Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TUGAS BAHASA INDONESIA “Proses Menjadi Warga yang Baik”

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TUGAS BAHASA INDONESIA “Proses Menjadi Warga yang Baik”"— Transcript presentasi:

1 TUGAS BAHASA INDONESIA “Proses Menjadi Warga yang Baik”
Tugas 3, 4, 5 kegiatan 2 Kelompok Sanusi Pane Anggota : Bryan Mahala Saputra (10) Destya Nadiana (11) Handaya Cahya Prayitno (12)

2 SANUSI PANE Sanusi Pane lahir pada tanggal 14 November 1905 di Muara Sipongi, Sumatera Utara. Sanusi Pane adalah seorang sastrawan Indonesia angkatan Pujangga Baru yang karya-karyanya banyak diterbitkan antara an sampai dengan 1940-an. Semasa mudanya, Sanusi Pane menempuh pendidikan formal di HIS dan ELS di Padang Sidempuan., Sumatera Utara. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikannya di MULO di Padang dan Jakarta yang diselesaikan pada tahun Ia lalu melanjutkan ke kweekshool (sekolah guru) di Gunung Sahari, yang selesai pada tahun 1925.

3 Antara tahun , ia berkesempatan mengunjungi India yang membawa pengaruh besar terhadap pandangan kesusastraannya. Sekembalinya dari India, Sanusi Pane menjadi redaksi majalah “Timbul” yang berbahasa Belanda. Ia mulai menulis berbagai karangan kesusastraan, filsafat dan politik. Tahun 1936 Sanusi Pane memimpin surat kabar Tionghoa-Melayu “Kebangunan” di jakarta. Tahun 1941 ia menjadi redaktur Balai Pustaka. Sanusi Pane cukup produktif dalam menghaslkan kara kesusastraan, diantaranya sebagai berikut: Pancaran Cinta (1926), Prosa Berirama (1926), Puspa Mega (1927), Kumpulan Sajak (1927), Airlangga (1928), Eenzame Garoedavlucht (1929), dan lan-lain. Sanusi Pane meninggal pada tanggal 2 januari 1968 di Jakarta pada usia 62 tahun.

4 Tema : Proses Menjadi Warga yang Baik
Materi tugas : Tugas 3 Membuat Teks Prosedur “Pengurusan KTP” Tugas 4 Menyusun Kembali Urutan Kalimat dalam Teks Prosedur Tugas 5 Memahami Prosedur Membaca Puisi

5 Tugas 3 Membuat Teks Prosedur “Pengurusan KTP”
Nama : Bryan Mahala Saputra Kelas : X-MIA7 No. absen : 10

6 Tugas 3 Membuat Teks Prosedur “Pengurusan KTP”
Sebagai warga yang baik, bagi yang sudah memenuhi syarat, hendaknya melipunyai KTP. Sebelum kalian diminta untuk membuat teks prosedur untuk mengurus KTP, bacalah berapa informasi tentang pengurusan KTP berikut ini! Proses Pengurusan KTP-Elektronik

7 Syarat-syarat: Berusia 17 tahun Menunjukkan surat pengantar dari RT Mengisi Formulir F1.01 yang ditandatangani oleh RT Fotocopy kartu keluarga (KK) Proses: Ambil nomor antrean, tunngu pemanggilan nomor antrean, menuju ke loket yang ditentukan, masukkan data dan foto, pembuatan e-KTP selesai, KTP diambil dua minggu kemudian.

8 Proses Pengurusan KTP-Elektronik
Proses pengurusan KTP elektronik kurang lebih sama dengan pengurusan SIM. Dengan demikian, proses itu dapat diungkap kedalam teks prosedur. Dengan informasi yang diberikan di atas, buatlah prosedur yang lengkap. Kerjakan bersama-sama teman kalian. Proses Pengurusan KTP-Elektronik Untuk mengetahui langkah-langkah pengurusan KTP Elektronik, dapat dilakukan sebagai berikut. Pertama, ambil nomor antrean Lalu tunggulah sampai nomor antrean anda dipanggil Setelah itu, pergilah menuju loket yang ditentukan Kemudian, masukkan data dan foto anda Setelah selesai pengurusan, E-KTP dapat diambil 2 minggu kemudian

9 Terapkan semua kaidah yang menjadi ciri teks prosedur kompleks
Terapkan semua kaidah yang menjadi ciri teks prosedur kompleks! Untuk itu, usahakan teks yang kalian buat itu berstruktur teks yang baik dan unsur-unsur kebahasaan yang mendukung langkah-langkah yang harus ditempuh. Ciri teks prosedur kompleks: Berkonjungsi Berpola imperatif (Kalimat perintah) Menggunakan kata kerja Menggunakan kata keterangan Menurut kelompok kami, teks prosedur yang kami buat diatas sudah memenuhi ciri teks prosedur kompleks.

