Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA ( PMRI)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA ( PMRI)"— Transcript presentasi:

1 PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA ( PMRI)
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) NAMA : BAMBANG RIYANTO N I M : MATA KULIAH : PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA ( PMRI)

2 Pokok Bahasan: Bangun Datar, yaitu luas belah ketupat dan layang-layang.

3 Latar Belakang: Mata pelajaran matematika masih dirasakan sulit oleh murid karena kebanyakan matematika diajarkan dengan materi dan metode yang tidak menarik bagi murid dimana guru menerangkan dan murid mencatat atau murid tidak dilibatkan dalam proses pembelajaran (Zulkardi, 2003)

4 Salah satu inovasi terbaru dalam pembelajaran matematika adalah RME (Realistic Mathematics Education) atau PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia). Seperti yang dikemukakan oleh Hadi (2003) bahwa Pendidikan matematika di tanah air saat ini sedang mengalami perubahan paradigma.

5 Proses yang dilakukan hanya memberikan rumus, padahal dalam kegiatan pembelajaran peserta didik harus aktif untuk mencari, mengolah, dan menemukan dengan bimbingan proporsional dari guru dalam menemukan suatu konsep. ( )

6 Dalam mempelajari geometri
peserta didik terkadang mengalami kesulitan ketika harus mempelajari objek yang bersifat abstrak, mengingat peserta didik masih dalam tahap belajar realistik.

7 Berbagai upaya telah dilakukan guru agar peserta didik dapat memahami materi geometri, misalnya dengan penggunaan alat peraga yang dapat membantu peserta didik dalam membawa objek geometri ke dalam dunia nyata

8 Implementasi ini dilaksanakan:
Tempat: SD Negeri 14 Kayuagung Waktu :Sabtu, 18 April 2009 Perangkat Pembelajaran yang digunakan pada proses pembelajaran ini adalah : - Silabus - Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( R P P )

9 - Lembar Aktivitas Siswa ( L A S)
- Kertas Karton dan Millimeter Block (kertas millimeter block tersebut ditempel dengan kertas karton), sebagai alat bantu siswa untuk menemukan luas sebuah belah ketupat dan layang-layang dengan menggunakan pendekatan persegipanjang.

10 - Gunting, sebagai alat untuk memotong kertas karton atau millimeter block, sehingga siswa dapat menemukan sendiri luas belah ketupat dan layang-layang dengan alat bantu.

11 Proses Pembelajaran: Pendahuluan:
Pada proses pembelajaran ini, pertama penulis mempersilahkan siswa untuk duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Kemudian penulis membagikan LAS dan kertas millimeter block serta gunting. Guru memberikan pengarahan tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada proses pembelajaran ini.

12 Guru memberikan pengarahan tujuan pembelajaran:

13 Kegiatan Inti: Siswa berdiskusi, berkolaborasi dan berargumentasi dalam kelompok masing-masing, sementara guru memperhatikan, mengamati dan membimbing siswa yang mengalami kesulitan untuk melakukankegiatan yang diminta, pada proses pembelajaran ini ada dua kegiatan siswa, yaitu :

14 Menentukan luas belah ketupat dengan alat bantu kertas millimeter block, dimana konteks yang dipakai adalah luas persegipanjang (siswa sudah mempelajari luas persegipangang). Menentukan luas layang-layang dengan alat bantu kertas mllimeter block, dengan kontekstual yang dipakai adalah luas persegipanjang

15 Dalam proses pembelajaran ini, terlihat siswa sangat antusias berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing.

16 Kegiatan I : Tujuan Pembelajaran Kegiatan I : Siswa dapat menemukan rumus luas belah ketupat, jika dikatahui panjang diagonal-diagonalnya menggunakan pendekatan persegipanjang

17 Siswa diminta untuk menggambarkan belah ketupat pada kertas millimeter block yang telah tersedia dengan panjang diagonal sesuai dengan kelompok masing-masing.

