Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Slide 1 dari 15.  Latar Belakang  Tinjauan Pustaka  Metode Penelitian  Hasil  Pembahasan  Kesimpulan slide 2 dari 15.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Slide 1 dari 15.  Latar Belakang  Tinjauan Pustaka  Metode Penelitian  Hasil  Pembahasan  Kesimpulan slide 2 dari 15."— Transcript presentasi:

1 slide 1 dari 15

2  Latar Belakang  Tinjauan Pustaka  Metode Penelitian  Hasil  Pembahasan  Kesimpulan slide 2 dari 15

3  Peristiwa korosi dapat menimbulkan kerugian material dan korban jiwa  Permasalahan korosi dapat diatasi dengan berbagai macam cara, salah satunya menambahkan inhibitor korosi.  Inhibitor korosi yang digunakan berasal dari senyawa organik  Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan senyawa aspirin dan turunannya sebagai inhibitor korosi pada baja karbon. Lingkungan korosif yang digunakan adalah larutan buffer asetat. slide 3 dari 15

4 Korosi  Korosi adalah penurunan mutu material (umumnya logam) akibat reaksi elektrokimia dengan lingkungannya (John Chamberlain, 1991)  Korosi disebabkan karena keberadaan asam, oksigen terlarut, garam terlarut, dan suhu. slide 4 dari 15 Gambar Pipa Terkorosi, sumber :

5  Proses Korosi ditandai dengan pelarutan logam menjadi ionnya.  Reaksi yang terjadi terdiri dari reaksi oksidasi dan reaksi reduksi. Logam bertindak sebagai anoda sedangkan lingkungan bertindak sebagai katoda.  Berikut ini adalah mekanisme umum terjadinya reaksi: 1. Fe Fe e - 2. Fe 2+ Fe e - 3. O 2 (g) + 2H 2 O + 4e - OH - Besi 4. 4Fe 2+ (aq) + O 2 ( g) + [ 4 + 2XH2O (l)] 2Fe 2 O 3.XH 2 O (s) + 8H + (aq) Gambar Mekanisme Korosi slide 5 dari 15

6  Berdasarkan bentuknya korosi dibagi menjadi korosi galvani, korosi lubang, korosi interglanular, korosi erosi, korosi tegangan.  Berdasarkan mediumnya korosi dibagi menjadi korosi basah dan korosi kering slide 6 dari 15

7  Inhibitor korosi adalah senyawa kimia yang dapat berinteraksi dengan logam sehingga logam dapat terlindungi dari korosi.  Efisiensi Inhibitor Beberapa metode yang dapat digunakan untuk menentukan efisiensi inihibitor : 1. Corrosion Wheel Test Method 2. Metode EIS 3. Metode Ekstrapolasi Tafel Yang digunakan untuk mengetahui efisiensi inhibitor pada penelitian kali ini adalah metode EIS dan metode Ekstrapolasi Tafel

8  Aspirin adalah senyawa analgetik dan antiperik yang sudah banyak digunakan untuk pengobatan modern.  Data Fisik Aspirin  Aplikasi Aspirin slide 7 dari 15 Gambar Struktur Kimia

9  Metode MAOS (Microwave Assisted Organic Synthesis) merupakan suatu metode sintesis senyawa organik menggunakan radiasi gelombang mikro.  Radiasi gelombang mikro dapat terdiri atas komponen medan listrik dan komponen medan magnet. Komponen yang terbentuk menyebabkan pemanasan melalui dua mekanisme utama (Lidstrom dkk, 2001). 1. Mekanisme polarisasi dipolar 2. Mekanisme konduksi

10 slide 8 dari 15

11  Aspirin Sintesis Aspirin Massa Asam Salisilat Volume Anhidrida Asetat Massa Aspirin 11,406 gram6 mL1,2222 gram 21,4025 gram 6 mL0,1795 gram 31,4009 gram6 mL1,2786 gram 41,4071 gram6 mL1,2515 gram 51,4031 gram6 mL1,5386 gram 61,4040 gram6 mL1,6756 gram Rendemen

12  Turunan Aspirin Senyawa Turunan Aspirin Massa Aspirin Volume Metanol dan Etanol Volume Trionil klorida Massa Turunan Aspirin Etil aspirin0,5055 gram10 mL etanol8 tetes0,2770 gram Metil aspirin0,5090 gram 10 mL metanol 8 tetes0,2660 gram Rendemen (%) 47, ,48804

