Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh: Drs. Mulyatno, M.Pd Disampaikan dalam Fasilitasi Kepala Sekolah Tentang Replikasi Manajemen Berbasis Sekolah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh: Drs. Mulyatno, M.Pd Disampaikan dalam Fasilitasi Kepala Sekolah Tentang Replikasi Manajemen Berbasis Sekolah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah."— Transcript presentasi:

1 Oleh: Drs. Mulyatno, M.Pd Disampaikan dalam Fasilitasi Kepala Sekolah Tentang Replikasi Manajemen Berbasis Sekolah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Oleh: Drs. Mulyatno, M.Pd Disampaikan dalam Fasilitasi Kepala Sekolah Tentang Replikasi Manajemen Berbasis Sekolah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah

2 AnakDidikAnakDidik Sikap Relegius Sikap Sosial Pengetahuan Keterampilan

3

4

5 Pembenahan kurikulum ini …. Membuat siswa menjadi mandiri Berkreasi dan berdikari Berefleksi meningkatkan diri Kita ingin generasi nanti Baik budi berprestasi Kita ingin generasi nanti Rendah hati, tahan uji Ku tak ingin siswa kita nanti Hanya menambah jadi beban negeri Ku tak ingin siswa kita nanti Terus ragu tidak berkreasi Ku tak ingin hanya nilai tinggi Tapi pintar membohongi Ku tak ingin hanya nilai tinggi Tapi tamak, tinggi hati

6 Sudahkah upaya tersebut menjawab problem Pendidikan Nasional?

7 Mengatasi Problem Pengelolaan Pendidikan Terobosan baru Memperbaiki Sistem Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

8 Sistem Pengelolaan Sekolah Memiliki 15 Karakter 1.Efektifitas pembelajaran tinggi 2.Kepemimpinan kepala sekolah kuat 3.Lingkungan sekolah aman dan tertib 4.Sekolah memiliki budaya mutu 5.Teamwork sekolah kompak, cerdas, dan dinamis. Memiliki 15 Karakter 1.Efektifitas pembelajaran tinggi 2.Kepemimpinan kepala sekolah kuat 3.Lingkungan sekolah aman dan tertib 4.Sekolah memiliki budaya mutu 5.Teamwork sekolah kompak, cerdas, dan dinamis. Selanjutnya  SUKSESSUKSES

9 6.Sekolah memiliki kewenangan. 7.Partisipasi warga sekolah dan masyarakat tinggi. 8.Transparasi manajemen di sekolah 9.Sekolah memiliki kemauan untuk berubah 10.Evaluasi dan perbaikan sekolah dilakukan secara berkelanjutan 11.Responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan 12.Memiliki komunikasi yang baik 13.Sekolah Memiliki akuntabilitas 14.Manajemen lingkungan hidup sekolah bagus 15.Kemampuan menjaga sustainbilitas sekolah 6.Sekolah memiliki kewenangan. 7.Partisipasi warga sekolah dan masyarakat tinggi. 8.Transparasi manajemen di sekolah 9.Sekolah memiliki kemauan untuk berubah 10.Evaluasi dan perbaikan sekolah dilakukan secara berkelanjutan 11.Responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan 12.Memiliki komunikasi yang baik 13.Sekolah Memiliki akuntabilitas 14.Manajemen lingkungan hidup sekolah bagus 15.Kemampuan menjaga sustainbilitas sekolah

10 Model pengelolaan pendidikan yang memberikan otonomi dan keluwesan lebih besar kepada sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan MBSMBS

11 Karakter MBS Pendekatan Sistem OUTPUTOUTPUT PROSESPROSES INPUTINPUT

12 “Kontribusi, sumbangan, keikutsertaan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan” “Kontribusi, sumbangan, keikutsertaan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan” ??PSMPSM

13 Setujukah Anda?  Perencanaan  Pelaksanaan  Monev Pendidikan Melibatkan peran serta masyarakat Setujukah Anda?  Perencanaan  Pelaksanaan  Monev Pendidikan Melibatkan peran serta masyarakat Kondisi saat ini di sekolah?

