Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TANTANGAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PERBANKAN SYARIAH INDONESIA Rifki Ismal Seminar Spin Off Bank Syariah Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Jakarta,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TANTANGAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PERBANKAN SYARIAH INDONESIA Rifki Ismal Seminar Spin Off Bank Syariah Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Jakarta,"— Transcript presentasi:

1 TANTANGAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PERBANKAN SYARIAH INDONESIA Rifki Ismal Seminar Spin Off Bank Syariah Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Jakarta, 4 Juli

2 SEKILAS KONDISI EKONOMI GLOBAL DAN DOMESTIK 2

3 Tantangan utama perekonomian makro: keseimbangan eksternal dalam rangka menjaga kesinambungan perekonomian… State of the EconomyRespons Kebijakan Keseimb internal relatif terjaga: Inflasi terkedali (4,3%) PDB cukup tinggi (6,3%); Permintaan domestik (C, I) kuat Ekonomi global melemah (3.1%): AS, Euro, China Harga komoditas global menurun (- 14%), harga minyak msh tinggi. Bauran Kebijakan BI Respon kebijakan suku bunga Kebijakan nilai tukar Keb.makroprudensial untuk menjaga keseimb internal dan eksternal Koordinasi kebijakan Komunikasi Kebijakan Fiskal Penyesuaian harga BBM Pengendalian penggunaan BBM Insentif fiskal substitusi impor Kebijakan Struktural; Kebijakan industri mengurangi ketergantungan impor Risiko Ke depan Risiko kenaikan inflasi jangka pendek msh tinggi, terkait kenaikan TTL, UMP Persepsi risiko dan ekspektasi depresiasi NT rupiah msh tinggi Downside risk perekonomian global; Harga komoditas msh dlm kecenderungan turun Menekan ekspor Indonesia dan defisit TB Keseimb ekternal terganggu: CA negatif signifikan Tekanan NT persisten Dinamika arus modal asing tinggi Konsumsi BBM membesar, Impor Migas naik; tekanan defisit TB naik Membengkaknya subsidi BBM ; persepsi kesinambungan fiskal – inflow

4 Reformasi Keuangan Global 1.Penguatan rejim permodalan global dan standar likuiditas perbankan serta mitigasi procyclicality. 2.Reformasi skim kompensasi bagi eksekutif di lembaga keuangan. 3.Penguatan pasar OTC derivative markets. 4.Pengaturan resolusi untuk lembaga keuangan yang berdampak sistemik. 5.Penguatan kepatuhan terhadap standard internasional. 6.Penguatan standard akuntansi. 1.Penguatan rejim permodalan global dan standar likuiditas perbankan serta mitigasi procyclicality. 2.Reformasi skim kompensasi bagi eksekutif di lembaga keuangan. 3.Penguatan pasar OTC derivative markets. 4.Pengaturan resolusi untuk lembaga keuangan yang berdampak sistemik. 5.Penguatan kepatuhan terhadap standard internasional. 6.Penguatan standard akuntansi. 7.Pengembangan kerangka kebijakan makroprudensial 8.Harmonisasi regulasi pasar dan lembaga keuangan 9.Pengaturan Hedge Funds 10.Pengaturan Lembaga Pemeringkat 11.Pendirian Supervisory Colleges 12.Reaktivasi pasar sekuritisasi dengan landasan prudensial yang lebih kuat 7.Pengembangan kerangka kebijakan makroprudensial 8.Harmonisasi regulasi pasar dan lembaga keuangan 9.Pengaturan Hedge Funds 10.Pengaturan Lembaga Pemeringkat 11.Pendirian Supervisory Colleges 12.Reaktivasi pasar sekuritisasi dengan landasan prudensial yang lebih kuat “We will amend our regulatory systems to ensure authorities are able to identify and take account of macro-prudential risks across the financial system” -- G20 declaration on strengthening the financial system, 2 April 2009

5 Kinerja Ekonomi Domestik P 1) Pertumbuhan PDB 6.0%4.5%6.1%6.5%6.2%6.5% 2) Inflasi (akhir tahun) 11.1%2.8%7.0%7.0%3.8%4.3%5.5% 3) Inflasi (rata-rata) 9.8%4.9%5.1%5.4%4.3%4.6% 4) USD/IDR (akhir tahun) 11,129,4048,9969,0699,7939,500 5) USD/IDR (rata-rata) 9,77810,3599,0788,7689,4109,829 6) BI rate (akhir tahun) 9.25%6.50% 6.00%5.75% 7) Neraca perdagangan (USD milyar) ) Neraca transaksi berjalan (USD milyar) ) Cadangan devisa (USD milyar) Sumber: Badan Pusat Statistik, Bloomberg, Standard Chartered Research

