Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : Baedhowi *) Ketua Majlis Dikdasmen PP Muhammadiyah Guru Besar Bidang SDM UNS Surakarta Disampaikan pada : Seminar dan Diskusi Penigkatan Mutu di.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : Baedhowi *) Ketua Majlis Dikdasmen PP Muhammadiyah Guru Besar Bidang SDM UNS Surakarta Disampaikan pada : Seminar dan Diskusi Penigkatan Mutu di."— Transcript presentasi:

1 Oleh : Baedhowi *) Ketua Majlis Dikdasmen PP Muhammadiyah Guru Besar Bidang SDM UNS Surakarta Disampaikan pada : Seminar dan Diskusi Penigkatan Mutu di Sekolah Muhammadiyah, oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Jawa Tengah, Sabtu, 10 Desember 2011

2 KEKUATAN DAN KELEMAHAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH MUHAMMADIYAH  Kekuatan Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah 1.Pengalaman Muhammadiyah yang telah lama menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah sejak Indonesia sebelum merdeka, merupakan kekuatan Muhammadiyah dalam mengelola bidang pendidikan yang sangat berharga dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa;

3 Lanjutan 2. Struktur Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah yang tersebar di seluruh Indonesia dari tingkat Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Pusat merupakan kekuatan jaringan dalam pembinaan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia; 3.Jumlah sekolah/madrasah/pondok pesantren yang sangat besar secara kuantitatif juga menjadi aset sumber daya, fasilitas, dan infrastruktur yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah;

4 Lanjutan 4. Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan swasta yang secara mandiri membiayai semua kebutuhan dalam penyelenggaraan pendidikan merupakan kekuatan yang perlu terus dipertahankan, sehingga tidak memiliki ketergantungan dengan pihak lain.

5 Lanjutan  Kelemahan Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah 1.Lembaga pendidikan Muhammadiyah cenderung bergerak secara rutinitas dan stagnan, sehingga kurang memberikan daya inovasi dan pembaruan sesuai perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat; 2.Perkembangan jumlah sekolah/madrasah/pondok pesantren yang meningkat secara kuantitatif belum diimbangi peningkatan kualitas yang sepadan, sehingga sampai batas tertentu kurang memiliki daya saing yang tinggi dengan lembaga pendidikan lainnya dapat mengurangi daya tarik masyarakat untuk memilih lembaga pendidikan Muhammadiyah;

6 Lanjutan 3. Pengelolaan Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah melalui Majelis Dikdasmen secara sentralistik dan di sisi lain kebijakan pemerintah dalam pengelolaan Pendidikan Dasar dan Menengah diserahkan kepada Pemerintah Daerah (desentralistik) sering menjadikan lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah tertinggal dalam merespon kebijakan pendidikan di daerah;

7 Lanjutan 4.Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang cepat serta tuntutan masyarakat yang cepat berubah sesuai perkembangan zaman, sering menjadikan sumber daya insani Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah lamban merespon terhadap perkembangan dan tuntutan tersebut.

8 PELUANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH 1. Keterbukaan masyarakat Indonesia yang semakin baik dan demokratis sebagai kondisi objektif yang menguntungkan bagi Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern yang telah berkiprah lama dan nyata di negeri ini untuk terus mengembangkan gerakannya secara lebih luas dalam berbagai bidang kehidupan.

9 Lanjutan 2. Era Otonomi Daerah yang memberikan keleluasaan kepada pemerintah daerah untuk mengatur rumah tangganya sendiri menjadi peluang bagi pendidikan Muhammadiyah di daerah-daerah melalui Majelis Dikdasmen untuk lebih berperan dalam pengambilan keputusan publik dan pembangunan pendidikan di daerah, sehingga keberadaan dan peran gerakan Islam ini semakin meluas dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

10 Lanjutan 3. Pengakuan masyarakat internasional terhadap Muhammadiyah sebagai salah satu pilar masyarakat madani di Indonesia membuka peluang kerjasama yang sangat luas dengan pemerintah di berbagai negara maupun dengan lembaga-lembaga Internasional, sehingga jika peluang positif ini dapat dimanfaatkan dengan baik dapat mendorong pengembangan Pendidikan Dasar dan Menengah dalam meningkatkan kualitas sekolah/madrasah/ pondok pesantren Muhammadiyah.

11 TANTANGAN/ANCAMAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH MUHAMMADIYAH 1. Globalisasi dapat menimbulkan dampak negatif karena tidak ada sekat-sekat antara budaya asing dengan budaya nasional Indonesia sebagai bangsa yang memegang teguh nilai-nilai religi, sehingga dapat mengancam moral generasi muda sebagai penerus bangsa termasuk peserta didik yang ada dalam lingkungan pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah;

12 Lanjutan 2.Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi yang begitu cepat menuntut kecepatan SDM pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah untuk merespon perkembangan iptek secara cepat apabila tidak ingin tertinggal dalam penguasaan iptek tersebut; 3.Arus sekularisme-materialisme yang tengah melanda dunia menjadi godaan dan tantangan bagi penyelenggara dan pengelola pendidikan Muhammadiyah untuk tetap mengelola pendidikan yang mengutamakan kepentingan masyarakat bukan komersialisasi pendidikan.

