Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Draft Panduan Umum Model dan Prosedur Kerjasama Pemuliaan Partisipatif Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian 2006.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Draft Panduan Umum Model dan Prosedur Kerjasama Pemuliaan Partisipatif Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian 2006."— Transcript presentasi:

1 1 Draft Panduan Umum Model dan Prosedur Kerjasama Pemuliaan Partisipatif Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian 2006

2 2 LATAR BELAKANG Varietas unggul : sebagai komponen utama dalam sistem usahatani ‘fix variable’ yang didukung oleh ‘annual variables’ untuk keragaan optimalnya Sistem perakitan varietas unggul dan diseminasinya belum optimal Dominasi institusi formal Kelambatan dalam menghasilkan varietas unggul baru Kelambatan dalam diseminasi varietas unggul yang dihasilkan Varietas unggul banyak yang sudah dilepas (TP= 108; Bun= 72; Horti= 585), tapi sebagian kecil saja yg berkembang di masyarakat Permintaan pasar atau preferensi konsumen terhadap varietas unggul yang dihasilkan ? Peningkatan varietas/benih impor dan usulan pelepasannya oleh swasta (hortikultura)

3 3 LATAR BELAKANG…… Paradigma ‘RESEARCH FOR DEVELOPMENT’ Perakitan varietas unggul berorientasi kepada kebutuhan pengguna/pasar Kekuatan dan Peluang : Sumberdaya genetik pertanian dan SDM serta fasilitas lingkup Badan Litbang Pertanian dan institusi lain Potensi pelaku bisnis/mitra kerjasama dalam memahami preferensi pasar/konsumen, promosi dan pemasaran, serta dukungan finansial Keragaman kebutuhan daerah akan varietas unggul baru Kekayaan intelektual Pemuliaan partisipatif untuk mempercepat pengadaan varietas unggul baru sesuai kebutuhan pengguna

4 4 Pemuliaan partisipatif :  Mempercepat diperolehnya varietas unggul baru sesuai kebutuhan pengguna/petani/mitra/konsumen  Melibatkan calon pengguna/mitra dalam proses pemuliaan  Membangun keterkaitan/kerjasama produsen – konsumen varietas unggul baru (cost sharing)  Kebersamaan dalam penguasaan kekayaan intelektual  Benefit sharing dalam komersialisasi varietas unggul baru LATAR BELAKANG……

5 5 Faktor-faktor Penting :  Perundang-undangan yang berlaku (Budidaya, PVT, Otda, Keuangan dll.)  Keragaman antar dan inter kelompok komoditas pertanian (TP, Horti, Bun, Nak)  Posisi Komoditas dalam struktur Pembangunan Pertanian (Strategis, Sumber Pertumbuhan Baru, Substitusi Impor dsb.)  Komoditas public domain Vs. Komersial  Keterkaitan Pengelolaan SDG, Pemuliaan, Perbenihan dan komersialisasi LATAR BELAKANG……

6 6 Panduan Umum Model dan Prosedur Kerjasama Pemuliaan Partisipatif Pertanian SK. Kepala Badan Litbang Pertanian : 155/Kpts/OT.100/J/6/06 Tim Penyusun Panduan Umum Pemuliaan Partisipatif Pertanian 1.Drs. Firdaus Kasim (Puslitbang Tanaman Pangan) 2.Dr. M. Winarno, MSc. (Puslitbang Hortikultura) 3.Dr. Ir. Nurliani Bermawie (Puslitbang Perkebunan) 4.Dr. Bess Tiesnamurti (Balai Penelitian Ternak)

7 7 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN I.PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Karakteristik Usaha Agribisnis 1.3. Prosedur/Metode Pemuliaan 1.4. Industri Benih II.MAKSUD DAN TUJUAN 2.1. Maksud 2.2. Tujuan

8 8 DAFTAR ISI…… III.KETENTUAN UMUM 3.1.Ciri Pokok 3.2.Pelaku 3.3.Materi 3.4.Input 3.5.Proses IV.LANDASAN HUKUM 4.1.Undang-Undang 4.2.Peraturan Pemerintah dan Keputusan Menteri Pertanian

9 9 DAFTAR ISI…… V.PROSEDUR DAN MODEL 5.1.Pemuliaan Partisipatif dalam Kerangka Umum Pemuliaan 5.2.Seleksi Plasma Nutfah 5.3.Hibridisasi/penciptaan keragaman genetik 5.4.Seleksi Dasar 5.5.Evaluasi 5.6.Model Pemuliaan Partisipatif (Model I, II, dan III) 5.7.Aspek Administrasi

