Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERTEMUAN 10. Pemasaran (marketing) Proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERTEMUAN 10. Pemasaran (marketing) Proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan."— Transcript presentasi:

1 PERTEMUAN 10

2 Pemasaran (marketing) Proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan tujuan untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya. Proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan tujuan untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya.

3 Nilai (value) Nilai terdiri dari karakteristik kinerja dan atribut-atribut yang disediakan oleh perusahaan dalam bentuk barang dan jasa yang mau dibayar oleh para pelanggan. Nilai terdiri dari karakteristik kinerja dan atribut-atribut yang disediakan oleh perusahaan dalam bentuk barang dan jasa yang mau dibayar oleh para pelanggan.

4 Riset pemasaran Desain, kumpulan, analisis, dan laporan sistematis tentang data yang berhubungan dengan situasi pemasaran tertentu yang dihadapi sebuah organisasi. Desain, kumpulan, analisis, dan laporan sistematis tentang data yang berhubungan dengan situasi pemasaran tertentu yang dihadapi sebuah organisasi. Define the problem Develop research plan Collect information Analyze information Present findings Make decision

5 Perilaku konsumen Studi tentang proses yang melibatkan individu atau kelompok ketika memilih, membeli, menggunakan atau meninggalkan produk, jasa, atau pengalaman untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan.

6 Perilaku konsumen Psikologi Konsumen Keputusan Pembelian Konsumen

7 Psikologi konsumen Persepsi Pembelajaran Motivasi Keyakinan dan Sikap.

8 Perilaku konsumen 1. Persepsi

9 Proses dimana orang memilih, mengatur, dan menginterpretasikan informasi untuk membentuk gambaran dunia yang nyata. Konsumen seringkali bertindak dan bereaksi berdasarkan persepsi, bukan berdasarkan objektivitas mereka. Persepsi dibentuk oleh panca indera: penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan rasa.

10 2. Pembelajaran Perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman.

11 Proses yang mengarahkan orang untuk berperilaku seperti yang diinginkan. 3. Motivasi

12 Pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang tentang sesuatu. Keyakinan didasarkan pada pengetahuan nyata, pendapat atau iman dan membawa muatan emosi maupun tidak. Keyakinan membentuk citra produk dan merek yang mempengaruhi perilaku pembelian. 4. Keyakinan

13 Menggambarkan evaluasi, perasaan, dan tendensi yang relatif konsisten dari seseorang terhadap sebuah objek atau ide. Kerangka pikiran untuk menyukai atau tidak menyukai sesuatu. 4. Sikap

14 1.Tipe perilaku pembelian konsumen Extensive problem solving Limited problem solving Habitual decision making 2.Proses keputusan pembeli Keputusan Pembelian

15 a. Extensive problem solving: No established criteria Usually involves a substantial amount of search behavior Involves several choice decisions and substantial cognitive and behavioral effort Likely to take rather long periods 1. Jenis-Jenis Perilaku Keputusan Pembelian

16 b. Limited problem solving: Have basic criteria Amount of effort ranges from low to moderate Involves less search for information than extensive decision making Choices typically carried out fairly quickly

17 c. Habitual decision making/nominal decision making/routinized response behavior: Have experience with the product category Requires very little cognitive capacity or conscious control

18 2. Proses Keputusan Pembeli

19 Segmentasi Membagi pasar menjadi kelompok- kelompok kecil dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku berbeda yang mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran tersendiri. Membagi pasar menjadi kelompok- kelompok kecil dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku berbeda yang mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran tersendiri.

20 Traditional Approaches to Market SegmentationTraditional Approaches to Market Segmentation –Pemasaran Massal (Mass Marketing) –Differentiated Marketing Multisegment Approach Market Concentration Approach –Pemasaran Ceruk (Niche Marketing).

21 Mass marketing strategy

22 Model t ford mengikuti pendekatan pemasaran massal

23 Multisegment strategy

24 Market concentration strategy

25 Niche marketing strategy

26 Segmentasi Emerging Approaches to SegmentationEmerging Approaches to Segmentation –One-to-One Marketing – Mass Customization – Permission Marketing

27 One to one marketing Membuat produk yang sama sekali unik atau program pemasaran untuk setiap pelanggan dalam target segmen.

28 Mass customization Menyediakan produk yang unik dan solusi untuk konsumen perorangan dalam skala massal.

29 Permission marketing Pelanggan memilih untuk menjadi bagian dari segmen pasar suatu perusahaan. Pelanggan memberi izin perusahaan untuk secara khusus menargetkan mereka dalam upaya pemasaran mereka.

30 Dasar segmentasi pasar pelanggan Segmentasi Perilaku – Segmen berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan, atau respons terhadap sebuah produk Segmentasi Demografis –Segmen berdasarkan faktor demografi (mis. jenis kelamin, usia, pendapatan, pendidikan, dll) Segmentasi Psikografis –Segmen berdasarkan kelas sosial, gaya hidup, atau karakteristik kepribadian Segmentasi Geografis – Segmen berdasarkan letak geografis.

31 Persyaratan untuk segmentasi efektif Terukur Substansial Aksesibilitas Dapat ditindaklanjuti Dapat didiferensiasi.

32 Targeting Proses mengevaluasi daya tarik masing- masing segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen dimasuki.

33 Lima strategi dasar untuk memilih pasar sasaran: –(1) Single Segment Targeting –(2) Selective Targeting –(3) Mass Market Targeting –(4) Product Specialization –(5) Market Specialization

34 Basic target marketing strategy

35 Positioning Pengaturan produk untuk menduduki tempat yang jelas, berbeda, dan diinginkan dibandingkan produk pesaing dalam pikiran konsumen sasaran.

36 Hasil dan sasaran positioning: Menanamkan merek di pikiran konsumen Proposisi nilai yang berfokus pada pelanggan.

37 Value proposition A value proposition is an analysis and quantified review of the benefits, costs and value that an organization can deliver to customers and other constituent groups within and outside of the organization. It is also a positioning of value, where Value = Benefits - Cost (cost includes risk)

38 Value propositions can be used to position value to a range of constituents such as: –Customers – to explain why a customer should buy from a supplier (see customer value proposition). –Partners - for the purposes of strategic alliances or joint ventures. –Internal departments – for example where an I.T. department is creating an internal business case to present to the board for funding. –Employees – for recruiting new people or for retaining and motivating existing employees. This is sometimes called the HR or employee value proposition. –Suppliers – to explain why a supplier should want to be a supplier to an organisation or customer.

39 Aqua: –“Kebaikan Alam, Kebaikan Hidup”. Domino’s: –“A good hot pizza, delivered to your door within 30 minutes of ordering, at a moderate price”. Volvo: –“The safest, most durable wagon in which your family can ride”.

40 Marketing mix Product (Produk)Product (Produk) Price (Harga)Price (Harga) Place (Tempat)Place (Tempat) Promotion (Promosi).Promotion (Promosi).


Download ppt "PERTEMUAN 10. Pemasaran (marketing) Proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google