Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAB IV WAWANCARA DWI ATMAJA, S.PD, MP SI. Setelah mempelajari wawancara sebagai teknik pengumpulan data, maka mahasiswa dapat membuat pedoman wawancara,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAB IV WAWANCARA DWI ATMAJA, S.PD, MP SI. Setelah mempelajari wawancara sebagai teknik pengumpulan data, maka mahasiswa dapat membuat pedoman wawancara,"— Transcript presentasi:

1 BAB IV WAWANCARA DWI ATMAJA, S.PD, MP SI

2 Setelah mempelajari wawancara sebagai teknik pengumpulan data, maka mahasiswa dapat membuat pedoman wawancara, dan selanjutnya mampu mempraktekkannya untuk kepentingan bimbingan. Tujuan khusus mempelajari wawancara, agar mahasiswa dapat : 1.Menjelaskan pengertian wawancara sebagai teknik pengumpulan data. 2.Membuat pedoman wawancara informatif untuk tujuan tertentu. 3.Mengadakan wawancara dengan seorang siswa menurut pedoman wawancara yang sudah disiapkan. 4.Mengemukakan kembali keterbatasan selama proses wawancara dengan tepat. 5.Menganalisis hasil data dari wawancara. A. Tujuan

3 T UJUAN W AWANCARA 1.Membangun hubungan baik (rapport) dengan subyek wawancara 2.Meredakan ketegangan yang dirasakan subyek wawancara 3.Menyediakan informasi yang dibutuhkan 4.Mendorong kearah pemahaman diri pada interviewer dan interviewee 5.Mendorong kearah penyusunan kegiatan konstruktif subyek wawancara

4 Konsep wawancara Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara lisan dan dijawab responden secara langsung secara lisan pula. Berdasarkan subyeknya dan tujuan wawancara, dibedakan menjadi : (1) Wawancara jabatan, bertujuan mencocokkan seseorang calon pegawai dengan pekerjaannya. (2) Wawancara disipliner/administratif, ditujukan untuk “menuntut” perubahan tingkah laku individu. (3) Wawancara Konseling, bertujuan membantu individu mengatasi atau memecahkan masalahnya. (4) Wawancara Informatif/face-finding. B. Materi Ajar

5 Wawancara secara Responden, 1. Bersifat langsung, data diperoleh langsung dari individu bersangkutan. 2. Bersifat tak langsung, memperoleh keterangan mengenai orang lain. Wawancara secara Prosedurnya, 1. Berstruktur, pertanyaan yang telah disusun secara jelas dan terperinci. 2. Tak Berstruktur, pertanyaan yang diajukan tidak disiapkan secara terperinci, lebih bersifat flekibel. Wawancara secara Perencanaanya, 1. Berencana, bila waktu dan tempat telah disepakati. 2. Insidetil, bila waktu dan tempat tidak dijadwalkan sebelumnya.

6 Faktor yang perlu diperhatikan : Pewancara, siswa (Responden), pedoman wawancara, situasi wawancara. Menciptakan suasana yang bebas, terbuka dan menyenangkan, sehingga mampu merangsang siswa untuk menjawabnya, dan menggali jawaban lebih jauh. Wawancara bergantung pada peranan pewancara, yaitu : 1.Mampu menciptakan hubungan baik dengan siswa, artinya bersedia bekerjasama, bersedia menjawab pertanyaan dan memberi informasi yang sebenarnya. 2. Mampu menyampaikan semua pertanyaan denganbaik dan tepat. 3. Mampu mencatat semua jawaban lisan responden dengan teliti dan jelas. 4. Mampu menggali tambahan informasi dengan menyampaikan pertanyaan yang tepat dan netral digunakan teknik probing.

7 S IFAT - SIFAT PERTANYAAN DALAM WAWANCARA Kata kunci  Sesuai kebutuhan : – pertanyaan yang bersfiat mendorong pembahasan dan pemahaman –Pertanyaan yang menarik pemahaman –Pertanyaan yang mendorong penerimaan perasaan –Pertanyaan yang mendorong sikap / tingkah laku teretentu –Perntayaan mengenai dimensi masalah atau perilaku

8 Langkah-langkah Penyelenggaraan Wawancara (1)Tahap Persiapan, meliputi langkah menetapkan variabel, idikator, prediktor, membuat pedoman wawancara, dan menyusun item-item pertanyaan (2) Tahap Pelaksanaan, meliputi menetapkan kapan dan dimana wawancara dilaksanakan, menentukan taktik wawancara, kode etik wawancara dan sikap. (3) Tahap Analisis Hasil, meliputi pengelompokan ariabel yang akan ditabulasi, penyekoran jawaban, kesimpulan dan penginterpretasian.

9 Latihan Individual (1) Membuat pedoman wawancara tentang kebiasaan belajar di perpustakaan, kesulitan belajar matematika (pilih salah satu). (2) Mengadakan wawancara kepada seorang siswa dengan memakai pedoman wawancara yang anda buat. (3) Catatlah keterbatasan anda selama proses wawancara. Latihan kelompok (1) Diskusikanlah keterbatasan yang anda temui bersama 2-3 orang. (2) Buatlah kesimpulan dan interpreasi hasil pengumpulan data dengan teknik wawancara. C. Latihan


Download ppt "BAB IV WAWANCARA DWI ATMAJA, S.PD, MP SI. Setelah mempelajari wawancara sebagai teknik pengumpulan data, maka mahasiswa dapat membuat pedoman wawancara,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google