Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Merencanakan tujuan pelajaran dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Menuliskan tujuan spesifik Menuliskan tujuan yang jelas Melakukan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Merencanakan tujuan pelajaran dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Menuliskan tujuan spesifik Menuliskan tujuan yang jelas Melakukan."— Transcript presentasi:

1

2

3 Merencanakan tujuan pelajaran dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Menuliskan tujuan spesifik Menuliskan tujuan yang jelas Melakukan analisis tugas Merencanakan tujuan pelajaran dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Menuliskan tujuan spesifik Menuliskan tujuan yang jelas Melakukan analisis tugas

4 Tujuan pembelajaran merupakan perilaku spesifik yang seharusnya dikuasai siswa setelah jangka waktu pengajaran tertentu. Sedangkan penilaian merupakan ukuran terhadap sejauh mana siswa telah mempelajari tujuan yang ditetapkan bagi mereka. Salah satu prinsip penilaian adalah dimana penilaian dan tujuan harus dihubungkan dengan jelas dalam arti antara keduanya ini perlu adanya penyatuan agar sebuah tujuan tersebut dapat tercapai dengan melihat penilaian yang telah dilksanakan. Tujuan pembelajaran merupakan perilaku spesifik yang seharusnya dikuasai siswa setelah jangka waktu pengajaran tertentu. Sedangkan penilaian merupakan ukuran terhadap sejauh mana siswa telah mempelajari tujuan yang ditetapkan bagi mereka. Salah satu prinsip penilaian adalah dimana penilaian dan tujuan harus dihubungkan dengan jelas dalam arti antara keduanya ini perlu adanya penyatuan agar sebuah tujuan tersebut dapat tercapai dengan melihat penilaian yang telah dilksanakan.

5 Taksonomi merupakan urutan sasaran Bloom sebagai berikut: a) Pengetahuan b) Pemahaman c) Penerapan d) Analisis e) Sintesis f) Evaluasi Pengetahuan mengacu pada tujuan seperti menghafal fakta atau rumusan matematika dan prinsip ilmiah. Pemahaman mengacu pada kemampuan menerjemahkan, menafsirkan, dan meramalkan informasi. Penerapan merupakan kemampuan menggunakan prinsip- prinsip untuk menyelesaikan masalah yang baru atau persoalan kehidupan nyata. Analisis merupakan kemampuan yang mengacu pada kemampuan dalam menguraikan informasi yang rumit menjadi bagian yang lebih sederhana untuk memahami bagian-bagian tersebut dapat diorganisasikan. Sintesis merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang tidak ada sebelumnya. Evaluasi merupakan upaya menilai sesuatu kegiatan terhadap standar yang telah di buat.

6 Riset tentang pengajaran ini berupa penemuan bahwa pengajaran yang efektif sejauh tujuan, pengajaran, dan penilaian di koordinasikan dengan baik antara satu dan lainnya. Spesifikasi pengajaran yang jelas ini merupakan langkah pertama untuk memastikan bahwa pengajaran di ruang kelas ditujukan untuk memberikan kemampuan yang sangat penting bagi siswa.

7 Kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran (John M. Echols dan Hasan Shadily: 1983). Evaluasi adalah proses penilaian. Penilaian ini bisa menjadi netral, positif atau negatif atau merupakan gabungan dari keduanya. Saat sesuatu dievaluasi biasanya orang yang mengevaluasi mengambil keputusan tentang nilai atau manfaatnya. Menurut Curtis, Dan B; Floyd, James J.; Winsor, Jerryl L Evaluasi adalah proses penilaian. Penilaian ini bisa menjadi netral. Positif, atau negative. Saat sesuatu dievaluasi biasanya orang yang mengevaluasi mengambil keputusan tentang nilai atau manfaatnya. Menurut Curtis, Dan B; Floyd, James J.; Winsor, Jerryl L Evaluasi adalah proses penilaian. Penilaian ini bisa menjadi netral. Positif, atau negative. Saat sesuatu dievaluasi biasanya orang yang mengevaluasi mengambil keputusan tentang nilai atau manfaatnya. Suharsimi Arikunto (2004 : 1) evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Fungsi utama evaluasi dalam hal ini adalah menyediakan informasi-informasi yang berguna bagi pihak decision maker untuk menentukan kebijakan yang akan diambil berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan.

