Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pelatihan Coaching Skill Angk. I Machmud SYAM. KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI : Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pelatihan Coaching Skill Angk. I Machmud SYAM. KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI : Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran."— Transcript presentasi:

1 Pelatihan Coaching Skill Angk. I Machmud SYAM

2 KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI : Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.

3  SERANGKAIAN MATA KULIAH  SILABUS  PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN ( GBPP - SAP )  PROSES EVALUASI ( ASSESSMENT )  PENCIPTAAN PROSES PEMBELAJARAN  SUASANA PEMBELAJARAN DOKUMEN ( CURRICULUM PLAN ) KEGIATAN NYATA ( ACTUAL CURRICULUM )

4 Ekstraksi parameter Model Pembelajaran Menjadi Kurikulum Proses Pembelajaran Masyarakat yang berkarya

5 OUTPUT PROSESINPUT lulusan lembaga pendidikan tertentu mahasiswa kurikulum dosen sarana/prasarana materi/bahan pembelajaran bimbingan praktikum belajar mandiri belajar kelompok lulusan Sistem Pembelajaran

6 Orientasi Kurikulum Lama Content- based approach Structure of subject matter Content transmission

7 Orientasi Kurikulum Baru (KBK) Competency -based approach Integration Students/ professional needs Contextual Active learning

8 PERENCANAANPELAKSANAAN RENC. PEMB. CARA DAN MODEL PEMBELAJARAN SCL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN KURIKULUM EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN Action Research PROSES DAN HASIL BELAJAR sumber belajar Dosen Mhs (PLAN)(DO)(ACT) (CHECK)

9 Perubahan Paradigma dalam Pembelajaran KURIKULUM Sebagai DOKUMEN

10 Identifikasi kebutuhan pembelajaran dan penulisan Tujuan MK (TIU) Melakukan Analisis Instruksional Mengidentifi- kasi perilaku awal & karakteristik awal mahasiswa Menulis Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Menulis Tes Acuan Patokan Menyusun Strategi Pembelajar an Mengembang- kan Bahan Pembelajaran Mende- sain GBPP /SAP & melaksa nakan evaluasi formatif Sistem Pembel ajaran Proses Perancangan Pembelajaran (Content Based Approach)

11 GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Mata Kuliah : Kode/Bobot : Deskripsi Singkat: Tujuan Instruksional Umum: No. Tujuan Instruksional Khusus Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Estimasi Waktu Sumber Kepustakaan n TIK1=A+PLK1+C+D TIK2=A+PLK2+C+D TIKn=A+PLKn+C+D

12 Contoh Formulir Satuan Acara Pengajaran (SAP) Mata Kuliah : Kode Mata Kuliah : SKS: Waktu Pertemuan : jam/menit Pertemuan ke: A.Tujuan 1. TIU: 2. TIK: B.Pokok Bahasan: C.Sub Pokok Bahasan: D.Kegiatan Belajar Mengajar TahapKegiatan Dosen Kegiatan Mahasiswa Media dan Alat Pengajaran Pendahuluan Penyajian Penutup E. Evaluasi : D. Referensi :

13 Rencana Tes Objektif NO. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN JENJANG KEMAMPUAN DAN TINGKAT KESUKARAN JUMLAH BUTIR SOAL % C1C2C3C4, 5, 6 MUDAHMUDAH SEDANGSEDANG SUKARSUKAR MUDAHMUDAH SEDANGSEDANG SUKARSUKAR MUDAHMUDAH SEDANGSEDANG SUKARSUKAR MUDAHMUDAH SEDANGSEDANG SUKARSUKAR JUMLAH BUTIR SOAL PROSENTASE100

14 Rencana Tes Uraian NO.POKOK BAHASAN & SUB POKOK BAHASAN JUMLAH SOAL PROSES BERPIKIR MAKSIMAL JUMLAH BUTIR SOAL % C2C3C4C5C6 JUMLAHBUTIR SOAL PROSENTASE100

15 Identifikasi kebutuhan pembelajaran dan menulis Kompetensi MK Melakukan Need Assesment Mengidentifi- kasi kompetensi awal yang telah dimiliki mahasiswa Menulis Sasaran dan skenario Pembelajaran Menyiap kan Instumen penilaian Memilih Bentuk Pembelajar an Menyusun Rencana Pembelajaran Melaksa- nakan PBM, Memoni- tor dan menilai prestasi Sistem Pembel ajaran Proses Perancangan Pembelajaran (Competency Based Approach)

16 CONTOH (versi 1) (lembar1 ) FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN MATA KULIAH : ……………………………………………………… SEMESTER : ………………………………… sks : …………… KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN DICAPAI OLEH PESERTA 1. …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 2. ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………… 3. …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 4. …………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

17 MINGGU KE JENIS KEGIATAN PEMBELAJARAN TOPIK BAHASANBENTUK TUGAS BOBOT NILAI CONTOH (VERSI 1)(lembar 2) FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN

18 NOPOKOK BAHASANSUB POKOK BAHASAN KATAGORI PROSES KOGNITIF Tingkat kedalaman proses kognitif (revisi katagori Bloom, Anderson,et.al;2001) : 1. Remember 2. Understand 3. Apply 4. Analyze 5. Evaluate 6. Create CONTOH (VERSI 1)(lembar 3) FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN

19 BENTUK TUGAS (versi 1) (lembar 4) MATA KULIAH : …………………………………………………………. SEMESTER : ………………………………… sks : ………………. 1.TUJUAN TUGAS : URAIAN TUGAS : a. Obyek garapan : ……………………………………………………… b. Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan : …………………… c. Metodologi/ cara pengerjaan, acuan yang digunakan : d. Kriteria luaran tugas yang dihasilkan/ dikerjakan : ………………. 3.KRITERIA PENILAIAN : a. ……………………….. b. ………………………. c. ………………………..

