Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Hankook Tire (di) Industri yang Terus Menggelinding Annas Armanto David Christian Nadia Febianita Yohanes Febryanto The Firm`s International-Level Position.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Hankook Tire (di) Industri yang Terus Menggelinding Annas Armanto David Christian Nadia Febianita Yohanes Febryanto The Firm`s International-Level Position."— Transcript presentasi:

1 Hankook Tire (di) Industri yang Terus Menggelinding Annas Armanto David Christian Nadia Febianita Yohanes Febryanto The Firm`s International-Level Position

2 COMPANY OVERVIEW Founded in 1941 as the Chosun Tire Company, the first automobile tire company in Korea, Hankook Tire is actively embracing the global stage.

3 COMPANY HISTORY Founded in 1941 as the Chosun Tire Company, the first automobile tire company in Korea, Hankook Tire forged a vision during an era when the seeds of early industrialization were being sown in a country that lacked the wherewithal to grow successfully. Even with facilities and supplies lacking until the end of the Korean War, it did not dampen our enthusiasm to produce quality tires and technology.

4 COMPANY HISTORY In the 1960s and 1970s, the Korean economy rapidly developed in parallel with the manufacturing industry as its growth engine.

5 COMPANY HISTORY Hankook Tire Strengthens Growth Engine World’s first large-scale tire facility constructed in Daejeon, Korea, to maximize economies of scale and gain technology leadership.

6 COMPANY HISTORY Hankook Tire Reinforces Global Capability. Expands partnerships with automobile brands aided by global production and R&D facilities.

7 COMPANY HISTORY Hankook Tire Raises Brand Value. New production facility in Hungary and global brand slogan ’Driving Emotion’ enhance corporate reputation.

8 OUR MISSION “ ” Our mission is to 'contribute to advancement in driving.' We inspire drivers to take on challenges and create new possibilities. We strive to help drivers enjoy their time on the road and be confident in the choices they make.

9 OUR BUSINESS PRINCIPLE Hankook Tire follows strict management principles as we faithfully strive to fulfill our responsibility to stakeholders for sound and sustainable growth.  Placing customers first Our business starts from the wisdom of our customers.  Recognizing talent and potential Every business decision is made by people. Our people are our greatest asset.  Promoting innovation at work We strive to be the first-to-market in adapting new systems that improve the way we work.  Respecting our environment We respect the environment and the rich resources that it provides.  Creating lasting value and profitability for our shareholders We understand that the business we run is on behalf of our investors who believe in us and in our dedication to achieve our goals.

10 CSO&CFO CORPORATE STRATEGY PPLANNING STAFF OFFICE GLOBAL HEADQUARTER, HANKOOK TIRE CO LTD CHO HYUN-BUM The masterminds behind achievements in Hangkok are Cho Yang-rai, chairman of the company, and his second son Cho Hyun- bum. Mr. Cho is the president of Hankook Tire since He joined the company in 1998 and has held various positions including Head of the Marketing Communications Division. “Cho Hyun-bum owns 2.07 percent of the company’s shares and is very enthusiastic about research and development.”

11 OPTIONS FOR INTERACTIONS BETWEEN THE CORPORATE CENTER (OR HEAD QUARTER) AND A COUNTRY COMPANY (OR SUBSIDIARY) Promote Skills and Independence Karena saat ini corporate skills Hankook di Indonesia masih rendah, sedangkan future strategic importance tinggi.

12 Demografi Sosial/ budaya Sosial/ budaya Politik/ hukum Politik/ hukum Makro- ekonomi Makro- ekonomi Teknologi Global Pendatang baru Pemasok Pembeli Produk Substitusi Pendatang baru Pemasok Pembeli Produk Substitusi IndonesiaKorea 4 D Model

13 Cukup stabil, Birokrasi cukup baik Kemungkinan lebih canggih dari Korea Peringkat investasi tetap baik, walaupun ada krisis Global Pertumbuhan pasar domestik, ekspor ban, pasar kendaraan, forecast GDP yang bagus Pengalaman dan pengetahuan kerja kurang Populasi 240 juta Pendatang Baru: Michelin Pemasok: Karet alam berlimpah Pembeli Low involvement Produk Substitusi GT Radial Dunlop Bridgestone Goodyear Lingkungan Industri PT Sumi Rubber Gajah Tunggal Bridgestone Goodyear

14 Menantu presiden Korea dan reformasi ekonomi Menggunakan Laser Guided Vehicle, hampir sepenuhnya dengan mesin Banyak kerjasama dengan mobil premium, kenaikan harga karet alam, European sovereign-debt crisis, gempa bumi di Jepang Tmur Salah satu negara terkaya, ekspor kendaraan roda empat meningkat Etos kerja sangat tinggi Populasi 48,8 juta Lingkungan Industri The goodyear tire & rubber company Cie Gen Des Ets Michelin Bridgestone corporation Pendatang Baru: Kumho, Nexen Pemasok: Harga karet naik Pembeli Audi, Daihatsu, Ford, General Motors, Renault, VW, Volvo, international after market, Hyundai, 180 countries Produk Substitusi Goodyear Michelin Bridgestone

