Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sistem Bilangan Dasar pemrograman mikroprosesor Tipe : –Biner –Oktal –Desimal –Heksadesimal.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sistem Bilangan Dasar pemrograman mikroprosesor Tipe : –Biner –Oktal –Desimal –Heksadesimal."— Transcript presentasi:

1 Sistem Bilangan Dasar pemrograman mikroprosesor Tipe : –Biner –Oktal –Desimal –Heksadesimal

2 Biner Sistem bilangan dasar sebuah komputer Basis/radiks 2 : –0: logik rendah (low – L) –1: logik tinggi (high – H) Level : –MSB(Most Significant Bit) : bit dengan nilai paling tinggi –LSB(Least Significant Bit) : bit dengan nilai paling rendah Konversi ke desimal : –Mengalikan suku ke-N dengan 2 N Contoh : = (1 x 2 3 ) + (1 x 2 2 ) + (0 x 2 1 ) + (0 x 2 0 ) = = 12

3 Oktal Basis/radiks 8 = 0…7 Konversi ke desimal : –Mengalikan suku ke-N dengan 8 N Contoh : = (2 x 8 2 ) + (7 x 8 1 ) + (6 x 8 0 ) = = = 190 = 190

4 Desimal Bilangan sehari-hari Basis/radiks 10 = 0…9

5 Heksadesimal Paling banyak dipergunakan dalam pemrograman bahasa rakitan Basis/radiks 16 = 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F Konversi ke desimal : –Mengalikan suku ke-N dengan 16 N Contoh : = (3 x 16 1 ) + (1 x 16 0 ) = = = 49

6 Konversi Desimal ke Radiks r Aturan umum : –Gunakan pembagian dengan radiks r secara suksesif(berulang) sampai dengan hasil pembagian = 0 –Sisa pembagian merupakan hasil konversi mulai dari LSB sampai dengan MSB

7 Konversi ke biner: 179 / 2 = 89 sisa 1 (LSB) 179 / 2 = 89 sisa 1 (LSB) / 2 = 44 sisa 1 / 2 = 44 sisa 1 / 2 = 22 sisa 0 / 2 = 22 sisa 0 / 2 = 11 sisa 0 / 2 = 11 sisa 0 / 2 = 5 sisa 1 / 2 = 5 sisa 1 / 2 = 2 sisa 1 / 2 = 2 sisa 1 / 2 = 1 sisa 0 / 2 = 1 sisa 0 / 2 = 0 sisa 1 (MSB) / 2 = 0 sisa 1 (MSB)  =  =

8 Contoh: Konversi ke oktal: 179 / 8 = 22 sisa 3 (LSB) 179 / 8 = 22 sisa 3 (LSB) / 8 = 2 sisa 6 / 8 = 2 sisa 6 / 8 = 0 sisa 2 (MSB) / 8 = 0 sisa 2 (MSB)  =  = Contoh: Konversi ke hexadesimal: 179 / 16 = 11 sisa 3 (LSB) 179 / 16 = 11 sisa 3 (LSB) / 16 = 0 sisa 11 (dalam bilangan hexadesimal berarti B)MSB / 16 = 0 sisa 11 (dalam bilangan hexadesimal berarti B)MSB  = B3 16  = B3 16

9 Konversi Biner ke Oktal Aturan umum : –Kelompokkan 3 digit bilangan biner mulai dari LSB sampai dengan MSB Contoh : Konversikan ke bilangan oktal Jawab : Jadi = 263 8

10 Konversi Biner ke Heksadesimal Aturan umum : –Kelompokkan 4 digit bilangan biner mulai dari LSB sampai dengan MSB Contoh : Konversikan ke bilangan heksadesimal Jawab : B 3 B 3 Jadi = B3 16

11 Konversi Oktal ke Biner Aturan umum : –Terjemahkan tiap digit oktal ke 3 digit biner Contoh : Konversikan ke bilangan biner Jawab : Jadi = Karena 0 didepan tidak ada artinya kita bisa menuliskan

12 Konversi Heksadesimal ke Biner Aturan umum : –Terjemahkan tiap digit heksadesimal ke 4 digit biner Contoh : Konversikan ke bilangan biner Jawab : Jadi = Karena 0 didepan tidak ada artinya kita bisa menuliskan

13 Bilangan Bertanda dan Tidak Bilangan bertanda (signed number) : –Memiliki arti plus (+) dan minus (-) –Menggunakan seluruh digit angka yang tersedia untuk merepresentasikan angka positif dan negatif –Indikator dari Sign Flag(SF) : SF = 0 : bilangan positif SF = 1 : bilangan negatif Bilangan tidak bertanda (unsigned number) : –Tidak mengenal minus (-) –Menggunakan seluruh digit angka yang tersedia untuk merepresentasikan angka positif saja

14 Tidak Bertanda BertandaBiner

15 Konversi Signed Number ke Biner Aturan umum : –Konversi nilai absolut bilangannya ke biner yang diorganisasikan sebagai byte, word, ataupun double word –Komplemenkan hasilnya –Tambahkan LSB dengan 1 Contoh : Konversikan -21 ke biner Jawab : Absolut -21 = 21 = Komplemen = Tambahkan LSB dengan 1 = Hasil= Jadi -21 =

