Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Hasil-hasil Ibadah. اَلإِيْمَانُ اَلإِسْلاَمُ اَلإِحْسَانُ اَلإِخْبَاتُ اَلتَّوَكُّلُ اَلْمَحَبَّةُ اَلرَّجَاءُ اَلْخَوْفُ اَلتَّوْبَةُ اَلدُّعَاءُ اَلْخُشُوْعُ

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Hasil-hasil Ibadah. اَلإِيْمَانُ اَلإِسْلاَمُ اَلإِحْسَانُ اَلإِخْبَاتُ اَلتَّوَكُّلُ اَلْمَحَبَّةُ اَلرَّجَاءُ اَلْخَوْفُ اَلتَّوْبَةُ اَلدُّعَاءُ اَلْخُشُوْعُ"— Transcript presentasi:

1 Hasil-hasil Ibadah

2 اَلإِيْمَانُ اَلإِسْلاَمُ اَلإِحْسَانُ اَلإِخْبَاتُ اَلتَّوَكُّلُ اَلْمَحَبَّةُ اَلرَّجَاءُ اَلْخَوْفُ اَلتَّوْبَةُ اَلدُّعَاءُ اَلْخُشُوْعُ اَلْعِبَادَةُ اَلسَّلِيْمَةُ اَلتَّقْـــوَى

3 Sasaran Materi Memahami makna ibadah salimah Mengerti unsur-unsur yang dihasilkan dan wajib diwujudkan dalam beribadah secara benar. Mengerti hubungan ibadah salimah dengan taqwa

4 Kisi-kisi Materi Prinsip mencapai Ibadah yang benar: –اَلإِيْمَانُ Iman (QS. 4:136 ) –اَلإِسْلاَمُ Islam (QS. 2:112 ) –اَلإِحْسَانُ Ihsan(QS. 16:97, 2:195 ) –اَلإِخْبَاتُ Tunduk(QS. 9:112 ) –اَلتَّوَكُّلُ Tawakal (QS. 11:88 ) –اَلْمَحَبَّةُ Cinta (QS. 2:165 ) –اَلرَّجَاءُ Raja' /Harapan (QS.2:218, 18:110 ) –اَلْخَوْفُ Takut (QS. 76:7 ) –اَلتَّوْبَةُ Taubat (QS. 9:112 ) –اَلدُّعَاءُ Do'a (QS. 25:77 ) –اَلْخُشُوْعُ Khusuk (QS. 2: ) Tercapainya nilai-nilai taqwa (QS. 2:21, 2:183)

5 اَلإِيْمَانُ Iman (QS. 4:136 ) Iman: meyakini akan kefardhuan atau kesunnahan ibadah yang dilakukannya Ia melakukan ibadah itu atas dasar keyakinan, bukan ikut-ikutan saja Dengan demikian ia akan bersemangat dalam beribadah, dan akan terus beribadah dalam kondisi apapun, meskipun berat Tentu, kalau ada rukhshah (keringanan) ia tidak enggan mengambilnya

6 اَلإِسْلاَمُ Islam (QS. 2:112 ) Menyerahkan dirinya kepada Allah dalam beribadah seperti seorang tawanan perang yang ditawan oleh musuh Sesungguhnya segala sesuatu yang ia miliki adalah milik Allah, maka seluruh miliknya diserahkan pada kehendak Allah

7 اَلإِحْسَانُ Ihsan(QS. 16:97, 2:195 ) Ini merupakan kualitas amal ibadah Rasul SAW menggambarkannya: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ Engkau menyembah Allah seakan engkau melihatNya, kalau engkau tidak dapat melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu (HR Bukhari) Mesti membaguskan ibadahnya, tidak asal- asalan

8 اَلإِخْبَاتُ Tunduk (QS. 9:112) اَلْخَبْتُ – Tempat yang rendah di bumi – Tempat yang tenang di bumi Ikhbat: tawadhu’ dan merasa tenang (sakinah) kepada Allah Ia seperti air tawar yang dijumpai sang musafir yang haus dan memerlukannya ketika ia sampai di tempat minum yang pertama, lalu ia meminumnya untuk menghilangkan dahaga, sehingga hilanglah bisikan yang meragukannya apakah ia harus meneruskan perjalanan atau kembali ke kampung halaman akibat beratnya perjalanan Meskipun ia sendirian, iradahnya tidak kendor Meskipun fitnah terus menerpanya, tak mampu menggoyahkannya Baginya sama apakah pujian atau cacian Buta terhadap kekurangan orang yang tidak beramal

9 اَلتَّوَكُّلُ Tawakal (QS. 11:88 ) Tawakkal pada hakikatnya adalah kondisi yang tersusun dari berbagai macam unsur, yang tidak sempurna hakikat tawakkal kecuali dengannya 1.Tingkat pertama: ma’rifah kepada Rabb berikut sifat-sifatNya 2.Tingkat kedua: itsbat (menetapkan) adanya sebab dan musabab 3.Tingkat ketiga: kekokohan hati di dalam maqam tauhid tawakkal 4.Tingkat keempat: bertumpu dan bersandarnya hati kepada Allah, dan merasa tenang terhadapNya (bukan kepada sebab-sebab) 5.Tingkat kelima: husnuzh-zhann kepada Allah 6.Tingkat keenam: istislam (berserahnya) hati kepada Allah, tertariknya semua dorongan kepadaNya, dan memutuskan rintangan-rintangannya 7.Tingkat ketujuh: tafwidh (menyerahkan segala urusannya kepada Allah) 8.Tingkat kedelapan: ridha

