Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH ( BPBD ) PROVINSI SUMATERA BARAT sumbarprov.go.id pusdalopspbsumbar.blogspot.com.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH ( BPBD ) PROVINSI SUMATERA BARAT sumbarprov.go.id pusdalopspbsumbar.blogspot.com."— Transcript presentasi:

1 BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH ( BPBD ) PROVINSI SUMATERA BARAT sumbarprov.go.id pusdalopspbsumbar.blogspot.com PROSEDUR TETAP OPERASI PERINGATAN DINI & KEDARURATAN BENCANA PROVINSI SUMATERA BARAT

2 KESIAPSIAGAAN / Pasal 16 Pemerintah melaksanakan kesiapsiagaan penanggulangan bencana untuk memastikan terlaksananya tindakan yang cepat dan tepat pada saat terjadi bencana. RENCANA KEDARURATAN / Pasal 17 Rencana penanggulangan kedaruratan bencana merupakan acuan bagi pelaksanaan penanggulangan bencana dalam keadaan darurat. disusun secara terkoordinasi oleh BNPB dan/atau BPBD serta pemerintah daerah MANAJEMEN LOGISTIK & PERALATAN / Pasal 18 Untuk kesiapsiagaan dalam penyediaan, penyimpanan serta penyaluran logistik dan peralatan ke lokasi bencana, BNPB dan BPBD membangun sistem manajemen logistik dan peralatan. PERINGATAN DINI / Pasal 19 Peringatan dini dilakukan untuk mengambil tindakan cepat dan tepat dalam rangka mengurangi risiko terkena bencana serta mempersiapkan tindakan tanggap darurat MITIGASI / Pasal 20 Mitigasi bencana dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana terhadap masyarakat yang berada pada kawasan rawan bencana. TANGGAP DARURAT / Pasal 21 Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat meliputi: a. pengkajian secara cepat dan tepat b. penentuan status keadaan darurat bencana; c. penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana; d. pemenuhan kebutuhan dasar; e. perlindungan terhadap kelompok rentan; dan f. pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital. REHABILITASI / Pasal 56 Rehabilitasi dilakukan melalui kegiatan: a. perbaikan lingkungan daerah bencana; b. perbaikan prasarana dan sarana umum; c. pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat; d. pemulihan sosial psikologis; e. pelayanan kesehatan; f. rekonsiliasi dan resolusi konflik; g. pemulihan sosial, ekonomi, dan budaya; h. pemulihan keamanan dan ketertiban; i. pemulihan fungsi pemerintahan; dan j. pemulihan fungsi pelayanan publik. REKONSTRUKSI / Pasal 75 Rekonstruksi dilakukanmelalui kegiatan: a.pembangunan kembali prasarana dan sarana; b.pembangunan kembali sarana sosial masyarakat; c.pembangkitan kembali kehidupan sosial budaya masyarakat; d.penerapan rancang bangun yang tepat dan penggunaan peralatan yang lebih baik dan tahan bencana; e.partisipasi dan peran serta lembaga dan organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan masyarakat f.peningkatan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya; g.peningkatan fungsi pelayanan publik; atau h.peningkatan pelayanan utama dalam masyarakat. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NO. 21 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA POTENSI BENCANA / Pasal 15 Terdapat potensi terjadi bencana a. mitigasi bencana b. kesiapsiagaan c. peringatan dini RENCANA KONTINJENSI RENCANA OPERASI

3 ALUR PIKIR PERENCANAAN KONTINJENSI PENENTUAN KEGIATAN KEDARURATAN PENGELOMPOKA N KEGIATAN SEJENIS PENENTUAN GUGUS TUGAS/SEKTOR PENENTUAN PELAKU KEGIATAN PROYEKSI KEBUTUHAN KETERSEDIAAN SUMBERDAYA ANALISIS KESENJANGAN SUMBERDAYA PENILAIAN RESIKO, PENENTUAN KEJADIAN, SKENARIO, KEBIJAKAN & STRATEGI FORMALISASI AKTIVASI KAJI ULANG

4 BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT ( Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 9/2009 ) BIDANG PENCEGAHAN DAN ESIAPSIAGAAN BIDANG KEDARURATAN DAN LOGISTIK BIDANG REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI SEKRETARIS SUBBAG UMUM SUBBAG KEUANGAN SUBBAG KEPEGAWAIAN SUBBID PENCEGAHAN SUBBID KESIAPSIAGAAN SATGAS PUSDALOPS PENANGGULANGAN BENCANA ANGGOTA UNSUR PENGARAH INSTANSI PEMERINTAH DAERAH : 1.BADAN KESBANGPOL& LINMAS 2.DINAS PRASJA/TARKIM 3.DINAS KESEHATAN 4.DINAS SOSIAL 5.DINAS PERHUBUNGAN 6.DINAS ESDM MASYARAKAT PROFESIONAL : 1.AHLI GEOLOGI 2.AHLI GEOFISIKA 3.AHLI TKONSTRUKSI 4.TOKOH AGAMA 5.TOKOH MASYARAKAT KEPALA PELAKSANA SUBBID KEDARURATAN SUBBID LOGISTIK SUBBID REKONSTRUKSI SUBBID REHABILITASI KEPALA BPBD SEKDAPROV BAGAN ORGANISASI IR. ADE EDWARD/BPBD SUMBAR

5 BAGAN ORGANISASI PUSDALOPS PB - BPBD PROVINSI SUMATERA BARAT KEPALA BPBD SEKDAPROV KEPALA PELAKSANA BPBD PERWIRA JAGA OPERATOR 1 TIM MANAJER OPERATOR 4 OPERATOR 3 OPERATOR 2 KELOMPOK AHLI IR. ADE EDWARD/BPBD

6 FASA SIAGA DARURAT FASA KRITISFASA PENYEMBUHAN / PEMULIHAN DARURAT PENILAIAN CEPAT REHABILITASI PENCARIAN & PENYELAMATAN REKONSTRUKSI PENILAIAN RINCI/DaLa PEMBANGUNAN BERJALAN  MONITORING & DETEKSI DINI  ANALISIS ANCAMAN  KEPUTUSAN PERINGATAN DINI  DISSEMINASI PERINGATAN DINI  PENYELAMATAN DARURAT FASA NORMALFASA SIAGA PERTOLONGAN/PENYEMBUHAN 7 hari GRAFIK INTENSITAS PENANGANAN PENANGGULANGAN BENCANA W A K T U FASA REHABILITASI /REKONSTRUKSI MASA TANGGAP DARURAT DAMPAK TERTANGANI PENYELENGGARAAN KEDARURATAN GEJALA AWAL BENCANA IR. ADE EDWARD/BPBD

