TENTOR PRIMAGAMA KM6 BANJARMASIN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Presented by: ERNI SULISTIANA, S.Pd., M.P. NIP
Advertisements

TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI SEDERHANA
sifat - sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
OLEH TIM DOSEN KIMIA DASAR FTP UB
SISTEM KOLOID Kelompok 8 : - Adi Dharmawan (2) Nabila Mahendra (24)
Cara Kondensasi: yaitu melarutkan molekul/ion dalam larutannya sehingga menjadi partilek-partikel koloid. Reaksi oksidasi reduksi : 2 H2S +
A. Dispersi Koloid Jika suatu zat dilarutkan ke dalam suatu pelarut tertentu maka zat terlarut tersebut akan terdispersi ke dalam pelarutnya (medium pendispersi).
Oleh : Adhetya Kurniawan, M.Pd.
MATA PELAJARAN : KIMIA KELAS/SEMESTER : XII /GANJIL
Koloid merupakan sistem dispersi
Adelya Desi Kurniawati, STP., MP., M.Sc.
SIFAT – SIFAT CAMPURAN LARUTAN DAN KOLOID.
SISTEM KOLOID.
KOLOID RELINA NOVITASARI
KOLOID Untuk SMK Teknologi dan Pertanian
KD II SISTEM KOLOID.
Saron L. Donuata XII B (15) SMK Kehutanan Negeri Makassar ©2014
KOLOID.
MUDUL6 KOLOID DAN LARUTAN
Larutan.
SOAL TUGAS SISTEM KOLOID
KELAS XII SEMESTER 1 SMKN 7 BANDUNG
IKATAN KIMIA.
Air.
Larutan.
Exit SISTEM KOLOID Click here.
KOLOID.
KOLOID.
Sistem Koloid™ Kimia™ Copyright © 2007 Se_A_Ti Production.
Ukuran partikel & Sistem Koloid minggu ke- 2 prof. sbw
BAB 2 KLASIFIKASI MATERI
KESTABILAN KOLOID.
SIFAT PERMUKAAN SISTEM KOLOID PANGAN AKTIVITAS PERMUKAAN.
KOLOID Kelas XI Semester 2
Sistem Koloid Kimia Dasar II Natalia Diyah Hapsari Pendidikan Kimia
PRINSIP KIMIA DASAR Oleh Prof.Dr.Ir. Chanif Mahdi ,MS FAKULTAS MIPA
GAYA INTRA ANTAR MOLEKUL
DISPERSI KOLOID Apa koloid itu ?
Koloid.
NAMA : ILVIA MELDI NIM/TM : 54985/2010 PRODI : PEND. KIMIA (RM)
SISTEM KOLOID INDIKATOR CONTOH PENGERTIAN POSTETS
SIFAT-SIFAT KOLOID SEL
susu, sabun, udara berdebu dalam ilmu kimia dinamakan koloid
KOLOID KELOMPOK 5: BELLA OKTARI EMMIA YULITA GINTING FELYSIA ALODIA
Nama : Ahmad Aprianto Kelas : XII Animasi
SISTEM KOLOID.
KOLOID 1.
SISTEM KOLOID UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL WASHLIYAH
PENGELOMPOKKAN SISTEM KOLOID
Air Aris Fitridiana IX F 04.
Kimia Dasar I Materi Dan Teori Atom
Penggunaan Koloid Dalam Industri
Pengertian & Perbedaan Atom, Molekul, Ion, Unsur, Senyawa, Campuran
KELAS XII SEMESTER 2 SMK MUHAMMADIYAH 3 METRO
Chapter 6 Larutan dan koloid.
SURFACE CHEMISTRY INTRODUCTION.
Bramantio Negoro Grade 12
Koloid Ali.
ANITA FITRIA R XI IPA 6 SMA NEGERI 1 ARGA MAKMUR ‘’SISTEM KOLOID’’
Ahmad Farih Azmi, S.Kep., Ns, M.Si. Pengantar Kimia Farmasi.
Sistem koloid Sistem koloid terdiri atas fase terdispersi dengan ukuran tertentu dalam medium pendispersi. Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi,
CARA PEMBUATAN KOLOID FISIKA KIMIA II DI Susun Oleh : Afan Septi Robyanto ( ) Asep Mujahidin Baihaqi ( ) Andri Syahriar ( ) Dimas.
KELOMPOK 1 : AHMAD RIZKI ALSYAHBANI ALPIN PRANS MUDYA ALQAUSAR WINET QODRI DESY PURIANA M. YAZIEDH FACHREZI ROMY MANULANG TIARA EFFENDI.
Sistem Koloid™ Kimia™ Copyright © 2007 Se_A_Ti Production.
Click here exit. SISTEM koloid exit home 1.Mengelompokkan campuran yang ada di lingkungannya ke dalam suspensi kasar, sistem koloid, dan larutan sejati.
Mentega Air Sungai Susu Susu, mentega, air sungai termasuk ke dalam jenis koloid apa? Bagaimana sifat sistem koloid? Cara apa saja untuk membuat koloid?
KOLOID.
Click here exit. SISTEM koloid exit home 1.Mengelompokkan campuran yang ada di lingkungannya ke dalam suspensi kasar, sistem koloid, dan larutan sejati.
 Koloid mudah di temukan di mana-mana : susu,agar-agar, tinta, sampo, serta awan merupakan contoh-contoh kolid yang dapat dijumpai sehari- hari.
8/6/2019 KELOMPOK MATERI PRESENTASI 4. BIDANG INDUSTRI BIDANG KESEHATAN BIDANG KEBUTUHAN RUMAH TANGGA PENERAPAN SIFAT KOLOID.
Transcript presentasi:

