Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tri Dewanti W. Jaya Mahar Fajar. Ke Pokok BahasanDosen 1.Pendahuluan Konsep Dasar Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan TDW 2.Masalah Perilaku dan Budaya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tri Dewanti W. Jaya Mahar Fajar. Ke Pokok BahasanDosen 1.Pendahuluan Konsep Dasar Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan TDW 2.Masalah Perilaku dan Budaya."— Transcript presentasi:

1 Tri Dewanti W. Jaya Mahar Fajar

2 Ke Pokok BahasanDosen 1.Pendahuluan Konsep Dasar Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan TDW 2.Masalah Perilaku dan Budaya dalam Kaitannya dengan Gizi Pangan TDW 3.Program Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan di Indonesia - Tujuan dan sasaran program - Kebijakan program - Kegiatan pokok program TDW 4.Sistem Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan Fajar 5 Metode Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan Fajar

3 Ke Pokok BahasanDosen 6.Proposal Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan - Analisis kebutuhan, sasaran, tujuan, metode dan strategi penyuluhan dan konsultasi gizi pangan - Penyusunan rencana proposal penyuluhan dan konsultasi gizi pangan Fajar 7.Materi dan Media Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan - Materi penyuluhan dan konsultasi gizi pangan - Media penyuluhan dan konsultasi gizi pangan - Penilaian materi dan media penyuluhan dan konsultasi gizi pangan Fajar

4 Ke Pokok BahasanDosen 8.UTS 9 dan 10 Penyusunan, Presentasi dan Evaluasi Proposal Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan - Penyusunan proposal penyuluhan dan konsultasi gizi pangan - Presentasi proposal penyuluhan dan konsultasi gizi pangan - Evaluasi proposal penyuluhan dan konsultasi gizi pangan JMM

5 Ke Pokok BahasanDosen 12 dan 14 Pelaksanaan Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan di Masyarakat -Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan di Posyandu -Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan di Sekolah / Madrasah -Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan di Kelompok Masyarakat JMM 15 dan 16 Evaluasi Penyuluhan dan Konsultasi Gizi PanganTDW JMM

6 Evaluasi Penilaian  Ujian tulis hanya UTS  Bobot Penilaian :  UTS : 30 %  Praktek Penyuluhan dan Konsultasi : 30 % Laporan : 20 % Presentasi : 20 %  Praktek Penyuluhan dilakukan di lapang (Pos Yandu, PKK, SD/ MI atau SMP/SMA)

7 P ENGERTIAN P ENYULUHAN Penyuluhan mrpk upaya perubahan perilaku manusia yang dilakukan melalui pendekatan edukatif Pendekatan edukatif diartikan sebagai rangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematik, terencana, terarah dengan serta aktif individu maupun kelompok masyarakat, untuk memecahkan masalah masyarakat dengan faktor sosial, ekonomi, budaya setempat

8 Penyuluhan Kesehatan Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan. Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan, dimana individu, keluarga, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan melakukan apa yang bisa dilakukan, secara perseorangan maupun secara kelompok dan meminta pertolongan

9 Konsultasi Gizi Konsultasi gizi merupakan serangkaian proses belajar untuk mengembangkan pengertian dan sikap positif terhadap makanan agar penderita dapat membentuk dan memiliki kebiasaan makan yang baik dalam hidup sehari- hari ( PGRS, 1991). Konsultasi gizi merupakan suatu proses dalam membantu seseorang mengerti tentang keadaan dirinya, lingkungannya dan hubungan dengan keluarganya dalam membangun kebiasaan yang baik termasuk makan sehingga menjadi sehat dan produktif.

