Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

EVALUASI PKP DR. ROBIANA MODJO, MKES EVALUASI PROGRAM  Tujuan: memperbaiki program  Evaluasi: “pemeriksaan sistematik dan penilaian tentang keutamaan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "EVALUASI PKP DR. ROBIANA MODJO, MKES EVALUASI PROGRAM  Tujuan: memperbaiki program  Evaluasi: “pemeriksaan sistematik dan penilaian tentang keutamaan."— Transcript presentasi:

1

2 EVALUASI PKP DR. ROBIANA MODJO, MKES

3 EVALUASI PROGRAM  Tujuan: memperbaiki program  Evaluasi: “pemeriksaan sistematik dan penilaian tentang keutamaan suatu inisiatif dan pengaruhnya, agar menghasilkan informasi yang dapat digunakan oleh mereka yang berminat dalam hal perbaikan atau efektivitasnya”

4 Manfaat  mempengaruhi pembuat keputusan dan penyumbang dana, agar program dapat berlanjut (sustainable)  membangun kapasitas kelompok masyarakat dan melibatkannya  memberitahu apa yang dapat bekerja dan yang tak dapat bekerja, dibanding dengan kelompok-kelompok masyarakat yang lain

5 Enam langkah evaluasi program 1.Melibatkan stakeholders 2.Menggambarkan atau merencanakan program (3 komponen gambaran program: stadium program, pernyataan masalah, model logic). Stadium program minimal 3 langkah : memahami masalah dan kebutuhan promosi kesehatan (melalui penilaian risiko kesehatan atau survai lain), perencanaan dan implementasi 3.Fokus pada evaluasi 4.Kumpulkan bukti yang dapat dipercaya (credible evidence) 5.Memberikan alasan bagi kesimpulan-kesimpulan 6.Memastikan bahwa pelajaran yang dipelajari digunakan dan dibagi (share lessons learned)

6 Perbedaan evaluasi program dari evaluasi riset dasar Evaluasi program  Evaluasi dikendalikan oleh stakeholders  Standar termasuk kegunaan, feasibilitas,akurasi, kewajaran (fairness)  Menilai kegunaan dan kepentingan  Holistik dan fleksibel, dapat dirubah  Evaluasi tentang apa yang sedang berjalan Jangkauan (scope) luas agar integratif  Pertimbangan tergantung nilai –nilai yang dinyatakan oleh stakeholders  Penggunaan data wajib untuk perbaikan program Evaluasi riset dasar  Evaluasi lebih oleh peneliti sesuasi design  Lebih menekankan validitas external dan internal  Lebih menekankan asosiasi  Lebih terkendali ketat  Dibatasi oleh timeframe yang spesifikLebih sempit  Lebih bebas nilai  Lebih untuk penambahan pengetahuan

7 EVALUASI DALAM PROMOSI KESEHATAN DI TEMPAT KERJA  MENILAI “OBJECT INTEREST” (PROGRAM) terhadap PENCAPAIAN NILAI STANDAR  Object Interest misalnya :  Meningkatakan PENGETAHUAN  Perubahan perilaku  Penurunan risiko  Nilai Standar misalnya  25% pekerja stop rokok  80% penderita taat program penurunan tensi  10% tiap bulan peserta fitnes  Isu penting  PKP meningkatkan kesehatan pekerja  Cost efektif

8 TUJUAN EVALUASI  Bisnis: Dana Program PKP efisien & Efektif?  Accountability: Tujuan PKP tercapai?  Ilmu & Aplikasi:  Informasi bagi pengusaha & pekerja dalam menentukan kebijakan (mis perubahan gaya hidup & pemeliharaan kesehatan)

9 METODA EVALUASI  Variasi:  Sederhana & murah  kompleks & Mahal, tergampang  Tujuan Program, Mis :  Meningkatkan Kesadaran  Perubahan Perilaku  Penurunan risiko

10 METODA EVALUASI... lanjut  Dasar perbandingan, Mis :  Perubahan dalam jangka waktu tertentu.  Perubahan antar kelompok  Perubahan berdasarkan STD/target  Sumber Daya yang ada, Mis :  Pencatatan Sederhana  Statistik  Epidemiologi

11 TINGKAT EVALUASI Berdasarkan level/tingkat (tradisional)  Evaluasi Proses/formatif  Fokus :- cara melaksanakan program  cara menilai kualitas & kelayakan praktis, Mis:  Jumlah brosur yang didistribusi  Kualitas informasi mis. Tentang program fitness  Level instruktur dan atau cara mengajar

