Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENDAHULUAN HUKUM KOMERSIAL M. HAMIDI MASYKUR, S.H., M.KN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENDAHULUAN HUKUM KOMERSIAL M. HAMIDI MASYKUR, S.H., M.KN."— Transcript presentasi:

1 PENDAHULUAN HUKUM KOMERSIAL M. HAMIDI MASYKUR, S.H., M.KN.

2 MENGAPA MATA KULIAH HUKUM DIBERIKAN DI FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI ? APAKAH HUKUM KOMERSIAL ITU? HUKUM YANG MEMPELAJARI TENTANG SEGALA SESUATU YANG BERKAITAN DENGAN PERNIAGAAN/MENCARI KEUNTUNGAN DALAM KEGIATAN EKONOMI.

3 MATERI HUKUM APA YANG PENTING UNTUK DIPELAJARI ? HUKUM PERDATA (4 SKS) HUKUM PERDATA (4 SKS) HUKUM DAGANG (4 SKS) HUKUM DAGANG (4 SKS) HUKUM TENTANG SURAT BERHARGA (2 SKS) HUKUM TENTANG SURAT BERHARGA (2 SKS) HUKUM PERUSAHAAN (2 SKS) HUKUM PERUSAHAAN (2 SKS) HUKUM JAMINAN (2 SKS) HUKUM JAMINAN (2 SKS) HUKUM ASURANSI (2 SKS) HUKUM ASURANSI (2 SKS) HUKUM PERJANJIAN KHUSUS (2 SKS) HUKUM PERJANJIAN KHUSUS (2 SKS) HUKUM PERBANKAN (2 SKS) HUKUM PERBANKAN (2 SKS) HUKUM PASAR MODAL (2 SKS) HUKUM PASAR MODAL (2 SKS) HUKUM PEMBIAYAAN (2 SKS) HUKUM PEMBIAYAAN (2 SKS) HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN (2 SKS) HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN (2 SKS) HUKUM HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (2 SKS) HUKUM HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (2 SKS) HUKUM PERSAINGAN USAHA (2 SKS) HUKUM PERSAINGAN USAHA (2 SKS) DLL DLL

4 H U K U M ASAL KATA: HUKM (BHS. ARAB) HUKM (BHS. ARAB) RECHT (BHS BELANDA, JERMAN) RECHT (BHS BELANDA, JERMAN) LAW (BHS. INGGRIS) LAW (BHS. INGGRIS) LE’I (BHS. PERANCIS) LE’I (BHS. PERANCIS) PENGERTIAN UMUM: NORMA, KAIDAH, PERATURAN, UU, PATOKAN YANG MENGIKAT

5 DEFINISI AHLI HUKUM: IMANUEL KANT IMANUEL KANT “KESELURUHAN SYARAT-SYARAT DIMANA DENGAN INI KEHENDAK BEBAS ORANG DAPAT MENYESUAIKAN DIRI DENGAN KEHENDAK BEBAS ORANG LAIN” LEON DUQUIT LEON DUQUIT “ATURAN TINGKAH LAKU PARA ANGGOTA MASYARAKAT, YANG DIINDAHKAN OLEH ANGGOTA MASYARAKAT SEBAGAI JAMINAN KEPENTINGAN BERSAMA, DAN JIKA DILANGGAR MENIMBULKAN REAKSI BERSAMA TERHADAP PELANGGAR” APELDORN APELDORN “TIDAK ADA DEFINISI YANG TEPAT MENGENAI HUKUM”

6 UNSUR – UNSUR HUKUM ATURAN-ATURAN ATURAN-ATURAN MENGATUR TINGKAH LAKU MANUSIA DALAM PERGAULAN DI MASYARAKAT MENGATUR TINGKAH LAKU MANUSIA DALAM PERGAULAN DI MASYARAKAT BERSUMBER DARI KEBIASAAN ATAU DIBUAT OLEH PENGUASA / BADAN RESMI / PEMERINTAH BERSUMBER DARI KEBIASAAN ATAU DIBUAT OLEH PENGUASA / BADAN RESMI / PEMERINTAH BENTUK TERTULIS / TIDAK TERTULIS BENTUK TERTULIS / TIDAK TERTULIS BERSIFAT MEMAKSA BERSIFAT MEMAKSA SANKSI BAGI YANG MELANGGAR SANKSI BAGI YANG MELANGGAR

