Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Catatan Penggunaan Presentasi: Presentasi ini dibuat untuk Fasilitator Aisyiyah sebagai referensi dalam melakukan edukasi kepada ibu-ibu. Jika Fasilitator.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Catatan Penggunaan Presentasi: Presentasi ini dibuat untuk Fasilitator Aisyiyah sebagai referensi dalam melakukan edukasi kepada ibu-ibu. Jika Fasilitator."— Transcript presentasi:

1 Catatan Penggunaan Presentasi: Presentasi ini dibuat untuk Fasilitator Aisyiyah sebagai referensi dalam melakukan edukasi kepada ibu-ibu. Jika Fasilitator menemukan keterbatasan fasilitas dimana presentasi ini tidak dapat ditayangkan, Fasilitator diijinkan untuk memperbanyak slide-slide dalam presentasi ini dan memperlihatkannya kepada Ibu-Ibu target sasaran sebagai alat bantu visual dalam menjelaskan. Setiap penjelasan tambahan dapat ditemukan di bagian bawah slide pada bagian“Notes”. Selamat Berbagi. 1

2 2 KONSUMEN INDONESIA TAHUKAH ANDA BAHWA ANDA DAPAT MENURUNKAN RISIKO PENULARAN PENYAKIT BERBAHAYA FLU BURUNG DENGAN MENGIKUTI CARA- CARA YANG SANGAT SEDERHANA.

3 Cara-cara ini jika diterapkan dengan baik, tidak hanya melindungi Anda dan Keluarga dari Flu Burung, tapi juga dari ancaman penyakit berbahaya lainnya. 3

4

5 5 ALAT BERSIH Flickr: leeleblanc

6 6 Flickr: FALHakaFalLin CARA BERSIH – DALAM MEMASAK

7 7 CARA BERSIH – DALAM BERBELANJA

8 8 TEMPAT BERSIH – DI DAPUR ANDA

9 9 TEMPAT BERSIH – DI PASAR ANDA Pasar Sehat Bunder Sragen, Depkes/WHO

10 Adalah penyakit menular berbahaya yang bersumber dari virus H5N1 yang menyerang pada unggas. Flu Burung dapat mematikan. Flu Burung juga dapat menular pada manusia melalui: kontak dengan unggas yang sakit karena virus H5N1 atau kotoran dan cairan dari unggas yang sakit tersebut. FLU BURUNG 10

11 Flu Burung dapat dicegah dengan -Hanya membawa pulang unggas yang sudah dipotong. -Hanya membeli unggas pada kios yang bersih dan terdaftar. -Hanya membeli unggas potong yang masih segar atau sudah dibekukan/diberi tambahan es. -Mencuci tangan dengan sabun setelah memegang atau mengolah makanan dari daging unggas atau telurnya. -Menggunakan deterjen untuk mencuci talenan, pisau, dan peralatan lainnya setelah dipakai menyiapkan makanan. -Memasak daging unggas dan telur secara benar. PENCEGAHAN 11

12 PENCEGAHAN 12 Flu Burung dapat dicegah dengan -Hanya membawa pulang unggas yang sudah dipotong. -Hanya membeli unggas pada kios yang bersih dan terdaftar. -Hanya membeli unggas potong yang masih segar atau sudah dibekukan/diberi tambahan es. -Mencuci tangan dengan sabun setelah memegang atau mengolah makanan dari daging unggas atau telurnya. -Menggunakan deterjen untuk mencuci talenan, pisau, dan peralatan lainnya setelah dipakai menyiapkan makanan. -Memasak daging unggas dan telur secara benar. SEDERHANA BUKAN?

13 FENOMENA UNGGAS DAN TELUR • Ayam Tiren • Ayam Gelonggongan • Flu Burung • Ayam Berformalin • Ayam Berpewarna • Ayam Busuk • Ayam Sakit • Ayam Bangkai • Telur Infertil

14 TIGA JENIS PENCEMARAN MAKANAN 14 Pencemaran secara fisik: Ditemukan potongan kayu, rambut, pasir, logan, dsb Pencemaran secara kimia: Digunakan bahan pewarna dan pengawet yang dilarang. Pencemaran secara biologi: Berkembang biak jamur dan kuman berbahaya.

15 MENGAPA SAYA HARUS MELAKUKAN HAL-HAL SEDERHANA DI ATAS? 15

16 HANYA MEMBAWA PULANG UNGGAS YANG SUDAH DIPOTONG 16 Dengan hanya membawa pulang unggas yang sudah dipotong, kuman yang hidup di organ dalam, di bulu, di darah, di kotoran, dan sebagainya dapat dipastikan sudah terbuang dan tidak terbawa pulang. PERILAKU #1

17 17

18 RUTE TRANSMISI KUMAN PADA UNGGAS Catatan: Peternakan di sini dapat berarti Peternakan Unggas Sektor 3 atau Peternak Ayam Kampung Booklet Pasar Sehat, Depkes/WHO

19 KUMAN Ingatlah bahwa ukuran kuman terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Gambar ini telah diperbesar sebanyak 150,000 kali. Sumber: Center for Disease Control and Prevention

