Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Oleh : Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Barat Disampaikan pada Acara : “Pembinaan Perencanaan Pembangunan Dengan Prinsip Desa.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Oleh : Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Barat Disampaikan pada Acara : “Pembinaan Perencanaan Pembangunan Dengan Prinsip Desa."— Transcript presentasi:

1 PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Oleh : Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Barat Disampaikan pada Acara : “Pembinaan Perencanaan Pembangunan Dengan Prinsip Desa Membangun” Bandung, 29 Oktober 2013

2 SISTEMATIKA PAPARAN 1.SEKILAS RENCANA JANGKA MENENGAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN KONDISI TERITORIAL PROVINSI JAWA BARAT DAN RUANG LINGKUP NKRI (HUBUNGAN ANTARA PUSAT DAN DAERAH) 3.PANDANGAN TERHADAP PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH (YANG TEREFLEKSI DALAM KONSEP DAN IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN JAWA BARAT) 4.INOVASI PERENCANAAN JAWA BARAT MELALUI “SISTEM RKPD JABAR_ONLINE 2101” SEBAGAI WAHANA PENGUSULAN PROGRAM DAN KEGIATAN 5.PENUTUP

3 Dasar Hukum Perencanaan Desa 1.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional 2.Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 3.Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah 4.Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa 5.Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pembinaan dan pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah 6.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa 1

4 SEKILAS RENCANA JANGKA MENENGAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN

5 VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 DENGAN IMAN DAN TAKWA, PROVINSI JAWA BARAT TERMAJU DI INDONESIA VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 DENGAN IMAN DAN TAKWA, PROVINSI JAWA BARAT TERMAJU DI INDONESIA TUJUH BIDANG UNGGULAN SEBAGAI PENCIRI Jawa Barat TERMAJU DI INDONESIA TAHUN 2025 TUJUH BIDANG UNGGULAN SEBAGAI PENCIRI Jawa Barat TERMAJU DI INDONESIA TAHUN 2025 VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 DAN VISI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025 DAN VISI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN MISI MISI PERTAMA : Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya saing MISI KEDUA : Membangun Perekonomian yang Kokoh dan Berkeadilan MISI KETIGA : Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur, dan Perluasan Partisipasi Publik MISI KEEMPAT : Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan Infrastruktur Strategis yang Berkelanjutan MISI KE LIMA : Meningkatkan Kehidupan Sosial, Seni dan Budaya, Peran Pemuda dan Olah Raga serta Pengembangan Pariwisata dalam Bingkai Kearifan Lokal VISI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA VISI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA 1 3

6 SOSOK JAWA BARAT TAHUN Visi: JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA MISI 1 : Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan Berdaya saing Masyarakat Jawa Barat yang agamis, berakhlak mulia, sehat, cerdas, bermoral, berbudaya IPTEK, memiliki spirit juara dan siap berkompetisi. MISI 2 : Membangun Perekonomian yang Kokoh dan Berkeadilan Perekonomian Jawa Barat yang semakin maju dan berdaya saing, bersinergi antar skala usaha, berbasis ekonomi pertanian dan non pertanian yang mampu menarik investasi dalam dan luar negeri, menyerap banyak tenaga kerja, serta memberikan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. MISI 3 : Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur, dan Perluasan Partisipasi Publik Pemerintahan Jawa Barat yang bermutu dan akuntabel, handal dan terpercaya dalam pelayanan yang ditopang oleh aparatur profesional, sistem yang modern berbasis IPTEK menuju tatakelola pemerintahan yang baik (Good Governance) dan pemerintahan yang bersih (Clean Government) serta menerapkan model manajemen pemerintahan hibrida yang mengkombinasikan manajemen berbasis kabupaten/kota dengan manajemen lintas kabupaten/kota. MISI 4 : Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan Infrastruktur Strategis yang Berkelanjutan Pembangunan Jawa Barat yang selaras dengan kondisi daya dukung dan daya tampung lingkungan, memiliki infrastruktur dasar yang memadai, serta didukung oleh tersedianya infrastruktur yang mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah dan pertumbuhan ekonomi. MISI 5 : Meningkatkan Kehidupan Sosial, Seni dan Budaya, Peran Pemuda dan Olah Raga serta Pengembangan Pariwisata dalam Bingkai Kearifan Lokal Kehidupan sosial kemasyarakatan yang kokoh dan berbudaya yang bercirikan tingginya pemanfaatan modal sosial dalam pembangunan, meningkatnya ketahanan keluarga, menurunnya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), tingginya peran pemuda dalam pembangunan, meningkatnya prestasi olah raga tingkat nasional dan internasional, terpeliharanya seni dan warisan budaya dan industri pariwisata yang berdaya saing dalam bingkai kearifan lokal. 4

7 VISI PEMBANGUNAN JAWA BARAT 2013 – 2018 : “JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA” VISI PEMBANGUNAN JAWA BARAT 2013 – 2018 : “JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA” MAJU berarti : 1.Terciptanya masyarakat yang produktif, berdaya saing, dan mandiri 2.Melahirkan SDM yang terdidik, terampil, inovatif dan berdaya saing tinggi melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan-penelitian 3.Perwujudan tata kelola pemerintahan (governance) sebagai provinsi modern yang bermutu dan akuntabel, handal, efektif serta efisien. 4.Tatanan sosial masyarakat yang toleran, rasional, bijak dan adaptif terhadap dinamika perubahan namun tetap berpegang pada nilai budaya serta kearifan lokal. 5.Berdaulat secara pangan, ketahanan ekonomi dan sosial MAJU berarti : 1.Terciptanya masyarakat yang produktif, berdaya saing, dan mandiri 2.Melahirkan SDM yang terdidik, terampil, inovatif dan berdaya saing tinggi melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan-penelitian 3.Perwujudan tata kelola pemerintahan (governance) sebagai provinsi modern yang bermutu dan akuntabel, handal, efektif serta efisien. 4.Tatanan sosial masyarakat yang toleran, rasional, bijak dan adaptif terhadap dinamika perubahan namun tetap berpegang pada nilai budaya serta kearifan lokal. 5.Berdaulat secara pangan, ketahanan ekonomi dan sosial SEJAHTERA berarti : 1.Kemajuan seluruh elemen yang ada di masyarakat baik masyarakat, wilayah maupun pelaku usaha. 2.Berbasis pada ketahanan keluarga sebagai dasar pengokohan sosial masyarakat 3.Merupakan perpaduan antara kesejahteraan lahiriah/materil dengan kesejahteraan bathiniah/jiwa. 4.Memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya serta membangun kepercayaan diri kolektif. SEJAHTERA berarti : 1.Kemajuan seluruh elemen yang ada di masyarakat baik masyarakat, wilayah maupun pelaku usaha. 2.Berbasis pada ketahanan keluarga sebagai dasar pengokohan sosial masyarakat 3.Merupakan perpaduan antara kesejahteraan lahiriah/materil dengan kesejahteraan bathiniah/jiwa. 4.Memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya serta membangun kepercayaan diri kolektif. UNTUK SEMUA berarti : 1.Hasil pembangunan dirasakan oleh seluruh lapisan, elemen dan komponen masyarakat Jawa Barat 2.Hasil pembangunan yang berkeadilan dan tersebar di kabupaten/ kota, kecamatan dan desa/ kelurahan sebagai satu kesatuan Jawa Barat 3.Keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pembangunan serta berperan aktif dalam pergaulan dunia 4. Keterbukaan informasi pembangunan dan terwujudnya jejaring komunikasi bagi seluruh institusi dan masyarakat UNTUK SEMUA berarti : 1.Hasil pembangunan dirasakan oleh seluruh lapisan, elemen dan komponen masyarakat Jawa Barat 2.Hasil pembangunan yang berkeadilan dan tersebar di kabupaten/ kota, kecamatan dan desa/ kelurahan sebagai satu kesatuan Jawa Barat 3.Keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pembangunan serta berperan aktif dalam pergaulan dunia 4. Keterbukaan informasi pembangunan dan terwujudnya jejaring komunikasi bagi seluruh institusi dan masyarakat 5

