Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kelompok D – Rotasi 2 – T.A 2012-2013 Angela Christina / Evan Regar / Imam Tongku Padesma R / Melissa Lenardi / Nur Atikah / Setyo Budi Premiadji W / Zahra.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kelompok D – Rotasi 2 – T.A 2012-2013 Angela Christina / Evan Regar / Imam Tongku Padesma R / Melissa Lenardi / Nur Atikah / Setyo Budi Premiadji W / Zahra."— Transcript presentasi:

1 Kelompok D – Rotasi 2 – T.A Angela Christina / Evan Regar / Imam Tongku Padesma R / Melissa Lenardi / Nur Atikah / Setyo Budi Premiadji W / Zahra Farhanni Suhardi

2  Tn. DS, 20 tahun  Pegawai Swasta  Lulus SMA  Belum Menikah  Kedung Wetan, Tangerang, Banten  Masuk RSU Tangerang 9 November WIB  Anamnesis 10 November WIB

3  Demam sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit

4  4 hari SMRS  Demam, awalnya ringan  sore hari tinggi dan tetap tinggi, cenderung menetap  Periode bebas demam tidak ada  Sakit kepala, leher berat, nyeri ngilu seluruh sendi (cekat-cekot), rasa berat di belakang mata  Minum obat parasetamol, beli sendiri, tidak ada perbaikan  Suhu tidak diukur (tidak punya termometer)

5  2 hari SMRS  Gusi berdarah saat kumur sikat gigi  BAB kehitaman, sebanyak 2 kali, diare dan nyeri perut disangkal – keluhan BAB lain disangkal  Sesak napas, batuk berdahak, muntah dan muntah darah, mimisan disangkal  Nyeri ulu hati, tidak dipengaruhi makanan, perut begah dan tidak nyaman  penurunan nafsu makan

6  1 hari SMRS  Muncul bintik-bintik kemerahan di kulit lengan  Badan menjadi lemah, nafsu makan semakin turun  Tetap demam, tidak ada perbaikan  Keluhan BAK tidak ada  Pasien tinggal di kos, tidak ada sakit serupa, tidak ada perubahan pola makan, pasien tidak berpergian dari luar kota

7  Penyakit Dahulu: tidak ada yang signifikan  Keluarga: tidak ada yang signifikan  Riwayat Sosial dan Ekonomi:  Merkok, alkohol, narkoba disangkal  Bekerja sebagai petugas adminsitrasi Bandara Soekarno Hatta, tinggal di kos-kosan  Belum menikah  Pembiayaan JAMSOSTEK

8  Kompos Mentis, Tampak sakit sedang  TD 110/80, HR 84x/menit, RR 20x/menit, Suhu 37,0 o C  BB 51 kg, TB 168 cm, IMT 18,1 kg/m 2  Kepala normosefal, nyeri tekan tidak ada  Rambut hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut  Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik  Telinga dalam batas normal  Hidung tidak tampak kelainan anatomis

9  Tenggorokan tonsil T1-T1, dinding tidak hiperemis  Gigi dan mulut: oral higiene baik  Leher: JVP 5-2 cmH 2 O, tiroid dan KGGB tidak membesar  Jantung:  Iktus kordis tidak terlihat  Iktus kordis teraba di ICS V linea midclavicularis kiri  Batas jantung tidak melebar  Bunyi jantung 1 dan 2 normal, gallop dan murmur tidak ad

10  Paru  Simetris saat statis dan dinamis  Ekspansi dada simetris, fremitus taktil simetris  Sonor di seluruh lapang paru  Vesikuler di seluruh lapang paru, ronki dan wheezing tidak ada  Abdomen  Datar, lemas, tidak tampak massa  Nyeri tekan epigastrium ada, tidak teraba massa, defense muscular tidak ada  Timpani, shifting dullness tidak ada  Bising usus positif normal

11  Ekstremitas  Akral hangat  Edema tidak ada  CRT < 2 detik  Petekie di ekstremitas atas dan bawah ada

12  Kompos mentis, tampak sakit sedang  Tanda Vital  TD 95/60 mmHg, HR 104x/menit, RR 22x/menit, Suhu 38,0 o C  Akral dingin, nyeri tekan epigastrium, petekie  Pemeriksaan lain dalam batas normal

13 JenisRujukan 9 November 10 November 11 November 12 November Hb14 – 18 g/dL20,9*15,416,014,1 Ht37 – 49%60* Leukosit4-10 x * Trombosit x *15 000*37 000*47 000* GDS<180 mg/dL95 SGOT<37 U/L33 SGPT<40 U/L38

14  Radiologi Thorax PA 9 November 2013  Trakea di tengah, mediastinum superior tidak melebar, jantung tidak melebar, tidak ada elongasi aorta, sinus kostofrenikus lancip, diafragma normal, hilus tidak melebar, pulmo tidak tampak kelainan  Tidak tampak kelainan pada foto thorax

15  Seorang laki-laki 20 tahun, demam 4 hari SMRS, demam mendadak tinggi, cenderung menetap, disertai petekie, perdarahan mukosa, dan melena. Pasien juga mengalami penurunan nafsu makan.  Pemeriksaan fisik: nyeri tekan epigastrium  Pada laboratorium didapati tanda hemokonsentrasi (>20%), leukopenia, dan trombositopenia.

