Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERENCANAAN KAS G-2 SUBDIT PERENCANAAN & PENGENDALIAN KAS DIREKTORAT PENGELOLAAN KAS NEGARA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERENCANAAN KAS G-2 SUBDIT PERENCANAAN & PENGENDALIAN KAS DIREKTORAT PENGELOLAAN KAS NEGARA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN 1."— Transcript presentasi:

1 PERENCANAAN KAS G-2 SUBDIT PERENCANAAN & PENGENDALIAN KAS DIREKTORAT PENGELOLAAN KAS NEGARA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN 1

2 1. Latar Belakang Kendala/keluhan di satker 1.Konsep terlalu detail sangat merepotkan 2.Kekurangan SDM Satker besar memerlukan SDM disetiap direktorat/bagian yg jumlahnya sangat banyak. Satker kecil dgn jumlah SDM terbatas, satu pegawai mengurusi berbagai persoalan dan aplikasi yg sangat banyak. 3.Kekurangan Dana satker kecil tidak terdapat dana honor dan perjalanan dinas utk menyusun renkas. 2

3 1. Latar Belakang Pelaksanaan di KPPN “Pelaksanaan perencanaan kas di KPPN tidak efektif dan efisien” 1.KPPN melakukan bimbingan /pelayanan/konsultasi kepada seluruh satker, padahal sekitar satker (77%) dengan pagu DIPA dibawah 10 miliar dengan total pagu sebesar 3,05% dari total pengeluaran (tidak signifikan terhadap cash management. 2.Nilai transaksi yang dikontrol KPPN terkait dengan perencanaan kas sebanyak 98,2% transaksi dibawah Rp1miliar dengan nilai transaksi 12,95% total pengeluaran. Sedangkan transaksi besar (SPM Rp.1 s.d. 10 Triliun) hanya 0,006% dari total transaksi dengan nilai 47,66% dari nilai pengeluaran. 3.Sehingga sebagian besar “energi” KPPN tidak berkontribusi signifikan terhadap cash management. KPPN perlu lebih fokus pada satker-satker tertentu yang lebih signifikan mempengaruhi cash management. 3

4 1. Latar Belakang Masalah IT dan Aplikasi A.Aplikasi Forecasting Satker (AFS) Proses Restore DIPA/POK setelah revisi menyebabkan data perencanaan kas hilang. Anak satker hanya maksimal 12, padahal beberapa satker mempunyai anak satker lebih dari 12. B.Aplikasi Forecasting KPPN (AFK) Monitoring kepatuhan satker tidak tersedia di AFK. dan belum integrasi dengan FO Monitoring harian belum realtime. SMS Gate way masih banyak yang belum optimal C.Aplikasi monitoring Kanwil/kantor Pusat Hasil pengiriman data dari KPPN ke Dit. PKN masih belum optimal, sehingga Dit. PKN belum dapat mengambil data secara regular. Dit. PKN tidak dapat mengetahui persentase/jumlah satker yang mengirim dan yang tidak mengirim data 4

5 1. Latar Belakang Dapat disimpulkan …………. “Setelah hampir 3 tahun PMK 192/PMK.05/2009 berjalan, dengan segala pengorbanan dan biaya yang dikeluarkan, belum menghasilkan output yang dapat digunakan dalam peningkatan pengelolaan kas ” 5

6 2. Masalah “Bagaimana format laporan/ metode perencanaan kas yang lebih “general” dan sederhana, tanpa menghilangkan substansi akurasi dan ketersediaan informasi yang dibutuhkan perencanaan kas harian dalam kerangka cash management ??” 6

7 3. Literature Review 1. Ideally  Daily (if necessary weekly) some months ahead  Rolled forward regularly (weekly) 2. Key features : Develop a compehensive framework Incentive to Spending Units (SU) to provide realistic plan Concentrate on major inflows and outflows Develop contacts with SUs 3. Tool and techniques  At start of year, forecast consistent with annual budget  Expenditure forecast from departments/ agencies/Sus o Expected expenditure by day/week for xxx months ahead o Focus on largest Sus  Identify major individual flows-some are very precise o Salary payments; regular social welfare or pension payments o Payment on major public project &Transfer to lower levels of government Source : Mike Williams, Integrating debt and cash management 7

