Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MANAJEMEN OPERASI PROGRAM S1 MANAJEMEN 2009 Bacaan utama: 1. Pangestu Subagyo, Manajemen Operasi BPFE, Yogyakarta. 2. Roberta S Russell Bernard W Taylor.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MANAJEMEN OPERASI PROGRAM S1 MANAJEMEN 2009 Bacaan utama: 1. Pangestu Subagyo, Manajemen Operasi BPFE, Yogyakarta. 2. Roberta S Russell Bernard W Taylor."— Transcript presentasi:

1

2 MANAJEMEN OPERASI PROGRAM S1 MANAJEMEN 2009

3 Bacaan utama: 1. Pangestu Subagyo, Manajemen Operasi BPFE, Yogyakarta. 2. Roberta S Russell Bernard W Taylor III OPERATIONS MANAGEMENT Multi Media Version, Third Edition Prentice Hall, 2000

4 Tambahan: 1.Mark D Hanna, W Rocky Newman, Integrated Operations Management and Adding Value for Customers, Prentice Hall Inc., USA, Lee J. Krajewski, Larry P. Ritzman, Manoj K. Malhotra, Operations Management, Process and Value Chains, Pearson Prentice Hall, eight edition, 2007.

5 BAGIAN 1 STRATEGI SISTEM PRODUKSI

6 1 INTRODUKSI

7 BISNIS Upaya yang terorganisir dari individu maupun lembaga untuk memproduksi dan/atau menjual produk (barang/jasa) yang diperlukan masyarakat guna mendapatkan keuntungan

8 KEGIATAN BISNIS SDFINANSIAL SDMATERIALSDMANUSIA SD INFORMASI KEGIATANBISNIS

9 PENGERTIAN MO PRODUKSI kreasi/pembuatan produk guna memperoleh nilai tambah MANAJEMEN OPERASI set aktivitas untuk memperoleh nilai tambah produk melalui transformasi input menjadi output

10 MATERIALKARYAWANPERALATAN BARANGJASA PROSES KONVERSI FUNGSI OPERASI

11 BARANG VS. JASA Dapat dijual kembali Dapat dijual kembali Dapat disimpan Dapat disimpan Kualitas mudah diukur Kualitas mudah diukur Produksi & pen- jualan terpisah Produksi & pen- jualan terpisah Tak dapat dijual kembali Tak dapat dijual kembali Tak dapat disimpan Tak dapat disimpan Kualitas susah diukur Kualitas susah diukur Produksi & pen- jualan menyatu Produksi & pen- jualan menyatu BARANGJASA

12 BARANG VS. JASA, lanjutan Bisa dikirim Bisa dikirim Tempat fasilitas penting untuk biaya Tempat fasilitas penting untuk biaya Automasi mudah Automasi mudah Produk berujud Produk berujud Bisa disediakan Bisa disediakan Tempat fasilitas penting untuk kontak pelanggan Tempat fasilitas penting untuk kontak pelanggan Automasi sulit Automasi sulit Produk tak berujud Produk tak berujud BARANGJASA

13 PRODUKTIVITAS SERING RANCU DENGAN KONSEP PRODUKSI UKURAN SESUATU YANG DAPAT DICAPAI

14 PERBANDINGAN ANTARA OUTPUT DAN INPUTNYA PRODUKTIVITAS = OUTPUT : INPUT OUTPUT PER PERIODE UNIT MATERIAL 500 UNIT TKL 800 JAM PRODUKTIVITAS MATERIAL 2/U PRODUKTIVITAS TKL 1,25/JAM

15 PERBANDINGAN ANTARA AKTUAL DAN NORMATIF

16 PROBLEM PENGUKURAN Kualitas mungkin berubah sementara kuantitas tetap Kualitas mungkin berubah sementara kuantitas tetap Unsur eksternal bisa jadi penyebab kenaikan/penurunan produktivitas Unsur eksternal bisa jadi penyebab kenaikan/penurunan produktivitas Unit presisi dari pengukuran mungkin tidak terpenuhi Unit presisi dari pengukuran mungkin tidak terpenuhi

17 Variabel Produktivitas Tenaga kerja, penyumbang sekitar 10% kenaikan tahunan Tenaga kerja, penyumbang sekitar 10% kenaikan tahunan Modal, penyumbang sekitar 32% kenaikan tahunan Modal, penyumbang sekitar 32% kenaikan tahunan Manajemen, penyumbang sekitar 52% kenaikan tahunan Manajemen, penyumbang sekitar 52% kenaikan tahunan

18 Variabel kunci peningkatan produktivitas tenaga kerja Pendidikan yang cukup Pendidikan yang cukup Prasarana (sosial) yang cukup Prasarana (sosial) yang cukup Peningkatan kemampuan (skill) terkait dengan perubahan teknologi Peningkatan kemampuan (skill) terkait dengan perubahan teknologi

19 Produktivitas Servis Biasanya padat TK Biasanya padat TK Sering diproses individual Sering diproses individual Kadang diperlukan profesioal untuk melaksanakannya Kadang diperlukan profesioal untuk melaksanakannya Kadang sulit dimekanisasi Kadang sulit dimekanisasi Evaluasi kualitas tidak mudah Evaluasi kualitas tidak mudah

20 2 STRATEGI OPERASI

21 TANTANGAN MO Fokus lokal atau nasionalFokus lokal atau nasional Pengiriman kelompokPengiriman kelompok Pembelian termurahPembelian termurah Pengembangan produk lamaPengembangan produk lama Produk standarProduk standar Spesialisasi jobSpesialisasi job Fokus globalFokus global Just-in-timeJust-in-time Patner rantai pasokanPatner rantai pasokan Pengembangan produk cepat, kerja samaPengembangan produk cepat, kerja sama Kustomisasi massaKustomisasi massa Kerja tim, pember- dayaan karyawanKerja tim, pember- dayaan karyawan DAHULU SEKARANG DAHULU SEKARANG

22 Alasan Operasi Global Pengurangan biaya (TKL, dsb)Pengurangan biaya (TKL, dsb) Peningkatan rantai pasokanPeningkatan rantai pasokan Memperoleh produk lebih baikMemperoleh produk lebih baik Mendapat pasar baruMendapat pasar baru Peningkatan operasionalPeningkatan operasional Menjawab tantangan globalMenjawab tantangan global TangibleIntangible

