Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Cakram Mudigah Bilaminer (Perkembangan Minggu Ke-2) Dr. Mutiara Budi Azhar, SU MMedSc Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Cakram Mudigah Bilaminer (Perkembangan Minggu Ke-2) Dr. Mutiara Budi Azhar, SU MMedSc Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya."— Transcript presentasi:

1 Cakram Mudigah Bilaminer (Perkembangan Minggu Ke-2) Dr. Mutiara Budi Azhar, SU MMedSc Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

2 Mutiara Budi AzharMudigah Bilaminer2 Cakram Mudigah Bilaminer (Perkembangan Minggu Ke-2) Perkembangan Hari Ke-8  Blastokista sebagian terbenam di dalam stroma endometrium.  Trofoblas berdiferensiasi menjadi: - Sitotrofoblas  berinti tunggal, di sebelah dalam, mitosis sering dijumpai, - Sinsitiotrofoblas  berinti banyak tanpa batas sel yang jelas, di sebelah luar, mitosis tidak pernah dijumpai.  Sel-sel dari massa sel dalam/embrioblas juga berdiferensiasi menjadi dua lapisan: - Lapisan hipoblas  satu lapisan sel-sel kuboid berdampingan dengan rongga blastokista, - Lapisan epiblas  satu lapisan sel silinder tinggi bersebelahan dengan rongga amnion.

3 Mutiara Budi AzharMudigah Bilaminer3

4  Sel-sel dari masing-masing lapisan mudigah membentuk sebuah cakram datar  cakram mudigah bilaminer  Terbentuknya rongga kecil di dalam epiblas dan membesar menjadi rongga amnion.  Sel-sel epiblas yang dekat dengan sitotrofoblas  amnioblas. Mutiara Budi AzharMudigah Bilaminer4

5 Mutiara Budi AzharMudigah Bilaminer5 Perkembangan Hari Ke-9  Blastokista semakin dalam terbenam, luka bekas penembusan pada permukaan epithel ditutup oleh fibrin.  Terdapat vakuola-vakuola pada sinsitium, bila menyatu  lakuna  Tahap perkembangan ini dikenal sebagai tahap lakunaris.  Terbentuknya selaput tipis oleh sel-sel gepeng (yang mungkin berasal dari hipoblas) pada kutub abembrional  selaput eksoselom (selaput Heuser).  Selaput eksoselom bersama dengan hipoblas membentuk lapisan untuk rongga eksoselom  kantung kuning telur primitif.

6 Mutiara Budi AzharMudigah Bilaminer6

7 Mutiara Budi AzharMudigah Bilaminer7 Perkembangan Hari Ke  Blastokista telah terbenam seluruhnya di dalam stroma endometrium, dan epitel permukaan telah menutupi hampir seluruh cacat pada dinding rahim.  Pada kutub embrional rongga-rongga lakuna dalam sinsitium membentuk jalinan yang saling berhubungan.  Pada kutub abembrional, trofoblas masih terdiri atas sel-sel sitotrofoblas.  Sel-sel sinsitiotrofoblas menembus lebih dalam ke stroma  merusak lapisan endotel pembuluh-pembuluh kapiler ibu  tersumbat dan melebar  sinusoid.  Lakuna sinsitium berhubungan dengan sinusoid  darah ibu memasuki sistem lakuna  sirkulasi utero-plasenta.

8 Mutiara Budi AzharMudigah Bilaminer8  Sekelompok sel muncul di antara permukaan dalam sitotrofoblas dan permukaan luar eksoselom  membentuk jaringan penyambung yang halus dan longgar  mesoderm ekstraembrional.  Terbentuk rongga-rongga besar  menyatu  selom ekstraembrional.  Rongga ini mengelilingi kantung kuning telur primitif dan rongga amnion kecuali pada tempat cakram mudigah berhubungan dengan trofoblas melalui tangkai penghubung.  Mesoderm ekstraembrional yang membatasi sitotrofoblas dan amnion  mesoderm ekstraembrional somatopleural.  Mesoderm ekstraembrional yang menutupi kantung kuning telur  mesoderm ekstraembrional splanknopleural.  Sel-sel endometrium menjadi polihedral dan banyak mengandung glikogen dan lemak; ruang antarsel terisi dengan cairan ekstravasasi, dan jaringan menjadi sembab  reaksi desidua.

9 Mutiara Budi AzharMudigah Bilaminer9

10 Mutiara Budi AzharMudigah Bilaminer10 Perkembangan Hari Ketiga Belas  Luka permukaan endometrium telah sembuh.  Trofoblas ditandai dengan munculnya struktur-struktur villi.  Sel-sel dari sitotrofoblas berproliferasi setempat  menembus ke dalam sinsitiotrofoblas  membentuk silinder-silinder sel yang dibungkus sinsitium  villi primer.  Hipoblas menghasilkan sel-sel lain yang bermigrasi ke sisi dalam selaput eksoselom. Sel-sel ini berproliferasi dan membentuk rongga baru di dalam rongga eksoselom  kantung kuning telur sekunder (kantung kuning telur definitif).  Selom ekstraembrional meluas dan membentuk sebuah rongga besar  rongga korion.

11 Mutiara Budi AzharMudigah Bilaminer11  Mesoderm ekstraembrional yang melapisi permukaan dalam sitotrofoblas  lempeng korion.  Tempat di mana mesoderm ekstraembrional melintasi rongga korion  di tangkai penghubung.  Dengan berkembangnya pembuluh darah, tangkai penghubung akan menjadi tali pusat.  Menjelang akhir minggu kedua, cakram mudigah terdiri atas dua cakram sel yang saling berhadapan: - epiblas, yang membentuk lantai rongga amnion yang terus semakin meluas, - hipoblas, yang membentuk atap kantung kuning telur sekunder.  Di daerah kepalanya, cakram hipoblas memperlihatkan sedikit penebalan  lempeng prekordal.

12 Mutiara Budi AzharMudigah Bilaminer12

13 Mutiara Budi AzharMudigah Bilaminer13 KORELASI KLINIK  Sinsitiotrofoblas bertanggung jawab atas produksi hormon  gonadotropin korionik manusia (hCG)  diproduksi cukup banyak menjelang akhir minggu kedua  menjadi dasar untuk pengujian kehamilan.  Pada lupus eritematosus sistemik (SLE)  terjadi penolakan embrio karena antibodi yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut menyerang hasil konsepsi.  Blastokista dapat berimplantasi pada tempat-tempat abnormal, misalnya di dekat muara ostium interna serviks  plasenta menutupi mulut rahim  plasenta previa.  Tempat implantasi dapat juga ditemukan di luar uterus  kehamilan di luar rahim (kehamilan ektopik). Kehamilan ektopik ini bisa terjadi di berbagai tempat di rongga abdomen, ovarium, atau tuba fallopii. Di rongga abdomen, blastokista paling sering melekat ke lapisan peritoneum rongga rektouteri (Cavum Douglasi). Bila blastokista berkembang di ovarium  kehamilan ovarium primer.  Apabila trofoblas berkembang dan membentuk membran plasenta, tetapi hanya ada sedikit atau tidak ada sama sekali jaringan embrio disebut mola hidatidiformis. Mola menghasilkan hCG yang tinggi dan bisa menimbulkan tumor jinak atau ganas (mola invasif, koriokarsinoma).

14 Mutiara Budi AzharMudigah Bilaminer14 TERIMA KASIH


Download ppt "Cakram Mudigah Bilaminer (Perkembangan Minggu Ke-2) Dr. Mutiara Budi Azhar, SU MMedSc Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google