10 Tujuan Penyuluhan Gizi : 1.Terbentuknya sikap positif terhadap gizi 2.Terbentuknya pengetahuan tentang gizi 3.Adanya motivasi untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal-hal yang berkaitan dengan gizi 4.Terjadinya perubahan perilaku yang lebih baik

11 Sasaran penyuluhan Sasaran penyuluhan mencakup :  - individu, - keluarga, - kelompok dan - masyarakat. Penyuluhan kesehatan pada individu dapat dilakukan di rumah sakit, klinik, puskesmas, posyandu, keluarga binaan dan masyarakat binaan. Penyuluhan kesehatan pada keluarga diutamakan pada keluarga resiko tinggi, seperti keluarga yang menderita penyakit menular, keluarga dengan sosial ekonomi rendah, keluarga dengan keadaan gizi yang buruk, keluarga dengan sanitasi lingkungan yang buruk dan sebagainya.

12 Penyuluhan pada sasaran kelompok dapat dilakukan pada : - kelompok ibu hamil, - kelompok ibu yang mempunyai anak balita, - kelompok masyarakat yang rawan terhadap masalah kesehatan seperti kelompok lansia - kelompok anak sekolah - pekerja dalam perusahaan dan lain-lain. Penyuluhan pada sasaran masyarakat dapat dilakukan pada : - masyarakat binaan puskesmas, - masyarakat nelayan, - masyarakat pedesaan, - masyarakat yang terkena wabah dan lain-lain

13 Materi/pesan  Materi atau pesan yang disampaikan kepada sasaran hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan dari individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, sehingga materi yang disampaikan dapat dirasakan langsung manfaatnya.  Materi yang disampaikan sebaiknya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, tidak terlalu sulit untuk dimengerti oleh sasaran, dalam penyampaian  materi sebaiknya menggunakan metode dan media untuk mempermudah pemahaman dan untuk menarik perhatian sasaran

14 Langkah-Langkah Persiapan Penyuluhan Gizi a. Mengenal masalah 1. Mengenal program yang akan akan ditunjang dengan penyuluhan. 2. Mengenal masalah yang akan ditanggulangi. 3. Dasar pertimbangan untuk menentukan masalah. 4. Pelajari masalah tersebut : pengertian, sikap, dan perilaku. b. Mengenal masyarakat 1. Jumlah penduduk khususnya golongan rawan. 2. Sosial dan ekonomi masyarakat. 3. Pola konsumsi di masyarakat. 1. Mengenal masalah, masyarakat, dan wilayah

15 4. Sumber daya. 5. Pengalaman masyarakat terhadap program. 6. Pengalaman masyarakat di masa lalu. c. Mengenal wilayah 1.Lokasi : memperhatikan terpencil, penggunungan atau datar, jalur transportasi. 2.Sifatnya : memperhatikan kapan musim hujan dan kemarau, daerah kering atau cukup air, banjir, daerah perbatasan. 2. Menentukan prioritas  Setelah mengenal masalah, masyarakat, dan wilayah adalah penentuan tema sebagai dasar acuan penyuluhan.

16 Kemampuan seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda, demikian juga tahap perkembangan mental, keadaan lingkungan dan kesempatannya berbeda-beda sehingga diperlukan penentuan prioritas untuk menjadi acuan penjelasan. 3. Menentukan tujuan Tujuan penyuluhan sebaiknya meliputi : a. Jangka pendek : diharapkan terciptanya pengertian, sikap, norma. b. Jangka menengah : perilaku sehat c. Jangka panjang : status kesehatan yang optimal

17 4. Menentukan sasaran Yang harus diperhatikan penyuluh dari segi sasaran antara lain : a.Tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap sasaran Penyuluh harus mengetahui dalam tingkat mana sebagian besar dari sasaran itu berada. Setelah itu harus menghubungkannya dengan tujuan yang akan dicapai. Hal ini penting untuk dapat menentukan metode mana yang paling tepat.

18 b.Sosial budaya Penyuluh harus mengetahui adat kebiasaan sasaran, norma-norma yang berlaku dan status kepemimpinan yang ada. Hal ini penting bukan saja dalam pemilihan metode penyuluhan tetapi juga dalam menentukan teknik-teknik penyuluhannya. c. Banyaknya sasaran yang hendak dicapai oleh seorang penyuluh pada suatu waktu tertentu akan menentukan metode penyuluhan yang akan dicapai.