7 FASA SIAGA DARURATFASA KRITISFASA PENYEMBUHAN / PEMULIHAN DARURAT PENILAIAN CEPAT REHABILITASI PENCARIAN & PENYELAMATAN REKONSTRUKSI PENILAIAN RINCI/DaLa PEMBANGUNAN BERJALAN  MONITORING & DETEKSI DINI  ANALISIS ANCAMAN  KEPUTUSAN PERINGATAN DINI  DISSEMINASI PERINGATAN DINI  PENYELAMATAN DARURAT FASA NORMALFASA SIAGA PERTOLONGAN/PENYEMBUHAN 7 hari GRAFIK INTENSITAS PENANGANAN PENANGGULANGAN BENCANA GEMPABUMI-TSUNAMI W A K T U FASA REHABILITASI /REKONSTRUKSI MASA TANGGAP DARURAT DAMPAK TERTANGANI PENYELENGGARAAN KEDARURATAN GEMPATSUNAMI IR. ADE EDWARD/BPBD

8 TAHAP TANGGAP DARURAT  cakupan lokasi bencana  jumlah korban  kerusakan prasarana dan sarana  gangguan fungsi pelayanan umum & pemerintahan  kemampuan sumber daya alam maupun buatan Penetapan status darurat bencana dan Penetapan Komando Tanggap Darurat dilaksanakan oleh pemerintah sesuai dengan ukuran dampak bencana  pencarian dan penyelamatan korban  pertolongan darurat  evakuasi korban.  kebutuhan air bersih dan sanitasi  pangan  sandang  pelayanan kesehatan  pelayanan psikososial  Penampungan/tempat hunian sementara memberikan prioritas penyelamatan, evakuasi,pengamanan, pelayanan kesehatan, dan psikososial kepada kelompok rentan :  bayi, balita, dan anak-anak  ibu yang sedang mengandung atau menyusui  penyandang cacat  orang lanjut usia Pemulihan fungsi prasarana dan sarana vital dan memperbaiki dan/atau mengganti kerusakan akibat bencana.  pengamatan gejala bencana/deteksi dini  analisis hasil pengamatan gejala bencana  pengambilan keputusan oleh pihak yang berwenang  penyebarluasan informasi tentang peringatan dini bencana  pengambilan tindakan oleh masyarakat TAHAP SIAGA DARURAT TANGGAP BENCANA POSKO TD CRISIS CENTER PUSDALOPS PB RAKOR TD GUBERNUR KOMANDO TANGGAP DARURAT PENGKAJIAN CEPAT PENETAPAN STATUS BENCANA & PENATAPAN KTD PENCARIAN- PENYELAMATAN- EVAKUASI PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR PERLINDUNGAN KELOMPOK RENTAN PEMULIHAN DARURAT PERINGATAN DINI LINGKUP PENANGANAN KEDARURATAN ( PP NO.21 Tahun 2008 ) IR. ADE EDWARD/BPBD SUMBAR KEJADIAN BENCANA

9 PROSES MANAJEMEN TANGGAP GEMPA-TSUNAMI GEMPA TINDAKAN DOKUMEN OUT PUT PELAKU Rencana Kontijensi Operasi Tanggap Darurat Rencana - Laporan Operasi TD Komando TD TAHAP • DETEKSI DINI • PERINGATAN DINI • EVAKUASI TSUNAMI O’ 35’ 240’ TSUNAMI BERAKHIR TANGGAP DARURAT BASARNAS & EMERGENCY STANBY FORCE PENGAKHIRAN TANGGAP DARURAT Gub/Bup/Wako BERADA DITEMPAT AMAN DASAR PP 21/2008 SOP PERINGATAN DINI TSUNAMI SOP PUSDALOPS PB UU 24/2007 PP 21/2008 PERKA BNPB NO 9/2008 UU 24/2007 PP 21/2008 Ran Per Pres – Penetapan Status Darurat UU 24/2007 PP 21/2008 PERKA BNPB NO 10/2008 UU 24/2007 PP 21/2008 PERKA BNPB NO 6,7,8,9,10/2008 FASILITAS POSKO TANGGAP DARURAT CRISIS CENTER PUSDALOPS PB KRISIS BENCANA Informasi Kejadian Awal Gub/Bup/Wako KA. BPBD RAKOR TD Penetapan Komando TD RAKOR TD Penetapan Status TD Penugasan TRC Surat Keputusan ttg Komando TD Surat Keputusan ttg Status TD Laporan Kaji Cepat Usulan Status TD dan KTD IR. ADE EDWARD/BPBD

10 SISTIM PERINGATAN DINI

11 MEKANISME TANGGAP GEMPA - TSUNAMI 0 Deteksi :  Gempa  Surut Laut Pengolahan Analisa 1 st WARNING/ Info Gempa Diseminasi TSUNAMI Konfirmasi Jar. Infokom LAN / WANHasil Jaringan Info -Kom SAAT KRISIS PRA BENCANA PASCA BENCANA GEMPA menit EVAKUASI BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA BNPB – BPBD Prov/Kab/Ko CRISIS CENTER - PUSDALOPS PB BPBD KABUPATEN/KOTA SISTIM PERINGATAN DINI TSUNAMI InaTEWS - WESTEWS SISTIM TANGGAP TSUNAMI IR. ADE EDWARD/BPBD SUMBAR

12

13 TAHAPAN OPERASI PERINGATAN DINI (PP 21/ PROTAP PUSDALOPS PB) NoKEGIATANTINDAKANPELAKU Waktu Pelaksanaan (menit) DETEKSI DINI 1.Parameter Gempabumi : BMKG/USGS/CSEM/ESDM - Lokasi BMKG/USGS/CSEM/ESDM - Kedalaman /Km BMKG/USGS/CSEMESDM - Magnitud/SR BMKG/USGS/CSEM/ESDM - Intensitas/MMI BMKG/PUSDALOPS PB SB 2. Parameter Tinggi Muka Laut PUSDALOPS PB 2 ANALISIS - PREDIKSI Rekomendasi Potensi Tsunami BMKG/PUSDALOPS PB 3 KEPUTUSAN Menetapkan Peringatan Dini Tsunami PUSDALOPS PB BNPB/BPBD (atas otoritasi Gubernur) 4 DISSEMINASI PERINGATAN DINI • Mengumumkan Peringatan Dini Tsunami • Mengumumkan tindakan Evakuasi • PUSDALOPS PB BNPB-BPBD • Diteruskan Media Kom-Info Dinas/ Publik 5 PENYELAMATAN Evakuasi masyarakatPemerintah Kab/Kota / TNI/ POLRI bersama masyarakat