20 CONTOH (versi 2) (lembar 1) FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN MATA KULIAH : ……………………………………………………… SEMESTER : ………………………………… sks : …………… Sararan KOMPETENSI Profil Lulusan yang akan DICAPAI OLEH PESERTA melalui MK ini : 1. …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 2. ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………… 3. …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 4. …………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

21 (1) MINGGU KE (2) MATERI PEMBELA JARAN (3) BENTUK PEMBELA JARAN (4) KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN (KOMPETENSI) (5) KRITERIA PENILAIAN (INDIKATOR) (6) BOBOT NILAI (%) CONTOH (VERSI 2) (lembar 2) FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN

22 BENTUK TUGAS (versi 2) (lembar 3) MATA KULIAH : …………………………………………………………. SEMESTER : ………………………………… sks : ………………. 1.TUJUAN TUGAS : URAIAN TUGAS : a. Obyek garapan : ……………………………………………………… b. Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan : …………………… c. Metodologi/ cara pengerjaan, acuan yang digunakan : d. Kriteria luaran tugas yang dihasilkan/ dikerjakan : ………………. 3.KRITERIA PENILAIAN : a. ……………………….. b. ………………………. c. ………………………..

23 CARA MENGISI RENCANA PEMBELAJARAN (Versi 2) 1)Menunjukan kapan suatu kegiatan dilaksanakan, yakni mulai minggu ke 1 sampai ke 16 (satu semester ). 2)Bisa diisi pokok bahasan, atau sub pokok bahasan,atau topik bahasan. 3)Bentuk pembelajaran bisa berupa : kuliah, diskusi, presentasi tugas, seminar, simulasi, responsi, praktikum, latihan, kuliah lapangan, praktek bengkel, survai lapangan,bermain peran, dlsb. 4)Rumusan kompetensi diusahakan berupa rumusan kemampuan akhir dibidang kognitif, psikomotorik, dan afektif.( lengkap dan utuh )* 5)Kriteria penilaian berisi : indikator yang akan dapat menunjukan pencapaian kompetensi yang dicanangkan, atau unsur kemampuan yang dinilai (bisa kualitatif – ketepatan analisis, kerapian sajian, bisa juga yang kuantitatif – banyaknya kutipan acuan / unsur yang dibahas) 6)Bobot nilai disesuaikan dengan waktu yang digunakan untuk membahas atau mengejakan tugas, atau tingkat pentingnya bahasan, atau kompetensi yang utama/ pendukung/ lainnya. *) NOMOR KOLOM

24 MINGGU KE MATERI PEMBELA JARAN BENTUK PEMBELA JARAN KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN (KOMPETENSI) KRITERIA PENILAIAN BOBOT NILAI KULIAH PRESENTASI 20% SEMINAR 30% KULIAH DISKUSI KELOMPOK 20% UJIAN 30% CONTOH RENCANA PEMBELAJARAN Versi 2

25 Minggu ke : Materi Pembelajaran Bentuk Pembelajaran Kompetensi Akhir Sesi Pembelajaran Indikator Penilaian Bobot Nilai (%) 1 Informasi Kontrak dan Rencana Pembelajaran. Kuliah + Diskusi Membentuk kelompok kerja dan memilih ketua secara demokratis 2 Klasifikasi dan Aplikasi Persamaan Diferensial Kuliah + Tugas Kajian Pustaka Menemukan paling sedikit 3 contoh aplikasi pada paling sedikit 3 bidang keilmuan Ketepatan pemakaian konsep dgn contoh; kejelasan uraian; kemutakhiran bahan pustaka s.d 6 Model-Model Analitik Penyelesaian Persamaan Diferensial Biasa Kuliah + Kerja Kelompok + Presentasi Menyusun Poster yg memuat langkah-langkah penyelesaian PDB dari satu Model Analitik yg ditugaskan Ketuntasan Gagasan pada Poster dari model yang dipilih; Kretivitas; Kerja sama Tim pada presentasi s.d 10 Model-Model Numerik Penyelesaian Persamaan Diferensial Biasa Kuliah + Kerja Individu + Tutorial Menyusun PORTFOLIO tentang karakteristik Model-Numerik dan menyelesaikan Problem Set pada Buku Kerja Kelengkapan isi, kejelasan konsep dan penguasaan Model-Model Numerik; Kemampuan menyelesaikan Problem Set; Kedisiplinan s.d 16 Uji Kompetensi & Remedial Studi Kasus + Presentasi Menyusun Draf Langkah- Langkah pemecahan Kasus yang akan digunakan disertai alasan. Kejelasan langkah pemecahan kasus; kejelasan alasan; ketepatan langkah dan alasan; ketelitian; kemampuan analogi. 35*

26 CONTOH (versi 3) (lembar 1) FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN MATA KULIAH : ……………………………………………………… SEMESTER : ………………………………… sks : …………… Sararan KOMPETENSI Profil Lulusan yang akan DICAPAI OLEH PESERTA melalui MK ini : 1. …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 2. ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………… 3. …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 4. …………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………

27 WAKTU MINGGU ENTRY SKILL TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN ISI BENTUK KEGIATAN PEMBELAJARAN KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN (KOMPETENSI) KRITERI A PENILAI AN BOBOT NILAI (%) CONTOH (VERSI 3) (lembar 2) FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN

28 BENTUK TUGAS (versi 3) (lembar 3) MATA KULIAH : …………………………………………………………. SEMESTER : ………………………………… sks : ………………. 1.TUJUAN TUGAS : URAIAN TUGAS : a. Obyek garapan : ……………………………………………………… b. Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan : …………………… c. Metodologi/ cara pengerjaan, acuan yang digunakan : d. Kriteria luaran tugas yang dihasilkan/ dikerjakan : ………………. 3.KRITERIA PENILAIAN : a. ……………………….. b. ………………………. c. ………………………..