8 Tujuan utama evaluasi siswa (menurut Gronlund, 2003), diantaranya: Umpan balik bagi siswa Umpan balik bagi guru Informasi bagi orang tua Informasi untuk pemilihan dan pemberian sertifikat Informasi untuk akuntabilitas Insentif guna meningkatkan upaya siswa Tujuan utama evaluasi siswa (menurut Gronlund, 2003), diantaranya: Umpan balik bagi siswa Umpan balik bagi guru Informasi bagi orang tua Informasi untuk pemilihan dan pemberian sertifikat Informasi untuk akuntabilitas Insentif guna meningkatkan upaya siswa

9 Fungsi evaluasi pelaporan ini berperan penting karena beberapa alasan sebagai berikut: a)Informasi kepada orang tua, jenis evaluasi yang rutin dilakukan oleh sekolah semisal angka ujian, bintang, dans ertifikat dan juga nilai kartu laporan memungkinkan orang tua tetap memperoleh informasi tentang aktifitas anak-anak mereka selama berada di sekolah. Banyak studi menemukan bahwa pelaporan secara teratur kepada orang tua ketika siswa menyelesaikan pekerjaan yang baik dan permintaan kepada orang tua untuk memperkuat pelaporan yang baik meningkatkan perilaku dan pencapaian siswa (barth, 1979). Tanpa banyak mendorong kebanyakan secara alami memperkuat anak mereka karena mereka membawa pulang nilai yang baik, dengan demikian menjadikan nilai penting dan efektif sebagai insentif (Natriello & Dornbusch, 1984). Fungsi evaluasi pelaporan ini berperan penting karena beberapa alasan sebagai berikut: a)Informasi kepada orang tua, jenis evaluasi yang rutin dilakukan oleh sekolah semisal angka ujian, bintang, dans ertifikat dan juga nilai kartu laporan memungkinkan orang tua tetap memperoleh informasi tentang aktifitas anak-anak mereka selama berada di sekolah. Banyak studi menemukan bahwa pelaporan secara teratur kepada orang tua ketika siswa menyelesaikan pekerjaan yang baik dan permintaan kepada orang tua untuk memperkuat pelaporan yang baik meningkatkan perilaku dan pencapaian siswa (barth, 1979). Tanpa banyak mendorong kebanyakan secara alami memperkuat anak mereka karena mereka membawa pulang nilai yang baik, dengan demikian menjadikan nilai penting dan efektif sebagai insentif (Natriello & Dornbusch, 1984). b) Informasi untuk penilaian Pemilihan siswa menurut beberapa ahli sosiologi merupakan salah satu yang termasuk kedalam tujuan utama sekolah. Fungsi pemilahan terjadi secara bertahap selama bertahun- tahun masa sekolah. Terkait dengan pemilihan adalah sertifikasi, penggunaan ujian agar siswa memenuhi syarat untuk kelulusan atau dunia kerja yang mereka harapkan. c) Informasi untuk Akuntabilitas Evaluasi siswa berperan juga sebagai evaluasi bagi guru, sekolah, distrik, atau Negara bagian. b) Informasi untuk penilaian Pemilihan siswa menurut beberapa ahli sosiologi merupakan salah satu yang termasuk kedalam tujuan utama sekolah. Fungsi pemilahan terjadi secara bertahap selama bertahun- tahun masa sekolah. Terkait dengan pemilihan adalah sertifikasi, penggunaan ujian agar siswa memenuhi syarat untuk kelulusan atau dunia kerja yang mereka harapkan. c) Informasi untuk Akuntabilitas Evaluasi siswa berperan juga sebagai evaluasi bagi guru, sekolah, distrik, atau Negara bagian.