14 PROSEDUR TETAP POSKO SIAGA GEMPA-TSUNAMI 24 JAM PUSDALOPSP PB BPBD PROV. SUMBAR INFORMASIKAN : 1.(Lokasi,Kedalaman,Magnitudo) 2.Gempa TIDAK BERBAHAYA 3.Masyarakat & Petugas Waspada INFORMASIKAN : 1.Gempa BERBAHAYA ! 2.Tidak ada Tsunami ! 3.Masyarakat agar menyelamatkan Diri dari Gempa ! INFORMASIKAN : 1.Gempa BERBAHAYA ! 2.Mungkin disusul TSUNAMI ! 3.Masyarakat agar menuju TEMPAT KETINGGIAN ! FASILITAS INFORMASI –KOMUNIKASI : BMKG/USGS/CSEM/GEE/NOAA CCTV PANTAI-TIDE GAUGE INFORMASI LAPANGAN KONDISI FAKTUAL ANALISIS PARAMETER TSUNAMI 0’ DETEKSI DINI 5’ E V A L U A S I -KEPUTUSAN 10’ DISSEMINASI 15’ AMANKAN/LINDUNGI DIRI & PERALATAN BILA TERASA GEMPABUMI !! PERIKSA & PASTIKAN FUNGSI PERALATAN DETEKSI DINI LACAK DATA – INFORMASI : Lokasi, Kedalaman, Magnitudo, Akselerasi Gempa, Surut Laut, Rekomendasi Kemungkinan Tsunami INFORMASIKAN PADA PETUGAS Bahwa telah terjadi Gempabumi, Masyarakat agar Tenang ! Petugas agar SIAGA ! Getaran < IV MMI Tidak Terjadi Surut Laut (Parameter Tsunami tak terpenuhi) GEMPABUMI TIDAK BERBAHAYA Getaran > IV MMI Tidak terjadi Surut Laut (Parameter Tsunami tak terpenuhi) GEMPABUMI BERBAHAYA TIDAK DISUSUL TSUNAMI Getaran > IV MMI Terjadi Surut Laut (Parameter Tsunami terpenuhi) GEMPABUMI BERBAHAYA KEMUNGKINAN TSUNAMI DISSEMINASI PERINGATAN DINI (InaTEWS-WESTEWS) FASILITAS INFORMASI-KOMUNIKASI PB : • BNPB/BPBD KAB/KOTA • PUSDALOPS BNPB/BPBD KAB/KOTA • SKPD PROVINSI • TNI/POLRI PROVINSI SARNAS/SARDA • RAPI/ORARI/RADIO/TV/INTERNET EVALUASI-KEPUTUSAN PERINGATAN DINI IR. ADE EDWARD/BPBD

15 CABINET SECRETARIAT Call of an urgent gathering team "6 lower" or greater "5 upper" or greater in Tokyo metropolitan areas CABINET OFFICE Estimation of damages "4" or greater Defense Agency Investigation of damages "5 lower" or greater JAPAN COAST GUARD Investigation of damages. "5 lower" or greater METROPOLITAN POLICE DEPARTMENT AND FIRE AND DISASER MANAGEMENT AGENCY Investigation of damages "4" or greater NHK, A BROADCASTING COMPANY "3" or greater Announcement by TV or Radio

16

17 DETEKSI DINI TSUNAMI PUSDALOPS PB BPBD SUMATERA BARAT = Indikator Penentu dalam prediksi dan pengambilan keputusan akan terjadinya Tsunami