29 CARA MENGISI RENCANA PEMBELAJARAN (Versi 3) 1)Menunjukkan kapan suatu kegiatan dilaksanakan, yakni mulai minggu ke 1 sampai ke 16 (satu semester ). 2)Menunjukkan Entry Skill yang diperlukan untuk melaksanakan PBM 3)Tujuan Kegiatan : Berisi informasi kompetensi yang disasarkan, semacam TIK pada desain lama. 4)Bentuk pembelajaran bisa berupa : kuliah, diskusi, presentasi tugas, seminar, simulasi, responsi, praktikum, latihan, kuliah lapangan, praktek bengkel, survai lapangan,bermain peran, dlsb. 5)Rumusan kompetensi diusahakan berupa rumusan kemampuan akhir dibidang kognitif, psikomotorik, dan afektif.( lengkap dan utuh ) 6)Kriteria penilaian berisi : indikator yang akan dapat menunjukan pencapaian kompetensi yang dicanangkan, atau unsur kemampuan yang dinilai (bisa kualitatif – ketepatan analisis, kerapian sajian, bisa juga yang kuantitatif – banyaknya kutipan acuan / unsur yang dibahas) 7)Bobot nilai disesuaikan dengan waktu yang digunakan untuk membahas atau mengejakan tugas, atau tingkat pentingnya bahasan, atau kompetensi yang utama/ pendukung/ lainnya. 8)Berisi standar kompetensi profesional yang disyaratkan oleh Lembaga profesi (miasa : IDI, PII, dll) apabila disyaratkan. *) NOMOR KOLOM

30 WAKTU MINGG U ENTRYS KILL TUJUAN KEGIATAN ISI-BENTUK KEGIATAN KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN KRITERIA PENILAIAN BOBOT NILAI 1 MINGGU Sudah mengikuti SPA I,minimal nilai D Mhs.mendapat gambaran lengkap tentang program SPA II Pembagian Pedoman SPA II, penjelasan,dan tayangan hasil semester lalu. Pemberian tugas Pemahaman yang baik terhadap tujuan,bobot dan bentuk tugas, penilaian dan sasaran setiap tugas. 2 MINGGU Teknik gambar arsitektural, warna,bayan gan,tektur,d an rendering. Melatih kepekaan daya apresiasi,dan kemampuan komunikasi visual -arsitektural. Menggambar ulang obyek yang dianggap indah dalam bentuk gambar yang komunikatif arsitektural. Kemampuan gambar arsitektural yang komunikatif dan apresiasif. Tingkat komunikatif gambar ( teknik gambar,ekspresi vitas gambar). 10% 2 MINGGU Teori Estetika visual. Memberi pengalaman estetis unsur ruang dan bentuk bangunan, dan menumbuhkan kreativitas. Membuat ide ruang dan bentuk bangunan tanpa fungsi, yang dianggap indah. Kemampuan menuangkan kreativitas ide bentuk bangunan yang estetis. Tingkat estetis dan kreativitas. 10% Mata kuliah : PERANCANGAN ARSITEKTUR II Semester : IV ( 4 sks ) JURUSAN ARSITEKTUR FTSP ITS. Berlajut ke tampilan berikutnya CONTOH RENCANA PEMBELAJARAN

31 WAKTU MINGGU ENTRY SKILL TUJUAN KEGIATAN ISI-BENTUK KEGIATAN KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN KRITERIA PENILAIAN BOBOT NILAI 3 MINGGU Teori komposisi / teori menata ruang dan bentuk Melatih kepekaan komposisi ruang dan bentuk,dan menumbuhkan kreativitas Membuat komposisi 4 ruang dalam 2 lantai, tanpa fungsi dan membuat ide bentuk bangunan Kepekaan mengintergrasikan ruang dan bentuk secara kreatif. Integritas ruang dan bentuk, dan kreativitas. 15% Asas mengorganisa si ruang. Melatih logika penataan ruang yang fungsional dan berkarakter. Membuat rancangan rumah peristirahatan 5 ruang,2 lantai, digambar secara arsitektural. Kemampuan mengintergrasikan berbagai ruang fungsional dengan bentuk dan penataan yang jelas. Kejelasan penataan dan intergritas ruang- bentuk- fungsi. 8 MINGGU Kegiatan merancang dan sistim struktur bangunan 2 lantai (kayu- beton) Melatih kemampuan menggubah ruang yang fungsional, yang utuh dengan bentuknya yang berkarakter,dan estetis. Membuat rancangan rumah dengan penghuni khusus,2 lantai, digambar secara arsitektural. Kreativitas dalam menata ruang dan bentuk yang terintegrasi dengan struktur yang benar, kemampuan menkomunikasikan secara visual- arsitektural (gambar denah, tampak, potongan, perspektif, dan maket) Tingkat fungsional ruang Tingkat estetis bentuk. Tingkat integritas ruang dan bentuk. Tingkat komunikatif gambar dan maket. 50% 1 hariUJIAN.Perkembangan kemampuan. 15% PERENCANAAN PEMBELAJARAN (lanjutan)

32 BENTUK RANC. PEMBLJR PARADIGMA LAMAPARADIGMA BARU GBPP Dibuat untuk kepentingan /berorientasi pada apa yang harus dikerjakan dosen untuk mencapai kompetensi MK (TIU), dan umumnya disusun berdasarkan logika keilmuan. Dibuat berorientasi pada kegiatan apa saja yang akan dilakukan mahasiswa dalam satu semester, agar mencapai kompetensi yang diharapkan. SAP Satuan Acara Pekuliahan (SAP), lebih banyak berisi deskripsi kegiatan dosen untuk mencapai TIK tertentu. Sebaiknya diganti TUGAS, apa yang dikerjakan dan akan dihasilkan oleh mahasiswa. ASESMEN/ PENILAIAN Lebih banyak dalam bentuk tes/ ujian tulis (hasil). Umumnya tidak ada Remedial Lebih banyak pada unjuk kerja Mahasiswa, dan penilaian/ pengamatan pada proses dan hasil. Ada Remedial. ? ??

