Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Perdagangan Indonesia. Perdagangan Eksport – Import Jatim 2012 Kresnayana Yahya Blog:

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Perdagangan Indonesia. Perdagangan Eksport – Import Jatim 2012 Kresnayana Yahya Blog:"— Transcript presentasi:

1 Perdagangan Indonesia

2 Perdagangan Eksport – Import Jatim 2012 Kresnayana Yahya Blog:

3 Country Classification by 2010 GDP Share Source: GSAM N11 Bangladesh Egypt Iran Nigeria Pakistan Philippines Vietnam Mexico Korea Turkey Indonesia WorldGrowth Markets Developed Markets 65% Emerging Markets 12% Growth Markets 23% Indonesia 1% Turkey 1% Korea 2% Mexico 2% India 2% Russia 3% Brazil 3% China 9%

4 Population Growth Figure 8.3 4

5 Struktur penduduk dunia Jepang : median age 47 Europe : median age 40 USA : median age 36 China : median age 37 Indonesia : median age 28 India : median age 24 years 5

6 Indonesia : Young population Indonesia : Young population Sumber: ( _WOC951) Indonesia Indonesia demographic structure Productive age group year covers 66 % or 165 milion Children below 15 years : 70 milion 66% 28% 6% 6

7 7

8 Sebagai negara dengan jumlah penduduk ke-4 terbesar di dunia, dalam kurun waktu 20 tahun mendatang Indonesia akan memasuki periode “bonus demografi”, yaitu periode di mana angka dependency ratio (indeks perbandingan antara usia tidak produktif dibagi usia produktif) mencapai angka minimal (di bawah 50%) sehingga dalam periode ini akan terdapat lebih banyak tenaga kerja produktif yang dapat diberdayakan untuk mendorong peningkatan produktivitas nasional yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan ekonomi. Periode “Bonus Demografi” India mempunyai poten- si yang sama, di mana penduduk usia kerja ma- sih meningkat tinggi se- mentara Rusia dan Je- pang menurun, Bonus Demografi ini harus dimanfaatkan secara maksimal di saat negara lain menghadapi situasi “aging population” BONUS DEMOGRAFI 8

9 9 Demographic bonus

10 Indonesia : Young population Indonesia : Young population Sumber: ( _WOC951) Indonesia Indonesia demographic structure Productive age group year covers 66 % or 165 milion Children below 15 years : 70 milion 66% 28% 6% 10

11 Investasi di Indonesia 11

12 East Java is the most populated province in Indonesia. This newly built bridge connects Surabaya Me- tropolitan area (2nd largest metropolitan city) to the highly po- tential area in Madura island. Gov’t is determined to develop Suramadu Development Area (dotted circle) as a National Strategic Area to enhance various industrial activities that currently have been flourishing in Surabaya. Investment Opportunities in Some Areas EAST JAVA: New Dev’t Complex Madura Island

13 Daya beli makin meningkat Spending untuk makan makin meningkat, aktivitas diluar rumah meningkat tajam Penggunaan kartu kredit makin sering dan jadi pilihan Kelompok berpengeluaran 5 juta keatas per bulan makin meningkat Kebutuhan social gathering dan social media users makin tinggi Konsumsi listrik kelompok menengah rata rata diatas 4000 watt Peralatan dan perlengkapan rumah tangga akan meningkatkan konsumsi listrik dua kali dari pertumbuhan ekonomi ( diatas 14 – 20 %per tahun) 13

14

15

16

17

18 East Java Prospects Oil & Gas Port & refinery Port Oil & Gas Fisheries Fisheries Bridge Waterfront city Southern Highway Southern Highway Toll Oil Gas Keterangan: : Rencana jalan Tol 56 % 23 % 11 % 10 % 18

19 Sumber: BPS Jawa Timur, 2011 (diolah Enciety Busines Consult Surabaya) 19

20 Human Development Index (HDI) – EAST JAVA 69,78 71,06 70, ,62 72, Pertumbuhan IPM tertinggi Jawa Timur terjadi pada tahun 2009 sebesar 0,68 poin dan pada tahun 2011 IPM Jawa Timur sudah melampaui IPM Indonesia yang masih memiliki IPM 61,7

21 Component Of HDI – EAST JAVA ,53 74,98 75,54 73,92 74,34 74,68 64,74 65,54 66, Education Index Life Expectancy Index Purchasing Power Parity Index

22 “Mengangkat Indonesia menjadi negara maju dan merupakan kekuatan 12 besar dunia di tahun 2025 dan 8 besar dunia pada tahun 2045 melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan” (Sumber: Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011– 2025 ) 100 tahun kemerdekaan Pencapaian Visi 2025 dan 2045 memerlukan penyiapan generasi yang mampu berperan aktif dalam kegiatan pembangunan. Dan harus dimulai sekarang dan generasi sekarang (PAUD)

23 MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA Koridor pertumbuhan dengan :  Keunggulan komparatif  Keunggulan kompetitif Koridor Ekonomi Indonesia

24 Tema Pembangunan Masing-Masing Koridor Ekonomi dalam Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi

25 Tema Pembangunan Koridor Ekonomi

26 Inisiatif Strategik

27 Distribusi 22 Kegiatan Ekonomi Utama dalam Setiap Kegiatan Koridor Ekonomi

28 Tahapan Pembangunan Ekonomi Jangka Panjang PDB Nominal (US$ Miliar) 711 4,2579,70616,578 Populasi (Juta Jiwa) 237 PERSIAPAN AKSELERASIKEBERLANJUTAN 6,7932,4161,33512, PDB Nominal per capita

29 Asumsi Proyeksi Ekonomi Indonesia Asumsi Kurs USD 1 = IDR Tahun Pertumbu han GDP Riil (%) PDB Deflat or (%) Pertumbu han PDB Nominal (%) PDB Nominal Pertumb uhan Pendud uk (%) Jumlah Penduduk (juta jiwa) PDB per capita (USD) IDR Triliun USD Miliar 20116,46,512, ,30240, ,76,513, ,30243, ,06,513, ,30246, ,56,514, ,30250, ,05,513, ,25253, ,04,013, ,20269, ,03,012, ,15285, ,02,09, ,10302, ,02,07, ,05319, ,02,06, ,00336, ,02,05, ,95353,

30 IMF memproyeksikan Indonesia akan mengalami pertumbuhan ekonomi tercepat di antara 18 e konomi terbesar dunia pada tahun Source:International Monetary Fund, World Economic Outlook Database, October 2010 Pertumbuhan PDB Nominal (2009 – 2015) Indonesia Russia China India Brazil Turkey South Korea Japan USA ASEAN (excl. Indonesia)

