Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODE PENELITIAN PENDIDIKAN GEOGRAFI Oleh Suparmini Pend Geografi FIS UNY.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODE PENELITIAN PENDIDIKAN GEOGRAFI Oleh Suparmini Pend Geografi FIS UNY."— Transcript presentasi:

1 METODE PENELITIAN PENDIDIKAN GEOGRAFI Oleh Suparmini Pend Geografi FIS UNY

2 MATERI PERKULIAHAN TM : I. PENELITIAN DAN PENELITIAN PENDIDIKAN II. JENIS-JENIS PENELITIAN III. MASALAH PENELITIAN IV. LANDASAN TEORI,KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS V. VARIABEL PENELITIAN DAN SKALA PENGUKURAN VI. POPULASI DAN SAMPEL VII. METODE PENGUMPULAN DATA VIII. INSTRUMENPENELITIAN DAN PENGUKURAN IX. ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA X. PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) XI. PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN XII. LAPORAN PENELITIAN

3 TM I PENELITIAN DAN PENELITIAN PENDIDIKAN

4 Makna Penelitian Penelitian perlu dilakukan dengan alasan: 1. Pengetahuan,pemahaman,kemampuan manusia terbatas. 2. Adanya dorongan ingin mengetahui 3. Manusia selalu dihadapkan pada masalah 4. Manusia tidak puas dengan apa yang sudah dicapai.

5 Manusia berusaha mencari jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut Esensi yang dicari manusia adalah memperoleh pengetahuan yang benar. Bagaimana cara memperoleh pengetahuan yang benar?. Cara-Cara memperoleh Pengetahuan Yang Benar: A. Pendekatan non ilmiah B. Pendekatan ilmiah, yaitu melalui penelitian

6 Cara- cara manusia memperoleh pengetahuan yang benar: Charles Pierce menyebutkan ada empat cara untuk memperoleh kebenaran: 1. Kegigihan, keuletan, tenacity: sesuatu dipandang benar karena kita memegang teguh. 2. Otoritas atau kewenangan 3. A priori, intuisi: proposisi a priori adalah “sesuai dengan nalar” tidak harus selalu selaras dengan pengalaman. 4. Metode ilmu pengetahuan,metode ilmiah

7 Bagaimana manusia memperoleh kebenaran?. CHARLES PIERCE: 1. Method of Tenacity 2. Method of Authority 3. A Priori Method 4. Method of Scientific

8 Pengertian Metode Penelitian dan Penelitian Metode Penelitian Adalah cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Kata kunci: 1. Cara ilmiah 2. Tujuan 3. Kegunaan

9 PENGERTIAN PENELITIAN SCIENTIFIC RESEARCH IS SYSTEMATIC, CONTROLLED,EMPIRICAL, AND CRITICAL INFESTIGATION OF HYPOTHETICAL PROPOSITIONS ABOUT THE PRESUMED RELATIAONS AMONG NATURAL PHENOMENA. ( Fred N. Kerlinger Foundations of Behavioral Research)

10 Definisi Penelitian Penelitian ilmiah adalah: Penyelidikan yang sistematis, terkontrol,empiris dan kritis, tentang feomena-fenomena alami, dengan dipandu oleh teori dan hipotesis, tentang hubungan yang diduga terdapat antara fenokena-fenomena tersebut.

11 Pengertian Penelitian 1. Penelitian merupakan proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu. 2. Penelitian merupakan upaya untuk mengembangkan pengetahuan, mengembangkan dan menguji teori.

12 Karakteristik penelitian  Suatu penyelidikan yang dilakukan secara sistematis, terkontrol, empiris, kritis-obyektif, tentang fenomena alami dengan dipandu oleh teori,dan hipotesis tentang hubungan yang diduga ada diantara fenomena yang diselidiki.  Penelitian merupakan cara ilmiah: rasional, empiris, sistematis.  Data hasil penelitian: valid,reliabel,obyektip  Oleh karena itu diperlukan intrumen yang valid.

13 Sifat (Ciri) Khas Penelitian CRAWFORD, sembilan ciri penelitian : 1. Penelitian berorientasi pada adanya masalah 2. Mengandung unsur originalitas 3. Didasarkan pada rasa”ingin tahu”. 4. Dilakukan dengan pandangan terbuka 5. Untuk menemukan generalisasi 6. Berdasarkan asumsi bahwa suatu fenomena mempunyai hukum dan pengaturan. 7. Merupakan studi tentang sebab akibat 8. Menggunakan pengukuran akurat 9. Menggunakan teknik yang secara sadar diketahui

14 Metode Ilmiah ALMACK: Metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip- prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan, dan penjelasan kebenaran. OSTLE : Metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh suatu interelasi. Metode Ilmiah: Cara mencari dan mengungkapkan kebenaran dengan ciri obyektif. Kebenaran yang diperoleh secara konsepsional harus dapat diuji secara empiris

15 Kriteria dan langkah-langkah metode ilmiah Kriteria metode ilmiah: 1. Berdasarkan fakta 2. Bebas dari prasangka 3. Menggunakan prinsip analisis 4. Menggunakan hipotesis 5. Menggunakan ukuran obyektif 6. Menggunakan teknik kuantifikasi

16 Langkah-langkah metode ilmiah 1. Memilih dan mendefinisikan masalah 2. Survei terhadap dayta yang ada 3. Memformulasikan hipotesis 4. Membangun kerangka analisis dan alat dalam menguji hipotesis 5. Mengumpulkan data 6. Mengolah,menganalisis dan membuat interpretasi 7. Membuat generalisasi dan kesimpulan 8. Membuat laporan