19 Metode a.Metode Ceramah adalah suatu cara dalam menerangkan dan menjelaskan suatu ide, pengertian atau pesan secara lisan kepada sekelompok sasaran sehingga memperoleh informasi tentang kesehatan. b.Metode Diskusi Kelompok Adalah pembicaraan yang direncanakan dan telah dipersiapkan tentang suatu topik pembicaraan diantara 5 – 20 peserta (sasaran) dengan seorang pemimpin diskusi yang telah ditunjuk

20 c. Metode Curah Pendapat adalah suatu bentuk pemecahan masalah di mana setiap anggota mengusulkan semua kemungkinan pemecahan masalah yang terpikirkan oleh peserta, dan evaluasi atas pendapat tadi dilakukan kemudian. d.Metode Panel adalah pembicaraan yang telah direncanakan di depan pengunjung atau peserta tentang sebuah topik, diperlukan 3 orang atau lebih panelis dengan seorang pemimpin. e.Metode Bermain peran adalah memerankan sebuah situasi dalam kehidupan manusia dengan tanpa diadakan latihan, dilakukan oleh dua orang atu lebih untuk dipakai sebagai bahan pemikiran oleh kelompok.

21 f. Metode Demonstrasi adalah suatu cara untuk menunjukkan pengertian, ide dan prosedur tentang sesuatu hal yang telah dipersiapkan dengan teliti untuk memperlihatkan bagaimana cara melaksanakan suatu tindakan, adegan dengan menggunakan alat peraga. Metode ini digunakan terhadap kelompok yang tidak terlalu besar jumlahnya. g. Metode Simposium adalah serangkaian ceramah yang diberikan oleh 2 sampai 5 orang dengan topik yang berlebihan tetapi saling berhubungan erat

22 h. Metode Seminar adalah suatu cara di mana sekelompok orang berkumpul untuk membahas suatu masalah dibawah bimbingan seorang ahli yang menguasai bidangnya.

23 Konsultasi Gizi  Maksud pemberian konsultasi gizi adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang penyakit, meningkatkan pengetahuan penderita dan keluarga tentang asupan gizi yang diperlukan untuk mempercepat penyembuhan penyakit yang diderita.  Konsultasi Gizi juga dimaksudkan untuk meningkatkan status gizi penderita melalui bimbingan penyusunan menu makanan dan melakukan evaluasi terhadap peningkatan status gizi melalui pemantauan kenaikan berat badan.

24  Langkah-langkah Persiapan Konsultasi 1. Membangun dasar-dasar konsultasi  Pada umumnya klien datang ke pelayanan konseling gizi karena membutuhkan dukungan gizi untuk upaya penyembuhan penyakitnya.  Gunakan ketrampilan komunikasi, sambutlah klien dengan baik dan ramah, berdiri serta berikan salam kepada klien.  Persilahkan klien untuk duduk dan buat klien merasa nyaman.

25  Beri waktu klien untuk menceritakan identitiasnya, catat bila belum ada dalam status (nama, umur, alamat, pekerjaan, dll) serta jangan lupa, perkenalkan nama anda sebagai konselor.  Ciptakan hubungan yang positif, berdasarkan rasa percaya, keterbukaan dan kejujuran berekspresi, konselor harus menunjukkan dirinya dapat dipercaya dan kompeten dalam memberikan konseling gizi.  Setelah tercipta hubungan yang baik antara konselor dan klien, maka konselor harus menjelaskan tujuan dari konseling gizi yang akan diberikan.

26 2. Menggali Permasalahan  Konsultasi gizi merupakan suatu proses yang didalamnya terdapat kegiatan pengumpulan, verifikasi, dan interpretasi data yang sistematis dalam upaya mengidentifikasi masalah gizi dan penyebabnya.  Dalam kegiatan ini bukan hanya melakukan pengumpulan data awal tetapi juga bisa melakukan pengkajian data ulang serta menganalisis intervensi gizi yang telah diberikan sebelumnya.