31 Ekonomi Indonesia akan menjadi semakin dominan di ASEAN dan mulai menjadi lebih besar dari beberapa negara Eropa Source:International Monetary Fund, World Economic Outlook Database, October 2010; Proyeksi Ekonomi Indonesia 2011 – 2045; team analysis Indonesia Economic Growth (nominal) ($ billion) Indonesia’s economy as % of ASEAN- 6 ASEAN (Total 11 Countries) 41%47%51% 39%46%50% Spain Netherland s 52%87%65% 93%157%115% European Countries: CAGR 13%

32 Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini telah jauh melampaui proyeksi Yayasan Indonesia Forum Proyeksi PDB per capita - Visi Indonesia 2030 Source: Yayasan Indonesia Forum, team analysis Lower Middle Income Country Upper Middle Income Country High Income Country Visi Indonesia 2030 Actual GDP per capita has surpassed US$3,000 in 2010 Proyeksi Ekonomi Indonesia

33 Pertumbuhan populasi produktif akan menunjang pertumbuhan ekonomi yang cepat dan stabil Piramida Pertumbuhan Populasi (2000–2020) MaleIndonesia–2000Female Population (in millions) MaleIndonesia–2020Female Population (in millions) Total (million) Male (million) Female (million) Productive population (20–55 years old) 99 (48%) 132 (52%) Source: 2008 UNDP World Population Prospects

34 Panas bumi (no.1 di dunia) Batubara (no.2 di dunia) Timah, Nikel (no. 2 dan 4 di dunia) Sawit, Karet, Kakao (no.1, 2, 2 di dunia) 2. Pengalaman ,5- 12, Tingkat Kemiskinan ,3 3, ,500 1,000 3,500 3,000 2,500 2, * Pendapatan Per Kapita 2,590 1, Sumberdaya Manusia 1. Kekayaan Sumberdaya Alam 4 Modal Utama Pembangunan Nasional

35 Kaya (>20 dolar): Menengah Atas (10-20 dolar): Menengah (4-10 dolar) 0,4 Juta Tantangan Pertumbuhan Penghasilan Tahun 2009 (Sumber: Kompas, 16 Januari 2011, diolah dari BPS) Tahun 2025 (Harapan) 22,3 jt Menengah Bawah (2-4 dolar) = 48,8jt Menengah Bawah (2-4 dolar) = 48,8jt Bawah (<2 dolar) = 136,2 Juta 2.2 Juta 13% 45% 30% 10 % 2% Pengeluaran/hari

36 Penduduk yg bekerja (>15 Tahun) menurut lapangan kerja (dalam Juta) No.Lapangan Pekerjaan Utama (Agst)2008 (Agst)2009 (Agst)2011 (Agst) 1 Pertanian, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan 40,640,141,341,639,3 2Pertambangan dan Penggalian 1,00,91,01,11,4 3Industri Pengolahan 11,111,912,512,814,5 4Listrik, Gas, dan Air 0,2 5Bangunan 4,54,75,4 6,3 6 Perdagangan Besar, Eceran, Rumah Makan, dan Hotel 19,119,221,221,923,3 7 Angkutan, Pergudangan dan Komunikasi 5,45,76,26,15,1 8 Keuangan, Asuransi, Usaha Persewaan Bangunan, Tanah, dan Jasa Perusahaan 1,11,31,51,42,7 9 Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perorangan 10,511,313,014,016,6 Total 93,7102,5 104,8109,6 Sumber : Survey Angkatan Kerja Nasional 2004, 2006, 2008, 2009, 2011

37 1 1 KE Sumatera 2 KE Jawa 3 KE Kalimantan Lampung Jakarta Semarang Banjarmasin Makassar Kendari Jayapura Merauke Central Economic Mega Central Economic Kupang Wamena Ambon Samarinda Palu Mamuju Bengkulu Jogjakarta Pangkal Pinang Banda Aceh Medan Batam Pekanbaru Jambi Padang Palembang 3 Pontianak Palangkaraya 4 Manado Gorontalo 6 Ternate Manokwari Sorong Surabaya Mataram Denpasar 5 Serang 2 6 Koridor Ekonomi Indonesia  North Mollucas is integrated into Economic Corridor Papua- Mollucas, called economic corridor Papua-Mollucas Islands  Referring to North Mollucas and other Mollucas Islands  Referring to Indonesian Chamber of Commerce (KADIN) March 15, 2011 and Local Government March 22, KE Sulawesi 5 KE Bali – Nusa Tenggara 6 KE Papua – Kep. Maluku KE : Economic Corridor

38 Indonesia sangat diperhitungkan pada Peta Negara negara Emerging Market Russia, South Africa and Turkey are the other top targets for the next five years Top 10 Emerging Markets for by % Respondents (All Industries) Question: Which are the top 5 Emerging Markets for your industry over the next 5 years? N=427. Source: Global Intelligence Alliance, Business Perspectives on Emerging Markets Survey.

39 Lapis kedua Emerging Markets akan dipimpin oleh Indonesia dan South Africa Secondary Emerging Markets after BRIC (All manufacturing & industrial respondents) Rank Country Indonesia South Africa Vietnam Turkey Mexico Poland Saudi Arabia Thailand Argentina Philippines % respondents 28.8% 25.0% 20.0% 18.8% 13.8% 11.3% 8.8% 7.5% Africa/Middle EastAsiaEuropeLatin America Question: Which are the top 5 Emerging Markets for your industry over the next 5 years (to 2017)? N=80 Indonesia (29%), South Africa (25%) and Vietnam (20%) top the list for non-BRIC Emerging Markets selected by Manufacturing & Industrial companies. Turkey, Mexico, Poland, Saudi Arabia, Thailand, Argentina and the Philippines make up the rest of the top ten. Poland is more important for manufacturing companies than it is for many other sectors. Source: Global Intelligence Alliance, Business Perspectives on Emerging Markets Survey.

40 Setelah BRIC Indonesia memiliki keunikan tersendiri Dibanding negara Emerging Market lainnya Smaller companies are looking at a wider range of countries, especially in Latin America Secondary Emerging Markets after BRIC < 1bill Euro> 1bill Euro Larger manufacturers are focused on fewer (Manufacturing & industrial respondents by annual revenue) major Emerging Markets, notably Indonesia, Turkey and South Africa, as well as the BRICs. Smaller companies have a more diverse range of Emerging Markets interests, and put more emphasis on South Africa, Vietnam and Latin America than their larger counterparts. Indonesia (30.0%) Turkey (25.0%) South Africa (22.5%) Vietnam (17.5%) Mexico (15.0%) Poland (10.0%) Indonesia (27.5%) South Arica (27.5%) Vietnam (22.5%) Argentina (15.0%) Philippines (15.0%) Mexico (12.5%) Poland (12.5%) Turkey (12.5%) Africa/Middle EastAsiaEuropeLatin America Question: Which are the top 5 Emerging Markets for your industry over the next 5 years (to 2017)? N=40( 1bil Euro) Source: Global Intelligence Alliance, Business Perspectives on Emerging Markets Survey.