17 Langkah-langkah Penelitian 1. Merumuskan dan mendefinisikan masalah 2. Melakukan studi kepustakaan 3. Memformulasikan hipotesis 4. Menentukan model untuk menguji hipotesis 5. Mengumpulkan data 6. Menyususn,menganalisis, menginterpretasi 7. Membuat generalisasi dan kesimpulan 8. Membuat laporan ilmiah

18 Langkah-langkah Penelitian Mac Millan dan Schumacher (1986) Lima langkah pengembangan pengetahuan melalui penelitian: 1. mengidentifikasi masalah 2. melakukan studi empiris 3. melakukan replikasi dan pengulangan 4. melakukan sintesis dan mereview 5. analisis dan evaluasi

19 John Dewey 1. Identifikasi masalah 2. Merumuskan dan membatasi masalah 3. Menyusun hipotesis 4. Mengumpulkan dan menganalisis data 5. Menguji hipotesis 6. Menarik kesimpulan Pemikiran-pemikiran inilah yang kemudian dikembangkan sebagai dasar dari langkah utama penelitian.

20 Prosedur Penelitian 1. Identifikasi masalah 2. Membatasi dan merumuskan masalah 3. Studi Kepustakaan 4. Hipotesis atau pertanyaan penelitian 5. Menentukan metode penelitian 6. Menyusun intrumen dan mengumpulkan data. 7. Menganalisis data danenyajikan hasil. 8. Menginterpretasi temuan. 9. Menarik kesimpulan dan menyususn rekomendasi.

21 TM II  JENIS-JENIS PENELITIAN

22 Penelitian berdasarkan tujuan 1. Penelitian murni (Basic Research) dan terapan (applied Research) 2. Penelitian evaluasi (Evaluation Research) 3. Penelitian pengembangan (Research and development, R&D) 4. Penelitian aksi (Action Research)

23 Penelitian murni(basic research) Penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui (Jujun Suriasumantri,1985). Penelitian murni adalah pencarian terhadap sesuatu karena adanya perhatian dan keingintahuan terhadap sesuatu. Penelitian murni tidak mempertimbangkan penggunaan dari temuan untuk masyarakat, tidak memikirkan kehendak sosial ekonomi masyarakat. Penelitian murni berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu. Penelitian dasar dilakuakn dengan intellectual reasoning. Contoh: penelitian tentang gene, cloning dll

24 Penelitian terapan (applied research) Penelitian terapan adalah penyelidikan sistematik terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk dugunakan dengan segera untuk keperluan tertentu. Penelitian terapan bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis. Penelitian terapan menggunakan prtical reasoning.

25 Penelitian evaluasi Penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membantu mempermudah pembuatan keputusan sehubungan dengan kebaikan relatif dari beberapa alternatif tindakan setelah melakukan evalusi terhadap pelaksanaan suatu kegiatan atau program. Contoh : evaluasi implementasi kurikulum baru.

26 Penelitian pengembangan (R&D) Tujuan dari penelitian ini bukan untuk merumuskan teori, tetepi untuk mengembangkan temuan-temuan yang efektif untuk dimanfaatkan. Borg&Gall: penelitian dan pengembangan merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk tertentu.

27 Lanjutan R&D Penelitian R&D merupakan jembatan antara basic research dengan applied research. R&D bersifat longitudinal-beberapa tahap. Untuk penelitian analisis kebutuhan sehingga dihasilkan produk yang bersifat hipotetik, digunakan metode penelitian dasar. Untuk menguji produk hipotetik digunakan eksperimen, setelah produk teruji baru dapat diaplikasikan. Proses pengujian produk merupakan penelitian terapan.

28 Penelitian tindakan (action research) Penelitian tindakan bertyujuan untuk memecahkan masalah-masalah setempat dengan menggunakan metode ilmiah. Penelitian tindakan: - participation action research - Classroom action research

29 Penelitian berdasarkan tujuan: 1. Tujuan eksploratif: bertujuan untuk menggali pengetahuan untuk pengenalan dan pemahaman tentang suatu fenomena yang masih sedikit diketahui. 2. Tjujuan deskriptif: bertujuan untuk menggambarkan ciri tertentu dari suatu fenomena. 3. Tujuan eksplanatif, bertujuan untuk menjelaskan, memprediksi ciri tertentu dari suatu fenomena

30 Jenis Penelitian Berdasarkan tingkat Kealamiahan tempat penelitian 1. Penelitian Eksperimen 2. Penelitian Survey 3. Penelitian Naturalistik

31 Pada umumnya metode penelitian dikategorikan atas : 1. Metode historis/ sejarah 2. Metode deskriptif 3. Metode korelasi 4. Metode kausal komparatif 5. Metode eksperimen 6. Metode penelitian tindakan

32 Metode Sejarah Penelitian sejarah adalah pengumpulan data secara sistematis dan evaluasi obyektif dari data yang berkaitan dengan kejadian dimasa lampau untuk menguji hipotesis sehubungan dengan sebab – akibat atau kecenderungan kejadian tersebut yang dapat membantu menerangakan kejadian masa kini, dan mengantisipasi kejadia di masa datang.

33 Tujuan penelitian metode historis Untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara obyektif dan sistematis dengan mengumpulkan mengevaluasi serta menjelaskan, mensintesakan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan menarik kesimpulan secara tepat.