18 (Kelompok I : mengambil d1 = 8cm dan d2 =4 cm
kelompok II : mengambil d1= 6cm dan d2 = 6 cm, kelompok III : mengambil d1 = 8 cm dan d2 = 4 cm, kelompok IV : mengambil d1 = 8 cm dan d2 = 6 cm, kelompok V : mengambil d1 = 8 cm dan d2 = 4 cm)

19 Kemudian siswa diminta menggunting belah ketupat tersebut, kemudian setelah digunting, siswa mengkonstruksnya sehingga membentuk persegipanjang, dengan demikian siswa dapat menentukan luasnya

20 Kelompok I Menggunting diagonal-diagonalnya sehingga didapat empat buah segitiga siku-siku yang kongruen, kemudian dikonstruksi oleh mereka sehingga membentuk persegipanjang dengan panjang 4cm dan lebar 4 cm sehingga mereka mendapatkan luas persegipanjang adalah p x l, dengan demikian didapatnya bahwa luas belah ketupat adalah 4 x 4 = 16 cm2, seperti pada gambar berikut ini

21 Kelompok I:

22 Kelompok II: Menggunting diagonal-diagonal, sehingga didapat empat buah segitiga siku-siku yang kongruen, kemudian dikonstruksi oleh mereka sehingga didapat persegi panjang dengan panjang 6cm dan lebar 3cm. Sehingga mereka mendapatkan luas belah ketupat adalah 6 x 3 cm2 =18 cm2, hal ini mereka dapatkan melalui konstruksi mereka seperti pada gambar berikut ini :

23 Kelompok II: 6cm 3cm

24 Kelompok III: Menggunting diagonal-diagonalnya sehingga didapat empat buah segitiga siku-siku yang kongruen. Kemudian siswa mengkonstruksinya sehingga terbentuk persegipanjang yang memiliki panjang 4 cm dan lebar 4 cm (hampir sama dengan pekerjaan yang dilakukan oleh kelompok I) sehingga mereka mendapatkan luas belah ketupat tersebut adalah 4 x 4 cm2 = 16 cm2. seperti terlihat pada gambar berikut ini :

25 Kelompok III: 4cm

26 Kegiatan II: Tujuan Pembelajaran Kegiatan II : Siswa dapat mengenal layang-layang dan dapat menentukan luas layang-layang dengan pendekatan persegipanjang.

27 Kegiatan II: Siswa diminta untuk menggambarkan layang-layang pada kertas millimeter block yang tersedia, dengan ukuran sesuai dengan kelompok masing-masing.

28 d2 d1

29 Kegiatan II: Kelompok I, megambil d1 = 2 cm, d2 = 8 cm,
Kelompok II, mengambil d1 = 6 cm dan d2 = 6 cm Kelompok III, mengambil, d1= 4 cm dan d2 = 6 cm Kelompok IV, mengambil d1 = 6 cm dan d2 = 7 cm Kelompok V, mengambil d1 = 6 cm dan d2 = 7cm

30 Kelompok I: Dengan menggunting diagonal-diagonalnya sehingga didapat dua pasang segitiga siku-siku yang kongruen, kemudian siswa mengkonstruksinya dengan membentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 8cm dan lebar 1 cm sehingga mereka menyimpulkan luas layang tersebut adalah 8 cm2. seperti terlihat pada gambar berikut ini 

31 Kelompok I: 8 cm 1 cm

32 Kelompok II: Dengan menggunting diagonal-diagonal layang-layang sehingga didapat dua pasang segitiga siku-siku yang kongruen, kemudian siswa mengkonstruksinya sehingga terbentuk persegipanjang dengan panjang 6 cm dan lebar 3 cm, dengan demikian siswa dalam kelompok tersebut menyimpulkan bahwa luas layang-layang tersebut adalah 6 x 3 cm2 = 18 cm2. Seperti terlihat pada gambar berkut ini :

33 Kelompok II: 6 cm 3 cm

34 Setelah proses diskusi, kolaborasi dalam kelompoknya, kemudian perwakilan dari kelompok (dalam hal ini kelompok I) mempresentasikan hasil diskusi dalam kelompoknya, kemudian siswa kelompok lain menanggapi dari presentasi kelompok I.

35 Presentasi kelas:

36 Kegiatan Penutup Siswa menarik kesimpulan dengan dibimbing oleh guru, kemudian guru meminta siswa untuk membuat tanggapan / respons siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan.

37 Respons siswa setelah proses pembelajaran :
Siswa senang belajar matematika karena belajar matematikanya bagus dan belajar seperti ini siswa lebih mudah memahami matematika.

38 Simpulan: Proses pembelajaran menentukan luas layang-layang dan belah ketupat sudah sesuai dengan lima karakteristik dan tiga prinsip RME Respons siswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan adalah siswa sangat senang terhadap proses pembelajaran yang dilakukan

39 Saran: Agar guru matematika pada umumnya dan guru matematika kelas 5 SD khususnya untuk menerapkan pembelajaran RME untuk pokok bahasan Luas Belah Ketupat dan layang-layang.

40 Terima Kasih


Download ppt "PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA ( PMRI)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google