Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ridwan Abdullah Sani. Besaran angka kredit NoJenis Modul/ Diktat Pembelajaran per Semester Angka kredit 1Modul dan diktat yang digunakan di tingkat provinsi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ridwan Abdullah Sani. Besaran angka kredit NoJenis Modul/ Diktat Pembelajaran per Semester Angka kredit 1Modul dan diktat yang digunakan di tingkat provinsi."— Transcript presentasi:

1 Ridwan Abdullah Sani

2 Besaran angka kredit NoJenis Modul/ Diktat Pembelajaran per Semester Angka kredit 1Modul dan diktat yang digunakan di tingkat provinsi 1,5 2Modul dan diktat yang digunakan di tingkat kota/kabupaten 1 3Modul dan diktat yang digunakan di sekolah/madrasah 0,5

3 Modul/diktat tingkat Provinsi  Modul dan diktat yang digunakan di tingkat provinsi memerlukan pengesahan dari kepala Dinas Pendidikan Provinsi yang disertai tanda tangan kepala sekolah/madrasah dan cap Dinas Pendidikan Provinsi bersangkutan.

4 Modul/diktat tingkat kabupaten/kota  Modul dan diktat yang digunakan di tingkat kota/kabupaten memerlukan pengesahan dari kepala Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten yang disertai tanda tangan kepala sekolah/madrasah dan cap Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten bersangkutan.

5 Modul/diktat tingkat sekolah  Modul dan diktat yang digunakan di sekolah/ madrasah harus disahkan oleh kepala sekolah/madrasah yang disertai tanda tangan kepala sekolah/madrasah dan cap sekolah/ madrasah bersangkutan.

6 PERBEDAAN KARAKTERISTIK BAHAN AJAR DAN BUKU TEKS  Bahan ajar menimbulkan minat baca  Dirancang & ditulis untuk siswa  Menjelaskan tujuan instruksional  Disusun berdasar pola belajar yg fleksibel Struktur berdasar kebutuhan siswa & kompetensi akhir yg hendak dicapai  Buku teks mengasumsikan minat dari pembaca  Untuk pembaca (guru, dosen) dan dirancang untuk dipasarkan secara luas  belum tentu menjelaskan tujuan instruksional  Disusun secara linear dan strukturnya berdasar logika bidang ilmu

7 PERBEDAAN KARAKTERISTIK BAHAN AJAR DAN BUKU TEKS  Merangsang siswa berlatih  Memberi rangkuman  Gaya kepenulisan komunikatif Padat & proses instruksional  Ada umpan balik  Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar  Belum tentu memberikan latihan  Belum tentu memberi rangkuman  Gaya penulisan naratif tapi tidak komunikatif dan terlampau padat  Tidak memiliki mekanisme untuk melakukan umpan balik

8

9 Modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. Pengertian Modul

10 MODUL Modul Cetakan Multimedia Interaktif

11  Modul merupakan bahan ajar mandiri (cetak atau perangkat lunak/software) yang dirancang/disusun secara sistematis dan menarik.  Modul harus disajikan secara sistematis agar penggunanya dapat belajar dengan atau tanpa seorang fasilitator/guru.  Peserta didik menggunakan modul secara mandiri, belajar sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing individu untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan.

12  Sebuah modul harus dapat dijadikan sebuah bahan ajar sebagai pengganti fungsi guru.  Kalau guru memiliki fungsi menjelaskan sesuatu maka modul harus mampu menjelaskan sesuatu dengan bahasa yang mudah diterima peserta didik sesuai dengan tingkat pengetahuan dan usianya

13 Penggunaan Modul  Tersedianya berbagai petunjuk yang lengkap dan rinci, agar siswa mampu menggunakan modul dalam membelajarkan diri mereka sendiri

14 Petunjuk Penggunaan Modul  Petunjuk penggunaan modul dapat memuat urutan pembelajaran. misalnya dibuat petunjuk bagi guru yang akan mengajarkan materi tersebut dan petunjuk bagi siswa dalam menggunakan modul untuk belajar.

