Konstruktivisme dalam Pembelajaran Oleh: Tim Penelitihan dan Pengembangan Pendidikan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN
Advertisements

Assalamu'alaikum....
Program Orientasi Pendidikan
PARADIGMA BARU PEMBELAJARAN Dari Behavioristik ke Konstruktivistik
POKOK BAHASAN Pertemuan 6
Pendekatan dlm pembelajaran IPS
KONSTRUKTIVISME PTIK Adriy.weebly.com.
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
Teori Belajar Konstruktivisme
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
Pembelajaran TIK – Bahasan 1
KONSTRUKTIVISME Pengetahuan kita merupakan hasil konstruksi
KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME
TUGAS PEMBELAJARAN IPA di SD
KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN ? P3AI-ITS.
KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN
TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Model discovery learning
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
STRATEGI PEMBELAJARAN DISCOVERY
PERTEMUAN 4 HARLINDA SYOFYAN, S.Si., M.Pd
TEORI BELAJAR KONSTRUTIVISTIK
Landasan Pengembangan Kurikulum
Teori Belajar Humanistik
STRATEGI PENGEMBANGAN KURIKULUM
JEAN PIAGET (1896 – 1980).
METODE PEMBELAJARAN INKUIRI
MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI
Konsep CBSA.
PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK
TEORI BELAJAR Teori Keterampilan Proses Oleh : Iswadi, M. Pd.
MODEL PEMBELAJARAN MIKRO
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
Analisis Metode Eksperimen
Pengantar Sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan menengah kejuruan merupakan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan.
KONSTRUKTIVISME Piaget Vygotsky
Teori Belajar Konstruktivistik dan Penerapannya dalam Pembelajaran
METODE DAN STRATEGI PEMBELAJARAN
METODE DAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Assalamu’alaikum Wr.Wb
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN KEJURUAN
Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yg tidak dapat dipisahkan
BELAJAR PENEMUAN DAN BELAJAR BERMAKNA
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
STRATEGI PEMBELAJARAN BERORIENTASI PADA AKTIVITAS SISWA (PBAS)
Pembelajaran AKTIF dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan,
TEORI BELAJAR Teori Keterampilan Proses Oleh : Iswadi, M. Pd.
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
KONSEP PEMBELAJARAN BERMAKNA
Berpikir Kritis (Critical Thinking)
CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING ( CTL ). Latar Belakang Dasar pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar.
Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yg tidak dapat dipisahkan
Metode Inkuiri Strategi yang menekankan kepada proses mencari dan menemukan. cara belajar yang bersifat mencari secara logis, kritis, dan analisis menuju.
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
KONSTRUKTIVISME Pertemuan 6
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
Teori Belajar Belajar merupakan suatu proses usaha sadar yang dilakukan oleh individu untuk suatu perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak memiliki.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN MODEL PEMBELAJARAN.
Model Pembelajaran” adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yang terorganisir secara sistemik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar.
Transcript presentasi:

Konstruktivisme dalam Pembelajaran Oleh: Tim Penelitihan dan Pengembangan Pendidikan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur

Konstruktivistik Filsafat Penget Prinsip dalam Pembelajaran Bagaimana Pengetahuan? Benar/tidak Abstraksi Fisik Mental Melihat Merasakan Mendengar Mencium Mengecap Digunakan untuk memecahkan persoalan Dibentuk  Dalam proses belajar PD yang harus aktif  Keaktifan & Kreatifitas Berpikir mandiri Mirip dengan pragmatisme Empirisme Jika ini dipakai secara berlebihan terutama dalam sains dan matematika dikhawatirkan terjebak dalam subjektivisme Dibantu Pendidik

Pengetahuan Konstruktivisme Selalu subyektif karena dibentuk oleh pengamat Pengetahuan seseorang tidak pernah “salah” Konstruktivis Radikal Harus menerima setiap abstraksi seseorang Sosiokulturalisme Masyarakat “Apakah abstraksi seseorang sesuai dengan abstaraksi orang-orang lain, terlebih lagi apakah abstraksi seseorang itu sesuai atau tidak dengan abstraksi para ahli dalam bidangnya”.

Pengetahuan dalam Pengertian Konstruktivisme Berbagai hal Pengetahuan tinggi dan logis (teori relativitas, ketidakpastian hukum ‘Newton, dll). Gagasan Gambaran Pandangan Dengan taraf sederhana Kompleks Pengetahuan itu dikonstruksi secara Paul Suparno  Personal  Sosial  Ini lebih diutamakan karena pengetahuan itu diperoleh dari keaktifan diri seseorang.  Tanpa orang sendiri berpikir, orang itu tidak akan mengerti/ paling sedikit tidak cepat mengerti.  Tanpa disadari kadang kita menggunakan istilah dan rumus yang telah disetujui masyarakat

Belajar Menurut Konstruktivisme  Belajar merupakan proses aktif peserta didik mengkonstruksi arti:.... Teks, dialog, pengalaman tisis, dll.  Belajar merupakan proses mengasimulasi dan menghubungkan pengalaman/ bahan yang dipelajari dengan pengertian yang telah dimiliki seseorang sehingga pengertiannya berkembang.