10 Evaluasi sebagai umpan balik Upaya yang diharapkan dapat meningkatkan pembelajaran pada siswa dengan langkah pencatatan dan perbandingan. Umpan balik bagi siswa berfungsi sebagai informasi bagi mereka untuk mengetahui hasil upaya mereka (Bangert- Drowns, Kulik, Kulik & Morgan, 1991). Sehingga mereka akan tahu dimana letak kelemahan dan kelebihan mereka. Untuk bermanfaat sebagai umpan balik, evaluasi seharusnya diberikan sespesifik mungkin. Sedangkan umpan balik bagi guru tentang keefektifan pengajaran mereka. Guru tidak dapat berharap sangat efektif apabila mereka tidak mengetahui apabila apakah siswa telah memahami gagasan utama pelajaran mereka. Evaluasi sebagai umpan balik Upaya yang diharapkan dapat meningkatkan pembelajaran pada siswa dengan langkah pencatatan dan perbandingan. Umpan balik bagi siswa berfungsi sebagai informasi bagi mereka untuk mengetahui hasil upaya mereka (Bangert- Drowns, Kulik, Kulik & Morgan, 1991). Sehingga mereka akan tahu dimana letak kelemahan dan kelebihan mereka. Untuk bermanfaat sebagai umpan balik, evaluasi seharusnya diberikan sespesifik mungkin. Sedangkan umpan balik bagi guru tentang keefektifan pengajaran mereka. Guru tidak dapat berharap sangat efektif apabila mereka tidak mengetahui apabila apakah siswa telah memahami gagasan utama pelajaran mereka. Evaluasi sebagai informasi Evaluasi memberikan informasi kepada kepala sekolah dan sekolah secara keseluruhan yang dapat digunakan untuk menuntun seluruh upaya reformasi dengan mengidentifikasi dimana saja sekolah atau sub kelompok dalam sekolah itu memerlukan peningkatan (Hanna & Dettmer, 2004; Lane & Beebe Frankenberger, 2004;Trumbul & Farr,2000). Evaluasi sebagai informasi Evaluasi memberikan informasi kepada kepala sekolah dan sekolah secara keseluruhan yang dapat digunakan untuk menuntun seluruh upaya reformasi dengan mengidentifikasi dimana saja sekolah atau sub kelompok dalam sekolah itu memerlukan peningkatan (Hanna & Dettmer, 2004; Lane & Beebe Frankenberger, 2004;Trumbul & Farr,2000). Evaluasi sebagai Insentif Kegunaan penting lain dari evaluasi adalah sebagai motivasi bagi siswa guna memberikan upaya terbaik mereka. Pada dasarnya hadiah atau nilai tinggi yang diberikan sebagai imbalan bagi pekerjaan yang baik. Siswa menghargai nilai dan hadiah terutama karena orang tua menghargai nilai dan hadiah. Beberapa siswa sekolah menengah atas juga menghargai nilai karena hal itu dianggap penting untuk masuk perguruan tinggi pilihan mereka. Evaluasi sebagai Insentif Kegunaan penting lain dari evaluasi adalah sebagai motivasi bagi siswa guna memberikan upaya terbaik mereka. Pada dasarnya hadiah atau nilai tinggi yang diberikan sebagai imbalan bagi pekerjaan yang baik. Siswa menghargai nilai dan hadiah terutama karena orang tua menghargai nilai dan hadiah. Beberapa siswa sekolah menengah atas juga menghargai nilai karena hal itu dianggap penting untuk masuk perguruan tinggi pilihan mereka.

11 Strategi evaluasi harus sesuai untuk penggunaan yang dilakukan terhadapnya (McMillan, 2004; Trice, 2000). Untuk memahami sejauh mana penilaian efektif dalam pengajaran di ruang kelas, perlu diketahui perbedaan antara evaluasi formatif dan sumatif dan antara penafsiran acuan norma dan acuan kriteria. Evaluasi Formatif berpandangan tentang sejauh mana seorang bekerja dengan baik dan bagaimana cara seorang itu berkinerja dengan baik. Ujian formatik atau dikenal dengan diagnotik diberikan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pembelajaran dan untuk melakukan perbaikan ditengah mata pelajaran dan tentang kecepatan dan isi pengajaran. Evaluasi formatif bermanfaat sejauh hal itu memberikan informasi terkait erat dengan kurikulum yang sedang diajarkan, tepat waktu dna sering dilaksanakan (McMillan, 2004). Evaluasi Sumatif mengacu kepada penilaian tentang pengetahuan siswa yang dilakukan diakhir unit-unit pengajaran (seperti ulangan akhir). Evaluasi sumatif terkait erat dengan evaluasi formatif dan tujuan mata pelajaran. Walaupun evaluasi ini jarang dilakukan, tetapi harus dapat dipercaya karena pada umumnya dijadikan pertimbangan di kalangan siswa. Evaluasi Formatif berpandangan tentang sejauh mana seorang bekerja dengan baik dan bagaimana cara seorang itu berkinerja dengan baik. Ujian formatik atau dikenal dengan diagnotik diberikan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pembelajaran dan untuk melakukan perbaikan ditengah mata pelajaran dan tentang kecepatan dan isi pengajaran. Evaluasi formatif bermanfaat sejauh hal itu memberikan informasi terkait erat dengan kurikulum yang sedang diajarkan, tepat waktu dna sering dilaksanakan (McMillan, 2004). Evaluasi Sumatif mengacu kepada penilaian tentang pengetahuan siswa yang dilakukan diakhir unit-unit pengajaran (seperti ulangan akhir). Evaluasi sumatif terkait erat dengan evaluasi formatif dan tujuan mata pelajaran. Walaupun evaluasi ini jarang dilakukan, tetapi harus dapat dipercaya karena pada umumnya dijadikan pertimbangan di kalangan siswa. Evaluasi acuan norma yaitu penilaian yang membandingkan kinerja salah seorang siswa dengan kinerja siswa-siswa lain. Penafsiran acuan kriteria adalah penilaian yang menentukan seberapa menyeluruh siswa telah menguasasi kemampuan atau bidang pengetahuan tertentu. Evaluasi acuan norma yaitu penilaian yang membandingkan kinerja salah seorang siswa dengan kinerja siswa-siswa lain. Penafsiran acuan kriteria adalah penilaian yang menentukan seberapa menyeluruh siswa telah menguasasi kemampuan atau bidang pengetahuan tertentu.

