Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Disampaikan Oleh: Dr. M. Syaifuddin, MM Universitas Muhammadiyah Malang Disampaikan Oleh: Dr. M. Syaifuddin, MM Universitas Muhammadiyah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Disampaikan Oleh: Dr. M. Syaifuddin, MM Universitas Muhammadiyah Malang Disampaikan Oleh: Dr. M. Syaifuddin, MM Universitas Muhammadiyah."— Transcript presentasi:

1 Disampaikan Oleh: Dr. M. Syaifuddin, MM Universitas Muhammadiyah Malang Disampaikan Oleh: Dr. M. Syaifuddin, MM Universitas Muhammadiyah Malang Pelatihan PEKERTI bagi Instruktur Laboratorium UMM, Juni 2014

2 PENDAHULUAN Praktikum: – komponen penting dalam pembelajaran – menunjang pemahaman mahasiswa terhadap materi pelajaran. – melatih keterampilan mahasiswa – membuktikan dan menemukan konsep secara ilmiah (scientific approach) – kegiatan spesifik berbeda dengan pembelajaran di kelas

3 PENGERTIAN Merupakan strategi pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa dapat mengintegrasikan kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif secara empirik dengan menggunakan sarana Laboratorium sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai Laboratorium merupakan tempat kegiatan praktikum seperti: bengkel, Rumah Sakit, Studio, Laut, Pasar, Hotel, Perkantoran, Pabrik, dll.

4

5 ASESMEN PRAKTIKUM 1.Klasifikasi/jenis praktikum 2.Dikembangkan atas indikator dan tujuan yang ditetapkan 3.Indikator dan tujuan diklasifikasikan dalam tiga ranah menurut Bloom yaitu: a.Kognitif b.Psikomotor c.Afektif 4.Menggunakan asesmen otentik

6

7 Selama ini pelaksanaan penilaian kurang mampu menggambarkan kemampuan mahasiswa yang integral karena cara dan alat yang digunakan kurang sesuai dan kurang bervariasi. Karena keterbatasan kemampuan dan waktu, asesmen cenderung dilakukan dengan menggunakan cara dan alat yang lebih menyederhanakan tuntutan perolehan mahasiswa seperti tes. Perlu pemilihan asesmen yang tepat dan komprehensif untuk mengukur kemampuan mahasiswa, karena perubahan paradigma di dalam pembelajaran dan asesmen yaitu: Dari Behavioristik ke Konstruktivistik Dari paper-pencil ke performance Dari sesaat ke terus-menerus (Portofolio) Dari aspek tunggal ke multidemensional Dari individual ke kelompok

8 Contoh perubahan dari teori behavioristik ke konstruktivistik Perubahan tekanan dari hasil belajar ke proses belajar, Perubahan dari respon pasif ke penyusunan makna secara aktif, Perubahan dari asesmen keterampilan secara terpisah ke keterampilan terintegrasi, Perhatian ke metakognisi (keterampilan pengelolaan diri dan belajar) dan keterampilan kognatif (motivasi dan bidang-bidang lain yang mempengaruhi proses dan hasil belajar),

9 Memahami dan menerapkan asesmen pembelajaran praktikum menggunakan asesmen otentik Menjelaskan pengertian evlauasi otentik Menjelaskan jenis asesmen non tes Menyusun instrumen asesmen otentik pembelajaran praktikum yang sesuai

10  Untuk apa asesmen dilakukan?  Objek/kompetensi apa yang dinilai?  Mengapa dinilai?  Bagaimana menilai?  Kriteria dan/atau standar apa yang digunakan?  Siapa yang menilai?  Metode asesmen apa yang paling tepat digunakan?  Bagaimana mengolah hasilnya?  Peruntukannya untuk siapa?

11 PROSES INPUT OUPUT/ OUTCOME  Kurikulum (SAP)  Dosen  Mahasiswa  Buku  Laboratorium  Sarana dan Prasarana Metode Strategi dan Pendekatan  Peningkatan Kompetensi  Kognitif  Afektif  Psikomotor  Profesional

12 TUGAS PRESENTASI PRAKTIKUM MEMBUAT MODEL MEMBUAT MODEL KULIAH DAN TUTORIAL KOMPETEN ? ? Sumber: Kopertis VII

13 asesmen ASESMEN Pengukuran asesmen Proses kegiatan mengumpulkan berbagai informasi Interpretasi dan pembuatan keputusan berkenaan dengan informasi asesmen (pengukuran) terhadap kompetensi mahasiswa ALAT UKUR: TES DAN NON TES Perangkat pertanyaan/tugas yang harus dikerjakan mahasiswa untuk mengukur dan mengasesmen pencapaian kompetensi yang ditetapkan