8 1.MELANJUTKAN MELANJUTKAN PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG SUDAH BAIK DAN SUDAH SELESAI UNTUK SELANJUTNYA DIMANFAATKAN DAN DIREPLIKASI KE BERBAGAI DAERAH; 1.MELANJUTKAN MELANJUTKAN PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG SUDAH BAIK DAN SUDAH SELESAI UNTUK SELANJUTNYA DIMANFAATKAN DAN DIREPLIKASI KE BERBAGAI DAERAH; 3. MEMBERI DUKUNGAN MEMBERI DUKUNGAN, PADA PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG DILAKUKAN LANGSUNG OLEH KOMUNITAS BERBASIS MASYARAKAT, AKADEMISI DAN INSTITUSI PENDIDIKAN/RISET SERTA DUNIA USAHA; 3. MEMBERI DUKUNGAN MEMBERI DUKUNGAN, PADA PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG DILAKUKAN LANGSUNG OLEH KOMUNITAS BERBASIS MASYARAKAT, AKADEMISI DAN INSTITUSI PENDIDIKAN/RISET SERTA DUNIA USAHA; 4. REPOSISI REPOSISI DENGAN MENERAPKAN STRATEGI BARU UNTUK PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG SUDAH BAIK NAMUN BELUM BISA DILAKSANAKAN PEMBANGUNANNYA KARENA MENGALAMI HAMBATAN; 4. REPOSISI REPOSISI DENGAN MENERAPKAN STRATEGI BARU UNTUK PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG SUDAH BAIK NAMUN BELUM BISA DILAKSANAKAN PEMBANGUNANNYA KARENA MENGALAMI HAMBATAN; 5. REORIENTASI MELAKUKAN REORIENTASI DENGAN MENYUSUN PROGRAM-PROGRAM BARU BERSIFAT TEROBOSAN, SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN DAN TUNTUTAN PEMBANGUNAN YANG PERLU SEGERA DILAKSANAKAN BERSAMA BUPATI DAN WALIKOTA DENGAN DUKUNGAN DARI PEMERINTAH PUSAT. 5. REORIENTASI MELAKUKAN REORIENTASI DENGAN MENYUSUN PROGRAM-PROGRAM BARU BERSIFAT TEROBOSAN, SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN DAN TUNTUTAN PEMBANGUNAN YANG PERLU SEGERA DILAKSANAKAN BERSAMA BUPATI DAN WALIKOTA DENGAN DUKUNGAN DARI PEMERINTAH PUSAT. Berdasarkan 5 hal di atas maka VISI PEMBANGUNAN JABAR adalah: JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA Berdasarkan 5 hal di atas maka VISI PEMBANGUNAN JABAR adalah: JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA 2.MENUNTASKAN MENUNTASKAN PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG SUDAH BAIK DAN SUDAH DIMULAI DILAKSANAKAN NAMUN BELUM SELESAI UNTUK SEGERA DAPAT DIMANFAATKAN; 2.MENUNTASKAN MENUNTASKAN PROGRAM-PROGRAM PEMBANGUNAN YANG SUDAH BAIK DAN SUDAH DIMULAI DILAKSANAKAN NAMUN BELUM SELESAI UNTUK SEGERA DAPAT DIMANFAATKAN; 6

9 TAHAP PERSIAPAN TAHAP PENGEMBANGAN TAHAP DIVERSIFIKASI TAHAP PEMANTAPAN TAHAP KEMANDIRIAN Penataan dan persiapan pranata pendukung melalui kualitas sumber daya manusia PENYIAPAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT JAWA BARAT MEMANTAPKAN PEMBANGUNAN SECARA MENYELURUH MENCAPAI KEMANDIRIAN MASYARAKAT JAWA BARAT MENCAPAI KEUNGGULAN MASYARAKAT JAWA BARAT DISEGALA BIDANG Tahapan Pembangunan Jangka Panjang Tahapan Pembangunan Jangka Menengah POSISI PERENCANAAN TAHUNAN DALAM RPJMD DAN RPJPD 7