15 Petunjuk Penggunaan Modul  Petunjuk bagi siswa diarahkan kepada hal-hal yang harus dikerjakan dan yang tidak boleh dikerjakan oleh siswa, sehingga siswa tidak perlu banyak bertanya, guru juga tidak perlu terlalu banyak menjelaskan atau dengan kata lain guru berfungsi sebagai fasilitator.

16  digunakan oleh peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing individu secara efektif dan efisien.  memiliki karakteristik stand alone yaitu modul dikembangkan tidak tergantung pada media lain  user friendly, sehingga mudah digunakan (direspon atau diakses).  MODUL 

17  KEMASAN MODUL   Modul harus dibuat menarik dan mencakup isi materi, metoda, dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri.  Materinya dikemas dalam unit-unit kecil, dilengkapi dengan contoh-contoh, ilustrasi, tugas, latihan, rangkuman, penilaian, umpan balik terhadap hasil penilaian, dan rujukan/referensi pendukung materi.

18  Tujuan antara dan tujuan akhir modul harus dirumuskan secara jelas dan terukur,  materi dikemas dalam unit-unit kecil dan tuntas, tersedia contoh-contoh, ilustrasi yang jelas  tersedia soal-soal latihan, tugas, dan sejenisnya  materinya up to date dan kontekstual,  bahasa sederhana lugas komunikatif,  terdapat rangkuman materi pembelajaran,  tersedia instrument penilaian yang memungkinkan peserta diklat melakukan self assessment.  MODUL 

19  Modul dapat terdiri dari seperangkat buku, yaitu: buku petunjuk siswa, buku isi materi bahasan, buku kerja siswa, buku evaluasi, dan buku pegangan tutor (bila ada).

20  Umumnya satu modul menyajikan satu topik materi bahasan yang merupakan satu unit program pembelajaran tertentu.

21  Dalam satu modul terdapat beberapa kegiatan belajar yang harus diselesaikan dalam kurun waktu tertentu dan di setiap akhir kegiatan belajar terdapat umpan balik dan tindak lanjut.  Satu modul biasanya untuk waktu penyelesaian belajar antara 1-3 minggu.

22  Tersedia fasilitas untuk mengukur tingkat penguasaan diri sendiri,  Terdapat umpan balik atas penilaian peserta didik,  Terdapat informasi tentang rujukan/pengayaan/referensi yang mendukung materi  MODUL 

23  Perhatian !!   Modul dipergunakan untuk ORANG LAIN  Bukan untuk PENULIS !!!

24 24 1. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik; 2. Kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru; 3. Mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya. Manfaat modul bagi Peserta Didik

25 1.Memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal. 2.Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera, baik siswa atau peserta diklat maupun guru/instruktur. 3.Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi, seperti : Tujuan Penulisan Modul Meningkatkan motivasi dan gairah belajar bagi siswa atau peserta diklat; Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya, memungkinkan siswa atau peserta diklat belajar mandiri sesuai kemampuan dan minatnya. Memungkinkan siswa atau peserta diklat dapat mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya.

26

27 KARAKTERISTIK MODUL Seluruh materi pembelajaran dari satu unit kompetensi atau sub kompetensi yang dipelajari terdapat di dalam satu modul secara utuh Peserta diklat mampu membelajarkan diri sendiri, tidak tergantung pada pihak lain. 1. Self instructional 2. Self Contained

28 3. Stand alone Modul manual/multimedia yang dikembangkan tidak tergantung pada media lain atau tidak harus digunakan bersama- sama dengan media lain KARAKTERISTIK MODUL 4. Adaptif Modul hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi

29 5. User friendly Modul hendaknya juga memenuhi kaidah bersahabat/akrab dengan pemakainya KARAKTERISTIK MODUL Dalam penggunaan :  FONT  SPASI  TATA LETAK (LAYOUT) 6. Konsistensi

