Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ANALISIS DATA KATEGORIK Pertemuan III Inferensia Tabel Kontingensi Ukuran Asosiasi : Cohen’s Kappa Ukuran Asosiasi Data Ordinal Marginal dan Conditional.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ANALISIS DATA KATEGORIK Pertemuan III Inferensia Tabel Kontingensi Ukuran Asosiasi : Cohen’s Kappa Ukuran Asosiasi Data Ordinal Marginal dan Conditional."— Transcript presentasi:

1 ANALISIS DATA KATEGORIK Pertemuan III Inferensia Tabel Kontingensi Ukuran Asosiasi : Cohen’s Kappa Ukuran Asosiasi Data Ordinal Marginal dan Conditional Association (Tabel Kontingensi 3 Arah)

2 Inferensia Tabel Kontingensi – Penduga Selang Parameter Ukuran Asosiasi (sampel besar) – Uji Independensi tabel 2 arah – Chi-Square Test – Tabel 2 arah data ordinal – Tabel 3 arah – Uji eksak untuk data sampel kecil Namun dilihat dulu mengenai inferensia untuk proporsi, Agresti Bab 1.3 Novi Hidayat Pusponegoro

3 Interval Konfidensi untuk selisih proporsi Novi Hidayat Pusponegoro

4 Interval Konfidensi untuk θ Novi Hidayat Pusponegoro

5 Interval Konfidensi untuk RR Novi Hidayat Pusponegoro Jika RR (r), maka CI (1-α)x100% untuk menduga r adalah : Dengan

6 Interval Konfidensi Yang biasa digunakan adalah interval konfidensi 95%, yang berarti bahwa estimasi range yang kita lakukan memiliki 95% kesempatan mengandung nilai populasi yang benar atau Masih memiliki 5% kesempatan bahwa range yang kita buat tidak mengandung nilai populasi yang benar Novi Hidayat Pusponegoro

7 Interval Konfidensi Jika kita menginginkan peluang yang lebih kecil untuk terjadinya error, maka bisa digunakan interval konfidensi 99%. Konsekuensinya adalah range-nya lebih lebar Jika peluang terjadinya error lebih besar masih bisa diterima maka bisa menggunakan interval konfidensi 90% Novi Hidayat Pusponegoro

8 INFERENSIA TABEL 2X2 Secara umum, uji hipotesis yang ingin diuji dalam tabel kontingensi 2x2 adalah: – Ho: Tidak terdapat hubungan antara variabel X dan Y – H1: Terdapat hubungan antara variabel X dan Y Novi Hidayat Pusponegoro

9 Statistik Uji Novi Hidayat Pusponegoro

10 Statistik Uji Novi Hidayat Pusponegoro

11 Statistik Uji Novi Hidayat Pusponegoro

12 Statistik Uji Novi Hidayat Pusponegoro

13 Statistik Uji Novi Hidayat Pusponegoro

14 Cross Sectional Study Untuk menguji hipotesis ada tidaknya hubungan diantara paparan dan penyakit, digunakan uji chi-square (sda) Novi Hidayat Pusponegoro

15 Tabel berikut adalah hasil dari case control study yang dilakukan di sebuah restaurant. OR = ad =(218)(85) = 19.6 bc (45)(21) Novi Hidayat Pusponegoro Contoh 1:

16 Interval konfidensi 95% adalah (Peluang range mengandung OR yang benar adalah 95%) Batas Bawah CI = 11.0 (>1) Kesimpulan: orang yang makan salsa benar-benar lebih cenderung untuk menderita Hepatitis A dibandingkan dengan orang yang tidak makan salsa Novi Hidayat Pusponegoro

17 Contoh 2: Penelitian berkaitan dengan wabah Salmonella di sebuah kapal pesiar Adakah perbedaan signifikan pada jumlah orang yang terkena wabah Salmonella antara orang yang makan tomat dengan yang tidak Novi Hidayat Pusponegoro

18 Untuk melakukan uji chi-square, kondisi ini harus terpenuhi: – Jumlah observasi total minimal adalah 30 – Setiap sel dalam tabel harus berisi 5 atau lebih Untuk melakukan uji Chi-Square, kita membandingkan data observasi (hasil penelitian) dengan data yang kita harapkan Novi Hidayat Pusponegoro

19 Penghitungan frekuensi harapan: Row Total x Column Total Grand Total Novi Hidayat Pusponegoro

20 Menghitung statistik chi-square-nya: [(Observed – Expected) 2 /Expected] untuk tiap sel di dalam tabel The chi-square (χ2) adalah 19.2 – = 19.2 – (Chi square tabel dengan df 1 = 3.84) – Tolak Ho, ada hubungan antara makan tomat dengan wabah salmonella Novi Hidayat Pusponegoro

21 Dalam suatu studi longitudinal yang dilaksanakan di suatu perusahaan, karyawan perusahaan ditanya tentang berbagai pertanyaan mengenai lingkungan kerjanya dan kemudian karyawan ini diikuti selama periode waktu 10 tahun. Data hasil pengamatan disajikan dalam tabel berikut. Novi Hidayat Pusponegoro Kejadian CHD Total YaTidak Apakah anda bekerja di bawah tekanan? Ya Tidak Total Contoh 3:

22 Novi Hidayat Pusponegoro P-value Nilai statistik uji chi-square

23 Novi Hidayat Pusponegoro

24 Catatan: Uji Chi Square mengasumsikan bahwa observasinya adalah independent (nilai dari satu observasi tidak bergantung dari nilai observasi lainnya) Jangan gunakan Chi-Square pada: – Pengulangan observasi pada kelompok orang yang sama (misalnya: pre dan post tes) – Matched pair design ( case dan control akan dicocokkan pada variabel seperti JK dan usia. Novi Hidayat Pusponegoro

25 Ukuran Asosiasi Data Ordinal Jika X dan Y ordinal, maka asosiasi antara X dan Y, bisa sejalan X naik, Y naik - vice versa. Selanjutnya, untuk masing-masing pasangan variabel dinyatakan sebagai pasangan; Concordant, jika subjek memberikan ranking tinggi pada variabel X dan Y Discordant, jika subjek memberikan ranking tinggi pada variabel X namun memberikan ranking rendah pada Y Novi Hidayat Pusponegoro

26 Ukuran Asosiasi Data Ordinal (2) Ukuran Asosiasi Gamma dengan estimasi : ContohP: Agresti, page 57-59Agresti, page Interpretasi nilai Gamma Novi Hidayat Pusponegoro

27 Uji Independensi tabel 2 Arah data ordinal Agresti, page Novi Hidayat Pusponegoro

28 Uji Independensi tabel 2 Arah data ordinal (2) Novi Hidayat Pusponegoro

29 Ukuran Asosiasi (lanjutan): Cohen’s Kappa Digunakan jika variabel kolom dan baris memiliki level/kategori yang sama, maka asosiasi terhadap variabel tersebut adalah ukuran kesepakatan. Contoh: – penelitian untuk melihat penilaian terhadap produk – Penilaian juri kontes X Factor Interpretasi nilai Cohen’s Kappa: – Independent, jika nilainya sama dengan nol – Akan menunjukkan hubungan jika lebih dari nol – Menunjukkan hubungan yang kuat jika mendekati 1 Contoh : Azen, page 61Azen Novi Hidayat Pusponegoro

30 Tabel Kontingensi 3 Arah Marginal dan Conditional Association – Simpson;s Paradox, jika marginal association berbeda arah dengan cond. Association Novi Hidayat Pusponegoro Cond. asc marginal. asc

31 Marginal dan Conditional Odds Ratio – Simpson;s Paradox, juga dapat tergambarkan melalui ukuran odds – Conditional Odds Ratio: – Marginal Odds Ratio: Dari tabel 2.6 diatas: Nilai Odds ratio digunakan untuk memperlihatkan kecenderungan pemberian hukuman pada pelaku berkulit putih dan hitam Nilai COR untuk Z=White adalah 0.43, dan Z= Black adalah 0 -> keduanya menunjukkan pelaku kulit hitam lebih cenderung untuk dihukum Nilai MOR (tanpa mempedulikan ras dari korban ), adalah 1,45 -> menunjukkan pelaku kulit putih lebih cenderung untuk dihukum Novi Hidayat Pusponegoro

32 Marginal dan Conditional Independence Novi Hidayat Pusponegoro

33 Homogenous Association/ Asosiasi homogen Hubungan antara variabel X, Y dan Z,merupakan asosiasi homogen jika: Menyatakan: – Tidak ada efek interaksi antara 2 variable, berdasakan level pada variabel ke3 – Tidak ada interaksi 3 variabel – Cond. Indep. merupakan contoh khusus dari asosiasi homogen – Jika salah satu dari syarat diatas tidak terpenuhi, maka cond. Odds ratio bergantung pada kategori variabel ke3 Novi Hidayat Pusponegoro

34 Uji Independensi tabel 3 Arah Azen, page Novi Hidayat Pusponegoro

35 Uji Independensi tabel 3 Arah (2) Complete Independence Marginal Independence Novi Hidayat Pusponegoro

36 Uji Independensi tabel 3 Arah (3) Conditional Independence Novi Hidayat Pusponegoro

37 Suatu penelitian retrospective telah dilakukan pada semua orang laki-laki yang berumur tahun selama periode 1 bulan menunjukkan bahwa 55 orang yang meninggal karena cardio vascular disease (CVD), 15 orang pada kelompok high salt diet sebelum meninggal; sedangkan dari 35 orang meninggal karena penyebab lain, 5 dalam kelompok high salt diet. Buatlah : – tabel 2x2 – kemudian hitung ukuran keeratan hubungan antara high salt diet dengan kematian karena CVD – hitung 95% interval konfidensi untuk ukuran keeratan hubungan tsb, – selanjunya lakukan uji asosiasi apakah ada hubungan antara high salt diet dengan CVD Novi Hidayat Pusponegoro LatIhanLatIhan

38 LatIhanLatIhan


Download ppt "ANALISIS DATA KATEGORIK Pertemuan III Inferensia Tabel Kontingensi Ukuran Asosiasi : Cohen’s Kappa Ukuran Asosiasi Data Ordinal Marginal dan Conditional."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google