10 KONDISI TERITORIAL PROVINSI JAWA BARAT DAN RUANG LINGKUP NKRI (HUBUNGAN ANTARA PUSAT DAN DAERAH) 8

11 KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP NASIONAL : BERKONTRIBUSI THD PDB NASIONAL (14,33%) KONTRIBUSI TERHADAP PDB SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR (60%) KONTRIBUSI PMA JAWA BARAT TERHADAP NASIONAL (34,46%) MENYUMBANG PRODUKSI BERAS NASIONAL (17,32% ) PROVINSI PRODUSEN KOMODITI EKSPOR NASIONAL (AS 18,4%, Jepang 12,52%) KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP NASIONAL : BERKONTRIBUSI THD PDB NASIONAL (14,33%) KONTRIBUSI TERHADAP PDB SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR (60%) KONTRIBUSI PMA JAWA BARAT TERHADAP NASIONAL (34,46%) MENYUMBANG PRODUKSI BERAS NASIONAL (17,32% ) PROVINSI PRODUSEN KOMODITI EKSPOR NASIONAL (AS 18,4%, Jepang 12,52%) KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP REGIONAL JAWA BALI : LINTASAN UTAMA ARUS REGIONAL BARANG DAN PENUMPANG SUMATERA-JAWA-BALI PMDN TERTINGGI DI P. JAWA-BALI PENYEDIA LISTRIK DENGAN KAPASITAS DAYA TERPASANG MW : PLTA MW, PLT GEOTERMAL MW, LAINNYA MW LUAS KAWASAN HUTAN TERBESAR DI JAWA-BALI SEBESAR (1,04 JT HA) MEMILIKI 40 DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MERUPAKAN TUJUAN WISATA DEBIT AIR PERMUKAAN 81 MILYAR M3/TAHUN DAN AIR TANAH 150 JT M3/TAHUN KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP REGIONAL JAWA BALI : LINTASAN UTAMA ARUS REGIONAL BARANG DAN PENUMPANG SUMATERA-JAWA-BALI PMDN TERTINGGI DI P. JAWA-BALI PENYEDIA LISTRIK DENGAN KAPASITAS DAYA TERPASANG MW : PLTA MW, PLT GEOTERMAL MW, LAINNYA MW LUAS KAWASAN HUTAN TERBESAR DI JAWA-BALI SEBESAR (1,04 JT HA) MEMILIKI 40 DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MERUPAKAN TUJUAN WISATA DEBIT AIR PERMUKAAN 81 MILYAR M3/TAHUN DAN AIR TANAH 150 JT M3/TAHUN POTENSI JAWA BARAT DALAM KONSTELASI NASIONAL : PROVINSI DENGAN JUMLAH PENDUDUK TERBESAR ( JIWA) PUSAT KEGIATAN INDUSTRI MANUFAKTUR DAN STRATEGIS NASIONAL INSTALASI VITAL NASIONAL (PENDIDIKAN, LITBANG DAN HANKAM), BEBERAPA BERKELAS DUNIA BERBATASAN DENGAN IBUKOTA NEGARA PROVINSI DENGAN STRUKTUR GEOLOGI YANG KOMPLEKS MEMILIKI TIGA PUSAT KEGIATAN NASIONAL (PKN) DAN 2 PKN-P MEMILIKI TAMAN NASIONAL, SUAKA MARGASATWA DAN CAGAR ALAM KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP IBUKOTA NEGARA : PENYEDIA AIR BAKU UNTUK DKI PENYEDIA BAHAN PANGAN UNTUK DKI PENYEDIA LAHAN DAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG AKTIVITAS DKI KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP IBUKOTA NEGARA : PENYEDIA AIR BAKU UNTUK DKI PENYEDIA BAHAN PANGAN UNTUK DKI PENYEDIA LAHAN DAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG AKTIVITAS DKI JAWA BARAT DALAM KONSTELASI NASIONAL Luas Jawa Barat : ha 9

12 Kabupaten/Kota : 27 Luas : ,44 Ha Kecamatan : 626 Kelurahan : 646 Desa : Penduduk 2012 Indonesia : Jiwa Jabar : Jiwa Penduduk Miskin : 9,89 % GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT (KONDISI TAHUN 2012) Proyeksi Perkembangan Jumlah Penduduk PDRB (2012) : Rp. 364,41 Trilyun; PDRB per kapita : Rp Juta (adhb) Inflasi (2012) : 3,86 % LPE (2012) : 6,21 % IPM (2012) : 73,19* RLS (2012) : 8,15 th AMH (2012): 96,97 % AKI (2011) : 217 per Kel Hidup AKB (2012) : 30 per Kel Hidup APK SD : 119,31 % (2012/2013) APK SMP : 94,55 % (2012/2013) APK SMA : 67,78 % (2012/2013) APK PT : 15,19 % (2012/2013) PDRB (2012) : Rp. 364,41 Trilyun; PDRB per kapita : Rp Juta (adhb) Inflasi (2012) : 3,86 % LPE (2012) : 6,21 % IPM (2012) : 73,19* RLS (2012) : 8,15 th AMH (2012): 96,97 % AKI (2011) : 217 per Kel Hidup AKB (2012) : 30 per Kel Hidup APK SD : 119,31 % (2012/2013) APK SMP : 94,55 % (2012/2013) APK SMA : 67,78 % (2012/2013) APK PT : 15,19 % (2012/2013) 44,3 Juta Jumlah Penduduk Per BKPP Th 2012 : BKPP Wilayah I Bogor BKPP Wilayah II Purwakarta BKPP Wilayah III Cirebon BKPP Wilayah IV Garut Jabar

13 ILUSTRASI JAWA BARAT TAHUN 2025 Pel. Cilamaya Pel.Cirebon RANCABUAYA PROVINSI BANTEN PROVINSI JAWA TENGAH Waduk Jatigede DKI JAKARTA Bandara Int. Jabar Kertajati Bandara Citarate Jalan Lintas Selatan Jabar Tol CISUMD AWU Tol Cikampek-Palimanan Tol Kanci-Pejagan Tol Ciawi-Sukabumi Tol Sukabumi-Ciranjang Tol Ciranjang-Padalarang Tol Bogor Ringroad Tol SOR OJA TPI Pelabuhan Ratu TPI Pangandaran Pel. Tarumajaya Bandara Nusawiru Samudera Hindia Metropolitan Bodebek Karpur Metropolitan Cirebon Raya Metropolitan Bandung Raya Palabuhanrat u Pangandara n BIJB 7 KARAKTER : 1.SEHAT, CERDAS DAN CERMAT 2.PRODUKTIF DAN BERDAYA SAING TINGGI 3.MANDIRI DAN PANDAI MENGATUR DIRI 4.BERDAYA TAHAN TINGGI DALAM PERSAINGAN 5.PANDAI MEMBANGUN JEJARING DAN PERSAHABATAN GLOBAL 6.BERINTEGRITAS TINGGI 7.BERMARTABAT 7 KARAKTER : 1.SEHAT, CERDAS DAN CERMAT 2.PRODUKTIF DAN BERDAYA SAING TINGGI 3.MANDIRI DAN PANDAI MENGATUR DIRI 4.BERDAYA TAHAN TINGGI DALAM PERSAINGAN 5.PANDAI MEMBANGUN JEJARING DAN PERSAHABATAN GLOBAL 6.BERINTEGRITAS TINGGI 7.BERMARTABAT SOSOK MASA DEPAN JAWA BARAT 2025 SOSOK PEMBANGUNAN FISIK JAWA BARAT TAHUN 2025 PROVINSI BANTEN PROVINSI JAWA TENGAH Waduk Jatigede Bandara Int. Jabar Kertajati Jalan Lintas Selatan Jabar Tol Ciawi-Sukabumi Tol Sukabumi-Ciranjang Tol Ciranjang-Padalarang TPI Pelabuhan Ratu TPI Pangandaran Samudera Hindia BIJB Metropolitan Bodebek Karpur Pel. Cilamaya DKI JAKARTA Pel. Tarumajaya Tol SOR OJA Metropolitan Bandung Raya Tol CISUMDA WU Pel.Cirebon Tol Kanci-Pejagan Metropolitan Cirebon Raya PKW RANCABUAYA PKNp Kawasan Wisata Palabuhanratu BIJB Tol Cikampek- Palimanan Bandara Citarate Bandara Nusawiru Tol Bogor Ringroad Metropolitan Cirebon Raya PKNp Kawasan Wisata Pangandaran PKNp Kawasan Wisata Pangandaran Metropolitan Bandung Raya Metropolitan Bodebek Karpur PKNp Kawasan Wisata Palabuhanratu PKW RANCABUAYA BIJB Laut Jawa 5 NILAI-NILAI LUHUR : 1.JUJUR DAN KONSISTEN 2.TANGGUH DAN DISIPLIN 3.KEPELOPORAN DAN KETELADANAN 4.RAMAH DAN BIJAKSANA 5.KEBERSAMAAN DAN KESETARAAN 5 NILAI-NILAI LUHUR : 1.JUJUR DAN KONSISTEN 2.TANGGUH DAN DISIPLIN 3.KEPELOPORAN DAN KETELADANAN 4.RAMAH DAN BIJAKSANA 5.KEBERSAMAAN DAN KESETARAAN RANCANGAN : SOSOK SUMBER DAYA INSANI JAWA BARAT YANG AGAMIS DENGAN PENCIRI UTAMA: 11

