Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

OLEH : OMAN ABDURACHMAN, MP BBPP LEMBANG. PERSOALAN MENDASAR SEKTOR PERTANIAN Meningkatnya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global. Ketersediaan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "OLEH : OMAN ABDURACHMAN, MP BBPP LEMBANG. PERSOALAN MENDASAR SEKTOR PERTANIAN Meningkatnya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global. Ketersediaan."— Transcript presentasi:

1 OLEH : OMAN ABDURACHMAN, MP BBPP LEMBANG

2

3 PERSOALAN MENDASAR SEKTOR PERTANIAN Meningkatnya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global. Ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, lahan, dan air. Status dan luas kepemilikan lahan (9,55 juta KK < 0.5 Ha). Lemahnya sistem perbenihan dan perbibitan nasional. Keterbatasan akses petani terhadap permodalan dan masih tingginya suku bunga usahatani.

4 Empat Sukses Pertanian 1. Swasembada Berkelanjutan. 2. Diversifikasi Pangan. 3. Nilai Tambah, Daya Saing, dan Ekspor. 4. Peningkatan Kesejahteraan Petani. TARGET

5 Tujuh Gema Revitalisasi 1. Revitalisasi Lahan 2. Revitalisasi Perbenihan dan Perbibitan 3. Revitalisasi Infrastruktur dan Sarana 4. Revitalisasi Sumber Daya Manusia 5. Revitalisasi Pembiayaan Petani 6. Revitalisasi Kelembagaan Petani 7. Revitalisasi Teknologi dan Industri Hilir STRATEGI

6 Sumber-Sumber Permodalan Petani : 1.Modal sendiri 2.Pelepas Uang dengan bunga relatif tinggi, tetapi mudah didapat hanya atas kepercayaan. 3.Perbankan dengan bunga disubsidi s/d komersial dengan mengacu pada ketentuan perbankan. 4.Pemerintah melalui bantuan langsung dan dana bergulir. FAKTA -1

7 FAKTA-2 Terbatasnya agunan yang dimiliki petani. Terbatasnya lembaga penjamin kredit atau pembiayaan. Sebagian besar petani/peternak berskala usaha sangat mikro. Kepemilikan aset terbatas (memiliki aset tetapi sebagian besar tidak bersertifikat).

8 FAKTA-3 Prinsip kehati-hatian (prudential) lembaga pembiayaan formal (bank/non-bank) : 5 C (character, capacity, condition of economy, capital, collateral) >> Akses Petani rendah. Jaringan pelayanan terbatas (tidak sampai pada grass-root level) Keterbatasan pengetahuan bisnis pertanian oleh petugas (analis kredit/pembiayaan).

9 FAKTA-4 Potensi usaha mikro, kecil dan menengah di sektor pertanian cukup besar (sektor pertanian berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi)

10 POLA DASAR PUAP DIKLAT 1.KEPEMIMPINAN 2.KEWIRAUSAHAAN 3.MANAJEMEN BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT (BLM) GAPOKTAN PENYELIA MITRA TANI USAHA PRODUKTIF P E T A N I PENYULUH PENDAMPING

11 LKM-A KEGIATAN USAHA EKONOMI PRODUKTIF TAHUN PERTAMA TAHUN PERTAMA USAHA SIMPAN PINJAM USAHA SIMPAN PINJAM TAHUN KEDUA TAHUN KEDUA TAHUN KETIGA TAHUN KETIGA

12 PEMBINAAN BERKELANJUTAN PUAP 1.Sosialisasi ke Gapoktan bahwa BLM PUAP bukan Bantuan Langsung Tunai (BLT) 2.BLM PUAP adalah modal dasar untuk membiayai usaha produktif yang harus berkembang yang dikelola oleh Gapoktan 3.Pemanfaatan dana BLM-PUAP harus sesuai dengan Rencana Usaha Bersama (RUB) 4.Agar dana BLM PUAP berkembang di tingkat Gapoktan, maka petani yang memanfaatkan dana PUAP dibina dan diberikan motivasi agar mengembalikan pinjaman tersebut ditambah dengan “Jasa atau Bagi Hasil” ; 5.Pemberian peran kepada kepala desa/lurah untuk melakukan pengawasan. A. TAHUN PERTAMA: PEMANFAATAN DANA BLM-PUAP

13 PEMBINAAN BERKELANJUTAN PUAP 1.Penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) Usaha Simpan Pinjam; 2.Pelatihan bagi pengurus Gapoktan untuk menumbuhkan Usaha Simpan Pinjam pola syariah maupun konvensional; 3.Uji Coba Usaha Simpan Pinjam di desa PUAP; 4.Supervisi dan Pembinaan terhadap pengurus Gapoktan dalam pelaksanaan Usaha Simpan Pinjam; 5.Fasilitasi penyusunan AD/ART Gapoktan B. TAHUN KEDUA : PENGEMBANGAN UNIT USAHA SIMPAN PINJAM

