Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LECTURE #2 PENGANTAR LOGIKA MATEMATIKA DISKRIT TKE 072107 Ari Fadli, S.T. Program Studi Teknik Elektro, UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LECTURE #2 PENGANTAR LOGIKA MATEMATIKA DISKRIT TKE 072107 Ari Fadli, S.T. Program Studi Teknik Elektro, UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN."— Transcript presentasi:

1 LECTURE #2 PENGANTAR LOGIKA MATEMATIKA DISKRIT TKE Ari Fadli, S.T. Program Studi Teknik Elektro, UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

2 1. Logika 2. Jenis-jenis Logika 3. Argumen 4. Logika Argumen 5. Validitas 6. Argumen Logis (Sound, Logically Sound) 7. Argumen Tidak Logis (Not Sound, Fallacy Sound)

3 Logika Logika/logic berasal dari bahasa yunani “logos” yang artinya ilmu pengetahuan yang mempelajari atau berkaitan dengan prinsip-prinsip dari penalaran argumen yang valid

4  Logika Klasik Pertama kali diperkenalkan oleh Aristoteles (384 – 322 BC). Dalam hal ini Aristoteles mengembangkan suatu aturan untuk penalaran silogistik yang benar.  Logika Modern Logika modern atau logika simbolik dikembangakan dari logika Aristoteles oleh Augutus De Morgan ( ) dan Goorge Boole (1815 – 1864)

5  Logika Klasik Suatu silogisme yang berbentuk sempurna (well formed syllogism) jika ia memiliki dua premis dan satu kesimpulan, well formed syllogism bisa valid dan tidak valid  Logika Modern well formed sentences memiliki satu nilai saja = 1 atau 0 1. Logika Proporsisional Purwokerto adalah ibukota Jawa Tengah 2. Logika Predikat Jika Budi seorang mahasiswa, maka ia pandai Susi seorang mahasiswa Dengan Demikian, ia pasti pandai

6 Argumen Kumpulan pernyataan (statement) yang kemudian disebut sebagai premis dan kemudian diikuti oleh kesimpulan Pernyataan logika : 1. Jika permintaan bertambah, maka proses produksi ditingkatkan 2. Jika proses produksi ditingkatkan maka jam kerja karyawan akan lebih padat 3. Jika permintaan bertambah, maka jam kerja karyawan akan lebih padat

7 Valid Dilihat dari kebenaran dari suatu kesimpulan, jadi tidak mungkin kesimpulan yang salah diperoleh dari premis yang benar atau premis yang benar tidak mungkin menghasilkan kesimpulan yang salah - Logis Jika dan hanya jika argumennya valid dan semua premisnya bernilai benar - Tidak Logis Jika dan hanya jika argumennya valid dan tidak semua premisnya bernilai benar Tidak Valid Tidak ada hubungan antara kesimpulan dan premis-premisnya

8 Silogisme  Silogisme Hipotetical  Silogisme Disjungtive  Modus Ponens  Modus Tollens

9 Modus Ponens (p  (p  q))  (q) Jika p maka q : Jika saya haus, maka saya minum air p : Saya haus q :  Saya minum air

10 Modus Tolens ((p  q )   q )  (  p) Jika p maka q : Jika saya haus, maka saya minum air Tidak q : Saya tidak minum air Tidak p :  Saya tidak haus

11 Silogisme Hipotetical ((p  q)  (q  r ))  (p  r) Jika p maka q : Jika hari ini cerah, maka saya akan pergi Jika q maka r : Jika saya akan pergi, maka saya harus mengambil uang Jika P maka R :  Jika hari ini cerah, maka saya harus mengambil uang

12 Disjunctive syllogism ((p v q)  (  p))  (q) p atau q : Kemarin hari Selasa atau besok hari Senin tidak p : Kemarin hari Kamis q :  Besok hari Senin


Download ppt "LECTURE #2 PENGANTAR LOGIKA MATEMATIKA DISKRIT TKE 072107 Ari Fadli, S.T. Program Studi Teknik Elektro, UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google