Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Model dan Teori Perubahan PERTEMUAN 4. Model Perubahan Lewin Kurt Lewin 1951, mengembangkan model perubahan terencana (force field model). Tiga tahap.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Model dan Teori Perubahan PERTEMUAN 4. Model Perubahan Lewin Kurt Lewin 1951, mengembangkan model perubahan terencana (force field model). Tiga tahap."— Transcript presentasi:

1 Model dan Teori Perubahan PERTEMUAN 4

2 Model Perubahan Lewin Kurt Lewin 1951, mengembangkan model perubahan terencana (force field model). Tiga tahap yang menjelaskan cara mengambil inisiatif, mengelola dan menstabilkan proses: – Pencairan (unfreezing). – Changing atau Moving. – Pembekuan kembali (refreezing).

3 Mengenal perlunya perubahan perubahan Berusaha menciptakan kondisi baru Mengembangkan. Menciptakan dan memelihara perubahan Step 1: Unfreezing Step 2: Changing Step 3: Refreezing

4 Model Perubahan Tyagi Tyagi 2001, model Lewin belum cukup karena hanya menyangkut sumber daya manusia. Bebrapa komponen sistem dalam proses perubahan: –Adanya kekuasaan untuk melakukan perubahan. –Mengenal dan mendefinisikan masalah. –Proses penyelesaian masalah. –Mengimplementasikan masalah. –Mengukur, mengevaluasi dan mengontrol hasil.

5 1. Kekuatan perubahan 2. Mengenal dan mendefinisikan masalah 3. Proses pemecahan masalah 4. Implementasi perubahan Manajemen transisi 5. Mengukur, mengevaluasi, mengawasi Change Agent

6 Model Perubahan Kreitner dan Kinicki Pendekatan sistem Kreitner dan Kinicki 2001, kerangka kerja perubahan organisasi terdiri dari inputs, target elemen of change dan outputs.

7 Organizing Arrangements: Policies Procedures Roles Structure Rewards Physical Setting Organizing Arrangements: Policies Procedures Roles Structure Rewards Physical Setting Social Factors Organization culture. Group procces Interpersonal Interactions Communications Leadership Social Factors Organization culture. Group procces Interpersonal Interactions Communications Leadership Goal Arrangements Desired and results Priorities Standards Resources Linkage through out organization Goal Arrangements Desired and results Priorities Standards Resources Linkage through out organization Internal Strenghts Weaknesses external Opportunities Threat Internal Strenghts Weaknesses external Opportunities Threat People knowledge Ability Attitudes Motivation Behavior People knowledge Ability Attitudes Motivation Behavior Organizational level. Departement/ Group level. Individual level Organizational level. Departement/ Group level. Individual level Methods Processes Work flow job design technology Methods Processes Work flow job design technology Target Elements of Change Inputs Outputs

8 Model Perubahan Burnes Burners 2000, tiga macam model perubahan yang dikelompokan berdasarkan frekuensi dan besaran perubahan: –The increamental model of change. Perubahan berlangsung secara bertahap. Perubahan secara berganti pada masing-masing bagian. Perubahan terjadi karena ada respon internal dan eksternal. Respon terjadi karena adanya perubahan organisasi. –The puctuated equilibrium model. Model keseimbangan terpotong –The continuous transformation model.

9 –The puctuated equilibrium model. Model keseimbangan terpotong terjadi jika aktivitas stabil dalam jangka panjang (periode equilibrium). Terpotong oleh gunjangan fundamental jangka pendek (periode revolusioner). Periode revolusioner mengganggu secara substantif dengan menciptakan pola aktivitas dan equilibrium baru. Perubahan stabilitas jangka panjang dipengaruhi oleh perubahan aktivitas jangka pendek. Goncangan tersebut menghasilkan equilibrium baru dengan stabilitas jangka panjang. –The continuous transformation model. Model transformasi berkelanjutan bertujuan agar organisasi tetap survive dengan mengembangkan kemampuan untuk mengubah secara berkelanjutan. Lingkungan berubah secara cepat, radikal dan tidak dapat diprediksi. Dengan transformasi berkelanjutan, organisasi dapat menjaga agar sejalan dengan perubahan lingkungan dan organisasi tetap survive.

10 Model Perubahan Conner Dinamika perubahan manusia memiliki struktur dengan daya tahan (resilience) sebagai pola sentral dan didukung oleh tujuh pola pendukung: –Sifat perubahan (the natural of change). –Prose perubahan (process of change). –Peran perubahan (role of change). –Menolak perubahan (resisting change). –Terikat pada perubahan (comiting to change). –Bagaimana budaya mempengaruhi perubahan (how culture influences change). –Pentingnya tim kerja yang sinergis.

11 Sinergy Nature of Change Process Resilience Culture Commitment Resistance Roles

12 Model Perubahan Victor Tan (2002) Membuka pikiran. Menenangkan hati. Memungkinkan tindakan. Menghargai prestasi.

13 Operating Minds Winning Hearts Enabling Actions Rewarding Achievements

14 Model perubahan Bridges dan Mitchell Saying goodbye. Shifting into neutral. Moving forward.

15 Model Perubahan Kotter Kesalahan yang terjadi dalam proses perubahan: Memberikan kepuasan terlalu banyak terjadinya kepuasan dengan dirinya sendiri. Kegagalan menciptakan koalisi pengarahan yang cukup kuat. Merendahkan kekuatan visi. Kurang mengkomunikasikan visi. Membolehkan hambatan menutup visi. Gagal menciptakan kemenangan jangka pendek. Menyatakan kemenangan terlalu cepat. Lupa menanamkan perubahan secara tepat dalam budaya organisasi.

16 Mengatasi masalah tesebut (Kotter 2002) Menumbuhkan rasa urgensi. Menciptakan koalisi pengarahan. Membangun visi dan strategi. Mengkomunikasikan visi baru. Melibatkan dan memberdayakan karyawan secara luas. Membangkitkan kemenangan jangka pendek. Konsolidasi dan menghasilkan perubahan. Menancapkan pendekatan baru ke dalam budaya.

17 Model Perubahan Pasmore Persiapan Analisis kekuatan dan kelemahan. Mendesain sub unit baru. Mendesain proyek. Mendesain sistem kerja. Mendesain sistem pendukung. Mendesain mekanisme integratif. Implementasi perubahan.

18 Model Accounting-Turnaround (Harlan D.Platt, 1988) Tidak semua korporat dapat diselamatkan atau di ubah. Untuk diubah, korporat harus memiliki sejumlah syarat, seperti dukungan stakeholder, masih ada core business yang mampu mendatangkan cash flow, adanya tim manajemen yang solid, dan sumber pembiayaan jangka panjang. Perubahan putar haluan (turnaround) dilakukan perusahaan yang sedang mengalami penurunan akibat kerugian atau salah urus. Langkah turnaround dimulai dari reorganisasi. Membedaan strategi perubahan menjadi transformasi korporat, turnaround dan manajemen krisis.

19 Membedakan strategic turnaround dengan operating turnaround. Strategic turnaround dilakukan, perubahan strategi untuk meningkatkan daya saing atau memasuki pasar baru. Operating turnaround berhubungan dengan upaya meningkatkan pendapatan, penurunana biaya dan peningkatan harta (Hofer, 1980) Kegiatan operating turnaround didasarkan pada titik impas dimana perubahan dilakukan bila berada di titik impas yang memberikan keuntungan bagi perusahaan.


Download ppt "Model dan Teori Perubahan PERTEMUAN 4. Model Perubahan Lewin Kurt Lewin 1951, mengembangkan model perubahan terencana (force field model). Tiga tahap."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google