20 SIFAT KUMAN 1.Berkembang di suhu ruangan (5 ˚C dan 57˚C). 2.Memerlukan nutrien sebagai makanannya. 3.Memerlukan waktu untuk berkembang (maksimum 2 jam disuhu ruang). 4.Lembab. 5.Akan mati dengan proses disinfeksi / sanitasi dengan bahan kimia pembersih. 6.Akan mati di suhu panas (Pada umumnya diatas 5˚C and 57˚C). Sumber: Kementerian Kesehatan

21 PERILAKU #2 21 HANYA MEMBELI DAGING UNGGAS (KARKAS) DARI KIOS YANG BERSIH DAN TERDAFTAR Dengan cara demikian, semua kios akan terdorong untuk memperbaiki kebersihan kiosnya masing-masing. Ini akan menciptakan persaingan yang sehat untuk kepentingan dan keselamatan konsumen.

22 22

23 23 Pasar Sehat Ibuh, Payakumbuh, Depkes/WHO Gosok bagian-bagian yang kotor dengan air dan sabun/deterjen. Kemudian sempurnakan dengan disinfektan.

24 PERILAKU #3 24 HANYA MEMBELI DAGING UNGGAS POTONG YANG MASIH SEGAR ATAU SUDAH DIBEKUKAN/DIBERI TAMBAHAN ES

25 25 Lima Kunci untuk Pangan Aman, WHO

26 CIRI DAGING SEHAT Terlihat segar, tidak berlendir, tidak berbau menyengat seperti bau zat tambahan atau busuk, kulit daging unggas tidak kering atau berubah warna diujung sayap atau dada, daging kenyal dan kembali saat ditekan, daging berformalin biasanya keras jika ditekan. Cermati dan berhati hati jika ada yang menjual daging unggas murah (dibawah harga normal).

27 CUCI TANGAN DENGAN SABUN SETELAH MEMEGANG ATAU MENGOLAH MAKANAN DARI UNGGAS ATAU TELURNYA 27 Meskipun tangan tidak berbau dan tak tampak kotor, bukan berarti tangan bebas kuman. Sabun dan deterjen dapat membunuh kuman. PERILAKU #4

28 28

29 GUNAKAN DETERJEN UNTUK MENCUCI TALENAN, PISAU, DAN PERALATAN LAINNYA SETELAH DIPAKAI MENYIAPKAN MAKANAN 29 Kuman hidup dalam darah, limbah cair, kotoran, bulu, dan sebagainya, juga tidak terlihat dengan mata telanjang, namun dapat dibunuh dengan sabun dan deterjen. Dianjurkan menggunakan talenan yang berbeda untuk bahan makanan daging dan non-daging. PERILAKU #5

30 30

31 PERILAKU #6 31 MASAK DAGING UNGGAS DAN TELUR SECARA BENAR Jangan mengonsumsi unggas sakit atau unggas mati karena sakit. Kuman dapat mati dengan pemanasan. Masaklah dengan benar daging dan produk unggas hingga matang dan tunggulah beberapa saat (kurang lebih 15 detik) sebelum diangkat atau kompor dimatikan. Bila tersedia, ikuti perintah sesuai buku petunjuk masak atau label yang ada

32 32

33 MITOS ATAU FAKTA? “Jatuhnya baru 5 menit, masih bisa dimakan. Tidak kotor kok.”

34 MITOS ATAU FAKTA? “Cuci dengan air sudah cukup. Pasti bersih.”

35 MITOS ATAU FAKTA? “Jika tidak berbau, berarti bersih dan aman.”

36 MITOS ATAU FAKTA? “Mencuci tangan yang benar adalah menggunakan air bersih dan sabun selama setidaknya 20 detik.”

37 MITOS ATAU FAKTA? “Bahan pangan mentah dan matang harus dipisahkan tempatnya. Bahkan di lemari es pun tempatnya terpisah.”

38 SUSUNAN DALAM LEMARI ES Sumber: Kementerian Kesehatan

39 MITOS ATAU FAKTA? “Semua virus dan bakteri hilang dengan dimasak. Jadi memakan unggas yang sakit atau sudah mati karena penyakit tidak apa-apa.”

40 MITOS ATAU FAKTA? “Jangan beli daging unggas yang dingin atau sudah dikasih es. Pasti daging unggas sisa kemarin yang belum laku sehingga tidak segar lagi.”

41 MITOS ATAU FAKTA? “Lebih aman beli unggas hidup. Kita sendiri yang potong. Bersih dan terjamin.”

42 MITOS ATAU FAKTA? “Belanja di kios terdaftar atau pasar sehat lebih mahal harganya.”

43 MITOS ATAU FAKTA? “Jangan mencuci pisau dan talenan sering-sering dengan sabun. Nanti bau sabun menempel pada makanan.”

44 44 AYAM DAN TELUR ADALAH SUMBER PROTEIN YANG SANGAT PENTING

45 45 • AYO LAKUKAN ENAM (6) PERILAKU UTAMA UNTUK UNGGAS AMAN KONSUMSI


Download ppt "Catatan Penggunaan Presentasi: Presentasi ini dibuat untuk Fasilitator Aisyiyah sebagai referensi dalam melakukan edukasi kepada ibu-ibu. Jika Fasilitator."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google