18 TABEL INTENSITAS MERCALLI MODIFIKASI (MMI) Klasifikasi Gempa berdasarkan ukuran tingkat pengaruh gempabumi terhadap manusia, bangunan dan lingkungan disekitar tempat keberadaannya MMIF E N O M E N ATINDAKAN I KECIL Getaran tidak terasa kecuali oleh beberapa orang yang dalam keadaan sensitifTENANG DAN WASPADA II KECIL Getaran terasa hanya oleh beberapa orang yang dalam keadaan istirahat terutama yang berada dibangunan tinggi. Benda tergantung terlihat ber -goyang perlahanTENANG DAN WASPADA III KECIL Getaran terasa sebagian orang dalam rumah terutama dilantai atas gedung, tapi banyak orang tidak menyadari bahwa telah terjadi gempa. Mobil yang dalam keadaan berhenti bergoyang perlahan. Getaran terasa ibarat getaran ketika truk lewat. TENANG DAN WASPADA IV SEDANG Pada siang hari, getaran terasa oleh banyak orang yang ada dalam bangunan dan sebagian orang diluar bangunan dan malam hari beberapa orang terjaga akibat getaran dan bunyinya. Piring, jendela, pintu berderik. Mobil yang sedang berhenti terlihat bergoyang. SEGERA KELUAR BANGUNAN/ BERLINDUNG V SEDANG Getaran terasa oleh hampir setiap orang yang sedang beraktifitas, banyak orang tidur terjaga. Piring, jendela, pintu sebagian mengalami kerusakan/pecah; plester dinding mulai retak-retak terutama dibagian lemah. Lemari, jam dinding, pajangan keramik dan barang-barang yang tidak stabil mulai berjatuhan. Barang-barang tergantung bergoyang kuat dan sebagaian terjatuh. Jam bandul berhenti. Pohon dan tiang tinggi sebagian tumbang. Terdengar bunyi gemuruh yang bersumber dari segala penjuru. SEGERA KELUAR BANGUNAN/ BERLINDUNG VI SEDANG Getaran terasa oleh setiap orang yang sedang beraktifitas, orang-orang sedang tidur terjaga. Sebagian besar orang terkejut dan ketakutan serta berlarian keluar rumah. Meubeler berat (meja, kursi, mesincuci, lemari es) terguncang kuat dan tergeser berpindah tempat. Plester dinding pecah dan terlepas, cerobong asap rusak. Mobil yang sedang berhenti terguncang kuat. Terdengar bunyi gemuruh cukup kuat dari segala penjuru. Terjadi kerusakan ringan pada fasilitas umum. SEGERA KELUAR BANGUNAN/ BERLINDUNG VII KUAT Setiap orang berlari keluar rumah. Bangunan dengan konstruksi sederhana mengalami mulai kerusakan ringan. Bangunan dan struktur dengan konstruksi yang baik mengalami kerusakan ringan-sedang. Barang-barang rumah tangga dan peralatan kantor tergeser dan terlempar. Getaran terasa oleh orang yang sedang berkendaraan. Terdengar bunyi gemuruh yang kuat dari segala penjuru. SEGERA KELUAR BANGUNAN/ BERLINDUNG VIII KUAT Bangunan konstruksi yang baik mengalami kerusakan ringan-sedang. Banguna konstruksi sederhana mengalami kerusakan parah dan sebagian roboh. Dinding panel terlepas dari rangka, plafon terlepas dan sebagian jatuh. Cerobing asap, tiang listrik-telepon, pohon tinggi dan monumen roboh. Meubelair tergeser dan terjungkal. Terjadi likuifaksi (pasir dan lumpur merembes pepermukaan tanah). Airsumur berubah jadi keruh. Tinggi muka air disumur berubah naik atau turín. Terdengar bunyi gemuruh memekakkan telinga. Kendaraan sedang berjalan terguncang kuat dan mempengaruhi mengendalian pengendar. SEGERA KELUAR BANGUNAN/ BERLINDUNG IX KUAT Bangunan dengan konstruksi baik mengalami kerusakan, struktur rangka terlepas. Bangunan konstruksi biasa mengalami kerusakan parah dan sebagian roboh. Bangunan tergeser dari pondasi. Pipa-pipa dalam tanah patah. Tanah mengalami keretakan SEGERA KELUAR BANGUNAN/ BERLINDUNG X SANGAT KUAT Kebanyakan struktur rangka dan pasangan batubata rusak, sebagian terlepas. Pondasi rusask/patah. Tanah dan jalan terbelah,. Rel kereta-api bengkok, jembatan rangka baja bergeser dari kedudukannya, jembatan rangka beton patah. Longsor pada tebing sungai dan tebing curam lainnya. Terjadi likufaksi ( rembesan pasir dan lumpur kepermukaan tanah) pada banyak tempat. SEGERA KELUAR BANGUNAN/BERLI NDUNG XI SANGAT KUAT Hanya sebagian kecil bangunan beton/batubat yang masih berdiri. Jembatan rusak/terputus/terlepas. Tanah dan jalan patah/terbelah dan bergeser terbuka lebar. Jaringan pipa bawah tanah rusak total. Rel kereta-api bengkok bahkan terputus. SEGERA KELUAR BANGUNAN/ BERLINDUNG XII SANGAT KUAT Setiap bangunan hancur. Permukaan tanah terlihan bergelombang seperti ombak. Penglihatan gelap. Debu, pasir dan benda terlempar berterbangan keudara. Bunyi gemuruh sangat membahana dari segala penjuru. SEGERA KELUAR BANGUNAN/ BERLINDUNG

19 TABEL MAGNITUDE GEMPABUMI (SKALA RICHTER/SR) Ukuran Magnitudo Gempabumi berdasarkan besaran energi yang dilepaskan pada Episenter/Pusat gempabumi. Ukuran kekuatannya disetarakan dengan satuan kekuatan/energi ledakan satuan berat TNT (tri nitro toluen) MAGNITUDE (SR)BESARAN GEMPABUMIKESETARAAN ENERGI 1,0KECIL6 ounce TNT 1,5KECIL2 pounds TNT 2,0KECIL13 pounds TNT 2,5KECIL63 pounds TNT 3,0KECIL397 pounds TNT 3,5KECIL1.990 pounds TNT 4,0SEDANG6 tons TNT 4,5SEDANG 32 tons TNT 5,0SEDANG199 tons TNT 5,5SEDANG1.000 tons TNT 6,0SEDANG6.270 tons TNT 6,5SEDANG tons TNT 7,0BESAR tons TNT 7,5BESAR tons TNT 8,0BESAR tons TNT 8,5BESAR tons TNT 9,0BESAR tons TNT

20

21 10’ 15’ 10’ 15’ IR. ADE EDWARD/BPBD

22 MEKANISME OPERASI PERINGATAN DINI PUSDALOPS BPBD PROVINSI 0’ 5’ 10’ 15’ 35’

23 MEKANISME OPERASI PERINGATAN DINI PUSDALOPS BPBD KABUPATEN/KOTA 0’ 5’ 10’ 15’ 35’

24 INTEGRASI SIRINE PERNGATAN DINI TSUNAMI InaTEWS– WESTEWS SIRINE INATEWS 6 Lokasi Kabupaten/Kota Sumatera Barat 878 UNIT SIRINE SIRINE PESISIR PANTAI SUMATERA BARAT (7 Kab/Kota, 43 Kec, 191 Nagari, 637 Jorong) AUTOMATIC RF CONTROL REPEATER LINK InaTEWS Indonesian Tsunami Early Warning System WESTEWS (West-Sumatra Tsunami Early Warning System) DSS BMKG JAKARTA PUSDALOPS BNPB PUSDALOPS PB BPBD Prov. Sumbar PUSDALOPS PB BPBD Kab/Kota Di Pesisir Pantai IR. ADE EDWARD/BPBD

25 SISTIM KOMANDO TANGGAP DARURAT ( S K T D )

26 MEKANISME TANGGAP BENCANA KAJI CEPAT

27 POS KOMANDO TANGGAP DARURAT UTAMA SISTEM KOMANDO TANGGAP DARURAT PERWAKILAN SKPD/TNI/POLRI/ INSTANSI/LEMBAGA GUB/BUP/WAKO BPBD PUSDALOPS (PUSAT PENGENDALIAN OPERASI) POS KOMANDO TANGGAP DARURAT LAPANGAN TIM REAKSI CEPAT SK PENETAPAN STATUS DARURAT BENCANA SK PENETAPAN KOMANDO TANGGAP DARURAT DARURAT RENCANA OPERASI TANGGAP DARURAT SKPD/TNI/POLRI/ INSTANSI POS PENDUKUNG LAPANGAN ( POSDUKLAP) POS AJU BNPB PUSDALOPS BNPB KOMANDAN PENANGANAN DARURAT