14 RESPON RPJMD PROVINSI JAWA BARAT TAHUN TERHADAP PROGRAM NASIONAL 1.Prioritas 1, Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2.Prioritas 2, Pendidikan 3.Prioritas 3, Kesehatan 4.Prioritas 4, Penanggulangan Kemiskinan; 5.Prioritas 5, Ketahanan Pangan; 6.Prioritas 6, Infrastruktur; 7.Prioritas 7, Iklim Investasi dan Iklim Usaha; 8.Prioritas 8, Energi; 9.Prioritas 9, Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana; 10.Prioritas 10, Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Pasca Konflik; 11.Prioritas 11, Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi; 12.Prioritas 12, Bidang Politik, Hukum dan Keamanan; 13.Prioritas 13, Bidang Perekonomian; 14.Prioritas 14, Bidang Kesejahteraan Rakyat; 1.Prioritas 1, Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2.Prioritas 2, Pendidikan 3.Prioritas 3, Kesehatan 4.Prioritas 4, Penanggulangan Kemiskinan; 5.Prioritas 5, Ketahanan Pangan; 6.Prioritas 6, Infrastruktur; 7.Prioritas 7, Iklim Investasi dan Iklim Usaha; 8.Prioritas 8, Energi; 9.Prioritas 9, Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana; 10.Prioritas 10, Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Pasca Konflik; 11.Prioritas 11, Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi; 12.Prioritas 12, Bidang Politik, Hukum dan Keamanan; 13.Prioritas 13, Bidang Perekonomian; 14.Prioritas 14, Bidang Kesejahteraan Rakyat; RPJMD JAWA BARAT RPJMD JAWA BARAT CG 1 : Meningkatkan Aksesibilitas dan Mutu Pendidikan (P2) 2.CG 2 : Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan Kesehatan(P3) 3.CG 3 Mengembangkan Infrastruktur Wilayah, Energi dan Air Baku( P6, P8) 4.CG 4 : Meningkatkan Ekonomi Pertanian(P5,P13) 5.CG 5 : Meningkatkan Ekonomi Non Pertanian (P7, P 13) 6.CG 6 : Meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup dan kebencanaan(P9) 7.CG 7 : Meningkatkan pengelolaan seni, budaya dan wisata serta kepemudaan(P11) 8.CG 8 : Meningkatkan ketahanan keluarga dan kependudukan (P14) 9.CG 9 : Menanggulangi kemiskinan, Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial dan Keamanan(P10,P12, P14) 10.CG 10 Meningkatkan kinerja aparatur serta tata kelola pemerintahan dengan penerapan IPTEK(P1,P11) 1.CG 1 : Meningkatkan Aksesibilitas dan Mutu Pendidikan (P2) 2.CG 2 : Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan Kesehatan(P3) 3.CG 3 Mengembangkan Infrastruktur Wilayah, Energi dan Air Baku( P6, P8) 4.CG 4 : Meningkatkan Ekonomi Pertanian(P5,P13) 5.CG 5 : Meningkatkan Ekonomi Non Pertanian (P7, P 13) 6.CG 6 : Meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup dan kebencanaan(P9) 7.CG 7 : Meningkatkan pengelolaan seni, budaya dan wisata serta kepemudaan(P11) 8.CG 8 : Meningkatkan ketahanan keluarga dan kependudukan (P14) 9.CG 9 : Menanggulangi kemiskinan, Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial dan Keamanan(P10,P12, P14) 10.CG 10 Meningkatkan kinerja aparatur serta tata kelola pemerintahan dengan penerapan IPTEK(P1,P11) RPJMN 2010 – Pro Growth : CG 3, CG 4, CG 5 2.Pro Job : CG 4, CG 5, CG 7, CG 10 3.Pro Poor : CG 1, CG 2, CG 3, CG 4, CG 9 4.Pro Environment : CG 6 1.Pro Growth : CG 3, CG 4, CG 5 2.Pro Job : CG 4, CG 5, CG 7, CG 10 3.Pro Poor : CG 1, CG 2, CG 3, CG 4, CG 9 4.Pro Environment : CG 6 INPRES NOMOR 3 TAHUN 2010 (4 P) 1.Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan (CG 1, CG 2, CG 9) 2.Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua (CG 1) 3.Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (CG8) 4.Menurunkan Angka Kematian Anak (CG 2) 5.Meningkatkan Kesehatan Ibu (CG 2) 6.Mengendalikan HIV dan AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya (TB) (CG 2) 7.Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup (CG 6) 8.Mengembangkan Kemitraan untuk Pembangunan (CG 10) 1.Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan (CG 1, CG 2, CG 9) 2.Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua (CG 1) 3.Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (CG8) 4.Menurunkan Angka Kematian Anak (CG 2) 5.Meningkatkan Kesehatan Ibu (CG 2) 6.Mengendalikan HIV dan AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya (TB) (CG 2) 7.Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup (CG 6) 8.Mengembangkan Kemitraan untuk Pembangunan (CG 10) RPJMN TUJUAN PEMBANGUNAN MDGs RPJMN TUJUAN PEMBANGUNAN MDGs 12

