Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAB III WIRAUSAHA, MANAJER DAN KARYAWAN 1. Memahami kewirausahaan dan peluang-peluan g wirausaha 2. Mengidentifikasikan tiga jenis pengusahga 3. Menjelkaskan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAB III WIRAUSAHA, MANAJER DAN KARYAWAN 1. Memahami kewirausahaan dan peluang-peluan g wirausaha 2. Mengidentifikasikan tiga jenis pengusahga 3. Menjelkaskan."— Transcript presentasi:

1 BAB III WIRAUSAHA, MANAJER DAN KARYAWAN 1. Memahami kewirausahaan dan peluang-peluan g wirausaha 2. Mengidentifikasikan tiga jenis pengusahga 3. Menjelkaskan mengapa orang memilih menjadi pengusaha 4. Mwengidentuifikasikan karateristik pribadin dari seorang pengusaha yang berhasi. 5. Membahas proses pendirian usaha baru.

2 PENGUSAHA (Entrepreneur) Boone & Kurtz (2002:217) pengusaha (entrepreneur) adalah orang yang mencari peluang yg mengun- tungkan dan mengambil resiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis. Boone & Kurtz (2002:217) pengusaha (entrepreneur) adalah orang yang mencari peluang yg mengun- tungkan dan mengambil resiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis. Nickels et.al.(2009:4) pengusaha (entrepreneur) adalah orang yang mempertatuhkan waktu dan uang untuk memulai dan mengelola sebuah bisnis. Nickels et.al.(2009:4) pengusaha (entrepreneur) adalah orang yang mempertatuhkan waktu dan uang untuk memulai dan mengelola sebuah bisnis.

3 Pemilik Bisnis Kecil Bukan Pengusaha Boone & Kurtz (2002:217),”menyamakan antara pemilik bisnis kecil dengan pengusaha adalah tidak tepat, dimana yg pertama mencari laba, sedangkan yang kedua bermaksud membuat perusahaan dpt memberikan kesejahteraan bagi si pengusaha dan investor”. Boone & Kurtz (2002:217),”menyamakan antara pemilik bisnis kecil dengan pengusaha adalah tidak tepat, dimana yg pertama mencari laba, sedangkan yang kedua bermaksud membuat perusahaan dpt memberikan kesejahteraan bagi si pengusaha dan investor”. Kategori bisnis kecil Kategori bisnis kecil sektor informal,usaha kecil yang tidak memiliki tempat operasi secara permanen. Misal; PK5, pedagang keliling sektor informal,usaha kecil yang tidak memiliki tempat operasi secara permanen. Misal; PK5, pedagang keliling Sektor marginal, usaha yang bersifat individual yang tidak mengharapkan tumbuh menjadi usaha besar.Sektor marginal, usaha yang bersifat individual yang tidak mengharapkan tumbuh menjadi usaha besar. Usaha profesional, usaha yang beroperasi secara perorangan.misal; dokter, arsitak, penasehat hukum dllUsaha profesional, usaha yang beroperasi secara perorangan.misal; dokter, arsitak, penasehat hukum dll Usaha potensi tumbuh, usaha kecil yang memiliki potensi tumbuh.Usaha potensi tumbuh, usaha kecil yang memiliki potensi tumbuh.

4 Pengusaha vs Manajer Manajer adalah karyawan yang mengarahkan para bawahannya agar sasaran perusahaan tercapai. Pengusaha adalah pemilik perusahaan dan memilki sasaran sendiri, di luar sasaran perusahaan. Manajer adalah karyawan yang mengarahkan para bawahannya agar sasaran perusahaan tercapai. Pengusaha adalah pemilik perusahaan dan memilki sasaran sendiri, di luar sasaran perusahaan. Manajer menggunkan sumber daya perusahaan, seperti karyawan, uang, peralatan, dan fasilitas. Pengusaha mencari dan mengelola berbagai sumber daya yang dibutuhkan dalam memulai suatu bisnis. Manajer menggunkan sumber daya perusahaan, seperti karyawan, uang, peralatan, dan fasilitas. Pengusaha mencari dan mengelola berbagai sumber daya yang dibutuhkan dalam memulai suatu bisnis.