28 STRUKTUR ORGANISASI KOMANDO TANGGAP DARURAT BENCANA

29 STRUKTUR ORGANISASI KOMANDO TANGGAP DARURAT PROVINSI PENANGGUNGJAWAB GUBERNUR WAKIL GUBERNUR FORUM MUSPIDA KETUA DPRD /DANLANTAMAL/KAPOPLDA/D ANREM /KAJARI/ KETUA PENGADILAN NEGERI/ PENGADILAN AGAMA SEKRETARIAT POSKO TD (KABID KL - BPBD) HUMAS ( BAG. HUMAS ) KESELAMATAN/KEAMANAN ( POLRI) & ( POL PP) KOMANDAN OPERASI ( TNI) KOMANDAN PERENCANAAN ( BAPPEDA ) KOMANDAN LOG & PAL ( DINSOS ) KOMANDAN ADM /KEU ( DPKD) KOMANDAN TD ( KA.BPBD) WK. KOMANDAN TD ( KALAKSA BPDB) PERWAKILAN INSTANSI/LEMBAGA/SKPD Dapur Umum (DINSOS) PengungsiI & Klp.Rentan (DINSOS) SAR (BASARNAS) Pemulihan Sarpras (PU) Pendidikan (DIKNAS) Air Bersih & Sanitasi (PU/PDAM) Kesehan & Psikososial (DINKES) Kaji cepat (BPBD)

30 STRUKTUR ORGANISASI KOMANDO TANGGAP DARURAT KABUPATEN/KOTA PENANGGUNGJAWAB BUPATI WAKIL BUPATI FORUM MUSPIDA KETUA DPRD /DANDIM /KAPOLRES /KAJARI/ KETUA PENGADILAN NEGERI/ PENGADILAN AGAMA SEKRETARIAT POSKO TD (KABID KL - BPBD) HUMAS ( BAG. HUMAS ) KESELAMATAN/KEAMANAN ( POLRI) & ( POL PP) KOMANDAN OPERASI ( TNI) KOMANDAN PERENCANAAN ( BAPPEDA ) KOMANDAN LOG & PAL ( DINSOS ) KOMANDAN ADM /KEU ( DPKD) KOMANDAN TD ( KA.BPBD) WK. KOMANDAN TD ( KALAKSA BPDB) PERWAKILAN INSTANSI/LEMBAGA/SKPD Dapur Umum (DINSOS) PengungsiI & Klp.Rentan (DINSOS) SAR (BASARNAS) Pemulihan Sarpras (PU) Pendidikan (DIKNAS) Air Bersih & Sanitasi (PU/PDAM) Kesehan & Psikososial (DINKES) Kaji cepat (BPBD)

31 TAHAPAN OPERASI TANGGAP DARURAT (PP 21/2008-Perka BNPB 10/2008) No.Program/ KegiatanRencana TindakSektor/Instansi WAKTU (Minggu) 1234KET 1 Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumber daya 1. Cakupan Lokasi Bencana BPBD, ESDM, PU 2. Jumlah Korban dan Identifikasi SAR/POLRI/DINKES 3. Kerusakan Sarana dan Prasarana PU/TNI/POLRI 4. Infentarisasi,fasum dan pemerintahan PEMERINTAHAN 5. Infentarisasi, kesiapan SDA dan buatan BAPPEDA 2 RAKOR TD 1. Evaluasi ukuran dampak bencana BPBD 2. Penetapan Status Bencana BPBD 3. 3 Penyelamatan dan evakuasi masyarakat yang terkena bencana; 1. Pencarian dan penyelamatan korban SAR/TNI/POLRI/RELAWAN 2. Pertolongan darurat DINKES/TNI/POLRI 3. Evakuasi korban SAR/TNI/POLRI/RELAWAN 4 Pemenuhan kebutuhan dasar 1. Kebutuhan air bersih dan sanitasi. DINSOS/PU/DINKES 2. Pangan DINSOS/DISPERTA/DOLOG 3. Sandang DINSOS 4. Kesehatan DINKES/TNI/POLRI 5. Psiko Sosial DINKES/KANWIL AGAMA 6. Penampungan/ hunian sementara DINSOS/PU/DISNAKERTRAN/TNI/POLRI 5 Perlindungan terhadap kelompok rentan 1. Bayi/Balita/Anak DINKES/DINSOS 2. Ibu mengandung/menyusui DINKES/DINSOS 3. Penyandang cacat DINSOS/DINKES 4. Lanjut usia DINSOS/DINKES 6 Pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital 1. Pemerintahan PEMERINTAHAN/PU/TNI/POLRI 2. Pendidikan DIKNAS/PU 3. Kesehatan DINKES/PU/TNI/POLRI 4. Pasar/Ekonomi/perdagangan PEREK/PU/DISNAKER 5. Ibadah BINSOS/PU 6. Komunikasi DISHUB/KOM/TNI/POLRI 7. Transportasi DISHUB/KOM/PU/TNI/POLRI 8. Energi Listrik ESDM/PLN 9. BBM ESDM/PERTAMINA 7 RAKOR TD Pengakhiran Tanggap Darurat BPBD

32 D F GUDANG AREA PARKIR TRUK & TOILET UMUM DAPUM MEDIA CENTER CAMPING GROUND CAMPING GROUND B A C E Keterangan : A = Komando TD B = Koordinasi National /Int’l C = Koordinasi Operasi TD D = Dukungan Layanan SD E = Ruang Makan & Toilet F = Layanan Jasa Publik TATA LETAK FASILITAS POSKO UTAMA TD GEMPABUMI 30 SEPTEMBER 2009

33 DIAGRAM ALIR DATA INFORMASI & KOMUNIKASI UNIT OPERASI TANGGAP DARURAT BENCANA Ruang Rutin Ruang Krisis PUSDALOPS BPBD Ruang Rutin Ruang Krisis PUSDALOPS BNPB POS DUKLAP POSKO TANGGAP DARURAT UTAMA POS TRC PB POSKO TD LAPANGAN TRC PB

