Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Belajar adalah Suatu proses perubahan yang menyangkut tingkah laku atau kejiwaan. Dalam Psikology Belajar proses berarti cara-cara atau langkah-langkah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Belajar adalah Suatu proses perubahan yang menyangkut tingkah laku atau kejiwaan. Dalam Psikology Belajar proses berarti cara-cara atau langkah-langkah."— Transcript presentasi:

1

2 Belajar adalah Suatu proses perubahan yang menyangkut tingkah laku atau kejiwaan. Dalam Psikology Belajar proses berarti cara-cara atau langkah-langkah khusus yang dengannya beberapa perubahan ditimbulkan hingga tercapainya hasil-hasil tertentu. Jadi Proses belajar adalah sebagai tahapan perubahan kognitif,afektif dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa,perubahan tersebut bersifat positif dan berorientasi kearah yang lebih maju daripada keadaan sebelumnya Belajar adalah Suatu proses perubahan yang menyangkut tingkah laku atau kejiwaan. Dalam Psikology Belajar proses berarti cara-cara atau langkah-langkah khusus yang dengannya beberapa perubahan ditimbulkan hingga tercapainya hasil-hasil tertentu. Jadi Proses belajar adalah sebagai tahapan perubahan kognitif,afektif dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa,perubahan tersebut bersifat positif dan berorientasi kearah yang lebih maju daripada keadaan sebelumnya

3  Guru berperan sebagai pengajar Dalam hal ini guru harus mengajar sesuai kurikulum tanpa melihat anak didik. Semua anak dianggap botol kosong yang harus diisi oleh berbagai informasi tanpa melihat perbedaan, meski anak tidak berminat guru harus tetap menyampaikan apa yang sudah digariskan dalam kurikulum tersebut  Guru berperan sebagai fasilitator Pada pendekatan ini guru berpegang pada panduan kemamouan yang akan dicapai anak dengan cara memahami minat, perasaan dan pengalaman anak. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk mengunhgkapkan pengalaman, perasaannya melalui berbaai aksi kepada guru maupun teman sebayanya Anak dapat leluasa mengekpresikan apa saja yang ada dalam pikirannya sehingga anak dapat berkembang secara utuh  Guru berperan sebagai pengajar Dalam hal ini guru harus mengajar sesuai kurikulum tanpa melihat anak didik. Semua anak dianggap botol kosong yang harus diisi oleh berbagai informasi tanpa melihat perbedaan, meski anak tidak berminat guru harus tetap menyampaikan apa yang sudah digariskan dalam kurikulum tersebut  Guru berperan sebagai fasilitator Pada pendekatan ini guru berpegang pada panduan kemamouan yang akan dicapai anak dengan cara memahami minat, perasaan dan pengalaman anak. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk mengunhgkapkan pengalaman, perasaannya melalui berbaai aksi kepada guru maupun teman sebayanya Anak dapat leluasa mengekpresikan apa saja yang ada dalam pikirannya sehingga anak dapat berkembang secara utuh

4  Memberi nama yang tepat  Kebiasaan memberikan pakaian yang sesuai  Pemilihan warna yang tepat  Pengembangan hobi yang menunjang  Memberikan batasan – batasan, aturan- aturan dengan bimbingan yang tepat  Memperhatikan tugas dalam rumah tangga  Memberi nama yang tepat  Kebiasaan memberikan pakaian yang sesuai  Pemilihan warna yang tepat  Pengembangan hobi yang menunjang  Memberikan batasan – batasan, aturan- aturan dengan bimbingan yang tepat  Memperhatikan tugas dalam rumah tangga

5  Mendidik anak lewat bermain Anak diajarkan dengan cara yang mereka ketahui,yakni lewat bermain, tetapi bukan sekedar bermain melainkan bermain yang diarahkan. Lewat bermain anak bisa belajar banyak,cara bersosialisasi, problem solving, negosiasi, manajemen waktu, resolusi konflik, berada dalam group besar/kecil, kewajiban sosial, serta 1-3 bahasa. Anak tidak merasa dipaksa untuk belajar. Saat bermain otak anak dalam keadaan tenang,saat tenang pendidikanpun bisa masuk dan tertanam  Mendidik anak lewat bermain Anak diajarkan dengan cara yang mereka ketahui,yakni lewat bermain, tetapi bukan sekedar bermain melainkan bermain yang diarahkan. Lewat bermain anak bisa belajar banyak,cara bersosialisasi, problem solving, negosiasi, manajemen waktu, resolusi konflik, berada dalam group besar/kecil, kewajiban sosial, serta 1-3 bahasa. Anak tidak merasa dipaksa untuk belajar. Saat bermain otak anak dalam keadaan tenang,saat tenang pendidikanpun bisa masuk dan tertanam

