Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pelatihan Coaching Skill Angk. I Machmud SYAM. KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI : Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pelatihan Coaching Skill Angk. I Machmud SYAM. KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI : Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran."— Transcript presentasi:

1 Pelatihan Coaching Skill Angk. I Machmud SYAM

2 KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI : Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.

3  SERANGKAIAN MATA KULIAH  SILABUS  PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN ( GBPP - SAP )  PROSES EVALUASI ( ASSESSMENT )  PENCIPTAAN PROSES PEMBELAJARAN  SUASANA PEMBELAJARAN DOKUMEN ( CURRICULUM PLAN ) KEGIATAN NYATA ( ACTUAL CURRICULUM )

4 Pengertian KOMPETENSI :  Merupakan perpaduan dari pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. ( Mulyana 2000 ).  Knowledge, skill and attitude needed to perform an ability to do a certain job / proffesion ( Tillman, 1996 ).  A statement which describe integrated demonstration of a cluster of related skills and attitude that are measureable and observable necessary to perform a job independently ( Hamlin, 1994 ).  Spesification of knowledge and skill and the appication of that knowledge and skill to the standart of performance required by the standards or learning outcomes. (Jones J, Malcohm,2000).  Seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas dibidang pekerjaan tertentu. ( SK. Mendiknas No.045/U/2002 ). P3AI ITS

5

6 LATAR BELAKANG PERUBAHAN KEBIJAKAN DISARIKAN DARI :: DIKTI, Dokumen Penjelasan, 2000 perubahan Kep. Men. DIK BUD No. 056/U/1994,, 2000 MASALAH EKSTERNAL (TATANAN GLOBAL) MASALAH INTERNAL PERG.TINGGI DI INDONESIA  FENOMENA ANTHROPOS  FENOMENA TEKNE  FENOMENA OIKOS  FENOMENA ETNOS  FENOMENA ANTHROPOS  FENOMENA TEKNE  FENOMENA OIKOS  FENOMENA ETNOS Penataan Lembaga Penataan Arah dan Tujuan pendidikan Penataan Program Studi. Penataan Lembaga Penataan Arah dan Tujuan pendidikan Penataan Program Studi. Persaingan Perubahan Orientasi Lembaga Pendidikan Perubahan Persyaratan kerja Persaingan Perubahan Orientasi Lembaga Pendidikan Perubahan Persyaratan kerja KONTEKS ILMU/ IPTEKS KURIKULUM INTI & INSTITUSIONAL ( no. 232/ U/ 2000.) KURIKULUM NASIONAL 1994 ( no. 056/ U/ 1994 ) MKU MKDK MKK MKU MKDK MKK KONTEKS KEBUDAYAAN

7 fenomena anthrophos dicakup dalam pengembangan manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. fenomena anthrophos dicakup dalam pengembangan manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. fenomena tekne dicakup dalam penguasaan ilmu dan ketrampilan untuk mencapai derajat keahlian berkarya. fenomena tekne dicakup dalam penguasaan ilmu dan ketrampilan untuk mencapai derajat keahlian berkarya. fenomena oikos dicakup dalam kemampuan untuk memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. fenomena oikos dicakup dalam kemampuan untuk memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. fenomena etnos, dicakup dalam pembentukan sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keahlian yang dikuasai. fenomena etnos, dicakup dalam pembentukan sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keahlian yang dikuasai.

