Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMBAYARAN, PENETAPAN & PENAGIHAN BPHTB. SSB Surat Setoran BPHTB 2.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMBAYARAN, PENETAPAN & PENAGIHAN BPHTB. SSB Surat Setoran BPHTB 2."— Transcript presentasi:

1 PEMBAYARAN, PENETAPAN & PENAGIHAN BPHTB

2 SSB Surat Setoran BPHTB 2

3 TATA CARA PEMBAYARAN (UU BPHTB) WP,ssb:1 bayar Bank/K.Pos Persepsi ssb = 5 lbr ssb: 1,3,5 ssb:5 Pejabat Bank/K.Pos Oper. III KPPN ssb:3 Lap.bln Copy ssb (ssb:4) KPP Pratama 3 Jum’at Saldo ND+ssb:2 SKU

4 PEMBAGIAN HASIL BPHTB (Ps.23 UU; PMK: 04/PMK.07/08 & PMK: 98/PMK.05/2008) WP,ssb:1 bayar Bank/K.Pos Persepsi ssb = 5 lbr ssb: 1,3,5 ssb:5 Pejabat Jum’at Saldo ND+ssb:2 Bank/K.Pos Oper. III SKU Pusat : 20% Prop : 16% Kab/Kota 64% ND+ssb:2 KPPN ssb:3 Lap.bln Copy ssb Rabu saldo (ssb:4) KPP Pratama Berdasarkan UU PDRD, 100 % masuk ke pemda kab/kota 4

5 5 DASAR PENAGIHAN BPHTB SKBKB & SKBKBT STB SK PEMBETULAN SK PENGURANGAN & SK KEBERATAN PUTUSAN BANDING MENYEBABKAN PAJAK BERTAMBAH  Harus dilunasi dalam waktu 1 (satu) bulan sejak diterima WP,  Jika lewat waktu dapat ditagih dengan Surat Paksa

6 Surat Ketetapan BPHTB Kurang Bayar (SKBKB) (Pasal 11 UU BPHTB) Pajak Kurang dibayar SKBKB + bunga 2%/bln Maks 24 bulan sejak saat terhutang s/d diterbitkan SKBKB Dasar Penagihan Fiskus Wajib Pajak Dalam jk. Waktu 5 thn sesudah saat terutang pajak Berdasarkan hasil pemeriksaan/ket lain 6HanK a. SKPDKB dalam hal: 1) jika berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain, pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar; 2) jika SPTPD tidak disampaikan kepada Kepala Daerah dalam jangka waktu tertentu dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan pada waktunya sebagaimana ditentukan dalam surat teguran; 3) jika kewajiban mengisi SPTPD tidak dipenuhi, pajak yang terutang dihitung secara jabatan. a. SKPDKB dalam hal: 1) jika berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain, pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar; 2) jika SPTPD tidak disampaikan kepada Kepala Daerah dalam jangka waktu tertentu dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan pada waktunya sebagaimana ditentukan dalam surat teguran; 3) jika kewajiban mengisi SPTPD tidak dipenuhi, pajak yang terutang dihitung secara jabatan.

7 Fiskus SKBKBT Wajib Pajak + kenaikan 100%, kecuali WP melapor sebelum pemeriksaan SKBKB Novum Surat Ketetapan BPHTB Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT) (Pasal 12 UU BPHTB) Dalam jk. Waktu 5 thn sesudah terutang pajak Berdasarkan hasil pemeriksaan Bukti baru 7 SKPDKBT jika ditemukan data baru dan/atau data yang semula belum terungkap yang menyebabkan penambahan jumlah pajak yang terutang.