TENTOR PRIMAGAMA KM6 BANJARMASIN DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI GURU KIMIA SMA KABUPATEN BALANGAN MATERI : SKL 3 DAN 7 EDI HARYANTA TENTOR PRIMAGAMA KM6 BANJARMASIN

Peningkatan Kompetensi Guru Kimia SMA Bidang Studi : Kimia Materi Diklat : Koloid Standar Kompetensi Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran Koloid Kompetensi Dasar Mendeskripsikan dan menerapkan konsep-konsep koloid. Menjelaskan perbedaan antara larutan homogen, suspensi dan koloid. Menjelaskan koloid hidrofobik dan koloid hidrofilik. Menjelaskan cara kerja surfaktan.

KOLOID

1. Pendahuluan Klasifikasi Materi MATERI HETEROGEN SENYAWA Proses ZAT MURNI Proses Kimia Proses Fisika UNSUR MATERI HOMOGEN Proses Fisika LARUTAN Klasifikasi Materi

Campuran Koloid Larutan Larutan adalah campuran homogen dimana tidak tejadi pengendapan zat terlaut dan zat terlarut ada dalam bentuk ion-ion atau molekul-molekul kecil. Contoh, NaCl dan gula membentuk larutan sejati dalam air. Suspensi terbentuk bila padatan halus seperti pasir ditambahkan ke dalam air dan akan terjadi pengendapan. Partikel-partikel pasir masih kelihatan dan akan mengendap secara perlahan-lahan. Koloid merupakan keadaan intermediet antara larutan dan suspensi. Kolid adalah dispersi partikel-partikel satu substansi (fasa terdispersi) dalam substansi lainnya (medium perdispersi atau fasa kontinu). Kabut (fog) adalah contoh koloid yang terdiri dari titik-titik air yang amat kecil; (fasa terdispersi) dalam udara (fasa kontinu, pendispersi). Koloid berbeda dari larutan sejati dimana ukuran partikel-partikelnya lebih besar dari ukuran molekul-molekul zat terlarut dalam suatu sistem larutan. Ukuran partikelnya antara 2x103 pm sampai 2x105 pm. Campuran Koloid Larutan partikel besar > 0.2 µm partikel menengah 0.2 - 0.002 µm partikel kecil < 0.002 µm

2. Efek Tyndall Sekalipun koloid nampaknya homogen karena partikel-partikel terdispersi cukup kecil, tetapi koloid dapat dibedakan dari larutan sejati, yakni dari kemampuannya menghamburkan cahaya. Peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid dikenal sebagai efek Tyndall. Gambar. Efek Tyndall. Debu menghamburka cahaya yang datang lewat pohon-pohonan (kiri). Cahaya laser dilewatkan oleh larutan NaCl dan dihamburkan oleh koloid campuran gelatin dan air (kanan).