14 OrangTua DuniaUsaha-Industri TokohAgama-Masyarakat Lembaga Sos-Bud

15 BORONG SEKOLAH OrangTua DuniaUsaha-Industri TokohAgama-Masyarakat

16 PP SS MM

17 Konsep Peran Serta Masyarakat (PSM) Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah,sekolah, dan guru, tetapi tanggung jawab keluarga dan masyarakat

18 Konsep Peran Serta Masyarakat (PSM) Keluarga dan Masyarakat memiliki tanggung jawab besar dalam membantu pendidikan menjadi bermutu: bantuan dana, bantuan dana, teknis edukatif (KBM), teknis edukatif (KBM), sebagai tenaga pengajar, sebagai tenaga pengajar, berdiskusi tentang kemajuan pendidikan. berdiskusi tentang kemajuan pendidikan. Keluarga dan Masyarakat memiliki tanggung jawab besar dalam membantu pendidikan menjadi bermutu: bantuan dana, bantuan dana, teknis edukatif (KBM), teknis edukatif (KBM), sebagai tenaga pengajar, sebagai tenaga pengajar, berdiskusi tentang kemajuan pendidikan. berdiskusi tentang kemajuan pendidikan.

19 Komponen PSM

20  Pemantau kegiatan belajar anak di rumah (pengganti guru di rumah).  Pemberi masukan dan dukungan demi kemajuan sekolah (sebagai bagian dari Komite Sekolah). Orang Tua = Mitra Sekolah sebagai

21 Bentuk Partisipasi Orang Tua untuk kemajuan sekolah dapat diwujudkan dalam: Pengelolaan kelas Perencanaan pengembangan sekolah PembelajaranPembelajaran

22  Peran Serta Orang tua dalam Pembelajaran Partisipasi orang tua umumnya masih bersifat dukungan input (dana), bukan pada proses pendidikan sebagai inti kegiatan mendidik. Sekolah perlu memberi kesempatan mengajak dan melibatkan orang tua dalam pelaksanaan kurikulum (KBM), misalnya: - Mengoptimalkan buku komunikasi laporan yang dibuat guru atas apa yang dilakukan siswa, orang tua memberi tanggapan, harapan terhadap guru, atau hal lainnya. - Orang tua yang menekuni secara khusus dan ahli pada bidang tertentu (menari, bermain musik, berbahasa Inggris, dsb) hadir dan mengajar secara klasikal. Partisipasi orang tua umumnya masih bersifat dukungan input (dana), bukan pada proses pendidikan sebagai inti kegiatan mendidik. Sekolah perlu memberi kesempatan mengajak dan melibatkan orang tua dalam pelaksanaan kurikulum (KBM), misalnya: - Mengoptimalkan buku komunikasi laporan yang dibuat guru atas apa yang dilakukan siswa, orang tua memberi tanggapan, harapan terhadap guru, atau hal lainnya. - Orang tua yang menekuni secara khusus dan ahli pada bidang tertentu (menari, bermain musik, berbahasa Inggris, dsb) hadir dan mengajar secara klasikal.

23  Peran Serta Orang Tua dalam Pembelajaran Bagaimana dengan sekolah kita? Hal-hal apa saja yang dapat diperankan orang tua siswa dalam pembelajaran di sekolah? Bagaimana dengan sekolah kita? Hal-hal apa saja yang dapat diperankan orang tua siswa dalam pembelajaran di sekolah? NO BENTUK KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN PERENCANAANPELAKSANAANPENGEMBANGANEVALUASI