41 Perdagangan Indonesia Perdagangan dalam negri Perdagangan luar negri : Eksport, Import

42 Mining INDUSTRY Incredible increase of export: Nickel 8 fold Copper 11 fold Bauxite 5 fold Ore sand 7 fold

43 PROCESSING AND REFINING ASPECTS (17/7/2012 SEMINAR) Quantity and Spread of Reserve (Ore) Location for Smelter Energy / electricity supply Perocessing dan Refinery  Technology,  DM/EXPERTIES  Capital Resources PRODUCT of Downstrea m Mining  INTERMEDIATE,  FINAL Raw Materials for Downstream Industry (BBIH Manufacturing Industri Industry Product Market manufactur dan BBIH Stop/Limit on Impor BBIH BK Coordination of EMR/PLN with EMR Minerba Coordination of Kem-Industry with Kem-of Trade Coordination of Kem-Industry with Kem-EMR (Minerba) Coordination of Kem-EMR with Kem-PU and Transportation  Economic Feasibility,  Domestic,  International  Price  Demand/Supply 43

44 Coordinating Minister for Economic Meeting Results All mineral products are subject to Export Duty 20%, Clear separation between the categories of mining and industry categories (such as processing and refining), Divestment of 51% and royalties only apply to activities not apply to mining and industrial activities. 20-year mining license and can be extended 2x10 years accordance with Law No.4/2009, while for the industry for companies operating in accordance with Law No.5/1984 about perindusterian, Ministry of Energy Mineral Resources should develop a map of potential mineral and energy potential maps and road maps compiled Perindusterian Ministry hilirisasi Minerals, Minimal processing and refining constraints (appendix Ministerial Regulation No.7/2012) will be reviewed and adjusted to the ability of the industry. 44

45 45

46 PERTANIAN DI INDONESIA  Penghasil biji-bijian nomor 6 di dunia  Penghasil beras nomor 3 setelahChina dan India  Penghasil kopi nomor 4  Penghasil coklat nomor 2 setelah Pantai Gading dan Ghana  Penghasil lada putih nomor 3  Penghasil karet alam nomor 4,  Penghasil cengkehnomor 1  Penghasil sawit nomor 2

47 Dari sisi impor tahun 2010 Indonesia masih impor;  Beras, gula, kedelai, gandum  Jagung, ternak sapi, tepung telur, susu bubuk,  Makanan olahan, singkong dan kacang tanah

48 Tujuan Kebijakan Pertanian  Memajukan pertanian  Mengusahakan agar pertanian mjd lbh produktif  Meningkatnya produksi & efisiensi produksi  Tingkat pendapatan petani meningkat  Tingkat kesejahteraan petani & masyarakat meningkat Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Keputusan Menteri, dll

49 kebijakan pemerintah pada sektor pertanian diperlukan karena beberapa hal:  untuk stabilisasi harga input dan output  kegagalan pasar timbul karena eksternalitas. Beberapa bentuk intervensi pemerintah seperti pajak, subsidi, pengawasan regulasi perlu ditetapkan sehingga biaya penerimaan akan sepenuhnya menggambarkan biaya eksternalitas.

50 Kebijakan pemerintah Indonesia di bidang pertanian mencakup beberapa hal:  kebijakan harga  kebijakan perdagangan  Kebijakan subsidi  Kebijakan struktural  Kebijakan pengaturan  Kebijakan fasilitas  Kebijakan intervensi

51 Tujuan kebijakan harga:  Mengurangi ketidakstabilan harga dan pendapatan  Memberikan manfaat kepada konsumen karena terjaminnya penawaran dan mencukupi kebutuhan bahan baku industri  Meningkatkan swasembada pangan sehingga mengurangi ketergantungan impor, menghemat devisa, dan memperbaiki neraca pembayaran  Menjaga stabilitas politik

52 Kebijakan Harga Ex; Kebijakan pd komoditas beras o Kebijakan harga minimum (melindungi petani) o Kebijakan harga maksimum (melindungi konsumen)

53 Kebijakan perdagangan  Tujuan: Memperlancar atau menghambat pemasaran komoditi dari suatu wilayah ke wilayah yang lain.  Kebijakan perdagangan merupakan suatu pembatasan yang diberlakukan pada impor dan ekspor suatu komoditas  Untuk impor, dg pemberlakuan tarif impor dan kuota impor untuk membatasi jumlah yang diimpor dan meningkatkan harga domestik di atas harga dunia  Untuk ekspor, dg pajak ekspor dan kuota ekspor untuk membatasi barang yang di ekspor dan mengkonsdisikan harga domestik yang lebih rendah dari harga dunia.

54 Perubahan 20 tahun lalu volume dan nilai ekspor dan perdagangan masih berciri perdagangan lokal dengan ekspor bahan baku, bahan dasar dan sedikit manufacturing goods. Saat ini Penghasilan UTAMA Jatim sudah dari Trade and services. Seluruh sisitim transportasi, Logistik masih sama dengan 20 tahun lalu kresnayana yahya sistim logistik Jatim 2012

55 Negara Nilai Ekspor (Juta US$) Peningkatan Japan ,7% Malaysia ,6% China ,4% USA ,2% Singapure ,8% Thailand ,0% Korea ,8% Australia ,1% Vietnam ,8% Germany ,4% Lainnya ,432112,4% Total ,43107,7% kresnayana yahya sistim logistik Jatim

56 Negara Nilai Impor (Juta US$) Peningkatan Japan ,3% Malaysia ,0% China ,1% USA ,2% Singapure ,6% Thailand ,5% Korea ,4% Australia ,2% Vietnam ,2% Germany ,9% Lainnya ,5% Total ,0% kresnayana yahya sistim logistik Jatim

57 Dalam 5 tahun terakhir Peningkatan Ekspor – Impor sudah 2 kali lipat Perdagangan antar pulau masih kecil, sekarang sudah lebih besar dari export Diperkirakan peningkatan dua kali lipat terjadi kedepan dalam 3 tahun Perdagangan lokal dalam 5 tahun terakhir melipat dua dan diperkirakan dalam 3 tahun kedepan sudah akan melipat dua kali lipat kresnayana yahya sistim logistik Jatim