3. Tipe Koloid Tabel 1. Tipe-tipe koloid Koloid dibedakan berdasarkan atas keadaan (padat, cair atau gas) fasa terdispersinya dan fasa kontinunya. Tabel 1. Tipe-tipe koloid Fasa Kontinu Fasa Terdispersi Nama Contoh Gas Cair Aerosol Kabut, awan, spary aerosol Padat Asap rokok, asap kendaraan, virus di udara (airborne viruses) Foam (busa) Sabun cukur, susu kental yang dikocok (whipped cream) Emulsi Susu, minyak terdispersi dalam air, krim muka Sol Emas dalam air, AgCl(s) terdispersi dalam H2O, lumpur Gabus, busa plastik Gel Jeli, opal (mineral dengan cairan didalamnya) Sol padat Glas ruby (glas dengan logan terdispersi)

4. Koloid hidrofilik dan hidrofobik Aerosol: titik-titik cairan atau partikel-partikel padat terdispersi dalam suatu gas. Emulsi: titik-titik cairan terdispersi dalam suatu cairan. Sol: partikel-partikel padatan terdispersi dalam cairan Gambar: Koloid emas 4. Koloid hidrofilik dan hidrofobik Koloid dimana fasa kontinunya air dibedakan atas dua: Koloid hidrofilik Koloid hidrofobik Koloid hidrofilik: koloid yang memiliki daya tarik kuat antara fasa terdispersi dan fasa kontinunya (air). Contoh, koloid-koloid yang mengandung makromolekul; larutan protein - seperti gelatin dalam air. Molekul-molekul gelatin ditarik oleh molekul-molekul air dengan gaya London dan ikatan hidrogen. Gelatin: protein yang tersusun atas glisin, prolin dan hidroksi prolin.

Koloid hidrofobik: koloid yang memiliki daya tarik lemah antara fasa terdispersi dan fasa kontinu (air). Koloid jenis ini umumnya tidak stabil, dalam waktu yang cukup lama, fasa terdispersi biasanya bergabung membentuk partikel yang lebih besar dan akhirnya mengendap. Contoh, dispersi logam-logam dalam air dan susu, suspensi koloid dari protein kasein yang membentuk misel dengan inti hidrofobik. Koloid hidrofobik stabil dapat mengalami koagulasi dengan memberikan ion-ion ke dalam medium pendispersi.

5. Koagulasi Sol besi(III) hidroksida dapat membentuk agregat dengan penambahan larutan ion, terutama larutan yang mengandung ion-ion bermuatan rangkap seperti ion fosfat, PO43-. Koagulasi adalah proses dimana fasa terdispersi suatu koloid menjadi agregat sehingga terpisah dari fasa kontinunya.

Contoh lain koagulasi adalah penggumpalan susu ketika masam. Susu merupakan suspensi koloid dimana partikel-partikel susu, protein, tidak mengendap karena memiliki muatan listrik. Ion yang menyebabkan koagulasi terbentuk bila laktosa (gula susu) mengalami fermentasi menjadi asam laktat. Terbentuknya delta di sungai dekat pantai juga merupakan contoh koagulasi. Suspensi koloid tanah dalam air sungai bila bertemu dengan larutan ionik pekat air laut maka akan terjadi agregasi, kemudian terjadi pengendapan dan akhirnya membentuk delta. Contoh delta Mississippi. Latihan Partikel koloid belerang, sulfur, dapat bermuatan negatif dengan penambahan ion tiosulfat, S2O32-, dan ion lainnya pada permukaan belerang. Tunjukkan mana molekul berikut yang paling efektif untuk mengkoagulasikan koloid belerang: NaCl, MgCl2, atau AlCl3. Kenapa? Jelaskan terbentuknya delta di dekat hilir sungai! Jika elektroda-elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus DC dicelupkan dalam gelas kimia yang mengandung koloid besi(III) hidroksida, endapan akan terbentuk pada elektroda negatif. Jelaskan kenapa hal ini terjadi!