8 KONDISI GLOBAL : PERSAINGAN PERSYARATAN KERJA PERUBAHAN ORIENTASI PERUBAHAN KOMPETENSI LULUSAN PERUBAHAN KURIKULUM PERUBAHAN PEMBELAJARAN PERUBAHAN PARADIGMA PENGETAHUAN, BELAJAR DAN MENGAJAR

9

10 POKOK MASALAH ADALAH ADANYA PERUBAHAN : MENGUSIK KETENTRAMAN SAAT INI MENGUSIK KETENTRAMAN SAAT INI

11 TERUSIK KARENA “MUNGKIN “ : KURIKULUM YANG BERJALAN SAAT INI DIANGGAP SUDAH BAIK, APA PERLU DIUBAH. KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI ITU SENDIRI BELUM JELAS TAPI DIRASA AKAN MENGIKAT. ATAU KITA MEMANG TIDAK MAU BERUBAH ( KEMAPANAN >< PERUBAHAN )

12 SUDAH UENNAAK ……….. UNTUK APA BERUBAH ? BIKIN SUSAH AJA !

13

14 Abad 21 Bertanya mengenai kemungkinan masa depan apa yang akan terjadi dan masa depan apa yang diinginkan untuk terjadi Perubahan ekstensif dan cepat Ketidakpastian yang tinggi Masyarakat yang sangat dinamis

15  Mengandalkan otak  Mampu mencari, memilah, dan mengolah informasi untuk mencapai tujuan tertentu  Mampu menggunakan komputer  Keterampilan yang berhubungan dengan moral, sosial, dan spiritual  Memiliki kecerdasan emosi

16  Mampu berkomunikasi efektif baik lisan maupun tulisan, berpikir jernih  Keterampilan interpersonal dan intrapersonal  Memahami pentingnya lingkungan sehat bagi kehidupan manusia  Memahami dinamika individu & masyarakat  Memiliki kompetensi pribadi yang tepat untuk bidang yang diminati dan ditekuni

17

18 1

19 Humanistic,social science, profesional practice & ethic Engineering Disp Specialization Engineering Design Basic Engineering (E.P) Mathematic & Basic Science Humanistic,social science, profesional practice & ethic BERDASAR LOGIKA KEILMUAN BERDASAR STRATEGI PEMBELAJARAN Mathematic & Basic Science Basic Engineering (E.P) Engineering Design Engineering Disp. Specialization

20 D C1 C2 C3 MK B MK A P DASARNYA LOGIKA / PETA KEILMUAN ORGANISASI MATERI

21 NO MATERI KEILMUAN DALAM KURIKULUM % 1. MATHEMATIC12,5 % 2. BASIC SCIENCE12,5 % 3. ENGINEERING PRINCIPLE & INFORMATION TECHNOLOGY 15 % 4. ENGINEERING DESIGN & PROJECT20 % 5. PROFESSIONAL ENGINEERING & PRACTICE 10 % 6. ENGINEERING DISCIPLINE SPECIALIZATION 20 % 7. GENERAL STUDIES10 % KONSEP KURIKULUM DARI EEDP TAHUN 2000 BIDANG ENGINEERING (BERBASIS SUBSTANSI) P3AI ITS

22 PENYUSUNANYA BERDASARKAN STRATEGI PEMBELAJARAN DAN KOMPETENSI

23 2

24 ADA PERUBAHAN ORIENTASI KURIKULUM BERBASIS PADA ISI KEILMUAN ADANYA KONSORSIUM SAINS,TEKNOLOGI, SENI KONSEP UNESCO ( 4 PILAR PENDIDIKAN ) learning to know learning to do learning to be learning to live together BERBASIS PADA KEBUDAYAAN

25 PENILAIAN OLEH PERGURUAN TINGGI SENDIRI PENILAIAN DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT PEMANGKU KEPENTINGAN KOMPETENSI SESEORANG UNTUK DAPAT MELAKUKAN TINDAKAN CERDAS, PENUH TANGGUNG JAWAB SEBAGAI SYARAT UNTUK DIANGGAP MAMPU OLEH MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN TUGAS-TUGAS DI BIDANG PEKERJAAN TERTENTU KEMAMPUAN MINIMAL PENGUASAAN PENGETAHUAN, KETRAMPILAN DAN SIKAP SESUAI SASARAN KURIKULUM PROGRAM STUDINYA

