Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Manajemen dalam perusahaan Mengapa perlu dilakukan manajemen dalam perusahaan? Mengapa perlu dilakukan manajemen dalam perusahaan? Karena dalam perusahaan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Manajemen dalam perusahaan Mengapa perlu dilakukan manajemen dalam perusahaan? Mengapa perlu dilakukan manajemen dalam perusahaan? Karena dalam perusahaan."— Transcript presentasi:

1 Manajemen dalam perusahaan Mengapa perlu dilakukan manajemen dalam perusahaan? Mengapa perlu dilakukan manajemen dalam perusahaan? Karena dalam perusahaan ada proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pelaksanaan dan pengendalian dengan memanfaatkan sumberdaya dan seni agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Karena dalam perusahaan ada proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pelaksanaan dan pengendalian dengan memanfaatkan sumberdaya dan seni agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

2 Manajemen ada hubungannya dengan pencapaian suatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang lain. Manajemen ada hubungannya dengan pencapaian suatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang lain. Manajemen perusahaan erat kaitannya dengan usaha untuk memelihara kerja sama sekelompok orang. Yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada Manajemen perusahaan erat kaitannya dengan usaha untuk memelihara kerja sama sekelompok orang. Yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada

3 Pelaksanaan manajemen perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor pemahaman tentang budaya organisasi, input, proses perencanaan, pengendalian dan hasil pelaksanaan program secara terpisah atau secara bersama- sama. Pelaksanaan manajemen perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor pemahaman tentang budaya organisasi, input, proses perencanaan, pengendalian dan hasil pelaksanaan program secara terpisah atau secara bersama- sama.

4 Budaya Organisasi: sistem nilai, norma dan pelaku pimpinan dan anggota organisasi yangm endukung pencapaian misi, visi dan tujuan organisasi Budaya Organisasi: sistem nilai, norma dan pelaku pimpinan dan anggota organisasi yangm endukung pencapaian misi, visi dan tujuan organisasi Sistem nilai: perpaduan subsistem nilai organisasi dan subsistem nilai pelaku organisasi; misalnya perpaduan kepentingan organisasi dan kepentingan individu dan eksternal.; pandangan terhadap produktifitas, efisiensi sebagai sistem nilai,dsb. Sistem nilai: perpaduan subsistem nilai organisasi dan subsistem nilai pelaku organisasi; misalnya perpaduan kepentingan organisasi dan kepentingan individu dan eksternal.; pandangan terhadap produktifitas, efisiensi sebagai sistem nilai,dsb.

5 Norma : pernyataan perbuatan baik-buruk, benar-salah atas suatu pekerjaan Norma : pernyataan perbuatan baik-buruk, benar-salah atas suatu pekerjaan Perilaku : motif, kehendak, kecerdasan (intelektual, emosional dan spiritual) dan tindakan seseorang dalam mencapai tujuan organisasi dan pribadinya. Perilaku : motif, kehendak, kecerdasan (intelektual, emosional dan spiritual) dan tindakan seseorang dalam mencapai tujuan organisasi dan pribadinya. Input organisasi: keterbatasan dalam faktor-faktor: Sumberdaya manusia, bahan baku, anggaran, fasilitas, teknologi, informasi, sumberdaya lain seperti lahan di sektor pertanian, perusahaan, kemaritiman dan perusahaan yang lain. Input organisasi: keterbatasan dalam faktor-faktor: Sumberdaya manusia, bahan baku, anggaran, fasilitas, teknologi, informasi, sumberdaya lain seperti lahan di sektor pertanian, perusahaan, kemaritiman dan perusahaan yang lain.

