Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Next. 4.1Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan. 4.2Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Next. 4.1Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan. 4.2Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi."— Transcript presentasi:

1 Next

2 4.1Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan. 4.2Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit dari hasil titrasi asam basa. 1.Menjelaskan pengertian asam dan basa 2.Menjelaskan dan memformulasikan kesetimbangan air 3.Menjelaskan dan memformulasikan pengaruh penambahan asam dan basa dalam air terhadap kesetimbangan air 4.Menghitung konsentrasi atau molaritas H+ dan OH– dalam suatu larutan 5.Menjelaskan, memformulasikan, dan menghitung derajat keasaman (pH) suatu larutan 6.Menjelaskan, meformulasikan, dan menerapkan reaksi netralisasi dan titrasi asam-basa 7.Menjelaskan teori-teori asam-basa. CloseNext 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya.

3 Konsep Asam dan Basa (Halaman 245 – 256) Daftar Materi Pokok BackNext Reaksi Asam dan Basa (Halaman 284 – 295) Kesetimbangan Ion dalam Larutan (Halaman 245 – 268) Stoikiometri Larutan (Halaman 295 – 301) Derajat Keasaman (pH) Asam dan Basa (Halaman 268 – 283) Teori Asam Basa (Halaman 301 – 304)

4 BackNext Antoine L. Lavoisier ( ) Semua senyawa asam mengandung oksigen. Oksigen sebagai komponen dasar penyusun zat asam. Sir Humphry Davy ( ) Unsur yang terkandung dalam senyawa asam adalah hidrogen dan bukan oksigen. A. Konsep Asam dan Basa

5 BackNext Michael Faraday ( ) Asam, basa, dan garam merupakan zat elektrolit. Ketika zat-zat tersebut dilarutkan dalam air, maka akan menghasilkan larutan yang mengandung partikel-partikel bermuatan listrik (ion) dan dapat menghantarkan arus listrik.

6 BackNextHome Svante Arrhenius ( ) Asam adalah senyawa-senyawa yang mengandung hidrogen dan menghasilkan ion-ion hidrogen (H + ) ketika dilarutkan dalam air. Basa adalah senyawa-senyawa yang menghasilkan ion-ion hidroksida (OH – ) ketika dilarutkan dalam air. Asam  H + (aq) + anion (aq) Basa  OH – (aq) + kation (aq) Asam  H + (aq) + anion (aq) Basa  OH – (aq) + kation (aq)

7 BackNextHome Asam malat Asam tartrat Asam sitrat Asam askorbat Asam laktat Asam asetat

8 BackNextHome Nama Asam Rumus Kimia Asam klorida HCl Asam nitrat HNO 3 Asam sulfat H 2 SO 4 Asam fosfat H 3 PO 4 Asam karbonat H 2 CO 3 Asam klorat HClO 3 Asam asetat CH 3 COOH Asam oksalat H2C2O4H2C2O4 H2C2O4H2C2O4

9 BackNextHome Aluminium hidroksida Natrium hidroksida Kalium hidroksida Magnesium hidroksida

10 BackNextHome Nama Basa Rumus Kimia Natrium hidroksida NaOH Kalium hidroksida KOH Kalsium hidroksida Ca(OH) 2 Besi (II) hidroksida Fe(OH) 2 Besi (III) hidroksida Fe(OH) 3 Magnesium hidroksida Mg(OH) 2 Aluminium hidroksida Al(OH) 3 Amonium hidroksida NH 4 OH

11 BackNextHome  Bersifat korosif.  Bereaksi dengan logam menghasilkan gas H 2.  Mempunyai rasa asam.  Dapat mengubah warna zat-zat lain seperti lakmus dan sari bunga sepatu.  Bersifat korosif.  Bereaksi dengan logam menghasilkan gas H 2.  Mempunyai rasa asam.  Dapat mengubah warna zat-zat lain seperti lakmus dan sari bunga sepatu. Asam  Bersifat kaustik.  Terasa licin di tangan.  Mempunyai rasa yang pahit atau getir.  Dapat mengubah warna zat-zat lain seperti lakmus dan sari bunga sepatu.  Bersifat kaustik.  Terasa licin di tangan.  Mempunyai rasa yang pahit atau getir.  Dapat mengubah warna zat-zat lain seperti lakmus dan sari bunga sepatu. Basa