8 4. Best Practises I.Pemerintah Federal Amerika 1.Hanya transaksi dan agencies/satker yang signifikan mempengaruhi kas, yang wajib menyampaikan perkiraan. 2.Nilai batas yang besar adalah sama dengan /lebih besar dari US$ 50 juta. 3.Jika transaksi US$ 50 s.d. 500 juta maka satker diwajibkan melaporkan 2 hari sebelumnya. Di atas US$ 500 juta dilaporkan 5 hari kerja sebelumnya. 4.Update atas perubahan nilai harus dilaporkan segera mungkin, paling lambat jam 8.30 pagi. 8

9 4. Best Practises II.Queensland Government 1.Tujuannya mengetahui saldo akhir hari & menentukan kebijakan terkait peminjaman dan investasi. 2.Satker mengirim perkiraan pagi hari untuk 4 hari kedepan. Update paling lambat sore hari itu juga. 3.Update selanjutnya harus seizin treasury. 4.Pengeluaran dengan cek diatas AUD 1 juta harus diketahui dengan pasti kapan akan dicairkan. 5.Evaluasi/analisis akurasi disampaikan secara bulanan oleh treasury kepada satker. 6.Penalti/sanksi dikenakan kepada satker dengan error margin di atas AUD 10 juta perhari. 9

10 5. Solusi Prinsip –prinsip Dasar 1.Fokus perencanaan kas kepada transaksi/satker yang secara signifikan mempengaruhi cash management. 2.Adanya kepastian atas akurasi perencanaan kas. 3.Perlu penjadwalan dengan rentang waktu agar BUN/Dit. PKN dapat melakukan optimalisasi idle cash atau antisipasi kekurangan kas. 4.Format data sederhana 5.Ada reward and punishment 6.Jaringan komunikasi/hubungan intensif antar satker dengan BUN/KPPN serta Dit. PKN 10

11 5. Solusi Asumsi Dasar  Transaksi dengan nilai kecil (kurang dari 1 miliar) seluruh KPPN diasumsikan sama dengan nilai SKM  Transaksi Besar adalah transaksi yang nilainya Rp 1 miliar ke atas  Nilai SKM saat ini sebesar Rp 2 Triliun 11 TRANSAKSI KECIL TRANSAKSI BESAR ∑ TRANSAKSI KECIL ∑ TRANSAKSI BESAR ∑ TRANSAKSI KECIL=SPM ∑ TRANSAKSI BESAR=??? SATKER KPPN PKN

12 5. Solusi Rasionalisasi : Sebanyak + 70% satker mempunyai pagu dibawah Rp 10 miliar dengan nilai total pagu dibawah 5% total pagu pengeluaran. Pengeluaran dengan SPM dibawah Rp 1 miliar dalam setahun sebanyak 98,2% dari seluruh SPM Pengeluaran tetapi total nilainya hanya sebesar 12% dari total pengeluaran atau rata-rata 0,75 T perhari. Rata-rata pengeluaran harian pada kisaran Rp 2 T, kecuali jika terjadi pengeluaran besar (misal DAU, gaji/pensiun, Subsidi). Jumlah SPM untuk pengeluaran besar hanya sekitar 2% dari total SPM pengeluaran dengan nilai lebih dari 95% dari total pengeluaran. KPPN/Dit. PKN dapat lebih fokus pada SPM yang jumlahnya sekitar 2% (SPM dgn pengeluaran besar), dan diasumsikan pengeluaran kecil jumlahnya sebesar Rp 2 triliun (SKM) perhari. Jika asumsi diatas meleset, contoh ekstrim seluruh satker menyampaikan SPM mendekati Rp1 miliar/dibulatkan jadi Rp 1 miliar maka nilai transaksi kecil sebanyak X 1 M = Rp 20 triliun, maka kebutuhan tersebut masih dapat tertanggulangi oleh adanya “Primary Reserve” yang nilainya sekitar Rp 40 triliun, sehingga masalah penyediaan dana tidak terganggu. 12

13 Klasifikasi DIPA Pengeluaran T.A 2012 Per tanggal 9 November Pagu DIPAJumlah DIPA% JML DIPAJumlah Nilai (milyar)% Thd Total Pagu < 1 miliar % % 1-5 miliar % % 5 s.d. 10 miliar % % Jumlah %50, % 10 s.d. 15 miliar % % 15 s.d. 20 miliar % % 20 s.d. 30 miliar % % 30 s.d. 50 miliar % % Jumlah %88, % 50 s.d. 100 miliar % % 100 miliar s.d. 1 triliun % % 1 s.d. 5 triliun490.20% % Jumlah %355, % 5 s.d. 10 triliun70.03% % 10 s.d. 100 triliun70.03% % > 100 triliun30.01% % Jumlah170.07%1,151, % Total %