10 10 DAFTAR ISI…… VI.DAYA DUKUNG DAN HAMBATAN 6.1.Faktor Pendukung 6.2.Faktor Penghambat 6.3.Keberlanjutan Program PUSTAKA LAMPIRAN 1.Petunjuk Teknis 2.Log Book 3.Formulir Fieldbook

11 11 MAKSUD DAN TUJUAN Pemuliaan Partisipatif : Suatu model manajemen pemuliaan yang melibatkan pengguna dalam penentuan ideotipe varietas unggul yang dibutuhkan, yang pelaksanaannya dilakukan melalui kemitraan Pendekatan kolaboratif antara peneliti/pemulia/penyelenggara pemuliaan dan petani/pengguna/pengusaha/konsumen dalam menghasilkan varietas unggul yang dibutuhkan Penerapan Pemuliaan Partisipatif :  Memperpendek jarak antara proses perakitan varietas dan pengguna  Meningkatkan akurasi penentuan ideotipe varietas unggul  Memanfaatkan sumberdaya secara sinergis dari berbagai institusi pemerintah ataupun swasta (fasilitas, dana, keahlian dan pengalaman)  Meningkatkan efisiensi aktivitas pemuliaan

12 12 MAKSUD DAN TUJUAN….. TUJUAN : Memberikan petunjuk mengenai kerjasama Pemuliaan Partisipatif Pertanian (PPP) :  Ketentuan Umum (ciri pokok PPP, pelaku, materi, input, proses)  Landasan Hukum (UU, PP, Kepmen)  Prosedur dan Model (aspek pemuliaan tanaman, teknis, aspek administrasi, dan kekayaan intelektual)

13 13 KETENTUAN UMUM TAHAP IIITAHAP IITAHAP I Bankgen VARIETAS UNGGUL Breeding KOMERSI- ALISASI Pengkayaan Maintenance Konservasi Seleksi Hibridisasi Rekayasa Perbanyakan Kelestarian Panjang Acak Keuntungan Pendek Akurat Orientasi Keberlanjutan Goal Sifat Sifat Kerjasama Menurut Tahapan Pemuliaan

14 14 Opsi Keterkaitan Mitra dalam Model Pemuliaan Model Pelaksana pemuliaan Konsumen sasaran Keterangan IPemuliaKons. 1 (pengusaha)  kons.2 (petani/pekebun)  kons. 3  Pemulia menawarkan varietas unggul  Risiko tidak laku IIPemulia + Mitra (kons. 1) Kons. 2  kons. 3  Varietas unggul sesuai selera pasar  Risiko tergantung kesepakatan IIIPemulia + Petani/pekebun (kons. 2) Konsumen 3  Sulit diterapkan karena melibatkan banyak mitra; masih mungkin diterapkan pada tanaman pangan

15 15 Model Umum Kerjasama Pemuliaan 1.Pemuliaan Ulang-Alik :  Kerjasama antara Lembaga Penyelenggara Pemuliaan atau Pemulia (LPP/P) dengan institusi formal (biasanya Pemda) atau pengusaha benih sebagai Mitra kerjasama Pemuliaan (MP)  Materi pemuliaan berupa kandidat siap uji  Pengujian dilakukan bersama-sama LPP/P dan MP  Proses pemuliaan dapat terjadi bolak-balik : LPP/P-MP- LPP/P-MP dst. (perbaikan) sampai diperoleh varietas unggul yg ideal menurut MP

16 16 Model Umum Kerjasama Pemuliaan……. 2.Pemuliaan kemitraan pada tahap tertentu dari proses pemuliaan  Kerjasama pada tahap tertentu dari serangkaian kegiatan pemuliaan Pada tahap 1, tahap 2, atau tahap 1-2  Biasanya antar institusi formal (LPP/P), atau LPP/P dengan MP  Berorientasi bisnis atau nirlaba

17 17 Model Umum Kerjasama Pemuliaan……. 3.Pemuliaan Partisipatif  Kerjasama antara LPP/P dengan MP pada tahap 1-3 atau tahap 2-3  Menghasilkan varietas unggul sesuai permintaan konsumen  Berorientasi bisnis 4.Pemuliaan pesanan  Kerjasama LPP/P dan MP hanya pada tahap 3  LPP/P mengerjakan sendiri dgn ideotipe berdasarkan masukan dari MP  Seluruh proses menjadi tanggung jawab LPP/P