58 Peningkatan Volume dan Services Dalam 20 tahun terakhir pergeseran dan peningkatan container sudah 10 kali lipat Generasi kapal sudah meningkat jauh. Kebutuhan dan pertimbangan scala dan scope sudah berubah total Jumlah angkutan container sudah mencapai 2.6 juta TEUS dan akan menjadi 5 juta dalam periode 5 – 7 tahun kresnayana yahya sistim logistik Jatim

59 Kinerja Ekspor Impor Jatim dan Nasional Ekspor dalam tahun 2012 tidak sebaik 2011 Ada banyak negara tujuan ekspor yang konvensional mengalami penurunan permintaan Impor masih tetap tinggi dan ada pengendalian agar tidak melebihi ekspor Negara tujuan masih sama, Afrika selatan menjadi andalan baru

60

61

62 Kekuatan Ekspor menurut sektor

63 Grafik Perkembangan Nilai Ekspor - Impor Non Migas Jawa Timur Tahun

64 Ekspor Non Migas Jatim Berdasarkan Negara Tujuan Tahun 2011 ( Juta US$ ) No.Negara TujuanNilai 1Jepang3,405 2China2,172 3Amerika Serikat1,520 4Malaysia1,416 5Afrika Selatan702 6Singapura598 7Vietnam476 8Korea Selatan467 9Belanda431 10Jerman409 Jumlah11,596 Lainnya5,805 Total17,401 Sumber : BPS Jatim Diolah

65 Ekspor Non Migas Jatim Berdasarkan Komoditi Tahun 2011 ( Juta US$ ) No.KomoditiNilai 1Tembaga2,848 2Bahan Kimia Organik2,567 3Kertas / Karton1,212 4Kayu, Barang dari Kayu902 5Lemak & Minyak Hewan853 6Ikan dan Udang628 7 Perabot, Penerangan Rumah543 8Alas Kaki503 9Mesin / Peralatan Listrik Karet dan Barang dari Karet165 Jumlah 10 Kelompok Barang10,710 Lainnya6,691 Total17,401

66 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR JAWA TIMUR JANUARI - SEPTEMBER 2012 (Juta US$) NO.KEGIATAN JANUARI - SEPTEMBER Peruba han EKSPOR13, , IMPOR12, ,

67 10 BESAR KOMODITI EKSPOR NON MIGAS JAWA TIMUR JANUARI - SEPTEMBER 2012 (Ribu US$) NOKOMODITI JANUARI- SEPTEMBER Perubah anShare Perhiasan / Permata445, ,143, % 2 Lemak & minyak hewan / nabati594, , % 3 Bahan Kimia Organik2,036, , % 4Kertas/Karton948, , % 5Tembaga2,360, , % 6 Kayu, Barang dari Kayu663, , % 7Ikan dan Udang428, , % 8 Berbagai Produk Kimia467, , % 9 Mesin, Peralatan listrik355, , % 10 Karet, Barang dari Karet105, , % Jumlah8,405, ,509, Komoditi Lainnya4,969, ,358, Total Ekspor Non Migas13,375, ,867,

68 10 BESAR NEGARA TUJUAN EKSPOR NON MIGAS JAWA TIMUR JANUARI - SEPTEMBER 2012 (Ribu US$) NONEGARA JANUARI- SEPTEMBER Perubah an Jepang2,521, ,225, % 2Amerika Serikat1,128, ,113, % 3China1,660, , % 4Malaysia1,143, , % 5Afrika Selatan465, , % 6Singapura486, , % 7Thailand605, , % 8Korea378, , % 9Vietnam371, , % 10India272, , % Jumlah9,035, ,377, % Negara Lainnya4,340, ,490, % Total Ekspor Non Migas13,375, ,867, %

69 PERKEMBANGAN EKSPOR JAWA TIMUR BERDASARKAN SEKTOR JANUARI - SEPTEMBER 2012 (Ribu US$) NOSEKTOR JANUARI- SEPTEMBER Peruba hanShare Industri12,522, ,052, % 2Pertanian826, , % 3 Pertambangan dan Lainnya26, , % Total Ekspor Non Migas13,375, ,867,

70 Impor BESAR KOMODITI IMPOR NON MIGAS JAWA TIMUR JANUARI - SEPTEMBER 2012 (Ribu US$) NOKOMODITI JANUARI- SEPTEMBER Perubah anShare Mesin, pesawat mekanik1,341, ,359, %10.34% 2Besi dan Baja1,141, ,339, %10.19% 3Pupuk589, , %6.74% 4 Ampas, sisa ind. Makanan708, , %6.21% 5Plastik, barang dari plastik743, , %5.86% 6Gandum-ganduman1,063, , %4.98% 7Bahan kimia anorganik347, , %4.78% 8Bahan kimia organik454, , %3.79% 9Tembakau256, , %2.60% 10Sayuran161, , %1.26% Jumlah6,808, ,461, % Komoditi Lainnya5,435, ,683, % Total Impor Non Migas12,244, ,145, %

71 10 BESAR IMPOR NON MIGAS JAWA TIMUR MENURUT NEGARA ASAL JANUARI - SEPTEMBER 2012 (Ribu US$) NONEGARA JANUARI- SEPTEMBER Perubah an China2,536, ,802, % 2Amerika Serikat1,062, , % 3Jepang625, , % 4Thailand693, , % 5Australia501, , % 6Korea424, , % 7India606, , % 8Argentina530, , % 9Malaysia407, , % 10Jerman362, , % Jumlah7,751, ,408, % Negara Lainnya4,493, ,737, % Total Impor Non Migas12,244, ,145, %

72 Nasional 2012 PERKEMBANGAN EKSPOR IMPOR NASIONAL JANUARI - SEPTEMBER 2012 (Juta US$) N O.KEGIATAN JANUARI - SEPTEMBE R Perub ahan EKSPOR120, , % 2IMPOR99, , %

73 10 BESAR KOMODITI EKSPOR NON MIGAS NASIONAL JANUARI - SEPTEMBER 2012 (Juta US$) NOKOMODITI JANUARI- SEPTEMBER Peruba hanShare Bahan bakar mineral19, , %17.26% 2 Lemak dan minyak hewan/nabati15, , %14.07% 3 Mesin / peralatan listrik8,370.08, %7.19% 4 Karet dan barang dari karet11,248.58, %7.18% 5 Mesin-mesin / pesawat mekanik3,887.94, %4.11% 6 Bijih, kerak, dan abu logam6,030.03, %3.18% 7 Pakaian jadi bukan rajutan3,184.32, %2.51% 8Berbagai produk kimia2,964.22, %2.49% 9Barang-barang rajutan2,698.32, %2.27% 10Bahan kimia organik2,954.12, %1.86% Jumlah76, , % Komoditi Lainnya44, , % Total Ekspor Non Migas120, , %