33 Perubahan Paradigma dalam Pembelajaran Dokumen Rencana Evaluasi Hasil Belajar

34 PENGUKURAN DAN PENILAIAN BELAJAR ( content based approach ) TIDAK LULUS HASIL BELAJAR MAHASISWA BELAJAR PENILAIAN TES / UJIAN LULUS KULIAH

35 TUGAS PRESENTASI SEMINAR MEMBUAT MODEL MEMBUAT MODEL KULIAH DAN TUTORIAL KOMPETEN ? ? PENGUKURAN DAN PENILAIAN BELAJAR (competency based approach )

36

37 No CARA BELAJAR YANG DILAKUKAN MAHASISWA YANG DILAKUKAN DOSEN 1Small Group Discussion membentuk kelompok (5-10) memilih bahan diskusi mepresentasikan paper dan mendiskusikan di kelas Membuat rancangan bahan diskusi dan aturan diskusi. Menjadi moderator dan sekaligus mengulas pada setiap akhir sesion diskusi mahasiswa. 2Simulasimempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan kepadanya. atau mempraktekan/mencoba berbagai model (komputer) yang telah disiapkan. Merancang situasi/kegiatan yang mirip dengan yang sesungguhnya, bisa berupa bermain peran, model komputer, atau berbagai latihan simulasi. Membahas kinerja mahasiswa. 3Discovery Learning mencari, mengupulkan, dan menyusun informasi yang ada untuk mendeskripsikan suatu pengetahuan. Menyediakan data, atau petunjuk (metode) untuk menelusuri suatu pengetahuan yang harus dipelajari oleh mahasiswa. Memeriksa dan memberi ulasan terhadap hasil belajar mandiri mahasiswa. URAIAN RINGKAS CIRI BEBERAPA CARA BELAJAR

38 No CARA BELAJAR YANG DILAKUKAN MAHASISWA YANG DILAKUKAN DOSEN 4Self-Directed Learning merencanakan kegiatan belajar, melaksanakan, dan menilai pengalaman belajarnya sendiri. Sebagai fasilitator. 5Cooperative Learning Membahas dan menyimpulkan masalah/ tugas yang diberikan dosen secara berkelompok. Merancang dan dimonitor proses belajar dan hasil belajar kelompok mahasiswa. Menyiapkan suatu masalah/ kasus atau bentuk tugas untuk diselesaikan oleh mahasiswa secara berkelompok. 6Collaborative Learning Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas Membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri. Merancang tugas yang bersifat open ended. Sebagai fasilitator dan motivator. URAIAN RINGKAS CIRI BEBERAPA CARA BELAJAR

39 No CARA BELAJAR YANG DILAKUKAN MAHASISWA YANG DILAKUKAN DOSEN 7 Contextual Instruction Membahas konsep (teori) kaitannya dengan situasi nyata Melakukan studi lapang/ terjun di dunia nyata untuk mempelajari kesesuaian teori. Menjelaskan bahan kajian yang bersifat teori dan mengkaitkannya dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, atau kerja profesional, atau manajerial, atau entrepreneurial. Menyusun tugas untuk studi mahasiswa terjun ke lapangan 8 Project Based Learning Mengerjakan tugas (berupa proyek) yang telah dirancang secara sistematis. Menunjukan kinerja dan mempertanggung jawabkan hasil kerjanya di forum. Merancang suatu tugas (proyek) yang sistematik agar mahasiswa belajar pengetahuan dan ketrampilan melalui proses pencarian/ penggalian (inquiry), yang terstruktur dan kompleks. Merumuskan dan melakukan proses pembimbingan dan asesmen. 9 Problem Based Learning Belajar dengan menggali/ mencari informasi (inquiry) serta memanfaatkan informasi tersebut untuk memecahkan masalah faktual/ yang dirancang oleh dosen. Merancang tugas untuk mencapai kompetensi tertentu Membuat petunjuk(metode) untuk mahasiswa dalam mencari pemecahan masalah yang dipilih oleh mahasiswa sendiri atau yang ditetapkan.

40 1.Pencapaian konsep 2. Latihan penelitian 3.Sinektiks 4.Pertemuan kelas 5.Investigasi kelompok 6.Penelitian Jurisprudensial 7.Latihan Laboratoris 8.Penelitian sosial 9.Kontrol diri 10. Simulasi 10 Model Pembelajaran Pilihan

41 MODELLANGKAH POKOK 1.PENCAPAIAN KONSEP 2.LATIHAN PENELITIAN Pengetesan ketercapaian konsep Analisis strategi berpikir Menghadap- kan masalah Mencari & mengkaji data Eksperimenta- si & mengkaji data Penarikan kesimpulan dan rekomendasi Penyajian data

42 MODELLANGKAH POKOK 3.SINEKTIKS 4.PERTEMUAN KELAS Deskripsi kondisi saat ini Proses analogi langsung Proses analogi personal Menciptakan suasana yang baik Menyajikan masalah Membuat keputusan nilai personal Analisis konflik Analogi langsung lanjut Kajian tugas Menetapkan tindak lanjut Mengidentifikasi pilihan tindakan Memberi komentar