12 CiriUjian Acuan-NormaUjian Acuan-Kriteria Kegunaan utamaPengujian surveyPengujian penguasaan Penekanan utama Mengukur perbedaan individu dalam pencapaian Menguraikan tugas yang dapat dilakukan siswa Penafsiran hasil Membandingkan kinerja dengan kinerja orang lain Membandingkan kinerja dengan bidang pencapaian yang telah ditentukan dengan jelas Pembahasan isi Biasanya mencakup bidang pencapaian yang luas Biasanya terfokus pada beberapa tugas pembelajaran yang terbatas Hakikat rencana ujianTable spesifikasi lazim digunakanSpesifikasi bidang yang rinci lebih disukai Prosedur pemilihan soal Soal dipilih untuk memberikan perbedaan maksimum dikalangan orang-orang (untuk memperoleh perbedaan nilai yang tinggi); soal yang mudah biasanya dihilangkan dari ujian Mencakup semua sola yang diperlukan untuk menggambarkan kinerja secara memadai; tidak satupun upaya dilakukan untuk mengubah kesulitan soal ataupun menghilangkan soal-soal yang mudah guna meningkatkan perbedaan nilai Standar kinerjaTingkat kinerja ditentukan kedudukan relative dalam suatu kelompok yang sudah dikenal Tingkat kinerja biasanya ditentukan oleh standar mutlak

13 Dalam hal melakukan evaluasi terhadap siswa dibutuhkan pertimbangan yang matang dan terencana, serta strategi yang tepat agar tujuan evaluasi dapat tercapai. Untuk itu guru harus memilih jenis evaluasi yang berbeda untuk tujuan yang berbeda. Artinya penggunaan dua jenis evaluasi digunakan dengan tujuan yang berbeda, satu ditujukan untuk memberikan insentif dan umpan balik dan yang lain ditujukan untuk menilai masing-masing siswa dalam kaitannya dengan kelompok yang lebih besar. Evaluasi untuk insentif dan umpan balik Adalah penilaian yang harus sering dilakukan guru untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan kefahaman siswa terhadap pengetahuan yang telah disampaikan guru melalui tes atau ulangan dadakan berupa pemberian soal yang jumlahnya 5-10 yang dinilai langsung dikelas. Langkah ini penting karena dengan ini akan diperoleh informasi kepada siswa maupun guru yang perlu menyesuaikan strategi pengajaran dan pembelajaran mereka dan membenahi setiap kekurangan yang terungkap melalui evaluasi tersebut. Evaluasi untuk insentif dan umpan balik Adalah penilaian yang harus sering dilakukan guru untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan kefahaman siswa terhadap pengetahuan yang telah disampaikan guru melalui tes atau ulangan dadakan berupa pemberian soal yang jumlahnya 5-10 yang dinilai langsung dikelas. Langkah ini penting karena dengan ini akan diperoleh informasi kepada siswa maupun guru yang perlu menyesuaikan strategi pengajaran dan pembelajaran mereka dan membenahi setiap kekurangan yang terungkap melalui evaluasi tersebut. Evaluasi untuk perbandingan dengan siswa lain Jikalau evaluasi insentif dan umpan balik harus sering dilakukan untuk mengetahui umpan balik antara siswa dan guru, berbeda dengan evaluasi perbandingan atau komparatif yang tidak harus sering dilakukan. Sebab evaluasi komparatif disediakan dengan wujud ujian yang terstandarisasi. Evaluasi komparatif dilakukan sebagai informasi kepada orang tua dan siswa gambaran realistis mengenai kinerja siswa di banding dengan siswa lain. Evaluasi ini seharusnya ditekankan kepada keadilan, tidak berprasangka, dan dapat dipercaya terhadap kinerja siswa. Artinya penilaian mutlak untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam pencapaian pemahamnnya terhadap suatu pengetahuan, bukan karena dipengaruhi faktor-faktor selain pemahaman yang pada akhirnya penilaian bersifat subjektif. Evaluasi untuk perbandingan dengan siswa lain Jikalau evaluasi insentif dan umpan balik harus sering dilakukan untuk mengetahui umpan balik antara siswa dan guru, berbeda dengan evaluasi perbandingan atau komparatif yang tidak harus sering dilakukan. Sebab evaluasi komparatif disediakan dengan wujud ujian yang terstandarisasi. Evaluasi komparatif dilakukan sebagai informasi kepada orang tua dan siswa gambaran realistis mengenai kinerja siswa di banding dengan siswa lain. Evaluasi ini seharusnya ditekankan kepada keadilan, tidak berprasangka, dan dapat dipercaya terhadap kinerja siswa. Artinya penilaian mutlak untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam pencapaian pemahamnnya terhadap suatu pengetahuan, bukan karena dipengaruhi faktor-faktor selain pemahaman yang pada akhirnya penilaian bersifat subjektif.