74 NEGARA TUJUAN EKSPOR NON MIGAS NASIONAL JANUARI - SEPTEMBER 2012 (Juta US$) NONEGARA JANUARI-SEPTEMBER Perubahan China14, , % 2Jepang13, , % 3Amerika Serikat11, , % 4India10,238.99, % 5Singapura8,612.77, % 6Malaysia7,006.06, % 7Korea Selatan5,732.85, % 8Thailand4,230.64, % 9Taiwan3,034.13, % 10Jerman2,539.12, % 11Australia2,134.92, % 12Inggris1,284.81, % 13Perancis1, % Jumlah86, , % Negara Lainnya34, , % Total Ekspor Non Migas120, , %

75 EKSPOR NON-MIGAS UTAMA MENURUT SEKTOR

76

77

78 Struktur Ekspor Jawa Timur Berdasarkan Negara Tujuan Ekspor ,8 juta US$ 14,1 juta US$

79 Struktur Impor Jawa Timur Berdasarkan Negara Asal Impor ,6 juta US$ 16 juta US$

80

81 Perkembangan Volume Ekspor Jawa Timur

82 (%, yoy) Perkembangan Volume Impor Jawa Timur

83 (FOB - USD) (%, yoy) Perkembangan Nilai Ekspor Jawa Timur

84 (FOB - USD) (%, yoy) Perkembangan Nilai Impor Jawa Timur

85 Perkembangan Ekspor Impor Jawa Timur

86 Beaya Logistik yang tidak masuk akal lagi pengantar statistika ekonomi 2012

87 Pasar non Konvensional From January to October this year, non-oil and gas exports to 10 non-traditional and emerging markets, such as South Africa and Colombia, expanded by 115 percent on average to US$3.7 billion, according to statistics from the Trade Ministry. This compared to a 6.2 percent in exports growth, to $86.6 billion, to 10 key export markets.

88 New Markets Indonesia saw its largest export growth of percent to $58.58 million to Libya during the period, followed by a percent growth to $57.76 million to Mauritania, and a percent growth to $82.12 million to Ivory Coast.

89 Mencari pasar baru dan produk baru From January to October this year, non-oil and gas exports to 10 non-traditional and emerging markets, such as South Africa and Colombia, expanded by 115 percent on average to US$3.7 billion, according to statistics from the Trade Ministry. This compared to a 6.2 percent in exports growth, to $86.6 billion, to 10 key export markets.

90 Eksport kakao Meningkatkan value dari ekspor m,engolah dan meningkatkan nilai eksport

91 Problem dan tantangan Ekspor hasil Manufacturing belum masuk pada kelas “produk berkualitas” dengan Value tinggi, komponen importnya masih tinggi, desain dan patent bukan milik kita Perhiasan bernilai tinggi karena desai dan seluruh matarantai lokal Quality imporvement pada sebagian besar product belum jadi acuan utama Packaging, Branding belum jadi perhatian serious Research dan market surveys masih beluum mendasar dan terarah

92

93 Program Hilirisasi Bachrul menjelaskan, selama periode Januari - September 2012, volume ekspor kakao olahan sudah lebih besar dibanding ekspor biji kakao. Hal ini berbeda pada periode yang sama tahun lalu, dimana volume ekspor kakao olahan lebih sedikit dibanding ekspor biji kakao. Volume ekspor kakao olahan Januari-September 2012, tercatat sebanyak ton, atau naik dari periode yang sama tahun lalu sebanyak ton. Begitu juga dari nilai ekspor yang naik di Januari-September 2012 menjadi US$ 451,5 juta dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 450,8 juta.

94 Dari total ekspor kakao, volume ekspor kakao olahan mencapai 52,9%, dan sisanya sebesar 47,1% berupa ekspor biji kakao. Dari sisi nilai, ekspor kakao olahan menguasai 59,2% dari total ekspor, sementara nilai ekspor biji kakao hanya menguasai 40,8%. "Kakao ini sudah menjadi cerita sukses," klaim Bachrul.

95 AIKI mencatat, investor baru yang siap antara lain Archer Daniels Midland Cocoa (ADM Cocoa) asal Singapura, Cargill dari Amerika Serikat, dan JB Cocoa dari Malaysia. Adapun perusahaan yang beroperasi lagi setelah mati suri, antara lain, PT Effem Indonesia (Makassar) berkapasitas ton per tahun, PT Jaya Makmur Hasta (Tangerang) ton per tahun, PT Unicom Kakao Makmur Sulawesi (Makassar) ton per tahun. Selain itu ada PT Davomas Abadi (Tangerang) ton per tahun dan PT Maju Bersama Cocoa Industries (Makassar) ton per ta

96 Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Sumber: Kajian Ekonomi Regional Triwulan III

97 Pertumbuhan 3 Sektor utama “Struktur perekonomian Jawa Timur pada triwulan III-2012 masih didorong oleh tiga sektor utama yaitu Perdagangan, Hotel & Restoran (PHR), Industri Pengolahan dan Pertanian. Kombinasi ketiganya memberi sumbangan hingga sekitar 71,10% terhadap PDRB Jawa Timur…”

98 Peran Konsumsi Rumah Tangga & Investasi dalam Pertumbuhan Ekonomi “Dari sisi permintaan, pertumbuhan pada Triwulan III Tahun 2012 masih didorong oleh kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi, yang masing-masing menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02% (yoy) dan 1,37%(yoy)…”

99 Perkembangan Nilai Ekspor Jawa Timur

100 Perkembangan Nilai Impor Jawa Timur

101 Prospek 2013 Ekonomi nasional masih akan tumbuh diatas 6 % Konsumsi dalam negri meningkat: kenaikan UMP, peningkatan batas kena pajak, daya serap tenag kerja naik, Investasi masuk cukup besar Ekonomi dunia akan membaik Pelantikan Obama

102 Perbaikan iklim usaha Pendalaman dan pelabaran alur barat Tanjung Perak, beroperasinya pelabuhan Teluk Lamong Ada tambahan 1.5 juta TEUS Ada banyak Investasi baru : banyuwangi dan sekitarnya Airpot diperluas, penerbangan bertambah dan produk barang dan jasa makin berkembang