14 PEMBINAAN BERKELANJUTAN PUAP 1.Penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) LKM-A; 2.Pelatihan dan Magang pengurus Gapoktan untuk menumbuhkan LKM-A; 3.Fasilitasi pengurusan ijin usaha pembentukan LKM-A; 4.Uji Coba transformasi usaha Simpan Pinjam menjadi LKM-A; 5.Supervisi dan Pembinaan dalam pelaksanaan LKM-A; 6.Fasilitasi LKM-A dengan Bank Pertanian/ Bank Umum. C. TAHUN KETIGA : PEMBENTUKAN LKM-A

15 MENGAPA (HARUS) LKM-A Kemudahan AksesKemudahan Akses Proses yang cepatProses yang cepat Prosedur relatif sederhanaProsedur relatif sederhana Berdasar budaya setempat dan dekat dengan lokasi usahaBerdasar budaya setempat dan dekat dengan lokasi usaha Pengelola LKM lebih faham dan mengenal karakter petani (nasabah)Pengelola LKM lebih faham dan mengenal karakter petani (nasabah)

16 GAPOKTAN UNIT USAHA SIMPAN PINJAM LKM-A BANK UMUM (PERTANIAN) /LEMBAGA PEMBIAYAAN PERTANIAN/ BPR POKTAN ANGGOTA BLM UNIT USAHA OTONOM FPP

17 LKMA- PUAP BLM BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT PUAP PROGRAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PERDESAAN PNPM mandiri PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI

18 APA ’UTK APA’ MENGAPA ‘ DANA PUAP DAN LKMA

19 Pengertian LKM-A Lembaga Keuangan Mikro (LKM-A) adalah suatu sistem intermediasi keuangan anggota kelompoktani /gapoktan yang sepakat untuk bekerjasama saling menolong dengan menabung secara teratur dan terus-menerus sehingga terbentuk modal bersama yang terus berkembang, guna dipinjamkan kepada para anggota untuk tujuan produktif pertanian dan kesejahteraan dengan tingkat jasa tabungan maupun pembiayaan yang layak dan bersaing

20 PENANGGULANGAN KEMISKINAN Micro Credit Summit Global Campaign di Kopenhagen pada 1995 dan di Washington pada 1997 merumuskan bahwa program pengembangan jaringan lembaga keuangan mikro sebagai metode efektif untuk menanggulangi kemiskinan. Tahun 2005 dicanangkan sebagai Tahun Keuangan Mikro Indonesia

21 adalah –Lembaga bergerak di sektor keuangan –Peran : fungsi intermediasi antara pemilik dana dan yang membutuhkan dana –Kelembagaan: dapat berupa bank dan non-bank –Sasaran: adalah kelompok masyarakat/ usaha mikro dan kecil

22 Lembaga Intermediasi LKM-A Surplus dana Menyimpan Pembiayaan Bagi Hasil Defisit dana

23 pertumbuhan usaha anggota, tersedianya layanan simpanan dan pembiayaan, pencegahan pelarian uang, pengembangan potensi ekonomi, membangun diri masyarakat miskin, sinergi program pembangunan pedesaan. TUJUAN

24 Keluarga miskin memperoleh pelayanan, Keuntungan LKM-A kembali ke anggota, Pemanfaatkan sumber ekonomi, produktifitas pedesaan, perubahan budaya dan surplus ERT, Peluang usaha dan lapangan kerja, pengambilan keputusan bagi miskin, kemandirin dan keswadayaan, percaya diri dan posisi tawar, pertumbuhan ekonomi, jiwa kewirausahaan, kesetiakawanan dan gotong royong, kebiasan menabung MANFAAT

25 Mandiri Profesional KARAKTERISTIK LKM-A KARAKTERISTIK LKM-A Mengakar dimasyarakat

26 CARA PENGELOLAAN LKMA 1.LKMA CARA KONVENSIONAL (BALAS JASA/BUNGA), atau 2.SYARIAH (BAGI HASIL)

27 USAHA-USAHA PEMBIAYAAN LKM-A BUDIDAYA TANAMAN PANGAN HORTIKULTURA PETERNAKAN NON BUDIDAYA PERKEBUNAN 1 2 USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA USAHA PEMASARAN SKALA KECIL/BAKULAN USAHA LAIN BERBASIS PERTANIAN

28 Arahan Pengelolaan Dana 6 Prinsip Pengelolaan : 1.Jangan menaruh telur hanya pada satu keranjang. Pilihlah jenis usaha yang dapat diprediksi dan memiliki tingkat resiko yang rendah. 2.Pilihlah jenis usaha yang dapat diprediksi dan beresiko rendah 3.Terapkan azas kehati-hatian 4.Susun rumusan pengelolaan resiko usaha 5.Rumuskan pengelolaan dan alokasi keuntungan 6.Jangan besar pasak daripada tiang

29 MANAJEMEN DANA SUMBER DANA LKM-A 1.Modal Sendiri Simpanan Pokok Khusus Simpanan Pokok. Simpanan Wajib. Modal Penyertaan Anggota Modal Penyertaan Non anggota ( Hibah Bersyarat PUAP) Dana Cadangan, Dana-dana lain.