23 Operasi Global Bisnis Internasional Bisnis Internasional – transaksi lintas batas Bisnis Multinasional Bisnis Multinasional – fasilitas bisnis di lebih dari satu negara Bisnis Global Bisnis Global – operasi terintegrasi dari beberapa negara dan melihat dunia sebagai pasar tunggal Bisnis transnational Bisnis transnational – mencari kombinasi dari benefit efisiensi skala global dengan benefit pertanggung- jawaban lokal

24 Pencapaian Operasi Global 4 pertimbangan Desain produk global Desain produk global Desain proses & teknologi global Desain proses & teknologi global Analisis lokasi pabrik global Analisis lokasi pabrik global Perhatikan etika dan budaya Perhatikan etika dan budaya

25 VISI Gambaran kondisi organisasi bisnis pada waktu yang akan datang

26 MISI Apakah yang ingin dilakukan oleh organisasi bisnis dan bagaimana organisasi bisnis tersebut menyusun perencanaan untuk melaksanakan apa yang ingin dilakukannya

27 STRATEGI Bagaimana kita akan mencapai ke sana (visi)

28 FORMULASI STRATEGI - D- D- D- DEFINISIKAN TUGAS UTAMA - P- P- P- PENILAIAN KOMPETENSI INTI - T- T- T- TENTUKAN: ORDER QUALIFIER dan ORDER WINNER

29 KEUNGGULAN KOMPETITIF MELALUI MANAJEMEN OPERASI: - D- D- D- DIFERENSIASI - K- K- K- KUALITAS - F- F- F- FLEKSIBILITAS - BIAYA RENDAH - KECEPATAN RESPON

30 3 MANAJEMEN KUALITAS

31 DEFINISI KUALITAS Fitur dan karakteristik produk yang mempengaruhi kepuasan pelanggan, cocok untuk digunakan Pengguna: Apa kata pelanggan Produsen: Sejauh mana produk sesuai dengan spesifikasi desain Produk: Peringkat karakteristik produk yang terukur

32 Dimensi kualitas barang: Performance Features: ciri utama, keistimewan Reliability, bekerja sesuai ketentuan, waktu dll Conformance: sesuai standar Durability: umur ekonomis Srvieability Aesthetics: tampak, perasaan, suara,bau, rasa Safety Persepsi lain, a.l. misal karena merk, advertensi

33 Dimensi kualitas jasa: Tume & timeliness: waktu tunggu,wakti pelayanan, cepat? Completeness: yang diminta customer siap, ada? Courtesy: pelayanan menghormati, sopan nyaman, sopan, sikapnya baik Consistency: service selalu baik? Accessibility dan convenience: mudah dicari/ dihubungi? Accuracy:teliti: pelayanannya cermat Responsiveness: tanggapan perusahaan setiap customer ada masalah, menanggapi keluhan

34 PENDEKATAN KUALITAS PENDEKATAN BAHAN BAKU PENDEKATAN PROSES PENDEKATAN PRODUK AKHIR

35 EVOLUSI MANAJEMEN KUALITAS Operator Mandor Inspektur Pengendalian Kualitas Statistikal (SQC) Total Quality Control (TQC) Total Quality Management (TQM)

36 AKTIVITAS MANAJEMEN KUALITAS – Desain Kualitas – Pengendalian Kualitas TEKNOLOGI, SDM, DAN ORGANISASI KUALITAS JASA – Analisis Gap (analisis perbedaan antara harapan pelanggan dan kenyataan yang diterima pelanggan)

37 BIAYA KUALITAS PREVENTION COST APPRAISAL COST INTERNAL FAILURE COST EXTERNAL FAILURE COST

38 PREVENTION COST Biaya perencanaan kualitas Biaya desain produk Biaya Pemrosesan Biaya training karyawan Biaya informasi

39 APPRAISAL COST Biaya inspeksi Biaya pengetesan Biaya peralatan pengetesan Biaya operator

40 INTERNAL FAILURE COST Biaya avfal Biaya pengerjaan kembali Biaya kegagalan proses Biaya waktu perbaikan Biaya penurunan kualitas

41 EXTERNAL FAILURE COST Biaya komplain pelanggan Biaya pengembalian produk Biaya klaim garansi Biaya liabilitas Biaya kehilangan pelanggan

42 BIAYA KUALITAS Kualitas (100%) Biaya Biaya Pencegahan Total Biaya Kualitas Biaya Kegagalan Kondisi Optimal Biaya Minimal

43 PENGUKURAN & PELAPORAN BIAYA KUALITAS Gunakan index pengukuran biaya kualitas Index TKL Index biaya Index penjualan Index produksi

44 DATA BIAYA KUALITAS Prev. Cost 800 1,300 3,500 6,780 10,000 App. Cost 1,100 2,750 4,150 8,800 12,400 Int. F. Cost 9,800 6,550 3,000 2,400 1,200 Ext. F. Cost 9,900 7,100 4,100 2, Total BK 21,600 17,700 14,750 20,230 24,500

45 PROPORSI BIAYA KUALITAS Prev. Cost 3.70%7.34%23.73%33.51%40.82% App. Cost 5.09%15.54%28.14%43.50%50.61% Int. F. Cost 45.37%37.01%20.34%11.86%4.90% Ext. F. Cost 45.83%40.11%27.80%11.12%3.67% Total BK 100%

46 INDEX BIAYA KUALITAS Penjualan 59,200 91,200 94,400 97,600 99,200 HP Produksi 37,000 57,000 59,000 61,000 62,000 Total BK 21,600 17,700 14,750 20,230 24,500 QSI 36.49%19.41%15.63%20.73%24.70% QMI 58.38%31.05%25.00%33.16%39.52%

47 IDENTIFIKASI PROBLEM KUALITAS: DISTRIBUSI PARETO

48 IDENTIFIKASI PROBLEM KUALITAS: DIAGRAM SEBAB AKIBAT MGT MAT DLLMSNTEK TKL PRODUK RUSAK

49 FENOMENA MANAJEMEN KUALITAS: Q vs. q Q: orientasi proses q: orientasi output

50 4 SQC

51 Mengukur kinerja proses Menggunakan model mathematis (statistik) Meliputi pengumpulan, organisasi, dan interpetasi data Tujuan; memperoleh sinyal statistikal ketika terdapat penyimpangan Penggunaan: – Kendali proses produksi – Pemeriksaan sampel produk Statistical Process Control (SPC)