13  Pengujian Titik Leleh SenyawaTitik Leleh ( o C) Aspirin hasil rekristalisasi130 Metil aspirin124 Etil aspirin120,

14  Pengujian menggunakan Besi (III) Klorida Pada pengujian ini dilakukan reaksi antara besi (III) klorida dengan aspirin, metil aspirin, dan etil aspirin. Senyawa Warna yang Terbentuk AspirinCoklat Muda Metil AspirinCoklat Muda Etil AspirinCoklat Muda

15  Pengujian KLT menggunakan eluen etanol Keterangan : 1.Aspirin 2.Asam salisilat 3.Metil Aspirin 4.Etil Aspirin

16  Spektrum IR Aspirin

17  Spektrum IR Metil Aspirin

18  Spektrum IR Etil Aspirin

19  Spektrum H-NMR Aspirin

20  Spektrum C-NMR Aspirin (dikasih tanda)

21  Metode EIS 1.Suhu Kamar KonsentrasiR2 pH 3,5pH 4,5pH 5,5pH 6,5 blanko ,2135,1 5 ppm ,3125,3 10 ppm ,9111,8 20 ppm ,3 30 ppm ,9 40 ppm ,5

22  Metode EIS 2.Suhu 45 KonsentrasiR2 pH 3,5pH 4,5pH 5,5pH 6,5 Blanko 317,6581,5111,853,83 5 ppm 388,9730,596,2552,06 10 ppm ,491,851,67 20 ppm 196, ,1948,77 30 ppm ,2550,28 40 ppm 145, ,8851,77

23  Metode EIS 3.Suhu 65 KonsentrasiR2 pH 3,5pH 4,5pH 5,5pH 6,5 Blanko 150, ,927,98 5ppm 185,2561, ,61 10 ppm 207, ,67 20 ppm ,2948,826,95 30 ppm 186,6623, ,91 40 ppm 169,1612, ,71

24  Effisiensi Inhibitor 1. Suhu kamar KonsentrasiEffisiensi Inhibitor (%) pH 3,5pH 4,5pH 5,5pH 6,5 Blanko ppm 44, ,482679, , ppm 61, , , , ppm 67, ,713491, , ppm 69, , , , ppm 71, , , ,2823

25 KonsentrasiEffisiensi Inhibitor (%) pH 3,5pH 4,5pH 5,5pH 6,5 Blanko ppm 18, , ,1558-3, ppm -8, , ,7865-4, ppm -61,875645, , , ppm -85,73151, ,1924-7, ppm -118,43256, ,2189-3, Suhu 45

26 3. Suhu 65 KonsentrasiEffisiensi Inhibitor (%) pH 3,5pH 4,5pH 5,5pH 6,5 Blanko ppm 18,736517, ,884082, ppm 27, , , , ppm 27, ,573437, , ppm 19,346225,854627,699263, ppm 10, , ,441758,889613

27  Metode EIS Suhu 25 o C

28  Metode EIS

29  Metode Tafel

30  Berikut ini mekanisme pembentukan aspirin : slide 14 dari 15

31  Aspirin dapat berfungsi sebagai inhibitor korosi karena terjadi interaksi antara aspirin dan logam. Gambar Interaksi Inhibitor dan Logam

32  Sintesis aspirin telah berhasil dilakukan dengan rata-rata inhibitor 65%  Pengujian titik leleh aspirin, metil aspirin, dan etil aspirin menghasilkan 130, 124, dan 120  Interaksi logam dan inhibitor dipengaruhi oleh pH larutan buffer asetat  Effisiensi inhibitor korosi dipengaruhi oleh faktor suhu, konsentrasi inhibitor, dan pH buffer  Berdasarkan metode EIS, Aspirin memiliki nilai efisiensi inihibisi yang baik pada kondisi suhu kamar dalam larutan buffer pH 5,5, yaitu 96% slide 15 dari 15

33 Atkins, P. W. (1999).” physical chemistry”. Jakarta, Penerbit Erlangga. Palou, Martinez. Evaluation of Corrosion Inhibitors Synthesizad From Fatty Acids and Fatty Alcohols Isolated frm Sugar Cane Wax. Bundjali, Bunbun, (2006), “Pelarutan besi selektif pada korosi baja karbon dalam larutan buffer asetat, natrium bikarbonat-CO 2 jenuh”, Proceedings of ITB, Vol, 38A, No.2, p Fontana, Mars G, (1987), “Corrosion Enginering”, Mc-Graw Hill, International Editions, p Halimatuddahlia (2003). "Pencegahan Korosi dan Scale Pada Proses Produksi Minyak Bumi."


Download ppt "Slide 1 dari 15.  Latar Belakang  Tinjauan Pustaka  Metode Penelitian  Hasil  Pembahasan  Kesimpulan slide 2 dari 15."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google