24  Peran Serta Orang Tua dalam Perencanaan Pengembangan Sekolah Banyak cara yang dapat ditempuh untuk melibatkan orang tua siswa dalam rencana pengembangan sekolah, misal bersama-sama membahas dan memberikan masukan untuk peningkatan mutu sekolah, kemudian hasilnya dilaporkan kepala sekolah. Cobalah Anda isi kolom-kolom di bawah ini dengan berbagai pengetahuan, pengalaman, atau pemikiran Anda tentang kesertaan orang tua dalam perencanaan pengembangan sekolah: Banyak cara yang dapat ditempuh untuk melibatkan orang tua siswa dalam rencana pengembangan sekolah, misal bersama-sama membahas dan memberikan masukan untuk peningkatan mutu sekolah, kemudian hasilnya dilaporkan kepala sekolah. Cobalah Anda isi kolom-kolom di bawah ini dengan berbagai pengetahuan, pengalaman, atau pemikiran Anda tentang kesertaan orang tua dalam perencanaan pengembangan sekolah: NO PERAN SERTA ORTU DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN WUJUD SASARAN YANG INGIN DICAPAI

25  Peran Serta Orang Tua dalam Pengelolaan Kelas Pengaturan kelas dapat dilakukan berdasarkan masukan dengan dan/atau kompromi dengan para orang tua. Misalnya, dalam hal isi dan penataan pajangan kelas, serta pengaturan tempat duduk dan kenyamanan kelas. Pemenuhan kebutuhan kelas dengan mengenali jenis peran serta orang tua dalam pengelolaan kelas, mencatat keadaan sekarang, dan kondisi yang dikehendaki, serta menemu-kenali hambatan- hambatan yang dihadapi. Pengaturan kelas dapat dilakukan berdasarkan masukan dengan dan/atau kompromi dengan para orang tua. Misalnya, dalam hal isi dan penataan pajangan kelas, serta pengaturan tempat duduk dan kenyamanan kelas. Pemenuhan kebutuhan kelas dengan mengenali jenis peran serta orang tua dalam pengelolaan kelas, mencatat keadaan sekarang, dan kondisi yang dikehendaki, serta menemu-kenali hambatan- hambatan yang dihadapi. NONO JENIS PERAN SERTA DLM PENGELOLAAN KELAS KONDISI SEKARANG KEADAAN YANG DIKEHENDAKI KELAK HAMBATAN- HAMBATAN

26 Masyarakat Tokoh Masyarakat Tokoh Agama Dunia Usaha/Industri Lembaga Sos-Bud

27 Partisipasi masyarakat tidak akan muncul dengan sendirinya tapi perlu diberdayakan, misalnya dengan cara:  Melibatkan orang tua, komite sekolah serta tokoh masyarakat untuk membahas perencanaan kegiatan program-program sekolah;  Membangun prinsip saling menguntungkan antara sekolah dan masyarakat;  … 

28  Memanfaatkan tenaga-tenaga terdidik, terampil dan berkecakapan di lingkungan sekolah untuk membantu pengembangan dan pelaksanaan program sekolah;  Menyertakan wakil instansi dan organisasi komite sekolah dalam kegiatan sekolah, seperti ekstrakurikuler atau acara tahunan sekolah. Penyertaan masyarakat dalam pengelolaan sekolah hendaknya dilakukan secara integral, sinergis, dan efektif, dengan memperhatikan keterbukaan sekolah untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat dalam meningkatkan mutu sekolah.

29 Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat Kontribusi masyarakat dalam proses pendidikan dapat memberi sumbangsih kepada sekolah, antara lain:  Mengoptimalkan terwujudnya visi dan misi sekolah;  Dapat memenuhi kebutuhan pendidikan peserta didik dan peningkatan mutu belajar;  Kegiatan operasional, kinerja, dan produktivitas sekolah dapat terbantu.  Membuka paradigma baru, bahwa pendidikan bukanlah urusan pemerintah, sekolah dan guru tetapi tanggungjawab bersama: keluarga, masyarakat dan negara.. Kontribusi masyarakat dalam proses pendidikan dapat memberi sumbangsih kepada sekolah, antara lain:  Mengoptimalkan terwujudnya visi dan misi sekolah;  Dapat memenuhi kebutuhan pendidikan peserta didik dan peningkatan mutu belajar;  Kegiatan operasional, kinerja, dan produktivitas sekolah dapat terbantu.  Membuka paradigma baru, bahwa pendidikan bukanlah urusan pemerintah, sekolah dan guru tetapi tanggungjawab bersama: keluarga, masyarakat dan negara..