103 NoProvinsi Alokasi Dekonsentrasi PDNAlokasi Dekonsentrasi DagluTotal Miliar Rupiah 1Nanggroe Aceh Darussalam 1, , , Sumatera Utara 1, , , Sumatera Barat 1, , , Riau 1, , , Jambi 1, , , Sumatera Selatan 1, , , Bengkulu 1, , , Lampung 1, , , Kepulauan Bangka Belitung 1, , , Kepulauan Riau 1, , , DKI Jakarta , Jawa Barat 1, , , Jawa Tengah 1, , , DI Yogyakarta 1, , , Jawa Timur 2, , , Banten 1, , , Bali 1, , , Nusa Tenggara Barat 1, , , Nusa Tenggara Timur 1, , , Kalimantan Barat 1, , , Kalimantan Tengah 1, , , Kalimantan Selatan 1, , , Kalimantan Timur 1, , , Sulawesi Utara 1, , , Sulawesi Tengah 1, , , Sulawesi Selatan 1, , , Sulawesi Tenggara 1, , , Gorontalo 1, , , Sulawesi Barat 1, , , Maluku 1, , , Maluku Utara 1, , , Papua Barat 1, , , Papua 1, , , Total 50, , ,000.0 Kesepakatan Alokasi Dana Dekonsentrasi Tahun 2013

104 PROSEDUR IMPOR DAN EKSPOR Dari Workshop Ekspor Impor – Direktorat Intelijen dan Penyidikan

105 TATA LAKSANA IMPOR

106 DASAR HUKUM

107 ALUR PROSES

108 Arrival at Port LimitDocking- UnloadingBerthing-Stacking in CYCustoms ClearanceContainer Handling  Handover Gate-Out SystemWarehouse/ Bonded/ CFS/ Factory Storage Shipping Line Port Authority CIQ+S Forwader/ Agent Terminal Operator Shipping Line Prsh.Bongkar Muat Trucking Forwader Terminal Operator Shipping Line PBM / TKBM Forwader Importer/ Exp.(Info) Customs Importer/ Exporter Cust.Broker (PPJK) Terminal Operator Bank + OGA Terminal Operator Importer/ Exporter Customs Br(PPJK) Trucking Security Importer/Exp/PPJK Customs Terminal Operator Trucking Security Customs (if Bonded) Bonded W/H Co. Importer/ Exporter Customs Br.(PPJK) Renc. Kedatangan Sar. Peng (RKSP/ PKK) Schedule of Arr.(Estim.) Penyiapan Inward Man. Penyiapan Dok2 lain Ijin dr Port Author. Dok.Kepanduan Dok.Renc.Tambat PPKB (Pelindo) Penyrhn Inward Man Dok.Inward Man di BC Dok. PPKB di Pelindo Daftar Bongkar di BC+TO Stowage Plan B/L  Consignee/ Imp. PIB di BC SSPCP di Bank B/L, Inv, P/L  PIB Dok.Ijin/Rekom.dr OGA  PIB (Anal.Point) Del.Order (ex B/L) SPPB (ex PIB) Dok. SP2 Del.Order (ex B/L) SPPB (ex PIB) Dok. SP2 SPPB (ex PIB) Dok.BC2.3 (Bonded) Dok.lain (Importer) Flow of Goods : Flow of Documents : Dep.Perdagangan Dep.Perindustrian Dep.Pertanian Dep.Kesehatan Dep Kehutanan Dep Pertahanan Dep Kelautan Perik. Dep Perhubungan Dep ESDM Deplu/ Depdagri DepKominfo DepDikNas Badan POM Badan Karant.Pertan. Bapeten (Ten.Nuklir) BSN (Standarisasi) BIN/ BAIS BRR* (Aceh) Kejaksaan Agung Mabes TNI Mabes Polri Bank Indonesia SetKab/ SetNeg Pemerintah Daerah Kem.Neg.Lingk.Hidup Kem.Neg.Ristek Kem.Neg.Pemuda OR Lembaga Pem.lainnya Lembaga Non Pemrth* Other Customs Adm.* IMPORT CARGO CLEARANCE FLOW (Goods & Documents) O G A

109 Pengeluaran Barang Impor a.Untuk dipakai b.Impor sementara c.Ditimbun di TPB d.Diangkut ke TPS di KP lain e.Diangkut terus/lanjut f.Diekspor kembali a.Untuk dipakai b.Impor sementara c.Ditimbun di TPB d.Diangkut ke TPS di KP lain e.Diangkut terus/lanjut f.Diekspor kembali

110 self assessment Alur Impor (untuk dipakai) BANK DEVISA PERSEPSI PFPD 1 Pejabat Pengeluaran Barang membayar bukti pembayaran pengembalian PIB PIB Pengeluaran Barang SPPB KANTOR PABEAN R E L E A S E IMPORTIR tanda terima PIB pembukuan pemrosesan PIB

111 PENJALURAN Jalur Merah  periksa dokumen, fisik Jalur Kuning  periksa dokumen Jalur Hijau  periksa dokumen Jalur MITA Non-prioritas  tanpa pemeriksaan Jalur MITA Prioritas  tanpa pemeriksaan Jalur Merah  periksa dokumen, fisik Jalur Kuning  periksa dokumen Jalur Hijau  periksa dokumen Jalur MITA Non-prioritas  tanpa pemeriksaan Jalur MITA Prioritas  tanpa pemeriksaan

112 Jalur MITA Prioritas KANTOR PABEAN PIB Importir MITA Prioritas SPPB Pejabat pemeriksa dokumen/SKP SPPB Petugas Pintu SPPB Pencocokan & memberikan catatan pengeluaran Petugas manifest SPPB Penutupan Pos BC 1.1. Importir MITA Prioritas yang mendapat fasilitas pembayaran berkala melakukan pembayaran BM dan PDRI pasca persetujuan pengeluaran barang

113 Jalur MITA Non Prioritas PIB Importir SPPB Pejabat pemeriksa dokumen/SKP SPPB Petugas Pintu SPPB Pencocokan & memberikan catatan pengeluaran Petugas Pemeriksa Brg SPPB Penutupan Pos BC 1.1. Periksa Fisik? SPPF N Y Pencocokan & memberikan catatan pengeluaran Petugas Manifest SPPF Pemeriksaan fisik barang di gd Importir LHP

114 Jalur Hijau KANTOR PABEAN PIB Importir SPPB Pejabat pemeriksa dokumen/SKP SPPB Petugas Pintu SPPB Pencocokan & memberikan catatan pengeluaran Petugas manifest SPPB Penutupan Pos BC 1.1. Penetapan Tarif dan Nilai Pabean Sesuai? Penerbitan SPTNP dan menerima bukti bayar kekurangan dari importir (SSPCP) N Y Arsip INP DNP

