b.
SURAT-SURAT BERHARGA/ INVESTASI JANGKA PENDEK
KEUANGAN KORPORAT COPORATE FINANCE.
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH NO. 06 AKUNTANSI INVESTASI
HUtang dan Kewajiban Lain
LAPORAN KEUANGAN Catur Iswahyudi Manajemen Informatika (D3)
PENILAIAN SAHAM ERVITA SAFITRI.
HUBUNGAN PERUSAHAAN INDUK DAN ANAK
INVESTASI JANGKA PENDEK
INVESTASI JANGKA PANJANG DAN AKTIVA LAIN
INVESTASI JANGKA PANJANG (1)
SECURITIES INVESTATION (INVESTASI SURAT BERHARGA) 11th Meeting Prepared by: Hafiez Sofyani, SE., M.Sc. Shariah Economic Department IAIN Antasari Banjarmasin.
SURAT-SURAT BERHARGA (MARKETABLE SECURITIES)
Audit Siklus Investasi
PENANAMAN MODAL DALAM SAHAM DAN DANA
INVESTASI DALAM SAHAM DAN OBLIGASI
BAB VI INVESTASI JANGKA PANJANG
INVESTASI JANGKA PENDEK DALAM SAHAM
INVESTASI JANGKA PENDEK
CASH BAB 2.
AKUNTANSI INVESTASI JANGKA PENDEK & JANGKA PANJANG DAN EKUITAS
SURAT-SURAT BERHARGA (MARKETABLE SECURITIES)
AKUNTANSI INVESTASI JANGKA PENDEK & JANGKA PANJANG DAN EKUITAS
PERSEDIAAN INVESTASI JANGKA PANJANG
Perusahaan Indah Kejora dalam tahun 2006 melakukan
Pengantar Akuntansi 2 Agus, Wibowo & Hexana
ASSALAMUALAIKUM.
SURAT-SURAT BERHARGA (MARKETABLE SECURITIES) Prepared by Dra
AKUNTANSI KEUANGAN 3 MATERI
INVESTASI JANGKA PANJANG
Investasi Sementara dan Investasi Jangka Panjang
SURAT-SURAT BERHARGA/ INVESTASI JANGKA PENDEK
Surat-Surat Berharga Oleh : Muhammad Zainal Abidin SE, Ak, MM.
SURAT-SURAT BERHARGA (MARKETABLE SECURITIES) Prepared by Dra
Chapter 6 Temporary Investment or Marketable Securities (Surat surat berharga atau investasi sementara) By: Lisa Kustina SE.,M.B.A.
Neraca Oleh : Muhammad Zainal Abidin SE, Ak, MM.
Perusahaan Indah Kejora dalam tahun 2006 melakukan
Topik VI Investasi Jangka Panjang
KAS DAN SURAT – SURAT BERHARGA
AKUNTANSI KEUANGAN MADYA 1
SURAT-SURAT BERHARGA (MARKETABLE SECURITIES)
Pemeriksaan Surat Berharga dan Investasi
Transcript presentasi:

Surat-Surat Berharga Oleh : Muhammad Zainal Abidin SE, Ak, MM

Definisi Merupakan bentuk penyertaan sementara atau investasi jangka pendek dalam rangka memanfaatkan dana yang menganggur (idle fund) Investasi sementara  menghasilkan pendapatan POLITEKNIK NSC

Sifat Surat-surat Berharga Mempunyai pasar / dapat diperjualbelikan Pemilikan surat berharga tidak dengan maksud menguasai perusahaan lain Memanfaatkan dana surplus  Surat Berharga akan dijual kembali jika dana dibutuhkan untuk kegiatan perusahaan POLITEKNIK NSC

Klasifikasi Surat-surat Berharga Efek yg dibeli dan dimiliki sd jatuh tempo Aktiva Lancar/Tidak Lancar Held to maturity Efek yg dibeli untuk dijual kembali dalam waktu dekat Aktiva Lancar Trading Efek yang selain kedua diatas Availbale for Sale POLITEKNIK NSC

