Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengenalan Animasi dengan Blender Nama Kelompok : Rico Andry (B/09120006) Tara Braja (B/09120020)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengenalan Animasi dengan Blender Nama Kelompok : Rico Andry (B/09120006) Tara Braja (B/09120020)"— Transcript presentasi:

1 Pengenalan Animasi dengan Blender Nama Kelompok : Rico Andry (B/ ) Tara Braja (B/ )

2 Materi yang dibahas  Alasan pembuatan animasi dengan blender ? Alasan pembuatan animasi dengan blender ?  Format fle pada Blender Format fle pada Blender  Definisi dari animasi Definisi dari animasi  Proses pembuatan animasi Proses pembuatan animasi  Teknik pembuatan dalam animasi 2 dimensi Teknik pembuatan dalam animasi 2 dimensi  Pengenalan animasi 3 dimensi Pengenalan animasi 3 dimensi  Perkembangan Animasi yang ada di Indonesia Perkembangan Animasi yang ada di Indonesia  Penutup Penutup

3 Alasan pembuatan animasi dengan blender ? Hal ini disebabkan karena Blender adalah software open source 3 D konten Suite penciptaan terbuka, tersedia untuk semua sistem operasi utama di bawah GNU General Public License. Biasanya blender digunakan untuk membuat film animasi, efek visual, aplikasi 3 D interaktif atau video game. Fitur Blender termasuk pemodelan 3 D, unwrapping UV, texturing, rigging dan skinning, cairan dan simulasi asap, simulasi partikel, menjiwai, cocok bergerak, pelacakan kamera, rendering, video editing dan compositing. Blender juga memiliki mesin permainan built-in.

4 Format file pada Blender Blender fitur sistem file internal yang memungkinkan seseorang untuk membuat beberapa adegan ke dalam satu file (disebut “.blend” File). 1. Semua itu Blender “.blend” File maju, mundur, dan lintas-platform yang kompatibel dengan versi lain dari blender, dengan pengecualian animasi memuat disimpan dalam pasca-2.5 file dalam Blender pra-2.5 (ini karena subsistem animasi ulang diperkenalkan di Blender 2.5 menjadi inheren tidak kompatibel dengan versi lama). 2. Snapshot “.blend” file dapat otomatis disimpan secara periodik oleh program sehingga lebih mudah untuk bertahan crash program.

5 3. Semua adegan, benda, bahan, tekstur, suara, gambar, pasca-produksi efek untuk seluruh animasi dapat disimpan dalam satu file “.blend”. Data diambil dari sumber-sumber eksternal, seperti gambar dan suara, juga dapat disimpan secara eksternal dan direferensiskan baik melalui nama path absolut atau relatif. Demikian juga “.blend” File sendiri juga dapat digunakan sebagai perpustakaan aset Blender. 4. Antarmuka konfigurasi yang disimpan dalam file “.blend”, sehingga apa yang anda simpan adalah apa yang anda dapatkan pada beban. File ini dapat disimpan sebagai “default pengguna”. Jadi ini konfigurasi layar, serta semua benda yang tersimpan di dalamnya digunakan setiap kali anda membuat blender.

6 Animasi Animasi atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi daripada film animasi 2 dimensi.

7 Proses pembuatan animasi Ada dua proses pembuatan film animasi, diantaranya adalah secara konvensional dan digital. Proses secara konvensional sangat membutuhkan dana yang cukup mahal, sedangkan proses pembuatan digital cukup ringan. Sedangkan untuk hal perbaikan, proses digital lebih cepat dibandingkan dengan proses konvensional. Tom Cardon seorang animator yang pernah menangani animasi Hercules mengakui komputer cukup berperan. "Perbaikan secara konvensional untuk 1 kali revisi memakan waktu 2 hari sedangkan secara digital hanya memakan waktu berkisar antara menit." Dalam pengisian suara sebuah film dapat dilakukan sebelum atau sesudah filmnya selesai. Kebanyakan dubbing dilakukan saat film masih dalam proses, tetapi kadang-kadang seperti dalam animasi Jepang, sulih suara justru dilakukan setelah filmnya selesai dibuat.

8 Animasi 2 Dimensi  Tehnik konvensional Teknik Celluloid (kadang-kadang disebut cell saja) ini merupakan teknik mendasar dalam pembuatan film animasi klasik. Setelah gambar mejadi sebuah rangkaian gerakan maka gambar tersebut akan ditransfer keatas lembaran transparan (plastik) yang tembus pandang/ sel (cell) dan diwarnai oleh Ink and Paint Departement. Setelah selesai film tersebut akan direkam dengan kamera khusus, yaitu multiplane camera di dalam ruangan yang serba hitam.  Tehnik digital Setelah perkembangan teknologi komputer di era 80-an, proses pembuatan animasi 2 dimensi menjadi lebih mudah. Yang sangat nyata dirasakan adalah kemudahan dalam proses pembuatan animasi. Untuk penggarapan animasi sederhana, mulai dari perancangan model hingga pengisian suara/dubbing dapat dilakukan dengan mempergunakan satu personal komputer. Setiap kesalahan dapat dikoreksi dengan cepat dan dapat dengan cepat pula diadakan perubahan. Sementara dengan teknik konvensional, setiap detail kesalahan kadang-kadang harus diulang kembali dari awal.

9 Contoh animasi 2 dimensi

10 Animasi 3 dimensi Tiga Dimensi, biasanya digunakan dalam penanganan grafis. 3D secara umum merujuk pada kemampuan dari sebuah video card (link). Saat ini video card menggunakan variasi dari instruksi-instruksi yang ditanamkan dalam video card itu sendiri (bukan berasal dari software) untuk mencapai hasil grafik yang lebih realistis dalam memainkan game komputer.

11 Contoh animasi 3 dimensi

12 Animasi di Indonesia Perkembangan animasi sebenarnya telah meluas di Indonesia, bahkan ada beberapa studio yang telah membuat animasi lisensi luar dikerjakan oleh tenaga ahli lokal atau dengan kalimat lain, Indonesia sudah lama terkenal hanya sebagai tempat produksi industri film animasi Jepang dan Amerika Serikat. Data Ainaki (Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia) mencatat nama-nama studio animasi Indonesia, diantaranya adalah: Frozzty Entertainment, Dreamlight Animation, Tunas Pakar Integraha, Castle Production, CAM Solution, DreamTOoN, Mirage, Pustaka Lebah, Jogjakartun, Mrico, Animad Studio, Jelly Fish, Bulakartun, Griya Studio, Bening Studio, Studio Kasatmata, ADBstudio, Hicca Animation Studios, Asiana Wang Animation, Bintang Jenaka Cartoon Film, Red Rocket, Infinite Frameworks Studios Batam, Animotion Academy, Sianima Animation dan lain-lain.

13 Penutup Dari kritik yang kami terima dari Bu Nia, kami sadar bahwa Visual Basic itu bukan merupakan software open source. Dari hal itu, kami mulai mengganti judul yang lama menjadi pengenalan animasi dengan blender. Kami pun berterima kasih kepada Bu Nia karena kritik dan sarannya membangun pola pikir kami menjadi lebih baik lagi dalam hal mata kuliah ini. Semoga presentasi ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

14 Sekian Terima Kasih


Download ppt "Pengenalan Animasi dengan Blender Nama Kelompok : Rico Andry (B/09120006) Tara Braja (B/09120020)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google