26 Lulusan Perguruan tinggi diharapkan mempunyai kompetensi ( 5 elemen kompetensi ) yang sesuai kebutuhan stakeholders, berupa : Kebutuhan kemasyarakatan (societal needs)Kebutuhan kemasyarakatan (societal needs) Kebutuhan dunia kerja (industrial needs)Kebutuhan dunia kerja (industrial needs) Kebutuhan profesional (professional needs)Kebutuhan profesional (professional needs) Kebutuhan generasi masa depan (aspek scientific vision)Kebutuhan generasi masa depan (aspek scientific vision)

27 3

28 SK. MENDIKNAS RI NO. 232/U/2000, TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA KELOMPOK MATA KULIAH KURIKULUM INTI KURIKULUM INSTITUSIONAL 1. Kelompok Pengembangan Kepribadian ( MPK ) 40% - 80% 2. Kelompok Keilmuan dan Ketrampilan ( MKK ) 3. Kelompok Keahlian Berkarya ( MKB ) 4. Kelompok Perilaku Berkarya ( MPB ) 5. Kelompok Berkehidupan Bermasyarakat ( MBB ) INTI : Pancasila dan Kewarganegaraan, Agama, Bahasa Indonesia. INST : Bahasa Inggris, ISD, IBD, IAD, Filsafat Ilmu, Olah Raga dsb. KURIKULUM INTI ( Kompetensi Utama ) ditetapkan oleh Menteri.

29 1.KONSEP EMPAT PILAR PENDIDIKAN DARI UNESCO. 2.PERSYARATAN KERJA YANG DITUNTUT OLEH DUNIA KERJA GLOBAL. 3.USAHA PENYEPADANAN DALAM KONTEKS NASIONAL.

30 Dasar Pertama : Kurikulum yang disarankan oleh The International Bureau of Education UNESCO ( The International Comission on Education for the 21 st Century ) EMPAT PILAR PENDIDIKAN Learning to know Learning to do Learning to be Learning to live together Life long learning

31 DESKRIPSI PERSYARATAN KERJA PENGUASAAN PENGETAHUAN & KETRAMPILAN :  Analisis dan sintesis.  Menguasai IT/computting.  Managed ambiguity.  Communication.  2 nd language. ATTITUDE :  Kepemimpinan.  Teamworking.  Can work crossculturally. PENGENALAN SIFAT PEKERJAAN TERKAIT :  Terlatih dalam etika kerja.  Memahami makna globalisasi.  Fleksibel terhadap pilihan pekerjaan. Dasar kedua :

32 PERSYARATAN KERJA IBE UNESCO KURIKULUM INTI & INSTITUSIONAL Penguasaan pengetahuan dan ketrampilan :  analisis dan sintesis  menguasai IT/computting  managed ambiguity  communication  2 nd language learning to know Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan ( MKKK ) learning to do Matakuliah Keahlian Berkarya ( MKKB ) Attitude :  kepemimpinan  teamworking  can work crossculturally learning to be Mata kuliah Perilaku Berkarya ( MKPB ) Pengenalan sifat pekerjaan terkait :  Terlatih dalam etika kerja  Memahami makna globalisasi  Fleksibel thd pilihan pekerjaan learning to live together Mata kuliah berkehidupan bersama ( MKBB ) MK Pengemb. Kepribadian ( MKPK ) Dasar ketiga : Usaha penyepadanan

33

34

35 SK. MENDIKNAS RI NO. 045/U/2002. TENTANG KURIKULUM INTI PENDIDIKAN TINGGI ELEMEN KOMPETENSI KURIKULUM INTI KURIKULUM INSTITUSIONAL Kompetensi Utama Kompetensi Pendukung Kompetensi Lainnya 1. Landasan kepribadian. 40% - 80 %20% - 40%0% - 30% 2. Penguasaan ilmu dan ketrampilan. 3. Kemampuan berkarya. 4. Sikap dan perilaku dalam berkarya. 5. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat. Kompetensi Utama ditetapkan oleh kalangan Perguruan Tinggi, masyarakat profesi dan pengguna lulusan. Kompetensi Pendukung dan Kompetensi lainnya ditetapkan oleh Institusi penyelenggara program studi