14 Ada 6 prinsip menurut Gronlound (2000) dalam menyiapkan ujian pencapian, antara lain: 1. Ujian pencapuam seharusnya mengukur tujuan pembelajaran yang telah didefinisikan dengan jelas yang selaras dengan tujuan pengajaran. 2. Ujian pencapaian seharusnya mengukur sampel yang mewakili tugas pembelajaran yang disertakan dalam pengajaran tersebut. 3. Ujian pencapian meliputi jenis soal ujian yang paling tepat untuk mengukur hasil pembelajaran yang diinginkan 4. Ujian pencapian seharusnya cocok dengan penggunaan tertentu yang akan menjelaskan hasil-hasilnya. 5. Ujian pencapaian seharusnya sedapat mungkin dapat dipercaya dan seharusnya ditafsirkan dengan hati- hati. 6. Ujian pencapaian seharusnya meningkatkan pembelajaran Adapun ujian ini disusun berdasarkan menggunakan tabel spesifikasi, menulis soal ujian jawaban pilihan, menulis soal jawaban gagasan, menuliskan dan menilai ujian esai, menuliskan dan menilai soal penyelesaian masalah. Ada 6 prinsip menurut Gronlound (2000) dalam menyiapkan ujian pencapian, antara lain: 1. Ujian pencapuam seharusnya mengukur tujuan pembelajaran yang telah didefinisikan dengan jelas yang selaras dengan tujuan pengajaran. 2. Ujian pencapaian seharusnya mengukur sampel yang mewakili tugas pembelajaran yang disertakan dalam pengajaran tersebut. 3. Ujian pencapian meliputi jenis soal ujian yang paling tepat untuk mengukur hasil pembelajaran yang diinginkan 4. Ujian pencapian seharusnya cocok dengan penggunaan tertentu yang akan menjelaskan hasil-hasilnya. 5. Ujian pencapaian seharusnya sedapat mungkin dapat dipercaya dan seharusnya ditafsirkan dengan hati- hati. 6. Ujian pencapaian seharusnya meningkatkan pembelajaran Adapun ujian ini disusun berdasarkan menggunakan tabel spesifikasi, menulis soal ujian jawaban pilihan, menulis soal jawaban gagasan, menuliskan dan menilai ujian esai, menuliskan dan menilai soal penyelesaian masalah.

15 Tabel spesifikasi ini merupakan daftar tujuan pengajaran dan tingkat pemahaman yang diharapkan yang menuntun penyusunan ujian. Tabel spesifikasi ini berbeda beda untuk masing-masing jenis mata pelajaran dan hampir identik dengan matrik isi perilaku. Matriks isi perilaku ini digunakan untuk menyusun tujuan suatu mata pelajran, dan tabel spesifikasi menguji ujian tersebut. Dalam tabel spesifikasi ini terdapat sebuah evaluasi yang dibatasi pada informasi yang diperoleh dari ujian kertas dan pensil hanya memberikan jenis informasi tertentu tentang kemajuan siswa di sekolah.