12 TINGKAT EVALUASI  EVALUASI PENCAPAIAN/OUTPUT Fokus : menilai efek kegiatan program, Mis  Perubahan pengetahuan, sikap, perilaku  Profil faktor risiko  penurunan morbiditas & mortalitas muda

13 TINGKAT EVALUASI …lanjut  Berdasarkan basis pengukuran  Efek jangka pendek  Jumlah kursus yang diminta  Jumlah sesi yang diikuti  Peningkatan pengetahuan factor risiko PJK  Peningkatan keyakinan atas pencegahan penyakit kronik  Peningkatan disiplin pengendalian tensi  Peningkatan peserta senam aerobik  Penurunan pencegahan rokok  Penurunan konsumsi lemak

14 TINGKAT EVALUASI …lanjut Efek jangka panjang (tidak langsung)  Produktifitas  Absenteisme (Absence Rate)  Claim biaya asuransi  Incidence Rate & Severity Rate  Morbiditas & Mortalitas PJK

15 Contoh Standar Pengukuran dari Bureau of Labor Statistics (BLS) 1.Incidence Rate Measures the number of absences per 100 employees during a given time period Measures the number of absences per 100 employees during a given time period 2.Absence Rate Measures the percent of time lost due to absenteisme per 100 employees 3.Severity Rate Measures of the average time that an absent employee loses during a given periode

16 Incidence Rate Number of workers absent X 100 Total employees Total employees  Hitunglah, suatu perusahaan mempunyai jumlah karyawan 250 orang, jika dalam satu minggu ada 15 karyawan yg tidak masuk (absent) berapakah Incidence rate-nya?

17 Incidence rate: 15 x 100 = 6% 250Intepretasi: Setiap 100 karyawan pada perusahaan ini, dalam seminggu ada 6 orang yang absent

18 Absence Rate: Number of hours absent Number of hours absent X 100 Number of hours usually worked Number of hours usually worked Jika ke 250 karyawan pada perusahaan tsb. Bekerja selama 40 jam setiap minggunya, sementara ke15 karyawan masing2 tidak masuk selama 3 hari, hitunglah berapa absence rate perusahaan tsb!

19 15 (3 x 8 jam) 15 (3 x 8 jam) Absence rate= X x 40 jam 240 x 40 jam = 3,6% = 3,6%INTEPRETASI Menjelaskan; ada sekitar 3,6% dari jam kerja hilang karena karyawan absen/tdk masuk

20 Severity rate: Average number of hours lost by absent employee Average number of hours lost by absent employee X X 100 Average number of hours usually worked Average number of hours usually worked Jika 3 karyawan di atas sakit selama 8 jam, maka berapa severity rate-nya?

21 Severity rate: 3 x x X 100 = X 100 = 20% X 100 = X 100 = 20% 3 x x INTEPRETASI 20% of the scheduled time was lost!

22 STANDAR OF ACCEPTABILITY Standar Normatif  Pencapaian pengalaman industri lain.  Misalnya : tiap 6 bulan peserta fitness meningkat 10% (setelah program PKP) Standar Historical  Pencapaian intern periode lalu  Misalnya : Tahun lalu perokok menurun 10%  Standar tahun ini/nilai standar: 10%

23 STANDAR OF ACCEPTABILITY lanjutan… Standar teoritis  Pencapaian penelitian dengan intrervensi di lab/klinis  Misalnya : di UI di LKKK strategi pendidikan untuk meningkatkan program fitness partisipasi fitness mahasiswa 40 % Standar pembanding : 40 %  Peningkatan perbedaan setting, mahasiswa tidak sama pekerja

24 STANDAR OF ACCEPTABILITY lanjutan… Standar Absolut  Level tertinggi yang dapat dicapai  Tidak realistis. Misalnya perokok menurun 100% Standar Kompromi  Pertimbangan atas kombinasi nilai standar lain  Misalnya : standar kompromi penurunan jumlah perokok : 35%  Atas dasar : - Standar normative 30% - Standar historical 20% - Standar historical 20% - Standar teoritis 40% - Standar teoritis 40% - Standar absolut 100% - Standar absolut 100%