34 Jenis-jenis penelitian historis 1. Penelitian sejarah komparatif 2. Penelitian yuridis atau legal 3. Penelitian biografis 4. Penelitian bibliografis

35 Langkah-langkah penelitian historis 1. Definisikan masalah 2. Rumuskan tujuan penelitian 3. Rumuskan hipotesis 4. Kumpulkan data 5. Evaluasi data 6. Interpretasi dan generalisasi 7. Lpaoran

36 Metode Deskriptif 1. Penelitian deskriptif adalah metode meneliti status sekelompok manusia, suatu obyek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran pada masa sekarang. 2. Metode deskriptif merupakan pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. 3. Peneliti dapat membandingkan fenomena --  studi komparatif. 4. Dapat merupakan normatif survey 5. Dapat merupakan stastus study

37 Jenis-jenis penelitian metode deskriptif 1. Metode Survey 2. Metode deskriptif berkesambungan 3. Penelitian studi kasus 4. Penelitian tindakan 5. Penelitian Perpustakaan dan dokumenter 6. Studi sosiometri

38 Langkah-langkah metode deskriptif 1. Memilih dan merumuskan masalah 2. Menentukan tujuan penelitian 3. Memberi batasan,limitasi area: secara geografis, batasan kronologis 4. Merumuskan kerangka reori atau kerangka konseptual, yang kemudian diturunkan dalam bentuk hipotesis untuk diverifikasi 5. Menelusuri sumber kepustakaan 6. Merumuskan hipotesis 7. Melakukan kerja lapangan 8. Membuat tabulasi,analisis data 9. Menginterpretasi 10. Generalisasi dan deduksi 11. Membuat laporan

39 Metode Korelasi Penelitian korelasi berkasitan dengan pengumpulana data untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih, dan seberapa tingkat hubungannya, yang dinyatakan dalam suatu koefisien korelasi. Ppenelitian korelasi memungkinkan pembuatan prakiraan hubungan antar variabel.

40 Penelitian korelasi - Studi korelasi dirancang untuk menentukan variabel yang diduga ada hubungannya dengan variabel lainnya. - Ada yang mengatakan bahwa ukuran sampel terkecil 30 subyek, tetapi tidak berarti bahwa setiap penelitiankorelasi jumlah 30 subyek sudah memenuhi

41 Metode Kausal Komparatif Penelitian yang berusaha menentukan penyebab atau alasan adanya perbedaan perilaku atau status. Perbedaan antara penelitian kausal-komparatif dengan korelasi adalah bahwa penelitian kausal komparatif berusaha mengidentifikasi hubungan sebab akibat, sedang penelitian korelasi tidak. Dibandingkan denagn penelitian eksperimen, variabel bebas pada eksperimen dimanipulasi, pada kausal kompararatif perbedaan itu memang sudah ada.

42 Metode eksperimen Merupakan metode paling tepat untuk menguji hipotesis hubungan sebab-akibat. Variabel bebas dimanipulasi. Terdapat kontrol yang cermat selama penelitian berlangsung.

43 Tujuan penelitian eksperimen Untuk mengetahui kemungkinan adanya hubungan sebab-akibat dengan cara memberikan satu atau lebih perlakuak kepada satu atau lebih kelompok eksperimen, kemudian membandingkan dengan satu ataulebih kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan.

44 Metode Penelitian Tindakan Penelitian tindakan adalah suatu penelitian yang dikembangkan bersama-sama antara peneliti dengan “decision maker” tentang variabel-variabel yang dapat dimanipulasikan dan dapat segera dapat dugunakan untuk menentukan kebijakan. Penelitian tindakan bertujuan untuk memberikan penemuan praktis

45 Penelitian Tindakan Kelas  MENGENAI PENELITIAN TINDAKAN KELAS DIBAHAS SECARA KHUSUS, PADA BAGIAN LAIN

46 Jenis Penelitian Menurut metode.Jenis penelitian menurut metode: 1. Survey 2. Exposfacto 3. Eksperimen 4. Naturalistik 5. Policy research 6. Action research 7. Evaluasi 8. Sejarah 9. R & D

47 - Metode kuantitatif disebut metode tradisional, karena sudah mentardisi sebagai metode penelitian. - Disebut juga metode positivistk, karena berlandaskan filsafat positivisme. - Disebut pula metode discovery,dengan metode ini ditemukan dan dikembangkan berbagai IPTEk baru. - Disebut kuantitatif, karena data berupa angka, analisis menggunakan statistik PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

48 Metode penelitian kualitatif - Merupakan metode baru - Disebut metode postpositivistik - Merupakan metode artistik, karena proses penelitian bersifat seni. - Disebut metode naturalistik (natural setting). - Intrument---  human instrumentGeneralisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan “transferability”

49 Karakteristik Penelitian Kuantitatif-Kualitatif Dapat dicermati dari aspek : 1. Desain 2. Tujuan 3. Teknik pengumpulan data 4. Intrumen penelitian 5. Data yang diperoleh 6. Sampel 7. Analisis data

50 Penelitian kuantitatif-kualitatif 8. Hubungan dengan responden 9. Usulan desain 10. Waktu,kapan penelitian dianggap selesai 11. Kepercayaan terhadap hasil penelitian

51 Penggunaan metode kuantitatif. Metode kuantitatif dapat digunakan apabila: 1. Masalah yang akan diteliti sudah jelas. 2. Peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas tetapi tidak mendalam dari suatu populasi. 3. Bila ingin mengetahui ada tidaknya hubungan

52 Penelitian kuantitatif 4. Untuk menguji hipotesis penelitian 5. Peneliti ingin mendapatkan data akurat berdasarkan data empiris yang terukur. 6. Ingin menguji bterhadap adanya keragu- raguan tentang validitas pengetahuan,produk atau teori.