30 MANAJEMEN DANA SUMBER DANA LKM-A 2. Hutang Hutang dari anggota Simperta ( Simpanan Pertanian) Sijaka 1,2,3,6,bulan ( Simpanan berjangka, Deposito) Hutang dari Bank Hutang Pemerintah dan Lembaga lainnya

31 LIKUIDITAS LKM-A Likuiditas dapat diartikan kemampuan untuk memenuhi kewajiban membayar uang kas apabila diperlukan. Bagi LKM-A Likuiditas merupakan jantung utama karena menyangkut kepercayaan

32 LIKUIDITAS Likuiditas merupakan suatu ukuran dari kesehatan usaha di bidang bisnis keuangan Bila suatau usaha untung terus, tapi apabila likuiditasnya sudah menunjukan kurang sehat, usaha tersebut bisa dikatakan pailit, Sebaiknya suatu usaha meskipun dalam beberapa tahun mengalami kerugian, selama likuiditasya masih mampu menjamin beroperasinya usaha, maka usaha tersebut dinyatakan layak untuk berusaha

33 Anggaran Keuangan Anggaran dapat diartikan sebagi suatu rencana operasi dari suatu kegiatan atau proyek yang mengandung perincian pengeluaran biaya untuk satu periode tertentu. Kalau dihubungkan dengan proses Pengelolaan LKM-A maka rencana keuangan LKM-A atau sering disebut anggaran/budgeting adalah terjemahan program kerja LKMA kedalam sasaran-sasaran keuangan yang ingin di capai dalam kurun waktu tertentu (1 tahun, 6 bulan, tri wulan dan seterusnya).

34 Lanjutan….. menetapkan bersama sasaran perkembangan yang diinginkan, melaksanakanDengan memahami kaidah-kaidah dasar perencanaan, keuangan, pengurus, pengelola dan anggota LKMA dapat menetapkan bersama sasaran perkembangan yang diinginkan, melaksanakan dan mengendalikan secara tekun dan taat untuk mencapainya.

35 Tahapan Penganggaran LKMA 1.Mengidentifikasi kegiatan yang akan dilaksanakan dalam periode anggaran. 2.Mengidentifikasi sumber-sumber yang dinyatakan dalam uang,. 3.Sumber-sumber dinyatakan dalam bentuk uang, sebab anggaran pada dasarnya merupakan pernyataan finansial. 4.Memformulasikan anggaran menurut format yang telah disepakati.

36 Dasar Perencanaan Dana LKMA Sesuai kemampuan (realistis). Dirumuskan khas dan jelas. Dapat diukur hasilnya. Ada kerangka waktu yang jelas.

37 PENGELOLAAN LKM-A 1.Penyaluran untuk usaha pertanian 2.Pembiayaan kepada petani miskin 3.Pengendalian penyaluran dana 4.Pencatatan dan pembukuan 5.Analisis kelayakan usaha anggota

38 Lanjutan….. 6.Pelaporan 7.Pembinaan usaha anggota 8.Pengawasan pembiayaan 9.Mekanisme insentif dan sanksi 10.Sarana dan prasarana LKMA

39 AKUNTANSI/PEMBUKUAN LKMA 1.PEMBUKUAN KEUANGAN a.BUKU KAS UMUM b.BUKU SIMPAN PINJAM c.BUKU SIMPANAN SUKARELA d.BUKU SIMPANAN WAJIB e.BUKU SIMPANAN POKOK f.BUKU SIMPANAN POKOK KHUSUS g.BUKU TABUNGAN ANGGOTA 2.PEMBUKUAN NON KEUANGAN a.BUKU TAMU b.BUKU INVENTARIS BARANG c.BUKU DAFTAR PENGURUS d.BUKU DAFTAR ANGGOTA/ BUKU INDUK e.LAIN-LAIN BUKU YANG DIBUTUHKAN