14 14 NoJenis Transaksi∑ Transaksi /SPM% Total Transaksi/SPM∑ Nilai Transaksi/SPM % Nilai Total Transaksi / SPM 1Transaksi SPM di bawah 1 miliar3,989, %180,294,602,937, % 2Transaksi SPM 1 s.d. 5 Miliar57, %118,352,785,643, % 3Transaksi SPM 5 s.d. 10 miliar7, %50,594,452,390, % 4Transaksi SPM > 10 s.d. 20 miliar3, %46,190,214,903, % 5Transaksi SPM >20 s.d. 50 miliar1, %54,000,231,348, % 6Transaksi SPM >50 s.d. 100 miliar %47,967,830,974, % 7Transaksi SPM >100 s.d. 250 miliar %63,555,617,590, % 8Transaksi SPM >250 s.d. 500 miliar %65,880,998,339, % 9Transaksi SPM 500 s.d. 1 triliun %101,873,102,236, % 10Transaksi SPM 1 s.d. 10 triliun %663,479,261,593, % Total4,061,270100%1,392,189,097,958,670100% Transaksi SPM Bernilai Besar 2011

15 15 Dropping Dana RPKBUN Januari s.d Oktober 2013

16 16 Dropping Dana RPKBUN Januari s.d Desember 2012

17 17 Dropping Dana RPKBUN Januari s.d Desember 2011

18 6. Perencanaan Kas G-2 Pada Satker a. Klasifikasi transaksi/satker dilakukan agar KPPN/Dit. PKN dapat lebih fokus melakukan pembinaan/bimbingan sehingga akurasi perencanaan kas lebih optimall b. Satker yang wajib menyampaikan data adalah semua jenis satker (KP/KD/ KP/TP/UB dan BUN) yang diperkirakan mempunyai transaksi besar. c. Transaksi yang masuk dalam konsep Perencanaan kas harian ini adalah transaksi pengeluaran meliputi belanja, pembiayaan, pengembalian, dan transfer. 18

19 Langkah 1 : Menentukan tipe KPPN Tipe KPPNTransaksiNilai SPM KPPN Tipe I Transaksi Alebih besar dari Rp1 Triliun Transaksi Bantara Rp500 Miliar sampai dengan Rp1 Triliun Transaksi Cantara Rp1 Miliar sampai dengan Rp500 Miliar KPPN Tipe II Transaksi Dlebih besar dari Rp1 Miliar Transaksi Eantara Rp750 Juta sampai dengan Rp1 Miliar Transaksi Fantara Rp500 Juta sampai dengan Rp750 Juta KPPN Tipe III Transaksi Glebih besar dari Rp500 Juta Transaksi Hantara Rp350 Juta sampai dengan Rp500 Juta Transaksi Iantara Rp200 Juta sampai dengan Rp350 Juta 19

20 Langkah 2 : Penjadwalan transaksi besar 20 TransaksiNilai SPMPenyampaianPeriode Pemutakhiran Transaksi Alebih besar dari Rp1 Triliun 15 hari kerja sebelum pengajuan SPM 10 hari kerja sebelum pengajuan SPM Transaksi B antara Rp 500 Miliar sampai dengan Rp1 Triliun 10 hari kerja sebelum pengajuan SPM 5 hari kerja sebelum pengajuan SPM Transaksi C antara Rp1 Miliar sampai dengan Rp.500 Miliar 5 hari kerja sebelum pengajuan SPM - Transaksi Dlebih besar dari Rp1 Miliar 5 hari kerja sebelum pengajuan SPM - Transaksi E antara Rp750 Juta sampai dengan Rp1 Miliar 5 hari kerja sebelum pengajuan SPM - Transaksi F antara Rp500 Juta sampai dengan Rp750 Juta 5 hari kerja sebelum pengajuan SPM - Transaksi G lebih besar dari Rp500 Juta 5 hari kerja sebelum pengajuan SPM - Transaksi H antara Rp350 Juta sampai dengan Rp500 Juta 5 hari kerja sebelum pengajuan SPM - Transaksi I antara Rp200 Juta sampai dengan Rp350 Juta 5 hari kerja sebelum pengajuan SPM -