13 FOKUS KEBIJAKAN PROGRAM MUHAMMADIYAH Peningkatan dan pengembangan: 1.Organisasi dan jaringan untuk menjadi gerakan Islam yang maju, profesional, dan modern; 2.Sistem gerakan dan amal usaha yang unggul dan mandiri bagi terciptanya kondisi dan faktor-faktor pendukung terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya; serta 3.Peran strategis Muhammadiyah dalam kehidupan umat, bangsa, dan dinamika global.

14 PRIORITAS PENGEMBANGAN 1.Peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya anggota dan kader sebagai pelaku gerakan yang mampu memperluas peran Muhammadiyah dalam dinamika kehidupan umat, bangsa dan percaturan global. 2.Peningkatan dan pengembangan amal usaha dan praksis sosial Muhammadiyah yang unggul dengan memperluas program ekonomi dan pemberdayaan masyarakat sebagai basis kekuatan kemandirian.

15 CIRI PENGEMBANGAN SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN PROGRAM 1. Sistem Gerakan Hal yang berkaitan dengan aspek-aspek nilai dan konsep, yang berkaitan dengan hal-hal mendasar dalam gerakan Muhammadiyah yaitu menguatnya sistem gerakan Muhammadiyah yang maju, profesional, dan modern.

16 Lanjutan 2. Organisasi dan Kepemimpinan Hal yang berkaitan dengan kelembagaan dan kekuatan penggerak dalam Muhammadiyah yaitu menguatnya sistem kepemimpinan kolektif-kolegial yang transformatif yang mampu memberikan keteladanan, memobilisasi potensi, memproyeksikan masa depan, dan mengagendakan perubahan.

17 Lanjutan 3. Jaringan Hal yang berkaitan dengan hubungan internal dan eksternal Muhammadiyah yaitu: 1. Menguat dan meluasnya jaringan amal usaha, kegiatan, dan perangkat Persyarikatan. 2. Menguatnya hubungan dan kerjasama internasional;

18 lanjutan 4. Sumberdaya Hal yang berkaitan dengan aspek pendukung dan pelaku gerakan Muhammadiyah yaitu terlaksananya sistem kaderisasi dan regenerasi dalam Muhammadiyah secara konsisten dan berkelanjutan.

19 Lanjutan 5. Aksi dan Pelayanan Hal yang berkaitan dengan aktivitas secara langsung dan dapat dinikmati hasilnya oleh anggota Muhammadiyah dan masyarakat luas yaitu terlaksananya pelayanan publik melalui amal usaha, program, dan kegiatan Muhammadiyah yang berkualitas.

20 VISI PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH (Tanfidz Keputusan Muktamar Satu Abad Muhammadiyah Th 2010) Terbentuknya Manusia Pembelajar yang bertaqwa, berakhlak mulia, berkemajuan dan unggul dalam Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) sebagai perwujudan tadjid dakwah amar ma’ruf nahi munkar

21 MISI PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH 1.Menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang unggul; 2.Menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang holistik yakni mengembangkan potensi akal, hati, dan keterampilan yang seimbang; 3.Menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang akuntabel; 4.Menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang didukung oleh iptek.

22 PROGRAM PENGEMBANGAN SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN KEGIATAN 1.Mengembangkan pendidikan Muhammadiyah yang holistik; 2. Mengembangkan kurikulum integratif (iman, iptek, dan akhlak); 3.Mengembangkan model-model pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan; 4.Menguatkan dan memperteguh identitas pendidikan Muhammadiyah; 5.Mengintensifkan pembinaan akhlak Islami, ideologi Muhammadiyah dan penekanan pendidikan karakter di seluruh jenjang pendidikan Muhammadiyah; 6.Mengembangkan dan memperkuat kemandirian pendidikan Muhammadiyah;

23 Lanjutan 7. Mengembangkan kualitas kepemimpinan, tatakelola, peraturan, standar dan penjaminan mutu; 8. Meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah berdasarkan standar pendidikan nasional; 9. Mengembangkan budaya good governance, hidup sehat, anti korupsi, dan hemat energi; 10. Penguatan ukhuwah dan silaturrahim antarlembaga pendidikan; 11. Roadmap, peta, dan database pendidikan Muhammadiyah; 12. Meningkatkan kualitas, jaringan, dan kerjasama pendidikan Muhammadiyah;

24 Lanjutan 13. Memperluas dan memperkuat kerjasama dan kemitraan dalam berbagai bidang dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan; 14.Mengembangkan sister school; 15. Peningkatan kemitraan dengan lembaga pendidikan ASEAN; 16. Meningkatkan dan menguatkan peran dan fungsi pendidikan Muhammadiyah sebagai pusat kaderisasi; 17. Meningkatkan kemampuan profesional pendidikan dan tenaga kependidikan; 18. Mengembangkan pusat kaderisasi khusus;

25 Lanjutan 19. Meningkatkan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan; 20. Peningkatan peran dan fungsi pendidikan Muhammadiyah sebagai lembaga pelayan masyarakat; 21. Mengoptimalkan peran dan fungsi lembaga pendidikan sebagai pusat dakwah; 22. Memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi; 23. Mengintegrasikan aktivitas lembaga Muhammadiyah dengan program pengembangan masyarakat.