36 KOMPETENSI UTAMA : Kemampuan minimal untuk menampilkan unjuk kerja yang memuaskan sesuai dengan penciri program studi. KOMPETENSI PENDUKUNG : Kemampuan yang gayut dan dapat mendukung kompetensi utama serta merupakan ciri khas PT yang bersangkutan. KOMPETENSI LAIN : Kemampuan yang ditambahkan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup, dan ditetapkan berdasarkan keadaan serta kebutuhan lingkungan PT.

37 KELOMPOK MATA KULIAH ( pada SK Mendikbud no 232/U/2000) BUKAN SASARAN DARI PENYUSUNAN KURIKULUM TETAPI YANG MENJADI SASARAN PENYUSUNAN KBK ADALAH TERCAPAINYA KELIMA ELEMEN KOMPETENSI ( pada SK Mendiknas no 045/U/2002)

38 PEDOMAN YANG LELUASA DAN BEBAS BERKREASI PUTIH BERSIH… SILAHKAN DIISI DENGAN AMALAN BAIK

39 4

40 KOGNITIF PSIKOMOTORAFEKTIF PENGERTIAN KOMPETENSI

41 Lulusan Sarjana (S1) bidang Teknik diharapkan mempunyai kompetensi berikut : (terjemahan dari ABET – EEDP)

42 Kompetensi Sarjana (S1) UNIVERSITAS HASANUDDIN SK REKTOR No. 1067/J04/P/2003 pasal 3 ayat 2 Menguasai dasar-dasar ilmiah dan keterampilan dalam bidang keahlian tertentu sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada di dalam kawasan keahliannya; Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya sesuai dengan bidang keahliannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama; Mampu bersikap dan berperilaku dalam membawakan diri berkarya di bidang keahliannya maupun dalam kehidupan bersama di masyarakat. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan / atau seni yang merupakan keahliannya.

43 TAHAPAN REKAYASA KAWASAN BIDANG KERJA MACAM KEMAMPUAN YANG DIBUTUHKAN MACAM MATA KULIAH DI’IDE’KAN DIRANCANG DIBANGUN DIGUNAKAN DIALAMI DINIKMATI DIAPRESIASI DIRAWAT DIKEMBANGKAN DIRENOVASI DIBONGKAR B A C PENGETAHUAN KETRAMPILAN SIKAP apa yang diperlukan

44 NODEMENSIKOMPETENSI GENERIK LULUSAN ( S1 ) 1Bidang ilmu Penguasaan prinsip dasar keilmuannya dan kemampuan penerapan serta pengembangannya, dengan menggunakan perangkat yang handal dan teknologi informasi. 2Komunikasi Kemampuan mengkomunikasikan pemikirannya dengan baik, dan kemampuan keterlibatan dalam bidangnya secara pribadi maupun kelompok / masyarakat yang lebih luas. 3Sikap Kemampuan untuk belajar sepanjang hayat, punya kepekaan dan pemahaman masalah sosial,budaya, dan global. apresiatif pada etika dan punya tanggung jawab profesi. 4Cara berfikir Kemampuan berkonsep, kreatif, inovatif, dan metodik, punya wawasan luas.

45 CIRI-CIRI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Menyatakan kompetensi secara jelas dari proses pembelajaran bidang studinya ; Proses pembelajaran memberi bekal kepada tercapainya kompetensi dan berfokus pada mahasiswa; Lebih mengutamakan kesatuan penguasaan ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif,secara utuh; Proses penilaian hasil belajar lebih ditekankan pada kemampuan untuk mendemonstrasikan kognitif, psikomotorik dan afektif (evaluasi proses & hasil ).

