Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ANALISIS FRAMING. KONSEP FRAMING FRAMINGBINGKAI JENDELA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ANALISIS FRAMING. KONSEP FRAMING FRAMINGBINGKAI JENDELA."— Transcript presentasi:

1 ANALISIS FRAMING

2 KONSEP FRAMING FRAMINGBINGKAI JENDELA

3 Semua berita mempunyai bingkai (frame). Peristiwa yang sama bisa diberitakan secar berbeda oleh media, terutama karena bingkai yang berbeda. Bingkai ini secara sederhana dapat diumpamakan seperti sebuah jendela---melalui mana peristiwa dilihat oleh media. Peristiwa pemerkosaan misalnya, bisa diberitakan secara berbeda oleh media, karena masing-masing media mempunyai bingkai yang berbeda. Frame adalah cara bercerita (story line) atau gugusan ide-ide yang tersusun sedemikian rupa dan menghadirkan konstruksi makna dari peristiwa. Bingkai itu nantinya akan menentukan bagaimana peristiwa dilihat, siap narasumber yang diwawncarai, bagian mana dari peristiwa yang akn ditonjolkan dan bagian mana pula dari peristiwa itu yang bisa diberitakan dalam porsi kecil. Dalam bingkai berita terkandung unsur: seleksi isu dan penekanan isu.

4 SELEKSI ISU PENEKANAN ISU FRAMING

5 Seleksi Isu: Aspek ini berhubungan dengan Pemilihan fakta. Tidak semua aspek dari peristiwa Ditampilkan, wartawan memilih aspek Tertentu dari suatu isu. Dalam seleksi Isu, ada bagian yang ditonjolkan, ada bagian yang hilang dalam pemberitaan Penonjolan Isu: Aspek ini berhubungan dengan penulisan Fakta. Setelah peristiwa dipilih, bagaimana Peristiwa itu ditampilkan. Bagaiman fakta itu disajikan

6 SELEKSI ISU Seleksi isu dilakukan lewat sejumlah cara. (a) Pemilihan fakta. Media atau wartawan menyaring fakta tertentu, memberitakan aspek tertentu dari peristiwa. (b) Skrip Semua berita pada dasarnya terdiri atas rangkaian fakta dan peristiwa. Satu fakta dan fakta lain dihubungkan, diberi konteks dan diberi keterangan oleh wartawan sehingga peristiwa itu dipahami oleh khalayak. Analisis skrip berita berkaitan dengan bagaimana peristiwa satu dan peristiwa lain itu dirangkai oleh media. Misalnya dalam peristiwa perkosaan. Ada banyak potongan fakta dalam peristiwa tersebut. Dari soal kejadian perkosaan, pelaku, korban dan banyak potongan fakta lain. Kita bisa melihat bagaimana rangkaian fakta itu disusun. Fakta mana yang didahulukan, fakta mana yang diceritakan kemudian. Skrip ini akan mempengaruhi kesan ketika diterima oleh khayalak. Skrip 1Proses terjadi perkosaan-profil pelaku-profil korban-akibat bagi korban dsb. Skrip 2Upaya pelaku-proses terjadi perkosaan-profil pelaku-profil korban-akibat bagi korban dsb. Skrip 2Akibat perkosaan bagi korban-profil korban- Upaya pelaku-proses terjadi perkosaan-profil pelaku dsb

7 PENONJOLAN ISU Penonjolan isu dilakukan lewat beragam cara. Misalnya pemilihan narasumber, pemakaian kosakata, gambar, grafis, foto yang bisa memperkuat kesan atau pemahaman khalayak. AktorPeristiwaAktor Seorang gadisdiperkosaoleh pemuda Seorang wanitadigagahiPemuda dari keluarga broken home Seorang gadis cantikdinodaiOleh pemuda yang lagi mabuk Seorang wanita desadisetubuhiLaki-laki tak dikenal Seorang gadis berpakaian mini diperawaniseorang pengangguran