6 Proses perencanaan: Ketersediaan data dan informasi kurang, keterbatasan jumlah dan mutu sumberdaya manusia, metode perencanaan yang tidak tepat, teknologi tepat guna tidak tersedia, dan dimensi waktu dan ruang yang tidak jelas. Proses perencanaan: Ketersediaan data dan informasi kurang, keterbatasan jumlah dan mutu sumberdaya manusia, metode perencanaan yang tidak tepat, teknologi tepat guna tidak tersedia, dan dimensi waktu dan ruang yang tidak jelas. Pengendalian : Kepemimpinan yang lemah dalam mempengaruhi subordinasi, sistem koordinasi tidak efektif, metode monitoring dan evaluasi tidak dilakukan atau tidak efektif, dan umpan balik tidak dilakukan. Pengendalian : Kepemimpinan yang lemah dalam mempengaruhi subordinasi, sistem koordinasi tidak efektif, metode monitoring dan evaluasi tidak dilakukan atau tidak efektif, dan umpan balik tidak dilakukan.

7 Output : Jumlah dan mutu hasil pengembangan SDM rendah, tidak efisien dan tidak efektif, benefit ekonomi dan sosial rendah. Output : Jumlah dan mutu hasil pengembangan SDM rendah, tidak efisien dan tidak efektif, benefit ekonomi dan sosial rendah.

8 Kegagalan pelaksanaan manajemen sumberdaya manusia Dapat disebabkan oleh aspek manajerial dan operasional Aspek Dapat disebabkan oleh aspek manajerial dan operasional Aspek Aspek Manajerial: penerapan fungsi-fungsi planning, organizing, actuiting, dan controling (POAC) atau plan, do, check dan action (PDCA) yang tidak berjalan efektif. Aspek Manajerial: penerapan fungsi-fungsi planning, organizing, actuiting, dan controling (POAC) atau plan, do, check dan action (PDCA) yang tidak berjalan efektif. Aspek Operasional : penggunaan sumberdaya yang terbatas dan metoda yang tidak tepat atau pengelolaan sumberdaya yang tidak optimum Aspek Operasional : penggunaan sumberdaya yang terbatas dan metoda yang tidak tepat atau pengelolaan sumberdaya yang tidak optimum

9 Lingkungan Eksternal : Peluang, Tantangan, Kompetisi Industri, dan Analisis Pesaing

10 The Strategic ManagementProcess ManagementProcess Chapter 3 Internal Environment Chapter 2 External Environment Strategic Intent Strategic Mission Strategy Formulation Strategy Implementation Chapter 4 Business-Level Strategy Chapter 5 Competitive Dynamics Chapter 6 Corporate-Level Strategy Chapter 8 International Strategy Chapter 9 Cooperative Strategies Chapter 7 Acquisitions & Restructuring Chapter 10 Corporate Governance Chapter 11 Structure & Control Chapter 12 Strategic Leadership Chapter 13 Entrepreneurship & Innovation Entrepreneurship & Innovation Strategic Inputs Feedback Strategic Outcomes StrategicActions Strategic Competitiveness Above Average Returns

11 Politik/ Hukum Politik/ Hukum Ekonomi Teknologi Global Demografis Sosiokultural Lingkungan Kompetitif Lingkungan industri (5) Segmen Lingkungan Umum

12 LINGKUNGAN BISNIS LINGKUNGAN BISNIS=cerita tak pernah tamat mengenai: Tantangan: monitor & adaptasi terhadap lingkungan yang berubah terus menerus Peluang, kenali: Trend (arah/urutan kejadian yg memiliki momentum) Megatrend (perubahan besar yang berlangsung& berdampak lama) Tugas pelaku bisnis: Trend trackers Opportunity seekers 6 Lingkungan makro: Demografi: pertumbuhan penduduk, perubahan komposisi umur & etnis, pendidikan, migrasi, perubahan menuju pemasaran mikro Ekonomi: pertumbuhan, distribusi Y, tabungan, utang, kredit Alam: bahan baku, biaya enerji, polusi, proteksi lingkungan Teknologi: perubahan teknologi, peluang inovasi, anggaran litbang Politis-legal: aturan main bisnis, kelompok kepentingan Sosial-budaya: nilai-nilai masyarakat, perbedaan budaya