52 SQC Process Control Acceptance Sampling VariablesAttributes Pengendalian Kualitas Statistikal

53 Prosedur Peta Kendali 1.Ambil 25 s/d 30 sampel (n=4 atau 5) dari proses yang stabil dan hitung rata-ratanya 2.Hitung rata-rata total, tentukan batas kendali dan hitung batas atas dan bawah. 3.Gambarkan (peta kendali) dan tentukan apakah ada yang berada di luar kendali 4.Teliti pola penyimpangannya dan cari penyebabnya 5.Tambahkan sampel dan lihat lagi peta kendali yang baru

54 Peta kendali tipe variabel. Skala interval atau rasio dari data numerik Menunjukkan kisar sampel sepanjang waktu (Perbedaan antara nilai terkecil dan terbesar) Memonitor variabilitas dalam proses Contoh: Menghitung kisar sampel berat produk (kopi, deterjen, dsb) R Chart

55 Peta kendali tipe atribut. Skala kate- gorial (bagus – jelek; normal – cacat) Menunjukkan % dari produk rusak Contoh: Menghitung proporsi produk rusak (kursi, mobil, dsb) p Chart

56 Peta kendali tipe atribut dengan data kuantitatif berbeda Menunjukkan jumlah unit yang tidak diterima (misal kursi, mobil, dsb) Contoh: Jumlah rusak (cacat) untuk setiap unit produk dari sejumlah sampel c Chart

57 PEMILHAN PETA KENDALI X dan R chart: – Observasi untuk variabel – X chart untuk mean, R chart untuk range P Chart: – Observasi untuk atribut yang dapat dikategorikan menjadi dua kondisi – Proporsi atau persen kerusakan C-Chart: – Observasi untuk atribut yang menghitung kerusakan per unit – Contoh serat pecah pada kursi kayu, dsb

58 Persetujuan antara pembeli dan penjual Prosedur pemeriksaan bahan atau barang Identifikasi: tipe sampel, besar sampel, dan kriteria diterima atau ditolak Langkah operasional – Ambil sampel secara random dari sebuah lot atau kelompok produk – Teliti setiap aspek dari sampel tersebut – Kelompok akan diterima/ditolak berdasar hasil penelitian sampel Acceptance Sampling

59 Acceptable quality level (AQL) – Level kualitas untuk lot baik – Produsen (pemasok) keberatan bila lot dengan kerusakan lebih kecil dari AQL ditolak Lot tolerance percent defective (LTPD) – Level kualitas dari lot jelek – Konsumen (pembeli) keberatan bila lot dengan kerusakan lebih besar dari LPTD diterima AQL & LTPD

60 Resiko Producen (  ) –Probabilitas ditolaknya lot bagus Resiko Konsumen (ß) –Probabilitas diterimanya lot jelek Resiko Produsen & Konsumen

61 BAGIAN 2 DESAIN SISTEM PRODUKSI

62 5 DESAIN PRODUK

63 PRODUK ? OUTPUT YANG MEMPUNYAI FITUR DAN BENEFIT

64 FITUR PRODUK: KUALITAS YANG MELEKAT PADA PRODUK BENEFIT PRODUK: SESUATU YANG DIPEROLEH MELALUI PRODUK

65 produk ideakemasan fiturbenefitjaminanservis nama Komponen Produk

66 PETA PERSEPTUAL Metoda untuk melihat perbandingan persepsi pelanggan terhadap barang/jasa yang berbeda secara visual

67 Rasa Rasa +++ Nutrisi +++ Nutrisi   

68 Menawarkan alat pemuas Contoh – P&G tidak menjual deterjen – P&G menjual benefit baju yang bersih Pelanggan membeli kepuasan (yang diperoleh melalui produk), bukan produknya sendiri Bisa berujud barang, bisa jasa Produk yang dijual?

69 PEMBANGKITAN DAN PENGEMBANGAN IDEA Penelitian Murni dan Terapan Penelitian Produk dan Proses Penciptaan/Peniruan Produk

70 STUDI KELAYAKAN Studi tentang analisis kelayakan teknis, ekonomis, dan komersial (pemasaran dan keuangan)

71 DEFINISI PRODUK Analisis trade-off faktor produk Penentuan fitur produk Penentuan benefit produk

72 DESAIN AWAL – Desain Bentuk esain Fungsi – Reliabilitas – Maintainabilitas DESAIN FINAL – Spesifikasi dan gambar rinci – Perencanaan proses – pertimbangan PLC dan MLC

73 DESAIN UNTUK MANUFAKTUR – Simplifikasi tandarisasi – Modularisasi – Perakitan – Analisis model dan efek kegagalan (fault model and effect analysis/FMEA) nalisis nilai

74 DESAIN SERVIS – Konsistensi – Ramah pengguna obust – Mudah dilaksanakan udah dicerna pelanggan – Biaya efektif – Jejaring efektif ( front & back office)

75 Quality Function Deployment Penentuan apa saja yang dapat memuaskan pelanggan Terjemahkan ke dalam desain (teknikal) produk

76

77 PRODUCT LIFE CYCLE Pertumbuhan Penurunan Waktu Penjualan Introduksi Maturitas

78 MACHINE LIFE CYCLE Produksi normal Pemberhentian Waktu Percobaan

79 PLC dan MLC Waktu Produksi/ Penjualan

80 PLC dan MLC JANGKA PANJANG Waktu Produksi/ Penjualan

81 6 PERENCANAAN DAN ANALISIS PROSES

82 STRATEGI PROSES PENENTUAN BAGAIMANA PROSES PEMBUATAN BARANG ATAU PENYEDIAAN JASAPENENTUAN BAGAIMANA PROSES PEMBUATAN BARANG ATAU PENYEDIAAN JASA TUJUANTUJUAN – PEMENUHAN KEINGINAN KONSUMEN – PEMENUHAN PERTIMBANGAN BIAYA PERTIMBANGAN JANGKA PANJANGPERTIMBANGAN JANGKA PANJANG – FLEKSIBILITAS PRODUK DAN VOLUME – BIAYA DAN KUALITAS

83 TYPE PROSES menurut nilai tambah proses Manfaat bentuk Manfaat waktu Manfaat tempat Manfaat kepemilikan

84 TYPE PROSES untuk penyusunan layout pabrik Proses produksi terus menerus Proses produksi terputus-putus

85 TYPE PROSES untuk kendali kualitas proses TYPE A –Setiap tahap proses dapat diperiksa dengan mudah TYPE B –Pemeriksaan hanya dapat dilakukan pada tahap tertentu TYPE C –Proses produksi asembling TYPE D –Perusahaan dengan peralatan proses automatis TYPE E –Perusahaan dagang dan jasa