16 Soal-soal ujian diaman orang yang menjawab dapat memilih dari satu atau lebih pilihan yang memungkinkan, tanpa mengharuskan orang yang memberi nilai menafsirkan jawaban mereka. Dalam menulis soal-soal jawaban pilihan terdapat 3 macam yaitu : 1. Soal -soal pilhan ganda : soal ini soal-soal. Ujian yang biasanya terdiri atas kalimat utama yang disusul oleh pilihan atau alternatif. 2. Soal benar atau salah : bentuk soal-soal ujian pilihan ganda,yang paling bermamfaat ketika bandingan dua alternatif diperlukan. 3. Soal-soal menjodohkan : soal ujian yang disajikan dalam dua daftar, yang masing-masing soal dalam daftar pertama cocok dengan satu atau lebih jawaban dalam daftar kedua Soal-soal ujian diaman orang yang menjawab dapat memilih dari satu atau lebih pilihan yang memungkinkan, tanpa mengharuskan orang yang memberi nilai menafsirkan jawaban mereka. Dalam menulis soal-soal jawaban pilihan terdapat 3 macam yaitu : 1. Soal -soal pilhan ganda : soal ini soal-soal. Ujian yang biasanya terdiri atas kalimat utama yang disusul oleh pilihan atau alternatif. 2. Soal benar atau salah : bentuk soal-soal ujian pilihan ganda,yang paling bermamfaat ketika bandingan dua alternatif diperlukan. 3. Soal-soal menjodohkan : soal ujian yang disajikan dalam dua daftar, yang masing-masing soal dalam daftar pertama cocok dengan satu atau lebih jawaban dalam daftar kedua

17 Soal ini biasanya mengharuskan siswa memberikan bukannya memilih jawaban, soal tersebut biasanaya memerlukan sedikit banyak pertimbangan dalam memberikan nilai.soal ujian gagasan ini salah satunya adalah Soal soal mengisi titik titik,apabila jelas hanya ada satu kemungkinan jawban yang benar, gormat yang menarik adalah melengkapi istilah titik-titik, Soal melengkapi soal yang dapat mengurangu kebijaksanaan ujian hingga mendekati nol.

18 Ujian esai ini dibagi menjai dua macam yaitu : soal esai panjang yang artinya pertanyaan ujian yang memerlukan jawaban lebih dari satu halaman, sedangkan soal esai pendek, yaitu pertanyaan ujian yang jawabannya dapat berkisar mulai dari satu halaman yang berisikan kata

19 Ujian ini mengharuskan pengorganisasian pemilihan, dan penerapan prosedur yang rumit yang mempunyai setidaknya berapa langkah atau komponen penting.

20 Portofolio assessment : pengumpulan dan pengevaluasian sampel pekerjaan siswa dalam kurun waktu yang panjang (Carey,2001; McMillan,2003; Rolheiser, Bower& Stevahn, 2000). Guru dapat mengumpulkan karangan, proyek dan bukti siswa lainnya tentang fungsi yang lebih tinggi dan menggunakan bukti ini untuk mengevaluasi kemajuan siswa dari waktu ke waktu. Penilaian Portofolio mempunyai kegunaan penting ketika guru ingin mengevaluasi siswa untuk member laporan kepada orang tua atau tujuan lain di sekolah. Kalau digabungkan dengan rubric yang konsisten dan umum, portofolioyang memperlihatkan peningkatan dari waktu ke waktu dapat memberikan bukti perubahan yang sangat kuat kepada orang tua dan kepada siswa sendiri. Portofolio assessment : pengumpulan dan pengevaluasian sampel pekerjaan siswa dalam kurun waktu yang panjang (Carey,2001; McMillan,2003; Rolheiser, Bower& Stevahn, 2000). Guru dapat mengumpulkan karangan, proyek dan bukti siswa lainnya tentang fungsi yang lebih tinggi dan menggunakan bukti ini untuk mengevaluasi kemajuan siswa dari waktu ke waktu. Penilaian Portofolio mempunyai kegunaan penting ketika guru ingin mengevaluasi siswa untuk member laporan kepada orang tua atau tujuan lain di sekolah. Kalau digabungkan dengan rubric yang konsisten dan umum, portofolioyang memperlihatkan peningkatan dari waktu ke waktu dapat memberikan bukti perubahan yang sangat kuat kepada orang tua dan kepada siswa sendiri.

21 Adalah ujian yang melibatkan peragaan pengetahuan atau kemampuan yang sesungguhnya ke dalam kehidupan nyata.(Performance assessment) (Foster & Noyce,2004;McMilan,2004;Popham,2005;trice,2000). Beberapa sekolah mengharuskan “peragaan” yang rinci, seperti proyek yang dikembangkan selama berbulan – bulan, seperti peragaan kompetensi (Sills- Briegel,fisk&Dunlop,1996). Penilaian kinerja yang lebih terbatas waktunyadapat meminta siswa melakukan eksperimen, menjawab teks yang panjang, menulis dalam berbagai aliran, atau menyelesaikan soal matematika yang realisitis (Egeland, 1996)