13 Analisis Lingkungan Eksternal Proses analisis lingkungan eksternal harus dilakukan dengan dasar yang berkelanjutan. Proses ini meliputi empat kegiatan: ScanningMonitoring Forecasting Assessing Mengidentifikasi tanda-tanda awal perubahan lingkungan dan tren Menemukan arti melalui observasi secara terus menerus terhadap perubahan lingkungan & tren Membuat proyeksi perkiraan hasil berdasarkan perubahan & tren yang dimonitor Menentukan waktu dan arti penting perubahan lingkungan & tren terhadap strategi dan manajemen perusahaan

14 ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS Implikasi Peluang dan Ancaman Implikasi Peluang dan Ancaman Antisipasi Strategis Prospek Perusahaan Antisipasi Strategis Prospek Perusahaan Deskripsi & Prediksi Lingkungan Ekonomi Lingkungan Politik Lingkungan Hukum Lingkungan Sosial- Budaya Lingkungan Teknologi Lingkungan Global Deskripsi & Prediksi Lingkungan Ekonomi Lingkungan Politik Lingkungan Hukum Lingkungan Sosial- Budaya Lingkungan Teknologi Lingkungan Global

15 Analisa struktural dari Industri Dalam ruang lingkup domestik maupun internasional, sifat dari persa- ingan dibentuk dari lima kekuatan kompetitif

16 Tantangan dari Pendatang Baru Halangan Masuk (barrier to entry) Expected Retaliation: reaksi pesaing yang diantisipasi Kebijakan Pemerintah: lisensi, tata niaga Skala Ekonomis (biaya murah) Diferensiasi (keunikan) Produk Persyaratan Modal Switching Costs (biaya beralih produk atau perusahaan lain) Akses ke Jalur Distribusi Cost Disadvantages Independent of Scale (keunggulan biaya selain skala ekonomis: lokasi, subsidi, bahan baku)

17 Kekuatan Tawar Pemasok Pemasok menggunakan kekuatannya dalam industri dengan cara: *Mengancam menaikkan harga atau menurunkan kuantitas Pemasok yang kuat dapat menekan profitabilitas industri jika perusahaan tidak mampu mengatasi kenaikan biaya Pemasok menjadi sangat kuat jika: Industri pemasok didominasi hanya oleh sedikit perusahaan Produk pemasok hanya memiliki sedikit pengganti/substitutes Pembeli bukan merupakan pelanggan yang penting bagi si pemasok Produk si pemasok merupakan input yang penting bagi produk pembeli Produk pemasok didiferensiasikan Produk pemasok memiliki “switching costs” yang tinggi Pemasok memiliki ancaman integrasi ke depan yang kuat

18 Kekuatan Tawar Pembeli Pembeli bersaing dengan industri pemasok dengan: * Menawar dgn harga rendah * Menekankan kualitas yang tinggi Pembeli bisa menjadi kuat jika: Pembeli mempunyai pangsa yang besar dalam total produksi industri Pembeli mempunyai pangsa yang besar dalam total produksi industri Produk tidak didiferensiasi (tidak ada standardisasi produk) Produk tidak didiferensiasi (tidak ada standardisasi produk) Pembeli hanya menghadapi switching costs yang kecil Pembeli hanya menghadapi switching costs yang kecil

19 Tantangan dari Produk Pengganti Produk substitusi di luar suatu industri dengan fungsi yang sama Kunci untuk mengevaluasi produk pengganti: Produk dengan harga/kinerja yang lebih baik dibanding produk industri saat ini Contoh: Sistem keamanan elektronik vs penjaga keamanan Teh vs kopi

20 Rivalitas Antar Pesaing dalam industri yang sama Rivalitas yang kuat sering terjadi dengan jalan: Menjaga posisi stratejik Menggunakan kompetisi harga Melancarkan perang iklan Membuat perkenalan produk baru Meningkatkan jaminan/pelayanan pelanggan Terjadi ketika perusahaan tertekan/melihat peluang Persaingan harga sering memperburuk keseluruhan industri Perang iklan dapat meningkatkan permintaan total industri, tapi dapat menjadi sangat mahal bagi pesaing yang lebih kecil