15 Modus Masuk Pasar Hankook

16 Pertimbangan Untuk Mendirikan Anak Perusahaan di Suatu Negara 1.Variasi lintas negara untuk faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing industri. Faktor-faktor ini mengacu kepada empat faktor dalam model Diamond of National Advantage dari Porter (1990). 2.Penempatan berbagai aktivitas Value Chain (Value Shop atau Value Network) bagi keunggulan bersaing. 3.Imbas (impact) kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi negara yang akan menjadi tempat didirikannya anak perusahaan. 4.Risiko perubahan nilai tukar mata uang negara tersebut terhadap nilai mata uang negara asal dan/atau negara lain. 5.Perbedaan lintas negara dalam hal demografi, sosial-budaya dan kondisi pertumbuhan pasar.

17 Model Diamond of National Advantage dari Porter Ketersediaan sumber daya dan keahlian Informasi yang digunakan perusahaan untuk menentukan pilihan dengan sumber daya dan keahlian yang ada Tujuan dari individu di perusahaan Tekanan ke perusahaan untuk berinovasi dan berinvestasi

18 Kondisi Faktor Skilled resources dan basis teknologi Lebih penting mempertimbangkan hingga sampai mana faktor itu bisa dikembangkan, dibanding dengan kondisi faktor saat itu. Kelemahan lokal dalam faktor produksi akan memaksa terjadinya inovasi. Adverse conditions (kekurangan tenaga kerja atau keterbatasan bahan mentah) memaksa perusahaan untuk mengembangkan metode-metode baru. Inovasi ini mengarah ke National comparative advantage

19 Kondisi Faktor Pengetahuan dan pengalaman yang lebih rendah Tersedianya bahan karet alam yang melimpah Indonesia merupakan salah satu penghasil karet terbesar dengan total produksi 2,92 juta ton pada 2010 Harga karet terus mengalami kenaikan Infrastruktur jalan di Indonesia masih bisa dibenahi

20 Kondisi Demand Bila market lokal lebih besar dibanding dengan market luar, maka perusahaan lokal akan lebih memfokuskan diri ke produk tersebut, dibanding dengan perusahaan asing. Hal ini memberi keuntungan kompetitif bila perusahaan lokal mulai mengekspor produk.

21 Kondisi Demand APBI memproyeksikan pertumbuhan pasar ban domestik dan ekspor mencapai 15% – Penjualan ban mobil nasional (2010) naik 23% dibanding tahun sebelumnya – Ekspor ban (2010) meningkat 25% dibanding tahun sebelumnya

22 Strategi, Struktur dan Persaingan Perusahaan Bila industrinya kompetitif, maka perusahaan akan lebih cost-effective dan mampu menghasilkan inovasi yang lebih baik. Hal ini diperkuat lagi apabila supplier adalah competitor global yang kuat.

23 Strategi, Struktur dan Persaingan Perusahaan Adanya persaingan ketat (JK Tire dari India, Gajah Tunggal, Bridgestone, Sumi Rubber) Gajah Tunggal akan membangun pondasi yang lebih dalam lagi, baik dalam hal distribusi dan brand equity, sehingga konsumen akan semakin loyal Potensi Michelin akan membangun pabrik di Indonesia Rencana konsorsium 10 PTPN karet dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI)untuk mendirikan pabrik ban sepeda motor di Purwakarta Persaingan yang ketat ini menuntut Hankook untuk lebih berinovasi dan berkembang

24 Industri Pendukung dan yang Berhubungan Kondisi lokal mempengaruhi strategi perusahaan. Secara jangka pendek, persaingan yang kecil memang menarik, namun dalam jangka panjang, persaingan yang ketat memaksa perusahaan untuk berkembang dan berinovasi. Persaingan lokal yang ketat membuat persaingan di global lebih sedikit. Persaingan lokal dapat mengakibatkan low factor costs.

25 Industri Pendukung dan yang Berhubungan Pasar mobil nasional naik 58.1% (2010) dibanding tahun sebelumnya Ada kekhawatiran pasar mobil akan turun akibat gempa di Jepang Indonesia International Motor Show (akhir Juli 2011) melepas unit mobil ke pasar Hankook masuk melalui mobil Korea yang pangsa pasarnya masih kecil

26 Kesimpulan Model Porter’s Diamond of National Advantage (Kasus) Ketersediaan sumber daya karet yang melimpah Dengan sumber daya dan keahlian yang ada, pabrik di Indonesia akan lebih banyak menyerap tenaga kerja dibanding pabrik di Geumsan Pabrik akan memproduksi ban untuk mobil sedan, SUV, truk ringan, dan truk berat Dengan ketatnya persaingan, tekanan bagi perusahaan untuk berinovasi dan berinvestasi semakin tinggi Harga karet (dan yang lain) yang naik menuntut Hankook untuk lebih kompetitif dalam segala hal. R&D memegang peranan yang penting agar produk-produk yang dihasilkan lebih kompetitif dari pesaing. Bagaimana mengelola harga ban adalah sejauh mana kompetitif perusahaan di industri