27  Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan informasi atau data yang lengkap dan sesuai dalam upaya mengidentifikasi masalah gizi yang terkait dengan masalah asupan energi dan zat gizi atau faktor lain yang dapat menimbulkan masalah gizi.  Data yang harus dikumpulkan untuk kemudian dikaji meliputi data antropometri, data biokimia, data klinis dan fisik, data riwayat makan serta data riwayat personal.  Data yang diperoleh selanjutnya dibandingkan dengan standar baku / nilai normal, sehingga dapat dikaji dan diidentifikasi seberapa besar masalahnya.  Kegiatan ini merupakan landasan dasar untuk dapat memberikan konsultasi gizi yang optimal kepada klien. Oleh karena itu data-data yang dikumpulkan untuk dilakukan pengkajian sampai ditemukan adanya permasalahan harus benar-benar tepat.

28  Sumber data dapat diperoleh dari rujukan oleh tenaga kesehatan, melakukan pengukuran dan wawancara langsung dengan klien, hasil rekam medis, serta data administratif.  Data riwayat makan dan riwayat personal diperoleh langsung melalui wawancara dengan klien.  Untuk itu seorang konselor perlu memahami cara bertanya yang tepat, dengan menggunakan ketrampilan konseling mendengar dan mempelajari diharapkan informasi yang diperoleh akan akurat atau mendekati informasi yang sesungguhnya.

29  tidak melulu mengurusi soal makanan, diet, dan penyakit saja  Seorang Ahli Gizi memiliki 3 peran, yakni : 1.sebagai dietisien, 2.sebagai konselor gizi, dan 3.sebagai penyuluh gizi. Peran Ahli Gizi

30 Dietisien : adalah seseorang yang memiliki pendidikan gizi, khususnya dietetik, yang bekerja untuk menerapkan prinsip-prinsip gizi dalam pemberian makan kepada individu atau kelompok, merencanakan menu, dan diet khusus, serta mengawasi penyelenggaraan dan penyajian makanan konselor gizi : adalah ahli gizi yang bekerja untuk membantu orang lain (klien) mengenali, mengatasi masalah gizi yang dihadapi, dan mendorong klien untuk mencari dan memilih cara pemecahan masalah gizi secara mudah sehingga dapat dilaksanakan oleh klien secara efektif dan efisien. Konseling biasanya dilakukan lebih privat, berupa komunikasi dua arah antara konselor dan klien yang bertujuan untuk memberikan terapi diet yang sesuai dengan kondisi pasien dalam upaya perubahan sikap dan perilaku terhadap makanan

31 Penyuluh Gizi : Yakni seseorang yang memberikan penyuluhan gizi yang merupakan suatu upaya menjelaskan, menggunakan, memilih, dan mengolah bahan makanan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku perorangan atau masyarakat dalam mengonsumsi makanan sehingga meningkatkan kesehatan dan gizinya Ahli Gizi atau seseorang yang sudah mendapat pendidikan gizi dan tidak bisa digantikan oleh profesi kesehatan manapun, karena ketiga peran itu saling berkaitan satu sama lain, tidak dapat dipisahkan.

32 Ahli Gizi juga wajib menguasai tentang penyakit- penyakit yang berkaitan dengan gizi, seperti penyakit-penyakit degeneratif, penyakit-penyakit akibat malnutrisi, dan penyakit-penyakit infeksi untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat. Hal-hal yang dapat diinformasikan antara lain dimulai dari pengertian dan penjelasan singkat mengenai penyakit tersebut, kemudian apa saja tanda dan gejalanya, apa penyebabnya, bagaimana cara mengatasi, mengobati, dan mencegahnya, serta apa saja makanan dan minuman yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan.


Download ppt "Tri Dewanti W. Jaya Mahar Fajar. Ke Pokok BahasanDosen 1.Pendahuluan Konsep Dasar Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan TDW 2.Masalah Perilaku dan Budaya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google