8 SELEKSI ISU PENEKANAN ISU Kenapa peristiwa itu yang Diberitakan bukanyang lain? Kenapa isu itu yang Diangkat bukan yang lain? Kenapa sisi itu yang diberitakan Bukan yang lain? Kenapa narasumber itu yang Diwawancarai bukan yang lain? Kenapa fakta itu yang Ditonjolkan bukan yang lain? Kenapa bahasa itu yang dipakai Bukan yang lain? Dsb

9 DIMENSI PSIKOLOGI DIMENSI SOSIOLOGI Seseorang cenderung Melihat dunia/realitas Dengan kacamata tertentu Seseorang Mengorganisasi pengala man dalam bertindak

10 Murray Edelman Prinsip Dasar: (1) Apa yang kita ketahui tentang dunia tergantung kepada bagaimana kita membingkai dan mengkontruksi-menafsirkan realitas. Realitas yang sama bisa jadi menghasilkan “realitas” yang berbeda ketika dibingkai dengan cara yang berbeda. (2) Realitas yang dipahami khalayak adalah realitas yang telah terseleksi, khalayak didekte untuk memahami realitas dengan cara tertentu atau dengan bingkai tertentu.

11 Murray Edelman Perangkat Framing: Kategorisasi: Pemakaian perspektif tertentu dengan pemakaian kata-kata tertentu. Kategorisasi merupakan Penyederhanaan----realitas yang abstrak dan kompleks disederhanakan sehingga mudah dipahami. Misalnya operasi militer Di Aceh adalah peristiwa kompleks, Media menyederhanakan menjadi perang Antara TNI vs GAM. Atau BLBI yang Disederhanakan menjadi peristiwa Perampokan bank. Rubrikasi: Bagaimana suatu peristiwa dikategorisasikan Dan dikelompokkan ke dalam rubrik tertentu. Peristiwa tertentu dikelompokkan ke dalam Rubrik besar seperti ekonomi, politik, Nasional, internasional dan sebagainya. Masalah narkoba diklasifikasikan sebagai Persoalan kesra, bukan kriminalitas. Persoalan HPH dan perusahaan Pertambanngan sebagai masalah ekonom, Bukan politik atau lingkungan.

12 Murray Edelman Bagaimana Framing Bekerja? Kategori sasi Rubrikasi Membuat khalayak hanya mengingat satu dimensi Menonjol saja dari suatu peristiwa. Misalnya Pemberitaan media pada kasus Sampit Ketika Menyebut peristiwa Mei, orang hanya teringat pada Kejatuhan Soeharto. Peristiwa lain seperti perkosaan Massal terhadap wanita etnis Cina tidak tersentuh. Membuat khalayak hanya mengingat pengelompokan besar peristiwa saja. Ketika Menyebut peristiwa, Khalayak hanya melihat kasus ini sebagai perang Suku Dayak dan Madura. Dimensi lain seperti Penebangan liar, HPH, ketidakadilan tidak tersentuh

13 Murray Edelman Apa Yang Harus Dikritisi? Kategori sasi Rubrikasi KESALAHAN KATEGORISASI KESALAHAN RUBRIKASI

14 Robert N. Entman Prinsip Dasar: Framing adalah penempatan informasi-informasi dalam konteks yang khas sehingga isu tertentu mendapatkan alokasi lebih besar dari pada yang lain. Framing menggambarkan proses seleksi dan menonjolkan aspek tertentu dari realitas oleh media

15 Robert N. Entman Robert M. Entman Perangkat Framing: Seleksi Isu: Aspek ini berhubungan dengan Pemilihan fakta. Tidak semua aspek dari peristiwa Ditampilkan, wartawan memilih aspek Tertentu dari suatu isu. Dalam seleksi Isu, ada bagian yang ditonjolkan, ada bagian yang hilang dalam pemberitaan Penonjolan Isu: Aspek ini berhubungan dengan penulisan Fakta. Setelah peristiwa dipilih, bagaimana Peristiwa itu ditampilkan. Bagaimana peristiwa Ditulis, dengan kata, gambar dan keterangan Apa fakta itu disajikan