115 Jalur Kuning PIB Importir SPJK Pejabat pemeriksa dokumen/SKP SPJK Petugas Pintu SPPB Pencocokan & memberikan catatan pengeluaran SPPB Penutupan Pos BC 1.1. Petugas Manifest Dugaan Pelanggaran ? SPPB N NHI Mekanisme NHI NHI 2 hr? Y Y N Pidana? Penetapan Tarif dan Nilai Pabean Proses lebih lanjut Y Sesuai? Penerbitan SPTNP dan menerima bukti bayar kekurangan dari importir N Y N P2

116 Jalur Merah PIB Importir SPJM Pejabat pemeriksa dokumen/SKP SPJM Petugas PintuPetugas ManifestPejabat Pemeriksa Brg Menyiapkan Brg untuk diperiksa IP Pemeriksaan fisik LHP/ BAP Penelitian dan penetapan Sesuai? SPPB Penerbitan SPTNP dan menerima bukti bayar kekurangan dari importir SPPB Pencocokan & memberikan catatan pengeluaran SPPB Penutupan Pos BC 1.1. Y N Unit pengawasan Penelitian LHP Y Koordinasi, jika diperlukan

117 EKSPOREKSPOR

118 Kategori Barang Ekspor 1. Barang yang diatur 2. Barang yang diawasi 3. Barang yang dilarang 4. Barang yang bebas

119 LUAR NEGERI Dokumen Perdagangan Pembayaran PE Konfirmasi Pembayaran Bank Importir Terminal Peti Kemas Eksportir P E B Persetujuan Ekspor KPBC Instansi terkait (perijinan/pengawasan, misal : karantina, dll.) Perusahaan Pelayaran / Penerbangan PDE EKSPOR Salinan Persetujuan Ekspor Persetujuan Ekspor Outward Manifest Alur Ekspor

120 1. Eksportir/ PPJK 2. Bank / Pos Persepsi 3. KPU/KPPBC (Pemuatan) PEB   SSPCP  SSPCP (Credit Advice) Respon Rekonsiliasi  BC PPB   NPE  BC 3.0 PPB / NPE   PPB+IP+NPE Realisasi   NPE, PKBE Realisasi  5. Stuffing / Periksa Phisik (Gd. Eksp, Konsolidator) 6. Gate In (KPU/KPPBC (Pemuatan) 4. KPU/KPPBC (Pemeriksaan)  Brg & Segel + NPE / PKBE Brg & KE  Outward Manifest  8. Agen Pelayaran 7. Gate In (TPS) Brg & KE  5. Konsoli dator PKBE   Nomor Daftar  BC 1.1  NPE, PKBE Realisasi  2. Penerbit Perijinan Portal INSW Bank Komunitas Pelayanan Ekspor Perijinan Ekspor

121 Bea Keluar (PE) Bea keluar dikenakan terhadap barang ekspor tertentu, meliputi:

122

123 PMK 155/PMK.04/2008 PEMBERI TAHUAN PABEAN PEMBERI TAHUAN PABEAN Pemberitahuan Pabean Dalam Rangka Pengangkutan Pemberitahuan Pabean Dalam Rangka Impor Barang Pemberitahuan Pabean Dalam Rangka Ekspor Barang Pemberitahuan Pabean Dalam Rangka Pemasukan Barang Dari TLDP ke Tempat Yg Berada Di Bawah Pengawasan DJBC Pemberitahuan Pabean Dalam Rangka Pengangkutan dan/ atau Pengiriman Barang Tertentu

124 PMK 155/PMK.04/2008 Pemberitahuan Pabean Dalam Rangka Impor Barang Pemberitahuan Pabean Dalam Rangka Ekspor Barang Pemberitahuan Pabean Dalam Rangka Pemasukan Barang Dari TLDP ke Tempat Yg Berada Di Bawah Pengawasan DJBC Pemberitahuan Pabean Dalam Rangka Pengangkutan dan/ atau Pengiriman Barang Tertentu Pemberitahuan Pabean Dalam Rangka Pengangkutan

125 JENIS-JENIS PEMBERITAHUAN PABEAN No Kode Dok.Nama Dokumen 1BC1.0Rencana/ Jadwal Kedatangan Sarana Pengangkut (RKSP/ JKSP) 2BC1.1Inward Manifest / Outward Manifest 3BC1.2Pemberitahuan Pengeluaran Barang Impor Dari KP Untuk Diangkut Ke TPS Di KP Lainnya 4BC1.3Pemberithn. Pengangkutan Barang ADP Dari Satu Tempat Ke Tempat Lain Melalui LDP 1BC 2.0Pemberitahuan Impor Barang 2BC 2.1Pemberitahuan Impor Barang Khusus 3BC 2.2Pemberithn. atas Barang Pribadi Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut (CD) 4BC 2.3Pemberitahuan Impor Barang untuk Ditimbun di Tempat Penimbunan Berikat 5BC 2.4Pemberitahuan Penyelesaian Barang asal Impor yang Mendapat KITE 6BC 2.5Pemberitahuan Impor Barang dari Tempat Penimbunan Berikat 7BC 2.6.1Pemberitahuan Pengeluaran Barang dari TPB Dengan Jaminan 8BC 2.6.2Pemberth. Pemasukan Kembali Barang yang Dikeluarkan dari TPB dengan Jaminan 9BC 2.7Pemberitahuan Pengeluaran Barang untuk Diangkut dari TPB ke TPB lainnya 1BC 3.0Pemberitahuan Ekspor Barang 2BC 3.2Pemberitahuan Pembawaan Uang Tunai ke Luar Daerah Pabean 1BC 4.0Pemberitahuan Pemasukan Barang Asal TLDDP Ke TPB 2BC 4.1Pemberitahuan Pengeluaran Kembali Barang Asal TLDDP Dari TPB