10 Tugas 4 Menyusun Kembali Urutan Kalimat dalam Teks Prosedur
Nama : Destya Nadiana Kelas : X-MIA7 No. absen : 11

11 Tugas 4 Menyusun Kembali Urutan Kalimat dalam Teks Prosedur
Ikutilah petunjuk yang diberikan pada setiap nomor! Kalimat-kalimat pada teks yang berjudul “Cara Membuat Botol Kaca” berikut ini masih tersusun secara acak. Kalian diminta untuk menata kalimat-kalimat tersebut dengan memberikan nomor urut pada setiap kalimat sehingga membentuk teks prosedur yang baik. Nomor (1) sudah dikerjakan untuk kalian sebagai contoh. Kalian harus ingat bahwa teks prosedur disusun dengan struktur teks tujuan^langkah-langkah. Tujuan teks prosedur yang kalian hadapi ini adalah judulya itu sendiri, yaitu “Cara Membut Botol Kaca”. Adapun langkah-langkahnya adalah urutan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk memudahkan kerja kalian dalam mengurutkan kalimat-kalimat itu, perhatikanlah penanda wacana, seperti pertama, lalu setelah itu, kemudian, dan akhirnya,

12 Cara Membuat Botol Kaca
Urutan Kalimat 6 4 8 7 2 1 3 5 Setelah itu, campuran adonan itu dibentuk menjadi botol dengan menggunakan cetakan. Kadang-kadang pecahan-pecahan kaca ditambahkan. Akhirnya botol-botol kaca itu siap untuk digunakan. Selanjutnya, untuk memperkuat kaca botol-botol tersebut, botol-botol itu dipanaskan kembali, lalu didinginkan. Pertama,ketiga bahan tersebut dicapur secara proporsional. Kaca untuk botol dibuat dari pasir, batu gamping, dan abu soda dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut. Kemudian, campuran itu dipanaskan dalam tungku pada suhu yang sangat tinggi. Lalu, adonan kaca diproduksi.

13 Cara Membuat Botol Kaca
Kaca untuk botol dibuat dari pasir, batu gamping, dan abu soda dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut. Pertama,ketiga bahan tersebut dicapur secara proporsional. Kemudian, campuran itu dipanaskan dalam tungku pada suhu yang sangat tinggi. Kadang-kadang pecahan-pecahan kaca ditambahkan. Lalu, adonan kaca diproduksi. Setelah itu, campuran adonan itu dibentuk menjadi botol dengan menggunakan cetakan. Selanjutnya, untuk memperkuat kaca botol-botol tersebut, botol-botol itu dipanaskan kembali, lalu didinginkan. Akhirnya botol-botol kaca itu siap untuk digunakan.

14 Cocokkan hasil pekerjaan kalian dengan milik teman-teman kalian
Cocokkan hasil pekerjaan kalian dengan milik teman-teman kalian. Sudah ditunjukkan diatas bahwa kalimat pertama pada teks prosedur yang kalian bangun itu adalah “Kaca untuk botol dibuat dari pasir, batu gamping, dan abu soda dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut”. setelah itu, kalimat yang mengikutinya adalah kalimat yang menunjukkan urutan pertama, yaitu kalimat yang mengandung penanda wacana pertama. Kalian dapat menduga bahwa kalimat yang mngandung wacana akhirnya pasti merupakan kalimat yang terakhir, yang menunjukkan bahwa tujuan yang dimaksud sudah tercapai. Dengan demikian, masih terdapat lima kalimat yang perlu ditata diantara kalimat-kalimat yang diletakkan pada awal dan pada akhir tersebut. 3) Selain dari penanda wacana, untuk mengui kebenaran urutan kalimat yang kalian buat, kalian dapat memperhatikan kata-kata penunjuk, seperti berikut ini, itu, dan tersebut. Kecuali itu semua, kalian juga dapat memperhatikan hubungan kata yang satu dengan kata-kata yang lain serta kata-kata yang disebutkan berulang-ulang.