34 NoFASILITASJENIS KEBUTUHANKLASIFIKASI 1Pos Komando1. Pos Komando Tanggap Darurat 2. Pos Komando Lapangan 1. Fasilitas dasar 2. Fasilitas dasar 2Personil KomandoSemua SDM yg bertugas dalam organisasi Komando dg kualifkasi dan kompetensipenanganan darurat bencana Fasilitas dasar 3Gudang1. Gudang logistik 2. Gudang peralatan 1. Fasilitas dasar 2. Fasilitas dasar 4Sarana-Prasarana Transport1. Mobil rescue unit 2. Perahu karet bermesin 3. Perahu evakuasi 4. Helikopter dan Helipad 1. Fasilitas dasar 2. Fasilitas dasar (bencanabanjir) 3. Fasilitas dasar (bencanabanjir) 4. Fasilitas dasar (bencana kebakaran) 5Peralatan1. Tenda peleton, tenda regu 2. Velbed 3. Matras 4. Kantong tidur 5. Genset 6. Unit dapur umum 7. Mobil tangki air 8. Unit sanitasi umum 9. Eskavator, alat2 berat 1. Fasilitas dasar 2. Fasilitas dasar 3. Fasilitas dasar 4. Fasilitas dasar 5. Fasilitas dasar 6. Fasilitas dasar 7. Fasilitas dasar 8. Fasilitas dasar 9. Fasilitas dasar (bencana longsor/ gempa bumi) 6Alat Komunikasi1. Telpon genggam 2. Telpon satelit 3. Radio UHV/VHF 4. Radio SSB 5. Mesin Fax 6. Perangkat Komputer 7. Akses Internet 1. Fasilitas dasar 2. Fasilitas dasar 3. Fasilitas dasar 4. Fasilitas dasar 5. Fasilitas dasar 6. Fasilitas dasar 7. Fasilitas dasar 7Data dan Informasi1. Data dan Informasi manajemen data dasar (Software DIBI – BNPB) 2. Data dan informasi manajemen kedaruratan (Software SIM PB-BNPB) 1. Fasilitas dasar 2. Fasilitas dasar 8Layanan Jasa Publik1. Komunikasi/Voucher 2. Internet/Hot Spot 3. Ticketing/Taxi/Rental Kendaraan 4. Informasi Publik 1. Fasilitas dasar 2. Fasilitas dasar 3. Fasilitas dasar 4. Fasilitas dasar FASILITAS POS KOMANDO DARURAT BENCANA

35 ALOKASI FREKWENSI RADIO PENANGGULANGAN BENCANA BNPB •Surat Keputusan Dirjen POSTEL No.1737/DJPT.4/KOMINFO/ 12/2009 tanggal 4 Desember 2009 tentang Penetapan Frekwensi BNPB •Surat Kepala BNPB B230/BNPB/III/10 tanggal 17 Maret 2010 tentang Frekwensi Khusus Radio Penggulangan Bencana •Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat No ttg Penetapan Penyelenggaraan Komunikasi Radio Khusus Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Barat Kanal frekwensi sebagai “center freqwensi” untuk penyelenggaraan telekomunikasi khusus bagi keperluan Penanggulangan Bencana BNPB : • Wilayah layanan : Nasional • Jenis Layanan Radio : Tetap & Bergerak • High Freqwensi/HF : MHz • Very High Freqwensi/VHF : MHz

36 PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN KOMANDO TANGGAP DARURAT BENCANA

37 BNPB BPBD PROV BPBD KAB/KOTA UPT BNPB KEMENTERIAN TNI/POLRI BADAN PEMERI NTAH MASYARAKAT, STAKEHOLDER, RAPI ORARI, MITRA POLRI ,5 MHz NON RADIO ,5 MHz MHz NON RADIO ,5 MHz MHz NON RADIO FRQ.LOKAL NON RADIO KOMUNITAS RADIO BENCANA UNIT MOBILE BNPB POS AJU BNPB SRC-BNPB BADAN/DINAS PROV KODAM/POLDA/ LANTAMAL/LANUD ,5 MHz NON RADIO JARING KOMUNIKASI PB BNPB – BPBD SUMBAR KODIM/POLRES BADAN/DINAS KAB/KOTA MHz MHz NON RADIO ,5 MHz MHz NON RADIO ,5 MHz MHz NON RADIO ,5 MHz MHz NON RADIO ,5 MHz MHz NON RADIO IR. ADE EDWARD/BPBD

38 JARINGAN INFORMASI/KOMUNIKASI DARURAT BENCANA SISTIM KOMUNIKASI MULTI MODA TERINTEGRASI BNPB - BPBD SUMATERA BARAT (PILOT PROJECT 2010) IR. ADE PUSDALOPS PB BPBD SUMBAR PUSDALOPS PB BNPB PUSDALOPS PB BPBD KAB/KOTA POS SIAGA PB KECAMATAN POS SIAGA PB DESA POS SIAGA PB DUSUN HIGH FREQ. HF MHz SATELITE VERY HIGH FREQ. VHF MHz VHF REPEATER INTERNET Jaringan Nasional Jaringan Regional Jaringan Lokal Keterangan :

39 PUSDALOPS PB BPBD Sumatera Barat Sumbarprov.go.id IR. ADE EDWARD/BPBD

40 TAHAP TANGGAP DARURAT  cakupan lokasi bencana  jumlah korban  kerusakan prasarana dan sarana  gangguan fungsi pelayanan umum & pemerintahan  kemampuan sumber daya alam maupun buatan Penetapan status darurat bencana dan Penetapan Komando Tanggap Darurat dilaksanakan oleh pemerintah sesuai dengan ukuran dampak bencana  pencarian dan penyelamatan korban  pertolongan darurat  evakuasi korban.  kebutuhan air bersih dan sanitasi  pangan  sandang  pelayanan kesehatan  pelayanan psikososial  Penampungan/tempat hunian sementara memberikan prioritas penyelamatan, evakuasi,pengamanan, pelayanan kesehatan, dan psikososial kepada kelompok rentan :  bayi, balita, dan anak-anak  ibu yang sedang mengandung atau menyusui  penyandang cacat  orang lanjut usia Pemulihan fungsi prasarana dan sarana vital dan memperbaiki dan/atau mengganti kerusakan akibat bencana.  pengamatan gejala bencana/deteksi dini  analisis hasil pengamatan gejala bencana  pengambilan keputusan oleh pihak yang berwenang  penyebarluasan informasi tentang peringatan dini bencana  pengambilan tindakan oleh masyarakat TAHAP SIAGA DARURAT TANGGAP GEMPA- TSUNAMI POSKO TD CRISIS CENTER PUSDALOPS PB RAKOR TD GUBERNUR KOMANDO TANGGAP DARURAT PENGKAJIAN CEPAT PENETAPAN STATUS BENCANA & PENATAPAN KTD PENCARIAN- PENYELAMATAN- EVAKUASI PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR PERLINDUNGAN KELOMPOK RENTAN PEMULIHAN DARURAT PERINGATAN DINI PENANGANAN KEDARURATAN ( PP N0.21 Tahun 2008) IR. ADE EDWARD/BPBD SUMBAR