18 18 Pelaku Pemuliaan Partisipatif Pelaku pemuliaan partisipatif adalah lembaga penyelenggara pemuliaan/pemulia (LPP/P) dan mitra Mitra : badan usaha atau perorangan Pengusaha Benih = konsumen 1 Distributor benih = konsumen 2 Petani/Pekebun = konsumen 3 Konsumen akhir = konsumen 4 = konsumen produk pertanian dan/atau petani

19 19 Hak dan Kewajiban Pelaksana Pemuliaan Partisipatif Peneliti/PemuliaLPPMitra HAK Menggunakan hasil Litbang untuk penelitian Memberikan masukan, saran dan bimbingan Menetapkan topik kerjasama Menerima imbalan prestasi sesuai dengan peraturan perundangan Menandatangani perjanjian Mengoreksi/memperbai ki/menghentikan kerjasama dengan pemberitahuan Mengelola dan memanfaatkan biaya sesuai perjanjian Menggunakan hasil penelitian sesuai perjanjian Menerima laporan

20 20 Hak dan Kewajiban Pelaksana Pemuliaan Partisipatif….. Peneliti/PemuliaLPPMitra KEWAJIBAN Menyiapkan rancangan kegiatan teknis Menyusun rencana bersama mitra (TOR) Menyusun rencana bersama mitra (TOR bersama) Menandatangani perjanjian kekayaan intelektual Menyediakan peneliti, sarana dan bimbingan Menyediakan biaya termasuk PNBP Melaksanakan penelitian sesuai dengan TOR Merahasiakan hasil litbang Merahasiakan hasil litbang sesuai dengan perjanjian Merahasiakan hasil Litbang sesuai dengan perjanjian Menerima dan menyetorkan PNBP Membuat laporanMenyampaikan laporan

21 21 Materi dalam Pemuliaan Partisipatif Tetua yg digunakan dalam proses pemuliaan, baik berasal dari LPP/P atau MP. Porsi terbesar dalam ‘sharing profit’. Perangkat lunak yg disepakati bersama dan diperlukan dlm : Melindungi kepentingan kedua belah pihak (MOU, MTA, legalitas notaris) Memandu penyelenggaraan kegiatan (juknis, logbook, fieldbook)

22 22 Proses Pemuliaan Partisipatif 1.Tahap Pemuliaan I: Bank gen Penyusunan rencana (TOR) eksplorasi, konservasi dan utilisasi SDG oleh LPP/P LPP/P menawarkan program tersebut kepada mitra, atau mitra berinisiatif untuk terlibat dalam penyelenggaraan bank gen Pembuatan kesepahaman kerja (Memorandum Of Understanding) Penyusunan perencanaan terinci (proposal, juknis, logbook dan fieldbook) Penandatanganan naskah kontrak kesepakatan kerjasama Pelaksanaan kegiatan Publikasi dan komersialisasi (kalau ada)

23 23 Proses Pemuliaan Partisipatif…….. 2.Tahap Pemuliaan IIa: Rekayasa varietas oleh pemulia Rekayasa varietas oleh LPP/P dengan ideotipe ditentukan oleh LPP/P Evaluasi dan seleksi superior Genotipe terpilih ditawarkan (TOR) kepada mitra untuk observasi Pembuatan kesepahaman kerja (Memorandum Of Understanding) Penyusunan perencanaan terinci (proposal, juknis, logbook dan fieldbook) Penandatanganan naskah kesepakatan kerjasama Observasi, evaluasi dan seleksi genotipe yang disukai mitra Pelepasan varietas dan penentuan pemegang hak PVT (sesuai dengan naskah kerjasama dan kesepakatan) Pemindahan hak komersialisasi

24 24 Proses Pemuliaan Partisipatif…….. 3.Tahap Pemuliaan IIb: Rekayasa varietas, ideotipe ditentukan oleh pemulia dan mitra Pembuatan nota kesepahaman kerja (Memorandum Of understanding) Penyusunan perencanaan terinci (proposal, juknis, logbook dan fieldbook) Penandatanganan naskah kesepakatan kerjasama Rekayasa varietas oleh penyelenggaraan pemuliaan oleh penyelenggaraan pemuliaan Evaluasi dan seleksi superior oleh mitra Pelepasan varietas dan penentuan pemegang hak PVT (sesuai dengan naskah kerjasama dan kesepakatan) Pemindahan hak komersialisasi