26 KEGIATAN MAJELIS DIKDASMEN Dari 23 program pengembangan dijabarkan menjadi 58 kegiatan yang terbagi ke dalam lima kelompok bidang kegiatan yaitu; (1) Sekolah, (2) Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, (3) Madrasah/Pesantren, (4) Kelembagaan dan Kerjasama, (5) Sekolah Kejuruan dan Pendidikan Nonformal.

27 PROGRAM UNGGULAN/PRIORITAS 1. Peningkatan Mutu Kepala sekolah; Peningkatan mutu kepala sekolah merupakan faktor yang dominan dalam mengembangankan sekolah/madrasah/pesantren Muhammadiyah. 2. Pengembangan Sekolah Kader; Sekolah kader, terutama Pondok Pesantren perlu menjadi perhatian khusus, karena persyarikatan Muhammadiyah sebagai Ormas Islam sejak awal berdirinya membawa misi da’wah untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Misi ini dapat kita lakukan dengan baik apabila didukung dengan penyiapan kader yang berkualitas melalui lembaga pendidikan terutama Pondok Pesantren.

28 Lanjutan 3. Pengembangan Sister School;  Pengembangan sister School sekolah Muhammadiyah dengan sekolah di Negara Asian seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, China, Taiwan, Korea, dll.  Program ini dimaksudkan untuk memberikan sharing secara positif kelebihan masing-masing sekolah untuk membentuk sistem sekolah yang kuat dalam bidang manjemen, pengembangan SDM, akademik, dan kesiswaan.

29 Lanjutan 4. Pengembangan sekolah Model Pengembangan sekolah Model Muhammadiyah yang madiri dalam hal pembiayaan, pengembangan SDM, dan peningkatan kesejahteraan melalui sistem kluster. Contoh model ini telah dilakukan oleh SD Muhammadiyah Condong Catur Yogyakarta dan patut dikembangkan di sekolah Muhammadiyah yang lain.

30 STRATEGI PELAKSANAAN KEGIATAN 1.Program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaannya perlu dibagi kepada Majelis Pimpinan Wilayah, Daerah, dan Cabang. 2.Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat melaksanakan kegiatan yang bersifat nasional dan yang berkaitan dengan pengaturan kebijakan, sedangkan kegiatan yang bersifat teknis operasional dapat dilakukan oleh Majelis Pimpinan Wilayah, Daerah, atau Cabang. 3.Kegiatan yang bersifat lintas Majelis atau Lembaga, maka kegiatan tersebut dilaksanakan secara terkordinasi dan bersama-sama. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari overlaping atau tumpang tindih antara kegiatan satu Majelis dengan kegiatan Majelis yang lainnya.

31 KESIMPULAN 1.Pengembangan fisik Sekolah Muhammadiyah tidak hanya fisik sarana dan prasarana pendidikan saja, tetapi juga fisik untuk 8 standar pendidikan lainnya; 2.Untuk mengembangkan fisik Sekolah Muhamma-diyah supaya memanfaatkan kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh Muhammadiyah;. 3.Pengembangan sekolah dimulai dari evaluasi diri sekolah (EDS); 4.Berdasarkan EDS supaya disusun program pengembangan sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM) dan selanjutnya untuk mencapai standar nasional pendidikan (SNP) dan seterusnya; 5.Pengembangan sekolah dilakukan secara berkelanjutan sampai terwujudnya lulusan yg bermutu.

32 PENDIDIKAN BERMUTU –----- APA YANG HARUS DILAKUKAN ? 1.Ciptakan Learning habits & learning community. 2.Prioritaskan pendidikan dalam political agenda; 3.Bangun partnership antar semua unsur di daerah; 4.Tingkatkan kapasitas SDM; 5.Tingkatkan pelayanan publik Bidang Pendidikan; 6.Berikan dukungan dana yang memadai; 7.Sediakan sarana prasarana yang memadai; 8.Ciptakan kepastian hukum dalam mengoperasionalkan pendidikan; 9.Wujudkan Komitmen untuk pendidikan bermutu; 10.Ciptakan Kepemimpinan yang kuat; 11.Baku mutu / standar; 12.Sistem jaminan mutu internal dan eksternal.

33 EPILOG PENDIDIKAN BERMUTU bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila didukung komitmen yang tinggi dan perencanaan yang baik, dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.

34 …hari esok harus lebih baik dari hari ini… Insya Allah TERIMA KASIH


Download ppt "Oleh : Baedhowi *) Ketua Majlis Dikdasmen PP Muhammadiyah Guru Besar Bidang SDM UNS Surakarta Disampaikan pada : Seminar dan Diskusi Penigkatan Mutu di."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google