12 BackNextHome  Zat-zat yang dapat bereaksi dengan zat lain membentuk zat asam.  Contoh: CO 2 + H 2 O  H 2 CO 3 SO 2 + H 2 O  H 2 SO 3  Zat-zat yang dapat bereaksi dengan zat lain membentuk zat asam.  Contoh: CO 2 + H 2 O  H 2 CO 3 SO 2 + H 2 O  H 2 SO 3 Oksida Asam  Zat-zat yang dapat bereaksi dengan zat lain membentuk zat basa.  Contoh: Na 2 O + H 2 O  2NaOH K 2 O + H 2 O  2KOH  Zat-zat yang dapat bereaksi dengan zat lain membentuk zat basa.  Contoh: Na 2 O + H 2 O  2NaOH K 2 O + H 2 O  2KOH Oksida Basa

13 BackNextHome Indikator asam-basa: Zat yang warnanya dapat berubah saat bereaksi dengan senyawa asam maupun senyawa basa Indikator asam-basa: Zat yang warnanya dapat berubah saat bereaksi dengan senyawa asam maupun senyawa basa

14 BackNextHome Dalam larutan asam Dalam larutan asam Dalam larutan basa Dalam larutan basa

15 BackNextHome Dalam larutan asam Dalam larutan asam Dalam larutan basa Dalam larutan basa Dalam larutan asam Dalam larutan asam Dalam larutan basa Dalam larutan basa Dalam larutan asam Dalam larutan asam Dalam larutan basa Dalam larutan basa

16 BackNextHome B. Kesetimbangan Ion dalam Larutan  Air dapat terurai (terdisosiasi) menjadi ion-ionnya, yaitu ion hidrogen dan ion hidroksida.  Tetapan kesetimbangan air: H 2 O (l) H + (aq) + OH – (aq) Harga K w pada suhu 25  C adalah 10 –14 konsentrasi ion hidrogen konsentrasi ion hidroksida

17 BackNextHome  Asam Kuat Mengalami ionisasi sempurna di dalam larutannya. Derajat ionisasinya = 1 (  = 1) Contoh asam kuat: H 2 SO 4, HNO 3, HI, HBr, HCl, dan HClO 4 Konsentrasi ion hidrogen untuk asam kuat: jumlah ion H + yang dihasilkan dalam reaksi ionisasi konsentrasi molar asam Contoh Soal: Hitung konsentrasi H + dalam larutan H 2 SO 4 0,2 M! H 2 SO 4 (aq)  2H + (aq) + SO 4 2– (aq) [H + ] = (n × M a ) M = (2 × 0,2) M = 0,4 M

18 BackNextHome  Asam Lemah Mengalami ionisasi tidak sempurna di dalam larutannya. Derajat ionisasinya  1 (  < 1) Contoh asam lemah: H 2 C 2 O 4, HNO 2, CH 3 COOH, H 3 PO 4, dan HF. Konsentrasi ion hidrogen untuk asam lemah: tetapan kesetimbangan asam lemah konsentrasi molar asam Contoh Soal: Hitung konsentrasi H + dalam larutan HNO 2 0,05 M! (K a = 5 × 10 –4 )

19 BackNextHome  Basa Kuat Mengalami ionisasi sempurna di dalam larutannya. Derajat ionisasinya = 1 (  = 1) Contoh basa kuat: KOH, NaOH, Ca(OH) 2, dan Mg(OH) 2 Konsentrasi ion hidroksida untuk basa kuat: jumlah ion OH – yang dihasilkan dalam reaksi ionisasi konsentrasi molar basa Contoh Soal: Hitung konsentrasi OH – dalam larutan NaOH 0,05 M! NaOH (aq)  Na + (aq) + OH – (aq) [OH – ] = (n × M b ) M = (1 × 0,05) M = 0,05 M

20 BackNextHome  Basa Lemah Mengalami ionisasi tidak sempurna di dalam larutannya. Derajat ionisasinya  1 (  < 1) Contoh basa lemah: NH 4 OH, Be(OH) 2, AgOH, dan Zn(OH) 2. Konsentrasi ion hidroksida untuk basa lemah: tetapan kesetimbangan basa lemah konsentrasi molar basa Contoh Soal: Hitung konsentrasi OH – dalam larutan NH 4 OH 0,2 M! (K b = 2 × 10 –5 )

21 BackNextHome D. Derajat Keasaman (pH) Asam dan Basa  Konsentrasi larutan menyatakan jumlah mol zat terlarut tiap satuan volum larutan tersebut.

