Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pendekatan PLNRI : Studi Kasus Keamanan Internasional & Ekopolin Hartanto, S.I.P, M.A. POLITIK LUAR NEGERI RI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pendekatan PLNRI : Studi Kasus Keamanan Internasional & Ekopolin Hartanto, S.I.P, M.A. POLITIK LUAR NEGERI RI."— Transcript presentasi:

1 Pendekatan PLNRI : Studi Kasus Keamanan Internasional & Ekopolin Hartanto, S.I.P, M.A. POLITIK LUAR NEGERI RI

2 Pengertian “Keamanan” Dari bahasa Latin: securus; se artinya tidak, curus peduli atau kuatir. “careless” vs “careful” Dinisbatkan ke manusia: tenang, tenteram Dinisbatkan ke negara (state security; national security; menggunakan cara-cara militer dan diplomasi) Dinisbatkan ke manusia lagi: konsep human security atau keamanan manusia

3 Studi Keamanan Studi keamanan didefinisikan sebagai “the study of the threat, use, and control of military force... [that is] the conditions that make the use of force more likely, the ways that the use of force affects individuals, states, and societies, and the specific policies that states adopt in order to prepare for, prevent, or engage in war” Stephen Walt (1991:212). Mengamankan nilai-nilai inti negara dari ancaman militer yang bersumber dari luar perbatasan sebagai sarana memahami apa atau siapa yang harus diamankan dari ancaman apa dan dengan menggunakan sarana apa. Target teoretis yang diperdebatkan adalah konseptualisasi keamanan (yaitu keamanan negara), ancaman (kekuatan militer), dan asumsi anarki (dilema keamanan) – semuanya adalah fokus utama kesarjanaan neorealis dalam studi-studi keamanan. Kalangan neorealis mengabaikan literatur non-realis yang mencakup pendekatan kognitif, organisasi, sibernetik, dan literatur tentang sumber domestik strategi, yang ditulis orang seperti Jervis, Lebow dan Stein; Barnett dan Levy; Barnett; Rosecrance dan Stein; Sagan; Smoke).

4 Ekonomi politik internasional berusaha untuk mengemukakan bahwa sebenarnya ekonomi mempunyai keterikatan dengan power atau politik. Negara dalam hubungannya dengan negara lain pasti berkeinginan untuk memenuhi kepentingannya. Untuk mencapai hal tersebut negara dapat memanipulasi kekuatan pasar untuk meningkatkan power dan pengaruh (Gilpin, 2001;78 ) EKOPOLIN

5 lanjutan ekonomi politik internasional mengasumsikan bahwa negara, MNC, dan aktor lainnya menggunakan power yang dimiliki untuk mempengaruhi nature dari rezim internasional. (Gilpin, 2001;78) ekonomi politik internasional merupakan dinamika interaksi global antara pengejaran kekuasaan (politik) dan pengejaran kekayaan (ekonomi), yang terdapat hubungan timbal balik diantara keduanya

6 PENGERTIAN EK.POLITIK INTERNASIONAL ekonomi politik internasional sebagai “field of enquiry”, yaitu sebagai suatu subjek permasalahan yang fokus utamanya adalah hubungan (interrelationship) antara kekuasaan publik dan pribadi dalam persoalan pengalokasian sumberdaya yang terbatas atau langka (Ravenhill,2008;21)

7 PENGERTIAN Secara sederhana, Ekonomi Politik Internasional dapat dipahami sebagai suatu studi yang lahir dari hasil intersection antara ilmu politik dan ilmu ekonomi dalam cakupan dunia internasional yang mencakup interaksi yang terjadi antar negara.

8 Hubungan Indonesia-AS : Sebelum Kemerdekaan Sebelum kemerdekaan: Konsul di Batavia tahun (ditutup 1942/dibuka 1945) Agen perdagangan di Medan tahun 1853 Wakil konsulat di Medan 1866 (bekas agen perdagangan) Agen konsulat di medan 1898 (bekas wakil konsulat) Konsulat di Medan 1917 Konsul di Riau tahun 1833 Agen konsuler di Surabaya tahun 1866 dan Konsulat 1918 (ditutup 1942/dibuka 1950) Agen konsuler 1885 (ditutup 1913)

9 Hubungan Indonesia-AS : Pasca Kemerdekaan 28 Desember 1949 : Pengakuan kemerdekaan Indonesia dan kedubes di Jakarta (dubes: H. Merle Cochran) 20 Februari 1950 : penunjukan dubes Indonesia untuk AS (Dr. Ali Sastroamijoyo) 13 Januari 1950 : penunjukan konsul terhormat di New York (James Imam Pamudjo) 15 Juli 1950 : konsul di San Fransisco (Abdoel Hamid)