86 TYPE PROSES untuk route dan penjadwalan proses Produksi per unit –Proyek –Pesanan Produksi kelompok –Produksi sekali saja –Produksi berulang dengan pola teratur –Produksi berulang tanpa pola teratur Produksi massal –Produksi dalam jumlah besar –Perhatikan teknologi dan SDM

87 TYPE PROSES untuk manajemen proses (TRADISIONAL) Continuum FOKUS REPETITIF FOKUS PRODUK FOKUS PROSES

88 URUTAN PROSES TIDAK SELALU SAMA bank layanan mesin rumah sakit

89 FOKUS PRODUK URUTAN PROSES SELALU SAMA bohlam pabrik kertas minuman ringan

90 FOKUS PROSES KEUNGGULAN – Fleksibilitas produk tinggi – Peralatan bersifat umum – Investasi awal rendah KELEMAHAN – Perlu karyawan terlatih (skill tinggi) – Perencanaan & pengendalian produksi sulit – Pemanfaatan peralatan rendah (5%-25%)

91 FOKUS PRODUK KEUNGGULAN – VC/unit lebih rendah – Skill TKL rendah tetapi terspesialisasi – Perencanaan produksi lebih mudah – Pemanfaatan peralatan tinggi (70%-90%) KELEMAHAN – Fleksibilitas produk rendah – Peralatan bersifat khusus – Perlu investasi awal tinggi

92 STRATEGI REPETITIF Layout berbasis garis produksi Proses menggunakan modul, bagian produk yang dibuat terlebih dahulu Modul dapat digunakan untuk berbagai produk Sebutan lain: Assembling/perakitan

93 CONTOH STRATEGI REPETITIF otomotif mesin pengering fast food McDonald’s over 95 billion served

94 PROSESVARIAN Bedamodul Bedaatribut TinggiSedang TinggiKustom VOLUME Rendah KUSTOM MASSA FOKUS PROSES REPETITIF FOKUS PRODUK DAERAH MERUGI

95 KUSTOM MASSA Merupakan strategi proses baru Merupakan strategi proses baru Jumlah produksi besar varian tinggi Jumlah produksi besar varian tinggi Cocok pada permintaan kustom besar Cocok pada permintaan kustom besar Contoh: Sepeda motor, komputer, dsb Contoh: Sepeda motor, komputer, dsb

96 Pertimbangan dalam analisis dan desain proses Apakah terdapat keunggulan kompetitif (diferensiasi, biaya rendah, dan respon) dalam proses? Apakah terdapat keunggulan kompetitif (diferensiasi, biaya rendah, dan respon) dalam proses? Apakah proses yang tidak membuat nilai tambah sudah ditiadakan? Apakah proses yang tidak membuat nilai tambah sudah ditiadakan? Apakah proses sudah menyediakan nilai tertinggi bagi pelanggan? Apakah proses sudah menyediakan nilai tertinggi bagi pelanggan?

97 PERENCANAAN PRODUKSI PERAMALAN PRODUKSI PERKIRAAN PRODUKSI

98 PERENCANAAN PROSES PRODUKSI MINIMAL – ANALISIS IMPAS BELI ATAU BUAT PRODUK RUGI – HENTIKAN ATAU TERUS TEKNOLOGI BARU – GANTI ATAU TIDAK

99 ANALISIS IMPAS Analisis hubungan antara volume, biaya, dan keuntungan PRODUK TUNGGAL Titik impas, Target profit, MS, SDP PRODUK GANDA: Produk > satu macam Pendekatan individual Pendekatan mix

100 TITIK IMPAS Q* = a/(p – b) RP TC TR Q VC FC IMPAS Q* TARGET KEUNTUNGAN S = (a + k) : (p – b) RP TC TR Q VC FC S

101 MARGIN OF SAFETY MS = {(S – Q*) : S} x 100% RP TC TR Q VC FC S Q* SHUTDOWN POINT TTU = (a tunai):(p – b) RP TC TR Q VC FC FC tunai FC tunai + VC

102 Pendekatan Individual Problem: Alokasi FC FC digunakan bersama, harus dialokasikan ke masing-masing produk Pendekatan Mix Problem: Standar Mix Perlu ditentukan perimbangan produk sebagai dasar perhitungan (harga jual dan biaya variabel) mix

103 BELI ATAU BUAT PERTIMBANGKAN BIAYA RELEVAN CONTOH BIAYA RELEVAN UMUR EKONOMIS HABIS UE BELUM HABIS – FC DAPAT DIALIHKAN – FC TIDAK DAPAT DIALIHKAN

104 PRODUK RUGI HENTIKAN ATAU TERUSKAN PRODUKSI PRODUK RUGI

105 TEKNOLOGI BARU PERLU GANTI TEKNOLOGI BARU?

106 ANALISIS PROSES SISTEM KERJA KESELURUHAN – BAGAN PROSES KARYAWAN BEKERJA PADA TEMPAT TETAP – BAGAN GERAK SIMULTAN KARYAWAN BEKERJA DENGAN MESIN – BAGAN MANUSIA MESIN KARYAWAN EKERJA BERSAMA – BAGAN STAFF

107 CONTOH BAGAN PROSES

108 CONTOH BAGAN GERAK SIMULTAN TN KIRIWWTN KANAN Taruh botol11Ambil label Ambil botol11Lem label Pegang botol11Pasang label

109 CONTOH BAGAN MANUSIA MESIN satu karyawan satu mesin MANUSIAWMESIN Pasang master3Digunakan Pasang kertas2Digunakan Tes master2Digunakan Tunggu10Cetak automatis Ambil hasil3Digunakan

110 OPTIMASI MESIN/KARYAWAN MESIN/KARYAWAN = SWM/SWK SWM = siklus waktu mesin SWK = siklus waktu karyawan

111 CONTOH BAGAN MANUSIA MESIN satu karyawan dua mesin MANUSIAMESIN IMESIN II Ambil hasil 13DigunakanCetak automatis Pasang master 13DigunakanCetak automatis Pasang kertas 12DigunakanCetak automatis Tes master 12DigunakanCetak automatis Ambil hasil 23Cetak automatisDigunakan Pasang master 23Cetak automatisDigunakan Pasang kertas 22Cetak automatisDigunakan Tes master 22Cetak automatisDigunakan

