Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Disampaikan oleh : H. R I A D I, SKM, MPH. Kepala Biro Yansos Setda Provinsi Jawa Barat Pada Acara : Lokakarya Tata Kelola Penyelenggaraan KKN Tematik.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Disampaikan oleh : H. R I A D I, SKM, MPH. Kepala Biro Yansos Setda Provinsi Jawa Barat Pada Acara : Lokakarya Tata Kelola Penyelenggaraan KKN Tematik."— Transcript presentasi:

1 Disampaikan oleh : H. R I A D I, SKM, MPH. Kepala Biro Yansos Setda Provinsi Jawa Barat Pada Acara : Lokakarya Tata Kelola Penyelenggaraan KKN Tematik Perguruan Tinggi se-Jawa Barat Purwakarta, 28 Februari PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT KEBIJAKAN PROGRAM KULIAH KERJA NYATA (KKN) PERGURUAN TINGGI SE-JAWA BARAT

2 2 DASAR HUKUM 1)Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2)Peraturan Pemerintah Nomor: 17 Tahun 2010 jo. PP Nomor 66 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan; 3)Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor : 2 Tahun 2009 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun ; 4)Keputusan Gubenur Jawa Barat Nomor: 423./Kep.901-Yansos/2011 Tentang Forum Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perguruan Tinggi Se- Jawa Barat

3 S EJAHTERA Masyarakat yang secara lahir dan batin mendapatkan rasa aman dan makmur dalam menjalani kehidupannya VISI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008 – 2013 TERCAPAINYA MASYARAKAT JAWA BARAT YANG MANDIRI, DINAMIS DAN SEJAHTERA VISI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008 – 2013 TERCAPAINYA MASYARAKAT JAWA BARAT YANG MANDIRI, DINAMIS DAN SEJAHTERA M ANDIRI Masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhannya untuk lebih maju, dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, pelayanan publik berbasis e- government, energi, infrastruktur, lingkungan dan sumberdaya air D INAMIS Masyarakat yang secara aktif mampu merespon peluang dan tantangan zaman serta berkontribusi dalam proses pembangunan VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 DENGAN IMAN DAN TAKWA, PROVINSI JAWA BARAT TERMAJU DI INDONESIA 4

4 VISI TERCAPAINY A MASYARAKA T JAWA BARAT YANG MANDIRI, DINAMIS DAN SEJAHTERA VISI TERCAPAINY A MASYARAKA T JAWA BARAT YANG MANDIRI, DINAMIS DAN SEJAHTERA Mewujudkan Sumberdaya Manusia Jawa Barat yang Produktif dan Berdaya Saing MISI 1 MISI 5 MISI 3 MISI 4 MISI 2 Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Regional Berbasis Potensi Lokal Meningkatkan Ketersediaan dan Kualitas Infrastruktur Wilayah Meningkatkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan untuk Pembangunan yang Berkelanjutan Meningkatkan Efektifitas Pemerintahan Daerah dan Kualitas Demokrasi

5 Kabupaten/Kota : 26 Luas : ,44 Ha Kecamatan : 625 Kelurahan : 638 Desa : Penduduk 2010 Indonesia : Jiwa Jabar : Jiwa LPP : 1,9 % Penduduk Miskin : 11,27% Pengangguran : 13,1 Kabupaten/Kota : 26 Luas : ,44 Ha Kecamatan : 625 Kelurahan : 638 Desa : Penduduk 2010 Indonesia : Jiwa Jabar : Jiwa LPP : 1,9 % Penduduk Miskin : 11,27% Pengangguran : 13,1 PDRB : 321,87 Trilyun Inflasi : 6,46% LPE : 6,09% IPM (2011) : 72,82 AMH(2011): 96,48 RLS (2011) : 8,2 th APK SD : 119,06 Rangking 5 APK SMP : 94,03 Rangking 23 APK SMA: 59,56 Rangking 31 APK PT : 11,11 Rangking 24 AHH (2011): 68,40 AKI : 38,51 per Kel Hidup AKB : 321,15 per Kel Hidup PPP: 63,57 PDRB : 321,87 Trilyun Inflasi : 6,46% LPE : 6,09% IPM (2011) : 72,82 AMH(2011): 96,48 RLS (2011) : 8,2 th APK SD : 119,06 Rangking 5 APK SMP : 94,03 Rangking 23 APK SMA: 59,56 Rangking 31 APK PT : 11,11 Rangking 24 AHH (2011): 68,40 AKI : 38,51 per Kel Hidup AKB : 321,15 per Kel Hidup PPP: 63,57