43 MODELLANGKAH POKOK 5.INVESTIGASI KELOMPOK 6.PENELITIAN JURISPRUDEN SIAL Analisis kemajuan Situasi per- masalahan Eksplorasi Perumusan tugas belajar Kegiatan belajar Pengulangan Orientasi kasus Identifikasi masalah Penetapan posisi Penyajian posisi Contoh dan argumentasi Pengetesan asumsi

44 MODELLANGKAH POKOK 7.LATIHAN LABORATORIS 8.PENELITIAN SOSIAL Orientasi Perumusan hipotesis Penjelasan istilah Rasa tergantung Dorongan mandiri Pemecahan masalah Rasa terlibat Rasa peduli Validasi EksplorasiPembuktian Perumusan generalisasi

45 MODELLANGKAH POKOK 9.KONTROL DIRI 10.SIMULASI Orientasi Latihan peran Proses simulasi Perkenalan prinsip perilaku Pembangunan landasan berpijak Program kontrol diri Perbaikan program kontrol diri Pemantapan

46

47 LATAR BELAKANG PERUBAHAN KEBIJAKAN DISARIKAN DARI :: DIKTI, Dokumen Penjelasan, 2000 perubahan Kep. Men. DIK BUD No. 056/U/1994,, 2000 MASALAH EKSTERNAL (TATANAN GLOBAL) MASALAH INTERNAL PERG.TINGGI DI INDONESIA  FENOMENA ANTHROPOS  FENOMENA TEKNE  FENOMENA OIKOS  FENOMENA ETNOS  FENOMENA ANTHROPOS  FENOMENA TEKNE  FENOMENA OIKOS  FENOMENA ETNOS Penataan Lembaga Penataan Arah dan Tujuan pendidikan Penataan Program Studi. Penataan Lembaga Penataan Arah dan Tujuan pendidikan Penataan Program Studi. Persaingan Perubahan Orientasi Lembaga Pendidikan Perubahan Persyaratan kerja Persaingan Perubahan Orientasi Lembaga Pendidikan Perubahan Persyaratan kerja KONTEKS ILMU/ IPTEKS KURIKULUM INTI & INSTITUSIONAL ( no. 232/ U/ 2000.) KURIKULUM NASIONAL 1994 ( no. 056/ U/ 1994 ) MKU MKDK MKK MKU MKDK MKK KONTEKS KEBUDAYAAN

48 fenomena anthrophos dicakup dalam pengembangan manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. fenomena anthrophos dicakup dalam pengembangan manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. fenomena tekne dicakup dalam penguasaan ilmu dan ketrampilan untuk mencapai derajat keahlian berkarya. fenomena tekne dicakup dalam penguasaan ilmu dan ketrampilan untuk mencapai derajat keahlian berkarya. fenomena oikos dicakup dalam kemampuan untuk memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. fenomena oikos dicakup dalam kemampuan untuk memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. fenomena etnos, dicakup dalam pembentukan sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keahlian yang dikuasai. fenomena etnos, dicakup dalam pembentukan sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keahlian yang dikuasai.

49 KONDISI GLOBAL : PERSAINGAN PERSYARATAN KERJA PERUBAHAN ORIENTASI PERUBAHAN KOMPETENSI LULUSAN PERUBAHAN KURIKULUM PERUBAHAN PEMBELAJARAN PERUBAHAN PARADIGMA PENGETAHUAN, BELAJAR DAN MENGAJAR

50

51 POKOK MASALAH ADALAH ADANYA PERUBAHAN : MENGUSIK KETENTRAMAN SAAT INI MENGUSIK KETENTRAMAN SAAT INI

52 TERUSIK KARENA “MUNGKIN “ : KURIKULUM YANG BERJALAN SAAT INI DIANGGAP SUDAH BAIK, APA PERLU DIUBAH. KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI ITU SENDIRI BELUM JELAS TAPI DIRASA AKAN MENGIKAT. ATAU KITA MEMANG TIDAK MAU BERUBAH ( KEMAPANAN >< PERUBAHAN )

53 SUDAH UENNAAK ……….. UNTUK APA BERUBAH ? BIKIN SUSAH AJA !

54

55 Abad 21 Bertanya mengenai kemungkinan masa depan apa yang akan terjadi dan masa depan apa yang diinginkan untuk terjadi Perubahan ekstensif dan cepat Ketidakpastian yang tinggi Masyarakat yang sangat dinamis

56  Mengandalkan otak  Mampu mencari, memilah, dan mengolah informasi untuk mencapai tujuan tertentu  Mampu menggunakan komputer  Keterampilan yang berhubungan dengan moral, sosial, dan spiritual  Memiliki kecerdasan emosi

57  Mampu berkomunikasi efektif baik lisan maupun tulisan, berpikir jernih  Keterampilan interpersonal dan intrapersonal  Memahami pentingnya lingkungan sehat bagi kehidupan manusia  Memahami dinamika individu & masyarakat  Memiliki kompetensi pribadi yang tepat untuk bidang yang diminati dan ditekuni

58

59 1

60 Humanistic,social science, profesional practice & ethic Engineering Disp Specialization Engineering Design Basic Engineering (E.P) Mathematic & Basic Science Humanistic,social science, profesional practice & ethic BERDASAR LOGIKA KEILMUAN BERDASAR STRATEGI PEMBELAJARAN Mathematic & Basic Science Basic Engineering (E.P) Engineering Design Engineering Disp. Specialization

61 D C1 C2 C3 MK B MK A P DASARNYA LOGIKA / PETA KEILMUAN ORGANISASI MATERI

62 NO MATERI KEILMUAN DALAM KURIKULUM % 1. MATHEMATIC12,5 % 2. BASIC SCIENCE12,5 % 3. ENGINEERING PRINCIPLE & INFORMATION TECHNOLOGY 15 % 4. ENGINEERING DESIGN & PROJECT20 % 5. PROFESSIONAL ENGINEERING & PRACTICE 10 % 6. ENGINEERING DISCIPLINE SPECIALIZATION 20 % 7. GENERAL STUDIES10 % KONSEP KURIKULUM DARI EEDP TAHUN 2000 BIDANG ENGINEERING (BERBASIS SUBSTANSI) P3AI ITS

