Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

By: Augury LOGIKA ALGORITMA Pertemuan 6.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "By: Augury LOGIKA ALGORITMA Pertemuan 6."— Transcript presentasi:

1 By: Augury LOGIKA ALGORITMA Pertemuan 6

2 Sequence Algoritma yang merupakan runtunan (sequence) satu atau lebih instruksi, yaitu berarti: 1. Tiap instruksi dikerjakan satu persatu. 2. Tiap instruksi dilaksanakan (tanpa perulangan). 3. Urutan dilaksanakan sesuai urutan. 4. Akhir dari instruksi terakhir merupakan akhir algoritma.

3 Sequence Perhatikan diagram di bawah, Berdasarkan diagram tersebut, algoritmanya terdiri dari 3 instruksi yang dimulai dari instruksi A, kemudian dilanjukan instruksi B dan setelah instruksi B dilanjutkan instruksi C A B C Instruksi A Instruksi B Instruksi C

4 Sequence Pengaruh Urutan Instruksi Urutan instruksi dalam algoritma sangat penting. Urutan instruksi yang berbeda akan menghasilkan keluaran yang berbeda. Perhatikan contoh:

5 Contoh Algoritma_Sequence_1 {Contoh algoritma yang menghasilkan keluaran berbeda jika urutan berbeda} DEKLARASI A, B: Integer DESKRIPSI A  10 A  2 * A B  A write (B) {nilai B yang dicetak ke piranti keluaran = 20} Algoritma_Sequence_1 {Contoh algoritma yang menghasilkan keluaran berbeda jika urutan berbeda} DEKLARASI A, B: Integer DESKRIPSI A  10 A  2 * A B  A write (B) {nilai B yang dicetak ke piranti keluaran = 20} Algoritma_Sequence_2 {Contoh algoritma yang menghasilkan keluaran berbeda jika urutan berbeda} DEKLARASI A, B: Integer DESKRIPSI A  10 B  A A  2 * A write (B) {nilai B yang dicetak ke piranti keluaran = 10} Algoritma_Sequence_2 {Contoh algoritma yang menghasilkan keluaran berbeda jika urutan berbeda} DEKLARASI A, B: Integer DESKRIPSI A  10 B  A A  2 * A write (B) {nilai B yang dicetak ke piranti keluaran = 10}

6 Contoh Contoh kasus: 1. misalkan nilai A=8 dan nilai B=5. Lakukan pertukaran nilai A dengan nilai B sehingga nilai A=5 (nilai B) dan nilai B=8 (nilai A) 2. Lakukan pembacaan dari piranti input untuk nilai A, lakukan pembacaan dari piranti input untuk nilai B, tampilkan nilai A dan nilai B ke piranti keluaran. Lakukan pertukaran antara nilai A dan nilai B, tampilkan nilai A dan nilai B ke piranti keluaran. Algoritma_Luas_Segitiga {Contoh algoritma menghitung luas segitiga} DEKLARASI a : Integer {Alas Segitiga} t : Integer {Tinggi Segitiga} L : Integer {Luas Segitiga} DESKRIPSI read (a) read (t) L  a * t /2 write (L) Algoritma_Luas_Segitiga {Contoh algoritma menghitung luas segitiga} DEKLARASI a : Integer {Alas Segitiga} t : Integer {Tinggi Segitiga} L : Integer {Luas Segitiga} DESKRIPSI read (a) read (t) L  a * t /2 write (L)

7 Contoh Contoh kasus: 1. misalkan nilai A=8 dan nilai B=5. Lakukan pertukaran nilai A dengan nilai B sehingga nilai A=5 (nilai B) dan nilai B=8 (nilai A) 2. Lakukan pembacaan dari piranti input untuk nilai A, lakukan pembacaan dari piranti input untuk nilai B, tampilkan nilai A dan nilai B ke piranti keluaran. Lakukan pertukaran antara nilai A dan nilai B, tampilkan nilai A dan nilai B ke piranti keluaran. 3. Menghitung komisi yang diterima salesman berdasarkan jumlah penjualan yang dicapainya. Salesman mendapat komisi 10% dari hasil penjualannya. Masukan algoritma adalah nama salesman dan jumlah penjualannya, tampilkan ke piranti keluaran nama salesman dan besar komisi yang diperolehnya.