Surat-Surat Berharga Obligasi Saham POLITEKNIK NSC

Transaksi Surat-Surat Berharga Transaksi Pembelian SB: (D) Surat-surat Berharga XX (K) Kas XX (dicatat sebesar harga perolehan) Harga Perolehan = harga beli + semua biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh surat berharga (komisi, fee, bi.transaksi) POLITEKNIK NSC

Transaksi Surat-Surat Berharga Transaksi Penerimaan Pendapatan (D) Kas XX (K) Pendapatan Dividen XX (jika investasi dalam bentuk saham) Atau, (D) Kas XX (K) Pendapatan Bunga XX (jika investasi dalam bentuk obligasi) POLITEKNIK NSC

Transaksi Surat-Surat Berharga Transaksi Penjualan SB: Jika H.Po > H.Jual  Rugi (D) Kas XX (D) Rugi Penjualan SB XX (K) Surat-surat Berharga XX Jika H.Po < H.Jual  Laba (K) Laba Penjualan SB XX POLITEKNIK NSC

Saham Contoh investasi sementara pada saham Tgl. 6 Mar 2014 PT. B membeli 1000 lembar saham milik PT. A dengan harga Rp 1.200,- per lembar. Saham tsb mempunyai nilai nominal Rp 1.000,- per lembar. Untuk transaksi itu, perush dibebani biaya komisi broker sebesar Rp 50.000,- POLITEKNIK NSC

Saham Perhitungan : H.Beli = Rp 1.200 x 1000 lbr = Rp 1.200.000,- Bi.Komisi = Rp 50.000,- Harga Perolehan = Rp 1.250.000,- Jurnal (D) SB-Saham PT.A Rp 1.250.000,- (K) Kas Rp 1.250.000,- POLITEKNIK NSC

Saham Tgl. 10 April 2014, PT. B menerima dividen tunai sebesar Rp 150,- per lembar Perhitungan : Dividen = 1000 lbr x Rp 150,- = Rp 150.000,- Jurnal : (D) Kas Rp 150.000,- (K) Pendapatan Dividen Rp 150.000,- POLITEKNIK NSC

Saham Tgl. 5 Juni 2014, PT. B menjual semua sahamnya dengan kurs 130% dan berkaitan dengan hal itu, perusahaan dikenakan biaya komisi broker 1% Perhitungan : HJ= 130% x 1000 lb x Rp 1.000,- = Rp 1.300.000 Biaya komisi = 1% x Rp 1.300.000,- = Rp 13.000 Hasil Penjualan Saham = Rp 1.287.000 Harga Perolehan = Rp 1.250.000 Laba Penjualan Saham = Rp 37.000 Jurnal : (D) Kas Rp 1.287.000 (K) SB – Saham PT. A Rp 1.250.000 (K) Laba Penjualan Rp 37.000 POLITEKNIK NSC

Obligasi Perlu diperhatikan : Apakah tgl transaksi bertepatan dengan tgl bunga obligasi atau tidak Umumnya bunga obligasi dilakukan dua kali dalam setahun Umumnya bunga obligasi dilakukan 2 kali dalam setahun. Bunga obligasi dihitung berdasarkan % bunga x Nilai Nominal Obligasi. POLITEKNIK NSC

Obligasi Contoh investasi sementara pada obligasi (jika pembelian bertepatan dengan tanggal bunga obligasi) Tgl 2 Apr 2014 Perush membeli obligasi milik PT. X nominal Rp 10.000,- per lembar sebanyak 1000 lbr dengan harga Rp 9.600,- Bunga obligasi 9% (dibayar setiap tgl 1 Apr & 1 Okt) POLITEKNIK NSC

(K) Pendapatan Bunga Rp 450.000 (= 9% x Rp 10.000 x 1000 lb x 6/12) Obligasi Jurnal 2 Apr 2014 : (D) SB-Obligasi PT. X Rp 9.600.000 (K) Kas Rp 9.600.000 Jurnal 1 Okt 2014 (jika obligasi tetap dipegang maka ada penerimaan bunga) (D) Kas Rp 450.000 (K) Pendapatan Bunga Rp 450.000 (= 9% x Rp 10.000 x 1000 lb x 6/12) POLITEKNIK NSC