15 PANDANGAN TERHADAP PENYELENGGARAAN OTONOMI DAERAH (YANG TEREFLEKSI DALAM KONSEP DAN IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN JAWA BARAT) 13

16 14

17 Dasar Hukum :  Pasal 18 ayat 2 UUD 1945, 'Pemerintahan daerah Provinsi, daerah Kabupaten, dan Kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.'  Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah  Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota  Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah.  Pasal 18 ayat 2 UUD 1945, 'Pemerintahan daerah Provinsi, daerah Kabupaten, dan Kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.'  Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah  Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota  Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah. 1. Mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, melalui :  Peningkatan pelayanan,  Pemberdayaan dan peran serta masyarakat. 2. Meningkatkan daya saing daerah, dengan memperhatikan:  Prinsip demokrasi,  Pemerataan,  Keadilan,  Keistimewaan dan kekhususan, serta  Potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem NKRI 1. Mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, melalui :  Peningkatan pelayanan,  Pemberdayaan dan peran serta masyarakat. 2. Meningkatkan daya saing daerah, dengan memperhatikan:  Prinsip demokrasi,  Pemerataan,  Keadilan,  Keistimewaan dan kekhususan, serta  Potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem NKRI Maksud Penyelenggaraan Otonomi Daerah : (UU 32/2004, Penjelasan Umum) Maksud Penyelenggaraan Otonomi Daerah : (UU 32/2004, Penjelasan Umum) 15

18 INISIATIF PEMBANGUNAN DARI DESA (BOTTOM UP) DIALEKTIKA PROSES PEMBANGUNAN PERDESAAN INISIATIF PEMBANGUNAN UMUMNYA BUKAN DARI DESA (TOP DOWN)  PROGRAM / KEGIATAN ?  TATA KELOLA PERDESAAN ?  SUMBER PENDANAAN ?  PROGRAM / KEGIATAN ?  TATA KELOLA PERDESAAN ?  SUMBER PENDANAAN ? 16

19 PERUBAHAN PARADIGMA PEMBANGUNAN PERDESAAN RURAL DEVELOPMENT COMMUNITY DEVELOPMENT CE CD RD COMMUNITY EMPOWERMENT MEMBANGUN MASYARAKAT MASYARAKAT MEMBANGUN 17

20 PERAN POLITIK DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN Perencanaan Dalam kenyataannya Perencanaan adalah bagian dari proses politik Perencanaan sering dianggap terpisah dari Politik Oleh karena itu pentingnya kepemimpinan politik yang berpihak kepada rakyat (for People) Peran Politik pada Level Pembahasan DPRD Perencanaan Peran Politik pada pimpinan Teknokratik 20% alokasi dana fungsi pendidikan 10% alokasi dana fungsi kesehatan Pembangunan 5 (lima) stadion olahraga BOS Provinsi Pencetakan buku ajar Pembangunan RKB/tahun Pembangunan PONED/tahun Kredit Cinta Rakyat (KCR) Kemantapan Jalan Penyediaan Air Bersih Penanganan Sampah Dampak : a.Percepatan atau Perlambatan pembangunan b.Sinergi atau Tidak Sinergi antara Pusat-Provinsi- Kabupaten/Kota c.Efektifitas Tinggi atau Kurang Efektif d.Tepat Sasaran atau Kurang Tepat Sasaran Hasil Perencanaan Fungsi Idealisme : a.Jika pembahasan berjalan lancar maka hasil akan maksimum b.Jika pembahasan tidak lancar maka hasil tidak optimum 18

21 PRINSIP – PRINSIP : (1) Pembangunan daerah untuk rakyat (Regional Development for People) bukan pembangunan berbasis rakyat (People Centered Development); (2) Pemerintah memandu, memfasilitasi dan memberi contoh agar rakyat dapat beraktifitas untuk menjadi sejahtera; PRINSIP PEMBANGUNAN DAERAH Regional Development for People PRA SYARAT: (1) Untuk efektifnya Regional Development for People dibutuhkan data kependudukan dan permasalahan pembangunan yang akurat secara spasial dan a-spasial berdasar fungsi waktu (2) Membutuhkan Analisis Kebijakan Pembangunan yang tepat 19

22 SISRENBANGDA JABAR PERDA NO 6 TAHUN 2009 SISRENBANGDA JABAR PERDA NO 6 TAHUN 2009 Perencanaan Program dan Kegiatan, dengan SMART Pendekatan SMART Planning, yaitu : S pecific (spesifik) M easurable (terukur) A chievable (dapat dicapai) R esources availability (ketersediaan sumberdaya) T ime (Time) Perencanaan Program dan Kegiatan, dengan SMART Pendekatan SMART Planning, yaitu : S pecific (spesifik) M easurable (terukur) A chievable (dapat dicapai) R esources availability (ketersediaan sumberdaya) T ime (Time) Shewhart Cycle (Plan-Do–Check–Act) PERENCANAAN BERBASIS EVALUASI DIRI DAN PARTISIPATIF SMART Planning OPD Jabar Ber –ISO dan Berbasis Ilmu Pengetahuan MAKNA OPERASIONAL berbasis ISO : 1.TULIS APA YANG AKAN DIKERJAKAN 2.KERJAKAN APA YANG TELAH DITULIS 3.MONITORING, ASESMEN DAN EVALUASI (MAE). 4.PERTANGGUNGJAWABKAN APA YANG TELAH DITULIS DAN DIKERJAKAN KEMUDIAN TINDAKLANJUTI DENGAN UPAYA YANG TEPAT UNTUK PERBAIKAN KINERJA. SISRENBANGDA JABAR 20

23 A B G C LR A B G TRANSFORMASI PARADIGMA PEMBANGUNAN JAWA BARAT MELALUI PENDEKATAN 4 PILAR UTAMA PEMBANGUNAN (ABGC) DAN 1 SIMPUL (LR) “JABAR MASAGI” Sumber : Deny Juanda P., 2011 Strengthening Local Actors A : Academician/akademisi B : Businessman/pelaku usaha G : Government/pemerintahan C : Community/komunitas LR = Laws and Regulations 21