6 TAHAP PERSIAPAN TAHAP UPAYA MENUMBUH KEMBANGKAN TAHAP PEMANTAPA N TAHAP PENGEMBANG AN TAHAP DIVERSIFIKA SI Penataan dan persiapan pranata pendukung melalui kualitas sumber daya manusia PENYIAPAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT JAWA BARAT MEMANTAP KAN PEMBANGU NAN SECARA MENYELUR UH MENCAPAI KEMANDIR IAN MASYARAK AT JAWA BARAT MENCAPAI KEUNGGULA N MASYARAKA T JAWA BARAT DISEGALA BIDANG Tahapan Pembangunan Jangka Panjang Tahapan Pembangunan Jangka Menengah POSISI PERENCANAAN TAHUN 2013 DALAM RPJMD DAN RPJPD 4

7 Tercapainya Masyarakat Jawa Barat yang Mandiri, Dinamis dan Sejahtera Misi Pertama, Mewujudkan Sumberdaya Manusia Jawa Barat yang Produktif dan Berdaya Saing Misi Kedua, Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Regional Berbasis Potensi Lokal Misi Ketiga, Meningkatkan Ketersediaan dan Kualitas Infrastruktur Wilayah Misi Keempat, Meningkatkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Untuk Pembangunan yang Berkelanjutan Misi Kelima, Meningkatkan Efektifitas Pemerintahan Daerah dan Kualitas Demokrasi Dengan Iman dan Takwa, Provinsi Jawa Barat Termaju di Indonesia Fokus pencapaian kemandirian masyarakat Jawa Barat yang produktif dan memiliki daya saing, Fokus : Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan, guna memasuki tahapan pembangunan jangka menengah periode ketiga tahun , yaitu : pencapaian kemandirian masyarakat Jawa Barat yang produktif dan memiliki daya saing, melalui Kesehatan dan Pendidikan, Pembangunan Infrastruktur Strategis, Revitalisasi Pertanian, Perdagangan, Jasa dan Industri Pengolahan yang Berdaya Saing, Rehabilitasi dan Konservasi Lingkungan, Penataan Struktur Pemerintahan Daerah. 5

8 KEBIJAKAN UMUM PEMBANGUNAN DAERAH 1.Peningkatan mutu dan pemerataan pelayanan pendidikan, kesehatan dan produktivitas untuk peningkatan sumber daya manusia Jawa Barat; 2.Pengembangan kemampuan ekonomi untuk meningkatkan kemakmuran bagi masyarakat Jawa Barat; 3.Peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur wilayah; 4.Pengendalian keseimbangan daya dukung lingkungan dan peningkatan mitigasi bencana; 5.Penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

9 ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN JAWA BARAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT; PERMODALAN UMKM; FORMULASI PROGRAM LAYAK INVESTASI; PERBAIKAN IKLIM USAHA DAN KEPASTIAN HUKUM DESTINASI WISATA. PELAYANAN PUBLIK DAN KINERJA APARATUR KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK PEMANFAATAN HASIL PENELITIAN DAN KARYA INOVASI MASYARAKAT; PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN. INFRASTRUKTUR WILAYAH; PENGENDALIAN DAN PEMULIHAN LAHAN KRITIS; KETAHANAN ENERGI; MITIGASI BENCANA; PERUBAHAN IKLIM. RENDAHNYA APK SMP/SMA/SMK/SEDERAJAT AKSESIBILITAS DAN MUTU PENDIDIKAN; BUDAYA DAERAH DAN KEARIFAN LOKAL; PRESTASI PEMUDA DAN OLAHRAGA; KETIMPANGAN PELAYANAN KESEHATAN RENDAHNYA PHBS; KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN PENGELOLAAN PENDUDUK. Kemanusiaan (SOSBUD) Infrastruktur dan Lingkungan (FISIK) Perekonomian Rakyat, Ketahanan Pangan dan Dunia Usaha (EKONOMI) Aparatur Pemerintah (PEMERINTAHAN) 9

10 KEBIJAKAN PEMPROV JABAR DALAM BENTUK PROGRAM-PROGRAM UNGGULAN DUA PENDEKATAN PROGRAM: 1. TEMATIK SEKTORAL 2. TEMATIK KEWILAYAHAN 9

11 10 COMMON GOALS 1.PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN; 2.PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN ; 3.PENINGKATAN DAYA BELI MASYARAKAT; 4.KEMANDIRIAN PANGAN ; 5.PENINGKATAN KINERJA APARATUR ; 6.PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH; 7.KEMANDIRIAN ENERGI DAN KECUKUPAN AIR BAKU; 8.PENANGANAN BENCANA DAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN HIDUP ; 9.PEMBANGUNAN PERDESAAN; SERTA 10.PENGEMBANGAN BUDAYA LOKAL DAN DESTINASI WISATA.