27 Penempatan Berbagai Aktivitas Value Chain Bagi Keunggulan Bersaing

28 Imbas (Impact) Kebijakan Pemerintah dan Kondisi Ekonomi Negara Ada usulan dark Ketua Dewan Karet Nasional (Aziz Pane) agar pembelian karet alam bisa dilakukan lewat Bursa Komoditi di Jakarta – Sarana lindung nilai dari gejolak harga – Memudahkan akses industry hilir terhadap komoditas – Memutuskan rantai distribusi yang dimainkan oleh tengkulak – Harga karet akan transparan dan mengikuti hukum pasar

29 Risiko Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Negara Tujuan Perbedaan Lintas Negara dalam Hal Demografi, Sosial-budaya dan Kondisi Pertumbuhan Pasar

30 Tiga Strategi Memanajemeni Posisi Perusahaan Level Internasional Multidomestic Strategy Induk perusahaan melihat nilai posisi level internasional akan lebih besar apabila anak perusahaan hanya melayani kebutuhan pasar di negara tempatnya berada. Global Strategy Perusahaan melihat adanya kesamaan kebutuhan pasar di negara-negara yang berbeda tsb. Transnational Strategy Posisi level internasional akan meningkat bila praktek Multidomestic Strategy dilengkapi dengan Global Strategy atau sebaliknya

31 Tiga Strategi Memanajemeni Posisi Perusahaan Level Internasional Hankook : Global Strategy  Transnational Strategy

32 Perbandingan Aktivitas Koordinasi Tiga Strategi Lingkaran di tengah  model 4-D untuk negara asal atau tempat beradanya induk perusahaan Ketiga lingkaran lainnya  anak perusahaan di negara lain

33 A Continuum of Strategies for Coordinating Subsidiaries

34 Ekskalasi keterdesakan Target pangsa pasar yang telah ditetapkan terancam tidak tercapai Hankook gagal menjadi 5 besar produsen ban di dunia Ekskalasi keterdesakan Target pangsa pasar yang telah ditetapkan terancam tidak tercapai Hankook gagal menjadi 5 besar produsen ban di dunia Isu Stratejik Saat ini Hankook hampir tidak memiliki pasar di Indonesia Pemain lama akan berusaha mempertahankan pangsa pasar dan meningkatkan kapasitas produksi Harga karet yang terus mengalami kenaikan Isu Stratejik Saat ini Hankook hampir tidak memiliki pasar di Indonesia Pemain lama akan berusaha mempertahankan pangsa pasar dan meningkatkan kapasitas produksi Harga karet yang terus mengalami kenaikan Strategi saat ini Membangun pabrik di daerah Cikarang (ditargetkan beroperasi September 2014) Menjadikan Indonesia basis produksi Hankook di Asia Tenggara dan Asia Pasifik, dimana 50% produksi untuk Asia Tenggara dan Asia Pasifik dan 50% untuk pasar global Menjadi 5 besar produsen ban di dunia Untuk pasar indonesia, menargetkan 10% pangsa pasar untuk jangka pendek dan 25% untuk jangka panjang Strategi saat ini Membangun pabrik di daerah Cikarang (ditargetkan beroperasi September 2014) Menjadikan Indonesia basis produksi Hankook di Asia Tenggara dan Asia Pasifik, dimana 50% produksi untuk Asia Tenggara dan Asia Pasifik dan 50% untuk pasar global Menjadi 5 besar produsen ban di dunia Untuk pasar indonesia, menargetkan 10% pangsa pasar untuk jangka pendek dan 25% untuk jangka panjang Inisiatif prospektif Mempercepat pembangunan pabrik di Indonesia Bekerjasama dengan perusahaan produsen mobil di Indonesia Mendorong R&D untuk dapat terus berinovasi Inisiatif prospektif Mempercepat pembangunan pabrik di Indonesia Bekerjasama dengan perusahaan produsen mobil di Indonesia Mendorong R&D untuk dapat terus berinovasi Situasi kritis Perusahaan lain lebih dulu meningkatkan kapasitas produksi mereka Hankook tidak dapat membuat harga ban yang kompetitif Situasi kritis Perusahaan lain lebih dulu meningkatkan kapasitas produksi mereka Hankook tidak dapat membuat harga ban yang kompetitif Organisasi baru Menjadi produsen ban terbaik di Indonesia dan dunia Organisasi baru Menjadi produsen ban terbaik di Indonesia dan dunia Reputasi Organisasi Hampir sepenuhnya beroperasi menggunakan mesin dengan teknologi tinggi Memiliki pabrik ban terbesar di dunia Berhasil menjadi pemimpin pasar di China Reputasi Organisasi Hampir sepenuhnya beroperasi menggunakan mesin dengan teknologi tinggi Memiliki pabrik ban terbesar di dunia Berhasil menjadi pemimpin pasar di China Pemimpin strategic : Hyun Bum Cho Tanggal Kasus : September 2011


Download ppt "Hankook Tire (di) Industri yang Terus Menggelinding Annas Armanto David Christian Nadia Febianita Yohanes Febryanto The Firm`s International-Level Position."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google