Jawaban 1. AlCl3 Setiap atom belerang memiliki dua pasang elektron sunyi sehingga partikel koloid belerang memiliki fraksi muatan negatif, pasangan elektron ini dapat disumbangkan pada atom Aluminum dan AlCl3 bertindak sebagai asam Lewis. Konsekuensinya, terbentuk agregat dan koloid belerang mengalami koagulasi.

Delta terbentuk akibat dari koagulasi partikel-partikel koloid tanah seperti Fe(OH)3, Al(OH)3, Ba(OH)2, Ca(OH)2, Mg(OH)2, dll akibat bergabungnya partikel-partikel tersebut dengan ion-ion multi muatan dari air laut seperti PO43-, SO42-, CO32-, dll.

6. Koloid Gabungan (Association Colloid) Bila molekul-molekul atau ion-ion yang memiliki kedua ujung hidrofobik dan hidrofilik didispersikan dalam air, maka akan bergabung membentuk partikel-partikel berukuran koloid atau misel. Misel adalah partikel berukuran koloid yang terbentuk dalam air akibat dari penggabungan molekul-molekul atau ion-ion yang memiliki ujung hidrofobik dan ujung hidrofilik. Ujung-ujung hidrofobik saling bertemu dan berada dalam misel sedangkan ujung hidrofilik berada diluar misel berhadapan dengan air. Koloid dimana fasa terdispersinya terdiri dari misel-misel disebut koloid gabungan (association colloid) Sabun biasa dalam air merupakan contoh dari gabungan koloid.

Sabun terdiri dari senyawa-senyawa seperti natrium stearat, C17H35COONa. Ion stearat memiliki ujung rantai hidrokarbon panjang dan bersifat hidrofobik, karena nonpolar, dan gugus karboksil (COO-) pada ujung lainnya dan bersifat hidrofilik, karena ionik. Dalam air ion stearat bergabung membentuk misel dimana ujung hidrokarbon mengarah ke dalam bertemu satu sama lainnya dan menjauh dari air, sedangkan gugus karboksil mengarah ke luar misel dan bertemu dengan air.

Misel stearat dalam air

Detergen anionik Detergen sintesis juga membentuk koloid gabungan. Natrium lauril sulfat adalah detergen sintesis yang ada dalam pasta gigi dan sampo. Gugus sulfat hidrofilik (-OSO3-) Gugus dodekil hidrofobik (C12H25-)

Detergen kationik: sifat germisida digunakan di rumah sakit dan cuci mulut ujung hidrofilik ujung hidrofobik 7. Aplikasi koloid Latihan Jelaskan, mengapa sabun dapat membersihkan kotoran minyak pada pakaian! Jelaskan bagaimana cara kerja tawas, aluminium sulfat hidrat Al2(SO4)3.18H2O, dalam pemurnian air minum. Fosfolipida, dua gugus OH dari gliserol diganti dengan asam lemak dan satu OH diganti dengan asam fosfat, dapat membentuk membran sel dua-lapis. Bagaimana hal ini dapat terjadi?

Sabum memiliki ujung hidrofobik yang dapat menarik partikel-partikel minyak yang bersifat non-polar. Disamping itu sabun juga memiliki ujung hidrofilik yang dapat beriteraksi dengan air, dengan demikian sabun akan mampu menarik minyak dari pakaian, dan melarutkannya, lihat Gambar.

