Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEBIJAKAN STRATEGIS 1. Menciptakan iklim persaingan di pasar input yang sehat dalam rangka mendorong kinerja sektor agribisnis hulu dan sektor on farm.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEBIJAKAN STRATEGIS 1. Menciptakan iklim persaingan di pasar input yang sehat dalam rangka mendorong kinerja sektor agribisnis hulu dan sektor on farm."— Transcript presentasi:

1

2 KEBIJAKAN STRATEGIS 1. Menciptakan iklim persaingan di pasar input yang sehat dalam rangka mendorong kinerja sektor agribisnis hulu dan sektor on farm yang efisien 2. Pengembangan sektor agribisnis primer melalui sistem kelembagaan usaha 3. Integrasi dan pengembangan subsistem pasca panen ( pemotongan dan pengolahan) di wilayah produksi/budidaya

3 1.Peningkatan dan pengendalian kualitas input utama, terutama bibit dan pakan 2.Berkoordinasi untuk mengembalikan fungsi-fungsi kemitraan sekaligus memberdayakan peternak individu maupun peternakan mandiri 3.Mensosialisasikan standar mutu penanganan pascapanen dan produk olahan ayam ras

4  Ternak komoditas  padat capital dan teknologi  Ternak sumberdaya  diusahakan sebagian besar rumahtangga di pedesaan (backyard farming)  Menjadi salah satu ternak unggulan Jabar  Faktor pendukung: a) iklim kondusif (enabling environment), b) factor teknis, ekonomi dan social relative mapan (established) dibandingkan yang lainnya.  Ayam lokal dan itik  alternative di masa depan  Penyerapan tenaga kerja 2 juta orang pada 80 ribu peternakan

5 POHON INDUSTRI  Berkembang menjadi industri lengkap (industri primer, cabang industri)  Penghasil pangan (daging dan telur)  Diversifikasi industri (fillet, sosis, nugget)  Produk non pangan (feses, darah, bulu) SDM  tenaga kerja diserap industri ayam ras  85% usaha ayam ras pedaging  15% usaha ayam ras petelur  Laju pertumbuhan penyerapan tenaga kerja 4-5% (Jabar 2-3%)  Pendidikan SD 77%, SLTP 17%, PT 6%

6 SUBSISTEM AGRIBISNIS HULU  Produsen bibit, pakan, obat-obatan, sarana produksi Pada umumnya produsen bibit dan pakan terintegrasi  Sarana/peralatan, obat-obatan  unit usaha berdiri sendiri dengan lisensi perusahaan multinasional.  Subsistem hulu banyak dikuasi perusahaan multinasional: a. Skala usaha ekonomis sangat besar b.Ketergantungan bahan baku impor karena tidak ada kerjasama dengan usahatani jagung dan kedelai  c. Lisensi penggunaan grand parent stock  pembangunan unit hatchery sangat tinggi  Produsen input: Charoen Pokphan, Samsung, Comfeed.  Bibit ayam: Grup Cibadak, Cobbindo, Cipendawa, Manggis, Multibreeder  Pakan: Gold Coin, Poultry Shop

7 Masalah:  Jangka panjang  ketergantungan bahan baku impor (pakan jagung, bungkil kedelai, tepung hewani)  Biokonversi jagung, gandum  energi alternatif  Rendahnya penawaran jagung dan kedelai di pasar internasional (kenaikan harga > 46%)  Harga doc fluktuatif (tidak jelas)  ada gejala leader-follower  kecenderungan terbentuk kartel  Terbentuk (strategic business unit /SBU) yang bersaing tidak sehat dengan PS  Ada indikasi tidak mencantumkan strain ayam dalam box doc  get big, really big, or get out

8 NoJenis UnggasJumlah (juta ekor) Persentase (%) Populasi 1Ayam Ras 5265,00 2Ayam Lokal 2430,00 3Itik 4 5,00 Jumlah ,00 Pertumbuhan 1Rata-rata Jabar 12,5 2Rata-rata Nasional 2,5

9 NoKomponen BiayaRata-rata (%) 1DOC 28,53 2Pakan 68,08 3Obat dan Vitamin 1,14 4Energi 0,63 5Sekam/litter 0,29 6Tenaga kerja 1,14 7Penyusutan 0,19 TOTAL 100,00

10  Peternak mandiri; adalah peternak yang memiliki seluruh sumberdaya yang ia kelola, dan keputusan usaha dikontrol oleh peternak mandiri  Peternak individu (kemitraan); kepanjangan mata rantai system produksi yang dikontrol PS dan SBU (mitra inti) Pola Kemitraan:  Makloon; peternak individu bermitra dengan PS, menerima “upah” per ekor di tambah bonus atas jasa membesarkan doc sampai umur jual (= sewa kandang)  Kontrak harga; (SBU-peternak individu) seluruh pembelian input dan penjualan output ditetapkan oleh SBU berdasarkan prediksi pasar jangka pendek.  Posisi peternak aman, namun keberlanjutan produksi antar waktu tidak dijamin oleh perusahaan inti.

11  Populasi 9 jt ekor (r = 14%)  Pangsa populasi 8% dari populasi nasional  Faktor penghambat industri ayam ras petelur: a. Investasi > ayam ras pedaging b. Ketidakmampuan peternak untuk bersaing dengan telur pasokan Jatim (sentra produksi jagung) c. Produk telur dapat disimpan, penjual leluasa mengatur distribusi ke luar propinsi  Perusahaan skala menengah-besar, rata-rata pop ekor  Rasio B/C 1,1 – 1,3  Karakteristik usaha multi-produk  Tingkat produksi 73-75% umur minggu  Sentra produksi ayam ras petelur Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Kuningan dsk

12 NoKomponen BiayaRata-rata (%) 1DOC 4,46 2Pakan 89,03 3Obat dan Vitamin 0,21 4Energi 0,18 5Sekam/litter 0,04 6Tenaga kerja 4,28 7Penyusutan 1,79 TOTAL 100,00

13 SUBSISTEM AGRIBISNIS HILIR Pasca Panen dan Pengolahan Hasil  Semakin beragamnya produk derivatif daging dan telur  Ada pergeseran pola konsumsi (red meat-white meat; ready to cook; ready to eat) Pemasaran  Sebagian besar di Jabar  DKI (60%)  Persaingan di tingkat produsen  kemudahan akses ke sentra konsumen (ada disparitas farm gate price Rp 400-Rp500/kg  Pelaku pasar; PS, Bandar regional, Bandar pasar regional, Bandar pasar lokal Hambatan:  Tingkat penyusutan 7-10% (pasar Jakarta) dan 4-6% (pasar Bandung dsk)  Larangan masuknya ternak hidup ke wilayah Jakarta dsk

14 PROSPEK:  Pergeseran supply – demand  Pertumbuhan penduduk – urbanisasi (3%)  Pertumbuhan industri (4,2%)  Jumlah uang beredar (M2) 11%  GNP – pendapatan masyarakat POTENSI:  Konsumen ayam ras  kelas menengah (di atas rata-rata agregat)  Spillover effect  berada pada kluster industry lain yang tergantung impor sehingga biaya transaksi terhadap pasar impor menjadi lebih rendah  Karakteristik tekno-sosio-ekonomi berbasis pertanian sangat mendukung (wellestablished sejak 1970)  Infrastruktur semakin baik

15  Hambatan dan kelemahan: ……… ?


Download ppt "KEBIJAKAN STRATEGIS 1. Menciptakan iklim persaingan di pasar input yang sehat dalam rangka mendorong kinerja sektor agribisnis hulu dan sektor on farm."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google