12 40 KEGIATAN TEMATIK JAWA BARAT Kegiatan untuk menangani masalah kronis dan meningkatkan performance pembangunan di Jawa Barat 1.Jabar bebas putus jenjang sekolah pendidikan fokus pendidikan 9 tahun di kabupaten dan 12 tahun untuk kota 2.Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun ke atas dan pendidikan berbasis masyarakat 3.Pengembangan pendidikan kejuruan dan pendidikan bertaraf internasional 4.Pendidikan berkebutuhan khusus 5.Peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan tinggi. 6.Pengembangan Fasilitas Pendidikan Olahraga dan Kepemudaan 1.Jabar bebas putus jenjang sekolah pendidikan fokus pendidikan 9 tahun di kabupaten dan 12 tahun untuk kota 2.Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun ke atas dan pendidikan berbasis masyarakat 3.Pengembangan pendidikan kejuruan dan pendidikan bertaraf internasional 4.Pendidikan berkebutuhan khusus 5.Peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan tinggi. 6.Pengembangan Fasilitas Pendidikan Olahraga dan Kepemudaan CG 1 PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN CG 2 PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN 1.Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, Puskesmas PONED dan pemenuhan sumber daya kesehatan. 2.Peningkatan Program Keluarga Berencana 3.Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak (GERAKAN PENYELAMATAN MASA DEPAN/GEMAMAPAN : gizi buruk, posyandu, jamkesnas provinsi dan penyediaan fasilitas Rawat Gakin pada rumah sakit di 5 wilayah 4.Peningkatan Layanan Rumah Sakit Rujukan HIV/AIDS, TBC, Flu Burung dan Narkoba 5.Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat 6.Pengembangan jaminan pembiayaan kesehatan masyarakat Provinsi Jawa Barat 1.Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, Puskesmas PONED dan pemenuhan sumber daya kesehatan. 2.Peningkatan Program Keluarga Berencana 3.Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak (GERAKAN PENYELAMATAN MASA DEPAN/GEMAMAPAN : gizi buruk, posyandu, jamkesnas provinsi dan penyediaan fasilitas Rawat Gakin pada rumah sakit di 5 wilayah 4.Peningkatan Layanan Rumah Sakit Rujukan HIV/AIDS, TBC, Flu Burung dan Narkoba 5.Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat 6.Pengembangan jaminan pembiayaan kesehatan masyarakat Provinsi Jawa Barat CG 3 PENINGKATAN DAYA BELI MASYARAKAT 1.Peningkatan budaya masyarakat bekerja,perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha UMKM serta Pengentasan Kemiskinan 2.Jawa Barat sebagai daerah tujuan investasi 3.Pengembangan skema pembiayaan alternatif 4.Pengembangan agribisnis, forest bisnis, marine bisnis, agroindustri, dan industri manufaktur 5.Pengembangan Industri Kreatif dan wirausahawan muda kreatif 1.Peningkatan budaya masyarakat bekerja,perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha UMKM serta Pengentasan Kemiskinan 2.Jawa Barat sebagai daerah tujuan investasi 3.Pengembangan skema pembiayaan alternatif 4.Pengembangan agribisnis, forest bisnis, marine bisnis, agroindustri, dan industri manufaktur 5.Pengembangan Industri Kreatif dan wirausahawan muda kreatif 1.Jabar sebagai Sentra Produksi Benih/Bibit Nasional tahun Tercapainya 13 juta ton GKG dan swasembada protein hewani tahun Jawa Barat bebas rawan pangan (Ketahanan Pangan) 4.Meningkatnya dukungan infrastruktur (jalan, jembatan & irigasi) di sentra produksi pangan 1.Jabar sebagai Sentra Produksi Benih/Bibit Nasional tahun Tercapainya 13 juta ton GKG dan swasembada protein hewani tahun Jawa Barat bebas rawan pangan (Ketahanan Pangan) 4.Meningkatnya dukungan infrastruktur (jalan, jembatan & irigasi) di sentra produksi pangan CG 4 KEMANDIRIAN PANGAN CG 5 PENINGKATAN KINERJA APARATUR 1.Profesionalisme aparatur untuk mewujudkan pemerintah daerah yang bersih dan akuntabel 2.Peningkatan kualitas komunikasi organisasi dan komunikasi publik yang berkualitas berbasis IT melalui Jabar Cyber Province 3.Penataan Sistem Hukum di Daerah & Penegakan hukum, Pengawalan Implementasi Produk Hukum serta peningkatan peran masyarakat dalam penyusunan dan penerapan kebijakan 4.Kerjasama Pembangunan antar wilayah dan wilayah perbatasan 5.Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas pembangunan 1.Profesionalisme aparatur untuk mewujudkan pemerintah daerah yang bersih dan akuntabel 2.Peningkatan kualitas komunikasi organisasi dan komunikasi publik yang berkualitas berbasis IT melalui Jabar Cyber Province 3.Penataan Sistem Hukum di Daerah & Penegakan hukum, Pengawalan Implementasi Produk Hukum serta peningkatan peran masyarakat dalam penyusunan dan penerapan kebijakan 4.Kerjasama Pembangunan antar wilayah dan wilayah perbatasan 5.Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas pembangunan 1.Peningkatan Kemantapan Jalan dan Penanganan kemacetan lalu lintas di Pusat Kegiatan Ekonomi di Tanjung sari, Nagreg, Padalarang, Cicurug, Cisarua – Puncak dan Kota Bandung dan sekitarnya 2.Pembangunan Infrastruktur Strategis di Koridor Bandung-Cirebon, dan Cianjur – Sukabumi- Bogor, Jakarta – Cirebon, Bandung – Tasikmalaya serta Jabar Selatan 3.Peningkatan kondisi infrastruktur jalan dan perhubungan di wilayah perbatasan antar provinsi dan antar Kab/kota serta penciptaan pusat-pusat pertumbuhan baru 4.Pembangunan infrastruktur sumber daya air dan irigasi strategis di Jawa Barat. 1.Peningkatan Kemantapan Jalan dan Penanganan kemacetan lalu lintas di Pusat Kegiatan Ekonomi di Tanjung sari, Nagreg, Padalarang, Cicurug, Cisarua – Puncak dan Kota Bandung dan sekitarnya 2.Pembangunan Infrastruktur Strategis di Koridor Bandung-Cirebon, dan Cianjur – Sukabumi- Bogor, Jakarta – Cirebon, Bandung – Tasikmalaya serta Jabar Selatan 3.Peningkatan kondisi infrastruktur jalan dan perhubungan di wilayah perbatasan antar provinsi dan antar Kab/kota serta penciptaan pusat-pusat pertumbuhan baru 4.Pembangunan infrastruktur sumber daya air dan irigasi strategis di Jawa Barat. CG6 PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH CG 7 KEMANDIRIAN ENERGI DAN KECUKUPAN AIR BAKU 1.Pelestarian seni budaya tradisional dan benda cagar budaya serta kearifan lokal sebagai jati diri masyarakat Jawa Barat 2.Gelar Karya dan Kreativitas Seni Budaya Jawa Barat 3.Pengembangan Destinasi wisata dengan fokus ekowisata, wisata budaya dan heritage serta wisata IPTEK yang terintegrasi dalam rangka destinasi wisata Jawa-Bali 1.Pelestarian seni budaya tradisional dan benda cagar budaya serta kearifan lokal sebagai jati diri masyarakat Jawa Barat 2.Gelar Karya dan Kreativitas Seni Budaya Jawa Barat 3.Pengembangan Destinasi wisata dengan fokus ekowisata, wisata budaya dan heritage serta wisata IPTEK yang terintegrasi dalam rangka destinasi wisata Jawa-Bali CG 10 PENGEMBANGAN BUDAYA LOKAL DAN DESTINASI WISATA 1.Jabar mandiri energi perdesaan untuk listrik dan bahan bakar kebutuhan domestik 2.Infrastruktur Air Bersih Perkotaan dan Perdesaan di Jawa Barat 1.Jabar mandiri energi perdesaan untuk listrik dan bahan bakar kebutuhan domestik 2.Infrastruktur Air Bersih Perkotaan dan Perdesaan di Jawa Barat CG 8 PENANGANAN BENCANA DAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN HIDUP 1.Penanganan banjir lintas wilayah di Cekungan Bandung, Pantura dan Bodebek 2.Konservasi dan rehabilitasi kawasan hulu DAS prioritas (Citarum, Cimanuk, Ciliwung, Citanduy) dan Kawasan Pesisir serta pulau kecil melalui Jabar Green Province 3.Pengendalian pencemaran limbah industri, limbah domestik dan pengelolaan sampah regional 1.Penanganan banjir lintas wilayah di Cekungan Bandung, Pantura dan Bodebek 2.Konservasi dan rehabilitasi kawasan hulu DAS prioritas (Citarum, Cimanuk, Ciliwung, Citanduy) dan Kawasan Pesisir serta pulau kecil melalui Jabar Green Province 3.Pengendalian pencemaran limbah industri, limbah domestik dan pengelolaan sampah regional CG 9 PEMBANGUNAN PERDESAAN 1.Pembangunan perdesaan dengan menerapkan prinsip desa mandiri 2.Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa 1.Pembangunan perdesaan dengan menerapkan prinsip desa mandiri 2.Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa 10