63 PENYUSUNANYA BERDASARKAN STRATEGI PEMBELAJARAN DAN KOMPETENSI

64 2

65 ADA PERUBAHAN ORIENTASI KURIKULUM BERBASIS PADA ISI KEILMUAN ADANYA KONSORSIUM SAINS,TEKNOLOGI, SENI KONSEP UNESCO ( 4 PILAR PENDIDIKAN ) learning to know learning to do learning to be learning to live together BERBASIS PADA KEBUDAYAAN

66 PENILAIAN OLEH PERGURUAN TINGGI SENDIRI PENILAIAN DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT PEMANGKU KEPENTINGAN KOMPETENSI SESEORANG UNTUK DAPAT MELAKUKAN TINDAKAN CERDAS, PENUH TANGGUNG JAWAB SEBAGAI SYARAT UNTUK DIANGGAP MAMPU OLEH MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN TUGAS-TUGAS DI BIDANG PEKERJAAN TERTENTU KEMAMPUAN MINIMAL PENGUASAAN PENGETAHUAN, KETRAMPILAN DAN SIKAP SESUAI SASARAN KURIKULUM PROGRAM STUDINYA

67 Lulusan Perguruan tinggi diharapkan mempunyai kompetensi ( 5 elemen kompetensi ) yang sesuai kebutuhan stakeholders, berupa : Kebutuhan kemasyarakatan (societal needs)Kebutuhan kemasyarakatan (societal needs) Kebutuhan dunia kerja (industrial needs)Kebutuhan dunia kerja (industrial needs) Kebutuhan profesional (professional needs)Kebutuhan profesional (professional needs) Kebutuhan generasi masa depan (aspek scientific vision)Kebutuhan generasi masa depan (aspek scientific vision)

68 3

69 SK. MENDIKNAS RI NO. 232/U/2000, TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA KELOMPOK MATA KULIAH KURIKULUM INTI KURIKULUM INSTITUSIONAL 1. Kelompok Pengembangan Kepribadian ( MPK ) 40% - 80% 2. Kelompok Keilmuan dan Ketrampilan ( MKK ) 3. Kelompok Keahlian Berkarya ( MKB ) 4. Kelompok Perilaku Berkarya ( MPB ) 5. Kelompok Berkehidupan Bermasyarakat ( MBB ) INTI : Pancasila dan Kewarganegaraan, Agama, Bahasa Indonesia. INST : Bahasa Inggris, ISD, IBD, IAD, Filsafat Ilmu, Olah Raga dsb. KURIKULUM INTI ( Kompetensi Utama ) ditetapkan oleh Menteri.

70 1.KONSEP EMPAT PILAR PENDIDIKAN DARI UNESCO. 2.PERSYARATAN KERJA YANG DITUNTUT OLEH DUNIA KERJA GLOBAL. 3.USAHA PENYEPADANAN DALAM KONTEKS NASIONAL.

71 Dasar Pertama : Kurikulum yang disarankan oleh The International Bureau of Education UNESCO ( The International Comission on Education for the 21 st Century ) EMPAT PILAR PENDIDIKAN Learning to know Learning to do Learning to be Learning to live together Life long learning

72 DESKRIPSI PERSYARATAN KERJA PENGUASAAN PENGETAHUAN & KETRAMPILAN :  Analisis dan sintesis.  Menguasai IT/computting.  Managed ambiguity.  Communication.  2 nd language. ATTITUDE :  Kepemimpinan.  Teamworking.  Can work crossculturally. PENGENALAN SIFAT PEKERJAAN TERKAIT :  Terlatih dalam etika kerja.  Memahami makna globalisasi.  Fleksibel terhadap pilihan pekerjaan. Dasar kedua :

73 PERSYARATAN KERJA IBE UNESCO KURIKULUM INTI & INSTITUSIONAL Penguasaan pengetahuan dan ketrampilan :  analisis dan sintesis  menguasai IT/computting  managed ambiguity  communication  2 nd language learning to know Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan ( MKKK ) learning to do Matakuliah Keahlian Berkarya ( MKKB ) Attitude :  kepemimpinan  teamworking  can work crossculturally learning to be Mata kuliah Perilaku Berkarya ( MKPB ) Pengenalan sifat pekerjaan terkait :  Terlatih dalam etika kerja  Memahami makna globalisasi  Fleksibel thd pilihan pekerjaan learning to live together Mata kuliah berkehidupan bersama ( MKBB ) MK Pengemb. Kepribadian ( MKPK ) Dasar ketiga : Usaha penyepadanan

74

75

76 SK. MENDIKNAS RI NO. 045/U/2002. TENTANG KURIKULUM INTI PENDIDIKAN TINGGI ELEMEN KOMPETENSI KURIKULUM INTI KURIKULUM INSTITUSIONAL Kompetensi Utama Kompetensi Pendukung Kompetensi Lainnya 1. Landasan kepribadian. 40% - 80 %20% - 40%0% - 30% 2. Penguasaan ilmu dan ketrampilan. 3. Kemampuan berkarya. 4. Sikap dan perilaku dalam berkarya. 5. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat. Kompetensi Utama ditetapkan oleh kalangan Perguruan Tinggi, masyarakat profesi dan pengguna lulusan. Kompetensi Pendukung dan Kompetensi lainnya ditetapkan oleh Institusi penyelenggara program studi

77 KOMPETENSI UTAMA : Kemampuan minimal untuk menampilkan unjuk kerja yang memuaskan sesuai dengan penciri program studi. KOMPETENSI PENDUKUNG : Kemampuan yang gayut dan dapat mendukung kompetensi utama serta merupakan ciri khas PT yang bersangkutan. KOMPETENSI LAIN : Kemampuan yang ditambahkan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup, dan ditetapkan berdasarkan keadaan serta kebutuhan lingkungan PT.