25 25 Proses Pemuliaan Partisipatif…….. 4.Tahap Pemuliaan III: Ideotipe varietas atas pesanan mitra Rekayasa varietas oleh penyelenggaran pemuliaan dengan ideotipe ditentukan oleh mitra Pembuatan kesepahaman kerja (Memorandum Of Understanding) Penyusunan perencanaan terinci (proposal, juknis, logbook dan fieldbook) Penandatanganan naskah kesepakatan kerjasama Penyelenggaraan pemuliaan Evaluasi dan seleksi superior oleh mitra Pemindahan hak komersialisasi kepada mitra pemesan

26 26 PROSEDUR DAN MODEL PPP Model Pemuliaan Partisipatif dalam Kerangka Pemuliaan Secara Umum

27 27 Model I : Bank Gen Kegiatan managemen sumber genetik, bertujuan memelihara dan menyediakan materi pemuliaan (fisik) dan informasi bagi pemulia dan pengguna lainnya Keuntungan bagi MP 1. Mempunyai hak akses terhadap seluruh data koleksi (kecuali kode koleksi) 2. Mempunyai Hak Prioritas Tingkat I dalam pemberian lisensi atau hak PVT Kegiatan : a. Eksplorasi, b. Pemeliharaan koleksi, c. Pengamatan dan pencatatan data, d. Manajemen data, e. Publikasi, f. Tukar-menukar materi pemuliaan dan/atau data dengan pihak lain Komersialisasi yang mungkin: a. Publikasi ilmiah/populer, b. Tukar-menukar materi dan/atau data, c. Penjualan lisensi komersialisasi atau hak PVT hasil seleksi kultivar elit Bentuk Materi Pemuliaan a. Biji, b. Tanaman di lapang, c. Dalam bentuk in vitro

28 28 Model I : Bank Gen……… Unsur-unsur resiko teknis a. Hilangnya material pemuliaan karena dicuri b. Rusak/matinya material pemuliaan c. Tercampur dengan varietas lain d. Resiko proses, yaitu resiko a–c yang menyebabkan terhambatnya proses pemuliaan selanjutnya SDM dan fasilitas minimal yang diperlukan a. Pemulia b. Teknisi pengamat c. Teknisi komputasi d. Satu set perangkat computer Pentium IV e. Lahan/laboratorium/rumah koleksi

29 29 Acuan sharing tanggung jawab dan indek bobot sharing model I KomponenIndekMod. IAMod. IBMod. ICKeterangan sharingbobotLPPMPLPPMPLPPMP Sumber material 60 –30 –60Dalam bentuk apa pun Pelaksana10 – –Pelaksana seluruh kegiatan atau sesuai kesepakatan Biaya10– 55– Biaya seluruh kegiatan Resiko20 –10 Total bobot Profit Profit ekonomi Publikasi – Hak pencantuman nama Hak PVT – – Angka pada model adalah kemungkinan sharing yang disepakati

30 30 Model II : Rekayasa Model kerjasama antara LPP/P + MP dengan tujuan akhir menghasilkan populasi pemuliaan baru sampai dengan terpilihnya varietas unggul baru Keuntungan bagi MP 1. Mempunyai hak akses terhadap seluruh data populasi pemuliaan hasil kegiatan (kecuali kode koleksi) 2. Mempunyai Hak Prioritas Tingkat II (HPT II) dalam pemberian lisensi atau hak PVT 3. Pada keadaan dimana MP: a. Memutuskan untuk membeli dan memiliki hak PVT atas suatu varietas yang dihasilkan dalam kerjasama PPP, maka MP dipandang sebagai MP murni, namun mendapat prioritas dalam sebuah lelang hak PVT b. Kalah dalam lelang, maka MP tetap dipandang sebagai bagian dari LPP c. Membeli hak lisensi komersial kepada pemegang hak PVT, maka MP tidak kehilangan statusnya sebagai bagian dari LPP

31 31 Model II : Rekayasa…….. Kegiatan: Melakukan pemeliharaan calon tetua yang akan direkayasa Melakukan pemuliaan sesuai dengan metode yang ditentukan (hibridisasi, mutasi, seleksi, dan transformasi genetik) Melakukan pemeliharaan/penyimpanan populasi pemuliaan hasil rekayasa Melakukan perbanyakan populasi pemuliaan hasil rekayasa (kalau diperlukan) Evaluasi lanjutan Melakukan pengamatan dan pencatatan data Komersialisasi yang mungkin: Publikasi ilmiah/populer Tukar-menukar material dan/atau data Penjualan hak PVT kepada pihak lain atau MP yang berminat Bentuk Materi Pemuliaan : Biji hibrida, Bibit/tanaman di lapang, Dalam bentuk in vitro