25 DISAIN EVALUASI  Keterbatasan disain PKP yang ada :  Disain penelitian: logis /akurat (kerangka konsep)  Populasi kontrol / pembanding sulit didapat  Gagal menilai perubahan perilaku (hanya pengetahuan/sikap)  Jangka pendek  sulit mendapatkan jawaban pasti  Lain-lain : praktis/aplikasi,etika, dana  Misalnya :  sulit mendapatkan populasi secara random/acak karena isu informed consent & atas dasar sukarela  hampir tidak ada kelompok kontrol yang ideal

26 DISAIN EVALUASI lanjutan… Kompromi pemilihan disain:  Pertimbangkan keterbatasan disain  Pertimbangkan keterbatasan organisasi (ekonomis)  Sesuaikan level penilaian dengan tujuan program, S.D yang ada  Memilih dari bab contoh disain  Relasi perusahaan & pekerja  Benefit pekerja  Pajak (potongan)  Investasi kesehatan Pekerja

27 DISAIN EVALUASI lanjutan…  THE HISTORICAL, RECORD KEEPING APPROACH  THE INVENTORY APPROACH  COMPARATIVE APPROACH  THE CONTROLLED COMPARISON (QUASI- EXPERIMENTAL APPROACH)  THE CONTROLLED EXPERIMENTAL APPROACH  THE FULL BLOWN EVALUATIVE RESEARCH PROJECT

28 Types of Evaluation Design in Workers’ Health Promotion Program. V v v

29 The Historical, Record Keeping Approach  Membuat prosedur pencatatan data akumulatif  Data dalam tabel / grafik kumulatif  Memperlihatkan program pelaksanaan program

30

31

32 THE INVENTORY APPROACH  Tentukan : - Waktu penilaian berkala  - Target pencapaian  - Cara survai / Observasi  Contoh 1  Program Kontrol Hipertensi di Gimbels & Bloomingdale, tahun pekerja hipertensi, 2220 diikutkan dalam program  Tim a perawat  protocol penanganan  biaya konsultasi, lab, obat  beban perusahaan  data ekonomis : Biaya pengobatan & perawatan, absenteisme menurun tiap tahun  data medis : - status tensi menurun tiap bulan - kasus rawat inap menurun tiap trahun - mortalitas 5 tahun menurun tiap 5 tahun

33 THE INVENTORY APPROACH  Contoh 2  Program penurunan BB di perusahaan minyak Texas  Pendidikan 8 1 jam/mg oleh ahli gizi yang ahli prilaku  kuesioner data awal  - Diet & prilaku  BB, TB, trisep skin fold  Contoh 3  Program stop rokok the Campbell soup company  Klas stop rokok oleh P.T.  Data periodic 1.5, 3, 6,12 bulan  dicatat oleh S.D.M internal  - evaluasi oleh Perusahaan  F.U. 6 bulan  25% masih patuh

34 COMPARATIVE APPROACH  Menggunakan data & format eks sebagai pembanding/standar evaluasi.  Dari perusahaan lain.  Misalnya : Bell System menggunakan AT & T program stop rokok  Evaluasi - pada bulan ke  - 70& perokok akan kambuh  Standar Nasional  Standar Regional  Standar Internasional

35 THE CONTROLLED COMPARISON (QUASI-EXPERIMENTAL APPROACH)  Membandingkan kelompok intervensi dengan kelompok pembanding  K. pembanding dari perusahaan lain yang mirip settingnya  Kelompok 1. diberi pendidikan elemen PKP yang intensif, all out 2. Tidak diberi pendidikan ttg PKP  masing-masing kelompok dibagi subkelompok berdasarkan karakteristik tertentu :  umur  sex  pendidikan  dll  Contoh. Untuk hipertensi Kelompok 1. Deteksi & dirujuk untuk terapi di luar 2. penanganan di tempat kerja dengan obat 3. tidak di intervensi

36 High nutrients balanced calories Dynamic Physical Move Fresh air without smoke LDL Cholesterol & Triglyceride reduction ; HDL Cholesterol increase Hypertension reduction Diabetes Mellitus reduction Obesity reduction Atherosclerosis reduction Cardiovascular events reduction (and other chronic degenerative diseases) - 1.Combined risk reduction 2. Work Capacity increase 3. Health status increase STRUCTURAL MODEL Other risk factors (minor) reduction, except age,sex, genetic