30 7. Format  Format kolom tunggal atau multi  Format kertas vertikal atau horisontal  Icon yang mudah ditangkap KARAKTERISTIK MODUL

31  Tampilkan peta/bagan  Urutan dan susunan yang sistematis  Tempatkan naskah, gambar dan ilustrasi yang menarik  Antar bab, antar unit dan antar paragraf dengan susunan dan alur yang mudah dipahami  Judul, sub judul (kegiatan belajar), dan uraian yang mudah diikuti Organisasi

32 Daya Tarik  Mengkombinasikan warna, gambar (ilustrasi), bentuk dan ukuran huruf yang serasi  Menempatkan rangsangan-rangsangan berupa gambar atau ilustrasi, pencetakan huruf tebal, miring, garis bawah atau warna.  Tugas dan latihan yang dikemas sedemikian rupa.

33 Bentuk dan Ukuran Huruf Bentuk dan ukuran huruf yang mudah dibaca Perbandingan huruf yang proporsional Hindari penggunaan huruf kapital untuk seluruh teks

34 Ruang (spasi kosong) Gunakan spasi atau ruang kosong tanpa naskah atau gambar untuk menambah kontras penampilan modul

35 35 1. Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang kongkret untuk memahami yang abstrak; 2. Pengulangan akan memperkuat pemahaman; 3. Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman peserta didik; 4. Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan belajar; 5. Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demi setahap, akhirnya akan mencapai ketinggian tertentu; 6. Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong peserta didik untuk terus mencapai tujuan. Prinsip Pengembangan

36 Penulisan modul harus memperhatikan beberapa komponen, yakni:  Komponen Kebahasaan  Komponen Penyajian  Komponen Kegrafikan

37 37 1. Keterbacaan 2. Kejelasan informasi 3. Kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar 4. Pemanfaatan bahasa secara efektif dan efisien (jelas dan singkat) Komponen Kebahasaan mencakup :

38 38 1. Kejelasan tujuan (indikator) yang ingin dicapai 2. Urutan sajian 3. Pemberian motivasi, daya tarik 4. Interaksi (pemberian stimulus dan respon) 5. Kelengkapan informasii Komponen Penyajian mencakup

39 39 1. Penggunaan font; jenis dan ukuran 2. Lay out atau tata letak 3. Ilustrasi, gambar, foto 4. Desain tampilan Komponen Kegrafikaan mencakup :

40 Struktur Modul Struktur modul dapat bervariasi, tergantung pada karakter materi yang akan disajikan, ketersediaan sumberdaya dan kegiatan belajar yang akan dilakukan.

41 Secara umum modul harus memuat paling tidak:  Judul  Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)  Kompetensi yang akan dicapai  Informasi pendukung (uraian isi materi bahasan dan contoh)  Latihan-latihan  Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)  Evaluasi/Penilaian  Kunci jawaban evaluasi  Pegangan tutor/guru (bila ada).

42 Komponen Modul  Judul  Petunjuk belajar  KD/MP  Informasi pendukung  Latihan  Tugas/langkah kerja  Penilaian

43 Contoh KERANGKA MODUL

44  Halaman Sampul  Kata Pengantar  Daftar Isi  Peta Kedudukan Modul  Glosarium

45 I.PENDAHULUAN A. Deskripsi B. Prasyarat C. Petunjuk Penggunaan Modul 1. Penjelasan Bagi Peserta didik 2. Peran Guru D. Tujuan Akhir E. Kompetensi F. Cek Kemampuan

46 II. PEMBELAJARAN A.Rencana Belajar Peserta Didik B.Kegiatan Belajar 1.Kegiatan Belajar a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran b. Uraian Materi c. Rangkuman d. Tugas e. Tes Formatif f. Kunci Jawaban Formatif g. Lembar Kerja 2. Kegiatan Belajar 2 3. Kegiatan Belajar n