15 Gunakan teks prosedur tersebut untuk membuat teks prosedur yang lain dengan mengganti tujuanyang akan dicapai dan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya, cara membuat roti panggang, cara membuat kopi tubruk, atau cara memasak nasi goreng. Untuk mengerjakan tugas nomor (4) di atas, kalian lebih baik bekerja sama tiga sampai lima orang. Satu kelompok hanya membuat satu teks. Kemudian, hasil kerja kelompok kalian dapat dibandingkan dengan hasil kelompok kerja lain.

16 Cara membuat mie instan
Berikut ini adalah cara membuat mie instan Pertama rebus air secukupnya dalam panci Lalu, masukkan mie instan kedalam air rebusan Kemudian, tunggu hingga mie matang Sambil menunggu siapkan bumbu mie instan pada piring/mangkuk Apabila mie sudah matang, campurkan mie dengan bumbu yang sudah disiapkan dalam piring/mangkuk Aduk hingga bumbu merata Akhirnya mie instan siap disajikan

17 Tugas 5 Memahami Prosedur Membaca Puisi
Nama : Handaya Cahya Prayitno Kelas : X-MIA7 No. absen : 12

18 Tugas 5 Memahami Prosedur Membaca Puisi
Tugas yang kalian hadapi disini agak berbeda dengan tugas-tugas sebelumnya meskipun masih berkaitan dengan prosedur. Kalian akan diajak untuk menerapkan prinsip-prinsip membaca ekspresif pada saat membaca puisi. Untuk itu,ikutilah petunjuk yang diberikan pada setiap nomor. Tahukah kalian cara membaca puisi? Puisi dapat dibaca dalam hati atau dengan suara keras. Berikut ini kalian akan diajak untuk membaca puisi dengan suara keras dan dengan menerapkan teknik yang baik. Puisi yang dipilih untuk kalian berjudul “Aku”, karya Chairil Anwar. Ia adalah sastrawan angkatan 1945, yang lahir di Medan pada tahun Untuk itu, bacalah puisitersebut dengn saksama sebelum kalian diajak mempelajari teknik yang benar itu. Cobalah untuk memahami puisi tersebut.

19 Aku Kalau sampai watuku Ku tak mau seorang kan merayu Tidak juga kau
Karya: Chairil Anwar Kalau sampai watuku Ku tak mau seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang-menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku lebih tidak akan peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

20 Sebelum kalian menerapkan teknik yang baik, kalian perlu mengetahui terlebih dahulu beberapa prinsip yang harus dipertimbangkan pada saat kalian membaca puisi dengan keras. Prinsip-prinsip itu adalah volume suara, artikulasi suara, intonsi, gerak tubuh, mimik, dan pandangan mata. Volume suara adalah derajat keras atau lemahnya suara pada saat kalian membaca puisi yang dimaksud. Artiulasi suara adalah pengucapan kata demi kata dengan benar serta dengan suara yang jelas dan pilah. Intonasi adalah lagu membaca puisi yang meliputi penggalan kata dan tinggi atau rendahnya suara pada saat kalian membaca baris demi baris puisi. Gerak tubuh meliputi gerak seluruh anggota tubuh: kaki, tangan, badan, dan kepala sesuai dengan isi puisi yang dibaca.

21 e. Mimik adalah ekspresi atau perubahan wajah sesuai dengan karakteristik dan suasana (misalnya, sedih, semangat, atau gembira) yang digambarkan pada puisi yang dibaca. Pandangan mata adalah arah mata memandang; seharunya pandangan mata ditujukan ke segala penjuru tempat penonton berada. Diskusikanlah prinsip-prinsip tersebut dengan teman-teman kalian. Setelah itu, praktikkanlah untuk membaca puisi yang berjudul “Aku”. 2) Semua prinsip itu berguna untuk membaca puisi secara ekspresif. Tahukah kalian yang dimaksud dengan membaca ekspresif? Istilah ekspresif diperoleh dari fungsi bahasa secara umum. Sebelum pengertian membaca ekspresif disampaikan, cermatilah terlebih dahulu keterangan berikut ini.