37 Logical Model for Evaluation of Implementation Stage of Workplace Health Promotion INPUT EDUCATION Curriculum development Group training Questionnaire with feedback Appreciative consultation Social marketing Contest ORGANIZATION Advisory Committee for Leadership & partnership since planning stage Local policy & regulation Social support Standards selection ENVIRONMENT Smoke free zone/segregated ventilation planning Supply of heart healthy nutrition (high nutrition). New catering contract & caterer Exercise facilities & access Resources: Staffs Money Materials Time Number of workerswho attend the group training (% total) Curriculum available Policy & regulation available Exercise facilities’ adding and the access to those facilities is easier than before OUTPUT1 Increase proportion of workers who believe that the threat of CVD is serious; that it can happen to them with probability depends on their position in combined risk category; that the recommended actions are effective to avert the danger, that they are capable to perform the recommended actions including overcoming barriers (e.g time, cost, etc) ACTIVITY INFLUENTIAL FACTORS Management commitment, funding, socioeconomic factors, government support, community facilities, mass media & advertisement OUTPUT2

38 INPUT ACTIVITY OUTPUT INITIAL OUTCOME Increase proportion of workers whose biological indices (indirect indicators) are normal: 1. Body Mass Index: 18.5– Physical Work Capacity: Male > 9.75 METs Female > 8.63 METs 3.LDL Chol. <130 mg/dl HDL Chol. >45 mg/dl Triglyceride < 200 mg/dl 4.Blood pressure < 120/80 mg/dl 5.Blood glucose mg/dl 6.Waist circumference: Male < 90 cm; female <80 cm *Increase proportion of green card holders (low combined risk category) among workers *Increase proportion of workers with adequate PWC Reduction of morbidity and mortality of CVD and other chronic diseases Reduction of sickness absenteeism (LWDC) 1. Reduction of medical cost -Reduce morbidity & mortality due to CVD and other chronic diseases -Reduce sickness absenteeism (LWDC) -Reduce medical cost Increase proportion of workers who practice recommended actions as routine life style: 1. Eat high nutrient pyramid 1.1. Vegetables 4-5 X/d 1.2. Fruits 4-5 X/d 1.3. Whole grains 3-4 X/d 1.4. Beans, tahu, tempe 1-3 X/d 1.5. Fish, poultry,eggs, 1-2 X/d 1.6. Red meat sparingly (1-2 X/w) 1.7. Plant oils, e.g. canola, soy corn, olive, sunflower (1-2 X/d 1.8 Calories according to body weight in BMI 18.5– Drink water/liquid approx. 8 glasses /d 2. Relax by Dynamic Body Move 2.1. Cardio-fitness move: at least 30 min ea.( 3000 steps) ; 3 X/w 2.2. Muscular strength move: min ea; 2X/w Flexibility move (warm up & cool down): 10 min before and after 2.1. and Breathe in fresh air without smoke (Increase proportion of workers who do not smoke) Healthy workers in healthy company. Increase dynamism, innovation, creativity, togetherness, accomplishment, work performance, productivity, competitiveness, survival, well fare GOAL Advisory Committee leads implementation of local policy and regulations, social support, and acceptable standards Supply of high nutrient pyramid is implemented. Exercise facilities and accessibility are available. Segregated ventilation for smokers and smoke free zone for all are implemented. INFLUENTIAL FACTOR: management commitment, funding, socioeconomic factors, community facilities, government support, mass media & advertisement

39 Evaluation design of Quasi-experimental approach

40 THE CONTROLLED EXPERIMENTAL APPROACH  Prosedur seperti uji klinik  Seleksi acak : kelompok intervensi/tidak  Masing-masing ada subkelompok  Contoh : 4 Sub kelompok diberi pendidikan anti ca. payudara dengan metoda pendidikan yang berbeda  2 sub kelompok tanpa intervensi (pendidikan setelah program selesai)

41 THE FULL BLOWN EVALUATIVE RESEARCH PROJECT  Kelompok tidak layak pada kebanyakan program PKP  Model Evaluasi dikombinasi elemen program campuran  Misalnya Kelompok 1: rokok 1: rokok 2: rokok & fitnes 3: fitnes 4: intervensi / program - 5: rokok, fitness, cholesterol, tensi Masing-masing kelompok ada sub kelompok berdasarkan umur, sex, etnis dll.


Download ppt "EVALUASI PKP DR. ROBIANA MODJO, MKES EVALUASI PROGRAM  Tujuan: memperbaiki program  Evaluasi: “pemeriksaan sistematik dan penilaian tentang keutamaan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google