41 PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR: 34 /PER/M.KOMINFO/ 8 /2009 TENTANG PENYELENGGARAAN KOMUNIKASI RADIO ANTAR PENDUDUK (RAPI) ( Pasal 17 ) Stasiun KRAP dilarang digunakan untuk: a)memancarkan berita yang bersifat politik, SARA, dan atau pembicaraan lainnya yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban b)memancarkan pemberitaan/berita yang bersifat komersial atau memperoleh imbalan jasa; c)memancarkan berita sandi, kecuali kode-10 (ten-code); d)berkomunikasi dengan stasiun KRAP yang tidak memiliki izin atau stasiun radio lain selain stasiun radio KRAP e)digunakan untuk jasa telekomunikasi; f)memancarkan berita marabahaya atau berita yang tidak benar dan/atau signal yang menyesatkan g)memancarkan informasi yang tidak sesuai peruntukannya sebagai sarana komunikasi radio antara lain memancarkan musik-musik, menyanyi, pidato, dongeng, dan pembicaraan asusila h)sarana komunikasi di pesawat udara atau kapal laut i)Sarana komunikasi bagi kepentingan dinas/instansi pemerintah dan/atau swasta j)berkomunikasi ke luar negeri.

42 PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR: 33 /PER/M.KOMINFO/ OB/2009 TENTANG PENYELENGGARAAN AMATIR RADIO (ORARI) Pasal 42 1)Setiap Amatir Radio wajib memberikan prioritas untuk pengiriman dan penyampaian informasi penting yang menyangkut : a.keamanan negara b.keselamatan jiwa manusia dan harta benda c.bencana alam d.Marabahaya e.gawat darurat; dan/atau f.wabah penyakit, 2)Stasiun Radio Amatir dilarang digunakan untuk : a)berkomunikasi dengan stasiun radio lain yang tidak memiliki izin dan stasiun lain yang bukan stasiun Radio Amatir b)memancarkan siaran berita, nyanyian, musik, radio dan atau televisi c)memancarkan atau menerima berita mempergunakan bahasa sandi dan enkripsidengan d)Menyelenggarakan jasa telekomunikasi e)memancarkan berita atau panggilan marabahaya yang tidak benar

43 f)memancarkan dan menerima berita yang bersifat komersial dan atau memperoleh imbalan jasa g)memancarkan dan menerima berita bagi pihak ketiga (Third Party) kecuali berita-berita sebagaimana dimaksud pada ayat (1); h)memancarkan berita yang bersifat melanggar kesusilaan i)memancarkan berita yang bersifat politik, mengganggu keamanan negara atau ketertiban umum. 3)stasiun amatir radio atau perangkat amatir radio dilarang digunakan sebagai sarana komunikasi untuk dinas instansi Pemerintah, BUMN, BUMD, Badan Usaha Swasta, Koperasi atau Badan-badan lainnya. Pasal 43 Bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi adalah Bahasa lndonesia dan/atau Bahasa lnggris sesuai dengan etika dan tata cara berkomunikasi yang berlaku bagi Amatir Radio baik nasional maupun internasional.

44 It is a seismic intensity that showing the scale of the earthquake shows the level of the shake of the earth in the point by the magnitude. The seismic intensity doesn't have the figure below the decimal point though the magnitude has the figure below the decimal point though it is a numerical value that the magnitude and the seismic intensity look like. The magnitude is a size of the energy of the earthquake. The magnitude is what seismologist Richter in the United States designed it. This is the one (the conversion of the size of the energy of the earthquake into the figure and the expression). There is various kinds of computational methods of the magnitude, and the one that is called the Meteorological Agency magnitude is used in Japan. Magnitude M of "Tohoku Great Kanto Earthquake" that had been generated on March 11, 2011 was M=9.0. The source region of this earthquake was about 500 km in length, and width reached about 200 km, and the destruction of the fault seems intermittently to have continued for five minutes or more. This was an earthquake of the maximum scale in Japan in the history of the observation. Moreover, it was the large one in fourth on world history. The seismic intensity is a level of the shake of the earth. The seismic intensity shows the level of the shake of the earth in the point. The magnitude is another completely one. The shake of the earth in the point is decided depending on the ground condition etc. the distance, the focal depth, the spread route, and the point from energy and the hypocenter of the earthquake to the point peripheral. The seismic intensity subdivides between 0-7 to ten stages in all. The value of the seismic intensity is obtained by automatically converting it from the record of the seismic intensity meter of the seismic intensity observation point in nationwide various places into the seismic intensity. DIFFERENCE BETWEEN MAGNITUDE AND SEISMIC INTENSITY