8 SELECTION (PEMILIHAN ) IF IF (Simple selection without false branch) Contoh: if then instruksi endif if then instruksi endif if x > 100 then x  x + 1 endif if x > 100 then x  x + 1 endif if ketemu=true then if a <= 10 then read(b) endif if ketemu=true then if a <= 10 then read(b) endif if (kondisi) { instruksi } if (kondisi) { instruksi } PseudocodeBahasa C++ if (x>100) { x = x + 1; } if (x>100) { x = x + 1; } if (ketemu==true) { if (a<=10) { scanf(“%d”,&b); } if (ketemu==true) { if (a<=10) { scanf(“%d”,&b); } PseudocodeBahasa C++

9 SELECTION (PEMILIHAN ) IF … ELSE IF … ELSE (Simple selection) Contoh: if then instruksi_1 else instruksi_2 endif if then instruksi_1 else instruksi_2 endif if nilai >= 60 then write (“Lulus”) else write (“Tidak Lulus”) endif if nilai >= 60 then write (“Lulus”) else write (“Tidak Lulus”) endif Pseudocode Bahasa C++ if (kondisi) { instruksi_1 } else { instruksi_2 } if (kondisi) { instruksi_1 } else { instruksi_2 } if (nilai>=60) { printf(“Lulus”); } else { printf(“Tidak Lulus”); } if (nilai>=60) { printf(“Lulus”); } else { printf(“Tidak Lulus”); } PseudocodeBahasa C++

10 SELECTION (PEMILIHAN ) Nested IF Nested IF (Nested selection) Linear nested IF statement Non linear nested IF statement if then Instruksi_1 else if then Instruksi_2 else if then Instruksi_3 else Instruksi_4 endif if then Instruksi_1 else if then Instruksi_2 else if then Instruksi_3 else Instruksi_4 endif if then Instruksi_1 else Instruksi_2 endif else Instruksi_3 endif else Instruksi_4 endif if then Instruksi_1 else Instruksi_2 endif else Instruksi_3 endif else Instruksi_4 endif

11 SELECTION (PEMILIHAN ) CASE CASE case (nama_variable_yang_diuji) : instruksi_1 : instruksi_2 : instruksi_3. : instruksi_N Otherwise instruksi_x endcase case (nama_variable_yang_diuji) : instruksi_1 : instruksi_2 : instruksi_3. : instruksi_N Otherwise instruksi_x endcase switch (nama_variable_yang_diuji) { case nilai_1 : instruksi_1; break; case nilai_2 : instruksi_2; break; case nilai_3 : instruksi_3; break;.. default : instruksi_4; break; } switch (nama_variable_yang_diuji) { case nilai_1 : instruksi_1; break; case nilai_2 : instruksi_2; break; case nilai_3 : instruksi_3; break;.. default : instruksi_4; break; } PseudocodeBahasa C++

12 SELECTION (PEMILIHAN ) CASE Contoh: #include void main() { char chrNilai; printf(“Nilai huruf yang didapat ? “); scanff(“%s”, &chrNilai); switch (chrNilai){ case ‘A’ : printf(“Sangat Baik”); break; case ‘B’ : printf(“Baik”); break; case ‘C’ : printf(“Cukup”); break; case ‘D’ : printf(“Kurang”); break; case ‘E’ : printf(“Gagal”); break; case ‘F’ : printf(“Gagal”); break; default : printf(“isi dengan huruf antara (A – F) !”); break; } #include void main() { char chrNilai; printf(“Nilai huruf yang didapat ? “); scanff(“%s”, &chrNilai); switch (chrNilai){ case ‘A’ : printf(“Sangat Baik”); break; case ‘B’ : printf(“Baik”); break; case ‘C’ : printf(“Cukup”); break; case ‘D’ : printf(“Kurang”); break; case ‘E’ : printf(“Gagal”); break; case ‘F’ : printf(“Gagal”); break; default : printf(“isi dengan huruf antara (A – F) !”); break; } Algoritma_Keterangan_grade_nilai { Menampilkan keterangan untuk grade nilai } DEKLARASI chrNilai : char DESKRIPSI write (‘Nilai huruf yang didapat ? ‘) read (chrNilai) case (chrNilai) chrNilai==‘A’ : write (“Sangat Baik”) chrNilai==‘B’ : write (“Baik”) chrNilai==‘C’ : write (“Cukup”) chrNilai==‘D’ : write (“Kurang”) chrNilai==‘E’ or chrNilai==’F’ : write (“Gagal”) otherwise write(“isi dengan huruf antara (A – F) !”) endcase Algoritma_Keterangan_grade_nilai { Menampilkan keterangan untuk grade nilai } DEKLARASI chrNilai : char DESKRIPSI write (‘Nilai huruf yang didapat ? ‘) read (chrNilai) case (chrNilai) chrNilai==‘A’ : write (“Sangat Baik”) chrNilai==‘B’ : write (“Baik”) chrNilai==‘C’ : write (“Cukup”) chrNilai==‘D’ : write (“Kurang”) chrNilai==‘E’ or chrNilai==’F’ : write (“Gagal”) otherwise write(“isi dengan huruf antara (A – F) !”) endcase Pseudocode Bahasa C++