24 SASARAN PROGRAM DAN CAPAIAN KINERJA PROVINSI SASARAN PROGRAM DAN CAPAIAN KINERJA PROVINSI VISI & MISI KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBANGUNAN SKALA PROVINSI OPD/Biro Terkait OPD/Biro Terkait Komunitas Sasaran Komunitas Sasaran Komunitas Pendukung Komunitas Pendukung Akademisi Dunia Usaha Tataran Nasional Komitmen DPRD Komitmen DPRD SKEMA PROSES PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN SKEMA PROSES PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN Notes: Perencanaan Berbasis Multi Stakholder dengan paradigma “ACTIVITY BASED” dan melibatkan MULTI-STAKEHOLDERS terintegrasi 4 PILAR PEMBANGUNAN 22

25 PROSES TEKNOKRATIK DAN POLITIK DALAM PENGANGGARAN TAHUNAN Juli Musrenbang Desa/kel Feb AprMeiJunAgt Sept NovDesOkt Musrenbang Kecamatan Forum SKPD Rancangan Renja SKPD Musrenbang RKPD K/K Musrenbang PROV Rancangan RKPD P/K/K Musrenbang NAS RKPD P/K/K/Desa RKP (PP 20/2004) RKA-SKPD RAPBD Rancangan Interim RKP (PP 40/2006) 25 Sumber : Permendagri No 54 Tahun 2010 Pra Musrenbang Kewilayahan Mrt Jan Inovasi Jawa Barat berupa Pendekatan Kewilayahan KETERANGAN: PROSES TEKNOKRATIK DOMINAN PROSES POLITIK SEMAKIN DOMINAN Renja SKPD KUA/PPAS APBD 23

26 ALIRAN PENDANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN VISI DAN MISI PEMBANGUNAN Pusat APBN/ NON APBN Pusat APBN/ NON APBN Provinsi APBD/ NON APBD Provinsi APBD/ NON APBD Kab/Kota APBD/ NON APBD Kab/Kota APBD/ NON APBD Bidang A Bidang B Bidang A DESA Bidang C Bidang A Bidang B Bidang A Bidang B PERLU KESAMAAN TUJUAN DAN BERBAGI PERAN LINTAS PEMERINTAHAN UNTUK PENCAPAIAN VISI DAN MISI PEMBANGUNAN Bidang C 24

27 DK = DEKONSENTRASI ADALAH PELIMPAHAN WEWENANG PEMERINTAHAN OLEH PEM PUSAT KPD GUBERNUR SEBAGAI WAKIL PEM. PUSAT DAN/ATAU KPD INSTANSI VERTIKAL DI WIL TERTENTU. (UU NO.32/2004 PS 1 ANGKA 8) T.P : TUGAS PEMBANTUAN YAITU PENUGASAN DARI PEM. PUSAT KPD DAERAH DAN/ATAU DESA, DARI PEM. PROV KPD KAB./KOTA DAN/ATAU DESA, SERTA DARI PEM KAB./KOTA KPD DESA UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS TERTENTU. (UU NO.32/2004 PS 1 ANGKA 9) Pem.Pusat Pem. Provinsi Pem.Kab./Kota Desa T.P Dk ? ? ? PENGANGGARAN DEKON DAN TP 25