Ciri-ciri Proses 1.Belajar berarti membentuk makna. 2.Konstruksi: proses terus-menerus. 3.Belajar bukan mengumpulkan fakta melainkan: mengembangkan pemikiran dengan membuat pengertian baru. 4.Proses belajar terjadi: skema seseorang dalam keraguan dan terangsang berpikir lanjut. 5. Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman dunia fisik dan lingkungannya. Hasil belajar bergantung pada apa yang telah diketahui – bepengaruh terhadap perihal yang akan dipelajari.

Peran Peserta Didik 1.Penting 2.Menentukan keberhasilan 3.Pusat Belajar Individual Kelompok Dialog & Aktif Dialog & Aktif  Mengungkapkan bagaimana ia melilhat persoalan dan  Apa yang akan dibuatnya  Masing-masing individu berkesempatan secara aktif membuat abstraksi  Dengan semangat kelompok mereka berusaha menemukan jawaban Ahli, Peneliti, Sejarawan; Pustakawan pengguna

Pembelajaran Berpusat Pada Anak Refleksi Membaca, melihat, mendengar, dll. Berubah Keharusan I P T E K S Era Global  Pola pikir (PP),  Imlementasi PP,  Penemuan baru.

Pengetahuan Awal Pengetahuan Awal 1.Jawaban yang dimulai salah oleh guru tapi benar menurut mereka 2.Cara berpikir PD 3.Banyak jalan menuju Roma 4.Penciptaan suasana kondusif 5.Membiarkan PD dengan jalannya sendiri 6.Memberi kesempatan menjawab dengan tidak satu jawaban 7.Kesalahan PD > Pijakan menuju kebenaran Peserta Didik Taraf Pengetahuan PD

Perbedaan antara: Konstruktivisme dengan Inquiry Approach Konstruktivisme Inquiry Approach  Keduanya tidak sama  Dalam banyak hal ada kesamaan  Keaktifan PD  Salah satu merode konstruktivisme  Keaktifan PD

Pendidik Konstruktivisme 1.Berpikiran luas dan mendalam 2.Sabar 3.Peka 4.Pendengar Terhadap perbedaan terutama dengan PD

Konstruktivisme dalam Pembelajaran Fungsi & Peran Pendidik-Guru Fungsi & Peran Pendidik-Guru 1.Mediator 2.Fasilitator Kedua Fungsi di atas: 1.Guru menyediakan pengalaman belajar 2.Menyediakan kegiatan yang mendorong keingintahuan peserta didik 3.Memonitor: mengevaluasi & menunjukkan jalan pemikiran peserta didik

Implementasi Peran Pendidik 1.Berinteraksi dengan peserta didik secara intensif. 2.Membicarakan tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran. 3.Guru memberikan saran atas pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 4.Keterlibatan yang utuh. 5.Guru memiliki cara berpikir yang fleksibel.

Penguasaan Bahan  Dunia tanpa batas  Memahami konteks  Ahli Strategi pembelajaran

Strategi Mengajar 1.Orientasi 2.Elicitasi: mengungkapkan ide dengan berbagai jalan 3.Restrukturisasi ide a. Klarifikasi ide dikontraskan dengan ide-ide lain b. Membangun ide baru c. Mengevaluasi ide barunya 4.Penggunaan ide dalam banyak situasi 5.Review, bagaimana ide berubah

Mengevaluasi Proses Belajar PD 1.Guru tidak dapat mengevaluasi apa yang sedang dibuat dan apa yang mereka katakan. 2.Guru hanya menunjukkan bahwa yang mereka pikirkan tidak/ kurang, sesuai/ cocok untuk persoalan yang dihadapi

Hubungan Pendidik dan Peserta Didik 1.Guru bukan orang yang mahatahu. 2.Guru membantu pencarian yang membentuk pengetahuan PD. 3.Guru adalah mitra PD dalam membangun pengetahuan PD.

Pengetahuan  Pengumpulan pasif  Statis dan sudah jadi Belajar Mengajar Behavioristik Konstruktivistik  Proses mekanis  Mengatur Lingkungan agar dapat membantu belajar  Kegiatan aktif  Prose Menjadi  Proses organik  Punya cara khas  Berkebang  Partisipasi dengan peserta didik dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mempertanyakan kejelasan, bersikap kritis, mengadakan justifikasi  Bentuk belajar

Tahap-tahap Perkembangan Kognitif TahapUsiaKecakapan SensorimotorLahir - 2 tahun Pembentukan objek permanan secara bertahap mengalami kemajuan dari perilaku reflektif ke perilaku terarah. Pra-Operasional2 tahun - 7 tahun Pengembangan kemajuan untuk menggunakan simbol, guna merepresentasikan objek di dunia. Tetap berpikir egosentris dan terpusat. Operasional Konkret 7 tahun - 11 tahun  Pengembangan berpikir logis.  Kemampuan baru mencakup penggunaan operasi yang bisa dibolak-balik. Berpikir egosentris dan terpusat mulai berkurang. Operasional Formal11 tahun - dewasa  Memungkinkan berpikir abstrak dan tumbuh.  Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan eksperimentasi sistematis.