13 PRIORITAS PEMBANGUNAN BERBASIS TEMATIK KEWILAYAHAN 2010 (Kesepakatan Bersama antara Gubernur dengan Bupati/Walikota Nomor 912/05/Bapp ) PRIORITAS PEMBANGUNAN BERBASIS TEMATIK KEWILAYAHAN 2010 (Kesepakatan Bersama antara Gubernur dengan Bupati/Walikota Nomor 912/05/Bapp ) 11

14 14 WKPP IV WKPP I WKPP II WKPP III 1212

15 PEMETAAN LOKASI KKN TEMATIK PERGURUAN TINGGI 2012 PENDEKATAN PETA IPM JAWA BARAT TAHUN 2009 DATA IPM : 79, 49 UNIV. IBNU KHALDUN BGR DATA IPM : 79, 49 UNIV. IBNU KHALDUN BGR DATA IPM : 73,39 DATA IPM : 76,72 UNIV. ISLAM 45 BEKASI DATA IPM : 76,72 UNIV. ISLAM 45 BEKASI DATA IPM : 72,23 STAI YAPERI CIBINONG BOGOR UNIV. DJUANDA BGR DATA IPM : 72,23 STAI YAPERI CIBINONG BOGOR UNIV. DJUANDA BGR DATA IPM : 76,08 STAINI PARUNG BOGOR STIT SIROJUL FALAH BGR DATA IPM : 76,08 STAINI PARUNG BOGOR STIT SIROJUL FALAH BGR DATA IPM : 70,24 UNIV. SINGAPERBAN GSA DATA IPM : 70,24 UNIV. SINGAPERBAN GSA DATA IPM : 71,61 UNIV. PENDIDIKAN INDONESIA DATA IPM : 71,61 UNIV. PENDIDIKAN INDONESIA DATA IPM : 71,51 UNIV. SUBANG DATA IPM : 71,51 UNIV. SUBANG DATA IPM : 68,18 UNIV. WILARODRA DATA IPM : 68,18 UNIV. WILARODRA DATA IPM : 75,28 DATA IPM : 69,22 UNIV. PASUNDAN BANDUNG DATA IPM : 69,22 UNIV. PASUNDAN BANDUNG DATA IPM : 71,29 UNIV. KUNINGAN DATA IPM : 71,29 UNIV. KUNINGAN DATA IPM : 72,80 UNIV. ISLAM NUSANTARA DATA IPM : 72,80 UNIV. ISLAM NUSANTARA DATA IPM : 71,78 STAI MHA BANJAR DATA IPM : 71,78 STAI MHA BANJAR DATA IPM : STAI PUI MJL DATA IPM : STAI PUI MJL DATA IPM : 71,79 STAI PUTRA GALUH UNIGAL CIAMIS IAI DARUSALAM DATA IPM : 71,79 STAI PUTRA GALUH UNIGAL CIAMIS IAI DARUSALAM DATA IPM : 74,76 UNSIL TASIK DATA IPM : 74,76 UNSIL TASIK DATA IPM : 69,64 UNIV. SURYA KANCANA DATA IPM : 69,64 UNIV. SURYA KANCANA DATA IPM : 71,15 UNIV. MUHAMADIYA H UNPAD DATA IPM : 71,15 UNIV. MUHAMADIYA H UNPAD DATA IPM : 75,33 STAI AL MASTHURIYAH DATA IPM : 75,33 STAI AL MASTHURIYAH DATA IPM : 73,70 STKIP SILIWANGI DATA IPM : 73,70 STKIP SILIWANGI DATA IPM : 75,87 STKIP SILIWANGI DATA IPM : 75,87 STKIP SILIWANGI DATA IPM : UIN SUNAN GUNUNG DJATI DATA IPM : UIN SUNAN GUNUNG DJATI DATA IPM : 74,42 UIN SUNAN GUNUNG DJATI DATA IPM : 74,42 UIN SUNAN GUNUNG DJATI DATA IPM : 71,61 ITB STKIP GARUT UNJANI DATA IPM : 71,61 ITB STKIP GARUT UNJANI DATA IPM : 72,26 IAI LM SURYALAYA TASIK DATA IPM : 72,26 IAI LM SURYALAYA TASIK