7 BEBERAPA ISTILAH DAN PRINSIP DALAM HUKUM: DAS SEIN & DAS SOLLEN DAS SEIN & DAS SOLLEN DE FACTO & DE JURE DE FACTO & DE JURE IUS CONSTITUTUM & IUS CONSTITUENDUM IUS CONSTITUTUM & IUS CONSTITUENDUM LEX SPECIALIS DEROGAT LEGI GENERALIS LEX SPECIALIS DEROGAT LEGI GENERALIS LEX POSTERIOR DEROGAT LEGI PRIORI LEX POSTERIOR DEROGAT LEGI PRIORI LEX SUPERIOR DEROGAT LEGI INFERIOR LEX SUPERIOR DEROGAT LEGI INFERIOR

8 PEMBIDANGAN HUKUM SUMBER HUKUM 1.SUMBER HUKUM SEGI MATERIEL, YAITU SUMBER- SUMBER YANG MELAHIRKAN ISI / MATERI HUKUM 2.SUMBER HUKUM SEGI FORMIL / BENTUK, YAITU SUMBER-SUMBER HUKUM DILIHAT DARI BENTUKNYA UNDANG-UNDANG UNDANG-UNDANG KEBIASAAN KEBIASAAN TRAKTAT TRAKTAT YURISPRUDENSI YURISPRUDENSI DOKTRIN DOKTRIN

9 PEMBIDANGAN HUKUM BENTUK HUKUM HUKUM TIDAK TERTULIS (UNWRITTEN LAW) HUKUM TIDAK TERTULIS (UNWRITTEN LAW) HUKUM TERTULIS (WRITTEN LAW) HUKUM TERTULIS (WRITTEN LAW) KODIFIKASI (PEMBUKUAN ATURAN-ATURAN SEJENIS, SISTEMATIS, LENGKAP. MIS KUHP, KUHD) KODIFIKASI (PEMBUKUAN ATURAN-ATURAN SEJENIS, SISTEMATIS, LENGKAP. MIS KUHP, KUHD) NON KODIFIKASI (MIS. UUPM, UUHAKI) NON KODIFIKASI (MIS. UUPM, UUHAKI)

10 PEMBIDANGAN HUKUM FUNGSI MEMPERTAHANKAN MATERIEL/ ISI (PENGERTIAN, MASALAH YANG MUNGKIN TIMBUL, HAK, KEWAJIBAN, LARANGAN, SANKSI DLL) MATERIEL/ ISI (PENGERTIAN, MASALAH YANG MUNGKIN TIMBUL, HAK, KEWAJIBAN, LARANGAN, SANKSI DLL) FORMIL (PROSES MEMPERTAHANKAN DAN MELAKSANAKAN HUKUM MATERIEL) FORMIL (PROSES MEMPERTAHANKAN DAN MELAKSANAKAN HUKUM MATERIEL)

11 PEMBIDANGAN HUKUM SIFAT MEMAKSA (DWINGEN RECHT) MEMAKSA (DWINGEN RECHT) MENGATUR (REGELEND RECHT) MENGATUR (REGELEND RECHT)

12 PEMBIDANGAN HUKUM ISI 1.PRIVAT (MENGATUR HUBUNGAN DAN KEPENTINGAN ANTAR INDIVIDU ATAU PERORANGAN) CONTOH: HUKUM PERDATA, HUKUM DAGANG 2. PUBLIC (MENGATUR HUBUNGAN ANTARA NEGARA (DAN ALAT PERLENGKAPANNYA) DENGAN MASYARAKAT/PERORANGAN) CONTOH: HTN, HUKUM PIDANA. CONTOH: HTN, HUKUM PIDANA.

13 PERBEDAAN ANTARA HUKUM PERDATA DENGAN PIDANA NO HUKUM PERDATA (PRIVAT) HUKUM PIDANA (PUBLIK) 1. KEPENTINGAN INDIVIDU KEPENTINGAN UMUM 2. DIPERTAHANKAN OLEH PERORANGAN DIPERTAHANKAN OLEH NEGARA 3. DITUNTUT OLEH PENGGUGAT DITUNTUT OLEH JAKSA 4. ADA USAHA PERDAMAIAN TIDAK ADA USAHA PERDAMAIAN 5. SANKSI PERDATA (GANTI RUGI) SANKSI PIDANA (KURUNGAN)

14 SUBJEK HUKUM SETIAP PIHAK YANG BERDASAR HUKUM TELAH MEMPUNYAI HAK, KEWAJIBAN, TANGGUNGJAWAB, KEKUASAAN ATAS SESUATU SETIAP PIHAK YANG BERDASAR HUKUM TELAH MEMPUNYAI HAK, KEWAJIBAN, TANGGUNGJAWAB, KEKUASAAN ATAS SESUATU ORANG (MULAI DILAHIRKAN SAMPAI MENINGGAL DUNIA) ORANG (MULAI DILAHIRKAN SAMPAI MENINGGAL DUNIA) BADAN HUKUM BADAN HUKUM