14 Manfaat Prinsip Sasaran  Kognitif  Afektif  Psikomotor Sahih, objektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh dan berkesinambungan, sistematis, beracuan kriteria, akuntabel  Diagnosis (strong & weakness)  Progress mhs  Grade, prediksi  Bimbingan, seleksi, mapping  Efektivitas perkuliahan Jenis  asesmen Portofolio  asesmen Performansi/Kinerja  asesmen Penugasan  asesmen Hasil Kerja (Produk)  asesmen Sikap/Karakter  asesmen Tes Tertulis  Sikap  Pengetahuan  Keterampilan

15

16 Sasaran asesmen memiliki 3 domain (Bloom): Domain kognitif Domain afektif Domain psikomotor Kurikulum 2013, kompetensi:  Sikap (sikap spiritual, sikap sosial)  Pengetahuan  Ketrampilan

17

18

19 Assessment OptionInstructional Objective 6. Student can solve problems collaboratively 5. Student s work in small group to solve previously unencountered problems. Teacher observes and judges their effort 4. Students are given a new problems, then asked to write a essay regarding how a group should go about solving it 3. Students are asked a series of questions regarding ways of solving problems collaboratively, then asked to supply shot answer to the question 2. Students answer a series of multiple-choice test about the next steps to take when solving problems in groups 1. Students respons to true-false questions about the best procedures to follow in group problem solving Jenis  asesmen Portofolio  asesmen Performansi/Kinerja  asesmen Penugasan  asesmen Hasil Kerja (Produk)  asesmen Sikap/Karakter  asesmen Tes Tertulis

20

21 Pengertian Komponen  suatu pendekatan untuk mengukur permformasi mahasiswa berdasarkan cara mahasiswa menyelesaikan tugas yang telah ditetapkan  Mahasiswa mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan, dan kelakuan kerjanya ke dalam berbagai tugas yang bermakna dan melibatkan mahasiswa sesuai dengan kriteria yang diinginkan.  Option model 4 lebih tepat, karena mengungkap kompetensi yang berupa keterampilan atau performance mahasiswa yang tidak dapat diukur dengan tes tulis (manfaat)  Penilaian lebih dari satu kriteria  Menetapkan terlebih dahulu standar kualitas dari performansi mahasiswa yang diharapkan  Penilaian bersifat judgment. Perlu rubrik penilaian, sehingga perlu diskusi dan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa berkenaan dengan komponen asesmen

22 Menggunakan Rubrik Penilaian:  Ceklis, dalam pendekatan ini kita mengindikasi apakah elemen tertentu dari kinerja terdapat dalam ceklis.  Skala rating, dalam pendekatan ini dosen mengidentifikasi seberapa besar derajad kinerja mendekati standar.  Naratif, dosen menuliskan narasi apa yang terjadi pada saat pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan ini dosen dapat menentukan seberapa dekat kinerja mahasiswa dengan standar yang ada.

23

24 Pengertian Manfaat  Portofolio adalah kumpulan hasil karya mahasiswa (usaha, perkembangan dan kecakapan) secara sistematis dalam waktu tertentu yang dikaitkan dengan standar atau kriteria yang telah ditentukan  AP merupakan penilaian berkelanjutan terhadap hasil kerja dan tugas mahasiswa yang didasarkan pada berbagai informasi yang menunjukkan perkembangan kompetensi mahasiswa dalam satu periode tertentu  Kemajuan kompetensi mahasiswa didokumentasikan  Remedial dan pembimbingan  Membangkitkan kepercayaan diri dan motivasi belajar  Mendorong tanggung jawab mahasiswa untuk dapat meningkatkan kompetensi dan asesmen diri

25  Mahasiswa berpikir (student thinking)  Perubahan dari waktu ke waktu (Growth over time)  Kemampuan memaparkan hubungan (connection)  Pandangan mahasiswa terhadap subjek  Proses Problem-Solving

26  Memberi kesempatan mahasiswa untuk meningkatkan citra diri positif  Meningkatkan tanggung jawab mahasiswa terhadap belajarnya dan motivasi intrinsik.  Melibatkan contoh-contoh peroblem solving dan tingkat berfikir yang lebih tinggi.  Dapat digunakan untuk memonitor kemajuan kelas dan menentukan balikan pada mahasiswa.  Dapat meningkatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa  Membantu meningkatkan kesadaran bahwa setiap orang berbeda.