30 Peran Serta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama (1)Mengatur hubungan sekolah dengan orang tua peserta didik; (2)Memelihara dan mengembangkan hubungan lembaga pendidikan dengan lembaga-lembaga pemerintah, swasta, dan organisasi sosial; (3)Memberikan pengertian kepada masyarakat tentang fungsi sekolah melalui bermacam-macam teknik komunikasi (rapat orang tua peserta didik, majalah, surat kabar, radio, televisi, open house, penerbitan buletin, kunjungan ke madrasah, kunjungan ke rumah orang tua peserta didik, dan laporan bulanan) (Sutikno, 2012: 95) (1)Mengatur hubungan sekolah dengan orang tua peserta didik; (2)Memelihara dan mengembangkan hubungan lembaga pendidikan dengan lembaga-lembaga pemerintah, swasta, dan organisasi sosial; (3)Memberikan pengertian kepada masyarakat tentang fungsi sekolah melalui bermacam-macam teknik komunikasi (rapat orang tua peserta didik, majalah, surat kabar, radio, televisi, open house, penerbitan buletin, kunjungan ke madrasah, kunjungan ke rumah orang tua peserta didik, dan laporan bulanan) (Sutikno, 2012: 95)

31 Peran Serta Dunia Usaha/Industri Dunia usaha dan industri merupakan salah satu stakeholders pendidikan, yang dapat menopang terjadinya pelaksanaan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Peran serta dunia usaha dan industri dalam MBS dapat diwujudkan dalam bentuk  Partisipasi penggalangan dana, pengadaan fasilitas sarana dan prasarana sekolah,  Penciptaan relasi eksternal yang dapat memberikan akses yang lebih luas dalam membangun hubungan sekolah dengan masyarakat,  Membantu pengembangan SDM pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan teknik-teknik pengembangan mutu pendidikan. Dunia usaha dan industri merupakan salah satu stakeholders pendidikan, yang dapat menopang terjadinya pelaksanaan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Peran serta dunia usaha dan industri dalam MBS dapat diwujudkan dalam bentuk  Partisipasi penggalangan dana, pengadaan fasilitas sarana dan prasarana sekolah,  Penciptaan relasi eksternal yang dapat memberikan akses yang lebih luas dalam membangun hubungan sekolah dengan masyarakat,  Membantu pengembangan SDM pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan teknik-teknik pengembangan mutu pendidikan.