21 Persaingan yang sangat tajam bisa terjadi ketika: Rivalitas Antar Kompetitor yang Ada Banyak kompetitor yang seimbang Pertumbuhan Industri lambat Biaya tetap yang tinggi Kurang diferensiasi atau switching costs Biaya penyimpanan tinggi Penambahan kapasitas yang besar Resiko Stratejik yang tinggi Halangan keluar yang tinggi Pesaing yang beraneka macam

22 Tinggi, Returns beresiko Halangan Masuk Halangan Keluar Tinggi Rendah TinggiRendah Returns Stabil & rendah Returns Tinggi & Stabil Rendah, Returns beresiko Efek Halangan Masuk & Halangan Keluar Terhadap Keuntungan Industri

23 Analisis Pesaing Tindak lanjut analisis industri adalah analisis yang efektif mengenai Pesaing (Competitors) Lingkungan Kompetitif Lingkungan Industri

24 Analisis Pesaing Asumsi Asumsi apa yang dipegang pesaing mengenai masa depan industri dan perusahaan mereka? Strategi Saat ini Apakah strategi kita sekarang mendukung perubahan lingkungan kompetitif? Tujuan Mendatang Bagaimana tujuan kita jika dibandingkan dengan tujuan pesaing? Kapabilitas Bagaimana kapabilitas kita jika dibandingkan dengan pesaing? Respon Apa yang akan dilakukan pesaing di masa mendatang? Pada sisi apa kita memiliki keunggulan kompetitif? Bagaimana hal tersebut mengubah hubungan kita dengan pesaing?

25 Tujuan mendatang Bagaimana tujuan kita dibanding pesaing? Di mana perhatian akan diletakkan di masa mendatang? Bagaimana sikap terhadap resiko? Apa yang mendorong kompetitor? Analisis Pesaing

26 Apa yang dilakukan pesaing? Apa yang bisa dilakukan pesaing? Future Objectives Bagaimana tujuan kita dibanding kompetitor? Di mana perhatian akan diletakkan di masa mendatang? Bagaimana sikap terhadap resiko? Strategi Saat ini Bagaimana kita berkompetisi saat ini? Apakah strategi ini mendukung perubahan dalam struktur kompetisi? Analisis Pesaing

27 Apa yang diyakini para pesaing tentang diri mereka dan industri? Future Objectives Bagaimana tujuan kita dibanding kompetitor? Di mana perhatian akan diletakkan di masa mendatang? Bagaimana sikap terhadap resiko? Strategi saat ini Bagaimana kita berkompetisi saat ini? Apakah strategi ini mendukung perubahan struktur kompetisi? Apakah kita asumsikan masa depan akan bergejolak? Apakah kita asumsikan kondisi kompetisi yang stabil? Asumsi apa yang dipegang pesaing tentang industri dan diri mereka? Asumsi Analisis Kompetitor

28 Apa kapabilitas pesaing? Future Objectives Bagaimana tujuan kita dibandingkan kompetitor? Di mana perhatian kita letakkan di masa mendatang? Bagaimana sikap terhadap resiko? Strategi saat ini Bagaimana kita berkompetisi saat ini? Apakah strategi ini mendukung perubahan struktur kompetisi? Apakah kita asumsikan masa depan akan volatile? Apakah kita beroperasi di bawah status quo? Asumsi apa yang dipegang kompetitor tentang industri dan diri mereka? Asumsi Apa kelebihan dan kelemahan kompetitor? Bagaimana kapabilitas kita dibanding pesaing? Kapabilitas Analisis Kompetitor