22 BackNextHome  Konsentrasi larutan dapat diubah-ubah dengan pengenceran. M A = konsentrasi awal (M) M B =konsentrasi akhir (M) V A =volum awal (L atau mL) V B = volum akhir (L atau mL) M= konsentrasi atau molaritas larutan (M) gr= massa zat (gram) Mr=massa molekul relatif zat (gram/mol) V = volum larutan (mL)  Konsentrasi larutan dinyatakan dalam molaritas larutan (M). Pada pengenceran berlaku persamaan berikut.

23 BackNextHome Derajat keasaman merupakan ukuran konsentrasi asam dalam suatu zat, yang sering dinyatakan dalam pH. Untuk asam: Untuk basa: pH = 7  larutan bersifat netral pH < 7  larutan bersifat asam pH > 7  larutan bersifat basa pH = 7  larutan bersifat netral pH < 7  larutan bersifat asam pH > 7  larutan bersifat basa

24 BackNextHome  pH Asam Kuat M a = konsentrasi asam kuat n = koefisien H + pada reaksi ionisasi asam Hitung pH larutan HCl 0,02 M! Penyelesaian HCl merupakan asam kuat, sehingga: HCl (aq)  H + (aq) + Cl – (aq) [H + ] = n × [HCl] = 1 × 0,02 M = 0,02 M pH = – log [H + ] = – log (0,02) = – log (2 × 10 –2 ) = 2 – log 2 = 1,7 Jadi, pH larutan tersebut adalah 1,7. Contoh Soal

25 Hitung pH larutan Ba(OH) 2 0,01 M! Penyelesaian Ba(OH) 2 merupakan basa kuat, sehingga: Ba(OH) 2(aq)  Ba 2+ (aq) + 2OH – (aq) [OH – ] = n × [Ba(OH) 2 ] = 2 × 0,01 M = 0,02 M pOH = – log [OH – ] = – log (0,02) = – log (2 × 10 –2 ) = 2 – log 2 = 1,7 pH = 14 – pOH = 14 – 1,7 = 12,3 Jadi, pH larutan tersebut adalah 12,3. BackNextHome  pH Basa Kuat M b = konsentrasi basa kuat n = koefisien OH – pada reaksi ionisasi basa Contoh Soal

26 BackNextHome  pH Asam Lemah Hitung pH larutan CH 3 COOH 0,1 M! (K a = 10 –5 ) Penyelesaian [H + ] = pH = – log [H + ] = – log (10 –3 ) = 3 Jadi, pH larutan tersebut adalah 3. Contoh Soal

27 BackNextHome  pH Basa Lemah Hitung pH larutan pH larutan NH 4 OH 0,05 M! (K b = 2 × 10 –5 ) Penyelesaian [OH – ] = pOH = – log [OH – ] = – log (10 –3 ) = 3 pH = 14 – pOH = 14 – 3 = 11 Jadi, pH larutan tersebut adalah 11. Contoh Soal

28 BackNextHome  Trayek pH Indikator: Rentang pH yang menyebabkan indikator berubah warna Indikator Perubahan Warna Metil jingga Merah – kuning Metil merah Merah – kuning Lakmus Merah – biru Bromtimol biru Kuning – biru Fenolftalein Tak berwarna – merah ungu Trayek pH 3,1 – 4,4 4,2 – 6,2 4,5 – 8,3 6,0 – 7,6 8,0 – 9,6

29 BackNextHome  Indikator Universal Penggunaannya: Kertas Indikator Universal

30 BackNextHome Larutan Indikator Universal Warna standar larutan indikator universal berdasarkan pH-nya

31 BackNextHome  pH meter pH meter dilengkapi dengan elektrode yang dicelupkan ke dalam larutan yang akan diukur pH-nya. Nilai pH dapat langsung diketahui melalui tampilan layar digital pada alat tersebut.

32 BackNextHome D. Reaksi Asam dan Basa

33 BackNextHome  Jika larutan asam dengan larutan basa dicampurkan, maka ion H + dari asam akan bereaksi dengan ion OH – dari basa membentuk air (H 2 O).  Pada komposisi tertentu, campuran kedua larutan tersebut dapat bersifat netral, oleh karena itu reaksi antara senyawa asam dengan basa dinamakan reaksi netralisasi.  Selain terbentuk H 2 O, pada reaksi netralisasi juga terbentuk garam. Oleh karena itu, reaksi netralisasi asam-basa disebut juga reaksi penggaraman.