27  Meningkatkan beban kerja dosen  Menyita alokasi waktu pembelajaran  Validitas dan reliabilitas data diragukan  Meningkatkan beban tugas mahasiswa

28  Menentukan contoh kerja apa yang akan dikumpulkan  Menyusun rubrik  Menyusun Jadwal  Mengumpulkan dan menyimpan hasil kerja siswa  Melakukan penilaian  Mengkomunikasikan hasil

29  Hasil kerja individu  Tugas-tugas  Laporan praktikum/eksperimen  Laporan pengamatan lapangan.  Hasil tes Didasarkan pada:  Tujuan portofolio untuk mengetahui perkembangan tentang apa?

30  Pastikan setiap mahasiswa memiliki portofolio  Putuskan jenis karya/tugas yang bagaimana yang harus dikerjakan dan dikumpulkan  Mengumpulkan dan menyimpan karya mahasiswa (diskusi dan pembimbingan)  Memilih kriteria yang mana yang digunakan untuk mengasesmen karya portofolio mahasiswa (kolaborasi dosen dengan mahasiswa  Mewajibkan mahasiswa untuk menilai portofolio yang dibuat secara berkesinambungan (refleksi)  Membuat jadual dan melakukan presentasi portofolio yang dihasilkan mahasiswa baik kepada mahasiswa lain maupun kepada dosen

31 PERSIAPAN:  Mengidentifikasi tujuan pembelajaran.  Menjelaskan tujuan & cara melaksanakan asesmen portofolio beserta contoh.  Menjelaskan persyaratan minimal membuat portofolio.  Menjelaskan penyajian hasil karya. PELAKSANAAN:  Mendorong dan memotivasi mahasiswa.  Melakukan pertemuan rutin dan mendiskusikan hasil kerja.  Memberikan umpan balik.  Memamerkan hasil karya. PENILAIAN:  Penilaian dilakukan bersama mahasiswa.  Penerapan kriteria penilaian secara konsisten.  Self assessment oleh mahasiswa  Hasil penilaian dijadikan input / masukan bagi proses belajar mengajar berikutnya.

32

33  Tugas atau penyelidikan yang dilakukan mahasiswa secara individual atau kelompok untuk periode tertentu.  Tugas berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data, serta kesimpulan  Tugas seringkali melibatkan pencarian data primer dan sekunder, mengasesmen secara kritis hasil penyelidikan, dan bekerjasama dengan orang lain untuk memperoleh kompetensi yang ditetapkan  Manfaat: o menilai keterampilan menyelidiki secara umum untuk segala bidang perkuliahan/praktek. o mengetahui pemahaman dan pengetahuan mahasiswa dalam bidang tertentu, mengetahui kemampuan mahasiswa mengaplikasikan pengetahuan itu dalam penyelidikan tertentu, dan mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menginformasikan subyek tertentu secara jelas.

34

35 Pengertian Perbedaan  asesmen terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk  Proyek memerlukan waktu yang panjang, produk relatif lebih pendek  Proyek bisa dilakukan secara kelompok, produk umumnya individual  Proyek untuk mencapai beberapa indikator, sedang produk mungkin hanya sebuah indikator Asesmen  Menggunakan rubrik: holistik atau analitik  Rubrik dikembangkan atas tahapan pengembangan produk:  Tahap persiapan: penilaian kemampuan mahasiswa dalam merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.  Tahap pembuatan produk (proses) : penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.  Tahap penilaian produk (appraisal): penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.

36 Pengertian Perbedaan  asesmen produk adalah asesmen terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk  asesmen proyek adalah asesmen terhadap penugasan yang diberikan oleh dosen berupa serangkaian kerja ilmiah yang umumnya dikerjakan di luar waktu pembelajaran dan harus diselesaikan siswa dalam periode waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari pengumpulan, pengorganisasian, pengasesmenan, hingga penyajian, analisis data.  Proyek memerlukan waktu yang panjang, produk relatif lebih pendek  Proyek bisa dilakukan secara kelompok, produk umumnya individual  Proyek untuk mencapai beberapa indikator, sedang produk mungkin hanya sebuah indikator

37  Memberi kesempatan mahasiswa mengintegrasikan berbagai kompetensi dasar.  Mendorong mahasiswa untuk bekerja secara berkelompok.  Mendorong mahasiswa peka terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.  Mendukung tercapainya kompetensi pembelajaran.  Membiasakan meneliti.