6 MASALAH SOSIAL EKONOMI INDONESIA 6

7 Kondisi Ekonomi dan Sosial Jumlah penduduk miskin masih cukup tinggi (+/-30 juta jiwa-12,6% dari total penduduk) Angka pengangguran terbuka masih sekitar +/-15, juta orang (6,5% dari total penduduk) Distribusi pendapatan yang belum merata 40 juta orang Indonesia belum terlayani oleh perbankan. 27 juta usaha mikro dari 54 juta UMKM belum mendapatkan kredit perbankan.

8 Kondisi Ekonomi dan Sosial Ekses likuiditas berupa penempatan dana di Bank Indonesia tercatat sekitar Rp triliun Rasio M2/PDB masih rendah karena: (i)rendahnya intermediasi sektor keuangan; (ii)rendahnya pemanfaatan pasar modal dan; (iii)terbatasnya instrumen investasi di pasar keuangan

9 What Do We Need to Do? 9 Peningkatan fungsi intermediasi sektor keuangan kepada sektor riil Integrasi lembaga keuangan bank dan nonbank Penurunan biaya dana (cost of fund) Financial inclusion Social safety net Monetary Policies, Fiscal Policies dan Financial Sector Policies yang pro Growth, Pro Distribution of income, Increase Social Welfare, Mitigate the Poors

10 KEBIJAKAN STABILITAS SISTEM KEUANGAN 10

11 “Lingkaran Setan” Permasalahan

12 Bauran Kebijakan Sasaran Akhir Stabilitas Harga untuk Pertumbuhan Sasaran Pendukung Stabilitas Sistem Keuangan Domestik Stabilitas Nilai Tukar (dan Capital Flow) Instrumen Kebijakan Instrumen Kebijakan Makroprudensial: *Permodalan *Rasio LTV *Liquidity Requirements Intervensi Valas; Kebijakan Aliran Modal masuk Kebijakan- Kebijakan Kebijakan Makroprudensial Domestik Instrumen Kebijakan Moneter : *Kebijakan Tk. Bunga *Didukung kebijakan likuditas yang tepat Kebijakan Moneter Kebijakan Nilai Tukar (dan Aliran Modal) Efek utama dari instrumen kebijakan Efek silang dari instrumen kebijakan pada kestabilan sistem keuangan Efek silang instrumen kebijakan pada kestabilan harga Efek silang dari instrumen kebijakan pada nilai tukar Dukungan pada pencapaian stabilitas Masing-masing kebijakan memiliki tujuan masing-masing namun ketiganya saling mendukung dan terintegrasi...

13 Penguatan Koordinasi - FKSSK 1.Chairman: Finance Minister 2.Member: - Governor of Bank Indonesia Chairman of OJK Chairman of LPS Financial System Stability Forum 1.Coordinator: Vice Minister of Finance II 2.Member: - Deputy Governor of BI Vice Chairman of OJK Chief Executive Officer of LPS DEPUTIES MEETING Pemerintah (Depkeu) Forum Secretariat Bank IndonesiaLPSOJK

14 Policy Objective Ultimate goal (level of impact) Micro-prudential Monetary Policy Price Stability Stable economic growth (economic system) Macro-prudential Financial Stability Soundness of financial institutions Protection of consumers (individual institution) Conduct of business Adapted dari Kremers & Schoenmaker, “Twin Peaks: Experiences in the Netherlands”, 2010 Makroprudensial, Mikroprudensial, Moneter & Fiskal BI OJK Orderly markets and fair treatment of consumers Government Fiscal Policy Increasing growth & employment Increasing Wealth

15 “PEKERJAAN RUMAH” BANK SYARIAH INDONESIA 15

16 16 TANTANGAN Hasil survei Bank Indonesia bersama MarkPlus Inc, dilaksanakan di 7 kota besar di Indonesia, pada bulan Mei 2008 dan diperbaharui bulan November 2010 Hanya sebagian kecil nasabah bank yang loyalis terhadap perbankan syariah