21 Langkah 3 : Pembuatan Kalender Kegiatan dan Rencana Penarikan Dana Dalam Satu Tahun Anggaran 21

22 Langkah 4 : Kalender Kegiatan Dan Rencana Penarikan Dana 22 KEGIATAN JADWAL PENARIKAN DANA (jutaan) Jumlah TRIWULAN ITRIWULAN IITRIWULAN IIITRIWULAN IV JanFebMarAprMeiJunJulAgsSepOktNovDes Pengadaan ATK (tiap dua bulan) Pembangunan kantor (selama 11 bulan) Diklat Workshop Renkas Perjalanan dinas

23 23 Langkah 5 : Pembuatan RPD Harian SENINSELASARABUKAMISJUMAT Tgl penarikan Kegiatan Jenis belanja Jml dana Pengadaan ATK 52 Rp Pembangunan Kantor termin I 53 Rp Tgl penarikan Kegiatan Jenis belanja Jml dana Workshop Renkas 52 Rp

24 24 5 Hari Kerja TAGIHANSPP SPM KPPN/SP2D  2 hr utk UP/TUP  5 hr utk GUP, LS peg. & non Pegawai  4 hr utk GUP  3 hr utk GU Nihil  5 hr utk LS  2 hari kerja Penerima Hak Langkah 6 : Update RPD Harian No Nama Kegiatan Perkiraan Jadwal Keterangan Tgl KegiatanTgl BASTTgl SPTBTgl SPPTgl SPM

25 Langkah 7 : Evaluasi 25 NoKegiatan JadwalAnggaran Keterangan RencanaRealisasiRencanaRealisasi (dalam jutaan rupiah) NoKegiatan JadwalAnggaran Keterangan RencanaRealisasiRencanaRealisasi 1Pengadaan ATKFebruariJanuari Kebutuhan ATK yang mendesak, dana menyesuaikan dengan kebutuhan 2 Pembangunan Kantor Februari Maret Proses lelang memerlukan lelang ulang, dan uang muka nilainya turun 3Workshop renkas Februari 800 4Pengadaan ATK Belum ada Maret-100 Pengalihan dari rencana pengadaan bulan Februari yg semula Rp 400 menjadi Rp 300 pd bulan Januari.

26 7. Perencanaan Kas G-2 Pada Satker BA BUN 1. Pada prinsipnya, pembuatan RPD Harian oleh satker BA BUN adalah sama dengan pembuatan RPD Harian oleh satker non BA BUN. 2. RPD Harian satker BA BUN segera disampaikan kepada KPPN dan tembusannya disampaikan kepada Ditjen Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara dalam waktu yang bersamaan. 3. Kegiatan pembuatan RPD Harian bagi satker BA BUN dititik beratkan kepada unit-unit eselon I lingkup Kementerian Keuangan maupun satker non Kementerian Keuangan yang diserahi tugas mengelola dana BA BUN seperti Kementerian Pertanian untuk subsidi pupuk dan benih serta Kementerian Sosial untuk subsidi pangan 26

27 8. Alur Penyampaian Laporan RPD Harian 27 DJPBSatker Satker BUN Satker K/L Penyampaian/ update ke KPPN RPD dan PPD oleh Bagian Anggaran BUN DIPA/POK Identifikasi Kegiatan Bulanan Identifikasi Kegiatan Harian Identifikasi Transaksi A/B/C/D/E/F/G/H/I Konsolidasi oleh KPPN Konsolidasi oleh Dit.PKN RPD harian dan BulananPPDRenkas Pemerintah Pusat

28 9. Perkiraan Pendapatan 28 Perkiraan pendapatan adalah rencana penyetoran pendapatan yang dibuat oleh KPA untuk periode tertentu Jenis Pendapatan yang harus dibuat perkiraan penyetorannya adalah PNBP

29 10. Penyampaian Perkiraan Pendapatan 29  Perkiraan Pendapatan Mingguan merupakan perkiraan dalam 1 (satu) bulan yang dibuat dalam 4 (empat) periode/minggu, yaitu : tanggal 1 sampai dengan 7 untuk minggu pertama, tanggal 8 sampai dengan 15 untuk minggu kedua, tanggal 16 sampai dengan 23 untuk minggu ketiga, tanggal 24 sampai dengan akhir bulan untuk minggu keempat.  KPA menyampaikan Perkiraan Pendapatan Mingguan tingkat Satker kepada Kepala KPPN. Perkiraan Pendapatan Mingguan disampaikan paling lambat 3 (tiga) hari kerja sebelum bulan perkiraan.  Sedangkan pemutakhiran disampaikan paling lambat 1 (satu) hari kerja sebelum penyetoran pendapatan.