29 Future Objectives Bagaimana tujuan kita dibandingkan kompetitor? Di mana perhatian kita letakkan di masa mendatang? Bagaimana sikap terhadap resiko? Strategi saat ini Bagaimana kita berkompetisi saat ini? Apakah strategi ini mendukung perubahan struktur kompetisi? Apakah kita asumsikan masa depan akan volatile? Apakah kita beroperasi di bawah status quo? Asumsi apa yang dipegang kompetitor tentang industri dan diri mereka? Asumsi Respon Apa yang akan dilakukan pesaing di masa mendatang? Pada sisi apa kita memiliki keunggulan kompetitif? Bagaimana hal tersebut mengubah hubungan kita dengan pesaing? Kapabilitas Apa kelebihan dan kelemahan kompetitor? Bagaimana kapabilitas kita dibanding kompetitor? Analisis Kompetitor

30 BERPIKIR STRATEGIS UNTUK BERSAING  Kehnichi Ohmae dalam The Mind of Strategist menekankan: – Company : strength, weakness – Competitor – Customer – Plus Change (Hermawan Kartajaya)  Change drivers: – Teknologi – Ekonomi: pemerintah, industri – Pasar: –aturan main int’l –globalisasi vs lokalisasi –struktur  Customers? – Enlightened: punya visi ke depan, berpendidikan & bisa mempengaruhi orang lain – Informationalised : punya banyak pilihan – Empowered: punya kekuatan untuk merealisasikan pengambilan keputusan yang diambilnya – So, perlu memuaskan konsumen dalam: – need: teori Maslow – want: berubah dari waktu ke waktu (dari koteka hingga branded clothes ) – expectation

31 SITUASI PERSAINGAN 5 kekuatan persaingan (Porter) Pendatang baru Pemasok Produk Pengganti Pembeli/pelanggan Antar perusahaan dalam industri yang sama Key questions: Berapa banyak? Agresif? Kapabilitas? Posisi tawar? Competitive setting Stabil: 2C (Customer-Company); PLN, PDAM Interrupted: 2,5C (2C+ mild competitors); Garuda dg pesaing yg masih diikat Complicated: 3C (Company, Consumer, Competitor); pesaing kuat, customer sbg pelanggan Sophisticated: 3,5C (3C+ discontinuous change); pesaing makin liar; pelanggan sbg klien; Makro, IndoGrosir Chaos (hypercompetition): 4C; tele- shopping

32 SIAPA YANG MENGALAMI KRISIS? YANG MENDERITA: Sektor korporat, moderen, di perkotaan (bank, properti) Yang punya utang LN (offshore-loan): usaha besar & negara YANG DIUNTUNGKAN (MINIMAL TETAP SURVIVE): UKM Agribisnis-agroindustri Sektor yang berorientasi ekspor Laporan Far Eastern Economic Review: otomotif, rokok, mie, HP, TV, minuman Perdagangan, hotel & restoran (tumbuh 5,6% tahun 2001)

33 10 Besar Perusahaan Terbaik di Indonesia yang masuk “Top 200 best Companies in Asia” Menurut Far Eastern Economic Review (25/12/ /1/2004) Sumber: es/2003/0312_25/free/p064.html, accessed 25 Dec es/2003/0312_25/free/p064.html

34 TUGAS 11 oktober Tugas dalam kelompok maksimal 4 orang Tugas dalam kelompok maksimal 4 orang Carilah contoh study kasus tentang manajemen dalam perusahaan perusahaan yang populer di indonesia. Carilah contoh study kasus tentang manajemen dalam perusahaan perusahaan yang populer di indonesia. Buatlah makalah yang berisi tentang manajemen, organisasi dan lingkungan bisnisnya. Buatlah makalah yang berisi tentang manajemen, organisasi dan lingkungan bisnisnya. Siapkan makalah untuk dipresentasikan pada pertemuan yang akan datang Siapkan makalah untuk dipresentasikan pada pertemuan yang akan datang


Download ppt "Manajemen dalam perusahaan Mengapa perlu dilakukan manajemen dalam perusahaan? Mengapa perlu dilakukan manajemen dalam perusahaan? Karena dalam perusahaan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google