16 CAPAIAN INDIKATOR PEMBANGUNAN JAWA BARAT NOINDIKATORSatuan Capaian Kondisi Awal Tahun Capaian 2011 terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) :poin a. Indeks Kesehatan (IK)poin a.1 Angka Harapan Hidup (AHH)tahun a.2 Angka Kematian Bayiper 1000 KH N/A a.3 Angka Kematian Ibu per KH 228 N/A b. Indeks Pendidikan (IP)poin b.1 Angka Melek Huruf (AMH)persen b.2 Rata-rata Lama Sekolah (RLS)tahun b.3 Angka Partisipasi Kasar (APK) *) : - APK SDpersen N/A - APK SLTPpersen N/A - APK SLTApersen N/A b.4 Angka Partisipasi Murni (APM) *) : - APM SDpersen N/A - APM SLTPpersen N/A - APM SLTApersen N/A c. Indeks Daya Beli (IDB)poin c.1 Purchasing Power Parity (PPP)ribu rupiah Demografi a. Jumlah Pendudukjuta jiwa a.1 Laki-lakijuta jiwa a.2 Perempuanjuta jiwa b. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP)persen c. Kepadatan Pendudukjiwa per km 2 1,0921,1081,1241, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) a. Nilai PDRB : a.1 Atas Dasar Harga Berlaku (adhb)triliun rupiah a.2 Atas Dasar Harga Konstan (adhk)triliun rupiah b. PDRB per Kapita : 1313

17 Sumber : BPS Tahun CAPAIAN INDIKATOR PEMBANGUNAN JAWA BARAT 2008 – 2013 (Lanjutan) b.1 PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku (adhb)ribu rupiah 12,15814,30915,37217,89919,6467,488 b.2 PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Konstan (adhk)ribu rupiah 6, ,4767,8291,384 c. Investasi (PMTB adhb)triliun rupiah d. Laju Pertumbuhan Investasi (Pemb. Modal Tetap Bruto/PMTB) adhb persen (10.42) e. Laju Pertumbuhan Investasi (Pemb. Modal Tetap Bruto/PMTB) adhk persen N/A f. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah : - Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (adhb)triliun rupiah Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (adhk)triliun rupiah h. Ekspor : - Ekspor (adhb)triliun rupiah Ekspor (adhk)triliun rupiah i. Impor : - Impor (adhb)triliun rupiah Impor (adhk)triliun rupiah Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)persen Inflasipersen (2.00) 6Ketenagakerjaan a. Penduduk Usia Kerja (15 tahun ke atas)juta orang b. Penduduk Angkatan Kerjajuta orang c. Penduduk Bekerja (15 tahun ke atas)juta orang d. Penganggur (Mencari Kerja)juta orang (0.48) e. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)persen (0.23) f. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)persen (3.22) 7Kemiskinan a. Jumlah Penduduk Miskinjuta orang (0.81) b. Persentase Penduduk Miskin terhadap Total Pendudukpersen (2.51) 8a. Indeks Pembangunan Genderpoin N/A b. Indeks Pemberdayaan Genderpoin N/A 9Indeks Ginipoin N/A 1414

18 PERKEMBANGAN IPM JAWA BARAT TAHUN ,12 70,

19 Perkembangan Tingkat Kemiskinan dan Jumlah Penduduk Miskin Tahun , Provinsi Jawa Barat Sumber Data : Biro Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat Tingkat kemiskinan di Jawa Barat pada tahun 2010 sebesar 11,27%, sedangkan jumlah penduduk miskin sebanyak 4,773 juta orang. Tingkat kemiskinan di Jawa Barat dari tahun 2007 s/d 2010 mengalami penurunan sebesar 2,27% atau jumlah penduduk miskin berkurang sebesar orang. Kemiskinan Tahun 2011: 10,

20 TERIMA KASIH

21 Pel. Cilamaya Pel.Cirebon RANCABUAYA PROVINSI BANTEN PROVINSI JAWA TENGAH Waduk Jatigede ILUSTRASI JAWA BARAT TAHUN 2025 DKI JAKARTA Bandara Int. Jabar Kertajati Bandara Citarate PKN PALABUHAN- RATU Jalan Lintas Selatan Jabar Tol CISUMDAWU Tol Cikampek-Palimanan Tol Kanci-Pejagan Tol Ciawi-Sukabumi Tol Sukabumi-Ciranjang Tol Ciranjang-Padalarang Tol Bogor Ringroad Tol SOROJA TPI Pelabuhan Ratu TPI Pangandaran Pel. Tarumajaya PKNp Bandara Nusawiru PANGANDARAN M BDB MCR MCB

22 PROGRAM AKSI 40 KEGIATAN TEMATIK Kegiatan untuk menangani masalah kronis dan meningkatkan performance pembangunan di Jawa Barat ∆