5 UNSUR KEWIRAUSAHAAN Wirausaha mencakup beberapa unsur penting yang saling terkait, bersinergi, dan tidak terlepas satu sama lain yaitu: Wirausaha mencakup beberapa unsur penting yang saling terkait, bersinergi, dan tidak terlepas satu sama lain yaitu: 1.Unsur daya pikir (kognitif), unsur ini mencerminkan tingkat penalaran, pemikiran yang menjadi sumber dan awal temuan kreatif seseorang. 2.Unsur keterampilan (psikomotoriki). Keterampilan merupakan tindakan raga untuk melakukan suatu kerja misalnya keterampilan dalam mengelola keuangan, operasi, pemasaran dsb. 3.Unsur sikap mental (afektif). Sikap mental pada hakekatnya buah dari suatu keyakinan untuk maju. Misalnya langsung dikerjakan, tanggap, jujur dan bertanggung jawab, disiplin teliti, pantang menyerah 4.Unsur kewaspadaan atau intuisi. Intuisi juga dikenal feeling adalah sesuatu yang abstrak, sulit digambarkan namun acapkali menjadi kenyaan bila dirasakan serta diyakini benar dan lalu diusahakan.

6 Gambar 3.1 Karakteristik Pengusahasa Kepribadian Pengusaha visi Tingkat Energi Tinggi Keinginan utk Berhasil Percaya Diri & Optimisme Toleransi thd ketidakpastian Kreativitas Toleransi thd kegagalan Pengendalian internal yg baik Sumber: Sumber: Boone & Kurtz. Pengantar Bisnis Jilid I h.227

7 ALASAN MENJADI PENGUSAHA Boone & Kurtz (2002:217) alasan memilih bidang kewirausahaan sebagai jalur karier; Boone & Kurtz (2002:217) alasan memilih bidang kewirausahaan sebagai jalur karier; 1.Keinginan untuk menjadi bos bagi diri sendiri 2.Kesuksesan keuangan, sulit untuk menjadi kaya bila bekerja dengan orang lain. 3.Rasa aman dalam bekerja, bebas dari ketakutan ancaman PHK. 4.Kualitas hidup yang lebih baik. Nickels et. al. (2009:6) Kualitas hidup merujuk pada kesejah- teraan masyarakat secara umum dalam hal kebebasan, ling- kungan hidup alami, pendidikan, kesehatan, keamanan, waktu luang, dan segala sesuatu yang menuju pada kepuasan dan kesenangan Nickels et. al. (2009:6) Kualitas hidup merujuk pada kesejah- teraan masyarakat secara umum dalam hal kebebasan, ling- kungan hidup alami, pendidikan, kesehatan, keamanan, waktu luang, dan segala sesuatu yang menuju pada kepuasan dan kesenangan

8 Gambar 3.1. Peluang Untuk Pengusaha Globalisasi bisnis menciptakan peluang bagi pengusaha Dapat memasarkan produk nya ke luar negeri Menjalin kerjasama dg pengusaha lain di luar negeri. Pendikan kewiraswastaan terus berkembang. Kewiraswastaan menjadi kuriulum di perguruan tinggi Kursus kewiraswastaan muncul dalam berbagai pola Teknologi I. membantu peng- usaha untuk bekerja dengan cepat dan efisien. Memberikan pelayanan konsumen yang seutuhnya Meningkatkan citra profesional Kecenderungan demografi dan perek. mencptakan peluang bagi pengusaha utk memasarkan produk dan jasa mereka

9 TAHAP-TAHAP KEWIRAUSAHAAN 1. Tahap memulai, tahap ini di diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan 2. Tahap melaksanakan usaha, yaitu tahap wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, seperti: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, dsb. 3. Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindak lanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi 4. Mengembangkan usaha, tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

10 6-10 Gambar 3.2 Pengaruh Pengusaha Terhadap Perekonomian Pengusaha mencip- takan produk baru, membangun industri baru, dan membawa napas segar bagi industri lama Pengusaha merupa- kan sumber lapangan kerja baru yang sangat penting Kewirausahaan menawarkan peluang bagi kaum wanita dan golongan minoritas, dimana mereka sering kali tersisihkan dari kesempatan mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi di perusahaan

11 MEMULAI USAHA BARU Memilih ide bisnis. Memilih ide bisnis. 1.Menemukan sesuatu yang sangat disukai dan baik untuk dilaksanakan 2.Menentukan apakah ide yang ada memenuhi kebutuhan pasar Membeli bisnis yang telah berjalan, Membeli bisnis yang telah berjalan, Keuntungannya; karyawan sdh terbiasa melayani bergam konsumen dan berhubungan dengan pemasok yang telah dikenal, produk dan jasa sdh dikenal, serta ijin dan pendaftan sdh ada.Keuntungannya; karyawan sdh terbiasa melayani bergam konsumen dan berhubungan dengan pemasok yang telah dikenal, produk dan jasa sdh dikenal, serta ijin dan pendaftan sdh ada. Membeli hak waralaba Membeli hak waralaba Franchisee harus menganilisis kondisi franchisor scr hati-hati dan kemaqmpuan memberikan dukungan.Franchisee harus menganilisis kondisi franchisor scr hati-hati dan kemaqmpuan memberikan dukungan.