16 Robert N. Entman Robert M. Entman Define Problems (Pendefinisian Masalah) Bagaimana peristiwa dilihat? Sebagai apa? Sebagai masalah apa? Diagnose Causes (Memperkirakan Masalah atau Sumber Masalah) Peristiwa itu disebabkan oleh apa? Apa yang menjadi penyebab suatu masalah? Siapa aktor (orang) yang menyebabkan masaah? Make Moral Judgement (Membuat keputusan moral) Nilai moral apa yang disajikan untuk menjelaskan masalah? Nilai moral apa yang dipakai untuk melegitimasi suatu tindakan? Treatment Recommendation (Menekankan penyelesaian masalah) Penyelesaian apa yang ditawarkan? Jalan apa yang ditempuh untuk menyelesaikan masalah? Perangkat Framing:

17 Robert N. Entman Robert M. Entman Define Problems (Pendefinisian Masalah) Pengkianatan dan pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka. Diagnose Causes (Memperkirakan Masalah atau Sumber Masalah) Gerakan Aceh Merdeka Make Moral Judgement (Membuat keputusan moral) TNI datang untuk membela rakyat. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah konsep final, tidak bisa diganggu gugat. Treatment Recommendation (Menekankan penyelesaian masalah) GAM agar bertobat dan kembali ke pangkuan NKRI. Jika tidak, harus ditumpas habis. Kasus: Operasi Militer di Aceh

18 William A. Gamson Prinsip Dasar: Frame adalah cara bercerita (story line) atau gugusan ide-ide yang tersusun sedemikian rupa dan menghadirkan konstruksi makna dari peristiwa. Cara bercerita itu berupa kemasan (package)----serangkaian gugusan ide-ide yang terorganisir sedemikian rupa dari suatu peristiwa.

19 William A. Gamson FRAMING DEVICE (PERANGKAT FRAMING) Pemakaian kata, kalimat Atau metafora tertentu yang Merujuk kepada gagasan Tertentu. Elemen itu saling Mendukung membentuk ide Sentral dari berita REASONING DEVICE (PERANGKAT PENALARAN) Dasar pembenar atau alasan Tertentu yang mendukung ide Sentral dari berita. Dasar pembenar Itu yang membuat pendapat atau Gagasan tampak benar dan absah dan Tak terbantahkan. FRAME Seperangkat gagasan atau ide sentral dari suatu peristiwa

20 William A. Gamson FRAME Framing Device (Perangkat Framing)Reasoning Device (Perangkat Penalaran) Methapor (Perumpamaan atau pengandaian) Roots (Analisis kausal, sebab akibat) Catchphrases (Frase yang menarik, kontras, menonjol dalam suatu wacana. Umumnya berupa jargon atau slogan) Appeals to Principle (Premis dasar, klaim-klaim moral) Exemplar (Mengaitkan bingkai dengan contoh, uraian, detail) Consequences (Efek atau konsekuensi yang didapat) Depiction (Penggambaran atau pelukisan suatu isu yang bersifat konotatif. Umumnya berupa leksikon, label, kosakata) Visual Images

21 Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki SINTAKSIS (Menyusun Fakta) (1) Skema Berita---Headline, lead, latar, kutipan sumber dsb. SKRIP (Mengisahkan Fakta) (2) Kelengkapan Berita (5W +1 H) TEMATIK (Menulis Fakta) (3) Detail (4) Koherensi (5) Bentuk Kalimat (6) Kata Ganti RETORIS (Menekankan Fakta) (7) Leksikon (8) Grafis (9) Metafora


Download ppt "ANALISIS FRAMING. KONSEP FRAMING FRAMINGBINGKAI JENDELA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google