28 Common Goals RPJMD TAHUN

29 KEGIATAN PRIORITAS TEMATIK SEKTORAL JAWA BARAT 1.Jabar bebas putus jenjang sekolah 2.Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun ke atas 3.Pendidikan berkebutuhan khusus 4.Peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan tinggi 5.Peningkatan fasilitas pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik 1.Jabar bebas putus jenjang sekolah 2.Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun ke atas 3.Pendidikan berkebutuhan khusus 4.Peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan tinggi 5.Peningkatan fasilitas pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik CG 1 Meningkatkan Aksesibilitas dan Mutu Pendidikan 1.Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, puskesmas PONED dan pemenuhan sumber daya kesehatan 2.Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak 3.Peningkatan Layanan Rumah sakit Rujukan dan Rumah sakit Jiwa 4.Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat 1.Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, puskesmas PONED dan pemenuhan sumber daya kesehatan 2.Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak 3.Peningkatan Layanan Rumah sakit Rujukan dan Rumah sakit Jiwa 4.Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat CG 2 Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan Kesehatan CG 3 Mengembangkan Infrastruktur Wilayah, Energi dan Air Baku 1.Penangnan kemacetan lalu lintas di Metropolitan Bodebek-Karpur dan Bandung Raya 2.Infrastruktur Strategis di Koridor Bandung-Cirebon, Cianjur-Sukabumi-Bogor, Jakarta-Cirebon, Bandung-tasikmalaya serta Jabar selatan 3.Infrastruktur jalan dan perhubungan 4.Infrastruktur sumber daya air dan irigasi strategis; 5.Kawasan industry terpadu, infrastruktur permukiman dan perumahan; 6.Jabar mandiri energy perdesaan untuk listrik dan bahan bakar kebutuhan domestic; dan 7.Pemenuhan kecukupan air baku dan pengembangan infrastruktur air bersih perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat 1.Penangnan kemacetan lalu lintas di Metropolitan Bodebek-Karpur dan Bandung Raya 2.Infrastruktur Strategis di Koridor Bandung-Cirebon, Cianjur-Sukabumi-Bogor, Jakarta-Cirebon, Bandung-tasikmalaya serta Jabar selatan 3.Infrastruktur jalan dan perhubungan 4.Infrastruktur sumber daya air dan irigasi strategis; 5.Kawasan industry terpadu, infrastruktur permukiman dan perumahan; 6.Jabar mandiri energy perdesaan untuk listrik dan bahan bakar kebutuhan domestic; dan 7.Pemenuhan kecukupan air baku dan pengembangan infrastruktur air bersih perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat 1.Peningkatan budaya masyarakat bekerja, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha UMKM 2.Perkuatan peran BUMD dalam pembangunan dan mewujudkan Jawa Barat sebagai tujuan investasi 3.Pengembangan skema pembiayaan alternative 4.Pengembangan industry manufaktur 5.Pengembangan industry keratif dan wirausahawan muda kreatif 1.Peningkatan budaya masyarakat bekerja, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha UMKM 2.Perkuatan peran BUMD dalam pembangunan dan mewujudkan Jawa Barat sebagai tujuan investasi 3.Pengembangan skema pembiayaan alternative 4.Pengembangan industry manufaktur 5.Pengembangan industry keratif dan wirausahawan muda kreatif CG 5 Meningkatkan Ekonomi Non Pertanian CG 4 Meningkatkan Ekonomi Pertanian 1.Jabar sebagai sentra produksi benih/bibit nasional 2.Pengembangan agribisnis, forest business, marine business, dan agroindustry 3.Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, pemenuhan 13 juta ton GKG dan swasembada protein hewani 4.Jawa Barat bebas rawan pangan 5.Meningkatnya dukungan infrastruktur (jalan, jembatan dan irigasi) disentra produksi pangan 1.Jabar sebagai sentra produksi benih/bibit nasional 2.Pengembangan agribisnis, forest business, marine business, dan agroindustry 3.Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, pemenuhan 13 juta ton GKG dan swasembada protein hewani 4.Jawa Barat bebas rawan pangan 5.Meningkatnya dukungan infrastruktur (jalan, jembatan dan irigasi) disentra produksi pangan 1.Konservasi dan rehabilitasi kawasan lindung 45% 2.Pengendalian pencemaran limbah industry, limbah domestic dan pengelolaan sampah regional 3.Penanganan bencana longsor dan banjir 1.Konservasi dan rehabilitasi kawasan lindung 45% 2.Pengendalian pencemaran limbah industry, limbah domestic dan pengelolaan sampah regional 3.Penanganan bencana longsor dan banjir CG 6 Meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup dan kebencanaan CG 7 Meningkatkan pengelolaan seni, budaya dan wisata serta kepemudaan 1.Modernisasi Pemerintahan dan profesionalisme aparatur 2.Peningkatan kualitas komunikasi organisasi dan komunikasi public 3.Penataan system hukum dan penegakan hukum 4.Kerjasama program pembangunan dan pendanaan multipihak 5.Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas pembangunan serta pengelolaan aset dan keuangan; dan 6.Peningkatan sarana dan prasarana Pemerintahan 1.Modernisasi Pemerintahan dan profesionalisme aparatur 2.Peningkatan kualitas komunikasi organisasi dan komunikasi public 3.Penataan system hukum dan penegakan hukum 4.Kerjasama program pembangunan dan pendanaan multipihak 5.Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas pembangunan serta pengelolaan aset dan keuangan; dan 6.Peningkatan sarana dan prasarana Pemerintahan CG 10 Meningkatkan kinerja aparatur serta tata kelola pemerintahan dengan penerapan IPTEK 1.Pengembangan fasilitas olahraga dan kepemudaan 2.Pelestarian seni budaya tradisonal dan benda cagar budaya di Jawa Barat 3.Gelar karya dan kreativitas seni budaya di Jawa Barat 4.Pengembangan Destinasi wisata 1.Pengembangan fasilitas olahraga dan kepemudaan 2.Pelestarian seni budaya tradisonal dan benda cagar budaya di Jawa Barat 3.Gelar karya dan kreativitas seni budaya di Jawa Barat 4.Pengembangan Destinasi wisata CG 8 Meningkatkan ketahanan keluarga dan kependudukan 1.Peningkatan ketahanan keluarga dan program keluarga berencana 2.Peningkatan pemberdayaan perempuan dan ekonomi keluarga 3.Peningkatan pengelolaan kependudukan 1.Peningkatan ketahanan keluarga dan program keluarga berencana 2.Peningkatan pemberdayaan perempuan dan ekonomi keluarga 3.Peningkatan pengelolaan kependudukan 1.Pengurangan Kemiskinan 2.Peningkatan rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, jaminan sosial dan perlindungan sosial terhadap PMKS; 3.Peningkatan ketentraman dan keamanan masyarakat 1.Pengurangan Kemiskinan 2.Peningkatan rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, jaminan sosial dan perlindungan sosial terhadap PMKS; 3.Peningkatan ketentraman dan keamanan masyarakat CG 9 Menanggulangi kemiskinan, Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial dan Keamanan 27

30 PENDEKATAN TEMATIK KEWILAYAHAN (Kesepakatan Bersama antara Gubernur dengan Bupati/Walikota Nomor 912/05/Bapp/2010) PENDEKATAN TEMATIK KEWILAYAHAN (Kesepakatan Bersama antara Gubernur dengan Bupati/Walikota Nomor 912/05/Bapp/2010) 28

31 Jakarta Prov. Jawa Tengah PENGEMBANGAN METROPOLITAN DI JAWA BARAT Pangandaran Rancabuaya Surade Palabuhanratu Aerocity Kertajati 7 1 Rencana Kawasan Industri Metro Bodebekkarpur Metro Cirebon Raya PKNp Pangan- daran Metro Bandung Raya PKNp Pelabuhan Ratu KEI JAWA NOJALAN TOL 1Cikampek-Palimanan (116 km) 2Bogor Ring Road (11 km) 3Cikarang-Tj.Priok (34,5 km) 4Ciawi-Sukabumi (54 km) 5Cimanggis-Cibitung (25,4 km) 6Depok-Antasari (21,7 km) 7Cileunyi-Sumedang-Dawuan (60,1 km) Jalan Tol Eksisting Rencana Jalan Tol 1.Pengembangan metropolitan sebagai penghela percepatan pembangunan Jawa Barat. 2.Pengembangan Koridor Ekonomi Indonesia di Jawa Barat bertumpu pada pengembangan 3 Metropolitan : Bodebek Karpur, Bandung Raya, dan Cirebon Raya MODEL HYBRID PENGELOLAAN PEMBANGUNAN JAWA BARAT MEMADUKAN PEMBANGUNAN BERBASIS DAERAH OTONOM DAN METROPOLITAN RENCANA PEMBANGUNAN PELABUHAN LAUT CILAMAYA PELABUHAN LAUT CIREBON PELABUHAN LAUT PALABUHAN RATU KEI JAWA Cidaun Tegalbuleud Kelapagenep Cariu Sk.makmur Sentul Jalan SNR Rencana Jalan Alternatif Puncak 29

32 30

33 INOVASI PERENCANAAN JAWA BARAT MELALUI “SISTEM RKPDJABAR_ONLINE 2101” SEBAGAI WAHANA PENGUSULAN PROGRAM DAN KEGIATAN 31

34 AKADEMISI KOMUNITAS OPD/Biro PROVINSI USER SATU PERENCANAAN JABAR : FORM ISIAN OPD/BIRO PROVINSI & PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA142 RESES DPRD PROVINSI/DESA/AKADEMISI/DUNIA USAHA/KOMUNITAS10 UMUM SETWAN Pemerintahan Desa/Kelurahan Pemerintahan Desa/Kelurahan PEMERINTAH Kab/Kota DUNIA USAHA Reses DPRD Provinsi rkpdjabaronline