22 Penilaian kinerja biasanya di beri nilai sesuai dengan rubric yang menetukan sebelumnya jenis kinerja yang diharapkan untuk masing – masing kegiatan (Arter & Mctighe, 2001; Lewin & Shoemaker, 1998). Tugas – tugas Penilaian Kinerja mempunyai kemiripan dengan soal – soal esai dalam arti bahwa siswa dapat mendekatinya dengan banyak cara. Karena itu, juga pneting bagi penilaian kinerja bahwa criteria penilaian dimengerti oleh siswa. Penilaian kinerja biasanya di beri nilai sesuai dengan rubric yang menetukan sebelumnya jenis kinerja yang diharapkan untuk masing – masing kegiatan (Arter & Mctighe, 2001; Lewin & Shoemaker, 1998). Tugas – tugas Penilaian Kinerja mempunyai kemiripan dengan soal – soal esai dalam arti bahwa siswa dapat mendekatinya dengan banyak cara. Karena itu, juga pneting bagi penilaian kinerja bahwa criteria penilaian dimengerti oleh siswa.

23 Lanjutan….. Kinerja Esaian tentang Perkembangan tokoh dalam Sastra Kriteria Kinerja Tokoh diidentifikasi Setidaknya 3 aspek perkembangan tokoh sepanjang jalan cerita tersebut diuraikan Dukungan yang sesuai untuk masing – masing aspek tokoh diberikan dengan menggunakan kutipan dan cerita. Sumbangan tokoh pada alur cerita diuraikan Setidaknya tiga kutipan dari cerita tersebut diberikan sebagai dukungan untuk gagasan penulis tentang sumbangan tokoh tersebut pada cerita. Rujukan teks yang digunakan untuk dukungan tersebut adalah tepat. Kinerja Esaian tentang Perkembangan tokoh dalam Sastra Kriteria Kinerja Tokoh diidentifikasi Setidaknya 3 aspek perkembangan tokoh sepanjang jalan cerita tersebut diuraikan Dukungan yang sesuai untuk masing – masing aspek tokoh diberikan dengan menggunakan kutipan dan cerita. Sumbangan tokoh pada alur cerita diuraikan Setidaknya tiga kutipan dari cerita tersebut diberikan sebagai dukungan untuk gagasan penulis tentang sumbangan tokoh tersebut pada cerita. Rujukan teks yang digunakan untuk dukungan tersebut adalah tepat. Rubrik Penilaian 4 poinEsai terlihat lengkap, mendalam dan memberiw awasan dalam menguraikan perkembangan dan sumbangan tokoh pada cerita tersebut. 3 poin Esai terlihat lengkap dalam menguraikan perkembangan dan sumbangan tokoh pada cerita tersebut. 2 poin Esai terlohat lengkap dalam uraiannya tentang perkembangan tokoh atau sumbangan tokoh pada cerita tersebut. 1 poin Esai sebagian besar terlihat lengkap dalam uraiannya tentang perkembangan tokoh atau sumbangan tokoh pada cerita tersebut. 0 poin Esai yang ditulis tersebut tidak lengkap., sangat kurang dalam kinerja semua kriteria atau jauh dari tugas. Rubrik Penilaian 4 poinEsai terlihat lengkap, mendalam dan memberiw awasan dalam menguraikan perkembangan dan sumbangan tokoh pada cerita tersebut. 3 poin Esai terlihat lengkap dalam menguraikan perkembangan dan sumbangan tokoh pada cerita tersebut. 2 poin Esai terlohat lengkap dalam uraiannya tentang perkembangan tokoh atau sumbangan tokoh pada cerita tersebut. 1 poin Esai sebagian besar terlihat lengkap dalam uraiannya tentang perkembangan tokoh atau sumbangan tokoh pada cerita tersebut. 0 poin Esai yang ditulis tersebut tidak lengkap., sangat kurang dalam kinerja semua kriteria atau jauh dari tugas.

24 Ada banyak criteria pemberian nilai tetapi tanpa melihat tingkat sekolah yang menjadi tempat guru mengjar, pada umumnya mereka sepakat dengan perlunya menjelaskan makna nilai yang mereka berikan (Guskey&bailey,2001; Marzano,2000) Guru dan sekolah menggunakan nilai huruf menyertakan makna umum berikut pada huruf tadi • A= unggul luarbiasa yang sangat menonjol • B= sangat baik tetapi tidak unggul diatas rata-rata • C= pekerjaan atau kinerja yang kompeten,tetapi tidak luar biasa;rata-rata • D= lulus minimal,tetapi kelemahan serius ditunjukanDibawah rata-rata • F= gagal lulus kelemahan serius diperhatikan Ada banyak criteria pemberian nilai tetapi tanpa melihat tingkat sekolah yang menjadi tempat guru mengjar, pada umumnya mereka sepakat dengan perlunya menjelaskan makna nilai yang mereka berikan (Guskey&bailey,2001; Marzano,2000) Guru dan sekolah menggunakan nilai huruf menyertakan makna umum berikut pada huruf tadi • A= unggul luarbiasa yang sangat menonjol • B= sangat baik tetapi tidak unggul diatas rata-rata • C= pekerjaan atau kinerja yang kompeten,tetapi tidak luar biasa;rata-rata • D= lulus minimal,tetapi kelemahan serius ditunjukanDibawah rata-rata • F= gagal lulus kelemahan serius diperhatikan