32 Peran Serta Lembaga Sosial Budaya Dalam perkembangan landasan sosial budaya memiliki fungsi yang amat penting dalam dunia pendidikan, yaitu : 1. Mewujudkan masyarakat yang cerdas, yaitu masyarakat yang pancasilais yang memiliki cita-cita dan harapan dapat demokratis dan beradab, menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia dan bertanggung jawab dan berakhlak mulia tertib dan sadar hukum, kooperatif dan kompetitif serta memiliki kesadaran dan solidaritas antar generasi dan antara bangsa. 1. Mewujudkan masyarakat yang cerdas, yaitu masyarakat yang pancasilais yang memiliki cita-cita dan harapan dapat demokratis dan beradab, menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia dan bertanggung jawab dan berakhlak mulia tertib dan sadar hukum, kooperatif dan kompetitif serta memiliki kesadaran dan solidaritas antar generasi dan antara bangsa. 2.Pengendalian Sosial, pengendalian sosial berfungsi memberantas atau memperbaiki suatu perilaku menyimpang dan menyimpang terjadinya perilaku menyimpang. Pengendalian sosial juga berfungsi melindungi kesejahteraan masyarakat seperti lembaga pemasyarakatan dan lembaga pendidikan  Dalam perkembangan landasan sosial budaya memiliki fungsi yang amat penting dalam dunia pendidikan, yaitu : 1. Mewujudkan masyarakat yang cerdas, yaitu masyarakat yang pancasilais yang memiliki cita-cita dan harapan dapat demokratis dan beradab, menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia dan bertanggung jawab dan berakhlak mulia tertib dan sadar hukum, kooperatif dan kompetitif serta memiliki kesadaran dan solidaritas antar generasi dan antara bangsa. 1. Mewujudkan masyarakat yang cerdas, yaitu masyarakat yang pancasilais yang memiliki cita-cita dan harapan dapat demokratis dan beradab, menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia dan bertanggung jawab dan berakhlak mulia tertib dan sadar hukum, kooperatif dan kompetitif serta memiliki kesadaran dan solidaritas antar generasi dan antara bangsa. 2.Pengendalian Sosial, pengendalian sosial berfungsi memberantas atau memperbaiki suatu perilaku menyimpang dan menyimpang terjadinya perilaku menyimpang. Pengendalian sosial juga berfungsi melindungi kesejahteraan masyarakat seperti lembaga pemasyarakatan dan lembaga pendidikan 

33 Peran Serta Lembaga Sosial Budaya 3. Analisis Kedudukan Pendidikan dalam Masyarakat. Hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dapat dianalogikan sebagai selembar kain batik. Dalam hal ini motif-motif atau pola- pola gambarnya adalah lembaga pendidikan dan kain latarnya adalah masyarakat. Antara lembaga pendidikan dengan masyarakat terjadi hubungan timbal balik simbiosis mutualisme. Pendidikan atau sekolah memberi manfaat untuk meningkatkan peranan mereka sebagai warga masyarakat. 4.Meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan YME. Pendidikan sebagai budaya haruslah dapat membuat anak-anak mengembangkan kata hati dan perasaannya taat terhadap ajaran- ajaran agama yang dipeluknya. 5.Transmisi budaya sekolah berfungsi sebagai reproduksi budaya menempatkan sekolah sebagai pusat penelitian dan pengembangan. 3. Analisis Kedudukan Pendidikan dalam Masyarakat. Hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dapat dianalogikan sebagai selembar kain batik. Dalam hal ini motif-motif atau pola- pola gambarnya adalah lembaga pendidikan dan kain latarnya adalah masyarakat. Antara lembaga pendidikan dengan masyarakat terjadi hubungan timbal balik simbiosis mutualisme. Pendidikan atau sekolah memberi manfaat untuk meningkatkan peranan mereka sebagai warga masyarakat. 4.Meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan YME. Pendidikan sebagai budaya haruslah dapat membuat anak-anak mengembangkan kata hati dan perasaannya taat terhadap ajaran- ajaran agama yang dipeluknya. 5.Transmisi budaya sekolah berfungsi sebagai reproduksi budaya menempatkan sekolah sebagai pusat penelitian dan pengembangan.

34 KOMITE SEKOLAH Masyarakat Keluarga MUTU PENDIDIKAN

35 Sebagai Lembaga PEMBERI PERTIMBANGAN (advisory agency) Sebagai Lembaga PEMBERI PERTIMBANGAN (advisory agency) Sebagai Lembaga PENDUKUNG (supporting agency) Sebagai Lembaga PENDUKUNG (supporting agency) Sebagai Lembaga PENGONTROL (controlling agency) Sebagai Lembaga PENGONTROL (controlling agency) Sebagai MEDIATOR Sebagai MEDIATOR Sebagai Lembaga PEMBERI PERTIMBANGAN (advisory agency) Sebagai Lembaga PEMBERI PERTIMBANGAN (advisory agency) Sebagai Lembaga PENDUKUNG (supporting agency) Sebagai Lembaga PENDUKUNG (supporting agency) Sebagai Lembaga PENGONTROL (controlling agency) Sebagai Lembaga PENGONTROL (controlling agency) Sebagai MEDIATOR Sebagai MEDIATOR