112 CONTOH BAGAN STAFF S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7

113 7 PERENCANAAN LAYOUT

114 LAYOUT ? Susunan tata-letak fasilitas produksi Peningkatan produktivitas perusahaan Peningkatan utilisasi peralatan & SDM Peningkatan aliran material dan proses Peningkatan moral & keamanan kerja Peningkatan aliran informasi dan TKL

115 JENIS LAYOUT FIXED POSITION LAYOUT PROCESS ORIENTED LAYOUT OFFICE LAYOUT RETAIL/SERVICE LAYOUT WAREHOUSE LAYOUT PRODUCT ORIENTED LAYOUT

116 LAYOUT POSISI TETAP vLAYOUT UNTUK PROYEK vPROBLEM: PEMINDAHAN MATERIAL DALAM TEMPAT DAN AREA TERBATAS DI SEKITAR PROYEK vCONTOH: PEMBANGUNAN GEDUNG, JEMBATAN, DSB.

117 PENYUSUNAN FPL vPROBLEM UTAMA: u Keterbatasan u Keterbatasan tempat uPerbedaan material yang diperlukan pada tahap proses yang berbeda uVolume material bersifat dinamis vSETIAP INDUSTRI MENGGUNAKAN CARA YANG BERBEDA

118 LAYOUT PROSES v LAYOUT v LAYOUT UNTUK PROSES DENGAN VOLUME RENDAH VARIAN TINGGI vPROOBLEM: MENGELOLA BERBAGAI ALIRAN MATERIAL UNTUK MASING-MASING PRODUK vCONTOH: RESTORAN BESAR, MEBEL SEDERHANA

119 PENYUSUNAN L. PROSES vDASAR: KESAMAAN PROSES uPerhatikan aliran bahan dalam proses uPerlu penanganan material yang cermat uPeralatan pada umumnya bersifat umum vKELEBIHAN: FLEKSIBILITAS vKELEMAHAN: ROUTE PROSES DAPAT BERUBAH

120 LAYOUT KANTOR vLAYOUT UNTUK PERKANTORAN vPROBLEM: PENEMPATAN KARYAWAN UNTUK MEMUDAHKAN KONTAK, KHUSUSNYA YANG FREKUENSI KOMUNIKASINYA TINGGI vCONTOH: KANTOR PERUSAHAAN

121 PENYUSUNAN L. KANTOR vDASAR: ALIRAN INFORMASI vPERLU DIPERHATIKAN: uEfisiensi penggunaan lantai uRuang gerak yang diperlukan uErgonomi vSETIAP KANTOR DAPAT MEMPUNYAI INTENSITAS INFORMASI YANG BERBEDA

122 Office Relationship chart 1 President 2 Chief Technology Officer 3 Engineer’s Area 4 Secretary 5 Office entrance 7 Equipment cabinet 8 Photocopy equipment 9 Storage room UIIAUOEUIIAUOE I O E I OAOAXOUEOAOAXOUE A I E U A IIEAXIIEAX UUOUUO OUOU O Val.Closeness AAbsolutely necessary EEspecially important IImportant OOrdinary OK UUnimportant XNot desirable

123 LAYOUT RITEL v LAYOUT v LAYOUT UNTUK PERUSAHAAN RITEL ATAU SERVIS vPROBLEM: PENATAAN PRODUK (TANGIBLE) UNTUK MENARIK PELANGGAN vCONTOH: PASAR SAWALAYAN, PERBANKAN, DSB.

124 PENYUSUNAN L. RITEL vDASAR: KEMUDAHAN PELANGGAN UNTUK MENEMUKAN PRODUK uGunakan gang/jalan yang cukup uPerhatikan efisiensi penggunaan lantai uSusun produk sehingga atraktif vUPAYAKAN PELANGGAN MERASA FAMILIAR

125 Retail/Service Layout - Free-Flow Design Feature Display Table Trans. Counter Apparel Store

126 Retail /Service Layout - Grid Design Office Carts Check- out Grocery Store MeatBread Milk Produce Frozen Foods

127 LAYOUT GUDANG vLAYOUT UNTUK (PERUSAHAAN) GUDANG vPROBLEM: BALANS ANTARA EFISIENSI BIAYA GUDANG DAN EFISIENSI BIAYA PENANGANAN MATERIAL vCONTOH: GUDANG

128 PENYUSUNAN L. GUDANG vDASAR: OPTIMASI GUDANG uPerhitungkan biaya gudang dan biaya penanganan material uPerhatikan kualitas penyimpanan (daya tahan, tingkat kerusakan, tingkat kedalu- warsa, susunan dalam penyimpanan, kemudahan penyimpanan dan pencarian kembali, dsb) vSISTEM PENGELOMPOKAN

129 LAYOUT PRODUK vLAYOUT UNTUK PROSES DENGAN VARIAN RENDAH VOLUME TINGGI vPROBLEM: ALIRAN BAHAN- BARANG DALAM PROSES, EFISIENSI MESIN DAN SDM vCONTOH: PERUSAHAAN KERTAS

130 PENYUSUNAN L. PRODUK vDASAR: URUTAN PROSES uPerhatikan aliran bahan dalam proses uPerlu kesamaan kapasitas dalam aliran uPeralatan pada umumnya bersifat khusus vKELEBIHAN: ROUTE TETAP vKELEMAHAN: KEMACETAN SATU MESIN BERAKIBAT KEMACETAN TOTAL

131 PROBLEM UMUM LAYOUT vPERANGKAT PENANGANAN MATERIAL vRUANG DAN KAPASITAS YANG DIPERLUKAN vESTETIKA DAN LINGKUNGAN vALIRAN INFORMASI vBIAYA ALIRAN BAHAN

132 8 MANAJEMEN RANTAI PASOKAN

133 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN ALIRAN MATERIAL, DARI BAHAN BAKU, BARANG SETENGAH JADI, SMPAI DENGAN DISTRIBUSI PRODUK MELIBATKAN SEMUA PIHAK TERKAIT, MISALNYA PEMASOKNYA PEMASOK TUJUAN: MEMAKSIMUMKAN NILAI DAN MEMINIMUMKAN AFVAL MANAJEMEN RANTAI PASOKAN