23 1.Jabar bebas putus jenjang sekolah pendidikan fokus pendidikan 9 tahun di kabupaten dan 12 tahun untuk kota 2.Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun ke atas dan pendidikan berbasis masyarakat 3.Pengembangan pendidikan kejuruan bertaraf internasional 4.Pendidikan berkeadilan 5.Peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan tinggi. 6.Pembinaan Pemuda dan Olahraga 1.Jabar bebas putus jenjang sekolah pendidikan fokus pendidikan 9 tahun di kabupaten dan 12 tahun untuk kota 2.Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun ke atas dan pendidikan berbasis masyarakat 3.Pengembangan pendidikan kejuruan bertaraf internasional 4.Pendidikan berkeadilan 5.Peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan tinggi. 6.Pembinaan Pemuda dan Olahraga CG 1 PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN CG 1 PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN ∆

24 CG 2 PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN CG 2 PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN 1.Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di PUSKESMAS dan pemenuhan sumber daya kesehatan. 2.Peningkatan Program Keluarga Berencana 3.Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak (GERAKAN PENYELAMATAN MASA DEPAN/GEMAMAPAN) 4.Peningkatan Layanan Rumah Sakit Rujukan HIV/AIDS, TBC dan Flu Burung 5.Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat 6.Pengembangan jaminan pembiayaan kesehatan masyarakat 1.Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di PUSKESMAS dan pemenuhan sumber daya kesehatan. 2.Peningkatan Program Keluarga Berencana 3.Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak (GERAKAN PENYELAMATAN MASA DEPAN/GEMAMAPAN) 4.Peningkatan Layanan Rumah Sakit Rujukan HIV/AIDS, TBC dan Flu Burung 5.Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat 6.Pengembangan jaminan pembiayaan kesehatan masyarakat ∆

25 CG 3 PENINGKATAN DAYA BELI MASYARAKAT CG 3 PENINGKATAN DAYA BELI MASYARAKAT 1.Peningkatan budaya masyarakat bekerja dan perluasan lapangan kerja serta kesempatan berusaha UMKM 2.Jawa Barat sebagai daerah tujuan investasi 3.Pengembangan skema pembiayaan alternatif 4.Pengembangan agribisnis, forest bisnis, marine bisnis, agroindustri, dan industri manufaktur 5.Pengembangan Industri Kreatif dan wirausahawan muda kreatif 1.Peningkatan budaya masyarakat bekerja dan perluasan lapangan kerja serta kesempatan berusaha UMKM 2.Jawa Barat sebagai daerah tujuan investasi 3.Pengembangan skema pembiayaan alternatif 4.Pengembangan agribisnis, forest bisnis, marine bisnis, agroindustri, dan industri manufaktur 5.Pengembangan Industri Kreatif dan wirausahawan muda kreatif

26 1.Jabar sebagai Sentra Produksi Benih/Bibit Nasional tahun Tercapainya 13 juta ton GKG dan swasembada protein hewani tahun Jawa Barat bebas rawan pangan 4.Meningkatnya dukungan infrastruktur (jalan, jembatan & irigasi) di sentra produksi pangan 1.Jabar sebagai Sentra Produksi Benih/Bibit Nasional tahun Tercapainya 13 juta ton GKG dan swasembada protein hewani tahun Jawa Barat bebas rawan pangan 4.Meningkatnya dukungan infrastruktur (jalan, jembatan & irigasi) di sentra produksi pangan CG 4 KEMANDIRIAN PANGAN CG 4 KEMANDIRIAN PANGAN

27 CG 5 PENINGKATAN KINERJA APARATUR CG 5 PENINGKATAN KINERJA APARATUR 1.Peningkatan Profesionalisme aparatur untuk mewujudkan pemerintah daerah yang bersih dan akuntabel 2.Peningkatan kualitas komunikasi dan Pelayanan Publik berbasis IT dalam kerangka Jabar Cyber Province 3.Penataan Sistem Hukum di Daerah & Penegakan hukum, Pengawalan Implementasi Produk Hukum serta peningkatan peran masyarakat dalam penyusunan dan penerapan kebijakan 4.Kerjasama Pembangunan antar wilayah dan wilayah perbatasan 5.Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas pembangunan 1.Peningkatan Profesionalisme aparatur untuk mewujudkan pemerintah daerah yang bersih dan akuntabel 2.Peningkatan kualitas komunikasi dan Pelayanan Publik berbasis IT dalam kerangka Jabar Cyber Province 3.Penataan Sistem Hukum di Daerah & Penegakan hukum, Pengawalan Implementasi Produk Hukum serta peningkatan peran masyarakat dalam penyusunan dan penerapan kebijakan 4.Kerjasama Pembangunan antar wilayah dan wilayah perbatasan 5.Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas pembangunan