32 32 Model II : Rekayasa…….. Unsur-unsur resiko teknis : Hilangnya materi pemuliaan karena dicuri Rusak/matinya material pemuliaan Tercampur dengan varietas lain SDM dan fasilitas minimal : Pemulia Teknisi perbanyakan/pemeliharaan dan pengamat Teknisi komputasi Satu set perangkat computer Lahan untuk uji observasi

33 33 Tabel 6. Acuan sharing kewajiban dan indek bobot sharing model II Komponen sharing IndekMod. IIAMod. IIBMod.IICKeterangan BobotLPPMPLPPMPLPPMP Sumber material60 –30 –60Dlm bentuk apa pun Pelaksana20 –10 20–Pelaksana Pemeliharaan/ penyimpanan10 –55 – Perbanyakan10 – –– Evaluasi lanjutan20 – –10 Biaya10– – – Resiko20 –10 Multilokasi: a. Pelaksana10 –5555 b. Perbanyakan10 –55– c. Biaya10– – – d. Resiko10 –5555 e. Perbanyakan (penjenis)10 – –– Total bobot Profit Profit ekonomi Publikasi – Hak pencantuman nama Hak PVT – – Acuan sharing tanggung jawab dan indek bobot sharing model II

34 34 Model III : Pesanan Tabel 7. Acuan model pesanan Komponen Bobot (%) ParsialSemi par. 1. Pra breedinga. Sumber materi 60 b. Pelaksana 10 c. Biaya 10 d. Resiko 20 TOTAL Breedinga. Sumber materi 60 – b. Pelaksana breeding 20 c. Pemeiharaan/penyimpanan 10 d. Perbanyakan 10 e. Pelaksana evaluasi lanjutan 20 f. Biaya 10 g. Resiko 20

35 35 Model III : Pesanan………. Tabel 7. Acuan model pesanan Komponen Bobot (%) ParsialSemi par. 3. Uji multilokasih. Pelaksana 10 i. Perbanyakan 10 j. Biaya 10 k. Resiko 10 l. Perbanyakan (benih penjenis) 10 TOTAL Diseminasi/ pemasaran – –

36 36 DAYA DUKUNG DAN HAMBATAN Faktor Pendukung Potensi kekayaan SDH/SDG Indonesia masih cukup tinggi, memberi peluang yang luas bagi terciptanya varietas unggul baru Permintaan terhadap benih dari varietas unggul, di masa depan akan makin meningkat seiring dengan dinamika nasional maupun global Pelaksanaan program Dukungan institusional secara penuh dari lembaga penyelenggara pemuliaan.

37 37 DAYA DUKUNG DAN HAMBATAN…… Faktor Penghambat Dalam jangka waktu pendek–menengah, tekanan terhadap keberadaan SDH/ SDG nasional diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini memperkecil peluang terciptanya varietas unggul baru yang baru dan unik Masih banyaknya pebisnis benih maupun konsumen yang impor minded Pelaksanaan program Pada beberapa komoditas siklus pemuliaannya cukup panjang, sehingga mempersempit keinginan calon MP untuk bekerjasama Kekhawatiran akan hilangnya materi genetik (dicuri, rusak, bocor, dsb.) pada pihak yang bekerja sama. perlu diupayakan prosedur yang dapat memperkecil peluang terjadinya hambatan itu. Setiap wilayah memiliki kebiasaan bercocok tanam yang spesifik, sehingga perlu disusun petunjuk teknisnya Adanya perbedaan ketelitian pengamatan antar pelaksana

38 38 DAYA DUKUNG DAN HAMBATAN…… Keberlanjutan Program Melakukan inisiasi jalinan kerjasama yang harmonis Menyusun konsep dan prosedur pelaksanaan jalinan kerjasama PPP Melakukan verifikasi konsep PPP yang telah disempurnakan, Membentuk jejaring jalinan kerjasama PPP.

39 39 Terima Kasih,,…….


Download ppt "1 Draft Panduan Umum Model dan Prosedur Kerjasama Pemuliaan Partisipatif Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian 2006."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google