22 Bahasa mempunyai empat fungsi utama, yaitu fungsi ekspresif, fungsi deskriptif, fungsi sosial, dan fungsi tekstual. Fungsi ekspresif berkenaan dengan penggunaan bahasa untuk menampilkan hal-hal yang terkait dengan diri pembicaraan atau penulis, seperti perasaan, pikiran, pilihan, prasangka, dan pengalamannya. Fungsi deskriptif berkaitan dngan penggunaan bahasa untuk menyampaikan informasi faktual. Fungsi deskriptif disebut juga fungsi ideasional. Fungsi sosial dimaksudkan sebagai penggunaan bahasa sebagai alat untuk menjalin dan memapankan hubungan sosial diantara pengguna bahasa. Fungsi sosial juga disebut dengan fungsi interpersonal. Fungsi tekstual adalah fungsi bahasa yang terkait dengan cara penciptaan teks, baik lisan maupun tulis yang runtut dan sesuai dengan konteks.

23 Fungsi ekspresif berimpitan dengan fungsi tekstual dalam hal bahwa untuk mengungkapkan diri pembicara atau penulis , baik media tulis maupun lisan dapat digunakan. Lalu apa yang dimaksud dengan membaca ekspreif? Membaca ekpresif adalah membaca dengan mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pegalaman penulis. Umumnya, kegiatan membaca ekspresif dilakukakan dengan suara yang keras dengan gaya atau penampilan sesuai dengan isi materi yang dibaca. Dengan demikian, membaca ekspresif dapat dikatakan sebagai membaca penuh penghayatan. Mengingat kegiatan membaca ekspresif dilakukan dengan suara keras, kegiatan membaca seperti in sejalan dengan membaca teks lisan, yang berlawanan dengan membaca teks dalam hati. 3) Dengan keterangan itu, kalian dapat menggarisbawahi bahwa membaca ekspresif sangat cocok diterapkan dalam membaca puisi. Oleh karena itu, sekarang bacalah puisi yang berjudul “Aku” tersebut secara ekspresif dan dengan penghayatan yang sedalam-dalamnya.

24 Aku Kalau sampai watuku Ku tak mau seorang kan merayu Tidak juga kau
Karya: Chairil Anwar Kalau sampai watuku Ku tak mau seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang-menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku lebih tidak akan peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi

25 Bagaimana perasaan kalian setelah membaca kembali puisi tersebut
Bagaimana perasaan kalian setelah membaca kembali puisi tersebut? Siapakah yang dimaksud dengan “Aku” pada puisi itu? Apakah kalian merasa bahwa “aku” adalah kalian sendiri? Mengapa si “Aku” berani menantang “Peluru”? Mengapa pula si “aku” ingin “Hidup seribu tahun lagi”? Jawab: Lebih mendalami alur puisi tersebut. Yang dimaksut aku adalah diri kita sendiri. Iya dapat dilihat dari penjabaranya. Yang dimaksutkan dengan peluru tersebut adalah rintangan hidup, karena dalam setiap kehidupan kita harus berani menantang rintangan.

26 Teknik Membaca Puisi di Atas Pentas
Membca puisi ekspresif sering dilakukan di depa kelas atau didepan penonton di atas pentas. Jika demikian halnya, diperlukanlah teknik membaca puisi yang benar. Dapat dikatakan bahwateknik itu merupakan prosedur yang mengandung beberapa langkah. Akan tetapi, lagkah-langkah itu tidak harus ditempuh secara urut karena langkah-langkah itu tidak saling menentukan.Seperti yang akan kalian ekplorasi lebih jauh lagi pada pelajaran 6, prosedur seperti ini disebut protokol. Untuk itu, cermatilah teknik membaca puisi diatas pentas berikut ini. Teknik Membaca Puisi di Atas Pentas Yakinlah bahwa kalian telah mengenakan pakaian dengan rapi atau mengenakan pakaian sesuai dengan isi puisi yang akan kalian baca. Berdirilah dengan tegak dan tenang di atas pentas sebelum kalian memulai membaca.

27 Kuasailah pentas dan penonton dengan mengarahkan pandangan ke segala penjuru sambil memberikan penghormatan kepada mereka dengan cara menganggukkan kepala. Hayatilah puisi yang akan kalian baca dengan memahami isi da pesannya. Bacalah puisi tersebut dengan artikulasi suara yang jelas, dengan volume suara yang dapat menjangkau semua penonton, dan dengan intonasi yang bagus. Aturlah napas dengan baik dengan menyesuaikan penggalan-penggalan kata, baris, dan bait puisi tersebut. Pusatkan perhatian kepada puisi yang dibacadengan mengendalikan diri tanpa terpengaruh oleh penoton.