78 KELOMPOK MATA KULIAH ( pada SK Mendikbud no 232/U/2000) BUKAN SASARAN DARI PENYUSUNAN KURIKULUM TETAPI YANG MENJADI SASARAN PENYUSUNAN KBK ADALAH TERCAPAINYA KELIMA ELEMEN KOMPETENSI ( pada SK Mendiknas no 045/U/2002)

79 PEDOMAN YANG LELUASA DAN BEBAS BERKREASI PUTIH BERSIH… SILAHKAN DIISI DENGAN AMALAN BAIK

80 4

81 KOGNITIF PSIKOMOTORAFEKTIF PENGERTIAN KOMPETENSI

82 Lulusan Sarjana (S1) bidang Teknik diharapkan mempunyai kompetensi berikut : (terjemahan dari ABET – EEDP)

83 Kompetensi Sarjana (S1) UNIVERSITAS HASANUDDIN SK REKTOR No. 1067/J04/P/2003 pasal 3 ayat 2 Menguasai dasar-dasar ilmiah dan keterampilan dalam bidang keahlian tertentu sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada di dalam kawasan keahliannya; Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya sesuai dengan bidang keahliannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama; Mampu bersikap dan berperilaku dalam membawakan diri berkarya di bidang keahliannya maupun dalam kehidupan bersama di masyarakat. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan / atau seni yang merupakan keahliannya.

84 TAHAPAN REKAYASA KAWASAN BIDANG KERJA MACAM KEMAMPUAN YANG DIBUTUHKAN MACAM MATA KULIAH DI’IDE’KAN DIRANCANG DIBANGUN DIGUNAKAN DIALAMI DINIKMATI DIAPRESIASI DIRAWAT DIKEMBANGKAN DIRENOVASI DIBONGKAR B A C PENGETAHUAN KETRAMPILAN SIKAP apa yang diperlukan

85 NODEMENSIKOMPETENSI GENERIK LULUSAN ( S1 ) 1Bidang ilmu Penguasaan prinsip dasar keilmuannya dan kemampuan penerapan serta pengembangannya, dengan menggunakan perangkat yang handal dan teknologi informasi. 2Komunikasi Kemampuan mengkomunikasikan pemikirannya dengan baik, dan kemampuan keterlibatan dalam bidangnya secara pribadi maupun kelompok / masyarakat yang lebih luas. 3Sikap Kemampuan untuk belajar sepanjang hayat, punya kepekaan dan pemahaman masalah sosial,budaya, dan global. apresiatif pada etika dan punya tanggung jawab profesi. 4Cara berfikir Kemampuan berkonsep, kreatif, inovatif, dan metodik, punya wawasan luas.

86 CIRI-CIRI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Menyatakan kompetensi secara jelas dari proses pembelajaran bidang studinya ; Proses pembelajaran memberi bekal kepada tercapainya kompetensi dan berfokus pada mahasiswa; Lebih mengutamakan kesatuan penguasaan ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif,secara utuh; Proses penilaian hasil belajar lebih ditekankan pada kemampuan untuk mendemonstrasikan kognitif, psikomotorik dan afektif (evaluasi proses & hasil ).

87 YANG SELALU BERUBAH JUMLAH MATA KULIAH BESARNYA SKS MATA KULIAH ISI MATERI MATA KULIAH SUSUNAN MATA KULIAH NAMA DAN KODE MATA KULIAH RUMUSAN TUJUAN PENDIDIKAN SARANA PEMBELAJARAN BENTUK PEMBELAJARAN ( BENTUK DAN MACAM TUGAS ) ( CARA MENILAI / ASSESSMENT ) PARADIGMA PENDIDIKAN ( MENGAJAR / MENDIDIK ) ( TEACHING / LEARNING ) ( AKADEMIK / PROFESIONAL ) ( KEMAPANAN / PERUBAHAN ) YANG SULIT BERUBAH KURIKULUM BARU

88 5

89 PENGETAHUAN DIPANDANG SEBAGAI SESUATU YANG SUDAH JADI, YANG TINGGAL DIPINDAHKAN ( DITRANSFER ) DARI DOSEN KE MAHASISWA. PENGETAHUAN ADALAH HASIL KONSTRUKSI ( BENTUKAN ) ATAU HASIL TRANSFORMASI SESEORANG YANG BELAJAR. ) BELAJAR ADALAH MENERIMA PENGETAHUAN ( PASIF - RESEPTIF ) BELAJAR ADALAH MENCARI DAN MENGKONSTRUKSI (MEMBENTUK) PENGETAHUAN AKTIF DAN SPESIFIK CARANYA

90 Menyampaikan pengetahuan (bisa Klasikal) Menjalankan sebuah instruksi yang telah dirancang Berpartisipasi dengan mahasiswa dalam membentuk pengetahuan Menjalankan berbagai strategi yang membantu mahasiswa untuk dapat belajar.