53 Metode kualitatif 1. Bila masalah belum jelas. 2. Untuk memahami makna di balik data yang tampak 3. Untuk memahami interaksi sosial 4. Memahami perasaan orang 5. Untuk mengembangkan teori 6. Untuk memastikan kebenaran data 7. Untuk meneliti sejarah perkembangan

54 Ruang Lingkup Penelitian Pendidikan Pendidikan merupakan suatu sistem yang terbentuk dari komponen-komponen sebagai berikut: 1. input 2. infrastruktur 3. lingkungan 4. proses 5. out put

55 Ruang Lingkup Penelitian Pendidikan Lihat Sugiyono hal 42 – 45 Lingkup Penelitian Pendidikan Pada Tingkat Operasional: 1. Aspirasi masyarakat dalam memilih pendidikan. 2. Pemasaran lembaga pendidikan. 3. Sistem seleksi murid baru. 4. Kurikulum,silabi

56 lanjutan 5. Media pendidikan, buku ajar. 6. Penampilan mengajar guru. 7. Managemen kelas. 8. Sistem evaluasi pembelajaran. 9. Sistem ujian akhir 10. Kuantitas dan kualitas lulusan. 11. Perkembangan karier lulusan. 12. Kebutuhan masyarakat akan lulusan pendidikan

57 Proses Penelitian Kuantitatif A. Proses Penelitian Kuantitatif 1. Rumusan masalah 2. Landasan Teori 3. Perumusan Hipotesis 4. Pengumpulan data a. Populasi dan sampel b.Pengembangan instrumen c.Pengujian instrumen 5.. Analisis dan interpretasi data 6. Kesimpulan dan saran

58 TM: III MASALAH PENELITIAN

59 Masalah Penelitian 1. Pengertian masalah Masalah ada apabila terjadi kesenjangan antara das sollen dengan das sein, ada perbedaan antara apa yang seharusnya dengan kenyataan. 2. Sumber untuk memperoleh masalah penelitian: a. Bacaan terutama yang berisi laporan hasil penelitian.

60 Sumber masalah penelitian 1. Bacaan : buku teks, jurnal,year book, buletin dll 2. Seminar, diskusi dan pertemuan ilmiah lainnya 3. Pernyataan pemegang otoritas 4. Pengalaman sepintas 5.Pengalaman pribadi 6. Perasaan intuitif

61 Pemilihan masalah penelitian 1. Pertimbangan dari arah masalahnya: a. Pertimbangan teori dalam bidang yang bersangkutan dengan dasar teoritis penelitiannya. b. Pemecahan masalah praktis. 2. Pertimbangan dari arah calon peneliti: (biaya, waktu.alat yang tersedia,bekal kemampuan teoritis, penguasaan metode)

62 Bagaimana memilih masalah penelitian?. 1. Masalah harus sesuai dengan minat peneliti. 2. Penelitian dapat dilaksanakan: a. Peneliti mempunyai kemampuan untuk meneliti ( teori, metode). b. Peneliti mempunyai tenaga, dana serta waktu yang cukup. 3. Tersedia faktor pendukung. 4. Hasil penelitian bermanfaat ( teoritis dan praktis)

63 Bagaimana Merumuskan Masalah Rumusan masalash merupakan pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Cara perumusan masalah 1. Dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan. 2. Menautkan hubungan antara dua variabel atau lebih

64 Rumusan masalah 3. Rumusan padat dan jelas. 4. Memberi petunjuk tentang kemungkinan pengumpulan dan analisis data

65 Bentuk-bentuk rumusan masalah 1. Rumusan masalah deskriptif: Rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih. Peneliti tidak membuat perbandingan pada sampel lain, atau mencari hubungan dengan variabel lain Contoh: 1) Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari mahasiswa pend geografi?. 2) Seberapa besar daya serap siswa SMA terhadap mata pelajaran geografi?. 3) Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap

66 2. Rumusan masalah komparatif Rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda. Contoh: 1) Adakah perbedaan prestasi belajar siswa dari sekolah negeri dan swasta?. 2) Adakah perbedaan kinerja guru yang sudah bersertifikat dengan yang belum bersertifikat?

67 3. Rumusan masalah asosiatif Rumusan masalah yang bermaksud untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Ada tiga macam hubungan: 1). Hubungan simetris:hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersamaan,tetapi bukan merupakan hubungan kausal maupun timbal balik.Contoh:

68 2)Hubungan kausal( hubungan sebab akibat) Merupakan penelitian tentang hubungan sebab akibat, jadi ada variabel independen dan dependen. Contoh: a. Apakah ada hubungan antara kedisiplinan dengan prestasi belajar?. b. Apakah ada hubungan antara minat baca dengan prestasi belajar?. c. Seberapa besar pengaruh : kurikulum, media,kualitas guru terhadap kualitas lulusan?.

69 3) Hubungan interaktif/resiprocal/ timbal balik Hubungan interaktif adalah hubungan saling mempengaruhi, tidak diketahui mana IV dan DV nya. 1. Hubungan antaraq motivasi dan prestasi belajar. 2. Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan

70 Jenis permasalahan menurut Suharsimi 1. Permasalahan untuk mengetahui status dan mendiskripsikan fenomena, sehingga terjadi penelitian desskriptif ( survei, historis. 2. Permasalahan yang membandingkan status dua fenomena atau lebih. Penelitian kausal komparatif: digunakan apabila peneliti ingin mengetahui kemungkinan akibat dari suatu kejadian yang tidak dapat dilakukan dengan eksperimen.

71 lanjutan 3. Problema untuk mencari hubungan antara dua fenomena: a. Korelasi sejajar, misalnya korelasi antara b. Korelasi sebab akibat

72 Tugas Menyusun Proposal Penelitian Praktik menyusun proposal penelitian A. Judul Penelitian B. Pendahuluan 1. Latar Belakang Masalah 2. Identifikasi Masalah 3. Pembatasan Masalah 4. Rumusan Masalah 5. Tujuan Penelitian 6. Manfaat Penelitian C. Kajain Teori, Kerangka Berpikir dan Hipotesis Penelilitian D. Metode Penelitian 1. Desain Penelitian 2. Tempat dan waktu 3. Variabel dan definisi operasional variabel 4. Populasi dan sampel 5. Te3knik pengumpulan data 6. Teknik analisis data D. Daftar Pustaka E. Intrumen penelitian

73 TM : IV PERANAN TEORI DALAM PENELITIAN

74 Tinjauan Kepustakaan Tinjauan kepustakaan berisi : A. Telaah kepustakaan terhadap penelitian sebelumnya, buku ajar (textbook). 1.Telaah penelitian, mengungkapkan bahasan kritis terhadap hasil penelitian yang sudah ada,analisis,model yang relevan dengan topik penelitian. Tujuannya untuk memperoleh fakta pendukung.

