Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KELOMPOK - 4  Haedar Ardi Aqsha (11.6680)  Teguh Haryono (11.6923)  Yamanora Sylvia Rosalin (11.6956)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KELOMPOK - 4  Haedar Ardi Aqsha (11.6680)  Teguh Haryono (11.6923)  Yamanora Sylvia Rosalin (11.6956)"— Transcript presentasi:

1 KELOMPOK - 4  Haedar Ardi Aqsha ( )  Teguh Haryono ( )  Yamanora Sylvia Rosalin ( )

2 o Essensi Uji Friedman berlaku untuk k sampel berpasangan dengan data yang berskala sekurang kurangnya ordinal (k>2). Uji ini dipergunakan sebagai alternatif dari teknik analisis variance dua arah. Uji ini tidak memerlukan anggapan bahwa populasi yang diteliti berdistribusi normal dan mempunyai varians yang homogen. Oleh karena itu lengkapnya uji ini dinamakan analisis variance jenjang dua arah Friedman / uji X 2 r. H o : Sampel ditarik dari populasi yang sama H 1 : Sampel ditarik dari populasi yang berbeda

3 o Prosedur A. Sampel Kecil 1. Tuangkan skor-skor kedalam suatu tabel 2 arah yang menampilkan k (sebagai kolom) yang menunjukkkan kondisi dan n (sebagai baris) yang menunjukkan subjek atau kelompok. Dikatakan sampel kecil bila n≤9 untuk k=3 dan n≤4 untuk k=4 (minimal 2 sampel) ⇒ n=2. 2. Berilah ranking skor-skor itu pada masing-masing baris dari 1 hingga dimana banyaknya ranking pada 1 nilai sebanyak n. 3. Tentukan jumlah ranking yang kita buat ditiap kolom : R j

4 4. Hitung harga X 2 r dengan menggunakan rumus : Apabila terdapat data kembar maka gunakan rumus koreksi kontinuitas yaitu : Dimana t ij =

5 5. Metode untuk menentukan daerah penolakan ada 2 cara yaitu bisa langsung dibandingkan dengan α yaitu dengan melihat pada tabel N (Tabel Friedman) dengan sampel n, kondisi k dan besarnya X 2 r hitung didapat nilai p-nya bila nilai p hit α maka terima H o. Cara kedua dengan membandingkan X 2 r hit dengan X 2 tabel bila X 2 r hit > X 2 tabel maka tolak H o. Begitupun sebaliknya bila X 2 r hit > X 2 tabel maka terima H o.

6 B. Sampel besar 1. Tuangkan skor-skor kedalam suatu tabel 2 arah yang menampilkan k dan n. Dikatakan sampel besar yaitu bila yang tidak terdapat didalam tabel. 2. Berikan ranking-ranking pada skor-skor itu pada masing-masing baris dari 1 hingga k. 3. Tentukan jumlah ranking ditiap kolom : R j 4. Hitung harga X 2 r dengan menggunakan rumus : Apabila terdapat data kembar maka gunakan rumus koreksi kontinuitas yaitu :

7 5. Metode yang menunjukkan kemungkinan terjadinya dibawah H o yang berkaitan dengan harga observasi X 2 r bergantung pada ukuran n dan k. Kemungkinan yang berkaitan dapat ditentukan dengan melihat distribusi Chi- square (disajikan dengan tabel C dengan db=k+1). 6. Jika kemungkinan dihasilkan pada metode 5 dari X 2 tabel dengan derajat bebas k-1 maka H o ditolak. Begitu juga sebaliknya bila X 2 r hit yang didapat < dari X 2 tabel dengan derajat bebas k-1 maka H o diterima.

8 Soal dan Penyelesaian A. Sampel kecil Sebagai contoh, misalkan kita ingin mempelajari skor-skor 3 kelompok dibawah 4 kondisi. Disini k=4 dan n=3, tiap kelompok terdiri dari 4 subyek berpasangan, masing-masing satu subyek dihadapkan pada satu kondisi. Kita andaikan skor-skor yang didapatkan untuk studi ini adalah seperti tersaji pada tabel berikut.

9 Penyelesaian :  Hipotesis H o : Sampel ditarik dari populasi yang sama H 1 : Sampel ditarik dari populasi yang berbeda  Tingkat signifikansi α = 0.05  Daerah penolakan p < α maka tolak H o

10  Statistik uji Perhitungan tanpa menggunakan koreksi kontinuitas Maka p =  Keputusan karena chi-square r hit < chi-square r tabel (7,0) maka keputusan menerima H o.  Kesimpulan Dengan tingkat kepercayaan 95%, dapat disimpulkan bahwa sampel ditarik dari populasi yang sama.

11  Statistik uji Karena terdapat data kembar maka kita gunakan koreksi kontinuitas. Maka p =  Keputusan karena F r hit < chi-square r tabel (7,0) maka keputusan menerima H o.  Kesimpulan Dengan tingkat kepercayaan 95%, dapat disimpulkan bahwa sampel ditarik dari populasi yang sama.

12 B. Sampel Besar Dalam suatu studi mengenai akibat tiga pola dorongan terhadap perbedaan derajat belajar pada tikus, tiga sampel berpasangan (k=3) terdiri dari 18 tikus (n=18) dilatih dibawah tiga pola dorongan. Pasangan dicapai dengan penggunaan 18 himpunan sekelahiran, masing2 3 dalam tiap himpunan, ke-54 tikus menerima dorongan (imbalan) dalam jumlah yang sama, pola pelaksanaan pemberian dorongan itu berbeda-beda untuk setiap kelompok. Satu kelompok dilatih dengan dorongan 100% (RR), kelompok berpasangan selanjutnya dilatih dengan dorongan sebagian dimana setiap rangkain usaha tidak diberi dorongan (RU), dan kelompok berpasangan ketiga dilatih dengan dorongan sebagian dimana dimana setiap rangkaian usaha berakhir dengan usaha yang diberi dorongan (UR)

13 Penyelesaian :  Hipotesis H o : Pola2 yg berbeda dlm pem- berian dorongan tdk memba- wa akibat yg berlainan H 1 : Pola2 yg berbeda dlm pem- berian dorongan mempunyai akibat yg berlainan  Tingkat signifikansi α = 5%  Daerah penolakan X 2 r > X 2 tabel maka tolak H o X 2 α;k-1 = X 2 0,05;2 = 5,99

14  Statistik Uji  Keputusan Karena X 2 r > X 2 tabel, maka keputusan menolak H o.  Kesimpulan Dengan tingkat kepercayaan 95%, dapat disimpulkan bahwa pola-pola yang berbeda dalam pemberian dorongan mempunyai akibat yang berlainan.

15  Statistik Uji  Keputusan Karena F 2 r (7,7411) > X 2 tabel (5,99), maka keputusan menolak H o.  Kesimpulan Dengan tingkat kepercayaan 95%, dapat disimpulkan bahwa pola- pola yang berbeda dalam pemberian dorongan mempunyai akibat yang berlainan.

16 TERIMA KASIH


Download ppt "KELOMPOK - 4  Haedar Ardi Aqsha (11.6680)  Teguh Haryono (11.6923)  Yamanora Sylvia Rosalin (11.6956)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google