6  Mendidik anak dengan cara menanamkan nilai- nilai keingintahuan. Cara ini akan menumbuhkan kecerdasan secara kognitif, nilai-nilai moral dan keagamaan, menumbuhkan kerampilan psikomotorik kasar maupun halus  Pendekatan pada saat anak bermain sendiri atau berkelompok  Melibatkan anak dalam menentukan kegiatan  Mendongeng dan bercerita  Guru mendidik dengan bernyanyi dan menggambar  Mendidik anak dengan cara menanamkan nilai- nilai keingintahuan. Cara ini akan menumbuhkan kecerdasan secara kognitif, nilai-nilai moral dan keagamaan, menumbuhkan kerampilan psikomotorik kasar maupun halus  Pendekatan pada saat anak bermain sendiri atau berkelompok  Melibatkan anak dalam menentukan kegiatan  Mendongeng dan bercerita  Guru mendidik dengan bernyanyi dan menggambar

7  Kompetensi Pedagogi Yaitu Kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik  Kompetensi kepribadian Yaitu kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlaq mulia, arif dan berwibawa serta menjadi teladan bagi peserta didiknya  Kompetensi sosial Yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien baik dengan peserta didik, sesama pendidik,orangtua maupun masyarakat  Kompetensi profesional Yaitu kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam  Kompetensi Pedagogi Yaitu Kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik  Kompetensi kepribadian Yaitu kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlaq mulia, arif dan berwibawa serta menjadi teladan bagi peserta didiknya  Kompetensi sosial Yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien baik dengan peserta didik, sesama pendidik,orangtua maupun masyarakat  Kompetensi profesional Yaitu kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam

8  Kemampuan menata ruang kelas yang kondusif  Pandai menciptakan iklim kelas yang kondusif  Mampu memotivasi dan memberikan penguatan kepada siswa  Mampu merancang pembelajaran, mengelola dan menilai pembelajaran  Mampu menjadi teladan yang baik bagi siswanya  Selalu bersikap ramah, akrab dan hangat  Mampu mengembangkan Inovasi dan menyebarkannya kepada masyarakat serta melakukan rancangan pengabdian masyarakat  Mampu memahami materi sesuai kurikulum dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari- hari  Kemampuan menata ruang kelas yang kondusif  Pandai menciptakan iklim kelas yang kondusif  Mampu memotivasi dan memberikan penguatan kepada siswa  Mampu merancang pembelajaran, mengelola dan menilai pembelajaran  Mampu menjadi teladan yang baik bagi siswanya  Selalu bersikap ramah, akrab dan hangat  Mampu mengembangkan Inovasi dan menyebarkannya kepada masyarakat serta melakukan rancangan pengabdian masyarakat  Mampu memahami materi sesuai kurikulum dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari- hari

9  Model Pemblajaran adalah suatu dsain atau rancangan yang menggambrkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran,sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri anak  Komponen model pembelajaran meliputi : Konsep, tujuan pembelajaran, materi/tema, langkah-langkah/prosedur, metode, alat/sumber dan teknik evaluasi  Model Pemblajaran adalah suatu dsain atau rancangan yang menggambrkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran,sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri anak  Komponen model pembelajaran meliputi : Konsep, tujuan pembelajaran, materi/tema, langkah-langkah/prosedur, metode, alat/sumber dan teknik evaluasi

10  Model pembelajaran klasikal Pola pembelajaran dalam waktu yang sama,kegiatan dilakukan oleh seluruh anak dalam satu kelas.  Model pembelajaran kegiatan kelompok dengan kegiatan pengaman Pola pembelajara dimana anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda,anak didorong untuk mampu menyelesaikan 2-3 kegiatan dalam kelompok secara bergantian.  Model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan Pembelajaran yang menyediakan sudut-sudut kegiatan menjadi pusat kegiatan pembelajaran berdasrkan minat anak. Alat yang disediakan harus bervariasi,alat-alatnya juga harus sring diganti disesuaikan dengan tema/subtema yang dibahas.  Model pembelajaran area Model ini lebih memberi kesempatan kepada anak didik untuk memilih kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya.  Model pembelajaran berdaarkan sentra Model ini memiliki ciri utama pemberian pijakan(scaffolding) untuk membangun konsep, aturan, ide, dan pengetahuan anak serta konsep densitas / intensitas bermain  Model pembelajaran klasikal Pola pembelajaran dalam waktu yang sama,kegiatan dilakukan oleh seluruh anak dalam satu kelas.  Model pembelajaran kegiatan kelompok dengan kegiatan pengaman Pola pembelajara dimana anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda,anak didorong untuk mampu menyelesaikan 2-3 kegiatan dalam kelompok secara bergantian.  Model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan Pembelajaran yang menyediakan sudut-sudut kegiatan menjadi pusat kegiatan pembelajaran berdasrkan minat anak. Alat yang disediakan harus bervariasi,alat-alatnya juga harus sring diganti disesuaikan dengan tema/subtema yang dibahas.  Model pembelajaran area Model ini lebih memberi kesempatan kepada anak didik untuk memilih kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya.  Model pembelajaran berdaarkan sentra Model ini memiliki ciri utama pemberian pijakan(scaffolding) untuk membangun konsep, aturan, ide, dan pengetahuan anak serta konsep densitas / intensitas bermain