134 11% 31% 58% Material TKL Lain-lain 71% 16% 13% HPP Gaji 83% 9% 8% HPP Gaji Lain- lain Manufaktur Pedagang Besar Pengecer BIAYA MATERIAL DALAM RANTAI PASOKAN Lain- lain

135 RANTAI PASOKAN GLOBAL – Fleksibel menghadapi perubahan bahan, distribusi, dan nilai tukar uang – Mampu untuk menggunakan sistem dan TI untuk pengelolaan pengiriman – Dilengkapi dengan SDM lokal untuk pengurusan perdagangan, pengiriman, pemeriksaan pelabuhan, dan politik

136 PEMASOK BANYAK PEMASOK SEDIKIT KEIRETSU INTEGRASI VERTIKAL STRATEGI PEMBELIAN

137 SETIAP PRODUK BERSUMBER BANYAK HUBUNGAN JANGKA PENDEK TIDAK TERLALU TERBUKA SELALU NEGOSIASI KUANTITAS ORDER BESAR FREKUENSI ORDER RENDAH PEMASOK BANYAK

138 SATU ATAU BEBERAPA SUMBER SAJA HUBUNGAN JANGKA PANJANG HUBUNGAN TERBUKA KONTRAK EKSKLUSIF KUANTITAS ORDER KECIL FREKUENSI ORDER TINGGI PEMASOK SEDIKIT

139 ARTI (DARI BAHASA JEPANG): AFILIASI MATARANTAI HUBUNGAN KHUSUS ANTARA PABRIKAN, PEMASOK, DISTRIBUTOR, DAN KREDITUR SISTEM ALIANSI MUTUALISTIS DAN KEPEMILIKAN SILANG TIDAK MEMENTINGKAN KEUNTUNGAN JANGKA PENDEK KEIRETSU

140 BAGIAN 3 PENGOPERASIAN SISTEM PRODUKSI

141 9 PERENCANAAN KAPASITAS

142 KAPASITAS ? MAKSIMUM OUTPUT DALAM JANGKA WAKTU TERTENTU

143  Kap. desain: maks. output per periode dalam kondisi ideal  Kap. efektif: maks. output per periode dalam kondisi normal  Utilisasi: output nyata/kap. desain  Efisiensi: output nyata/kap. efektif

144 Syarat Umum Peramalan permintaan akurat Memahami teknologi Level operasi optimal Siap berubah

145 SKALA EKONOMIS 25 kamar 50 kamar 75 kamar Economies of Scale Diseconomies of Scale Jumlah kamar Rata-rata biaya per kamar

146 STRATEGI EKSPANSI Demand Demand Leading Strategy Trailing Strategy Matching Strategy Steady Steady Expansion Strategy

147 Perkembangan Permintaan U W D

148 DEMAND LEADING S. U W D K

149 DEMAND TRAILING S. U W D K

150 DEMAND MATCHING S. U W D K

151 STEADY EXPANSION S. U W D K

152 POLA PRODUKSI BERGELOMBANG KONSTAN MODERAT

153 10 MANAJEMEN PERSEDIAAN

154 Mengapa perlu persediaan ?

155 KONTINYUITAS INPUT

156 PERSEDIAAN Tahap prosesPermintaanPenilaianOperasional Bahan Baku Barang dalam proses Barang jadi Bebas Terikat Kelas A Kelas B Kelas C Kualitas Penyimpanan Daya tahan KLASIFIKASI PERSEDIAAN

157 TAHAP PROSES BAHAN BAKU KAPAS, TEKSTIL, KARET, KAYU BARANG DALAM PROSES SEMUA BAHAN/BARANG DALAM PROSES BARANG JADI KAPAS, TEKSTIL, KARET, KAYU TINJAUAN: DARI SISI PERUSAHAAN

158 KLASIFIKASI ABC KELAS A UNIT RENDAH, RUPIAH TINGGI KELAS B UNIT SEDANG, RUPIAH SEDANG KELAS C UNIT TINGGI, RUPIAH RENDAH

159 KELAS A PERLU PENGAWASAN KHUSUS KELAS B MODEL OPTIMISASI KELAS C MODEL SEDERHANA

160 PERSEDIAAN BEBAS DAN TERIKAT PERSEDIAAN BEBAS (Independent demand) : PERMINTAAN SATU JENIS MATERIAL TIDAK TERIKAT KEPADA MATERIAL LAIN PERSEDIAN TERIKAT (Dependent demand) : PERMINTAAN SATU JENIS BAHAN TERIKAT PADA BAHAN/PRODUK YANG LAIN

161 OPERASIONAL PERSEDIAAN Perlu untuk diperhatikan tentang beberapa hal berikut: Kualitas bahan yang digunakan, cara dan susunan penyimpanan bahan, daya tahan bahan dan lain sebagainya.

162 MODEL PERSEDIAAN DENGAN PERSEDIAAN TANPA PERSEDIAAN MODEL OPTIMISASI MODEL J. I. T.

163 TEORI PERSEDIAAN PERSEDIAAN CUKUP, BIAYA PERSEDIAAN RENDAH

164 PERSEDIAAN BESAR KELANGSUNGAN PROSES TERJAMIN BIAYA PERSEDIAAN TINGGI PERSEDIAAN KECIL BIAYA PERSEDIAAN RENDAH KELANGSUNGAN PROSES TERGANGGU

165 BELI - EOQ bahan kelas B pemakaian per hari sama tidak ada perubahan harga tidak ada perubahan biaya bahan mudah dicari

166 BIAYA PERSEDIAAN Biaya penyimpanan: Biaya yang jumlahnya terkait dengan jumlah bahan yang disimpan Biaya order: Biaya yang jumlahnya terkait dengan frekuensi order Biaya setup: Biaya yang jumlahnya terkait dengan frekeuensi persiapan atau persiapan kembali (mesin dan peralatan) Biaya tetap persediaan: Biaya yang jumlahnya tidak dipengaruhi baik oleh jumlah bahan yang disimpan maupun frekuensi order

167 Kuantitas (Q) Biaya Periodik (Rp) Biaya Penyimpanan Total Biaya Biaya Order EOQ MODEL PEMBELIAN BERAPA HARUS ORDER

168 EOQ = 2PR/C P = BIAYA PEMESANAN (ORDER) R = KEBUTUHAN PER PERIODE C = BIAYA PENYIMPANAN P dihitung per order C dihitung per unit per periode P = BIAYA PEMESANAN (ORDER) R = KEBUTUHAN PER PERIODE C = BIAYA PENYIMPANAN P dihitung per order C dihitung per unit per periode