45

46 Moment Magnitude Typical Maximum Modified Mercalli Intensity 1.0 – 3.0I 3.0 – 3.9II – III 4.0 – 4.9IV – V 5.0 – 5.9VI – VII 6.0 – 6.9VII – VIII 7.0+IX or higher I. Instrumental Generally not felt by people unless in favorable conditions. II. Weak Felt only by a few people at best, especially on the upper floors of buildings. Delicately suspended objects may swing. III. Slight Felt quite noticeably by people indoors, especially on the upper floors of buildings. Many do not recognize it as an earthquake. Standing motor cars may rock slightly. Vibration similar to the passing of a truck. Duration estimated. IV. Moderate Felt indoors by many people, outdoors by few people during the day. At night, some awaken. Dishes, windows, doors disturbed; walls make cracking sound. Sensation like heavy truck striking building. Standing motor cars rock noticeably. Dishes and windows rattle alarmingly. V. Rather Strong Felt inside by most, may not be felt by some outside in non-favorable conditions. Dishes and windows may break and large bells will ring. Vibrations like large train passing close to house. VI. Strong Felt by all; many frightened and run outdoors, walk unsteadily. Windows, dishes, glassware broken; books fall off shelves; some heavy furniture moved or overturned; a few instances of fallen plaster. Damage slight. VII. Very Strong Difficult to stand; furniture broken; damage negligible in building of good design and construction; slight to moderate in well-built ordinary structures; considerable damage in poorly built or badly designed structures; some chimneys broken. Noticed by people driving motor cars. VIII. Destructive Damage slight in specially designed structures; considerable in ordinary substantial buildings with partial collapse. Damage great in poorly built structures. Fall of chimneys, factory stacks, columns, monuments, walls. Heavy furniture moved. IX. Violent General panic; damage considerable in specially designed structures, well designed frame structures thrown out of plumb. Damage great in substantial buildings, with partial collapse. Buildings shifted off foundations. X. Intense Some well built wooden structures destroyed; most masonry and frame structures destroyed with foundation. Rails bent. XI. Extreme Few, if any masonry structures remain standing. Bridges destroyed. Rails bent greatly. XII. Cataclysmic Total destruction – Everything is destroyed. Lines of sight and level distorted. Objects thrown into the air. The ground moves in waves or ripples. Large amounts of rock move position. Landscape altered, or levelled by several meters. In some cases, even the routes of rivers are changed.

47 Seismic intensity describes the scale of the ground motion at a particular location. It varies with the distance from the epicenter and the surface geology at each point. JMA's seismic intensity scale has 10 degrees (0 (imperceptible), 1, 2, 3, 4, 5 lower, 5 upper, 6 lower, 6 upper, 7). The seisimic intensity is measured with a seisimic intensity meter. "Tables explaining the JMA Seismic Intensity Scale" describes the situations and damage which may be caused by seismic motion of each seismic intensity. - Tables explaining the JMA Seismic Intensity Scale New! - Summary of Tables explaining the JMA Seismic Intensity Scale (PDF 197 KB) New!Tables explaining the JMA Seismic Intensity ScaleSummary of Tables explaining the JMA Seismic Intensity Scale Seismic Intensity

48 Difference between magnitude and seismic intensity It is a seismic intensity that showing the scale of the earthquake shows the level of the shake of the earth in the point by the magnitude. The seismic intensity doesn't have the figure below the decimal point though the magnitude has the figure below the decimal point though it is a numerical value that the magnitude and the seismic intensity look like. The magnitude is a size of the energy of the earthquake. The magnitude is what seismologist Richter in the United States designed it. This is the one (the conversion of the size of the energy of the earthquake into the figure and the expression). There is various kinds of computational methods of the magnitude, and the one that is called the Meteorological Agency magnitude is used in Japan. Magnitude M of "Tohoku Great Kanto Earthquake" that had been generated on March 11, 2011 was M=9.0. The source region of this earthquake was about 500 km in length, and width reached about 200 km, and the destruction of the fault seems intermittently to have continued for five minutes or more. This was an earthquake of the maximum scale in Japan in the history of the observation. Moreover, it was the large one in fourth on world history. Size of the Meteorological Agency magnitude M and scale of earthquake •Less than 1---"Ultra micro-earthquake" •From 1 to less than 3---"Microearthquake" •From 3 to less than 5---"Moderate quake" •From 5 to less than 7---Earthquake during "" •7 or more---"Large earthquake" Relation between value of magnitude and scale of earthquake The magnitude shows the gross energy of the earthquake. 0.1 increases by the magnitude and increases by a factor of 1.41 when growing the energy. 0.2 doubles by the magnitude and doubles when growing the energy. One increases by the magnitude and increases by a factor of 32 when growing the energy. Two increases by the magnitude and increases by a factor of about 1000 when growing the energy. The seismic intensity is a level of the shake of the earth. The seismic intensity shows the level of the shake of the earth in the point. The magnitude is another completely one. The shake of the earth in the point is decided depending on the ground condition etc. the distance, the focal depth, the spread route, and the point from energy and the hypocenter of the earthquake to the point peripheral. The seismic intensity subdivides between 0-7 to ten stages in all. The value of the seismic intensity is obtained by automatically converting it from the record of the seismic intensity meter of the seismic intensity observation point in nationwide various places into the seismic intensity. Relation between seismic intensity and instrumental seismic intensity •Seismic intensity 0 = measurement seismic intensity Less than 0.5 •Seismic intensity 1 = measurement seismic intensity •Seismic intensity 2 = measurement seismic intensity •Seismic intensity 3 = measurement seismic intensity •Seismic intensity 4 = measurement seismic intensity •Seismic intensity lower 5 = measurement seismic intensity •Seismic intensity upper 5 = measurement seismic intensity •Seismic intensity lower 6 = measurement seismic intensity •Seismic intensity upper 6 = measurement seismic intensity •Seismic intensity 7 = measurement seismic intensity More than 6.5 Past large earthquake of all parts of the world The largest earthquake up to now was magnitude 9.5 of "Chile earthquake" that had occurred in the Chile coast in South America in people or more were sacrificed in this earthquake, the tsunami surged to Japan, and 142 victims went out. A large-scale earthquake was "United States and Alaska earthquake" in 1964 and magnitudes 9.2 in second. The third was "Sumatran coast large earthquake" of Indonesia of 2004 and magnitude 9.1. It was "Tohoku Great Kanto Earthquake" in which the fourth was generated on 11 days March, 2011 and the magnitude was 9.0. The source region of this earthquake was about 500 km in length, and width reached about 200 km, and the destruction of the fault seems intermittently to have continued for five minutes or more. This was an earthquake of the maximum scale in Japan in the history of t he observation.

49 Relation between seismic intensity and instrumental seismic intensity Seismic intensity 0 = measurement seismic intensity Less than 0.5 Seismic intensity 1 = measurement seismic intensity Seismic intensity 2 = measurement seismic intensity Seismic intensity 3 = measurement seismic intensity Seismic intensity 4 = measurement seismic intensity Seismic intensity lower 5 = measurement seismic intensity Seismic intensity upper 5 = measurement seismic intensity Seismic intensity lower 6 = measurement seismic intensity Seismic intensity upper 6 = measurement seismic intensity Seismic intensity 7 = measurement seismic intensity More than 6.5

50


Download ppt "BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH ( BPBD ) PROVINSI SUMATERA BARAT sumbarprov.go.id pusdalopspbsumbar.blogspot.com."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google