47 III.EVALUASI A.Kognitif Skill B.Psikomotor Skill C.Attitude Skill D.Produk/Benda Kerja Sesuai Kriteria Standar E.Batasan Waktu Yang Telah Ditetapkan F.Kunci Jawaban

48 IV. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA

49 Contoh DESKRIPSI Nama Modul : Keterampilan mengetik 10 jari Kode Kompetensi: TIK.OP Ruang lingkup isi: Dasar – dasar keyboard Mengetik 10 jari Kaitan Modul: Modul ini digunakan sebagai modul awal untuk mata diklat KKPI sebelum melanjutkan ke modul berikutnya

50 DESKRIPSI (lanjutan) Hasil yang diharapkan: Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu:  menggunakan keyboard;  mengetik 10 jari dengan menggunakan keyboard.

51 DESKRIPSI (lanjutan) Manfaat di Industri: Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan untuk dapat:  berintegrasi dengan teknologi yang telah diterapkan di industri dengan mudah;  melaksanakan jenis-jenis pekerjaan yang dibutuhkan di industri;  mengembangkan kemampuan diri secara mandiri untuk mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat;  mengetik 10 jari dengan cepat, tepat dan efisien.

52 Contoh PRASYARAT Untuk mempelajari modul ini tidak ada unit kompetensi dan pengetahuan yang harus dikuasai sebelumnya.

53 Contoh PETUNJUK  Petunjuk Penggunaan Modul Untuk peserta didik a) Bacalah modul dengan seksama, terutama bagian instruksi.  Pahami tujuan anda mempelajari modul, sasaran yang diharapkan, tingkat penguasaan yang diharapkan serta waktu yang ditargetkan.  Kerjakanlah tugas dan latihan yang terdapat di dalamnya dengan jujur tanpa melihat kunci jawaban sebelum anda mengerjakannya.  Gunakan teknik membaca cepat dalam mempelajari modul.  Laporkan kemajuan anda kepada guru / instruktur sebelum anda melanjutkan ke modul selanjutnya. b) Anda diperbolehkan bertanya kepada guru / instruktur jika dianggap perlu.

54 PETUNJUK (lanjutan) c) Usahakan menyelesaikan setiap modul lebih cepat dari waktu yang ditetapkan d) Jika ada bagian yang belum anda pahami, cobalah terlebih dahulu mendiskusikan dengan teman yang sedang mengerjakan bagian yang sama, sebelum anda bertanya pada guru / instruktur. Kalau perlu, anda harus berusaha mencari tahu jawabannya pada sumber yang lain. e) Tingkat pemahaman minimal yang diharapkan sebesar 70%, jika tingkat penguasaan anda kurang dari 70%, pelajari materi / bagian – bagian dari modul yang belum anda kuasai, atau mintalah remediasi dan saran – saran dari guru / instruktur. Ikuti ketentuan yang berlaku dalam setiap modul sebelum anda melanjutkan ke bagian lain atau ke modul berikutnya.

55 PETUNJUK (lanjutan) Untuk guru / instruktur a) Guru / instruktur harus menguasai sepenuhnya isi modul dan mempunyai daftar bagian modul yang mungkin sulit bagi peserta didik dan mempersiapkan penjelasan / jawaban yang diperlukan. b) Guru / instruktur harus mempunyai catatan posisi dan kemajuan setiap peserta didik dan sekaligus memikirkan sumber informasi lain yang dapat disarankan kepada peserta didik.

56 PETUNJUK (lanjutan) c) Guru / instruktur hendaknya dapat meningkatkan motivasi peserta didik setiap saat terutama bagi peserta didik yang berhasil (memberi pujian, penghargaan, hadiah kecil, dll). d) Sebelum memberikan verifikasi keberhasilan peserta didik, guru / instruktur harus mengevaluasi keberhasilan peserta didik dengan memberikan pertanyaan, soal, test dan sebagainya yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.