169 PENENTUAN R.O.P.

170 BESAR KEBUTUHAN BAHAN BAKU SELAMA LEAD-TIME U W

171 MODEL PEMBELIAN KAPAN HARUS ORDER Reorder Point (ROP) Waktu Persediaan Rata-rata Persediaan (Q*/2) Waktu tunggu (Lead Time) EOQ (Q*)

172 MODEL PRODUKSI TINGKAT PERSEDIAANPersediaanWaktu AwalproduksiAkhirProduksi Masa Produksi (dan konsumsi) Masa konsumsi (tanpa produksi)

173 Waktu Persediaan Produksi (dan kons) Persediaan maksimum Q* Awal Produksi Akhir Produksi Persediaan (produksi tanpa konsumsi) Konsumsi tanpa produksi MODEL PRODUKSI

174 EPQ= {2DPK/C(D-K)} P = BIAYA PERSIAPAN C = BIAYA PENYIMPANAN D = KAPASITAS PRODUKSI K = KAPASITAS KONSUMSI P = BIAYA PERSIAPAN C = BIAYA PENYIMPANAN D = KAPASITAS PRODUKSI K = KAPASITAS KONSUMSI

175 KAPAN DAN BERAPA ORDER DIPERLUKAN TERDAPAT KEMUNGKINAN PERUBAHAN PENYERAPAN MATERIAL MODEL PROBABILISTIK

176 KETIDAKPASTIAN PERSEDIAAN BISA BERASAL DARI DALAM BISA BERASAL DARI LUAR

177 KETIDAKPASTIAN DARI DALAM PERUSAHAAN Persedian Waktu

178 KETIDAKPASTIAN DARI DALAM PERUSAHAAN Persedian Waktu Surplus

179 KETIDAKPASTIAN DARI DALAM PERUSAHAAN Persedian Waktu

180 KETIDAKPASTIAN DARI DALAM PERUSAHAAN Persedian Waktu Stockout

181 KETIDAKPASTIAN DARI DALAM PERUSAHAAN Persedian Waktu Stockout Surplus

182 KETIDAKPASTIAN DARI LUAR PERUSAHAAN Persedian Waktu

183 KETIDAKPASTIAN DARI LUAR PERUSAHAAN Persedian Waktu Surplus

184 KETIDAKPASTIAN DARI LUAR PERUSAHAAN Persedian Waktu

185 KETIDAKPASTIAN DARI LUAR PERUSAHAAN Persedian Waktu Surplus Stockout

186 KETIDAKPASTIAN DARI LUAR PERUSAHAAN Persedian Waktu Surplus Stockout

187 MODEL PEMBELIAN KONDISI NORMALWaktu Persediaan

188 KETIDAKPASTIAN PERSEDIAAN? PENYEDIAAN PERSEDIAAN PENGAMAN (SS/IS) ORDER KUANTITAS TETAP (FOQ) ORDER PERIODE TETAP (FOP)

189 PERSEDIAAN PENGAMAN PERSEDIAAN DALAM JUMLAH TETAP, TIDAK BOLEH BERKURANG Persediaan Waktu Persediaan Pengaman

190 MODEL PEMBELIAN ORDER KUANTITAS TETAPWaktu Persediaan

191 ppp Q1Q1Q1Q1 Q2Q2Q2Q2 Q3Q3Q3Q3 Q4Q4Q4Q4 Target maksimum Waktu Persediaan MODEL PEMBELIAN ORDER PERIODE TETAP

192 11 PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL

193 IndependentDependent SUMBERPelangganProduk Type Mat. Barang JadiBB & BDP EstimasiPeramalan Hitungan PerencanaanEOQ & ROP MRP DEPENDENT versus INDEPENDENT DEMAND

194 Daftar komponen dan jumlahnya yang diperlukan untuk pembuatan produk Dapat untuk menyusun struktur produk – Parents: produk/komponen yang dibentuk – Children: produk/komponen yang membentuk Dapat untuk menyusun peringkat produk Bill-of-Material

195 Sepeda(1) P/N 1000 Kemudi (1) P/N 1001 Frame komplit (1) P/N 1002 Roda (2) P/N 1003 Frame (1) P/N 1004 Bill-of-Material dan Struktur Produk

196 12 PENJADWALAN

197 Implikasi stratejik penjadwalan jangka pendek Dengan penjadwalan yang baik penggunaan aset perusahan menjadi lebih efektif sehingga menjadi biaya rendah Penggunaan kapasitas menjadi bertambah karena perputaran aktiva menjadi lebih besar. Pelayanan pelanggan (customer service) menjadi lebih baik Mendapatkan keunggulan kompetitif

198 Berhubungan dengan waktu operasi Fokus jangka pendek: jam, hari, minggu, dsb. Type Sekarang Janji selesai BE Forward Scheduling Sekarang Janji selesai BE Backward Scheduling Short-Term Scheduling

199 Rumah sakit –Perawatan pasien –Kamar operasi Universitas –Instruktur –Kelas Pabrik –Produksi –Pembelian © T/Maker Co. Contoh Short-Term Scheduling

200 MODEL PENUGASAN model untuk memecahkan masalah optimasi penugasan dari sejumlah n karyawan untuk n tugas jumlah tugas yang akan diselesaikan harus sama dengan jumlah karyawan yang melaksanakannya

201 DATA YANG DIPERLUKAN Jumlah tugas yang harus diselesaikan Jumlah karyawan yang akan menyelesaikan tugas Ukuran yang ada dalam penyelesaian setiap tugas (biaya, waktu, marjin, dll) untuk setiap karyawan Tujuan penyelesaian, minimisasi atau maksimisasi

202 T1T2T3T4T5 K K K K K

203 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K

204 T1 T T T T2 T T T T3 T T T T4 T T T T5 K K K K K

205 T1 T T T T2 T T T T3 T T T T4 T T T T5 K K K K K

206 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K

207 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K

208 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K

209 T1 T T T T2 T T T T3 T T T T4 T T T T5 K K K K K

210 T1 T T T T2 T T T T3 T T T T4 T T T T5 K K K K K

211 T1 T T T T2 T T T T3 T T T T4 T T T T5 K K K K K

212 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K

213 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K

214 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K

215 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K

216 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K

217 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 T 1 T 2 T 3 T 4 T 5 K K K K K