75 Apa yang perlu diperhatikan?. Hal yang perlu diperhatikan dalam penelaahan kepustakaanhasil penelitian sebelumnya: a. Ada bukti bahwa masalah yang akan diteliti belum terjawab,belum terpecahkan secara memuaskan,belum pernah diteliti ditinjau dari: tujuan, data dan metode, analisis,waktu,lokasi.

76 lanjutan b. Uraian teoritik dan empirik yang berhubungan dengan indikator,variabel,parameter penelitian yang tercerminpada masalah yang akan dipecahlkan. c. Telaah hasil penelitian sebelumnya diasrahkan pada sebagian atau seluruh unsur penelitian: tujuan,metode,analisis,hasil utama dan kesimpulan. d. Peneliti harus cerdik memanfaatkan informasi dari suatu makalah yang diperlukan untuk mendukung penelitiannya, terutama yang terkait dengan obyek atau sasaran penelitiannya

77 2. Telaah buku ajar/teks book Bertujuan untuk menemukan teori-teori pendukung terhadap penelitian yang akan dilakukan dan relevan dengasn topik kajian penelitian. Tugas: Tentukan topik penelitian dan cari teori- teori pendukung yang relevan.

78 Saran tambahan Tinjauan pustaka untuk skripsi paling tidak terdiri atas : - Satu buku teks berbahas Indonesia - Dua buku teks berbahasa asing - Jurnal ilmiah - Skripsi mahasiswa maksimum 3 judul - Internet

79 B. Landasan Teori Berisi uraian mengenai teori-teori yang sudah ada dan diakui kesahihannya. Dikemukakan isi teori dan alasan mengapa teori tersebut digunakan. Namun demikian sub bab ini boleh tidak dicantumkan, apabila secara implisit sudah ada dalam tinjauan pustaka

80 C. Kerangka Pemikiran Dijabarkan dari tinjauan pustaka dan duisusun oleh peneliti, sebagai tuntunan untuk memecahkan masalah, dan untuk merumuskan hipotesis. Dijelaskan hubunagn antara variabel atas kajian teoritis dan penelitian sebelumnya. Kerangka pemikiran dituangkan dalam bentuk model matematis, diagram alir yang menggambarkan hubungan antar variabel. Model disusun berdasarkan teori dari hasil telaah kepustakaan dan hasil penelitian sebelumnya. Dalam kerangka pemikiran sudah tidak ada lagi rujukan

81 Hipotesis Penelitian Pengertian: 1. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris. 2. Hipotesis merupakan kesimpulan teoritis yang diperoleh dari penelaahan kepustakaan 3. Secara teknis hipotesis merupakan pernyataan terhadap populasi yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data dari sampel penelitian.

82 Hipotesis menyatakan prediksi Taraf ketepatan prediksi akan sangat tergantung kepaada taraf kebenaran dan taraf ketepatan landasan teoritis yang mendasarinya.

83 Persyaratan Hipotesis 1. Merupakan kalimat deklaratif 2. Menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih 3. Dirumuskan secara padat dan jelas 4. Dapat diuji, artinya memungkinkan untuk pengumpulan data untuk menguji kebenaran hipotesis. 5. Didukung oleh teori-teori, hasil penelitian yang relevan

84 Bentuk-Bentuk Hipotesis 1. Berdasarkan tingkat eksplanasinya : a. Hipotesis deskriptif b. Hipotesis komparatif c. Hipotesis asosiatif / hubungan 2. Hipotesis kerja( alternatif) dan hipotesis nol

85 2.1.Hipotesis kerja/alternatif (Ha) Hipotesis kerja (Ha) menyatakan adanya hubungan, atau adanya perbedaan antara dua kelompok. Rumusan hipotesis kerja (Ha) a. Jika maka b. Ada perbedaan antara Dengan c. Ada pengaruh Terhadap

86 2.2. Hipotesis nihil/nol (Ho) Hipotesis nol disebut juga hipotesis statistik. Ho menyatakan tidak adanya hubungan, perbedaan, pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Rumusan Ho: a. Tidak ada hubungan antara Dengan b. Tidak ada perbedaan antara..... Dengan..... c. Tidak ada pengaruh Terhadap

87 Bagaimana menguji hipotesis?. 1. Untuk dapat diuji dengan statistik, data harus dikuantitatifkan ( diangkakan). 2. Untuk dapat diangkakan diperlukan intrumen yang memiliki skala pengukuran.

88 Tugas menyusun proposal penelitian Sistematika : A.Judul B. Pendahuluan: 1. Latar belakang masalah 2. Identifikasi masalah 3. Pembatasan masalah 4. Rumusan masalah

89 5. Tujuan penelitian 6. Manfaat penelitian C. Kajian pustaka 1. Deskripsi teori dan penelitian yang relevan 2. Kerangka berpikir dan bagan kerangka berpikir. 3. Hipotesis atau pertanyaan penelitian

90 D. Metode Penelitian 1. Desain Penelitian 2. Tempat dan waktu penelitian 3. Variabel dan definisi operasional variabel 4. Populasi dan sampel 5. Metode pengumpulan data 6. Metode analisis data

91 1. Desain Penelitian Untuk dapat menentukan desain penelitian diperhatikan pendekatan mana yang dipilih. 1. Berdasarkan rumusan permasalahan: deskriptif, komparatif, asosiatif. 2. Berdasarkan pendekatan teknik samplingnya pendekatan populasi, sampel atau kasus. 3. Berdasarkan pendekatan timbulnya variabel, penelitian eksperimen, non eksperimen.