91 MAHASISWA PASIF RESEPTIF Transfer pengetahuan ? SERING DINAMAKAN PENGAJARAN

92 BELAJAR ADALAH BERUBAH (DARI GEMUK KE KURUS) DAN ADA NILAI TAMBAH BLACK BOX

93 AKTIF SPESIFIK Mencari dan mengkonstruksi pengetahuan lewat berbagai strategi MENJADI GREY BOX SERING DINAMAKAN PEMBELAJARAN

94 BUKAN LAGI BAGAIMANA DOSEN MENGAJAR DENGAN BAIK ( TEACHER CENTER ), TAPI……. BAGAIMANA MAHASISWA BISA BELAJAR DENGAN BAIK DAN BERKELANJUTAN ( STUDENT CENTERED LEARNING ) TRANSFER OF KNOWLEDGE METHOD OF INQUIRY & DISCOVERY

95 PERENCANAANPELAKSANAAN RENC. PEMB. METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN SCL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN KURIKULUM EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN Action Research PROSES DAN HASIL BELAJAR sumber belajar Dosen Mhs (PLAN)(DO)(ACT) (CHECK)

96 PERUBAHAN PERAN DOSEN MOTIVATOR MEDIATOR & FASILITATOR PENGAJAR

97 1.MEMFASILITASI : Buku, modul ajar, hand-out, journal, hasil penelitian,dan waktu. 2.MEMOTIVASI : Dengan memberi perhatian pada mahasiswa. Memberi materi yang relevan dengan tingkat kemampuan mahasiswa dan dengan situasi yang kontektual. Memberi semangat dan kepercayaan pada mahasiswa bahwa ia dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Memberi kepuasan pada mahasiswa terhadap pembelajaran yang kita jalankan. 3.MEMBERI TUTORIAL : Menunjukkan jalan / cara / metode yang dapat membantu mahasiswa menelusuri dan menemukan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan materi pembelajaran. 4.MEMBERI UMPAN BALIK : Memonitor dan mengkoreksi jalan pikiran / hasil kinerjanya agar mencapai sasaran yang optimum sesuai kemampuannya. 1.MEMFASILITASI : Buku, modul ajar, hand-out, journal, hasil penelitian,dan waktu. 2.MEMOTIVASI : Dengan memberi perhatian pada mahasiswa. Memberi materi yang relevan dengan tingkat kemampuan mahasiswa dan dengan situasi yang kontektual. Memberi semangat dan kepercayaan pada mahasiswa bahwa ia dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Memberi kepuasan pada mahasiswa terhadap pembelajaran yang kita jalankan. 3.MEMBERI TUTORIAL : Menunjukkan jalan / cara / metode yang dapat membantu mahasiswa menelusuri dan menemukan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan materi pembelajaran. 4.MEMBERI UMPAN BALIK : Memonitor dan mengkoreksi jalan pikiran / hasil kinerjanya agar mencapai sasaran yang optimum sesuai kemampuannya.

98 KOMPETENSI KULIAH SEMINAR / DISKUSI / PRESENTASI PRAKTIKUM / STUDI LAPANGAN CAL BELAJAR MANDIRI PROGRAM OUTCOMES MACAM METODE MEMILIH METODE PEMBELAJARAN

99 KOMPETENSI KULIAH SEMINAR / DISKUSI / PRESENTASI PRAKTIKUM / STUDI LAPANGAN CAL BELAJAR MANDIRI 1. Mempunyai landasan kuat untuk mengembangkan profesinya. 2. Mempunyai sejumlah kemampuan generik untuk kerja. 3. Mempunyai kemampuan menggali informasi baru. 4. …………………….. 5. …………………….. PROGRAM OUTCOMES METODE PEMBELAJARAN

100 Terdapat beragam model pembelajaran dengan pendekatan SCL, di antaranya : Small Group Discussion Role-Play & Simulation Case Study Discovery Learning (DL) Self-Directed Learning (SDL) Cooperative Learning (CL) Collaborative Learning (CbL) Contextual Instruction (CI) Project Based Learning (PjBL) Problem Based Learning and Inquiry (PBL)

101 Reading Hearing words Looking at picture Looking at an exhibition Participating in a discussion Watching video Watching a demonstration Seeing it done on location Giving a talk Doing a Dramatic Presentation Simullating the Real Experience Doing the Real Thing 90% 70% 50% 30% 20% 10% PASSIVE ACTIVE TINGKAT MEMORISASI Verbal reciving Visual reciving Partici- pating Doing TINGKAT KETERLIBATAN MODEL PEMBELAJARAN

102

103 PERUBAHAN KURIKULUM BUKAN HANYA PERUBAHAN PEMIKIRAN TETAPI YANG LEBIH PENTING ADALAH ADANYA PERUBAHAN PERILAKU DALAM PEMBELAJARAN

104

105 ( ROGER C. SCHANK,” Engines for learning”) BELAJAR MENGHITUNG ….. MENGHITUNGLAH BELAJAR BERENANG ……... BERENANGLAH BELAJAR BAHASA …………. BERBICARALAH BELAJAR BERUBAH ………………………….? BELAJAR MENYANYI ….….... BERNYANYILAH BELAJAR MENGAJAR ……… MENGAJARLAH

106 Perencanaan uji coba evaluasi Pemahaman bersama TUTORIAL

107 Seorang murid mengeluh kepada Gurunya : ”Bapak menuturkan banyak cerita, tetapi tidak pernah menerangkan maknanya kepada kami “ Jawab sang Guru : “ Bagaimana pendapatmu,Nak ; andaikata seseorang menawarkan buah kepadamu, namun mengunyahkannya dahulu bagimu ?” Tak seorangpun dapat menemukan pengertian yang paling tepat bagi dirimu sendiri. Sang Guru pun tidak mampu.

108 (KBK) (SCL) PROSES INPUT ORGANISASI SEHAT MANAJEMEN KEPEMIMPINAN EfisienProduktif JAMINAN KUALITAS INPUT JAMINAN KUALITAS PROSES JAMINAN KUALITAS OUTPUT PERBAIKAN TERUS MENERUS LULUSAN KOMPETEN OUTPUT RELEVAN

109

110


Download ppt "Pelatihan Coaching Skill Angk. I Machmud SYAM. KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI : Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google