16 1. Demam berdarah dengue derajat III (dengan “warning sign”) 1. IVFD NaCl 0,9% 1000 cc / 3 jam  500 CC / 2 jam  500 cc / 4 jam 2. TC 3 kantong + Difenhidramin 15 mg IV 3. Parasetamol 3 x 500 mg PO, prn 4. Asam traneksamat 3 x 250 mg IV 5. Vitamin K 1 3 x 10 mg IV 2. Dispepsia dengan intake sulit 1. Omeprazol 2 x 40 mg IV 2. Sukralfat 4 x 15 cc PO

17  11 Nov  S: demam berkurang, mual-muntah tidak ada, makan habis setengah porsi, nafsu makan jauh membaik, BAK bisa tidak ada masalah, BAB tidak ada masalah, badan masih sedikit lemas  TD 105/70, HR 84x/menit, RR 20x/menit, suhu 36,8 o C  Hb 16,0 / Ht 48% / Leukosit / Trombosit  Diet lunak 1800 kal | IVFD NaCl 0,9% 500 cc/8 jam | PCT 3x500 mg PO, prn | Omeprazol 1 x 40 mg IV

18  12 Nov  S: demam tidak ada, mual-muntah tidak ada, makan habis satu porsi, nafsu makan jauh membaik, BAK bisa tidak ada masalah, BAB tidak ada masalah, badan tidak lemas lagi  TD 100/65, HR 90x/menit, RR 18x/menit, suhu 36,9 o C  Hb 14,1 / Ht 40% / Leukosit / Trombosit  Diet lunak 1800 kal | IVFD NaCl 0,9% 500 cc/8 jam | PCT 3x500 mg PO, prn | Omeprazol 1 x 40 mg IV  Pasien diizinkan pulang

19

20

21

22  genus Flavivirus dan famili Flaviviridae  virus RNA berantai tunggal  empat serotipe berbeda: DEN-1 sampai DEN-4  Media penyebaran melalui nyamuk Aedes, terutama Ae. aegypti  spesies tropis dan subtropis  Nyamuk tersebut hidup di habitat berisi air  wadah buatan manusia

23

24

25

26

27  DBD merupakan salah satu entitas penyakit dengan presentasi klinis yang berbeda dan sering disertai evolusi dan outcome klinis yang tidak terduga.  Beberapa gejala khas dengue dan/atau laboratorium dapat dijadikan panduan untuk penegakan diagnosis infeksi dengue.

28  Demam Dengue  Nyeri kepala, nyeri retro-orbita, mialgia/artralgia, ruam kulit, manifestasi perdarahan (uji bendung, petekie, mukosa, hematemesis melena), leukopenia, serologi Dengue  Demam Berdarah Dengue  + trombositopenia  Plasma leakage (Ht  20%,  Ht 20% setelah dapat terapi, tanda kebocoran plasma – efusi pleura, ascites, hipoproteinemia)

29

30

31

32

33

34

35  Tatalaksana dilakukan berdasarkan klasifikasi WHO 1997 atau 2009  Pasien dikelompokan menjadi 3 kelompok  Dengue tanpa tanda bahaya  kel. A  Dengue dengan tanda bahaya  kel. B  Sindrom syok dengue  kel. C

36

37

38

39

40

41

42 Kriteria Tidak memiliki tanda bahaya Mampu menoleransi konsumsi cairan secara oral dan BAK 3-4 x/hari Tes DPL dan hematokrit Tatalaksana Adekuat: istirahat (bedrest), konsumsi cairan, paracetamol jika demam (maks tiap 6 jam) Jika Hct normal pasien dapat pulang ke rumah Monitor Tanda bahaya dengue  jika muncul kembali ke RS

43 Kriteria Tanda bahaya dengue Kondisi khusus: kehamilan, anak-anak, geriatri, pasien obesitas, DM, atau gagal ginjal Tes DPL dan Hct Tatalaksana Lihat algoritma (Next) Monitor Tanda vital per 1-4 jam hingga fase kritis dilalui Urin output per 6 jam Pantau Hct, gula darah, dan fungsi organ

44 Tatalaksana awal Tatalaksana lanjutan

45 Kriteria Tanda bahaya dengue + Kebocoran plasma berat  syok Perdarahan dan disfungsi organ berat Tes DPL dan Hct Tatalaksana Syok terkompensasi  Lihat algoritma (Next) Syok hipotensif  Lihat algoritma (Next) Monitor Tanda vital per 1-4 jam hingga fase kritis dilalui Urin output per 6 jam Pantau Hct, gula darah, dan fungsi organ

46

47

48  Ad vitamBONAM  Ad functionamBONAM  Ad sanationamBONAM

49


Download ppt "Kelompok D – Rotasi 2 – T.A 2012-2013 Angela Christina / Evan Regar / Imam Tongku Padesma R / Melissa Lenardi / Nur Atikah / Setyo Budi Premiadji W / Zahra."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google