46 YANG SELALU BERUBAH JUMLAH MATA KULIAH BESARNYA SKS MATA KULIAH ISI MATERI MATA KULIAH SUSUNAN MATA KULIAH NAMA DAN KODE MATA KULIAH RUMUSAN TUJUAN PENDIDIKAN SARANA PEMBELAJARAN BENTUK PEMBELAJARAN ( BENTUK DAN MACAM TUGAS ) ( CARA MENILAI / ASSESSMENT ) PARADIGMA PENDIDIKAN ( MENGAJAR / MENDIDIK ) ( TEACHING / LEARNING ) ( AKADEMIK / PROFESIONAL ) ( KEMAPANAN / PERUBAHAN ) YANG SULIT BERUBAH KURIKULUM BARU

47 5

48 PENGETAHUAN DIPANDANG SEBAGAI SESUATU YANG SUDAH JADI, YANG TINGGAL DIPINDAHKAN ( DITRANSFER ) DARI DOSEN KE MAHASISWA. PENGETAHUAN ADALAH HASIL KONSTRUKSI ( BENTUKAN ) ATAU HASIL TRANSFORMASI SESEORANG YANG BELAJAR. ) BELAJAR ADALAH MENERIMA PENGETAHUAN ( PASIF - RESEPTIF ) BELAJAR ADALAH MENCARI DAN MENGKONSTRUKSI (MEMBENTUK) PENGETAHUAN AKTIF DAN SPESIFIK CARANYA

49 Menyampaikan pengetahuan (bisa Klasikal) Menjalankan sebuah instruksi yang telah dirancang Berpartisipasi dengan mahasiswa dalam membentuk pengetahuan Menjalankan berbagai strategi yang membantu mahasiswa untuk dapat belajar.

50 MAHASISWA PASIF RESEPTIF Transfer pengetahuan ? SERING DINAMAKAN PENGAJARAN

51 BELAJAR ADALAH BERUBAH (DARI GEMUK KE KURUS) DAN ADA NILAI TAMBAH BLACK BOX

52 AKTIF SPESIFIK Mencari dan mengkonstruksi pengetahuan lewat berbagai strategi MENJADI GREY BOX SERING DINAMAKAN PEMBELAJARAN

53 BUKAN LAGI BAGAIMANA DOSEN MENGAJAR DENGAN BAIK ( TEACHER CENTER ), TAPI……. BAGAIMANA MAHASISWA BISA BELAJAR DENGAN BAIK DAN BERKELANJUTAN ( STUDENT CENTERED LEARNING ) TRANSFER OF KNOWLEDGE METHOD OF INQUIRY & DISCOVERY

54 PERENCANAANPELAKSANAAN RENC. PEMB. METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN SCL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN KURIKULUM EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN Action Research PROSES DAN HASIL BELAJAR sumber belajar Dosen Mhs (PLAN)(DO)(ACT) (CHECK)

55 PERUBAHAN PERAN DOSEN MOTIVATOR MEDIATOR & FASILITATOR PENGAJAR

56 1.MEMFASILITASI : Buku, modul ajar, hand-out, journal, hasil penelitian,dan waktu. 2.MEMOTIVASI : Dengan memberi perhatian pada mahasiswa. Memberi materi yang relevan dengan tingkat kemampuan mahasiswa dan dengan situasi yang kontektual. Memberi semangat dan kepercayaan pada mahasiswa bahwa ia dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Memberi kepuasan pada mahasiswa terhadap pembelajaran yang kita jalankan. 3.MEMBERI TUTORIAL : Menunjukkan jalan / cara / metode yang dapat membantu mahasiswa menelusuri dan menemukan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan materi pembelajaran. 4.MEMBERI UMPAN BALIK : Memonitor dan mengkoreksi jalan pikiran / hasil kinerjanya agar mencapai sasaran yang optimum sesuai kemampuannya. 1.MEMFASILITASI : Buku, modul ajar, hand-out, journal, hasil penelitian,dan waktu. 2.MEMOTIVASI : Dengan memberi perhatian pada mahasiswa. Memberi materi yang relevan dengan tingkat kemampuan mahasiswa dan dengan situasi yang kontektual. Memberi semangat dan kepercayaan pada mahasiswa bahwa ia dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Memberi kepuasan pada mahasiswa terhadap pembelajaran yang kita jalankan. 3.MEMBERI TUTORIAL : Menunjukkan jalan / cara / metode yang dapat membantu mahasiswa menelusuri dan menemukan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan materi pembelajaran. 4.MEMBERI UMPAN BALIK : Memonitor dan mengkoreksi jalan pikiran / hasil kinerjanya agar mencapai sasaran yang optimum sesuai kemampuannya.