17 17 Retail Konsumtif Retail Produktif (SMEs) Corporate Government Unbankable (micro) Bisnis Model  Investment Banking  Development/ Infrastructure Banking  Special Purpose Banking for Hajj  Agriculture Banking  Infrastructure Banking  Corporate/Wholesale Banking  Investment Banking  Commercial Banking  Retail Business Banking  Consumer Banking  Retail Banking  Micro Banking  Branchless Banking  Community Banking (for women) Potensial Market Sektor usaha di Indonesia diidominasi UMKM dg pangsa 99.9% ( unit) Pangsa Kredit Perbankan ke sektor UMKM 20.7% (481.2 T) 50% populasi dewasa belum memiliki akses finansial formal Total penyaluran dana KUR Pemerintah T(2011) Target populasi Buruh Migran domestik & internasional dan masyarakat terpencil Dana Haji  Daftar tunggu Calon Haji mencapai sekitar 1 juta orang (Mei 2012). Potensi dana haji sekitar Rp 25 T, 19% dikelola bank syariah (4,5 T). Dana pembangunan infrastruktur yang disalurkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum Rp 75,15 triliun Kebutuhan dana pembangunan infrastruktur untuk mendukung MP3EI sd 2025 sebesar Rp triliun Sektor Pertambangan 150 T Pembiayaan IDB untuk swasta dalam negeri senilai US$1,1 miliar hingga High net worth individual (HNWI) Indonesia Oktober 2011 mencapai 112 ribu orang (Credit Suisse Research Institute) Investor lokal di Indonesia (Juni 2012) sebanyak orang atau 0,2 persen dari total penduduk Indonesia  Middle Class meningkat  GDP meningkat, angka kemiskinan menurun, konsumsi masy meningkat  Nasabah Mass Affluent dengan Layanan 24/7  Peningkatan kelas menengah 9 juta jiwa/tahun+baglock perumahan 13,6 juta unit  Total kebutuhan rumah per tahun bisa mencapai 2,6 juta rumah (REI)  Proyeksi penjualan mobil tahun 2012 mencapai 875,000 unit (GAIKINDO) PENGEMBANGAN PASAR

18 18 PENDANAAN

19 PENDEKATAN KE POTENSIAL DEPOSITORS? Edukasi, sosialisasi via key opinion leader (Ustand kondang). Pendekatan ke HNWI: pengusaha, konglomerat muslim, dll Komunikasi dengan pejabat pemerintah: Kemenkeu, kementerian BUMN, Kementerian agama, dll Pendekatan kepada pimpinan ormas

20 UPAYA TERKINI PENGEMBANGAN Dana haji insya Allah akan dikelola sepenuhnya di bank syariah. Pemerintah akan mendirikan bank BUMN syariah Gerakan ekonomi syariah Komitmen pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dari OJK dan kementerian keuangan

21 PERSIAPAN BANK SYARIAH INDONESIA MENGHADAPI MEA 21

22 KEUNGGULAN BANK SYARIAH ASING DI ASEAN Modal yang lebih besar daripada Bank syariah Indonesia. Information technology yang lebih maju SDM yang lebih profesional dan well (overseas) educated Variasi produk yang lebih banyak Overseas oriented Dana pemerintah yang lebih besar Cost of funds yang lebih murah Fatwa yang lebih “longgar”

23 ASPEK SYARIAH BANK SYARIAH INDONESIA Tetap “strict” dengan aspek syariah based Mempertahankan prinsip sharia value Meningkatkan maqasid based contracts Fatwa hanya bagi kontrak kombinasi kontrak klasik Mempertahkan independensi DSN

24 OPERASIONAL BANK SYARIAH INDONESIA Konsentrasi pembiayaan tetap ke UMKM Pasar keuangan hanya “supporting” bukan profit center Tetap berfungsi financial inclusion Coopetition untuk meningkatkan modal dan IT Kerjasama dengan PT untuk pemenuhan SDM Optimalitas linkage Inovasi produk dari akad klasik Kerjasama dengan pemerintah dan BI bagi pembatasan bank syariah asing