16 Cara cepat : –Representasi Signed Number = maksimal cacahan + Signed Number Contoh : Konversikan -21 ke biner Jawab : 8bit biner(byte) dengan maksimal cacahan 256 (2 8 ) muat untuk merepresentasikan -21, maka Representasinya = (-21) = 235 = Jadi -21 =

17 Organisasi Data Merupakan cara untuk merepresentasikan bit data menjadi beberapa pengelompokan Tipe : –Bit= 1 bit –Nibble= 4 bit –Byte= 8 bit –Word= 16 bit –Double word= 32 bit

18 Bit "Unit" paling kecil dari data pada komputer biner adalah satu bit tunggal. Satu bit tunggal mampu merepresentasikan hanya dua nilai yang berbeda (secara tipikal nol atau satu) Anda bisa merepresentasikan dua item data apapun yang berbeda dengan satu bit tunggal. Contoh meliputi nol atau satu, benar atau salah, on atau off, pria atau wanita. Anda tidak dibatasi untuk merepresentasikan jenis data biner (yaitu, objek yang hanya mempunyai dua nilai yang berbeda).

19 Nibble nibble adalah satu koleksi empat bit. Ia bukan merupakan jenis data yang menarik kecuali dua item: bilangan BCD (binary coded decimal) dan bilangan berbasis enambelas. Ia menggunakan empat bit untuk merepresentasikan satu BCD tunggal atau digit hexadecimal. Dengan suatu nibble, kita bisa merepresentasikan sampai dengan 16 nilai berbeda. Dalam kasus bilangan berbasis enambelas, nilai dapat berupa 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F direpresentasikan dengan empat bit. BCD menggunakan sepuluh angka berbeda (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9)

20 Byte Struktur data terpenting yang digunakan oleh mikroprosesor 80x86 adalah byte. Sebuah byte terdiri dari delapan bit dan adalah datum addressable paling kecil (data item) pada mikroprosesor 80x86. Memori Utama dan alamat I/O pada 80x86 adalah semua alamat byte. Artinya bahwa item paling kecil yang mungkin diakses secara individu oleh satu program 80x86 adalah nilai delapan-bit. Bit dalam satu byte secara normal dinomori dari nol sampai tujuh menggunakan konvensi di dalam gambar 1.1. Bit 0 adalah urutan bit terendah atau bit paling tidak berarti (kurang signifikan), bit 7 adalah urutan bit paling berarti (signifikan) dari byte. Kita akan mengacu pada penomoran semua bit lain.

21 Gambar 1.1: Penomoran Bit dalam satu Byte Perhatikan bahwa satu byte juga berisi persis dua nibble (lihat gambar 1.2). Gambar 1.2: Dua Nibbles dalam satu Byte

22 Word Sebuah word adalah kelompok 16 bit. Kita akan menomori bit dalam word mulai dari nol sampai dengan lima belas. Penomoran bit muncul di gambar 1.3. Gambar 1.3: Nomor Bit dalam Word Seperti byte, bit 0 adalah urutan bit terendah dan bit 15 adalah urutan bit tertinggi.

23 Perhatikan bahwa satu word berisi persis dua byte. Bit 0 sampai 7 membentuk urutan byte terendah, bit 8 hingga 15 membentuk urutan byte tertinggi (lihat gambar 1.4). Gambar 1.4: Dua Bytes dalam Word Secara alami, satu word mungkin saja dipecah ke dalam empat nibble seperti diperlihatkan di dalam gambar 1.5.

24 Gambar 1.5: Nibble dalam Sebuah Word Nibble nol adalah nibble urutan terendah dalam word dan nibble tiga adalah nible urutan tertinggi dari word. Dua nibble lain adalah “nibble satu” atau “nibble dua”. Dengan 16 bit, bisa direpresentasikan 2 16 (65,536) nilai yang berbeda. Ini bisa menjadi nilai dalam jangkauan 0..65,535 (atau, sebagai kasus biasanya, - 32, ,767) atau jenis data lain apapun tanpa lebih dari 65,536 nilai.

25 Double Word Merupakan kelompok 32 bit dengan penomoran bit dari 0 – 31 1 double word = 2 word = 4 byte = 8 nibble = 32 bit Cacahan maksimal = 2 32 = (biasa disebut sebagai 4Gbyte)

26 Aritmatika Biner Penjumlahan : –0 + 0 = 0 –0 + 1 = 1 –1 + 0 = 1 –1 + 1 = 0, simpan (carry) Simpan (carry) 1111 Jumlah110100

27 Cara cepat : –Hasil = sisa pembagian dengan 2 –Carry= hasil pembagian dengan 2 Metode ini bisa dipergunakan untuk menjumlahkan beberapa bilangan biner sekaligus, misal penjumlahan 7 buah bilangan biner sekaligus Jumlah per digit Carry Hasil110100

28 Pengurangan Aturan Umum – –0 – 0 = 0 – –1 – 0 = 1 – –1 – 1 = 0 – –0 – 1 = 1, pinjam Pinjam 0011Hasil

29 Perkalian Prosedur sama dengan perkalian desimal Contoh : 9 x

30 Pembagian Prosedur sama dengan pembagian desimal biasa


Download ppt "Sistem Bilangan Dasar pemrograman mikroprosesor Tipe : –Biner –Oktal –Desimal –Heksadesimal."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google