92 Variabel penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut, sifat, nilai dari orang,obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapka oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel penelitian adalah obyek penelitian yang mempunyai variasi nilai.

93 Variabel berdasarkan pola hubungan antar variabel 1. Variabel Independen : variabel bebas (IV) variabel stimulus, prediktor, antisedent. IV merupakan varibel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat (DV). 2. Variabel dependen (DV), variabel uotput, kriteria, konsekuen, variabel terikat. DV merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat dari variabel bebas.

94 3. Variabel moderator: yaitu variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara IV dengan DV. Contoh : Motivasi belajar (IV) Prestasi belajar(DV) Peran guru (VM) Hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar akan semakin kuat- lemah bila peranan guru baik-kurang baik dalam menciptakan iklim belajar.

95 Hub antar var 4. Variabel intervening Variabel yang mempengaruhi hubungan antara IV dan DV menjadi hubungan tidak langsung, variabel antara diantara IV dan DV. Contoh: Tinggi rendah penghasilan akan berpengaruh tidak langsung terhadap harapan hidup. Hal ini variabel penyela adalah gaya hidup 5. Variabel kontrol, variabel yang dikendalikan tidak diteliti pengaruhnya. Digunakan dalam penelitian komparasi

96 Bagaimana menentukan kedudukan variabel dalam penelitian?. Harus dilihat konteksnya Dilandasi konsep teoritis yang mendasari Dilandasi hasil pengamatan empiris di tempat penelitian.

97 Perhatikan!!.  Sebelum meneliti perlu studi pendahuluan ke obyek yang akan diteliti.  Jangan sampai terjadi rumusan masalah penelitian dibuat tanpa studi pendahuluan.  Masalah yang dirumuskan tidak ada, tidak menjadi masalah pada obyek penelitian.

98 Jenis - Jenis Variabel 1. Variabel Kualitatif: kemakmuran, kepandaian 2. Variabel kuantitatif a. Variabel diskrit /nominal/kategories Contoh: b. Variabel kontinum * variabel ordinal * variabel interval * variabel rasio

99 VARIABEL DISKRIT-NOMINAL- KATEGORIK VARIABEL SALING PILAH, DIKATEGORIKAN ATAS 2 KUTUB YANG BERLAWANAN: - YA – TIDAK - LAKI-LAKI-PEREMPUAN - LULUS-TIDAK LULUS CIRI VARIABEL DISKRIT: - TIDAK DAPAT DINYATAKAN DALAM BENTUK ANGKA DESIMAL DIBELAKAN KOMA - ANGKA-ANGKA DIGUNAKAN UNTUK MENGHITUNG/FREKUENSI, BUKAN UNTUK PEMBERIAN SKOR

100 VARIABEL KONTINUM 1. VARIABEL ORDINAL YAITU VARIABEL YANG MENUNJUKKAN TINGKATAN : RANGKING 1,2,3.... JUARA 1,2, VARIABEL INTERVAL YAITU VARIABEL YANG MEMPUNYAI JARAK, MERUPAKAN HASIL PENGUKURAN: PRESTASI BELAJAR,PENDAPATAN 3. VARIABEL RATIO, YAITU VARIABEL PERBANDINGAN

101 UNTUK APA MEMAHAMI VARIABEL?. MEMAHAMI VARIABEL DAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI VARIABEL MENJADI SUB-SUB VARIABEL MERUPAKAN SYARAT MUTLAK BAGI PENELITI. VARIABEL HARUS DIPECAH-PECAH DIKATEGORI UNTUK KEMUDIAN DISUSUN INDIKATOR- INDIKATORNYA. KATEGORI,INDIKATOR,SUB VARIABEL DIJADIKAN PEDOMAN UNTUK: - MENYUSUN HIPOTESIS - MENYUSUN INTRUMEN - MENGUMPULKAN DATA - MEMILIH TEKNIK ANALISIS DATA

102 CONTOH: PENGARUH KUALITAS GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA VARIABEL BEBAS : KUALITAS GURU VARIABEL TERIKAT: PRESTASI BELAJAR SISWA SUB VARIABEL: 1. KUALITAS GURU: PENDIDIKAN, PENGALAMAN MENGAJAR, USIA,BELAKAN PENDIDIKAN,KOMPETENSI GURU (PEDAGOGIS,PROFESIONAL,SOSIAL DAN KEPRIBADIAN) 2. PRESTASI BELAJAR: NILAI HARIAN, NILAI ULANGAN UMUM,TUGAS,LAPORAN,UNJUK KERJA DLL

103 PERHATIKAN: VARIABEL PERLU DIBERI BATASAN PENGERTIAN YANG JELAS SEHINGGA BENAR- BENAR DAPAT DIUKUR ( OPERASIONALISASI VARIABEL)

104 PARADIGMA PENELITIAN PARADIGMA PENELITIAN MERUPAKAN POLA PIKIR YANG MENUNJUKKAN : 1) HUBUNGAN ANTAR VARIABEL YANG AKAN DITELITI 2) JENIS DAN JUMLAH RUMUSAN MASALAH YANG AKAN DITELITI 3)TEORI YANG DIGUNAKAN 4) JUMLAH HIPOTESIS 5) TEKNIK ANALISIS STATISTIK YANG AKAN DIGUNAKAN

105 1. PARADIGMA SEDERHANA HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECERDASAN DENGAN PRESTASI BELAJAR. X  Y 1). RUMUSAN MASALAH DESKRIPTIF BAGAIMANA TINGKAT KECERDASAN SISWA BAGAIMANA PRESTASI BELAJAR SISWA 2) RUMUSAN MASALAH ASOSIATIF APAKAH ADA HUBUNGAN/PENGARUH TINGKAT KECERDASAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA?.