28 Setelah kalian memhami teknik membaca puisi di atas, praktikkanlah teknik itu untuk membaca pisi yang berjudul “Aku” tersebut di depan kelas. Anggaplah bahwa posisi di depan kelas itu sebagai pentas. Kalian dapat membaca dengn teknik tersebut secara bergantian satu demi satu dan teman-teman kalian yang lain dapat memberikan komentar atau penilaian. Dari komentar dan penilaian teman-teman kalian itu,kalian mungkin merasa bahwa butir-butir pada tenik membaca puisi di atas perlu ditambahkan dan mengapa demikian. Jawab: Biasakanlah dengan sikapa yang tenang dan wajar ketika meninggalkan pentas dan tidak usah tergesa gesa Dari penambahan butir pada nomor 7 di atas, kalian memahami bahwa prosedur teknik membaca puisi itu bukan prosedur yang ketat yang setiap langkahnya harus ditempuh secara urut. Kalian mungkin juga berpendapat bahwa puisi dengan isi dan pesan yang berbeda menuntut teknik membaca yang berbeda pula. Diskusikanlah apakah teman-teman kalian juga berpendapat demikian? Jawab: Menurut kelompok kami memang demikian karena prosedur diatas jika tidak dilakukan berurutan tidak menimbulkan efek negativ

29 9) Mengingat teknik membaca puisi itu dapat diubah-ubah, buatlah teks prosedur yang bersifat protokol tentang hal yang sama menurut pendapat kalian sendiri. Bandingkanlah hailnya dengan pekerjaan teman-teman kalian. Setelah itu, perbaiki lagi apabila dipandang perlu!

30 Teknik pembacaan puisi di atas pentas 1
Teknik pembacaan puisi di atas pentas 1. Yakinlah bahwa anda telah siap untuk pentas serta berpakaian yang cocok dengan puisi yang anda bawakan 2. Setelah memasuki panggung berdirilah dengan tenang lalu berikan salam pada juri dan penonton. 3. Sesudah memberikan salam cobalah untuk menguasai panggung tanpa ada rasa malu atau canggung 4. pada saat membaca puisi diharapkan anda mendalami arti pada puisi tersebut 5. Bacalah puisi tersebut dengan tenang tanpa terburu-buru, volume yang bisa didengar ,pelafalan yang jelas dan pengaturan pernafasan sesuai penggalan kata, bait maupun baris puisi 6. Fokuslah pada puisi yang anda bawakan dan jangan sampai terganggu oleh penonton 7. Pada saat akan meninggalkan panggung beri salam setelah itu meninggalkan panggung dengan tenang

31 Kesimpulan Ciri-ciri teks prosedur adalah sebagai berikut:
Berkonjungsi Berpola imperatif (Kalimat perintah) Menggunakan kata kerja Menggunakan kata keterangan Dalam membuat prosedur ada yang bersifat mengikat dan ada yang tidak terlalu mengikat. Bahasa mempunyai empat fungsi utama, yaitu fungsi ekspresif, fungsi deskriptif, fungsi sosial, dan fungsi tekstual. Membaca ekpresif adalah membaca dengan mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pegalaman penulis. Contohnya adalah membaca puisi. Prinsip-prinsip yang harus diperimbangkan pada saat membaca puisi adalah volume suara, artikulasi suara, intonsi, gerak tubuh, mimik, dan pandangan mata.

32 Refleksi Dalam mengerjakan tugas ini, kami menemui beberapa kesulitan, seperti mengurutkan teks prosedur karena ada beberapa kalimat yang agak membingungkan. Selain itu, kami juga kurang mengerti dengan maksud dari puisi “Aku” karya Chairil Anwar. Namun, dengan adanya tugas ini kami menjadi lebih mengerti mengenai ciri-ciri teks prosedur, fungsi utama bahasa, membaca ekspresif, dan prinsip-prinsip yang harus dipertimbangkan dalam membaca puisi.

33 Penutup Terima kasih kami sampaikan kepada Allah SWT serta teman-teman yang turut berkontribusi dalam pengerjaan tugas ini. Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Yoso Utomo selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X-MIA7 yang telah membimbing kami dalam mengerjakan tugas ini. Semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi semua.

34 TERIMA KASIH…..


Download ppt "TUGAS BAHASA INDONESIA “Proses Menjadi Warga yang Baik”"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google