13 Repetition (PERULANGAN) while - do while - do Contoh: Pseudocode while do instruksi_1 instruksi_2. endwhile while do instruksi_1 instruksi_2. endwhile while ( ) { instruksi_1 instruksi_2. } while ( ) { instruksi_1 instruksi_2. } Bahasa C++ Algoritma_Cetak_Hello_Sebanyak_10_Kali { Menampilkan tulisan Hello sebanyak 10 kali } DEKLARASI i : integer {sebagai pencacah perulangan} DESKRIPSI i  1 while i<=10 do write (‘Halo’) i++; endwhile Algoritma_Cetak_Hello_Sebanyak_10_Kali { Menampilkan tulisan Hello sebanyak 10 kali } DEKLARASI i : integer {sebagai pencacah perulangan} DESKRIPSI i  1 while i<=10 do write (‘Halo’) i++; endwhile #include void main() { int i; i = 1; while (i<=10) { printf (“Halo”); i++; } #include void main() { int i; i = 1; while (i<=10) { printf (“Halo”); i++; } PseudocodeBahasa C++

14 Repetition (PERULANGAN) repeat - until repeat - until Contoh: Pseudocode repeat instruksi_1 instruksi_2. Until repeat instruksi_1 instruksi_2. Until do { instruksi_1 instruksi_2. } while ( ) do { instruksi_1 instruksi_2. } while ( ) Bahasa C++ Algoritma_Cetak_Hello_Sebanyak_10_Kali { Menampilkan tulisan Hello sebanyak 10 kali } DEKLARASI i : integer {sebagai pencacah perulangan} DESKRIPSI i  1 Repeat write (‘Halo’) i++ until i<=10 Algoritma_Cetak_Hello_Sebanyak_10_Kali { Menampilkan tulisan Hello sebanyak 10 kali } DEKLARASI i : integer {sebagai pencacah perulangan} DESKRIPSI i  1 Repeat write (‘Halo’) i++ until i<=10 #include void main() { int i; i = 1; do { printf (“Halo”); i++ } while (i<=10) } #include void main() { int i; i = 1; do { printf (“Halo”); i++ } while (i<=10) } PseudocodeBahasa C++

15 Repetition (PERULANGAN) for for Contoh: PseudocodeBahasa C++ PseudocodeBahasa C++ for namavar  awal to akhir do instruksi_1 instruksi_2. endfor for namavar  awal to akhir do instruksi_1 instruksi_2. endfor for (namavar=awal; namavar<=akhir;namavar++) { instruksi_1 instruksi_2. } for (namavar=awal; namavar<=akhir;namavar++) { instruksi_1 instruksi_2. } Algoritma_Cetak_Hello_Sebanyak_10_Kali { Menampilkan tulisan Hello sebanyak 10 kali } DEKLARASI DESKRIPSI for k  1 to 10 do write (k, ‘Halo’) endfor Algoritma_Cetak_Hello_Sebanyak_10_Kali { Menampilkan tulisan Hello sebanyak 10 kali } DEKLARASI DESKRIPSI for k  1 to 10 do write (k, ‘Halo’) endfor #include void main() { for (int k=1; k<=10; k++) { printf (“%d Halo”, k); } #include void main() { for (int k=1; k<=10; k++) { printf (“%d Halo”, k); }

16 Thanks


Download ppt "By: Augury LOGIKA ALGORITMA Pertemuan 6."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google