10 اَلْمَحَبَّةُ Cinta (QS. 2:165 ) 2:165 orang beriman itu sangat amat cintanya kepada Allah Ibadah dengan penuh cinta akan terasa indah dan ni’mat Ibadah menjadi suatu yang dirindukan, bukan beban قُمْ يَا بِلَالُ فَأَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ Berdirilah wahai Bilal, hiburlah kami dengan shalat (HR Abu Dawud)

11 اَلرَّجَاءُ Raja' /Harapan (2:218, 18:110) Raja’ adalah percaya kepada kemurahan Allah Tanda-tanda raja’ yang benar adalah melakukan ketaatan dengan baik Ada tiga raja’ – Raja’ orang yang melakukan ketaatan kepada Allah sesuai dengan petunjukNya, kemudian mengharapkan pahalaNya – Raja’ orang yang melakukan dosa-dosa kemudian bertaubat lalu mengharapkan ampunanNya, maafNya, kebaikanNya, kedermawananNya, kesabaranNya, dan kemurahanNya – Raja’ orang yang terus-menerus meninggal perintah dan bergelimang dosa sambil mengharapkan rahmat Allah tanpa beramal  ini tertipu, khayalan, dan harapan palsu

12 اَلْخَوْفُ Takut (QS. 76:7 ) اَلْخَوْفُ – Tergerak hatinya untuk berlari darinya – Sifat orang mu’min secara umum اَلْخَشْيَةُ – Khauf yang disertai ma’rifah tentang siapa yang ditakuti – Sifat para ulama yang arif اَلرَّهْبَةُ – Bersungguh-sungguh lari dari sesuatu yang dibenci اَلْوَجَلُ – Getaran hati karena mengingat yang ditakuti kekuasaan dan hukumannya atau ketika melihatnya اَلْهَيْبَةُ – Khauf yang disertai rasa ta’zhim (penghormatan) dan ijlal (pengagungan), tetapi kebanyakan disertai dengan mahabbah dan ma’rifah الإِجْلاَلُ – Ta’zhim yang disertai dengan rasa cinta – Sifat orang muqarrabin

13 Kesadaran dan Ilmu Khauf didahului oleh kesadaran dan ilmu – Membenarkan ancaman – Mengingat kejahatan – Mewaspadai akibat Khauf memiliki dua pergantungan – Sesuatu yang dibenci dan ditakuti itu sendiri – Sebab dan jalan yang mengantarkan kepadanya Khauf yang lebih tinggi adalah khauf terhadap tipu daya dan tercemari kelezatan

14 Mahabbah, Raja’ dan Khauf Kedudukan hati itu bagaikan kedudukan burung – Mahabbah sebagai kepalanya – Khauf dan raja’ sebagai kedua sayapnya Apabila kepala dan kedua sayapnya sehat, bagus terbangnya Apabila terpotong kepalanya, mati Apabila tidak ada sayapnya, mudah ditangkap pemburu atau predator burung

15 اَلتَّوْبَةُ Taubat (QS. 9:112 ) Ia merasakan banyaknya dosa dan kesalahan Ia beribadah untuk kembali bertemu dengan Rabbnya, memohon ampunanNya Ia tidak ingin ditinggal sendiri oleh Rabbnya atau diasingkan olehNya Kalau engkau mendekati Allah dengan berjalan, maka Allah akan mendekatimu dengan berlari Allah suka kepada orang yang bertaubat

16 اَلدُّعَاءُ Do'a (QS. 25:77 ) Doa adalah otaknya ibadah Doa mesti dengan keyakinan akan dikabulkanNya doa itu (40:60) Doa mesti dengan harap dan cemas Shalat secara bahasa pun artinya doa, karena di dalam shalat penuh dengan doa Nabi SAW dalam setiap amal selalu berdoa (lihat risalah Al-Ma’tsurat dari Hasan Al- Banna)

17 اَلْخُشُوْعُ Khusuk (QS. 2: ) Khusyu’ secara bahasa artinya rendah, hina dan tenang (20:108) – Bumi disifati khusyu’: kering, rendah, dan tidak menjadi tinggi dengan pemandangan dan tumbuh-tumbuhannya (41:39) Khusyu’ menurut istilah berhentinya hati di hadapan Allah dengan tunduk dan merendahkan diri dan penuh konsentrasi Tanda-tandanya – Apabila ditentang dan ditolak dengan kebenaran, ia menghadapinya dengan sikap menerima dan patuh – Bila hatinya khusyu’ maka anggota badannya juga ikut tenang

18 Teguran Allah 57:16 turun setelah empat tahun sejak dakwah pertama dimulai Ayat ini merupakan celaan Allah terhadap perilaku orang beriman yang belum juga khusyu’ Ibnu Abbas: Sesungguhnya Allah menganggap lamban hati orang-orang beriman karena itu Dia mencela mereka pada permulaan tahun ketigabelas sejak diturunkannya Al-Qur’an

19 Hasilnya TAQWA Jika kita sudah benar di dalam beribadah, maka ibadah kita akan menuai hasil, yaitu TAQWA Allah akan memberikan berbagai kemuliaan kepada orang-orang yang bertaqwa

20 والله أعلم بالصواب


Download ppt "Hasil-hasil Ibadah. اَلإِيْمَانُ اَلإِسْلاَمُ اَلإِحْسَانُ اَلإِخْبَاتُ اَلتَّوَكُّلُ اَلْمَحَبَّةُ اَلرَّجَاءُ اَلْخَوْفُ اَلتَّوْبَةُ اَلدُّعَاءُ اَلْخُشُوْعُ"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google