Obligasi HJ = 102% x Rp 10.000 x 1000 lb = Rp 10.200.000 Tgl 3 Okt 2014 perush menjual obligasi PT. X dengan kurs 102% Perhitungan : HJ = 102% x Rp 10.000 x 1000 lb = Rp 10.200.000 H.Po = = Rp 9.600.000 Laba Penjualan = Rp 600.000 Jurnal : (D) Kas Rp 10.200.000 (K) SB-Obligasi PT.X Rp 9.600.000 (K) Laba Penjualan Rp 600.000 POLITEKNIK NSC

Obligasi Jika transaksi terjadi antara tgl pembayaran bunga, maka ada bunga berjalan. Bunga berjalan dihitung dari tanggal pembayaran bunga sebelum transaksi. Bunga berjalan diperhitungkan dalam jumlah yang dibayar. Pencatatan bunga berjalan : 1. Pendekatan Neraca  Piut.Bunga 2. Pendekatan L/R  Pendptn.Bunga POLITEKNIK NSC

Obligasi Contoh : Obligasi PT. X pada contoh sebelumnya dibeli pada tgl 1 Juli 2014 Perhitungan : H.Beli = 1000 lbr x Rp 9.600 = Rp 9.600.000 Bunga berjalan = 9% x Rp 10 juta x 3/12 = Rp 225.000 Jumlah Dibayar = Rp 9.825.000 Jurnal pada saat pembelian (1 Juli 14) : Pendekatan Neraca : (D) SB-Obligasi PT. X Rp 9.600.000 (D) Piutang Bunga Rp 225.000 (K) Kas Rp 9.825.000 POLITEKNIK NSC

Obligasi Pendekatan L/R : (D) SB-Obligasi PT. X Rp 9.600.000 (D) Pendapatan Bunga Rp 225.000 (K) Kas Rp 9.825.000 Jurnal pada saat penerimaan bunga ( 1 Okt 14 ) : Pendekatan Neraca : (D) Kas Rp 450.000 (K) Piutang Bunga Rp 225.000 (K) Pendapatan Bunga Rp 225.000 (K) Pendapatan Bunga Rp 450.000 POLITEKNIK NSC

Obligasi Penjualan Obligasi Tidak Bertepatan Dengan Tanggal Bunga Bunga berjalan diperhitungkan dalam jumlah yang diterima. Contoh : Obligasi PT. X dijual pada tanggal 2 Nop 2014 dengan harga Rp 9.500,- per lembar Bunga berjalan: 1 Okt – 2 Nop 9% x Rp 10 juta x 1/12 Rp 75.000 POLITEKNIK NSC

Obligasi Perhitungan : H. Jual = Rp 9.500 x 1000 lb = Rp 9.500.000 Bunga Berjalan = Rp 75.000 Jumlah Diterima = Rp 9.575.000 Bandingkan H.Jual dengan H. Po : H. Jual = Rp 9.500.000 H. Po = Rp 9.600.000 Rugi Penjualan = Rp 100.000 Jurnal : (D) Kas Rp 9.575.000 (D) Rugi Penjualan Rp 100.000 (K) SB-Obligasi PT. X Rp 9.600.000 (K) Pendapatan Bunga Rp 75.000 POLITEKNIK NSC

Penilaian Surat Berharga PSAK 13 Investasi yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar harus dicatat dalam neraca pada nilai terendah antara biaya dan nilai pasar (Cost or Market Whichever is Lower - COMWIL) Biaya (cost) dapat ditentukan berdasarkan FIFO, Average, LIFO. Nilai pasar adalah jumlah yang dapat diperoleh dari penjualan suatu investasi dalam pasar yang aktif. POLITEKNIK NSC

Pengungkapan di Neraca Contoh : Seandainya saham dan obligasi tsb tidak dijual sampai dengan 31 Desember 2014, maka menurut metode harga perolehan nilai surat-surat berharga tersebut yang ditampilkan di Neraca sbb : Kas Surat-surat Berharga Saham PT. A Rp 1.250.000 Obligasi PT. X Rp 9.600.000 Rp 10.850.000 POLITEKNIK NSC