38

39  Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek.  Ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh mahasiswa  asesmen sikap (aspek non akademis, dampak dari proses pembelajaran atau materi pelajaran yang diterimanya)  sikap terhadap materi pelajaran  sikap terhadap dosen  sikap terhadap proses pembelajaran  sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran  Teknik asesmen sikap:  Observasi  Pertanyaan langsung  Laporan pribadi

40  Sikap Spiritual  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya  Sikap Sosial Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Contoh KD dari Sikap Sosial KD: Disiplin, tanggung jawab, kerjasama, kecermatan Indikator: 1.Konsistensi terhadap waktu 2.Konsitensi terhadap panduan 3.Konsistensi terhadap norma atau nilai yang telah ditetapkan sebelumnya 4.Frekuensi ketepatan dan kebenaran tindakan

41

42 Holistik Analitik  Penilaian yang didasarkan pada tugas atau karya mahasiswa secara menyeluruh.  Penyeloran menghasilkan satu nilai dari skala 0-4 atau 0-5  Digunakan apabila diinginkan penyekoran yang cepat tetapi konsisten, seperti pada asesmen skala luas  Pemberian skor terpisah untuk berbagai ciri atau dimensi hasil karya mahasiswa  Tujuan diagnostik, apabila mahasiswa membutuhkan balikan khusus mengenai kekuatan dan kelemahan mereka  Mengasesmen kurikulum dan program perkuliahan dan untuk menunjukkan dengan tepat bidang-bidang yang memerlukan perbaikan

43

44 ASESMEN OTENTIK PRAKTIKUM Misal: Asesmen Otentik 1.Asesmen Kinerja (Proses) 2.Asesmen Laporan 3.Asesmen Sikap/Karakter Instrumen dan Rubrik Instrumen Penilaian Rubrik

45 ASESMEN KINERJA (PROSES) PRAKTIKUM 1.Menentukan aspek yang akan dinilai 2.Menentukan kategori dari setiap aspek yang akan dinilai 3.Memutuskan dan menentukan skala penilaian. Jika diperlukan menentukan bobot untuk setiap kategori atau aspek yang dinilai 4.Membuat rubrik penilaian

46 CONTOH ASESMEN KINERJA No.AspekKategoriBobot (B) SkorNilai (BxS) Persiapan Praktikum1.1. Menggunakan perlengkapan praktikum (optional) Menggunakan jas laboratorium Membawa dan mengidentifikasi perlengkapan praktikum (alat dan bahan) Bahan A Alat B Pelaksanaan Praktikum2.1. Menggunakan alat dan bahan Mengambil bahan-bahan yang diperlukan Mengoperasikan alat dengan benar Menggunakan alat dan bahan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan

47 CONTOH ASESMEN KINERJA (Lanjutan) No.AspekKategoriBobot (B) SkorNilai (BxS) Minat, keaktifan, pengumpulan data, dan analisis Minat terhadap kegiatan praktikum Fokus pada kegiatan praktikum sesuai dengan tujuan Keaktifan dalam melakukan praktikum Kecermatan dalam mengamati hasil praktikum Ketepatan dan ketelitian dalam menuliskan dan menyajikan data Menganalisis data Membuat kesimpulan sementara

48 CONTOH ASESMEN KINERJA (Lanjutan) No.AspekKategoriBobot (B) SkorNilai (BxS) Kegiatan Ahir Praktikum 3.1. Penggunaan waktu Menyelesaikan praktikum tepat waktu Fokus pada kegiatan praktikum yang sesuai dengan tujuan Kegiatan ahir Membersihkan alat yang digunakan Memberisihkan meja Mengembalikan alat pada tempatnya Mengumpulkan laporan sementara

49 Contoh Asesmen Laporan Praktikum No.Aspek yang dinilai 1.Judul Praktikum 2.Tujuan Praktikum 3.Merumuskan Masalah 4.Menjelaskan Dasar Teori secara jelas dan ringkas 5.Menyusun alat dan bahan dengan spesikasi yang tepat 6.Menuliskan prosedur kerja/langkah praktikum 7.Mendeskripsikan data hasil praktikum secara sistemtis dan komunikatif 8.Menganalisis data, pembahasan dan diskusi 9.Menyusun kesimpulan 10.Menuliskan daftar pustaka yang diacu 11.Menjawab pertanyaan praktikum 12.Lampiran (bukti kegiatan: foto, data awal hasil praktikum, dll) 13.Ketepatan Waktu Pengumpulan Laporan