57 PETUNJUK (lanjutan) e) Modul yang digunakan oleh peserta didik harus dimulai secara berurutan. f) Setiap satu modul selesai, peserta didik harus melaporkannya kepada fasilitator dan diverifikasi oleh fasilitator melalui tes sederhana, tanya jawab dan sebagainya. g) Peserta didik ditugaskan untuk membuat rangkuman setiap modul yang telah mereka pelajari.

58 PETUNJUK (lanjutan) h) Peserta didik dapat melanjutkan ke modul berikutnya setelah diverifikasi. i) Bila peserta didik dapat menyelesaikan seluruh modul dalam satu tingkat dengan waktu kurang dari yang ditetapkan, maka mereka diberikan modul pengayaan.

59 PETUNJUK (lanjutan) Modul ini merupakan edisi ketiga dari edisi awal materi KTSP. Oleh karena itu, guru / instruktur diharapkan:  membuat catatan rinci mengenai kekurangan modul ini ;  Menambahkan materi yang dianggap lebih baik dari yang ada, sesuai dengan kondisi setempat.

60 Contoh TUJUAN AKHIR  Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu:  memahami fungai dasar dan penggunaan keyboard sebagai salah satu alat input;  mengetik menggunakan 10 jari secara lancar

61 Petunjuk dalam merumuskan Tujuan Akhir  Kinerja yang diharapkan  Kriteria keberhasilan  Kondisi atau variable yang diberikan Perumusan tujuan akhir berisi pernyataan pencapaian kompetensi sesuai persyaratan dunia usaha/industri (entry level). Rumusan tujuan tersebut harus memuat :

62 Contoh Tujuan Akhir Modul Peserta didik dapat menggambar rangkaian elektronika (kinerja) berdasarkan standar gambar teknik (kriteria) dan dapat mengimplementasikannya menjadi gambar layout pada PCB (kondisi).

63 Contoh CEK KEMAMPUAN  Cek Kemampuan Apabila Anda dapat menjawab seluruh soal di bawah ini, silakan langsung mengambil unit kompetensi selanjutnya. SOAL TEORI: SOAL PRAKTEK:

64 Contoh KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR 1 1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran  Pada kegiatan belajar ini, Anda akan mempelajari tentang pengertian komputer serta bagian – bagiannya. Juga akan dibahas mengenai perangkat input komputer yang paling banyak digunakan, yaitu keyboard. Sebagai sebuah perangkat input, keyboard memiliki banyak fungsi yang dijelaskan secara rinci.  Diharapkan setelah mempelajari kegiatan belajar ini, Anda dapat memahami jenis – jenis keyboard serta fungsi tombol – tombol yang terdapat pada keyboard tersebut.

65 Contoh KEGIATAN BELAJAR (lanjutan) Kegiatan Belajar 2 1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran  Kegiatan belajar 2 ini menekankan kepada dasar- dasar mengetik 10 jari yang dilengkapi dengan latihan untuk setiap tombol yang ada pada keyboard. Setiap latihan hendaknya dapat diikuti secara penuh dan bertahap. Jangan melangkah ke latihan berikutnya apabila belum memahami dan menguasai latihan yang saat ini dilaksanakan.  Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini anda dapat mengetik 10 jari dengan lancar menggunakan keyboard QWERTY

66 Petunjuk dalam penulisan Tujuan kegiatan pembelajaran Tujuan Kegiatan pembelajaran Memuat kemampuan yang harus dikuasai untuk mencapai satu indikator kompetensi setelah mengikuti satu satuan kegiatan belajar berisikan komponen: kemampuan, kondisi, dan kriteria.

67 Contoh tujuan kegiatan belajar peserta didik dapat mengimplementasikan gambar rangkaian elektronika menjadi gambar layout pada PCB.