25 Semua sekolah mempunyai kebijakan atau praktik bersama untuk memberikan nilai kartu laporan.kebanyakan menggunakan nilai huruf A-B-C-D-E-F, tetapi banyak khususnya pada tingakat sekolah dasar menggunakan versi biasa memuaskan tidak memuaskan (marzo 2000).

26 Yaitu langkah dan upaya yang dilakukan guru dalam menilai kinerja siswa dalam lingkup pembelajaran. Penilaian berdasarkan contoh dari hasil kerja yang dilakukan siswa dan perkembangan diri siswa tersebut dalam proses pembelajaran.

27 Sistem penilaian alternatif lain dalam hal ini, antara lain: a)Sistem penilaian kontrak b)Sistem Penilaian Penguasaan Sistem penilaian alternatif lain dalam hal ini, antara lain: a)Sistem penilaian kontrak b)Sistem Penilaian Penguasaan a)Sistem Penilaian Kontrak Sistem penilaian kontrak ini merupakan sistem penilaian dimana siswa mengasosiasikan jumlah pekerjaan atau tingkat kinerja tertentu yang akan mereka capai untuk memperolehnilai tertentu. a)Sistem Penilaian Kontrak Sistem penilaian kontrak ini merupakan sistem penilaian dimana siswa mengasosiasikan jumlah pekerjaan atau tingkat kinerja tertentu yang akan mereka capai untuk memperolehnilai tertentu. b) Sistem Penilaian Penugasan Sistem penilaian penugasan merupakan penilaian yang mengharuskan standar penguasaan yang telah ditentukan sebelumnya. b) Sistem Penilaian Penugasan Sistem penilaian penugasan merupakan penilaian yang mengharuskan standar penguasaan yang telah ditentukan sebelumnya.

28 Nilai kartu laporan biasanya memuat hal-hal sebagai berikut: a)Nilai ulangan singkat atau ujian b)Nilai makalah dan proyek c)Nilai pekerjaan rumah d)Nilai tugaskelas e)Partisipasi di kelas f)Kelakua, dan g)Upaya Tujuan pemberian nilai kartu laporan adalah untuk memberikan informasiterkait kinerja siswa di dalam pembelajaran. Penjelasan tentang informasi ini membantu guru untuk menghindari banyak keluhan tentangnilairendah yang tidak di harapkan oleh siswa. Nilai kartu laporan biasanya memuat hal-hal sebagai berikut: a)Nilai ulangan singkat atau ujian b)Nilai makalah dan proyek c)Nilai pekerjaan rumah d)Nilai tugaskelas e)Partisipasi di kelas f)Kelakua, dan g)Upaya Tujuan pemberian nilai kartu laporan adalah untuk memberikan informasiterkait kinerja siswa di dalam pembelajaran. Penjelasan tentang informasi ini membantu guru untuk menghindari banyak keluhan tentangnilairendah yang tidak di harapkan oleh siswa.

29

30 Pertanyaan 1.Rissa (1426), evaluasi berperan sebagai pengukur kemampuan siswa, bagaimana pendapat kelompok ketika ada siswa yang menyontek ( tidak sesuai dengan prosedur evaluasi)? 2. Rista (5634), lebih efektif mana penilaian dengan menggunakan angka taua huruf pada peserta didik tingkat dasar?

31 3. Ressa (6403), jelaskan secara rinci penilaian penugasan itu seperti apa, dan kapan diberikan kepada peserta didik? 4. Ai hawadis (0847), lebih efektif mana pg atau essay dalam penilaian? 5. Dini (1797), pembelajaran siswa harus di evaluasi. Bagaimana implementasi ketiga strategi evaluasi tersebut, dan manakah yang paling efektif?

32 6. Ajid (5772), evaluasi seperti apa yang paling cocok untuk tingkat menengah yang membuat peserta didik tidak mengganggu psikis peserta didik?


Download ppt "Merencanakan tujuan pelajaran dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Menuliskan tujuan spesifik Menuliskan tujuan yang jelas Melakukan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google