25 PERAN PUBLIK INDONESIA Meningkatkan transaksi dengan bank syariah lokal Mendorong perkembangan bank syariah lokal Menempatkan dana pemerintah di bank syariah lokal Optimalitas sukuk pemerintah bagi bank syariah lokal Inisiasi sukuk bank syariah lokal Menempatkan dana haji di bank syariah lokal Mendirikan anchor bank syariah lokal Meningkatkan layanan bank syariah lokal dengan kekuatan jaringan dan linkages

26 PROSPEK INDUSTRI PERBANKAN SYARIAH INDONESIA 26

27 27 Retail Konsumtif Retail Produktif (SMEs) Corporate Government Unbankable (micro) Bisnis Model  Investment Banking  Development/ Infrastructure Banking  Special Purpose Banking for Hajj  Agriculture Banking  Infrastructure Banking  Corporate/Wholesale Banking  Investment Banking  Commercial Banking  Retail Business Banking  Consumer Banking  Retail Banking  Micro Banking  Branchless Banking  Community Banking (for women) Potensial Market Sektor usaha di Indonesia diidominasi UMKM dg pangsa 99.9% ( unit) Pangsa Kredit Perbankan ke sektor UMKM 20.7% (481.2 T) 50% populasi dewasa belum memiliki akses finansial formal Total penyaluran dana KUR Pemerintah T(2011) Target populasi Buruh Migran domestik & internasional dan masyarakat terpencil Dana Haji  Daftar tunggu Calon Haji mencapai sekitar 1 juta orang (Mei 2012). Potensi dana haji sekitar Rp 25 T, 19% dikelola bank syariah (4,5 T). Dana pembangunan infrastruktur yang disalurkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum Rp 75,15 triliun Kebutuhan dana pembangunan infrastruktur untuk mendukung MP3EI sd 2025 sebesar Rp triliun Sektor Pertambangan 150 T Pembiayaan IDB untuk swasta dalam negeri senilai US$1,1 miliar hingga High net worth individual (HNWI) Indonesia Oktober 2011 mencapai 112 ribu orang (Credit Suisse Research Institute) Investor lokal di Indonesia (Juni 2012) sebanyak orang atau 0,2 persen dari total penduduk Indonesia  Middle Class meningkat  GDP meningkat, angka kemiskinan menurun, konsumsi masy meningkat  Nasabah Mass Affluent dengan Layanan 24/7  Peningkatan kelas menengah 9 juta jiwa/tahun+baglock perumahan 13,6 juta unit  Total kebutuhan rumah per tahun bisa mencapai 2,6 juta rumah (REI)  Proyeksi penjualan mobil tahun 2012 mencapai 875,000 unit (GAIKINDO) POTENSI PENGEMBANGAN

28 OUTLOOK

29 Asumsi-asumsi Proyeksi Permintaan SDI adalah dari BUS, UUS dan BPRS. Supply SDIM adalah lulusan S1, S2 dan S3 syariah PTN, PTS, PTIA. Jumlah prodi (program S1, S2, S3) syariah yang harus dibuka. Jumlah dosen yang dibutuhkan dengan asumsi 10 dosen per prodi. Required Actions Kerjasama antara pemerintah (Diknas), regulator, bank syariah untuk pemenuhan supply, penyediaan tenaga pendidik dan text book. Meningkatkan kualitas pendidik dengan program studi lanjutan. PROYEKSI SDI

30 PROYEKSI NASABAH Asumsi-asumsi Proyeksi Jumlah Nasabah Pertambahan jumlah DPK Pertambahan jumlah BUS sd Proyeksi di-drive oleh pola historical. Industri mendekati maturity stage di th 2020 (slower pattern). Required Actions Integrated socialization Product inovation, penambahan fasilitas dan jaringan. Robust funding dan financing strategies dari bank syariah.

31 PROYEKSI PEMBIAYAAN SMEs Asumsi-asumsi Proyeksi Pembiayaan SMEs 70%-80% pembiayaan BS adalah ke SMEs. Modal SMEs minimal Rp Proyeksi total asset BS Jumlah minimal tenaga kerja SMEs adalah 5 orang. Required Actions Kerjasama dengan Depnakertrans Kerjasama dengan Depkop dan lembaga pemerintah terkait. Robust funding dan financing strategies dari bank syariah.

32 Terima kasih


Download ppt "TANTANGAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PERBANKAN SYARIAH INDONESIA Rifki Ismal Seminar Spin Off Bank Syariah Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Jakarta,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google