11  Ingatkan anak agar jangan meladeni ajakan orang tidak dikelnal meskipin ada iming-iming yang menarik  Anak balita sebaiknya selalu ditemani selama perjalanan berangkat atau pulang sekolah ketika baru diantarkan orangtua atau sebelum datangnya jemputan  Waspada terhadap orang-orang baru yang diperintahkan orangtua untuk menjemput, sebaiknya tanyakan dulu kepastiannya kepada orang tua mereka  Anak sebaiknya tidak perlu mengenakan perhiasan/ membawa barang mahal karena bisa memicu penculikan  Jalin komunikasi yang baik dengan anak,meskipun balita anak sudah bisa bercerita tentang hal yang dialami anak  Sekolah juga perlu memastikan anak dijemput oarang yang memang ditugasi orangtua  Bila mengguakan jasa angkutan antar jemput orang tua harus tau pasti siapa pengemudinya  Pihak sekolah harus bertindak tegas dan bertanggungjawab terhadap anakdidiknya selama berada di sekolah  Sebelum jam berakhir, ingatkan anak-anak bahwa jika ada seseorang yang memaksa anak untuk ikut, anak harus mencari persinggahan yang aman  Ingatkan anak agar jangan meladeni ajakan orang tidak dikelnal meskipin ada iming-iming yang menarik  Anak balita sebaiknya selalu ditemani selama perjalanan berangkat atau pulang sekolah ketika baru diantarkan orangtua atau sebelum datangnya jemputan  Waspada terhadap orang-orang baru yang diperintahkan orangtua untuk menjemput, sebaiknya tanyakan dulu kepastiannya kepada orang tua mereka  Anak sebaiknya tidak perlu mengenakan perhiasan/ membawa barang mahal karena bisa memicu penculikan  Jalin komunikasi yang baik dengan anak,meskipun balita anak sudah bisa bercerita tentang hal yang dialami anak  Sekolah juga perlu memastikan anak dijemput oarang yang memang ditugasi orangtua  Bila mengguakan jasa angkutan antar jemput orang tua harus tau pasti siapa pengemudinya  Pihak sekolah harus bertindak tegas dan bertanggungjawab terhadap anakdidiknya selama berada di sekolah  Sebelum jam berakhir, ingatkan anak-anak bahwa jika ada seseorang yang memaksa anak untuk ikut, anak harus mencari persinggahan yang aman

12 Sikap para pendidik mempunyai asumsi dan kecenderungan sbb : 1. Lebih berfokus pada apa yang perlu disampaikan (kurikulum) dalam proses belajar mengajar 2. Lebih berorientasi pada guru dan apa yang harus dilakukan 3. Proses penyampaian ilmu pengetahuan berhenti pada pengetahuan teoritis 4. Percaya bahwa guru tidak boleh dan tidak pernah salah serta merupakan satu-satunya sumber imu 5. Terlalu membebani peserta didik, sehingga sekolah/egiatan belajar menjdi momok, merupakan tugas berat dan paksaan Sikap para pendidik mempunyai asumsi dan kecenderungan sbb : 1. Lebih berfokus pada apa yang perlu disampaikan (kurikulum) dalam proses belajar mengajar 2. Lebih berorientasi pada guru dan apa yang harus dilakukan 3. Proses penyampaian ilmu pengetahuan berhenti pada pengetahuan teoritis 4. Percaya bahwa guru tidak boleh dan tidak pernah salah serta merupakan satu-satunya sumber imu 5. Terlalu membebani peserta didik, sehingga sekolah/egiatan belajar menjdi momok, merupakan tugas berat dan paksaan

13  Menganggap semua anak belajar dengan cara yang sama  Belajr mengajar hanya berlangsung dikepala bukan diseluruh tubuh  Mengajar hanya dilakukan dikelas dan bukan di alam sekitar  Menganggap peserta didik ada dua macam, yang pintar dan yang bodoh  Anak-anak terlahir punya kekurangan dan harusnya sekolah dapat memperbaikinya  Menganggap semua anak belajar dengan cara yang sama  Belajr mengajar hanya berlangsung dikepala bukan diseluruh tubuh  Mengajar hanya dilakukan dikelas dan bukan di alam sekitar  Menganggap peserta didik ada dua macam, yang pintar dan yang bodoh  Anak-anak terlahir punya kekurangan dan harusnya sekolah dapat memperbaikinya


Download ppt "Belajar adalah Suatu proses perubahan yang menyangkut tingkah laku atau kejiwaan. Dalam Psikology Belajar proses berarti cara-cara atau langkah-langkah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google