36 1.Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitment masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu 2.Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu 3.Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat  1.Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitment masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu 2.Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu 3.Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat 

37 4. Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada satuan pendidikan, mengenai: a.Kebijakan dan program pendidikan b.Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) c.Rencana Anggaran Pendidikan dan d.Belanja Sekolah (RAPBS) e.Kriteria kinerja satuan pendidikan f.Kriteria tenada kependidikan g.Kriteria fasilitas pendidikan h.Hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan  4. Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada satuan pendidikan, mengenai: a.Kebijakan dan program pendidikan b.Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) c.Rencana Anggaran Pendidikan dan d.Belanja Sekolah (RAPBS) e.Kriteria kinerja satuan pendidikan f.Kriteria tenada kependidikan g.Kriteria fasilitas pendidikan h.Hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan 

38 5. Mendorong orang tua siswa dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan 6. Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan 7. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan 5. Mendorong orang tua siswa dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan 6. Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan 7. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan

39 Bagaimana Membangun Organisasi Komite Sekolah yang Efektif? 1. Penyamaan Visi 2. Membangun Tim yang Efektif 3. Mengembangkan Kreativitas

40 1. Identifikasi Masalah Masalah utama yang harus diidentifikasi adalah masalah pendidikan di satuan pendidikan, bukan masalah organisasi Komite Sekolah 2. Penentuan Prioritas Pilih masalah-masalah yang merupakan prioritas untuk dipecahkan dalam jangka pendek, kaitkan dengan ketersediaan personel, dana, dan fasilitas penunjang

41 3. Analisis Masalah Lakukan analisis masalah pada masalah yang terpilih sebagai prioritas: - Identifikasi akar masalah - Identifikasi faktor-faktor penyebab masalah - Buat daftar alternatif kemungkinan pemecahan masalah dan untung/rugi masing-masing alternatif - Pilih alternatif terbaik berdasarkan kesepakatan bersama - Buat perencanaan untuk pemecahan masalah 4. Penentuan Prioritas Pelaksanaan program dilaksanakan berdasarkan perencanaan program, yang dituturunkan ke dalam rencana aksi yang disusun dalam sebuah matriks

42 Contoh Matriks Rencana Aksi : Topik masalah Kegiatan yang dapat mengatasi masalah Waktu yang dibutuhkan Sumber daya yang diperlukan Penang gung- jawab Indikator keberhasilan pemecahan Masalah Masalah A1. 2. Masalah B Masalah C 5. Pelaksanaan Program Berdasarkan rencana aksi, penanggung jawab program kemudian melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah disusun dalam matriks rencana aksi

43 6. Evaluasi Program Evaluasi program dilaksanakan selama berjalannya kegiatan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan indikator keberhasilan program/kegiatan dengan hasil yang berhasil dicapai ( di bawah target atau di atas target) Lakukan analisis dan tindakan koreksi bila pencapaian hasil berada di bawah target. Ada baiknya siklus perencanaan : Plan > Do > Chec > Action diterapkan

44 6. Evaluasi Program Evaluasi program dilaksanakan selama berjalannya kegiatan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan indikator keberhasilan program/kegiatan dengan hasil yang berhasil dicapai ( di bawah target atau di atas target) Lakukan analisis dan tindakan koreksi bila pencapaian hasil berada di bawah target. Ada baiknya siklus perencanaan : Plan > Do > Chec > Action diterapkan

45


Download ppt "Oleh: Drs. Mulyatno, M.Pd Disampaikan dalam Fasilitasi Kepala Sekolah Tentang Replikasi Manajemen Berbasis Sekolah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google