10 Dinamika Hubungan Indonesia-AS Tahun 1950an AS mendukung pemberontakkan PRRI dan Permesta. Tahun 1960an dalam masalah Irian Barat Pertengahan tahun 1960an dalam peristiwa G30S/PKI 1970an dalam pencaplokan Timor Timur 1989 hubungan memburuk 1993 terjadi embargo militer 2001 penguatan kerjasama keamanan 2010 upaya pembentukan aliansi

11 Hubungan AS-Indonesia Fakta ekonomi: 1.Tahun 1965 : inflasi 650% 2.Tahun 1966 : inflasi 900% “untuk menciptakan stabilitas politik harus ada rehabilitasi ekonomi” PLNRI pasca kudeta : pembangunan ekonomi Kebijakan: pembentukan UU no 1 th 1967: PMA; perjanjian jaminan pd investor asing; hutang

12 Hubungan AS-Indonesia : Hutang  1967 : IGGI (Inter-Governmental Group on Indonesia)  Australia, Jepang, Belanda, Jerman, Inggris, AS  Hutang (1967 – 1968): Biro Pusat Statistik Indonesia  Hutang ( 1984 – 1988) NegaraJumlah ASUS$ 60,1 jt (1967) US$ 163,9 jt (1968) JepangUS$ 70 jt (1967) IDA (Bank Dunia)Proyek pembangunan NegaraJumlah ASUS$ 135 jt (1984/1985) US$ 100 jt (1985/1986) US$ 86 jt (1986/1987) US$ 190 jt (1987/1988) US$ 90 jt (1988/1989) JepangUS$ 321 jt (1984/1985) US$ 303,3 jt (1985/1986) US$ 473,5 jt (1986/1987) US$ 606,8 jt (1987/1988) US$ jt (1988/1989)

13 Hubungan AS-Indonesia : PMA  NegaraJumlahBentuk ASUS$ 1,91 jtinvestasi 22,7%Ekspor Indonesia ke AS 14, 4 %Impor Indonesia dari AS JepangUS$ 6,01 jtInvestasi 49,1 %Ekspor Indonesia ke AS 28,1 jtImpor Indonesia dari AS Biro Pusat Statistik Indonesia

14 Ketergantungan ekonomi TahunNegaraBentukJumlah 1983ASEkspor Indonesia ke AS 20,2 % 1991; 1992 ASEkspor Indonesia ke AS 13,1 % 1990ASImpor dari AS 11,5% 1992ASImpor dari AS 14% 1976ASBantuanUS$ 885jt Biro Pusat Statistik Indonesia

15 Kebijakan militer Indonesia P angkalan militer AS di Filipina

16 Kebijakan militer Indonesia “Amerika harus tetap tinggal krn mereka akan tetap tinggal” (Ali Alatas:1993) Security empthy saat militer AS menarik diri (Adam Malik:1976) Ketahanan nasional didasarkan pada ketahanan regional (Ali Moertopo) 1971  Konsep Zona Perdamaian : Zopfan (Kebebasan dan Netralitas) 1987  Zona Bebas Senjata Nuklir di Asia Tenggara (SEANWFZ)

17 Kesimpulan Karena kepentingan pembangunan ekonomi pasca kemerdekaan, Indonesia membuka kerjasama yang meliputi bantuan dan perdagangan dengan AS (interdependen) Keamanan politik luar negeri Indonesia lebih mandiri dan bebas dengan tidak melakukan aliansi dengan Barat (independen)

18 Hubungan Indonesia-Jepang  Kerjasama dalam pendudukan Hindia Belanda  Perdagangan  Bantuan hutang

19 Hubungan Indonesia-Jepang Bersamaan dengan eratnya hubungan Indonesia- Jepang; tahun 1978 Jepang-Cina menandatangani pakta persahabatan. Pandangan Mochtar Kusumaatmaja (Menlu dan ahli hokum): Berpeluang menciptakan perdamaian dunia Perkembangan ekonomi Cina akan menurunkan sisi agresif Cina Pandangan Sayidiman Suryohadiprojo (perwira militer) Jumlah penduduk Cina dan tingkat teknologi Jepang akan berdampak pada dominasi di Asia Tenggara. Bertentangan dengan kepentingan Indonesia