40 DASAR PERTIMBANGAN PEMBIAYAAN DARI LKMA KELAYAKAN USAHA PRODUKTIF PETANI

41 Masa Depan Pertanian Adalah Agroindustri Orientasi Peningkatan Produksi: -Budidaya, - Hasil Panen tinggi Orientasi Petani Pemasok: - Pasca panen - Pengolahan, aneka produk - Mutu, GAP,GMP, GHP, - Delivery dan waktu - Harga bersaing, - Kemitraan Masa Lalu Masa Depan % Sell what we can produce Produce what we can sell

42 Pengembangan Usaha Agribisnis Subsistem Saprotan Subsistem Budidaya Subsistem Pasca Panen & Pengolahan Subsistem Pemasaran Potensi nilai tambah dalam agribisnis (hasil studi IPB) : Subsistem Sarana produksi ……………………..12% Subsistem Budidaya……………………………… 9% Subsistem Pasca Panen & Pengolahan ……….17% Perdagangan besar/grosir ……………………… 21% Pengecer …………………………………………. 23% Distribusi …………………………………………. 18%

43 KUNCI SUKSES PUAP PENINGKATAN KUALITAS PENINGKATAN KUALITAS PENINGKATAN KUANTITAS PENINGKATAN KUANTITAS PENINGKATAN NILAI TAMBAH PENINGKATAN NILAI TAMBAH PEMASARAN HSL PERT.

44 D atangilah mereka Tinggallah bersama mereka Belajarlah dari mereka Cintailah mereka M ulailah dari apa yang mereka ketahui Bangunlah dari apa yang mereka miliki Dengan sumberdaya terbaik yang dimiliki K etika PUAP selesai Semua tugas tercapai Mereka akan berkata : “ K ami Telah Melakukannya Sendiri ! “

45 BERETIKA ? BERMORAL ? KALAU RUA, RUK, RUB SUDAH BEGINI BAGAIMANA BILA DI LAPANGAN KELAK ?

46 BANSOS GAPOKTAN POKTAN PELAKU KEJADIAN INI BERMORAL ???

47 Selalu mencari kesalahan orang lain …………………………… …… ? & Senang melihat sesuatu yang ……………… ? Selalu mencari kesalahan orang lain …………………………… …… ? & Senang melihat sesuatu yang ……………… ?

48 KOH YOUNG HUN Mahasiswa Hankuk University of Foreign Studies, Seoul-Korea Saat dia mahasiswa, Professornya menyampaikan pada Mahasiswa bahwa ; Setelah dia sudah menjadi Professor. Dia juga masih mengatakan pada mahasiswa nya bahwa ; 30 Tahun Kemudian POTENSI HANYALAH SUATU POTENSI BILA KITA TIDAK MANFAATKAN DENGAN BAIK ARTINYA  Indonesia adalah negara besar yang Berpotensi tinggi, karena memiliki SDM & Sumberdaya alam yang sangat besar.  Indonesia adalah negara besar yang berpotensi tinggi, dengan alasan yang sama PROF. KOH YOUNG HUN Guru Besar Program Studi Melayu-Indonesia Hankuk University of Foreign Studies, Seoul - Korea

49 Kecenderung an Komunitas masyarakat perdesaan, ………  Terpencar- pencar, bersifat tertutup dan kadang- kadang ada yang suka menggang- gu/menjelekkan komunitas lain  Mudah menyerah sebelum berusaha memecahkan masalah yang dihadapi & seringkali mengharap bantuan dari Pusat dan atau Propinsi  Kurang motivasi untuk sesuatu yang baru (statis)

50 Secara Umum, Kecenderungan Bahwa Kita ……..  Selalu mencari “apa yang kita tidak punya tanpa melihat apa yang kita punya”  Selalu menganggap bahwa, “orang luar mempunyai hal-hal yang lebih bagus daripada yang kita punya”.  Selalu “menjelekkan diri sendiri, sambil membandingkan dengan orang luar”  Selalu “lebih percaya hal-hal yang ada di luar daripada yang ada di dalam”.  Seakan-akan masa depan ada di negeri seberang

51 KOMPONEN PENGEMBANGAN LKM-A PenumbuhanPengembanganPemberdayaan Kelembagaan Permodalan Pemasaran OBYEK SUBYEK Fungsi Kelompok : o Wahana Kerjasama o Kelas Belajar o Unit Produksi Unit Pengolahan Unit Sarpras Unit Pemasaran Unit Simpan Pinjam LKM-A  Berbadan Hukum  Bankable  Possible Bantuan Pemerintah Modal Sendiri Modal Masy. Mitra Koperasi Mitra Bank Pasar Lokal Pasar Regional Pasar Domestik Dan Internasional

52 Mudah-mudahan Poktan, Gapoktan, dan LKM-A sukses Aamiin !


Download ppt "OLEH : OMAN ABDURACHMAN, MP BBPP LEMBANG. PERSOALAN MENDASAR SEKTOR PERTANIAN Meningkatnya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global. Ketersediaan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google