68

69 Tahapan Penyusunan Modul 1. Memilih/ menganalisis materi/standar kompetensi yang akan dijadikan bahan penulisan modul: - tidak perlu semua materi ditulis sebagai modul. Dengan mempertimbangkan aspek keluasan materi, tingkat kesulitan, “kelangkaan” materi, serta tingkat kepentingan. 2.Mengumpulkan Bahan Referensi: Referensi berupa referensi induk dan multi referensi 3.Menulis Modul:

70 Tahapan Penulisan modul 1. Analisis SK dan KD Analisis dimaksudkan untuk menentukan materi- materi mana yang memerlukan bahan ajar. Dalam menentukan materi dianalisis dengan cara melihat inti dari materi yang akan diajarkan, kemudian kompetesi yang harus dimiliki oleh siswa dan hasil belajar kritis yang harus dimiliki oleh siswa (critical learning outcomes) itu seperti apa

71 2. Menentukan judul-judul modul  Judul modul ditentukan atas dasar KD-KD atau materi pembelajaran yang terdapat dalam silabus.

72  Satu kompetensi dapat dijadikan sebagai judul modul apabila kompetensi itu tidak terlalu besar  Besarnya kompetensi dapat dideteksi antara lain dengan cara apabila diuraikan ke dalam materi pokok didapatkan maksimal 4 materi pokok (MP)

73  Namun, apabila suatu kompetensi diuraikan menjadi lebih dari 4 MP, maka perlu dipertimbangkan untuk membuat lebih dari satu judul modul.

74 3. Pemberian kode modul  Kode modul sangat diperlukan guna memudahkan dalam pengelolaan modul.  Biasanya kode modul merupakan angka-angka yang diberi makna, misalnya digit pertama, angka satu (1) berarti IPA, (2) : IPS. (3) : Bahasa.  Kemudian digit kedua merupakan klasifikasi/ kelompok utama kajian atau aktivitas atau spesialisasi pada jurusan yang bersangkutan. Misalnya jurusan IPA, nomor 1 digit kedua berarti Fisika, 2 Kimia, 3 Biologi dan seterusnya.

75 4. Penulisan Modul Penulisan modul dapat dilakukan dengan langkah- langkah sebagai berikut:  Perumusan KD yang harus dikuasai  Menentukan Alat Evaluasi  Penyusunan Materi  Penyusunan Tugas  Penyusunan Instrumen Evaluasi

76  Rumusan KD pada suatu modul merupakan spesifikasi kualitas yang seharusnya telah dimiliki oleh siswa setelah ia berhasil menyelesaikan modul tersebut. KD yang tercantum dalam modul diambil dari Permendiknas 22 Tahun Perumusan KD yang harus dikuasai

77  Apabila siswa tidak berhasil memiliki tingkah laku sebagai yang dirumuskan dalam KD itu, maka KD pembelajaran dalam modul itu harus dirumuskan kembali. Dalam hal ini barangkali bahan ajar yang gagal, bukan siswa yang gagal. Kembali pada terminal behaviour, jika terminal behaviour diidentifikasi secara tepat, maka apa yang harus dikerjakan untuk mencapainya dapat ditentukan secara tepat pula

78 Contoh Rumusan KD yang harus dikuasai: Anda mampu menguji daya hantar listrik berbagai larutan untuk membedakan larutan elektrolit dan non elektrolit hasilnya memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) Ada rancangan percobaan elektrolit. 2) Terdapat kesimpulan ciri-ciri hantaran arus listrik dalam berbagai larutan berdasarkan hasil pengamatan.

79 3) Mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya. 4) Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik. 5) Menjelaskan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar.

80 Menentukan Alat Evaluasi  Menentukan alat evaluasi/penilaian Criterion items adalah sejumlah pertanyaan atau tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menguasai suatu KD dalam bentuk tingkah laku.  Karena pendekatan pembelajarannya yang digunakan adalah kompetensi, dimana sistem evaluasinya didasarkan pada penguasaan kompetensi, maka alat evaluasi yang cocok adalah menggunakan pendekatan Panilaian Acuan Patokan (PAP) atau Criterion Referenced Assesment.