50 Rubrik Penilaian Laporan Praktikum: Holistik No.Aspek yang dinilai Judul Praktikum 2.Tujuan Praktikum 3.Merumuskan Masalah 4.Menjelaskan Dasar Teori secara jelas dan ringkas 5.Menyusun alat dan bahan dengan spesikasi yang tepat 6.Menuliskan prosedur kerja/langkah praktikum 7.Mendeskripsikan data hasil praktikum secara sistemtis dan komunikatif 8.Menganalisis data, pembahasan dan diskusi 9.Menyusun kesimpulan 10.Menuliskan daftar pustaka yang diacu 11.Menjawab pertanyaan praktikum 12.Lampiran (bukti kegiatan: foto, data awal hasil praktikum, dll) 13.Ketepatan Waktu Pengumpulan Laporan

51 Rubrik Penilaian Laporan Praktikum: Holistik No.Aspek yang dinilaiSkor Maksimal 1.Judul Praktikum2 2.Tujuan Praktikum5 3.Merumuskan Masalah5 4.Menjelaskan Dasar Teori secara jelas dan ringkas10 5.Menyusun alat dan bahan dengan spesikasi yang tepat5 6.Menuliskan prosedur kerja/langkah praktikum5 7.Mendeskripsikan data hasil praktikum secara sistemtis dan komunikatif10 8.Menganalisis data, pembahasan dan diskusi25 9.Menyusun kesimpulan10 10.Menuliskan daftar pustaka yang diacu5 11.Menjawab pertanyaan praktikum15 12.Lampiran (bukti kegiatan: foto, data awal hasil praktikum, dll)5 13.Ketepatan Waktu Pengumpulan Laporan

52 Rubrik Penilaian Laporan Praktikum: Analitik No.Aspek yang dinilaiKriteria 1.Judul Praktikum0 : Judul praktikum tidak ditulis 1: Judul praktikum ditulis tetapi tidak tepat/sesuai dengan tema praktikum 2: Judul percobaan ditulis dan tepat/sesuai dengan tema praktikum 2.Tujuan Praktikum 3.Merumuskan Masalah Menganalisis data, pembahasan dan diskusi 10: Menganalisis data, membahas hasil pengamatan tapi tidak menghubungan dengan teori yang beriakitan dan tidak mengarah pada pemecahan masalah/kesimpulan 15: Menganalisis data, membahas hasil pengamatan, menghu-bungan dengan teori yang berkaitan tetapi tidak lengkap, dan sudah mengarah pada pemecahan masalah/kesimpulan 25: Menganalisis data, membahas hasil pengamatan, menghu-bungan dengan teori yang berkaitan secara lengkap, dan sudah mengarah pada pemecahan masalah/kesimpulan

53 CONTOH ASESMEN SIKAP/KARAKTER No.AspekKategoriBobot (B) SkorNilai (BxS) Sikap Spiritual1.1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan praktikum Sikap Sosial2.1. Ketekunan dalam melaksanakan praktikum 2.2. Kedisiplinan dalam melaksanakan praktikum 2.3. Kejujuran 2.4. Tanggung Jawab 2.5. Kerjasama

54 RUBRIK ASESMEN SIKAP - Analitik: Sosial No.Aspek/KategoriSkor Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan praktikum Ketekunan dalam melaksanakan praktikum 2.2. Kedisiplinan dalam melaksanakan praktikum 2.3. Kejujuran 2.4. Tanggung Jawab 2.5. KerjasamaTidak mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok dan tidak aktif Kurang mampu bekerjasama dengan baik dalam kelompok dan tidak aktif Mampu bekerja sama dengan baik dalam kelompok namun kurang aktif dan merata pada setiap kelompok Mampu bekerja sama dengan baik dan aktif serta merata untuk setiap anggota kelompok

55


Download ppt "Disampaikan Oleh: Dr. M. Syaifuddin, MM Universitas Muhammadiyah Malang Disampaikan Oleh: Dr. M. Syaifuddin, MM Universitas Muhammadiyah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google