34 BackNextHome Reaksi Netralisasi Asam + Basa  Garam + Air HCl + NaOH  NaCl + H 2 O Oksida asam + Basa  Garam + Air SO 3 + 2KOH  K 2 SO 4 + H 2 O Oksida asam + Oksida basa  Garam CO 2 + Na 2 O  Na 2 CO 3 Asam + Oksida basa  Garam + Air 2HCl + K 2 O  2KCl + H 2 O

35 BackNextHome  Titrasi adalah cara menentukan konsentrasi suatu zat terlarut dengan menambah jumlah larutan standar yang diketahui konsentrasinya.  Titik akhir titrasi merupakan titik di mana pada titik tersebut indikator yang digunakan dalam titrasi mulai berubah warna.  Titik ekivalen adalah titik di mana pada titik tersebut mol H + sama dengan mol OH – yang ditunjukkan dengan nilai pH. Asam yang tidak diketahui konsentrasinya Basa yang diketahui konsentrasinya

36 BackNextHome  Titik ekuivalen tercapai ketika pH larutan = 7.  Contoh: Titrasi asam-basa dari 25 cm 3 larutan HCl 0,1 M oleh larutan NaOH 0,1 M. Data Titrasi Kurva Titrasi

37 BackNextHome  Titik ekuivalen tercapai ketika pH larutan > 7.  Contoh: Titrasi asam-basa dari 25 cm 3 larutan CH 3 COOH 0,1 M oleh larutan NaOH 0,1 M. Data Titrasi Kurva Titrasi

38 BackNextHome  Titrasi asam-basa dapat digunakan untuk menentukan besaran- besaran yang belum diketahui dari larutan yang dititrasi, misalnya konsentrasi dan pH.  Langkah-langkah perhitungan titrasi asam-basa: (1)Tuliskan persamaan kimia yang setimbang untuk reaksi tersebut. (2)Ambil semua informasi yang relevan dari masalah yang ditanyakan. (3)Periksa bahwa semua data konsistensi, misalnya satuan konsentrasi umumnya M atau mol L –1 tetapi volume seringkali diberikan dalam mL sehingga harus diubah menjadi L. (4)Hitung jumlah mol pereaksi (n) dengan menggunakan rumus n = M × V.

39 BackNextHome (5) Dari persamaan reaksi kimia yang setimbang cari perbandingan mol pereaksi yang diketahui : pereaksi yang tidak diketahui. (6) Gunakan perbandingan mol tersebut untuk menghitung mol pereaksi yang tidak diketahui. (7) Dari volume pereaksi yang tidak diketahui (V) dan mol yang dihitung sebelumnya (n), hitung konsentrasinya (M); M = n : V. 30 mL larutan NaOH 0,1 M menetralkan 25 mL asam klorida. Tentukan konsentrasi asam tersebut! Contoh Soal

40 BackNextHome Penyelesaian Persamaan kimia yang setimbang NaOH (aq) + HCl (aq)  NaCl (aq) + H 2 O (l) Informasi yang relevan dari pertanyaan V NaOH = 30 mL = 30 × 10 –3 mLM NaOH = 0,1 M V HCl = 25 mL = 25 × 10 –3 mL M HCl = ? Menghitung mol NaOH n NaOH = M × V = 0,1 × 30 ×10 –3 = 3 × 10 –3 mol Perbandingan mol NaOH : HCl = 1 : 1, sehingga n NaOH = n HCl = 3 × 10 –3 mol Menghitung konsentrasi HCl M = n HCl : V HCl = (3 × 10 –3 mol) : (25 × 10 –3 L) = 0,12 M Cara Singkat: Jadi, konsentrasi HCl adalah 0,12 M.

41 BackNextHome E. Stoikiometri Larutan Asam dan basa merupakan zat elektrolit. Reaksi Elektrolit Reaksi Pendesakan Logam Reaksi Pendesakan Logam Reaksi Metatesis (Dekomposisi Rangkap)

42 BackNextHome Alessandro Giuseppe Volta (1745 – 1827) Deret Volta: K – Ba – Ca – Na – Mg – Al – Mn – Zn – Cr – Fe – Cd – Co – Ni – Sn – Pb – (H) – Cu – Hg – Ag – Pt – Au  Semakin ke kiri, semakin kuat sifat reduktor unsur tersebut.  Unsur yang lebih kiri dalam deret Volta dapat mendesak unsur yang lebih kanan melalui reaksi redoks.  Reaksi ini dinamakan reaksi pendesakan logam.