57 KOMPETENSI KULIAH SEMINAR / DISKUSI / PRESENTASI PRAKTIKUM / STUDI LAPANGAN CAL BELAJAR MANDIRI PROGRAM OUTCOMES MACAM METODE MEMILIH METODE PEMBELAJARAN

58 KOMPETENSI KULIAH SEMINAR / DISKUSI / PRESENTASI PRAKTIKUM / STUDI LAPANGAN CAL BELAJAR MANDIRI 1. Mempunyai landasan kuat untuk mengembangkan profesinya. 2. Mempunyai sejumlah kemampuan generik untuk kerja. 3. Mempunyai kemampuan menggali informasi baru. 4. …………………….. 5. …………………….. PROGRAM OUTCOMES METODE PEMBELAJARAN

59 Terdapat beragam model pembelajaran dengan pendekatan SCL, di antaranya : Small Group Discussion Role-Play & Simulation Case Study Discovery Learning (DL) Self-Directed Learning (SDL) Cooperative Learning (CL) Collaborative Learning (CbL) Contextual Instruction (CI) Project Based Learning (PjBL) Problem Based Learning and Inquiry (PBL)

60 Reading Hearing words Looking at picture Looking at an exhibition Participating in a discussion Watching video Watching a demonstration Seeing it done on location Giving a talk Doing a Dramatic Presentation Simullating the Real Experience Doing the Real Thing 90% 70% 50% 30% 20% 10% PASSIVE ACTIVE TINGKAT MEMORISASI Verbal reciving Visual reciving Partici- pating Doing TINGKAT KETERLIBATAN MODEL PEMBELAJARAN

61

62 PERUBAHAN KURIKULUM BUKAN HANYA PERUBAHAN PEMIKIRAN TETAPI YANG LEBIH PENTING ADALAH ADANYA PERUBAHAN PERILAKU DALAM PEMBELAJARAN

63

64 ( ROGER C. SCHANK,” Engines for learning”) BELAJAR MENGHITUNG ….. MENGHITUNGLAH BELAJAR BERENANG ……... BERENANGLAH BELAJAR BAHASA …………. BERBICARALAH BELAJAR BERUBAH ………………………….? BELAJAR MENYANYI ….….... BERNYANYILAH BELAJAR MENGAJAR ……… MENGAJARLAH

65 Perencanaan uji coba evaluasi Pemahaman bersama TUTORIAL

66 Seorang murid mengeluh kepada Gurunya : ”Bapak menuturkan banyak cerita, tetapi tidak pernah menerangkan maknanya kepada kami “ Jawab sang Guru : “ Bagaimana pendapatmu,Nak ; andaikata seseorang menawarkan buah kepadamu, namun mengunyahkannya dahulu bagimu ?” Tak seorangpun dapat menemukan pengertian yang paling tepat bagi dirimu sendiri. Sang Guru pun tidak mampu.

67 (KBK) (SCL) PROSES INPUT ORGANISASI SEHAT MANAJEMEN KEPEMIMPINAN EfisienProduktif JAMINAN KUALITAS INPUT JAMINAN KUALITAS PROSES JAMINAN KUALITAS OUTPUT PERBAIKAN TERUS MENERUS LULUSAN KOMPETEN OUTPUT RELEVAN

68

69


Download ppt "Pelatihan Coaching Skill Angk. I Machmud SYAM. KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI : Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google