Tawas bertidak sebagai koagulan mengendapkan partikel-partikel koloid bermuatan negatif. Pada pH rendah, aluminium berada dalam ion-ion aluminium terhidrasi, Al(H2O)63+. Ion-ion ini bertindak sebagai pasangan dari partikel-partikel koloid bermuatan negatif, sehingga membentuk agregat-agregat yang akan mengendap, atau terjadi koagulasi. Pada pH tinggi, aluminium berada dalam bentuk aluminium hidroksida, Al(OH)3. Al(OH)3 merupakan partikel-partikel koloid yang memiliki fraksi muatan positif dan akan menarik partikel-partikel koloid yang bermuatan negatif, seperti CaCO3 tersuspensi, bakteria, dan partikel-partikel tersuspensi lainnya seperti kotoran.

3. Membran sel dua-lapis Struktur membran sel dua-lapis

Soal 1. Nyatakan tipe koloid-koloid berikut (aerosol, busa (foam), emulsi, sol atau gel): (a) kabut air (b) susu cair (c) buih sabun (d) lumpur (e) agar-agar Arsenat(III) sulfida membentuk sol dengan muatan negatif. Mana diantara senyawa ion berikut efektif untuk mengkoagulasikan sol tersebut? (a) KCl (b) MgCl2 (c) Al2(SO4)3 (d) Na3PO4 Aluminium hidroksida membentuk sol bermuatan positif. Mana diantara senyawa ion berikut efektif untuk mengkoagulasikan sol tersebut? (a) NaCl (b) CaCl2 (c) Fe2(SO4)3 (d) K3PO4 4. Bila larutan BaCl2 dan Na2SO4 dicampur, campuran menjadi keruh. Setelah beberapa hari, endapan putih teramati di dasar gelas kimia dengan cairan jernih di atasnya. (a) Tulis persamaan untuk reaksi yang terjadi! (b) Kenapa mula-mula terjadi keruh? (c) Apa yang terjadi selama beberapa hari didiamkan? Fasa terdispersi suatu koloid terdiri dari butiran-butiran berupa bola kecil dengan diameter 1,0 x 102 nm. (a) Berapa volume (V = 4/3 pr3) dan luas permukaan (A = 4pr2) masing- masing butiran? (b) Berapa butiran diperlukan untuk menghasilkan volume total 1,0 cm3? Berapa luas permukaan total dari butiran-butiran ini dalam m2.

Jawaban (a) kabut air (aerosol), (b) susu cair (emulsi), (c) buih sabun (busa), (d) lumpur (sol), (e) agar-agar (gel). Al2(SO4)3 karena akan menghasilkan Al(OH)3 yang bermuatan negatif yang akan menetralkan sol arsenat(III) sulfida, sehingga terjadi koagulasi. K3PO4 karena dapat menghasilkan ion bermuatan ganda PO43- yang akan berpasangan dengan sol Al(OH)3 yang bermuatan negatif. (a) BaCl2(aq) + Na2SO4(aq)  BaSO4(s) + 2NaCl(aq) (b) Karena terbentuk Ba(OH)2; BaCl2)aq)+H2O(l)  Ba(OH)2(s) + 2HCl(aq) (c) Terjadi koagulasi antara Ba(OH)2 dengan ion SO42- menghasilkan BaSO4 yang tidak larut dalam air. (a) Volume = 4/3 pr3 = 4/3 p(0,5 x102)3 nm3 = 5,24 x 105 nm3; Luas = 4pr2 = 4p (0,5 x102)2 nm2 = 3,14 x 104 nm2. (b) Banyak butiran = 1021/5,24x105 = 2 x 1015 butiran; Luas permukaan total = 2x1015 x 3,14x104 nm2 = 6x1019 nm2 = 60 m2.

NONE (All gases are soluble)   Dispersed Medium Gas Liquid Solid Continuous Medium NONE (All gases are soluble) Liquid Aerosol Examples: Fog, mist Solid Aerosol Examples: Smoke, dust Foam Examples: Whipped cream Emulsion Examples: Milk, mayonnaise, hand cream Sol Examples: Paint, pigmented ink, blood Solid Foam Examples: Aerogel, styrofoam, pumice Gel Examples: Gelatin, jelly, cheese, opal Solid Sol Examples: Cranberry glass, ruby glass

Foam