30 11. Contoh Penyusunan Perkiraan Pendapatan 30 Satker Kantor Kementerian Agama Kota L, memperkirakan bahwa pada bulan April 2014, terdapat penerimaan nikah rujuk sebesar Rp Adapun rinciannya per periode adalah : Tanggal 1 sampai dengan tanggal 7 sebesar Rp Tanggal 8 sampai dengan tanggal 15 sebesar Rp Tanggal 16 sampai dengan tanggal 23 sebesar Rp Tanggal 24 sampai dengan tanggal 30 sebesar Rp Maka satker tersebut menyampaikan Perkiraan Pendapatan Mingguan paling lambat tanggal 26 Maret 2014.

31 12. Contoh Penyusunan Perkiraan Pendapatan 31 Pada tanggal 11 April Kantor Kementerian Agama Kota L mendapatkan informasi dari KUA kecamatan M, bahwa KUA Kecamatan M akan melakukan penyetoran PNBP nikah rujuk pada tanggal 15 April 2013 sebesar Rp sehingga rencana penyetoran selama tanggal 8 sampai dengan tanggal 15 April 2013 sebagai berikut : Tanggal Total Jumlah Pendapatan Hari Libur Maka Satker Kantor Kementerian Agama Kota L menyampaikan pemutakhiran ke KPPN paling lambat tanggal 14 April 2013.

32 13. Aplikasi Pendukung Kebijakan Renkas G2 Aplikasi Perencanaan Kas Satker (APS) Aplikasi Perencanaan Kas KPPN (APK) Aplikasi Monitoring Perencanaan Kas Kanwil dan Dit. PKN (SATU) 32

33 Aplikasi Perencanaan Kas Satker (APS) 33

34 Menu dan Fitur APS

35 Menu dan Fitur APS 1. Kode Kewenangan Kode kewenangan secara default akan terpilih sesuai data pagu yang di Aplikasi SPM. Kode kewenangan merupakan salah satu kode kunci perencanaan disamping Kode Satker dan Nomor Karwas. 2. Tabel Perencanaan Tabel Perencanaan merupakan tabel yang berisi data perencanaan yang sudah diinput oleh user. Tanggal Pencairan merupakan tanggal perencanaan kebutuhan dana Satker akan dicairkan. Jumlah Perkiraan adalah Jumlah perencanaan kebutuhan dana yang akan dicairkan oleh Satker. Jumlah perkiraan dana yang direncanakan akan dicairkan merupakan jumlah bruto yang besarnya harus memenuhi kriteria perencanaan kas seperti yang sudah dijelaskan pada PENDAHULUAN di atas dengan jumlah minimum Rp 500 juta untuk transaksi C. Jenis Transaksi merupakan kriteria transaksi yang ditentukan berdasarkan besarnya jumlah perkiraan dana. Status adalah keterangan terkait data perencanaan direkam atau diubah. Status ‘1’ menunjukkan bahwa data perencanaan yang direkam pertama kali sedangkan Status ‘2’, ‘3’, ‘4’ dan seterusnya merupakan keterangan berapa kali data perencanaan diubah/di-update. Tanggal Awal dan Jumlah Awal merupakan Tanggal dan Jumlah perencanaan sebelum dilakukan perubahan/update. Last Modified merupakan informasi waktu terakhir dilakukan perekaman/perubahan terhadap data perencanaan. 35

36 3. Rincian Perencanaan Rincian perencanaan digunakan untuk melakukan rekam / ubah / hapus data perencanaan Satker dengan isian yang sama pada penjelasan Tabel Perencanaan ditambah isian keterangan yang bersifat opsional. 4. Input dan Output Perencanaan Input merupakan kumpulan tombol untuk merekam / mengubah / menghapus data perencanaan, sedangkan ouput merupakan kumpulan tombol untuk menghasilkan suatu laporan dan ADK kiriman terkait perencanaan kas. 36