28 1.Penanganan kemacetan lalu lintas di Pusat Kegiatan Ekonomi di Tanjung sari, Nagreg, Padalarang, Cicurug, Cisarua – Puncak dan Kota Bandung dan sekitarnya 2.Pembangunan Infrastruktur Strategis di Koridor Bandung-Cirebon, dan Cianjur – Sukabumi- Bogor, Jakarta – Cirebon, Bandung – Tasikmalaya serta Jabar Selatan 3.Peningkatan kondisi infrastruktur jalan dan perhubungan di wilayah perbatasan antar provinsi dan antar Kab/kota serta penciptaan pusat- pusat pertumbuhan baru 4.Pembangunan infrastruktur sumber daya air dan irigasi strategis di Jawa Barat. 1.Penanganan kemacetan lalu lintas di Pusat Kegiatan Ekonomi di Tanjung sari, Nagreg, Padalarang, Cicurug, Cisarua – Puncak dan Kota Bandung dan sekitarnya 2.Pembangunan Infrastruktur Strategis di Koridor Bandung-Cirebon, dan Cianjur – Sukabumi- Bogor, Jakarta – Cirebon, Bandung – Tasikmalaya serta Jabar Selatan 3.Peningkatan kondisi infrastruktur jalan dan perhubungan di wilayah perbatasan antar provinsi dan antar Kab/kota serta penciptaan pusat- pusat pertumbuhan baru 4.Pembangunan infrastruktur sumber daya air dan irigasi strategis di Jawa Barat. CG6 PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH CG6 PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH

29 CG 7 KEMANDIRIAN ENERGI DAN KECUKUPAN AIR BAKU CG 7 KEMANDIRIAN ENERGI DAN KECUKUPAN AIR BAKU 1.Jabar mandiri energi perdesaan untuk listrik dan bahan bakar kebutuhan domestik 2.Infrastruktur air bersih dan air kotor perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat 1.Jabar mandiri energi perdesaan untuk listrik dan bahan bakar kebutuhan domestik 2.Infrastruktur air bersih dan air kotor perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat

30 CG 8 PENANGANAN BENCANA DAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN HIDUP CG 8 PENANGANAN BENCANA DAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN HIDUP 1.Penanganan banjir lintas wilayah di Cekungan Bandung, Pantura dan Bodebek 2.Konservasi dan rehabilitasi kawasan hulu DAS prioritas (Citarum, Cimanuk, Ciliwung, Citanduy) dan Kawasan Pesisir serta pulau kecil melalui Jabar Green Province 3.Pengendalian pencemaran limbah industri, limbah domestik dan pengelolaan sampah regional 1.Penanganan banjir lintas wilayah di Cekungan Bandung, Pantura dan Bodebek 2.Konservasi dan rehabilitasi kawasan hulu DAS prioritas (Citarum, Cimanuk, Ciliwung, Citanduy) dan Kawasan Pesisir serta pulau kecil melalui Jabar Green Province 3.Pengendalian pencemaran limbah industri, limbah domestik dan pengelolaan sampah regional

31 CG 9 PEMBANGUNAN PERDESAAN CG 9 PEMBANGUNAN PERDESAAN 1.Pembangunan perdesaan dengan menerapkan prinsip desa mandiri 2.Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa 1.Pembangunan perdesaan dengan menerapkan prinsip desa mandiri 2.Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa

32 1.Pelestarian seni budaya tradisional dan benda cagar budaya serta kearifan lokal sebagai jati diri masyarakat Jawa Barat 2.Gelar Karya dan Kreativitas Seni Budaya Jawa Barat 3.Pengembangan Destinasi wisata dengan fokus ekowisata, wisata budaya dan heritage serta wisata IPTEK yang terintegrasi dalam rangka destinasi wisata Jawa-Bali 1.Pelestarian seni budaya tradisional dan benda cagar budaya serta kearifan lokal sebagai jati diri masyarakat Jawa Barat 2.Gelar Karya dan Kreativitas Seni Budaya Jawa Barat 3.Pengembangan Destinasi wisata dengan fokus ekowisata, wisata budaya dan heritage serta wisata IPTEK yang terintegrasi dalam rangka destinasi wisata Jawa-Bali CG 10 PENGEMBANGAN BUDAYA LOKAL DAN DESTINASI WISATA CG 10 PENGEMBANGAN BUDAYA LOKAL DAN DESTINASI WISATA


Download ppt "Disampaikan oleh : H. R I A D I, SKM, MPH. Kepala Biro Yansos Setda Provinsi Jawa Barat Pada Acara : Lokakarya Tata Kelola Penyelenggaraan KKN Tematik."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google