126 BC 1.0 Bentuk Formulir BC 1.0 (RKSP) Bentuk Formulir BC 1.0 (JKSP)

127 BC 1.1 Angka 1,2, dan 3 diisi: -Nama Pengangkut -NPWP Pengangkut -Alamat Pengangkut Angka 1,2, dan 3 diisi: -Nama Pengangkut -NPWP Pengangkut -Alamat Pengangkut Kelompok : Barang Impor atau ekspor (sesuai P10 jo terakhir P19 th 2006) Kelompok : Barang Impor atau ekspor (sesuai P10 jo terakhir P19 th 2006) Diisi BC Pelabuhan Asal-Bongkar: Pelabuhan asal di LDP dan pel. Bongkar di DP Contoh : Singapore – Tj Priok Pelabuhan Asal-Bongkar: Pelabuhan asal di LDP dan pel. Bongkar di DP Contoh : Singapore – Tj Priok Pelabuhan Muat- Akhir: Pelabuhan muat sebelumnya dan pel. akhir di DP Contoh : Tj Emas – Tj Priok Pelabuhan Muat- Akhir: Pelabuhan muat sebelumnya dan pel. akhir di DP Contoh : Tj Emas – Tj Priok Tgl, jam tiba/berangkat: -inward manifest = diisi tgl & jam tiba - outward manifest = diisi tgl & jam berangkat Tgl, jam tiba/berangkat: -inward manifest = diisi tgl & jam tiba - outward manifest = diisi tgl & jam berangkat Uraian Barang Bruto/volume: -min 4 digit HS Uraian Barang Bruto/volume: -min 4 digit HS Diisi pelabuhan asal, pelabuhan transit terakhir, pelabuhan bongkar, dan pelabuhan akhir Diisi pelabuhan asal, pelabuhan transit terakhir, pelabuhan bongkar, dan pelabuhan akhir

128 BC 2.0 Form BC 2.0 Setelah Perubahan ( P-44/BC/2011) Form BC 2.0 Setelah Perubahan ( P-44/BC/2011) Form BC 2.0 Sebelum Perubahan Form BC 2.0 Sebelum Perubahan PEMBERITAHUAN IMPOR BARANG (PIB) BC2.0 Kantor Pabean : Halaman 1 dari ……. N o m o r P e n g a j u a n: A. JENIS PIB 1. Biasa; 2. Berkala; 3. Penyelesaian. B. JENIS IMPOR 1. Untuk Dipakai; 2. Sementara; 3. Reimpor; 5. Pelayanan Segera; 6. Vooruitslag. C. CARA PEMBAYARAN 1. Biasa/Tunai; 2. Berkala; 3.Dengan Jaminan; 9. Lainnya. D. DATA PEMBERITAHUAN : 1.PEMASOK : Nama, Alamat, Negara F. DIISI OLEH BEA DAN CUKAI : No. & Tgl. Pendaftaran : IMPORTIR : 2. Identitas : NPWP/Paspor/KTP/Lainnya. 3. Nama, Alamat : 4. Status : 5. API/APIT : 15. Invoice: No. Tgl. 16. LC: No. Tgl. 17. BL/AWB: No. Tgl. 18. BC 1.1.: No. Tgl. Pos. Sub Pos. PEMILIK BARANG : 2a. Identitas : NPWP/Paspor/KTP/Lainnya 3a. Nama, Alamat : PPJK : 6. NPWP: 7. Nama, Alamat: 8. No. & Tgl. NP-PPJK: 19. Pemenuhan Persyaratan/Fasilitas Impor : No. Skep. Tgl. 9. Cara Pengangkutan : 20. Tempat Penimbunan: 10. Nama Sarana Pengangkut & No.Voy/Flight dan Bendera: 21. Valuta : 22. NDPBM : 11. Perkiraan Tgl.Tiba:23. FOB: 12. Pelabuhan Muat : 13. Pelabuhan Transit : 14. Pelabuhan Bongkar : 24. Freight: / DN: 26. Nilai CIF : Rp. 27. Nomor, Ukuran, dan Tipe Peti Kemas : 28. Jumlah, Jenis, dan Merek kemasan 29. Berat Kotor (Kg) 30. Berat Bersih (Kg) 31. No Pos Tarif / HS - Uraian barang secara lengkap meliputi jenis, jumlah, merek, tipe, ukuran, dan spesifikas i lainnya - Jenis fasilitas 33.Negara Asal 34. Tarif & Fasilitas -BM -PPN -PPnBM -Cukai -PPH Jumlah & Jenis satuan Barang - Berat Bersih (kg) - Jumlah & Jenis Kemasan 36. Jumlah Nilai C I F Jenis Pungutan Dibayar (Rp) Ditanggung Pemerintah (Rp) Ditangguhkan (Rp) Dibebaskan (Rp) 37.BM 38.Cuk ai 39.PPN 40.PPn BM 41.PPh 42.TO TAL E. Dengan ini saya menyatakan bertanggung jawab atas kebenaran Hal-hal yang diberitahukan dalam dokumen ini. …………………., Tgl…………..-20….. Importir / PPJK ( …………………………. ) G. UNTUK PEMBAYARAN / JAMINAN a. Pembayaran 1.Bank; 2.Pos; 3.Kantor Pabean. b. Jaminan 1.Tunai; 2.Bank Garansi; 3.Customs Bond 4.Lainnya NomorTgl. Pembayaran Jaminan Pejabat PenerimaNama/Stempel Instansi ( ………………. ) Rangkap ke-1 / 2 / 3/ 4 untuk Importir/Kantor Pabean/ BPS / BI IDENTOR

129 BC 3.0 Form BC 3.0

130 SPPB FORM SPPB

131 SSPCP FORM SSPCP Pengisian NPWP untuk PPN Impor, PPnBM Impor, dan PPh Pasal 22 Impor, diisikan NPWP wajib bayar, yaitu NPWP importir atau NPWP pemilik barang, sesuai dengan lokasi pembayaran penerimaan pajak tersebut. Dalam hal wajib bayar bukan merupakan importir maka nomor identitas NPWP diisi dengan nomor identitas NPWP pemilik barang di dalam Daerah Pabean, yang menyuruh importir mengimpor barang “untuk dan atas kepentingannya”. Pengisian NPWP untuk PPN Impor, PPnBM Impor, dan PPh Pasal 22 Impor, diisikan NPWP wajib bayar, yaitu NPWP importir atau NPWP pemilik barang, sesuai dengan lokasi pembayaran penerimaan pajak tersebut. Dalam hal wajib bayar bukan merupakan importir maka nomor identitas NPWP diisi dengan nomor identitas NPWP pemilik barang di dalam Daerah Pabean, yang menyuruh importir mengimpor barang “untuk dan atas kepentingannya”. PETUNJUK PENGISIAN JIKA ADA IDENTOR

132 Target – 15 % penduduk berpendidikan sarjana keatas Tenaga kerja sudah 10 % berpendidikan sarjana keatas Standard pendapatan masyarakat $ % masyarakat hidup di perkotaan ( urban) 120 juta orang pekerja trampil aktif Jumlah penduduk sudah mencapai 280 – 300 juta orang

133 END OF SLIDES THANK YOU Kresnayana Yahya Blog: 133Enciety Business Consult

134 TERIMA KASIH


Download ppt "Perdagangan Indonesia. Perdagangan Eksport – Import Jatim 2012 Kresnayana Yahya Blog:"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google