106 2. TEORI YANG DIGUNAKAN: TEORI TENTANG TINGKAT KECERDASAN, DAN PRESTASI BELAJAR 3. HIPOTESIS 1) HIPOTESIS DESKRIPTIF 2) HIPOTESIS ASOSIATIF 4. TEKNIK ANALISIS DATA 1) DESKRIPTIF: VARIABEL INTERVAL DANRATIO GUNAKAN T TEST one SAMPEL 2) HIPOTESIS ASOSIATIF, VARIABEL INTERVAL- RATIO, DAPAT DIGUNAKAN KOREASI PRODUK MOMENT

107 2. PARADIGMA GANDA DENGAN DUA VARIABEL LIHAT : SUGIYONO,2008,43-48

108 LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS MANFAAT TEORI DALAM PENELITIAN: 1. MEMPERJELAS MASALAH YANG AKAN DITELITI 2. SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN HIPOTESIS 3. DASAR PENYUSUNAN INSTRUMEN PENELITIAN LANDASAN TEORI DALAM PENELITIAN KUANTITATIF HARUS SUDAH JELAS, BERBEDA DENGAN PENELITIAN KUALITATIF DIMANA TEORI DAPAT DIKEMBANGKAN DALAM PROSES PENELITIAN/BERKEMBANG DI LAPANGAN

109 DESKRIPSI TEORI DESKRIPSI TEORI MERUPAKAN URAIAN SISTEMATIS TENTANG TEORI DAN HASIL-HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN DENGAN VARIABEL YANG AKAN DITELITI. BERAPA JUMLAH TEORI YANG PERLU DIDESKRIPSWIKAN? TERGANTUNG PADA JUMLAH VARIABEL YANG AKAN DITELITI DESKRIPSI TEORI BERISI TENTANG: PENJELASAN VARIABEL MELALUI PENDEFINISIAN, URAIAN LENGKAP DARI BERBAGAI REFERENSI SEHINGGA MEMPERJELAS: RUANG LINGKUP KEDUDUKAN DAN PREDIKSI TERHADAP HUBUNGAN ANTAR VARIABEL.

110 PROSES PENYUSUNAN KERANGKA BERPIKIR UNTUK MERUMUSKAN HIPOTESIS 1. MENETAPKAN VARIABEL YANG AKAN DITELITI 2. MEMBACA BUKU DAN HASIL PENELITIAN (RELEVAN, MUTAKHIR, KELENGKAPAN) 3. DESKRIPSI TEORI DAN HASIL PENELITIAN 4. ANALISIS KRITIS TERHADAP TEORI DAN HASIL PENELITIAN 5. ANALISIS KOMPARATIF TERHADAP TEORI DAN HASIL PENELITIAN 6. SINTESA KESIMPULAN 7. KERANGKA BERPIKIR 8. HIPOTESIS

111 KERANGKA BERPIKIR YANG BAIK MEMUAT: 1. VARIABEL YANG AKAN DITELITI 2. DISKUSI YANG MENUNJUKKAN PERTAUTAN ANTAR VARIABEL, DAN ADA TEORI YANG MENDASARI 3. DISKUSI JUGA MENUNJUKKAN HUBUNGAN ANTAR VARIABELNEGATIF/POSITIF, TIMBAL BALIK DSB 4. KERANGKAQ BERPIKIR DINYATAKAN DALAM BENTUK DIAGRAM (PARADIGMA PENELITIAN)

112 HIPOTESIS PENELITIAN 1. HIPOTESIS DISUSUN BERDASARKAN LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR 2. WALAUPUN HIPOTESIS SANGAT PENTING DALAM PENELITIAN, TETAPI TIDAK SEMUA PENELITIAN HARUS BERHIPOTESIS, MISALNYA PENELITIAN DESKRIPTIF DAN EKSPLORATIF 3. HIPOTESIS STATISTIK PERLU DISUSUN BILA MENGGUNAKAN SAMPEL, HIPOTESIS PENELITIAN BILA BEKERJA DENGAN MERUPAKAN PENELITIAN POPULASI

113 BENTUK HIPOTESIS 1. BERDASARKAN TINGKAT EKSPLANASINYA A. HIPOTESIS DESKRIPTIF B. HIPOTESIS KOMPARATIF C. HIPOTESIS ASOSIATIF

114 Populasi dan Sampel Penelitian Sumber data Sumber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data dapat berupa 3P: P Person, sumber data berupa orang P Place, sumber data berupa tempat P Paper, sumber data berupa simbol(huruf,angka,gambar,lontar dll)

115 Penelitian berdasarkan wilayah/cakupan sumber data 1. Penelitian populasi 2. Penelitian sampel 3. Penelitian kasus Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. 1. Penelitian populasi Apabila semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian diteliti, maka penelitiannya disebut penelitian populasi,sensus atau complete enumeration. Obyek pada populasi diteliti, hasilnya dianalisis, disimpulkan, dan kesimpulan itu berlaku untuk semua populasi

116 2. Penelitian sampel Apabila hanya sebagian dari populasi yang diteliti, maka penelitian disebut penelitian sampel. Penelitian sampel dilakukan untuk memberlakukan/menggeneralisasikan hasil penelitian sampel terhadap populasi.