35 USERAKTIVITAS Umum, Pemerintahan Desa/Kelurahan, Akademisi, Dunia usaha, Komunitas, Reses DPRD Provinsi 1, 2, 4 KABUPATEN/KOTA, OPD PROVINSI DAN BAPPEDA PROVINSI 1, 2, 3,4 Setiap User diberikan Password 33

36 PEMERINTAHAN DESA/KELURAHAN AKADEMISI DUNIA USAHA KOMUNITAS RESES DPRD Provinsi RKPD JABAR RKPD JABAR ONLINE 2101 ADMIN Bahan Musrenbang Kab/Kota Seleksi Musrenbang Kab/Kota Kabupaten/Kota Hasil Musrenbang Kab/Kota Hasil Forum OPD Hasil Forum OPD Seleksi Forum OPD Seleksi Forum OPD Bahan Forum OPD Bahan Forum OPD OPD/BIRO Provinsi UMUM 34

37 Klik 35

38 PENUTUP 36

39 37

40 38

41 HARAPAN KEPADA PEMERINTAH DESA : 1.Sesuai dengan Tugas Utama Pemerintah Desa berperan untuk memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat sehingga Terwujud rasa aman dan nyaman; 2.Memperkuat Sumber Daya Manusia aparatur desa yang berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat; 3.Memahami kebutuhan dan kondisi masyarakat desa sehingga terwujud kesejahteraan amsyarakat desa; 4.Pemerintah Desa secara periodik melakukan pembinaan desa, pengembangan potensi sumber daya alam, pelestarian lingkungan hidup serta pelestarian nilai-nilai sosial budaya dan adat istiadat; HARAPAN 39

42 TERIMA KASIH MARI KITA WUJUDKAN SATU DATA PEMBANGUNAN JAWA BARAT Informasi lebih lanjut :  Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Jalan Diponegoro No.22 Bandung Telp. (022)  Bappeda Provinsi Jawa Barat Jalan. Ir H.Juanda No. 287 Telp. (022) , Fax, (022) Website : http//www.jabarprov.go.id, SMS JABAR MEMBANGUN SMS JABAR MEMBANGUN SMS SATU DATA JABAR Contoh: RLS*JAWA BARAT*2011# SMS SATU DATA JABAR Contoh: RLS*JAWA BARAT*2011# Mari Kelola Birokrasi Jawa Barat Sebaik-baiknya, dan Jangan Menyesal Setelah Tidak Menjabat KM-0 Pro Poor JABAR -ONLINE RKPD Jabar -ONLINE

43 UHH: 81 TH UHH: 82,5 TH UHH: 83,5 TH UHH: 82 TH UMUR HARAPAN HIDUP (UHH) DI BEBERAPA NEGARA VERSI THE SUN TAHUN 2010 UMUR HARAPAN HIDUP (UHH) DI BEBERAPA NEGARA VERSI THE SUN TAHUN 2010 (Ilustrasi Gambar : Diolah Pusdalisbang Bappeda Jabar)T Sumber: Kamis, 17/02/2011 Pk.12:19 WIB

44 7 KEBIASAAN YANG BISA MEMBUAT PANJANG UMUR 1. Minum Susu Peneliti di Inggris menemukan bahwa rajin minum susu dapat mengurangi ancaman jantung koroner dan stroke hingga 20%. (Profesor Ian Givens, dari University of Reading) 2. Berjalan Cepat University of Pittsburgh menjelaskan bahwa mereka yang berjalan lebih cepat 0,1 meter/detik, terhubung dengan penurunan risiko kematian sebesar 12%. Sedangkan mereka yang berusia 75 hingga 84 tahun, 92% dari mereka yang suka berjalan cepat (1,4 meter/detik atau lebih cepat), hidup 10 tahun lebih lama ketimbang mereka yang lebih lambat (35% wanita berjalan lambat = 0,4 meter/detik). 3. Berteman Baik dengan Rekan Kerja Studi dari Jurnal Health Pscychology menjelaskan mereka yang hubungan sosialnya kurang baik di kantor berisiko mati lebih cepat dalam kurun waktu 20 tahun. Studi jurnal PLoS Medicine tahun lalu juga telah menemukan orang yang memiliki koneksi kerja yang buruk, mati lebih cepat dalam kurun waktu 7,5 tahun, seperti yang dilaporkan oleh Time. "Tempat kerja harus menjadi tempat yang bisa diandalkan untuk mendapatkan dukungan emosional," (Dr Sharon Toker dari Tel Aviv University kepada The Telegraph 4. Belanja Hasil penelitian selama 10 tahun oleh Taiwan's National Health Research menunjukkan, belanja setiap hari akan membuat seseorang memiliki rata-rata 25% umur lebih panjang dan tubuh lebih bugar. Wanita memiliki persentase 23% umur yang lebih panjang. Sedangkan pria, sebesar 28%. 5. Bersihkan Gigi dengan Dental Floss Menyikat gigi minimal dua kali sehari bisa mencegah gigi dari keropos, gigi berlubang dan pembentukan plak. Ditambah dengan dental floss, Anda punya kemungkinan hidup enam tahun lebih lama. Dalam bukunya 'YOU: The Owner's Manual', Dr Michael Roizen dan Dr Mehmet C. Oz menulis, flossing dan menyikat gigi setiap hari, ditambah dengan rajin mengecek kesehatan gigi ke dokter secara rutin, bisa membuat Anda hidup lebih lama 6. Minum Teh Minum teh bisa membantu Anda hidup lebih lama, menurut penelitian yang dilakukan hampir di seluruh dunia. Dalam penelitian tersebut, wanita China yang minum teh hijau secara rutin (ditambah diet makanan jamur) bisa mengurangi risiko kanker hingga 90 persen. Sementara itu, penelitian pada wanita dan pria Jepang yang minum teh hijau lima cangkir sehari menurunkan kemungkinan mereka terkena stroke dan penyakit jantung 7. Konsumsi Vitamin D Konsumsilah vitamin D per hari dan Anda mungkin bisa berumur lebih panjang. Studi yang dilakukan pada 2007 terhadap 57 ribu orang dewasa di Eropa, Amerika Serikat dan Inggris menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi vitamin D, risiko kematiannya berkurang tujuh persen. Vitamin D diketahui punya beberapa manfaat bagi kesehatan, antara lain memperkuat sistem imun dan tulang. Vitamin D juga menurunkan risiko diabetes, kanker, tekanan darah tinggi dan penyakit ginjal.


Download ppt "PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Oleh : Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Barat Disampaikan pada Acara : “Pembinaan Perencanaan Pembangunan Dengan Prinsip Desa."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google