37 Aplikasi Perencanaan Kas KPPN (APK) 37

38 SATU 38

39 14. Komunikasi dan Koordinasi 1. Komunikasi intensif diperlukan untuk mendukung akurasi renkas satker. 2. Perlu petugas yang secara khusus dapat dihubungi dan bertanggung jawab terhadap proses perencanaan kas baik di satker maupun di KPPN dan Dit. PKN. 3. Hubungan/komunikasi tersebut terkait dengan teknis penyusunan renkas (data renkas) dan bimbingan serta konsultasi. 4. Petugas di KPPN dan Dit. PKN merangkap menjadi helpdesk perencanaan kas. 5. Hubungan jalur Komunikasi dalam perencanaan kas :  Hubungan satker dengan KPPN  Hubungan KPPN dengan Dit. PKN  Hubungan satker dengan Dit. PKN 39

40 15. Reward and Punishment …..? 1.Satker harus menyampaikan sesuai jadwal, jika tidak sesuai harus mengulang dari awal. 2.Satker harus menyampaikan SPM sesuai “waktu dan nilai” dalam perencanaan yang dibuat, jika tidak sesuai maka penerbitan SP2D-nya di tunda satu minggu (5 hari kerja) kedepan. 3.Satker dengan akurasi perencanaan kas tinggi, diberi fasilitas kemudahan berupa bebas antrian/sejenisnya. 4.Pemberian surat penghargaan untuk satker dengan akurasi tinggi. 40

41 16. Penyampaian Data 1.Penyampaian perkiraan harus mudah (tidak merepotkan) 2.Harus ada konfirmasi /bukti dari KPPN bahwa perkiraan penarikan dana sudah diterima 3.Petugas KPPN dapat memastikan kebenaran data dari petugas satker 4.Penyampaian sedapat mungkin secara elektronik;  ADK – dibawa langsung   Short Message Service (SMS Gateway) 41

42 17. Apa yang dilakukan KPPN? 1. Menunjuk pegawai untuk menjadi petugas. 2. Mengidentifikasi satker yg berpotensi memiliki SPM besar. 3. Melakukan pembinaan dan komunikasi secara intensif dengan satker besar. 4. Menyediakan sms center 5. Menyampaikan data tepat waktu 6. Komunikasi dengan tim di Dit. PKN terkait kebijakan perencanaan kas. 42

43 18. Identifikasi satker?  Berdasarkan jumlah pagu satker  Berdasarkan jenis kegiatan/program (satker dgn program subsidi, bantuan sosial, dsb).  Data historis (data SPM tahun-tahun sebelumnya).  Analisa lainnya. 43

44 44 Contoh identifikasi berdasarkan Jumlah Pagu (KPPN Jakarta II) NoKode satkerNama satker Nilai Pagu SEKRETARIAT UTAMA BADAN PUSAT STATISTIK579,527,244, SEKRETARIAT KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI581,469,444, PENGEMBANGAN PERUMAHAN FORMAL639,500,000, DIREKTORAT JENDERAL PERKERETAAPIAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN770,128,985, SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL813,555,079, KANTOR PUSAT DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN876,500,000, DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT KEMENTERIAN PERHUBUNGAN897,631,980, BLU BIDANG PENDANAAN SEKRETARIAT BPJT900,000,000, KANTOR PUSAT DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI968,620,403, PENGELOLAAN KAWASAN991,844,507, KANTOR KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH1,069,855,572, DIREKTORAT JENDERAL ENERGI BARU, TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI1,170,261,840, DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN1,173,640,133, PEMBERDAYAAN PERUMAHAN SWADAYA1,320,741,816, KANTOR PUSAT DIREKTORAT JENDERAL PAJAK1,714,010,130, DIREKTORAT JAMINAN SOSIAL1,867,336,956, PENYEDIAAN PERUMAHAN1,873,913,677, PERUSAHAAN UMUM BULOG2,000,000,000, DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI DKI JAKARTA RAYA2,323,931,837, SEKRETARIAT JENDERAL5,767,612,910, DITJEN PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN13,958,483,797, PERUM BULOG KANTOR PUSAT JAKARTA19,378,635,436, DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN69,392,784,848, TRANSFER DANA OTONOMI KHUSUS DAN PENYESUAIAN70,423,877,528, TRANSFER DANA PERIMBANGAN (DBH)90,226,913,190, DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN202,353,245,300, TRANSFER DANA PERIMBANGAN299,930,386,203, TRANSFER DANA PERIMBANGAN (DBH) 90,226,913,190, DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN 202,353,245,300, TRANSFER DANA PERIMBANGAN 299,930,386,203,000.00

45 TERIMA KASIH 45


Download ppt "PERENCANAAN KAS G-2 SUBDIT PERENCANAAN & PENGENDALIAN KAS DIREKTORAT PENGELOLAAN KAS NEGARA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google