15 PENEGAKAN HUKUM DAS SOLLEN IUS CONSTITUENDUM DE JURE DAS SOLLEN IUS CONSTITUENDUM DE JURE DAS SEIN IUS CONSTITUTUM DE FACTO DAS SEIN IUS CONSTITUTUM DE FACTO 4 FAKTOR: 1. SUBSTANSI HUKUM 2. STRUKTUR HUKUM 3. MASYARAKAT 4. SARANA DAN FASILITAS

16 SEJARAH TATA HUKUM INDONESIA PRA PENJAJAHAN PRA PENJAJAHAN PENJAJAHAN BELANDA PENJAJAHAN BELANDA VOC VOC PEMERINTAH BELANDA PEMERINTAH BELANDA (AZAS KONKORDANSI: BW DLL) (AZAS KONKORDANSI: BW DLL) JEPANG JEPANG KEMERDEKAAN KEMERDEKAAN (PASAL II ATURAN PERALIHAN UUD 1945) (PASAL II ATURAN PERALIHAN UUD 1945)

17 PEMBAGIAN GOLONGAN PENDUDUK 1.GOLONGAN EROPA 2.GOLONGAN TIMUR ASING 3. GOLONGAN BUMI PUTRA

18 GOLONGAN EROPA ORANG BELANDA ORANG BELANDA BERASAL DARI EROPA BERASAL DARI EROPA ORANG JEPANG ORANG JEPANG BERASAL DARI NEGARA LAIN DENGAN HUKUM KELUARGA BELANDA BERASAL DARI NEGARA LAIN DENGAN HUKUM KELUARGA BELANDA KETURUNAN DI ATAS KETURUNAN DI ATAS

19 TIMUR ASING TIDAK MASUK GOLONGAN EROPA DAN BUMI PUTRA TIDAK MASUK GOLONGAN EROPA DAN BUMI PUTRA TIONGHOA TIONGHOA BUKAN TIONGHOA (ARAB, INDIA) BUKAN TIONGHOA (ARAB, INDIA)

20 BUMI PUTRA 1.ORANG INDONESIA ASLI 2.GOLONGAN LAIN YANG MELEBURKAN DIRI (OPPLOSING) PEMERINTAH HINDIA BELANDA MELAKSANAKAN: PERLUASAN BERLAKUNYA HUKUM PERDATA (SELURUHNYA, SEBAGIAN, DIAM- DIAM) PERLUASAN BERLAKUNYA HUKUM PERDATA (SELURUHNYA, SEBAGIAN, DIAM- DIAM) GELIJKSTELLINGS (PERSAMAAN HAK) GELIJKSTELLINGS (PERSAMAAN HAK)

21 PERBEDAAN ANTARA HUKUM ISLAM, HUKUM ADAT DAN HUKUM BARAT TINJAUAN HUKUM ISLAM HUKUM BARAT HUKUM ADAT TUJUAN MENYELAMATKAN AGAMA, JIWA, AKAL, KETURUNAN & HARTA DI DUNIA AKHIRAT KEPASTIAN HUKUM DAN KEADILAN INDIVIDU KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG AMAN, TENTRAM DAN SEJAHTERA SUMBER ISI AL QUR’AN, AL HADIST, IJTIHAD KEHENDAK PEMBENTUK UNDANG-UNDANG KESADARAN HUKUM MASYARAKAT SUMBER PENGIKAT KEIMANAN & KETAKWAAN KEPADA ALLAH KEKUASAAN NEGARA PENGUASA ADAT, RASA MALU MASYARAKAT RUANG LINGKUP MASALAH LUAS, HUBUNGAN: VERTIKAL DAN HORIZONTAL MENGATUR HUBUNGAN LAHIRIAH ANTARA MANUSIA DENGAN (1) MANUSIA, (2) MASYARAKAT & (3) DENGAN PENGUASA NORMA DAN KAIDAH AL AHKAM AL KHAMSAH (FARDHU, SUNAH, JAIZ/MUBAH, MAKRUH, HARAM) IMPEREPROHIBEREPERMITTERE


Download ppt "PENDAHULUAN HUKUM KOMERSIAL M. HAMIDI MASYKUR, S.H., M.KN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google