81 Penyusunan Materi  Materi atau isi modul sangat tergantung pada KD yang akan dicapai.  Materi modul akan sangat baik jika menggunakan referensi–referensi mutakhir yang memiliki relevansi dari berbagai sumber misalnya buku, internet, majalah, jurnal hasil penelitian.  Materi modul tidak harus ditulis seluruhnya, dapat saja dalam modul itu ditunjukkan referensi yang digunakan agar siswa membaca lebih jauh tentang materi itu.

82 MenyusunTugas  Tugas-tugas yang harus diketahui dan dikerjakan sesuai kriteria unjuk kerja  Kegiatan observasi untuk mengenal fakta,  Menyusun learning evidence indicator (indikator bukti belajar),  Melakukan kajian materi pada kegiatan belajar,  Tutorial dengan guru. Berisi instruksi untuk peserta diklat meliputi

83  Tugas-tugas harus ditulis secara jelas guna mengurangi pertanyaan dari siswa tentang hal-hal yang seharusnya siswa dapat melakukannya.  Misalnya tentang tugas diskusi. Judul diskusi diberikan secara jelas dan didiskusikan dengan siapa, berapa orang dalam kelompok diskusi dan berapa lama.

84 Menyusun Tes Formatif Berisi tes tertulis sebagai bahan pertimbangan bagi peserta dan guru untuk mengetahui sejauh mana penguasaan kegiatan belajar yang telah dicapai sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan (lembar kerja). Tes uraian (Essay) sebaiknya digunakan untuk mengetahui kesukaran siswa dalam belajar

85

86 Kajian KTSP Profil Kompetensi Lulusan Profil Kompetensi Lulusan Kompetensi •Kompetensi Dasar •Indikator •Materi Pembelajaran •Kegiatan Pembelajaran •Acuan Penilaian •Kompetensi Dasar •Indikator •Materi Pembelajaran •Kegiatan Pembelajaran •Acuan Penilaian Perumusan Judul-Judul Modul Pemilihan Judul MODUL yang akan Dibuat Pemilihan Judul MODUL yang akan Dibuat Rambu-Rambu Pemilihan Judul Rambu-Rambu Pemilihan Judul Pengumpulan Buku-Buku & Sumber Bahan SILABUS

87 Judul Modul Identifikasi Kompetensi Dasar Aspek Materi Pembelajaran Kegiatan Pemb. Penyusunan Draft MODUL Format Penulisan MODUL Format Penulisan MODUL Buku-Buku & Sumber Bahan Identifikasi Indikator dan Penilaian

88 Draft MODUL MODUL INSTRUMEN VALIDASI INSTRUMEN VALIDASI VALIDATOR REVISI/Penyempurnaan FILE ELEKTRONIK

89

90 1. Penggunaan Kalimat • Kalimat sekurang-kurangnya memiliki subyek dan predikat • Kalimat jangan terlalu panjang, upayakan satu kalimat maksimal 3 baris untuk ukuran font 12 pada kertas kuarto

91 •Gagasan utama •Kalimat topik •Koherensi •Kata-kata transisi Alinea/ Paragraf

92 •Fungsi Ilustrasi •Fungsi deskriptif •Fungsi ekspresif •Fungsi Analitis •Fungsi kuantitatif 2. Menggunaan Ilustrasi dalam Modul Ilustrasi dapat berupa: foto, gambar, grafik, tabel, kartun, dsb, yang memiliki fungsi :

93 3. Pahami Diagram Pencapaian Kompetensi

94 4. Pahami Peta Kedudukan Modul

95 Terima Kasih atas Perhatian bapak/ibu


Download ppt "Ridwan Abdullah Sani. Besaran angka kredit NoJenis Modul/ Diktat Pembelajaran per Semester Angka kredit 1Modul dan diktat yang digunakan di tingkat provinsi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google