8  SKBKB  Jangka wkt 5 th  Melalui pemeriksaan atau ket lain  Denda 2 % per bln maks 24 bln SKBKBT  Jangka wkt 5 th  Ditemukan data baru dan/atau sebelumnya blm terungkap  sanksi kenaikan 100%, kecuali lapor sendiri sebelum diperiksa  SKBKB  Jangka wkt 5 th  Melalui pemeriksaan atau ket lain  Denda 2 % per bln maks 24 bln SKBKBT  Jangka wkt 5 th  Ditemukan data baru dan/atau sebelumnya blm terungkap  sanksi kenaikan 100%, kecuali lapor sendiri sebelum diperiksa Pasal 97 UU PDRD Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sesudah saat terutangnya pajak, Kepala Daerah dapat menerbitkan: a. SKPDKB dalam hal: 1) jika berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain, pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar; 2) jika SPTPD tidak disampaikan kepada Kepala Daerah dalam jangka waktu tertentu dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan pada waktunya sebagaimana ditentukan dalam surat teguran; 3) jika kewajiban mengisi SPTPD tidak dipenuhi, pajak yang terutang dihitung secara jabatan. b. SKPDKBT jika ditemukan data baru dan/atau data yang semula belum terungkap yang menyebabkan penambahan jumlah pajak yang terutang. c. SKPDN jika jumlah pajak yang terutang sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak. Pasal 97 UU PDRD Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sesudah saat terutangnya pajak, Kepala Daerah dapat menerbitkan: a. SKPDKB dalam hal: 1) jika berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain, pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar; 2) jika SPTPD tidak disampaikan kepada Kepala Daerah dalam jangka waktu tertentu dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan pada waktunya sebagaimana ditentukan dalam surat teguran; 3) jika kewajiban mengisi SPTPD tidak dipenuhi, pajak yang terutang dihitung secara jabatan. b. SKPDKBT jika ditemukan data baru dan/atau data yang semula belum terungkap yang menyebabkan penambahan jumlah pajak yang terutang. c. SKPDN jika jumlah pajak yang terutang sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak. 8

9 STB Menagih pajak yang tidak/ kurang dibayar Menagih pajak yang kurang dibayar karena salah tulis/ Hitung pada SSB Menagih sanksi adminis- trasi berupa bunga dan/ Atau denda UU PDRD (STPd) Maksimal 15 bulan + bunga 2%/ Bulan, maks 24 bln sejak Saat terhu- tang pajak 9

10 Pada tanggal 21 September 1998, Wajib Pajak “C” terutang BPHTB sebesar Rp ,00. Pada saat terjadinya perolehan hak, BPHTB yang dibayar sebesar Rp ,00. Atas kekurangan pembayaran BPHTB tersebut diterbitkan Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan tanggal 23 Desember 1998 dengan penghitungan sebagai berikut : BPHTB TerutangRp ,00 BPHTB DibayarRp ,00 (-) BPHTB Kurang BayarRp ,00 Bunga : 4 x 2% x Rp ,00Rp ,00 (+) STB yang harus dibayarRp ,00 Contoh Perhitungan

11 Wajib Pajak "B" memperoleh tanah dan bangunan pada tanggal 18 Juni Berdasarkan pemeriksaan Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan yang disampaikan Wajib Pajak "B", ternyata terdapat salah hitung yang menyebabkan pajak kurang dibayar sebesar Rp ,00. Atas kekurangan pajak tersebut diterbitkan Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan pada tanggal 23 September 1998 dengan penghitungan sebagai berikut : Kekurangan bayar Rp ,00 Bunga = 4 x 2% x Rp ,00 Rp ,00 (+) Jumlah yang harus dibayar dalam Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Rp ,00 Contoh Perhitungan

12 SOAL Bapak Krosbin Simatupang membeli sebidang tanah di Surabaya pada tanggal 5 Januari 2003 dengan harga perolehan menurut PPAT sebesar Rp ,- dan BPHTBnya telah dibayar lunas pada tanggal tersebut. Berdasarkan pemeriksaan tanggal 7 Pebruari 2005, ternyata NJOP PBB atas tanah tersebut adalah sebesar Rp ,- Pada tanggal 1 Maret 2005 diperoleh data baru (novum), ternyata transaksi yang benar atas tanah tersebut adalah sebesar Rp ,- Atas temuan-temuan tersebut diatas telah diterbitkan SKBKB pada tanggal 7 Pebruari 2005 dan SKBKBT pada tanggal 1 Maret Berapa BPHTB yang harus dibayar oleh Bapak Krosbin Simatupang tersebut berdasarkan SKBKB dan SKBKBT bila NPOPTKP ditentukan sebesar Rp ,- ?

13


Download ppt "PEMBAYARAN, PENETAPAN & PENAGIHAN BPHTB. SSB Surat Setoran BPHTB 2."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google