43 Logam terletak di sebelah kiri logam pada garam dalam deret Volta. Contoh: Cu + 2AgNO 3  Cu(NO 3 ) 2 + 2Ag Logam terletak di sebelah kiri H dalam deret Volta. Contoh: Zn + 2HCl  ZnCl 2 + H 2 BackNextHome Reaksi Pendesakan Logam Reaksi Pendesakan Logam Logam + Asam  Garam + H 2 Logam + Garam  Garam + Logam Zn HCl

44 BackNextHome  Reaksi metatesis (dekomposisi rangkap) adalah reaksi kimia yang di dalamnya dua buah senyawa menukar satu atau lebih komponennya sehingga terbentuk dua buah senyawa baru.  Hasil reaksi metatesis berupa endapan atau gas. Garam + Garam  Garam + Garam 2KI+ Pb(NO 3 ) 2  PbI 2 + 2KNO 3 Garam + Garam  Garam + Garam 2KI+ Pb(NO 3 ) 2  PbI 2 + 2KNO 3

45 BackNextHome Garam + Asam  Garam + Asam NaBr + H 2 SO 4  NaHSO 4 + HBr Garam + Asam  Garam + Asam NaBr + H 2 SO 4  NaHSO 4 + HBr Garam + Basa  Garam + Basa CuSO 4 + 2NaOH  Cu(OH) 2 + Na 2 SO 4 Garam + Basa  Garam + Basa CuSO 4 + 2NaOH  Cu(OH) 2 + Na 2 SO 4

46 BackNextHome Daftar kelarutan elektrolit dalam airLarut Tidak Larut Semua asam Basa: NaOH, KOH, NH 4 OH, Ba(OH) 2, Ca(OH) 2 Sebagian besar basa Semua garam K +, Na +, NH 4 +, NO 3 –, CH 3 COO –, ClO 3 –, ClO 2 –, ClO 4 –, ClO –, BrO 3 –, IO 3 – Umumnya garam CO 3 2–, CrO 4 2–, PO 4 3–, dan NO 2 – Umumnya garam F – dan SO 4 2– Garam MgF 2, CaF 2, BaF 2, BaSO 4, PbSO 4, dan Ag 2 SO 4 Garam Na 2 S, K 2 S, (NH 4 ) 2 S, MgS, CaS, dan BaS Umumnya garam-garam S 2– Umumnya garam Cl –, Br –, dan I – Garam AgCl, PbCl 2, Hg 2 Cl 2, AgBr, PbBr 2, Pb 2 Br 2, AgI, PbI 2, dan Hg 2 I 2

47 BackNextHome F. Teori Asam Basa  Pengertian asam dan basa menurut Arrhenius hanya terbatas pada larutnya zat -zat tersebut di dalam air.  Beberapa senyawa asam maupun basa dapat langsung bereaksi dengan zat lain tanpa dilarutkan di dalam air. Contoh: gas amonia (NH 3 ) dapat langsung bereaksi dengan asam klorida (HCl) yang menghasilkan amonium klorida (NH 4 Cl) tanpa dilarutkan di dalam air.  Beberapa ilmuwan kemudian mengembangkan teori asam basa, yaitu teori Bronsted-Lowry dan teori Lewis.

48 BackNextHome Johanes Nicolaus Bronsted (1879–1947) Thomas Martin Lowry (1874–1936) Asam adalah zat yang memberikan ion H + (donor proton). Asam adalah zat yang memberikan ion H + (donor proton). Basa adalah zat yang menerima ion H + (akseptor proton). Basa adalah zat yang menerima ion H + (akseptor proton).

49 BackNextHome  Jika suatu asam memberikan ion H +, maka sisanya merupakan basa konjugasi.  Jika suatu basa menerima ion H +, maka zat yang terbentuk merupakan asam konjugasi. H 2 SO 4(l) + H 2 O (l)  H 3 O + (aq) + HSO 4 – (aq) Contoh asambasa konjugasi basaasam konjugasi

50 BackNextHome Gilbert Newton Lewis ( ) Asam adalah zat yang dapat menerima pasangan elektron. Basa adalah zat yang memberikan pasangan elektron Contoh: Dalam reaksi antara ion H + dengan ion OH – membentuk H 2 O, maka menurut Lewis H + merupakan asam dan OH – merupakan basa. Alasannya: H + menerima pasangan elektron yang diberikan oleh OH –.


Download ppt "Next. 4.1Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan. 4.2Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google