12 Manajemen puncak (top managerment – TM) Manajer yang bertanggungjawab atas keseluruhan organisasi. Mereka mene-tapkan visi, misi, kebijakan operasional dan menuntun interaksi organisasi dengan lingkungannya. Sebutan spesifik manajemen puncak adalah Kepala Eksekutif (CEO), Direktur, Presiden dsb. 2. Manajemen menengah (middle management - MM) Dapat terdiri dari beberapa tingkatan dalam organisasi. Mereka membawahkan sejumlah manajer lain dan bertanggung jawab dalam melaksanakan strategi, kebijakan, dan keputusan yang diambil oleh top manajer. Disebut juga manajer departemen, kepala pengawas (superintendents) 3. Manajer tingkat bawah (lower manager – LM) Tingkatan yang terendah dalam hierarkhi organisasi, yang langsung membawahkan (mengepalai) tenaga/karyawan operasional. Dalam praktek manajer lini pertama ini sering disebut supervisor, mandor, penyelia, Kepala Sub Bagian. TINGKATAN MANAJER Manajer adalah mereka-mereka yang melaksanakan fungsi-fungsi manajemen. Menurut hirarkhinya manajer dibagi tiga macam

13 Jenis Keterampilan Manajerial (Managerial Skills) Ketrampilan tekhnis (technical skills - TS) Ketrampilan tekhnis (technical skills - TS) Ketrampilan ini berhubungan dengan kemampuan mengguna-kan alat, cara, dan prosedur kerja di bidang spesifik sesuai dengan bidang kerjanya. Ketrampilan ini berhubungan dengan kemampuan mengguna-kan alat, cara, dan prosedur kerja di bidang spesifik sesuai dengan bidang kerjanya. Ketrampilan hubungan manusiawi (human skills – HS) Ketrampilan hubungan manusiawi (human skills – HS) Yaitu kemampuan membangun dan mengembangkan kerja sama dengan orang lain, misalnya kemampuan berkomunikasi, mempengaruhi, dan memotivasi orang lain. Yaitu kemampuan membangun dan mengembangkan kerja sama dengan orang lain, misalnya kemampuan berkomunikasi, mempengaruhi, dan memotivasi orang lain. Ketrampilan konseptual (Conceptual skill – CS) Ketrampilan konseptual (Conceptual skill – CS) Yaitu kemampuan mental untuk mengkoordinasikan dan mema-dukan berbagai kegiatan, kepentingan, tujuan yang berbeda-beda, dan kemampuan melihat organisasi sebagai keseluruhan Yaitu kemampuan mental untuk mengkoordinasikan dan mema-dukan berbagai kegiatan, kepentingan, tujuan yang berbeda-beda, dan kemampuan melihat organisasi sebagai keseluruhan 5-13

14 Yatidak 1Apakakah anda anak pertama? 2Apakah anda termasuk siswa berprestasi? 3Apakah anda terlibat dalam kegiatan ekstra kurikuler? 4Sebagai generasi muda apakah anda suka menyendiri? 5Pada masa kanak-2 pernah berjualan, permen, koran dsb? 6Apakah anda anak yang bandel? 7Apakah anda anak yang hati-hati dalam setiap kegiatan? 8Khawatirkan anda dgn apa yg dikatakan orang thd anda? 9Apakah anda bosan dengan rutinitas setiap hari? 10Bersediakah anda menginvestasikan tabungan anda dgn resiko kehilangan seluruh uang anda? 11Bila bisnis anda gagal, apakak anda segera menjalankan bisnis lainnya? 12Apakah anda seorang yang optimis?

15 Jumlah total skor anda;  Jika skor anda 20 atau lebih, anda memiliki tendesi kuat menjadi pengusaha sukses.  Jika skor anda antara 10 – 19 menunjukkan anda punya kemungkinan berhasil sebagai pengusaha  Jika skor anda antara 0-09 kemungkinan kecil untuk berhasil;  Jika skor minus jangan jadi pengusaha karena anda bukan tipe pengusaha.

16


Download ppt "BAB III WIRAUSAHA, MANAJER DAN KARYAWAN 1. Memahami kewirausahaan dan peluang-peluan g wirausaha 2. Mengidentifikasikan tiga jenis pengusahga 3. Menjelkaskan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google