117 Mengapa kita melakukan penelitian sampel? Keuntungan penggunaan sampel:

118 Penentuan Sampel Apa yang dipelajari dalam sampel, kesimpulannya akan diberlakukan pada populasi. Oleh karena itu sampel yang diambil harus benar-benar dapat mewakili karakteristik populasi (representatif) Parameter untuk menentukan representativeness sampel:

119 1. Variabilitas populasi peneliti harus menerima variabilitas populasi apa adanya, tidak dapat diatur, dimanipulasi. 2. Besarnya sampel Semakin besar sampel yang diambil makin tinggi tingkat representativeness sampel.hal ini berlaku bilapopulasi tidak homogen. Apabila ppopulasi homogen, besar kecil sampel tidak berpengaruh.

120 3. Teknik penentuan sampel, semakin tinggi tingkat rambang dalam peenentuan sampel,makin representatif. 4. Kecermatan memasukkan ciri-ciri populasi, semakin lengkap memasukkan ciri-ciri populasi sampel semakin representatif. Walaupun berbagai teknik pengambilan sampel telah dipertimbangkan, peneliti tidak dapat mencerminkan populasi secara sempurna.

121  Sampling error akan selalu ada.  Oleh karena itu diperlukan estimasi besar kecilnya kekeliruan, inilah yangdisebut dengan Standard error.

122 Teknik-Teknik Sampling A. Probability Sampling 1. Simple random sampling 2. Proportionate stratified random sampling 3. Disproportionate stratified random sampling 4. Area ( cluster sampling)

123 B. Non Probability Sampling 1. sampling sistematis 2. Kuota sampling 3. Insidental sampling 4. Purposive sampling 5. Sampling jenuh 6. Snowball sampling

124 Menentukan Besar Sampel Besar kecilnya sampel tergantung pada tingkat ketelitian yang dikehendaki. Makin besar tingkat ketelitian sampel semakin besar dan sebaliknya. 1. Tabel penentuan sampel dari Isaac dan Michael. 2. Rumus Cochran 3. Rumus Cohen 4. Nomogram Harry King

125 METODE DAN INSTRUMEN INSTRUMEN  ALAT METODE  CARA METODE TES, INSTRUMEN TES ATAU SOSL TES METODE ANGKET, INSTRUMEN ANGKET ATAU KUESIONER METODE OBSERVASI INSTRUMEN CHEK-LIST METODE WAWANCARA INTRUMEN PEDOMAN WAWANCARA METODE DOKUMENTASI INSTRUMEN CHEK-LIST

126 METODE TES PENGERTIAN TES: TES MERUPAKAN PERTANYAAN ATAU LATIHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN, PENGETAHUAN,INTELEGENSI, KEMAMPUAN ATAU BAKAT INDIVIDU ATAU KELOMPOK. MACAM TES: TES BAKAT, MINAT,KEPRIBADIAN,INTELEGENSI,SIKAP,PRESTASI

127 METODE NON TES 1. ANGKET ATAU KUESIONER MACAM-MACAM KUESIONER: - KUESIONER TERBUKA DAN KUESIONER TERTUTUP - KUESIONER LANGSUNG- KUESIONER TIDAK LANGSUNG - KUESIONER ISIAN, PILIHAN GANDA,CHEK- LIST,RATING SCALE

128 ANGKET KEUNTUNGAN ANGKET: - TAK MEMERLUKAN KEHADIRAN PENELITI - DAPAT DIBAGIKAN SECARA SERENTAK - DAPAT DIBUAT ANONIM - DAPAT DIBUAT TERSTANDAR KELEMAHAN ANGKET: -RESPONDEN SERING TIDAK TELITI DALAM MENJAWAB PERTANYAAN - SUKAR DICARI VALIDITASNYA - RESPONDEN SERING TIDAK JUJUR DALAM MENJAWAB - ANGKET TIDAK KEMBALI - WAKTU PENGEMBALIAN TIDAK BERSAMA-SAMA

129 KATA PENGANTAR UNTUK ANGKET 1. Alamat responden, lengkap 2. Pengantar penyampaian angket 3. Tujuan penelitian 4. Pentingnya penelitian 5. Pentingnya responden dalam penelitian 6. Waktu pengisisn angket 7. Waktu dan tempat pengembalian angket 8. Penyampaian hasil 9. Ucapan terima kasih kepada responden 10. Nama pengirim. Tal pengiriman

130 PERTIMBANGAN UNTUK PENYUSUNAN ANGKET 1. SEMUA INDIKATOR HARUS TERWAKILI DALAM PERTANYAAN 2. TIDAK MENANYAKAN HAL YANG TIDAK PERLU 3. TATA LETAK (LAY OUT) DIBUAT MENARIK

131 WAWANCARA (INTERVIEW) MACAM-MACAM INTERVIEW: 1. INTERVIEW BEBAS 2. INTERVIEW TERPIMPIN 3. INTERVIEW BEBAS TERPIMPIN HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM INTERVIEW: - PEWAWANCARA PERLU DILATIH - CIPTAKAN SUASANA KONDUSIF - PERLU DISIAPKAN INTERVIEW GUIDE

132 OBSERVASI MACAM-MACAM OBSERVASI: 1. OBSERVASI SISTEMATIS DAN NON SISTEMATIS 2. OBSERVASI PARTISIPAN- NON PARTISIPAN

133 - SKALA BERTINGKAT - DOKUMENTASI - TRIANGULASI

134 ANALISIS DATA 1. Statistik deskriptif dan Inferensial 2. Statistik parametrik dan non parametrik 3. Judul Penelitian dan analisisnya 4. Pengujian hipotesis 5. Contoh aqnalisis data dan pengujian hipotesis

135 PENELITIAN TINDAKAN KELAS


Download ppt "METODE PENELITIAN PENDIDIKAN GEOGRAFI Oleh Suparmini Pend Geografi FIS UNY."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google