218 Penentuan priotitas pekerjaan Aturan umum –First come, first served (FCFS) –Shortest processing time (SPT) –Earliest due date (EDD) –Longest processing time (LPT) Sequencing

219 Sampel karyawan random Penentuan waktu rata-rata Penentuan waktu normal Penentuan waktu standar Pre-determined Standard Time

220 Penjadwalan Servis Appointment systems - doctor’s office Reservations systems - restaurant, car rental First come, first served - delivery Most critical first - hospital trauma room

221 13 MODEL JIT

222 MATERIAL DAN KOMPONEN YANG DIPERLUKAN DIDATANGKAN MENJELANG DIPROSES SAJA PERLU JARINGAN KOMUNIKASI YANG BAIK PERLU KERJA SAMA YANG BAIK MENGGUNAKAN PULL SYSTEMJUST-IN-TIME

223 HILANGKAN AFVAL – Segala macam yang tidak menimbulkan nilai tambah bagi pelanggan PERSEDIAAN (MENDEKATI) NOL FILOSOFI JUST-IN-TIME

224 Pemrosesan tidak efisien Penundaan (tunggu) Over produksi Transportasi Gerakan tak perlu Produk gagal Persediaan (berlebih) CONTOH AFVAL JAKA

225 DARI BAHASA JEPANG YANG BERARTI KARTU – dibaca ‘kahn-bahn’ (bukan ‘kan-ban’) PENGENDALI ALIRAN PRODUKSI BISA BERUJUD KARTU, SINYAL VERBAL, FLAG, DLL KANBAN

226 PUSH vs. PULL PUSH system: bahan/komponen DIPOMPA ke tempat produksi untuk keperluan produksi dalam jangka waktu tertentu PULL system: bahan/komponen DITARIK ke tempat produksi sebatas diperlukan saat itu

227 (%) pengurangan 82% 50% 30% 20% 40% 0%20%40%60%80%100% Pers. WIP Pers. BB Waktu tunggu (LT) Ruangan Pers. Barang jadi Scrap Waktu set-up PENGURANGAN AFVAL DENGAN JIT di HEWLWTT-PACKARD

228 Streamlined Production Flow with JIT Traditional Flow Customers Suppliers Customers Suppliers Production Process (stream of water) Inventory (stagnant ponds) Material (water in stream)

229 Scrap Persediaan barang dalam proses Pemasok tidak reliabel Kapasitas tak seimbang

230 WIP

231 SUPPLIER LAYOUT INVENTORY SCHEDULING QUALITY EMPLOYEE EMPOWERMENT LEAN PRODUCTION JIT IN SERVICE

232 SUPPLIER SUPPLIER - JIT Partnership 1. Pengurangan aktivitas tak perlu 2. Pengurangan persediaan pabrik 3. Pengurangan transit persediaan 4. Pengurangan pemasok tak berkualitas

233 LAYOUT – Work cell 1. Pengurangan jarak 2. Penambahan fleksibilitas 3. Pengurangan ruangan

234 INVENTORY 1. Pengurangan variabilitas 2. Pengurangan persediaan 3. Pengurangan jumlah unit pembelian 4. Pengurangan biaya setup

235 SCHEDULING 1. Level schedules 2. Kanban

236 QUALITY 1. Pengurangan biaya produksi 2. Pengurangan antrian dan waktu tunggu 3. Reliabel

237 EMPLOYEE EMPOWERMENT Continuous improvement

238 LEAN PRODUCTION Proses berbasis “ customer “ customer value” dan buang semua afval

239 JIT IN SERVICE Sama dengan manufaktur, disesuaikan dengan sifat produksi jasa

240 14 MODEL ANTRIAN

241 PROSES ANTRIAN PROSES PELAYANAN

242 KARAKTERISTIK ANTRIAN POPULASI/PELANGGAN: size (terbatas/tak terbatas), komposisi (homogen/heterogen), pola (terkendali/tak terkendali), proses kedatangan (Poisson), attitude SERVICE: kondisi antrian, proses (standar/non standar), disiplin antrian KONFIGURASI SISTEM: titik pelayanan, struktur (phase), type (personel vs. mesin), performance (express c/o), jumlah antrian KELUAR SISTEM: permanen atau antri lagi

243 MODEL ANTRIAN SISTEM SERIAL DAN NETWORK BEBERAPA PERTIMBANGAN LAIN biaya tunggu non linear aspek psikologis peningkatan sistem

244 Level of service Cost Service cost Total waiting line cost Waiting time cost Optimal Waiting Line Costs

245 15 MANAJEMEN PROYEK

246 PENJADWALAN PROYEK DIAGRAM NETWORK Menunjukkan kapan mulai dan kapan selesai

247 SIMBUL (AON vs. AOA) kejadian Hubungan antar kegiatan kegiatan kegiatan Kegiatan semu

248 PROYEK CUCI MOBIL MULAI: mobil kotor dalam garasi SELESAI: mobil bersih di dalam garasi KEGIATAN: A.Mengeluarkan mobil B.Membersihkan bagian luar C.Membersihkan bagian dalam D.Memasukkan mobil

249 A C B B A D C D

250 PENENTUAN WAKTU DATA WAKTU OPTIMIS DATA WAKTU OPTIMIS DATA WAKTU YANG SERING TERJADI DATA WAKTU YANG SERING TERJADI DATA WAKTU PESIMIS DATA WAKTU PESIMIS WP = (O + 4S + P)/6

251 DATA PROYEK PEK PEK PRED PRED WO WO WS WS WP WP A B A C A D C E A, B, C A, B, C F A, B A, B G C, D C, D H E, F, G E, F, G

252 WAKTU PENYELESAIAN NORMAL PEK PEK WO WO WS WS WP WP WN WN A B C D E F G H

253 A,3 D,5 C,4 E,4 B,2 G,7 F,2 H,

254 A,3 D,5 C,4 E,4 B,2 G,7 F,2 H,

255 A,3 D,5 C,4 E,4 B,2 G,7 F,2 H,


Download ppt "MANAJEMEN OPERASI PROGRAM S1 MANAJEMEN 2009 Bacaan utama: 1. Pangestu Subagyo, Manajemen Operasi BPFE, Yogyakarta. 2. Roberta S Russell Bernard W Taylor."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google