20 Kesimpulan o Pakta persahabatan Jepang-Cina akan mempengaruhi PLNRI o Interdependensi ekonomi terhadap Jepang

21 Hubungan Indonesia-Soviet : Ekonomi Mempertahankan hubungan dengan Moskow untuk kepentingan ekonomi Kebutuhan bantuan pada Moskow dengan mengadakan perjanjian kerjasama teknis dan ekonomi th 1974 untuk kepentingan ekonomi dan politik berupa pinjaman lunak dan pembentukan citra Indonesia non blok Pembangunan dua pabrik hidroelektrik di Indonesia tahun 1975

22 Hubungan Indonesia-Soviet : Perdagangan TahunNegaraBentukJumlah 1986RI-SovietEkspor Indonesia ke Soviet US$ 51,99 jt Soviet-RIImpor Indonesia dari Soviet US$ 5,25 jt 1987RI-SovietEkspor indonesia ke Soviet US$ 82,40 jt Soviet-RIImpor Indonesia dari Soviet US$ 15,46 jt Ekspor Indonesia-Soviet : karet, lada, kopi, minyak kelapa, bumbu, pakaian Impor Soviet-RI : pupuk, mesin tekstil (Angkatan Bersenjata 1989)

23 Hubungan Indonesia-Soviet : Militer Tahun 1969 Soviet membentuk aliansi Sistem Keamanan kolektif Asia untuk mengepung RRC dalam Cina-Soviet Indonesia tidak bergabung Indonesia tidak percaya dengan Soviet “Kita di Indonesia percaya bahwa kerjasama regional untuk kemakmuran adalah lebih baik daripada suatu sistem pertahanan“ (Angkatan Bersenjata:1970)

24 Kunjungan Indonesia ke Soviet tahun 1989 untuk meyakinkan pada pemimpin Asia, Afrika, Amerika Latin yang masih memiliki ciri-ciri revolusioner bahwa Indonesia tidak ingin berdampingan baik dengan kubu AS dan Soviet (Juwono Sudarsono : 1989) PLNRI tersebut demi kepentingan Indonesia dapat diterima sebagai pemimpin GNB Indonesia lebih banyak membuka kerjasama ekonomi dibanding keamanan Kunjungan yang dilakukan ke Moskow dan Leningrad serta kawasan Islam di Soviet untuk kepentingan citra Indonesia non blok Hubungan Indonesia-Soviet menurunkan kekuatan ideologi dan militer untuk kepentingan pragmatism dan diplomasi. Hubungan dengan Soviet terjalin dengan baik selama memberikan keuntungan kesimpulan

25 Hubungan RI-AS, Jepang, Soviet merupakan PLNRI yang didasarkan pada pendekatan ekonomi dan politik domestik dan internasional. Domestik: Kondisi instabilitas ekonomi domestik ketika perekonomian Indonesia mengalami inflasi tinggi dan kondisi konflik dalam negeri menjadi dasar rumusan kebijakan luar negeri yaitu menjalin hubungan dengan Negara adidaya melalui bantuan ekonomi dan dukungan politik. Internasional: Indonesia bekerjasama dengan Negara kuat secara ekonomi (AS, Jepang) dan tidak dengan Soviet. Alasan: tidak banyak memberikan keuntungan ekonomi. Dari sisi politik internasional, Indonesia mempertimbangkan kondisi politik berdasarkan system internasional dan regional, misal kondisi rivalitas ideology Soviet- Cina, adanya pangkalan militer AS di Asia Tenggara yang kemudian memutuskan tidak bergabung dengan aliansi. Kesimpulan Umum

26 Diskusi Bagaimana hubungan Indonesia dengan Negara-negara adidaya dilihat dari perspektif: –Keamanan regional –Ekonomi dan politik internasional Apa hubungan strategi politik luar negeri Soeharto dalam kunjungannya ke Moskow tahun 1989? Apa tujuan politik luar negeri Indonesia membuka ketergantungan kepada AS? Hubungkan kepentingan nasional dengan pelaksanaan politik luar negeri Indonesia tentang pro-Barat dan ‘setengah’ persahabatan ke Timur!

27 Politik dalam Negeri Pengambil keputusan Kondisi Ekonomi dan Militer Konteks internasional (Suatu produk tindakan politik luar negeri seluruh negara pada masa lampau, sekarang, dan akan datang yang mungkin atau yang diantisipasi ) Tindakan Politik Luar Negeri Proses Pembuatan Politik Luar Negeri

28 Hidrolik

29 TERIMA KASIH


Download ppt "Pendekatan PLNRI : Studi Kasus Keamanan Internasional & Ekopolin Hartanto, S.I.P, M.A. POLITIK LUAR NEGERI RI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google